
Keesokan harinya
Sebelum Tazuya dan yang lain memulai aktivitas klub mereka disekolah, mereka mendapat panggilan dari Rigel untuk mencegat para penyelundup obat-obatan terlarang yang akan memasuki kota Shinjitsu. Saat mereka berhasil melakukan misi mereka, Tazuya dan yang lainnya kembali kerumah Rigel untuk melaporkan hasil misi mereka pagi ini
“ Fyuuh ! Selesai ! Tadi itu benar-benar melelahkan ya “ Kata Tazuya kepada yang lain sambil meminum pill epilsepsinya untuk mencegah epilepsinya kambuh karena kelelahan
“ Yaaa. . . melelahkan karena kamu dengan nekatnya naik keatas atap dan menakut-nakuti orang itu tepat dibagian kaca depan mobilnya. Terus kami harus mengejarmu sebelum orang itu menabrak tiang pembatas kota Shinjitsu “ Gerutu Inuya sambil teringat momen gila saat misi mereka
“ Walau demikian, aku senang misinya bisa selesai dengan cepat “ Kata Ataru
“ Bagaimana kalau orang-orang bisa tahu identitas kita karena ada yang tahu kegilaannya Tazuya, ya ? “ Jubei bertanya dengan nada setengah panik
“ Hei ! Emang iya apa semua orang dikota ini tahu seperti apa kegilaan yang kamu maksud, Jubei ?! Disekolah saja
orang tahu aku adalah anak berandal yang sering ditantang anak berandal lainnya, bukan karena kegilaan yang kamu maksud “ Jelas Tazuya
“ Hei hei ! Kalian lama sekali berganti pakaiannya, lagi ribu-ribut soal apa ? “ Tanya Rigel yang tiba-tiba mendatangi mereka diruang pertemuan bersama dengan DECA-I
“ Ah . . . tidak ada, Tuan Rigel. Biasa, Jubei-san sedikit cemas kalau ada yang akan tahu identitas kami karena melihat kegilaannya si Hideyuki “ Jawab Ryuga
“ Ya. Itu karena pada dasarnya Jubei selalu bereaksi yang berlebihan dalam suatu hal “ Inuya ikut-ikutan berceloteh
“ Hei ! Aku tidak bereaksi secara berlebihan ! “ Kata Jubei dengan nada yang agak tinggi
“ Oke oke ! Sekarang tenang ! Bagaimana dengan misi kalian, anak-anak ? “ Rigel menghentikan keributan dengan
langsung bertanya laporan misi mereka
“ Misi kami berjalan dengan cukup cepat. Tidak hanya kenekatannya Tazuya-kun, tetapi juga karena pengemudi dan knek-nya tidak banyak berbuat apa-apa dan langsung menyerahkan diri kepada pihak kepolisian “ Jelas Ataru
“ Lalu, apakah orang itu ada kaitannya dengan Atraco ? Atau apakah mereka memiliki informasi penting yang
kalian dapatkan ? “ Tanya Rigel kepada mereka berlima
“ Sepertinya tidak ada. Tidak ada yang mencurigakan dari orang itu selain mereka adalah penyelundup obat dan barang-barang terlarang lainnya “ Jawab Tazuya
“ Juga. . . tidak ada tanda-tanda aktivitas dari pihak Thetoid untuk sementara ini “ DECA-I menambahkan
“ Baiklah. Kelihatannya untuk sementara kita bisa agak tenang sekarang “
“ Dullart-san kemana ? “ Tanya Inuya
“ Oh. . . akhir-akhir ini dia tertarik untuk memodifikasi motor yang ada digarasiku. Saat aku menyuruhkan
untuk mengambil sesuatu disana, Dullart tiba-tiba takjub dengan motor Mighty-Bee itu. Saat aku menjelaskan bahwa itu sudah tidak digunakan 15 tahun yang lalu, ia mau memperbaiki motor tersebut dan beberapa teknologi yang ada disana. Dullart benar-benar menyukainya “ Jelas Rigel saat teringat dengan Dullart yang melihat motor tersebut
