
Tidak lama kemudian, Galaztis datang keruangannya Morsdantaque untuk memberi laporan kepadanya tentang aksinya Rigel beserta Argus dan Pak Louss yang dianggap telah mengkhianati pihak mereka karena sudah membantu pihak V-FIGHTER dan Rigel
“ Pangeranku ! Ini saya ! “ Galaztis menghubunginya melalui monitor
“ Galaztis ! Apa ada sesuatu ?! “ Tanya Morsdantaque
“ Yaa ! Ini berita buruk ! Ternyata Jenderal Argus dan Pak Kepala Tom Louss juga ikut dipihak Tuan Muda ! Mereka datang bersama dengan Si Prisman itu untuk membujuk Pangeran Gretue untuk ikut kepihak mereka ! “ Lapor Galaztis tentang Argus dan Pak Louss
“ Dan juga sepertinya asistennya Pak Louss yang bernama Sampson itu juga mengikuti jejak pengkhianatan bosnya ! Karena tadi dia membantu Energateez untuk melarikan kedua Bocah El-Fighter itu lari dari kapal induk bersama dengan pesawat TSP-03 ! “ Lanjut Glabe yang langsung masuk dalam siaran komunikasi dari balik layar monitor
“ Hmmm ! Begitu jadinya ! Ini benar-benar bencana jika Jenderal Argus juga ikut bersama mereka ! Cih ! Tidak kusangka ia akhirnya berhasil memperdaya orang tingkat Jenderal berpengalaman seperti Argus ! “ Kata Morsdantaque dengan nada kegeramannya
“ Sekarang dimana mereka ?! “ Tanya Morsdantaque kepada Glabe dan Galaztis
“ Kami tidak tahu ! Tapi kami yakin Jenderal Argus dan Prisman itu belum meninggalkan Kapal Induk ! “ Jawab Galaztis
“ Cari mereka ! Kita sudah mendapatkan tiga bocah El-Fighter bersama dengan Energateez dan Dullart ! Aku beri kalian waktu 24 jam sebelum kita akan pergi ke Planet Bumi untuk melakukan invasi ! “ Perintah Morsdantaque dengan nada tegasnya
“ Siap Pangeranku ! “
“ Satu lagi... aku ingin salah satu dari kalian untuk membantu rombongan prajurit elitnya Gretue untuk menjaga Gretue dan pintu luar kamarnya Dullart ! Aku yakin Jenderal Argus dan Prisman itu pasti akan mencari cara lain untuk menemui mereka ! “ Gumam Morsdantaque sambil memberikan perintah tambahan untuk mereka
“ Baik ! Kami mengerti ! “ Jawab Glabe dan Galaztis secara bersamaan sebelum mengakhiri panggilan mereka
( BLIP )
Setelah mengakhiri panggilan, Glabe dan Galaztis saling menatap satu sama lain sebelum memulai diskusi mereka tentang pembagian tugas baru dari Morsdantaque. Glabe yang masih tidak terima pertarungannya dengan Tazuya selalu tidak pernah selesai dan tidak puas akan apa yang diperbuat Ataru membuatnya langsung membuat keputusan untuk mencari mereka ketimbang menjaga Gretue atau Dullart
“ Jadi wahai kapten... “
“ Aku akan mencari kedua bocah El-Fighter sialan itu ! Sedangkan sisanya bicarakan itu dengan Rough dan Meteoralez ! “ Kata Glabe yang langsung memotong perkataan Galaztis
“ Hei ! Mana sopan santunmu dengan mantan kapten hah ?! Apa ada sesuatu yang membuatmu kesal dengan mereka ?! “ Galaztis tidak terima jika Glabe tidak mau mendengar perkataannya tentang tugas baru mereka
