El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Atraco vs Theta


__ADS_3

Sementara itu


Tazuya terlihat sedang bersantai dikamar asramanya seorang diri sambil memainkan video game dari konsol game


genggam miliknya. DECA-I terlihat duduk bersandar dipangkuan Tazuya sambil melihat ia memainkan permainan Virtual Farm-nya. DECA-I kemudian menggerutu karena Tazuya tidak mempermainkan permainan lain yang lebih menantang. Tazuya hanya menjawab ia tidak bisa memainkan permainan yang seru karena Inuya sedang tidak berada di asrama


“ Aaaaaahhh. . . apa tidak ada yang lebih seru dari ini ?! Aku sudah memperhatikanmu satu setengah jam memainkan game bertani ini ! “ Gerutu DECA-I


“ Iya iya deeeeh~ Nanti akan kuganti dengan Happy Town saja. Bagaimana ? “


“ Simulasi lagi ? Ayo deeeeh kamu sudah mempermainkan itu selama satu setengah jam loooh~ apa tidak ada game yang sedikit menantang ! “


“ Aku hanya memainkan itu jika Inuya ada disini. Tapi sekarang, dia sedang latihan nge-dance. Jadi tidak seru jika main game action tanpa dia “ Keluh Tazuya


“ Tunggu. . . bukannya kamu ada gitar ? “


“ Yaaaa~ Tapi Hartoless sekarang sedang meminjamnya “


“ Aaaaah kamu memang orang yang tidak asyik yaaaaa~ ! “


“ Terserah ! “


Kemudian, Smartphone Tazuya bergetar dan terlihat ada pesan misterius yang baru saja masuk dari kotak masuk SMS-nya


“ Hah ? Siapa ya ? “


Saat Tazuya melihat isi pesan tersebut, betapa terkejutnya ia saat ia melihat isi SMS tersebut. Pesan tersebut bertuliskan “Hei kau, bocah brengsek ! Awas ya, kalau kamu dekatin Umida, kuhajar kau nanti ! “ dan kemudian nomor misterius itu kembali mengirimkan pesan bertuliskan “ Mati sana ! Jika tidak, aku yang akan mengantarmu keneraka ! Dasar laki-laki brengsek! “


“ Si. . .siapa ini ?!!! “


“ Tazuya. . .ada ap- “


Dengan perasaan kesal dan bingung akan pesan tersebut, tiba-tiba, emosi Tazuya tidak sengaja mengaktifkan Psikokinesisnya, yang menyebabkan gelas yang ada dimeja belajarnya pecah karena efek dari kekuatan tersebut


( PRAK ! )


“ EH ! “


“ AH ! “


“ Gelasnya ! Gelasnya pecah sendiri ! “ Kata DECA-I  dengan panik


“ Astaga ! Ini gelasnya Inuya ! “ Tazuya dengan panik langsung membersihkan pecahan gelas tersebut


“ Hmmmm. . . Apa ada sesuatu yang membuatmu marah yang menyebabkan kekuatanmu meledak ? ” Tanya DECA-I


“ Ya. . . hanya seseorang yang iseng ngirim pesan yang aneh-aneh ! “ Jawab Tazuya dengan perasaan kesalnya


“ Haaaah. . .mungkin saja itu pesan yang kesasar yang tidak sengaja terkirim dikamu. Jadi jangan ditanggap kelewatan serius, nanti kepalamu bisa pecah karena kekuatanmu “


“ Iya yaaaa. . .dasar robot bawel !


“ Gerutu Tazuya yang sedang membersihkan pecahan gelas tersebut


Sambil membersihkan pecahan gelas tersebut, Tazuya kembali teringat dengan perkataan DECA-I tentang pesan misterius itu yang dianggap itu adalah pesan nyasar. Itu orang yang mengirim pesan tersebut menyebutkan nama belakang Karin. Dengan kata lain, orang itu tahu hubungannya dengan Karin


“ Kira-kira siapa si keparat yang mengirimkan itu ? “ Kata Tazuya dalam hati


Tidak lama kemudian, Shan Lee mendatang kamar milik Tazuya dan Inuya. Mendengar ketukan pintu tersebut, DECA-I langsung bersembunyi kedalam lemari. Saat Tazuya membukakan pintu,  ternyata Shan Lee


ingin mengajak Tazuya untuk turun kebawah dan menikmati suasana malam hari bersama siswa kelas bahasa lainnya dibawah. Tazuya, merasa bosan dengan permainannya akhirnya setujuh dengan ajakan Shan Lee


( Tok Tok ! )