“ Hooo. . .syukurlah jika beliau masih selamat dan dalam keadaan sehat. Baiklah, Tuan Rigel. . . kami izin pergi kesekolah dulu ya “ Tazuya berpamitan kepada Rigel untuk kembali kesekolah mereka
“ Ya, anak-anak. Hati-hati dijalan ! “
“ DECA-I, Kembalilah sebelum jam 6 sore ke Asrama ya~ “ Kata Tazuya
“ Tenang saja. Aku akan kembali kok ! “
Sesampainya disekolah, Tazuya dan yang lainnya melakukan aktivitas klub mereka masing-masing. Inuya terlihat mengikuti klub drumben, dimana ia mengambil bagian sebagai mayoret mengingat keahliannya dalam melakukan acro-dance. Saat memasuki ruangan klub tersebut, ia disambut hangat oleh beberapa anggota klub tersebut
“ Yooooo, Namidashi-san ! Kupikir anak sekeren dirimu akan mengikuti klub basket “ Sambut sang siswa kelas 1-LA-B bernama Max
“ Haaah ! Aku tidak ingin mendapatkan masalah dengan siswa lain yang pernah menantangku disana. Lagipula. Nge-dance adalah keahlianku “ Jelas Inuya
“ Bagus ! Selamat datang di klub, Namidashi-san~ Semoga betah disini~ “ Sambut Max
Sementara itu, Ryuga, sembari menunggu jadwal latihan di Tsuki Entertaiment, ia memutuskan mengikuti klub musik. Disana, ia mempelajari cara menggunakan biola listrik dari sang kakak pembina klub tersebut
“ Jadi, Mangetsu. . . pernahkah kami mencoba biola listrik. Kami sering mengkombinasikan ini dengan alat musik
lainnya saat pentas. Dan aku yakin, jika kamu menggunakannya hasilnya akan menjadi lebih bagus karena kamu cukup ahli memainkan biola “ Jelas sang kakak pembina dari kelas 3-SO-A bernama Ami
“ Aaah. . . yaaa. . . sebenarnya sih, aku belum pernah memainkan biola listrik. Jadi, kurasa aku butuh seseorang untuk mengajariku cara menggunakan ini “
“ Kamu mendapatkan guru yang tepat untuk mengajari ini “ Kata Ami sambil tersenyum dengan bangga sambil mendekati Ryuga
“ Benarkah ? Te. . .terima kasih. . .Senpai “
“Ngomong-ngomong, apa kamu bisa memainkan instrumen lain selain biola “ Tanya Mia sambil mengajak Ryuga melihat instrumen musik yang ada diruangan tersebut
“ Cello. . . Drum. . . Suling. . . “
“ Oke! Ali-Gene juga akan membinamu dalam memainkan drum jika dibutuhkan. Mengingat kami sudah kelas 3, mungkin saja kamu bisa jadi penggantinya “
Tidak lama kemudian, Jubei dengan cepat datang keruang klub musik sambil membawakan nampan yang berisi cupcake dengan hiasan hewan-hewan diatas topingnya. Jubei mengatakan bahwa ia telat mengikuti sesi belajar di klub, yang membuat ia mendapatkan jatah untuk membagikan snack gratis kepada siswa-siswi lain
“ Ryuuuuuuuuuuuuuuuugaaaaaaaaaaaa~ “
“ Uwaaaa ! Jubei-san ! Jangan main kaget begitu doooong~ Tidak baik membuat orang jantungan seperti itu~ “
“ Aaah. . .Maaf. . .Maaf. . .aku disini hanya ingin memberikan ini kepada kamu dan anggota klub disini. Tadaaaaaaaaaa “
“ Olala~ Kamu dari klub memasak mau bagi-bagi makanan gratis ? Kalau begitu aku mau~ “ Kata Ami dengan senang mengambil cupcake tersebut dari nampan
“ Tunggu, kenapa mau repot-repot datang kemari untuk memberikan kue-kue ini disekitar ruangan klubmu ? “ Tanya
Ryuga
“ Eeeeh. . . itu karena daerah sana sudah diambil oleh siswa lain. Jadi ya, aku kesini sebelum mereka kemari “
“ HEEEEEEEEEYY KALIAAN~ “ Hikari Ichinose tiba-tiba datang dari belakang mereka berdua yang membuat mereka kaget bukan main
“ Eeeeeeeeekkkkh ! ICHINOSE ! “ Teriak mereka berdua
