
Dikediaman keluarga Mangetsu, Ryuga bersama dengan orang tuanya, Hugo dan Megami, dan adik perempuannya, Kimiko. Hugo yang mencurigai Ryuga dengan Battlesuit tadi pagi melirik kearahnya dan bertanya akan hari-harinya saatnya
" Jadi nak... bagaimana dengan harimu ? " Tanya Hugo kepada Ryuga yang menyantap bakso Swedia dan kentang tumbuknya
" Uuuumm~ lumayan hebat... hari ini kami sedang latihan drama untuk pentas nanti " Jelas Ryuga yang berusaha untuk berbohong agar Hugo tidak mencurigainya
" Jika kamu sibuk, apa yang membuatmu ingin makan kemari ? Apa kamu bolos latihan drama bersama dengan guru dan teman-temanmu ? " Tanya Hugo dengan nada santainya
" Aaaah~ tidak kok yah ! Kebetulan Pak Monroe sedang ada urusan mendadak sekarang... jadi latihan kami hanya 2 jam saja " Gumam Ryuga yang berusaha untuk santai agar tidak semakin dicurigai oleh kedua orang tuanya
" Baiklaaah~ kelihatannya kamu memang bisa menjalani kehidupan remajamu tanpa kami ! Baguslah kamu bisa mandiri " Kata Hugo sambil membersihkan mulutnya dengan sapu tangan
" Nak Ryuga... ibu hampir lupa sesuatu ! Saat kamu nanti kembali latihan drama, tolong didokumentasikan juga hasil rekamannya ya ! Karena setiap sekolah yang mengadakan High School Stage.... mereka harus memiliki Video dokumentasi pelatihan dan persiapan mereka sebelum pentas " Jelas Megami kepada Ryuga
" Ooooh~ Video dokumentasi ! Oh my... kelihatannya Golomanov-san benar-benar lupa soal itu ! Ibu... terima kasih sudah mengingatkan ! Nanti akan kuberitahu dia pas sampai di Asrama " Gumam Ryuga
" Ayaaah~ bisakah aku juga ikut meihat acara pentas drama nantiii~ Aku mau lihat kakak nanti ! " Kata Kimiko yang tertarik dengan pentas High School Stage di SMA Internasional Shinjitsu
" Tentu... kita akan melihatnya nanti ! Kita berharap kakakmu dan rombongan teman sekelasnya tidak melakukan sesuatu yang memalukan dihari pementasan " Jawab Hugo
" Oh ! Bagus ! " Gerutu Ryuga akan perkataan Hugo
" Terima kasih atas makan malamnya ! Aku mau mandi sebelum kembali keasrama " Sahut Ryuga
" Biar aku yang akan mengantarmu. Karena aku masih ingin kembali ke Tsuki Entertaiment untuk mengambil beberapa berkas dikantor yang akan kubawa kemari " Gumam Hugo sambil memegang pundak putera keduanya dan pergi meninggalkan ruang makan
Ryuga tidak berkata apa-apa saat ayahnya keluar dari ruang makan. Saat menuju kekamarnya, Ryuga pergi bersama dengan Kimiko. Sambil mendorong kursi rodanya, Ryuga bercerita dengan Kimiko saat mereka pergi menuju paviliun "Chrysalis"
" Kakak... sebentar lagi aku akan mendapatkan alat bantu berjalanku dari teman-temannya ayah ! Mungkin besok aku akan diajak ayah pergi ke Sunshine Hope Institute untuk melakukan terapi dan melihat alatnya " Cerita Kimiko yang tidak sabar untuk menggunakan alat bantu penyangga kakinya
" Woah ! Cepat juga yaaa~ dengan ini kamu tidak akan menggunakan kursi roda lagi " Jawab Ryuga dengan nada cerianya kepada Kimiko
" Hehe~ Iyaaaa~ dan aku bisa ikut sekolah ditempat umum ! Aku... aku... aku sudah mempersiapkan semuanya ! Aku siap menjawab semua pertanyaan dari para guru.... siap untuk bertemu teman baru.... dan siap untuk menanyakan sesuatu yang menarik kepada mereka ! Itu pasti seru ! " Lanjut Kimiko dengan nada penuh kegembiraannya