“ Sudah pasti ! Aku ingin menyelesaikan pertarungan kami yang belum terselesaikan ! Mereka tidak bisa dibiarkan lari begitu saja jika urusan mereka belum selesai ! “ Jelas Glabe dengan nada kekesalannya
“ Okeee~ jika begitu alasanmu kelihatannya aku tidak punya pilihan selain membiarkanmu mencari mereka ! “ Kata Galaztis dengan nada sedikit pasrahnya
“ Hmph ! “ Glabe mendengus sambil pergi meninggalkan si mantan kapten tersebut
“ Ingat ! Urus mereka dengan baik dan jangan sampai mereka terbunuh ! Terutama dengan si pendek itu ! “ Galaztis memberi peringatan kepada Glabe
“ Ada lagi ?! “ Tanya Glabe dengan nada jengkelnya
“ Khuhu~ tidak ada~ kau boleh pergi ! Datanglah kemari dalam keadaan selamat yaaaa~ “ jawab Galaztis dengan senyuman dan tawa kecilnya
“ Terserah ! “
Sambil memperhatikan Glabe pergi meninggalkannya untuk mencari Tazuya dan Ataru, rawur wajah Galaztis perlahan menjadi serius dan datar sambil memperhatikan Glabe dengan tatapan tajamnya
“ Yaaa ! Datanglah kemari dalam keadaan selamat ! Jadi aku bisa menghabisimu dengan tanganku sendiri untuk membalas akan apa yang telah kau lakukan padaku ! “ Gumam Galaztis dengan nada seriusnya
Di ruang tahanan, setelah lama memperhatiakn ruangan disekitar mereka melalui kemampuan Dowsing, Ryuga merasakan jika penjara tersebut telah terpasang oleh pengamanan yang sangat kuat sehingga agak sulit bagi mereka untuk keluar dari sana dengan cara yang sangat nekat
“ Bagaimana Ryuga ? “ Tanya Inuya
“ Sudah kuduga... ini benar-benar dipasang pengaman yang cukup hebat ! Kalau dilihat dari tegangan listriknya juga ini sangat berbahaya kalau sembarangan dilewati dengan nekat ! Baik dari pintu ini... dan juga bagian atas ruangan ini ! “ Jelas Ryuga akan apa yang baru saja ia lihat dari Dowsing-nya
“ Jadi... “
“ Oh ! Satu lagi... Energateez-san ada di ruang tahanan sebelah kita ! Disana juga telah dipasang kejutan listrik yang lebih berbahaya dari yang ada disini ! “ Lanjut Ryuga sambil memberitahu keberadaan Energateez
“ Apa Tazuya dan Ataru-kun juga ada disini ?! “ Tanya Jubei
“ Belum ! Tapi aku berharap mereka kembali datang kemari secepat mungkin “ Jawab Ryuga dengan nada pelannya
“ Jadi itu artinya tidak ada cara lain selain menunggu mereka ? “ Inuya bertanya sambil memperhatikan bagian atas dari ruang tahanan
“ Sepertinya begitu “ Jawab Ryuga
“ Ah ! Oi Inuya ! Apa yang mau kau lakukan ?! “ Tanya Jubei yang tiba-tiba melihat Inuya mulai berdiri dan menyiapkan Labejanya
“ Perasaan ini... Namidashi ! Apa yang yang kau- “
“ Sebenarnya aku sedikir penasaran ! Karena itu aku ingin mengetes apa ini bekerja jika menghancurkan sel ini dengan Possession “ Kata Inuya dengan santainya
“ Hei ! Namidashi ! “ Teriak Ryuga yang berusaha untuk menghentikan Inuya
( SRIIIIIIIIIIIIIIIING ! )
“ Second Sting : HERCALEUM ! “
“ TUNG-“
__ADS_1
( ZYAAAAAAAAAAAAAAAAASSSSH !!! )
Inuya berusaha untuk menggunakan salah satu teknik dari Labeja untuk menghancurkan pengaman listrik yang ada di pintu sel. Namun tidak mencapai 1 menit tubuh Inuya tiba-tiba tersengat aliran listrik dan akhirnya terpental dari pintu sel tersebut dengan benturan yang sangat kuat