“ Aku disini sedang mencari seseorang yang pantas untuk jadi bahan artikel beritaku~ kira-kira siapa yang
disini yang siap untuk diwawancara yaaaa~ “Kata Hikari sambil mengeluarkan smartphonenya
“ ICHINOSE ! JANGAN SEENAKNYA NGAGETIN ORANG SEPERTI ITUUUUU “ Teriak Ryuga dan Jubei secara bersamaan, sedangkan Ami hanya bisa tersenyum dan menahan tawa saat melihat mereka bertiga
Disaat yang bersamaan, Ataru tidak sengaja melewati area tersebut dan merasa geli saat melihat Ryuga dan Jubei yang kaget karena kedatangan Hikari
“ Fufu. . . Ryuga-san ternyata bisa juga seperti itu ya~ “
Diruang klub kerajinan tangan, terlihat Tazuya sedang menciptakan sebuah boneka kelinci berukuran 20 cm sebagai bukti praktek pertama mereka untuk menunjukan kemapuan dasar mereka dalam keterampilan di kerajinan tangan
“ Fyuh. . .selesai ! “ Kata Tazuya dengan senyum bangganya
“ Woah, Iga-san. Aku tidak menyangka kamu memiliki selerah yang agak imut yaa~ “ Komen si Devon, siswa dari kelas 1-SCI-B
“ Ah. Kamu lihat ini saja kok kaget ya ? “ Tanya Tazuya
“ Habis, kamu dikenal sangat hardcore dan suka bertarung. Aku tidak menyangka kamu ternyata suka yang imut-imut “
“ Eehehehe “
Tidak lama kemudian, Smartphone Tazuya mendapatkan pesan dari Karin Umida. Yang bertanya apakah ia punya waktu luang pada hari sabtu. Tazuya menjawab pesan tersebutbahwa ia punya waktu luang saat jam 1 siang. Tidak sampai 5 menit, Karin menjawab pesan tersebut, dan mengatakan bahwa ia ingin mengajaknya makan siang
bersama dengan teman sekelasnya. Tazuya ingin menolaknya. Namun merasa tidak enak jika ia menolak ajakannya, mengingat ia adalah teman masa kecilnya, Tazuya memutuskan untuk menerima ajakan tersebut
“ Haaah. . . baiklah. Jika dia mau membayarnya. . . oke ! “ Kata Tazuya sambil mengirim pesan tersebut
*****
Jam 12.00
Terlihat Tazuya keluar dari klub kerajinan tangannya dan pergi menuju keruang klub anggar untuk menemui Haku
Akashinya, yang sedang bersantai dan beristirahat seroang diri dibangku didepan ruang klub tersebut. Sambil bertanya bagaimana aktivitas klubnya, Tazuya mengatakan kepada Haku bahwa ia memiliki sesuatu yang ingin ia berikan kepadanya
__ADS_1
“ Hakuuuuuu “
“ Ah, Tazuya ! “
“ Sedang istirahat dari aktivitas klub ? “
“ Ya. Tadi aku sedang latihan dengan kakak pembina klub. Dia adalah anak dari pensiunan atlet anggar Neo-Jepang. Jadi ya. . .dia lebih hebat dariku. Makanya pelatihan tadi cukup ketat. Dan sayangnya . . . aku tidak bisa mengalahkannya “ Jelas Haku sambil tersenyum saat mengingat pelatihannya bersama sang kakak pembina dari kelas 3-SCI-A
“ Oooh, Begitu ya. Walau demikian, kamu memang sudah cukup hebat dalam olahraga ini “
“ Ehehe . . .Terima kasih, Tazuya “
“ Oh . . .tunggu sebentar. Tadaaaaaaaaaaaa~ “
Tazuya dengan semangat memberikan boneka kelinci hasil ciptaannya yang ia lihat dari anime yang bernama “Usacho, Get Ready !”. Haku langsung mengenal karakter yang dibuat Tazuya, dan Tazuya dengan senang hati membicarakan tentang anime tersebut yang juga memiliki video game tersendiri yang dirilis 3 tahun yang lalu
“ Ini. . . Captain Usacho ! “ Kata Haku saat melihat boneka kelinci tersebut