" Oh ya... bagaimana dengan pelajaranmu dengan Ibu Matsuda akhir-akhir ini ? " Tanya Ryuga tentang **Homeschooling-**nya Kimiko
" Hmmm~ biasa saja~ Aku belajar tentang pecahan dan soal bunga-bunga. Beliau juga menunjukan bunga *Forget-me-no*t saat memulai pelajarannya " Jelas Kimiko teringat dengan bunga Forget-me-not
" Aaah~ Ibu Matsuda benar-benar keren ya ! " Kata Ryuga dengan senyuman diwajahnya
" Yaaa~ dan guru-guru disekolah umum pasti sama kerennya dengan Ibu Matsuda... hehehe~ "
Bercerita dengan Kimiko sambil berbicara soal keinginannya untuk bersekolah di tempat umum membuatnya teringat akan masa lalu dimana Ryuga kecil bercerita tentang keinginannya bersama dengan Yamato
" Suatu saat... kamu akan merasakan keseruan dunia yang ada diluar sana" Gumam Ryuga yang mengulang perkataan Yamato yang pernah diucapkannya saat Ryuga kecil penasaran dengan kehidupan dunia luar kepada Kimiko
" Hu'uh ! Aku mengerti ! " Jawab Kimiko
" Yaaa~ semoga saja ayah memegang janjinya kepada Kimi.... dia harus membuktikan bahwa itu bukan sekedar janji kosong... jika dia merasa bahwa dia adalah ayah yang baik, adil dan perhatian ! " Pikir Ryuga dari dalam hati tentang janjinya Hugo kepada Kimiko
Di Nabari, Tazuya beserta saudaranya dan keluarga Hideo, sedang menikmati liburan malam mereka di festival Golden Weeks di Nabari. Mereka semua sangat menikmati suasana meriah di festival tersebut dengan mencoba atraksi-atraksi yang tersedia disana. Tazuya dan Kazuya terlihat sedang berlomba untuk memancing ikan emas dimana Yoshino bersama dengan Katsuya
" AAAAAAHH ! Berhasiiiiil " Teriak Tazuya yang senang karena berhasil mendapatkan ikan emas dengan cepat
" Aaagh ! Selalu saja ! " Gerutu Kazuya saat melihat jaringnya jebol
" Kalau kamu mau ikannya ini aku kasih buatmu " Kata Tazuya sambil memberikan ikan emas didalam aquarium bulat kecil
" Ambil saja untukmu ! Karena ikanmu akan selamat dari incaran kucing jika kamu yang memeliharanya " Gumam Kazuya
" Eeeh~ kau tidak ada kucing ! Harukatto juga suka akan mengincar ini jika kami memeliharanya ! Ambil ini dan masukan kedalam kolam ikan ! " Sahut Tazuya sambil menyodorkan aquarium tersebut
" Jangan salahkan aku jika dia akan jadi santapan para ikan koi ! " Sahut Kazuya sambil mengambil Ikan tersebut
Tazuya melihat semua saudara dan sepupunnya menikmati permainan di festival, sementara Hideo dan istrinya sedang pergi ke Kuil untuk melihat pentas tari Noh Kabuki disana
" Aniki sedang bingung mau memilih permainan selanjutnya ? " Tanya Yoshino yang berada disampingnya yang mengejutkan Tazuya karena tidak menyadari keberadaannya
__ADS_1
" Ah ! Umm~ iya siiih~ Aku sudah dapat boneka ini dari stand lempar target ! Kamu mau pergi ke tempat jualan Yakisoba ? Sambil cerita-cerita~ " Tazuya langsung mengajak adik laki-lakinya untuk jalan-jalan bersamanya
" Yakisoba udang ? "
" Boleeeh~ nanti aku yang bayar ! "
Tazuya dan Yoshino pergi ke stand Yakisoba dimana mereka berdua makan malam bersama disana. Saat menikmati santapan mereka, Tazuya langsung memulai pembicaraan mereka dengan santai kepada si bungsu nomor 2 tersebut
" Jadi.... apa kamu banyak PR dari sekolah ? " Tanya Tazuya kepada Yoshino
" Lumayan sih~ Baru kali ini aku mendapatkan PR selama Golden Week... biasanya sih hanya saat liburan musim panas saja " Jelas Yoshino yang sedikit mengeluh akan tugas yang diberikan oleh gurunya