“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH ! “
( BUUUUUUUUUUUUM !!! )
“ UWAAAAAAA ! “
( BRUUK ! )
“ Adudududuh “ Rinti Inuya saat terpental karena sengatan listrik tersebut
“ Tuh kan ! Padahal Ryuga-kun sudah memberitahu loh~ “ Kata Jubei kepada Inuya yang baru saja terpental karena serangannya
“ Yaaa~ itu karena dia tidak memakai otaknya untuk mencerna akan apa yang kujelaskan barusan “ Keluh Ryuga
“ HEI ! HEI ! AKU DISINI CUMA INGIN MENGETES APA PENGAMAN SIALAN INI BISA DIHANCURKAN DENGAN POSSESSION ! BUKAN SEMBARANG MELETAKAN TUBUHKU KESANA UNTUK KEDUA KALINYA ! “ teriak Inuya dengan nada kesalnya
“ Kau sendiri sudah mengetesnya dengan meletakan jarimu bukan ?! Kenapa masih diulang lagi ! “ Tanya Ryuga
“ Kau ini ! Jadi kita hanya bisa menunggu dan berdiam diri disini saja ? Apa kau sendiri punya rencana bagus untuk keluar hah ?! “ Kata Inuya yang jengkel dengan Ryuga yang terkesan meremehkannya
“ Sebenarnya sebelum kau melakukan aksi bodohmu itu... aku juga sempat memikirkan hal yang sama ! Tapi karena kau sudah melakukannya dan itu hasilnya tidak membuahkan hasil... jadi kuputuskan jika itu bukanlah ide yang bagus “ Jelas Ryuga dengan nada santainya
“ Apa sulitnya kau bilang “aku tidak tahu” denganku ! Ini malah sok-sokan bicara dengan nada keren seolah ingin terlihat paling berwibawa “ Celetuk Inuya dengan nada jengkelnya
“ HEI ! “
“ Hmmm~ jadi kalau diatas sana apa aliran listirknya sama bahayanya dengan yang ada dipintu tersebut ? “ Tanya Jubei
“ Sepertinya begitu ! Aku yakin mereka sudah sangat berpengalaman dengan para tahanan yang mencoba untuk kabur dari atas ! Makanya kenapa listrik tersebut juga dipasang diatas ruangan ini “ Jawab Ryuga
“ Hmmm~ “ Jubei mengeluarkan sebilah pisau dan melemparkannya keatas
( ZAAAASHH ! BUUUUM !!! )
“ Hyaaah ! “ Jubei terkejut saat melihat percikan dari listrik tersebut saat ia melemparkan pisau tersebut keatas
( TRAAK !! )
“ Jubei ! “ Panggil Ryuga dan Inuya
“ Heeeee~ kelihatannya kita bakal mati gosong kalau mencoba untuk kabur dari atas “ Kata Jubei dengan nada kengeriannya sambil memperhatikan pisau yang ada dilantai menjadi gosong yang membuat Inuya dan Ryuga menjadi gelisah dan kembali berpikir untuk mencari jalan lain agar tidak harus membahayakan nyawa mereka
( Bzzzt ! Bzzzt! Bzzz! )
“ Boo-Boo ! Samp-san ! Sial ! Tidak ada jawaban ! Tapi dari sebelah kelihatannya anak-anak Fighter itu sedang mencari jalan keluar ! Semoga saja saat keluar dari sana mereka masih dalam keadaan utuh ! “ Gumam Energateez yang bisa merasakan getaran yang disebabkan oleh rombongan Inuya dan yang lain yang berusaha mencari jalan keluar dari ruang tahanan
*****
Di kapal TSP-03, Ataru terlihat memasuki ruang kesehatan sambil membawakan makanan dan minuman untuk dirinya dan Tazuya. Disana juga terlihat Tazuya sedang memperhatikan foto-foto yang ada di smartphone miliknya bersama dengan DECA-I