“ Ah yaaaa. . . jadi kamu juga tahu Usacho, Get Ready ? Aku baru tahu kalau kamu juga suka itu. Habisnya, aku tahu kamu suka boneka kelinci karena Jubei mengatakan kepadaku bahwa kamu suka mengoleksi boneka “ Jelas Tazuya sambil mukanya memerah
“ Ya. Captain Usacho, Lieutenant Nezuchui, dan Zenpaneko. Mereka semua adalah favoritku “ Jelas Haku sambil mengingat karakter favoritnya
“ Begitu kah. Hehehe aku hanya suka Usacho. Apalagi saat dia berubah menjadi Mecha Usacho. Woaah ! Dia diversi video game ternyata overpowered juga ! Aku selalu beruntung dalam meng-gacha untuk mendapatkan custom skin-nya “ Jelas Tazuya
“ Kereeeen ! “
“ Ngomong-ngomong. . . akan kuputuskan untuk memberikan ini kepadamu. Yaaa. . .sebagai hadiah pertemanan
kita. Jika kamu mau. . . silahkan~ “ Jelas Tazuya yang wajahnya semakin memerah karena tersipu malu
“ Benarkah. Terima kasih, Tazuya~ “
“ Pffff. . .aku tidak menyangka wajahmu bisa memerah sampai ketelingamu ya “ Goda Inuya yang datang tiba-tiba dari belakang Tazuya
“ UWAAA, INUYA ! Kampret kau, Inuya ! Sudah berapa lama kamu ada dibelakangku dan menguping pembicaraan orang, hah ! “ Kata Tazuya yang kaget karena keisengan Inuya
“ Ga sampai 1 menit kok. Dan aku tidak menyangka ternyata kamu bisa romantis juga ya~ Kupikir kamu adalah cowok yang rumit dengan cewek~ “
“ Aaaah. . . itu karena dia memiliki passion yang. . .sama denganku. . . makanya aku agak sedikit berbicara dengannya ketimbang dengan Jubei~ “ Jelas Tazuya dengan malu-malu
Tiba-tiba, smartphone Tazuya berdering. Ternyata itu adalah panggilan dari Karin. Ia bertanya kepada Tazuya apakah dia mau dijemput dari sekolahan. Namun Tazuya menolak tawarannya dan memilih untuk pergi sendiri untuk menuju ke restorann yang dimaksud oleh Karin
“ Yaaaaaaa. Aaaaaah. Tidak usah, aku bisa pergi sendiri. Tidak, bukan apa-apa. . . .tidak perlu repot-repot. Kamu
sudah ada disana ?. Oke “
“ Siapa ? “ Tanya Inuya
“ Ah, Si Karin. Dia mengajakku untuk makan siang bersamanya. Katanya si kepengen saja. Berhubung yang bayar adalah dia jadi ya. . .aku terima ajakannya“ Jelas Tazuya yang ragu-ragu dengan ajakan Karin
“ Hooo. . . jadi kamu mengambil kesempatan untuk makan gratis oleh dia ? “
“ Tidak kok ! Aku mau nolak sih. . . tapi rasanya tidak enak saja jika menolaknya. Baiklah, Haku. . . jika kamu suka bonekanya, ambil saja ya. Nanti dilain hari, kita akan bicara lagi “
“ Ya. Terima Kasih, Tazuya “
“ Baiklaaaah~ Jika memang ini tidak ada hubungannya denganku, selamat bersenang-senang ya “ Kata Inuya
“ Ya. Aku pergi dulu ! “
Sambil berjalan mencari halte bus, Tazuya melihat titik lokasi yang dikirimkan oleh Karin. Saat menunggu bus, Dullart yang sedang mengetes motor Might-Bee tersebut melihat Tazuya dan menghampirinya
“ Tazuya-san ! “
“ Ah . . . Dullart-san ! Ummm. . . bagaimana dengan hasil modifikasinya ? “ Tanya Tazuya
“ Hebat. Aku telah memperbaiki sistem navigasi dan sinyal bahaya pada motor ini. Juga, aku sudah menambahkan
sistem laser beam untuk jaga-jaga jika diantara kalian diserang oleh musuh. Lihatlah ! “ Jelas Dullart sambil menguji coba laser beam motor tersebut dengan menembakan pot tanaman yang ada dipinggir jalan
( Zyuuuuuuuuuuuuuuung ! Blaaaaaar ! )
“ Apa yang kamu lakukan disini, Tazuya ? “
“ Aku sedang menunggu bus karena sedang ada janjian dengan temanku. Aku ingin pergi kerestoran ini “ Jelas