" Yaaa~ kamu sendiri sering menjadi juara kelas dan selalu rajin belajar~ tumben sekali kamu mengeluh soal itu " Celetuk Tazuya
" Aku juga ingin bersenang-senang dan main basket dengan yang lain ! Dan saat liburan musim panas... sekolah kami akan berlomba di turnamen basket musim panas tahunan antar sekolah di Neo-Jepang " Jelas Yoshino tentang aktivitas klub basketnya yang berhasil mengikuti ajang turnamen tahunan dimusim panas
" Woah ! Keren ! Aku harap kamu dan timmu bisa terus maju dan sukses selalu ! " Gumam Tazuya dengan nada kebanggaannya
" Lalu Aniki sendiri bagaimana ? Bagaimana dengan pentas dramamu ? " Yoshino balik bertanya kepada Tazuya
" Latihannya berjalan dengan baik~ soal akademis... aku masih harus menyesuaikan diriku dengan kurikulum disana.... kalau bisa sih nanti aku akan mendapatkan beasiswa saat sudah lulus nanti " Jelas Tazuya sambil tersenyum lebar dengan Yoshino
" Beasiswa yaa... aaaah~ aku sangat ingin sekali mendapatkan beasiswa untuk masuk ke SMA Internasional Shinjitsu " Pikir Yoshino
" Hnng... pasti bisa ! Nilai kamu selalu bagus dibandingkan dengan yang lain ! Selama kamu dapat menyeimbangkan aktivitas klub dan belajarmu... aku yakin kamu bisa mendapatkannya " Gumam Tazuya dengan nada pelan dan bangga kepada Yoshino
" Jadi Aniki sudah memikirkan rencana masa depanmu ? " Tanya Yoshino yang penasaran dengan cita-cita Tazuya
" Yaaa... sudah direncanakan... dan ada sangat banyak yang ingin sekali... aku capai dan tuntaskan ! " Gumam Tazuya sambil memperhatikan artikel lama tentang Ramone Grace yang melarikan diri dari penjara 15 tahun yang lalu dari smarphonennya
*****
Malam harinya di Kapal Induk pada jam 8,30 di Bumi, Dullart yang baru saja selesai belanja dan makan malam bersama Rigel telah kembali dengan portal teleportasi. Dia langsung pergi keruangannya Gretue sambil membawa minuman yang dia beli di Bumi
" Hei Gree~ "
" Nih~ Aku bawa Mochi- bite dips sama Boba Tea untukmu " Ujar Dullart sambil menunjukan kantong plastik pembeliannya dari Bumi
" Apa ini makanann kekinian penduduk bumi ? " Tanya Gretue yang penasaran
" Bisa dikatakan begitu~ dan lihat ini... aku baru saja mendapatkan resep andalan Rigel-san dalam pembuatan Choconomiyaki, Pizza asam-merah dan kentang goreng saus coklat pedasnya ! Kita bisa mencoba ini saat kembali ke Theta " Jelas Dullart sambil menunjukan catatan resepnya kepada Gretue
" Hmmm~ enak juga makanan ini " Puji Gretue yang mencoba mochi tersebut
Dullart kemudian terdiam sesaat dan teringat akan maksud dan tujuan dia datang kemari. Dullart sangat ingin bercerita tentang perasaannya selama pertarungannya melawan Morsdantaque
" Bisakah aku bercerita kepadamu ? " Tanya Dullart dengan nada pelannya
" Soal apa ? "
" Sudah pasti... soal Morsdan "
" Huuu ? Kupikir kau akan selamanya membenci dia.... kenapa tiba-tiba ingin bicara soal dia ? " Tanya Gretue
" Kamu tahu... selama menghadapinya... sekarang aku paham kenapa dia sangat membenciku dan sangat ini aku menderita dan hilang dari hadapannya... mungkin jika posisi kamu dibalik... sepertinya aku akan mengalami yang sama dengan dia " Jelas Dullart yang membuat Gretue sedikit kaget
" Omong kosong ! Sudah jelas kau dan Morsdan itu berbeda bukan ? Kenapa kau tiba-tiba berpikir seperti itu ? " Tanya Gretue