“ Tazuya-kun ! Apa kamu sudah makan ? aku bawakan ini untukmu “ Tawar Ataru yang baru saja masuk keruang kesehatan kepada Tazuya
“ Ah ! Oh terima kasih Ataru ! Kau hanya bawakan satu wadah saja ? “ Tazuya menyadari jika Ataru janya membawa satu wadah makanan
“ Yaaa~ apa kamu lupa jika roh tidak bisa makan makanan makhluk hidup kecuali minum ? Naaah~ Ayo makanlah~ sebelum kita kembali melakukan misi kita ! “ Jawab Ataru sambil menyodorkan wadah makanan dan botol minuman air kepada Tazuya
“ Okeee~ Hooo~ apa ini Aligot ? dan daging cincang ? Ini makanan mereka atau kamu yang memasaknya ? Bisakah ini dimakan ? “ Tanya Tazuya yang sedikit curiga dengan makanan tersebut
“ Kamu’kan ada darah Alien~ jadi tidak ada salahnya jika kamu mencicipnya bukan ? Maksudku siapa tahu itu mempengaruhi jika kamu merasakan masakan mereka itu enak karena lidah alienmu~ “ Celetuk Ataru
“ Dasar ! Itu tidak ada hubungannya ! Buktinya aku tidak suka dengan masakannya Tuan Rigel ! Hmmmm~ ini enak~ “ Gumam Tazuya sambil mencicipi masakan yang mirip dengan Aligot
“ Tuh kan~ memang enak ! memang enak ! “ Kata DECA-I dengan nada kegembiraannya
Sambil minum, Ataru memperhatikan smarphonenya Tazuya yang masih aktif dan terlihat foto mereka berlima saat masih duduk dikelas 1 SMP. Ataru langsung menanyakan apa yang membuat Tazuya melihat foto-foto di smartphone
“ Aaaah~ Tazuya-kun ! Tumben sekali kamu melihat foto-foto kita waktu SMP “ Ujar Ataru sambil memperhatikan smarphonenya Tazuya yang berada diranjang
“ Oooh~ ini ? Aaaah~ tidak apa-apa siiih~ aku hanya... tidak ada mood untuk main game online ! Apalagi saat dalam misi ! “ Jawab Tazuya sambil mengambil smartphonenya disaat sedang menyantap makanannya
“ Hmmm~ kalau dilihat kamu dari sampai sekarang tinggimu tidak nambah ya ? Bahkan wajahmu saja masih sama imutnya seperti dulu~ “ Goda Ataru sambil minum
“ Ayolaaah~ Aku tidak pernah merasa diriku imut dan polos ! Kalau Inuya mendengarkannya dia pasti jijik setengah mati mendengarnya ! “ Celetuk Tazuya yang masih menikmati makanan tersebut
“ Haha~ Inuya-kun juga ! Tapi aku bisa melihat jika dia jadi agak tenang walaupun mulutnya masih sangat tajam ! “ Kata Ataru sambil mengingat akan Inuya sewaktu dia masih SMP
“ Hehe~ begitulah~ “
Tazuya dan Ataru hening sesaat. Sambil menghabisi makanannya, Tazuya kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Ataru sembari menunggu panggilan dari Swift Polly dan Oxtoroo untuk melanjutkan misi mereka
__ADS_1
“ Kau tahu... melaksanakan misi ini mengingatkan aku dengan kejadian 3 tahun yang lalu ! Dimana kita pergi ke festival musim semi sampai lupa waktu... karena aku dan Inuya tidak sengaja terpisah dari kalian bertiga dan menemukan kami dalam keadaan terluka ! “ jelas Tazuya sambil teringat suatu tragedi yang menimpa dirinya dan Inuya
“ Ooooh yaaa~ kalian diserang oleh seseorang yang tidak dikenal ! Dan tiba-tiba kalian diselamatkan oleh mantan guru SD-mu yang tidak sengaja melintas ke sana “ Jelas Ataru yang masih ingat jelas tentang kejadian tersebut