Tazuya sambil menunjukan titik navigasi tersebut
“ Hmmm. . . bagaimana jika aku mengantarmu kesana ? Yaaa. . . mumpung tidak ada Thetoid lain yang kemari. Kamu mau ? “ Tawar Dullart
“ Ah. . .Boleh boleh “
“ Bagus ! Ambillah helm itu dijok. Kita segera pergi “
“ Yup ! “
Sambil kembali menguji coba motor tersebut, Dullart mengantarkan Tazuya ketempat yang dimaksud oleh Karin. Tempat itu ialah restoran Moonlight Monarch, salah satu restoran dan tempat karaoke milik Tsuki Entertaiment. Letaknya bersebelahan dengan mall Cassa and Nova. Sesampainya di restoran, Tazuya bisa melihat Karin sedang menunggu dibangku luar restoran tersebut
“ Baiklah, sudah sampai. Siapa yang kamu mau temui disana ? “ Tanya Dullart
“ Aaaah. . . teman masa kecilku “
“ Begitukah. Baiklah, selamat bersenang-senang disana. Kalau ada musuh terdeteksi, segera panggil Rigel-san
dan teman-temanmu “ Dullart berpesan sebelum pergi
“ Baiklah “
“ Heeeeeiiiii Tazuchiiii~ Tidak kusangka kamu tetap sekolah dihari sabtu ya~ “ Sambut Karin dengan senyuman hangatnya
“ Ah. Bukan-bukan. Sabtu adalah hari aktivitas klub. Makanya saat datang kemari aku masih memakai ini, karena baru saja aku selesai dari aktivitas klubku “ Jelas Tazuya sambil masuk kedalam restoran
“ Ikut klub apa ? “
“ Kerajinan tangan “
“ Heeeee. . . kamu sangat ahli dalam bela diri loh. Ikutilah klub yang sesuai dengan kemampuanmu. Sayang sekali jika itu disia-siakan “
“ Aku hanya ingin mengembangkan
kemampuan lain selain kemampuan bertarung. Lagipula. . .kamu juga sendiri tahu
bahwa aku senang melukis ‘kan “ Jelas Tazuya
“ Oh ya . . . ahahaha . . . maaf. . .aku hampir lupa “
Tanpa ia sadari, robot Spidaro milik Thetoid mengikuti pergerakan Tazuya di restoran. Hal ini membuat baik pihak Argus maupun Morsdantaque bisa melihat apa yang sedang ia lakukan
“ Kau yakin kita akan mendapat sesuatu yang berguna dari dia ? Tidak hanya dia saja yang menjadi ancaman kita. Jadi carilah yang lain ! “ Kata Rough Polly kepada Enegarteez
“ Si cebol ini adalah ketua dari mereka. Jadi mungkin saja, dia sedang membicarakan sesuatu yang penting dengan wanita itu “ Jelas Enegarteez dengan percaya dirinya
“ Aku tidak yakin wanita itu terlihat penting dengan misi kita “ Gerutu Rough Polly
Sambil bercerita tentang masalah perkuliahannya bersama Tazuya, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangannya Sandy. Tanpa mereka sadari, Sandy menguntit aktivitas mereka dan berpura-pura sedang kebingungan saat Karin melihatnya
“ Sandy ?! “ Panggil Karin
“ Aaaah. . .Umida-chan “ Sahut Sandy dengan nada senangnya
“ Kalau kamu disini hanya untuk menguntitku itu tidak lucu ! “ Tegur Karin dengan nada keras
“ Eits, jangan salah. Aku disini sedang ada ingin menemui Louis. Tapi sayangnya, dia akhirnya membatalkan pertemuan kami karena sedang ada kerjaan lain “ Jelas Sandy sambil mengarang alasan kenapa dia datang kemari
“ Serah deh ! “
__ADS_1
“ Ah dia. . .apa dia temanmu ? “ Kata Sandy saat ia melihat Tazuya
“ Ya. Ini dia Tazuya yang kumaksud. Nah Tazuya. . .perkenalkan, ini Sandy Miller. Teman sekelasku dan dia dari Amerika “ Kata Karin sambil memperkenalkan Sandy kepada Tazuya
“ Hai. Senang bertemu denganmu. Aku Tazuya Hideyuki Iga “