" Kita semua hidup dalam ketidakadilan ! Aku bisa melihat Morsdan merasa tidak adil kepada keputusan ayah kita ! Dia sudah berusaha keras untuk menarik perhatian beliau agar bisa menjadi penerus yang pantas dimatanya ! Dia terus berlatih... dan belajar bersama denganmu ! Sedangkan aku... selalu bersenang-senang dan tidak sekuat dia ! Aku hanya menjadi penerus karena tradisi... kamu dan Morsdan tidak terpilih karena tradisi... bahkan jika kamu tidak mempermasalahkannya... aku tahu kamu merasakan hidup yang tidak adil " Jelas Dullart sambil menceritakan perasaannya tentang Morsdantaque dan kenapa dia sangat membencinya
" Dullart... kau... "
"Aku tahu... Morsdan memang salah ! Dia menipu orang... memanipulasi... dan mengintimidasi yang lain karena frustrasi semata ! Dia meluapkan kemarahan kepada orang yang dianggapnya rendah... bahkan termasuk denganku ! Tidak peduli seberapa besar aku dan kamu mengkasihaninya... dia memilih menjadi seperti itu ! Dan itu disebabkan oleh ayah kita yang tidak berani menghapus tradisi yang tidak adil ! Dan semua... sudah terlambat... ayah sudah tidak ada... dan Morsdan juga menyusulnya ! Mereka akan saling menyalahkan karena permasalahan mereka tidak pernah selesai... di alam sana ! Pada akhirnya... dengan berat hati dia menerima kekalahan dan kematiannya ! " Lanjut Dullart sambil mengingat masa lalunya dimana Morsdantaque selalu memarahi dan menjauhinya dan Gretue dan perlahan mengeluarkan air matanya dihadapan Gretue
" Hei Dullart ! Untuk apa kau menangis ?! Untuk apa kau sesali ?! Itu bukan salahmu ! Kau adalah korban terbesar mereka ! Sudah cukup... jangan kau ratapi lagi ! Tidak ada gunanya kau meratap ! Kau harus memikirkan masa depan umat kita sebagai Kaisar Theta yang baru ! Jika kau terus berpaku dengan masa lalu... apa bedanya kau dengan mereka ! " Kata Gretue dengan nada tegasnya sambil mengambil kerah bajunya Dullart
" G- Gree... aku... aku hanya... "
__ADS_1
" Hentikan tangisanmu itu ! Yang jelas kau sudah belajar banyak selama pelarianmu ! Kau kembali bermotivasi untuk mengubah masa depan ! Karena itu... hentikan renunganmu itu ! Sekarang saatnya...kau lihat kedepan dan terus melangkah ! " Lanjut Gretue sambil memberikan pelukan kepada Dullart
" Aaaah... aku bangga denganmu... Dullart "
" Uuuuh~ Ooooh~ Gree~ Sekarang bagaimana caranya kita bicara soal Morsdan kepada para ibu kita ? " Tanya Dullart sambil memberi pelukan kepada Gretue
"Soal itu... biar aku yang bicara dengan mereka " Jawab Gretue dengan nada pelannya
Tanpa mereka sadari, Meteoralez mendengar pembicaraan mereka dari luar ruangan. Tanpa berkata-kata sang Prajurit Elit bertubuh besar tersebut langsung meninggalkan ruangan Gretue. Disisi lain Kapal Induk, tepatnya diruang hanggar pesawat tempur,Swift Polly terlihat datang keruangan tersebut dan melihat Oxtoroo sedang berada disana sambil melihat para pekerja memperbaiki pesawat tersebut pasca pertarungan
" Aaah~ tumben kau ada disini ! "
" Polly-chan ! Ngapain kamu datang kesini ? " Tanya Oxtoroo dengan anda cerianya kepada Swift
" Apa ?! Aku biasanya bekerja disini ! Kau sudah lupa ?! Harusnya akulah yang bertanya kenapa Penasehat Kekaisaran seperti dirimu ada ditempat ini " Gumam Swift Polly dengan nada curiganya
" Tidak apa-apa~ aku hanya... ingin datang kemari "