“ Pak Gaku... gara-gara itu... beliau tewas ditempat ! Semua karena aku lemah dan terlalu takut untuk menggunakan Psikokinesis untuk menyelamatkan beliau ! Karena itulah... saat kita terpisah dari Inuya dan yang lain dimisi besar pertama kita... aku takut hal ini akan kembali terulang ! “ Jelas Tazuya dengan nada kecemasan dan ketakutannya sambil memperhatikan telapak tangannya
“ Aku bisa merasakannya... jika itu adalah luka yang sulit disembuhkan sampai saat ini “ gumam Ataru dengan nada datarnya
“ Yaaaa... karena itu... aku... “
Tazuya yang merasakan ketegangan dan epilepsinya hampir kambuh karena kecemasannya membuat ia langsung mengeluarkan obat dari sakunya dan dengan cepat langsung meminumnya dengan cepat untuk menangkan dirinya
“ Haaaah ! Haaaah ! Haaaaah ! Haaaaaah ! “
“ Kalau kamu sudah lihat kondisimu saat ini... jangan paksakan dirimu “ Gumam Ataru dengan nada sedikit tegasnya
“ Tapi... aku adalah... “
“ Alpha ?! Kami tahu itu ! Tapi tolong pikirkan dirimu juga ! “ Kata Ataru
“ ... “
“ Sekarang pikirkan ! Apa yang terjadi jika kamu yang tidak akan selamat disana jika kami mengizinkanmu ?! Kau sendiri bilang ingin mengejar cita-citamu agar bisa mendukung keempat saudara-saudaramu bukan ? Terlebih mereka juga belum tahu akan identitasmu sebagai calon El-Fighter ! Pikirkan betapa sedihnya mereka saat mengetahui kau sudah tidak ada didunia ini tanpa sepengetahuan mereka ! “ Ataru sambil meletakan kedua tangannya di pundak Tazuya dan membujuknya untuk tidak ikut misi sambil mengingatkan keberadaan adik-adiknya
“ Itu... “ Tazuya tidak tahu harus berkata apa dengan ekspresi cemasnya
“ Jadi kamu lebih memilih adik-adikmu menangis dan meratapi kepergianmu ? “ Ataru kembali bertanya dengan nada tegasnya
“ Tentu tidak ! “ jawab Tazuya dengan singkat
“ Makanya~ tetaplah disini demi keselamatanmu dan yang lain ! Kami akan mencari si pak ilmuan tua itu dan membawanya untuk menghentikan Nanobot itu ! “ Kata Ataru dengan nada lembutnya sambil memegang bawah dagunya Tazuya
“ Hmmm~ “
“ Tuan Rigel beserta yang lain masih ada disana ! Jadi yaaa~ ini masih belum terlambat ! Benarkan Tazuya-kun ? “ Tanya Ataru dengan nada tenangnya
Tazuya menjawabnya dengan senyuman karena ia tahu jika apa yang dikatakan Ataru itu ada benarnya. Tanpa mereka sadari ternyata Sampson mendengar perkataan mereka sambil berpikir tentang nasib Energateez yang ada di Kapal Induk dan usahanya untuk membiarkan dirinya terperangkap agar dirinya dan kedua calon El-Fighter tidak tertangkap
“ Ene-tan ! “ Pikir Sampson sambil melihat keatas
Diruang kendali pesawat TSP-03, Swift Polly dan Oxtoroo sedang beristirahat sambil berdiskusi tentang Ataru yang tidak mengambil dua wadah makanan untuknya. Dalam pembicaraan mereka, Oxtoroo meminta izin kepada Swift Polly jika ia selesai membebaskan Inuya dan yang lain dia akan pergi mencari Rough Polly