“ Ya. Senang bertemu denganmu juga “
Sambil berjabat tangan, Tazuya kembali menatap Sandy dengan tatapan curiganya. Ia yakin bahwa ia punya maksud lain untuk menemui dirinya dan Karin
*****
Karin kemudian mengajak Sandy untuk duduk ditengah mereka bedua. Karin menjelaskan bahwa dulu ia dan Tazuya adalah teman sepermainan dan tetangga sebelah rumah. Namun, saat keluarga Umida pindah ke Tokyo, mereka tidak pernah saling bertemu bahkan ia telat mendapatkan berita tentang kematian orang tuanya Tazuya karena Tuan Umida mendapatkan kabar dukanya dari teman kerjanya Hideyoshi. Karin bisa bertemu kembali dengan Tazuya karena sekarang keluarganya kembali tinggal di Shinjitsu dan tidak sengaja bertemu dengannya di tepi jalan bersama dengan Inuya. Sambil mendengarkan ceritanya Karin, Tazuya mempraktekan keahliannya dalam design grafis melalu tablet yang ia bawa dari sekolah
“ Ah begitu ya. Pantas saja kalian cukup. . . dekat satu sama lain “ Kata Sandy
“ Itu dulu. Tapi sekarang tidak “ Jawab Tazuya dengan singkat dan nada yang ketus sambil menggambar sesuatu dari tabletnya
“ Woah. . . tidak kusangka kamu ternyata memiliki bakat yang keren, Tazuya. Tidak heran jika Umida-chan menyukaimu “
“ Jangan salah paham. Kami tidak mengatakan bahwa kami sedang berkencan, Sandy Miller ! “ Tazuya kembali menjawab dengan nada ketus, dan matanya masih berfokus dengan gambarannya
“ Kamu tahu, Sandy. Tazuya ini juga sudah belajar Kendo selama 6 tahun. Aku teringat waktu dia lomba untuk pertama kalinya, dia berhasil mendapatkan emas dalam pertandingan Kendo se-Neo Jepang “ Jelas Karin
“ Nah. Bagaimana ? Sebenarnya ini adalah hasil W.I.P lamaku yang belum kuselesaikan. Jika kamu suka. . .nanti
akan kukirim “ Kata Tazuya sambil menunjukan hasil gambarannya dari tablet miliknya kepada Karin dan Sandy
“Benarkah. . . keren ! Hei, Sandy. . . apa kamu ada kerjaan lain hari ini ? “
“ Aaaah. . .tidak ada. . . emang kenapa ? “
“ Bagaimana kalau kita pergi ke bioskop ? Hari ini ada film Cruel Love yang baru saja tayang. Yaaa. . .itu film diadaptasi dari novel kesukaanku. Kalian mau ikut ? “
“ Silahkan ! “ Kata Tazuya secara singkat
“ Aaahh. . . soal tiket, biar aku saja yang membayarnya ! “ Sandy menawarkan
“ Tumben kamu hari ini baik sekali. Terima kasih ya “ Kata Karin
Sambil berjalan menuju Mall, Tazuya, dari belakang memperhatikan Sandy dengan tatapan sinisnya sambil membaca sebuah pesan ancaman yang ia dapatkan dua hari yang lalu dari seseorang yang tidak dikenal. Untuk memastikan jika itu adalah pesan dari Sandy, Tazuya mencoba untuk menghubungi nomor tersebut dari nomor cadangan dari SIM Ke-2 di smartphonenya
( Smartphone Sandy bergetar)
“ Tunggu sebentar ! “
Saat Sandy mengangkat panggilan tersebut, Tazuya langsung mematikan panggilannya. Sandy melihat bahwa panggilan misterius tersebut tidak dapat tersambung karena Tazuya dengan cepat menggantikan mode SIM ke-2nya ke mode SIM pertamanya. Karin bertanya siapa yang menelponnya, Sandy menjawab ia tidak tahu siapa, tetapi ia percaya bahwa itu adalah salah sambung
“ Ketemu juga kau ! “ Kata Tazuya dalam hati