" Hmph ! Rough dulunya juga sering kesini untuk memeriksa pesawat tempur dan memarahi anak buahnya ! Apa kau kesini... untuk... "
" Yaaa ! Aku masih tidak enak atas kepergiannya " Lanjut Oxtoroo sambil menunduk kebawah dan membuat Swift bingung
" Huh ?! Apa ?! " Tanya Swift
" Yaaa~ aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba... merasa kasihan melihatnya mati seperti itu ! Aku tahu dia itu menyebalkan dan brengsek ! Dan saat melihat dia mati ditangan Nanobotnya... aku malah tiba-tiba jadi kasihan melihatnya ! Apa dia benar-benar pantas mati seperi itu ?! " Jelas Oxtoroo dan Swift ikut duduk disampingnya
" Jadi kau ini masih peduli dengannya ? " Tanya Swift sambil duduk mendekati Oxtoroo
" Aku tidak tahu harus berkata apa... "
" Sudahlah~ harusnya akulah yang merenungi kematiannya karena aku ini adiknya Rough ! Yaaa~ aku juga sadar dia memang seperti itu ! Bahkan aku juga tidak tahu harus berkata apa dengan ayah dan ibuku saat mendengar anak kesayangannya sudah tewas ! Aku... tidak tahu harus berkata apa... " Gumam Swift sambi memegang kedua kakinya
Mereka berdua terdiam sesaat. Kemudian mereka saling menatap satu sama lain saat mereka sadar bahwa baik Oxtoroo dan Swift Polly merasa lega karena mereka bisa berubah dan selamat dalam pertarungan
" Apa Oxto ? "
" Tapi yang terpenting... kita selamat ! Dan pertarungan sudah usai ! Rough memang sudah mati... kita boleh merenunginya... tapi kita harus terus maju ! " Jawab Oxtoroo
" Hah ? Apa yang membuat dirimu bijak seperti itu ? " Tanya Swift dengan nada kebingungannya
" Aaaah~ kita selalu saling memberi janji untuk bisa jalan-jalan berduaan pasca pertempuran sudah usai bukan ?! Dan kelihatannya... kamu sangat ingin itu terjadi... jadi... "
" Huuu ? "
" Bisakah kita... menjadi lebih dari... rekan... Swift-chan ? " Tanya Oxtoroo sambil memegang telapak tangan Swift sambil memanggil nama pertamanya yang membuat wajah wanita tersebut perlahan menjadi merah
" Ah~ Khuhuhu~ oh tuhaaan~ jadi kamu menginginkan itu ?! Hmmm... jika orang yang memintaku adalah orang yang baik dan tidak pantang menyerah seperti dirimu... maka aku akan... " Swift dan Oxtoroo perlahan mendekat dan berniat untuk memberikan ciuman romantis pertama mereka sebagai tanda hubungan mereka naik menjadi sepasang kekasih
" Ciyeeeeee~ Swift dan Oxto~ duduk hanggar ! Mereka ciuman dan peluk-pelukaaaaan~ " Goda Energateez dan Sampson sambil bernyanyi dengan nada yang cukup kencang sehingga membuat orang lain mendengar mereka
" HEI ! DASAR TIDAK SOPAN ! Be- berani beraninya kalian mengusik orang lain dari belakang ! " Tegur Swift dan Oxtoroo yang wajah mereka masih merah
" Apaaa~ Nyonya Polly dan Penasehat Oxtoroo mulai berpacaran ? " Tanya salah satu pekerja yang penasaran
" Oooooh~ Mereka manis sekaliiiiiiii~ "
" Mereka memang cocok satu sama lain~
" Bagus ! Sekarang semua orang tahu hubungan kita ! " Gerutu Swift kepada Energateez dan Sampson
" Hahahaa~ sekarang kapan kalian akan punya pacar haaah ? " Goda Pak Louss sambil menepuk pundahnya Sampson dan Energateez
" So- so- soal ituuuu~ nanti akan kami beritahu~ " Jawab Energateez dan Sampson dengan nada malu-malunya secara bersamaan
" Yaaa~ Kita perbaiki persahabatan kita dulu... baru bicara soal pacaran ! " Kata Sampson sambil melirik kearah Energateez dengan tatapan lembutnya
*****
__ADS_1