“ Jadi si pirang itu hanya mengambil satu wadah makanan saja ? “ Tanya Swift Polly dengan nada herannya
“ Tidak ! Dia hanya meminum jus ini dan mengatakan jika Dewa Kematian tidak bisa makan tapi bisa minum ! Jadi makanan itu untuk si pendek itu “ Jelas Oxtoroo sambil teringat dimana Ataru mengambil wadah makanan dan dua botol minuman
“ Ooh~ jadi mereka bisa bertahan hidup tanpa makanan ? “ Swift Polly kembali bertanya
“ Mung... kin ? “ Jawab Oxtoroo dengan nada ragunya
( Hening Sesaat )
“ Oh ya Polly-chan... bisakah aku meminta izin sesuatu kepadamu ? “ Tanya Oxtoroo sambil menatap layar
“ Izin apa ?! Kau sendiri memiliki kedudukan tertinggi dariku “ Tanya Swift Polly dengan nada herannya
“ Setelah aku menemukan anak-anak Fighter itu dan membebaskan mereka bersama dengan Energateez... izinkan aku untuk mencari Rough ! “ Ujar Oxtoroo dengan nada seriusnya yang membuat Swift Polly sedikit terkejut
“ Rough ?! Apa kau... masih belum bisa sepenuhnya pindah darinya ?! “ Tanya Swift dengan nada penasarannya
“ Yaaa ! Sudah kuputuskan jika aku akan kembali menghadapinya... dan menyingkirkannya secara permanen dari wajahku ! “
Swift Polly sangat terkejut saat mendengar niatnya Oxtoroo untuk kembali menghadapi Rough Polly serta bertekat untuk membunuhnya. Swift Polly merasa jika niat Oxtoroo itu sangatlah nekat dan mustahil untuk bisa dicapai terlebih karena status dan kemampuan Rough Polly yang diatas mereka
“ Kau ingin menghadapinya ? Bersama dengan Fighter ? “
“ Tidak ! Hanya aku ! Mereka cukup membantu Tuan Muda untuk menghadapi Pangeran Morsdantaque dan yang lain ! Sedangkan aku biarkan yg menghadapi Rough ! “ Jawab Oxtoroo dengan nada datarnya
“ Dia tidak seperti dulu yang kau bayangkan ! Kalau kau bertindak sendirian untuk menghentikannya... itu sama saja aksi- “
“ Nekat ? Yaaa~ aku tahu itu ! Aku sudah cukup berpengalaman dalam menghadapi pertarungan yang sangat besar karena menghadapi orang yang jauh lebih kuat dariku ! Rough itu tidak kuat... tapi dia licik ! Jadi menurutku itu bukan masalah ! “ Oxtoroo menjelaskan sambil memotong perkataan Swift tentang saudarinya
Swift Polly terdiam sesaat dan ia langsung memalingkan mukanya saat mendengar perkataan Oxtoroo yang sangat nekat dan penuh percaya diri untuk menghadapi Rough Polly seorang diri di Kapal Induk
“ Hmph ! Nadamu terlihat kau percaya akan kembali dalam keadaan hidup pasca menghadapinya ! “ Gumam Swift dengan nada rendahnya
“ Apa ?! Kenapa kamu berkata seolah aku akan mati konyol menghadapinya dengan cepat saat menghadapinya ?! “ Gerutu Oxtoroo sambil menggaruk kepalanya
“... “
“ Tapi jika kamu ingin aku kembali dengan selamat ? Jangan cemas~ aku sudah pasti akan kembali dalam keadaan hidup dan melihat Tuan Muda dilantik menjadi Kaisar terbaru ! “ Lanjut Oxtoroo dengan nada cerianya
“ Yakin ? “
__ADS_1
“ Hehe~ yaaa~ “ Melihat jawabannya Swift membuat si wanita Thetoid tersebut wajahnya langsung memerah dengan ekspresi kecemasannya
*****