Dibioskop, terlihat Karin duduk ditengah Sandy dan Tazuya. Tazuya terlihat bosan menonton film tersebut, bahkan berkali-kali hampir tertidur karena tidak tertarik dengan film bergenre romantis. Sedangkan Karin terlihat berkali-kali mengucurkan air matanya karena terharu dengan akting pemain tersebut. Tazuya kemudian melirik dengan tajam kearah Sandy yang sedang menonton film tersebut
“ Karin. Aku pergi ke kamar kecil dulu untuk menjawab telepon dari Inuya “ Kata Tazuya yang mengarang cerita untuk bisa mencari celah kekamar kecil
“ Oh oke. Jangan lama “
Di toilet bioskop, Tazuya kembali melihat pesan dari smartphone tersebut dan memperhatikan pergerakan Sandy selama ia mengikuti mereka. Tazuya sudah menduga bahwa pria berasal dari Amerika tersebut terlihat sangat tidak suka dengan pertemanan mereka, bahkan dengan niatnya memberi pesan ancaman untuk menjauh dari Karin dan menguntit mereka ke restoran
“ Sandy Miller. . . pria sialan itu. . . cih ! Apa dia pikir bahwa aku dan Karin memiliki hubungan lebih dari teman
ya. Dasar ! “ Kata Tazuya kepada dirinya sendiri dengan geram sambil mengigit kuku ibu jarinya
Sambil merenung selama kurang lebih 10 menit, Tazuya akhirnya keluar dari toilet. Saat keluar, ia dikejutkan dengan kedatangan Sandy yang sudah menunggunya di wastafel kamar kecil tersebut
“ Oh, Hai. . . Sandy. Pergi kesini karena bosan menonton film itu ? “ Tanya Tazuya
“ Kalau dilihat-lihat, aku ragu jika kau dan Umida hanya sekedar teman dekat “ Kata Sandy dengan nada ketus
“ Jujur saja, Miller. Bahkan jika kamu tidak datang untuk menemuiku disini, aku sudah tahu bahwa kamu sebenarnya tidak sudi untuk menjadi temanku “ Kata Tazuya dengan nada tegas tetapi tidak meninggikan nada suaranya
“ Bisa juga kau bicara seperti itu ya, bocah sialan ! “
“ Aku ?! Heh. . . boleh saja kau bicara seperti itu. Ya, yang jelas aku bukanlah orang yang memberikan pesan ancaman atau menyuruh para penjahat untuk menghajar seseorang karena kecemburuan dan kebodohan mereka “ Jelas Tazuya dengan senyum menyeringai dan tatapan tajamnya kearah Sandy
“ Jangan main fitnah kau ! “
“ Kau mau bukti ! “
Tazuya mengeluarkan smartphonenya, kembali menggantikan SIM Ke-2nya, dan memanggil nomor Sandy untuk membuktikan bahwa ia tahu jika Sandy-lah yang mengirim pesan ancaman tersebut
“ Nomor ini. . . “
“ Bagaimana Sandy ? Aku tidak menyangka ya, kau bisa melakukan ini dan rela menyewa preman demi menghajar
remaja 15 tahun yang tidak memiliki hubungan spesial dengan gadis yang kamu suka. Aku bisa lihat bahwa kau adalah pria rendahan yang tak berotak dan terbutakan oleh cemburu. . . itu-“
“ BRENGSEK ! “
Mendengar perkataan Tazuya, Sandy jadi marah besar dan mendorong tubuh kecilnya tersebut ke tembok. Sandy mengambil kerah baju Tazuya, mengatakan bahwa ia bersumpah akan memberikannya pelajaran karena telah berani macam-macam dihadapannya
( BRAK ! )
“ JADI KAU BERANI MENANTANGKU ! Hebat sekali kau berani berkata seperti itu kepada orang yang lebih tua darimu ! Jika berani kau mendekati Umida atau mendengarkan namamu dari mulutnya, akan kuberi pelajaran untuk tidak mengganggu wanita orang lain ! “ Ancam Sandy dengan nada penuh amarah ke Tazuya
“ Wanita orang lain ! Dia sendiri tidak berkata bahwa ia sudah punya pacar ! Jika memang KAU sangat menyukainya, ambilah dia ! Buatlah hati dia senang agar aku bisa menjauh dari kalian ! Jika kau masih tidak percaya perkataanku. . .aku tidak punya pi-“
“ Baik ! Jika kau ingin menghadapi secara jantan . . . ayo. . .kita DUEL ! “ Sandy menantang Tazuya
“ Kau yakin ? Ditempat seperti ini ? Jika ada seseorang yang memergok aksi kita, maka kau akan ditahan oleh pihak kepolisian. Oh ya. . . mereka juga tidak akan mempercayaimu, dan aku. . . juga tidak akan ditahan karena ya. . . kau sudah tahu sendirikan berapa usiaku dan juga tinggiku. Jadi. . . PIKIRKANLAH ! “ Tantang Tazuya sambil mengambil kerah baju milik Sandy, dan tanpa sadar bahwa kaca di kamar kecil bioskop tersebut pelahan retak karena efek Psikokinesisnya
Saat saling menatap satu sama lain, akhirnya Sandy memutuskan untuk mengurungkan niatnya dan melepaskan cengkramannya. Ia meninggalkan kamar kecil sambil membanting pintu tersebut, sedangkan Tazuya hanya terdiam sambil menatapnya dengan tatapan amarahnya
“ Sandy. . .kau adalah manusia paling brengsek yang pernah aku temui ! “ Kata Tazuya sambil mencuci tangannya dan menatap dirinya dicermin yang retak tersebut
Melihat pertikaian mereka dari Spidaro, Enegarteez dan Rough Polly hanya bisa cemberut dan kecewa karena mereka tidak menemukan sesuatu yang bermanfaat dari Tazuya
“ Jadi kita dari tadi menonton drama murahan para manusia ?! Cih. . . buang-buang waktu saja ! “ Gerutu Rough Polly
“ Tapi lumayan seru juga sih melihatnya “
“ Heh ! Seru apaan. . . menonton mereka sama saja seperti menonton drama murahan di televisi yang tayang setiap hari. Membosankan dan mengjengkelkan “
“ Apa itu karena kamu iri karena tidak ada yang merebutmu ? “ Ledek Energateez
“ Diam kau ! “ Jawab Rough Polly sambil menjitak kepala Energateez karena jengkel
Sore harinya, Karin, Tazuya dan Sandy selesai menonton dibioskop dan memutuskan untuk pulang. Sandy pulang duluan, dan sebelum pergi, ia memberikan ciuman pipi kepada Karin. Yang membuat Karin agak jengkel dengan ulahnya. Saat Sandy pergi meninggalkan mereka, Karin menawarkan Tazuya untuk diantar keasramanya, tetapi ia menolak tawaran dari Karin dan memutuskan untuk pulang sendirian
“ Sandyyyy. . . ada-ada saja dia ! Oh ya, jadi Tazuchii. . . maukah aku mengantarmu kembali keasrama ? “ Tanya
Karin
“ Tidak usah, aku bisa pulang sendirian. Soal tadi. . . terima kasih karena telah mengajakku makan-makan dan
nonton bersamamu. Aku harap. . . kamu segera bisa dapat pacar agar kamu bisa menjauh dariku untuk- eh maksudku. . . agar kamu bisa mencari teman baru dengan berteman dengan teman pacar barumu ! “ Kata Tazuya
“ Aaaah ya. . . doakan saja agar aku bisa mendapatkan pria yang terbaik “
“ Oke ! Byeeee~ “
Sambil melihat Tazuya pergi meninggalkan, Karin menatap Tazuya dengan senyuman hangat dan bangganya, sambil mengelus gelang berbentuk bunga yang ia pakai dilengan kanannya. Tazuya terlihat berjalan seorang diri untuk kembali keasrama sambil membaca status di sosial media milik teman-temannya. Saat Tazuya ingin
menyeberangi jalan yang agak sepi, terlihat Sandy sudah menunggunya dari kejauhan, bersiap untuk menabrak Tazuya dengan mobilnya. Disaat Sandy melihat Tazuya mulai menyeberang jalan tersebut, ia langsung menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi kearah remaja pendek tersebut
“ MATI KAU, BOCAH BANGSAT ! “
__ADS_1
“Ah ! “
*****