“ Oh. . . Shan Lee ! “


“ Hei, lagi ada kerjaan ‘kan ? Ayo gabung sama yang lain kebawah. Anak kelas bahasa lainnya berkumpul ditaman


sambil bernyanyi disana. Daripada bengong didalam kamar seorang diri. . . ayo ikut kami “ Tawar Shan Lee


“ Ah. . .oke ! Aku mau ! “


“ Jangan lupa kasih tahu Inuyari-san ya “ Pesan Shan Lee saat ia turun ketangga


“ Oke oke ! “


“ Eeeeeh. . .mau kebawah ya ? “ Tanya DECA-I yang kembali keluar dari lemari


“ Ah iya. Kamu mau ikut ? “


“ Aku lebih baik menikmatinya dibalik pepohonan sembari memantau kamu dan anak-anak itu dari bawah “ Kata DECA-I sambil keluar dari kamar melalui jendela kamar asrama


“ Baiklah, jangan kemana-mana ya ! “


Dikota Shinjitsu, terlihat pihak Hassan akhirnya bertarung melawan Swift Polly dan Oxtoroo saat Hassan melepaskan tembakan kearah mereka karena baik Swift Polly maupun Oxtoroo menolak untuk kembali bekerjasama dengan pihak Atraco. Hassan dan komplotannya mengejar kedua alien tersebut dengan mobil mereka sambil menembaki mereka sepanjang jalan


( Zyuuuuung ! Zyuuuuung ! Zyuuuuuung ! )


“ Sialaaaaan ! “


“ HYAH ! “


( Zyaaat )


“ ROCCO ! “


“ Haaaaaaaaaaaaaaaah ! “


Oxtoroo berusaha melawan dengan melemparkan pisau elektrik kearah mobil Hassan. Namun berhasil dihindari oleh Rocco yang mengendarai mobil tersebut. Chuckles kembali menembaki mereka berdua. Yang akhirnya ini membuat mereka mau tidak mau harus berpencar dari kejaran Hassan dan yang lain


“ Oxto ! Berpencar ! “


“ Ya ! “


Hassan terkejut saat Oxtoroo dan Swift Polly berpencar untuk mengelabui mereka. Ia menyuruh Rocco untuk menghentikan mobil dan memutuskan untuk ikut berpencar untuk mempermudah mencari mereka berdua


“ Apa ?! Sial ! Rocco berhenti !


( Ckiiit ! )


“ Kita berpencar ! Aku akan mengejar si pria itu ! Kalian berdua incar wanita itu !” Perintah Hassan sambil mengambil senjata apinya dan berlari mencari Oxtoroo


“ Oke ! “


Oxtoroo berlari kearah sebuah jalan yang cukup sepi dari para penduduk yang melintas. Ia bersembunyi dibalik gang, memberikan sinyal darurat kepada Argus. Argus yang menerima sinyal tersebut langsung mengaktifkan lencana teleportasi beserta GIGANTE untuk menyelamatkan mereka berdua


“ Begitu. Baiklah ! GIGANTE . . .


Kita bersiap ! “


Hassan sampai di daerah dimana Oxtoroo bersembunyi. Ia memperlambat langkahnya dan mencari Oxtoroo disekitar sana sambil mempersiapkan senjata apinya


“ Aku yakin dia ada disekitar sini “


Dari gang, Oxtoroo mengintip Hassan dari jauh. Ia kemudian melihat sebuah pipa besi panjang yang berada disamping kotak sampah besar yang tepat berada disampingnya. Oxtoroo mengambil pipa tersebut, dan kemudian ia langsung berlari untuk menyerang pria berkulit hitam tersebut


“ Haaaaaaaaaaaaaaaaahhh ! “


“ Dia- “


( Dor ! Dor ! Dor ! Dor ! )


( Buagh ! )


“ Agh ! “


“ Ayo maju ! “


“ Baiklah ! Jika itu maumu ! Haaaaaaaaaaaaa ! “


Oxtoroo menantang Hassan untuk bertarung dengan senjata mereka. Hassan sekali lagi, membuktikan dirinya cukup kuat dalam menggunakan ilmu bela diri dan memberikan pertarungan yang cukup baik melawan Alien dari planet Theta. Oxtoroo juga memberikan performa yang terbaik dalam pertarungannya dalam penggunaan tiang


sebagai tongkat pertarungannya. Membuktikan bahwa ia adalah salah satu prajurit yang gesit di militer Theta


(Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )


“ Haaaaaaaaaaaaaaah ! “

__ADS_1


( Buagh ! )


“ Kkkkh. . . untuk manusia sepertimu, kuakui kamu cukup kuat ! “ Puji Oxtoroo yang menahan tendangan Hassan dengan tiang yang ia pakai


“ Heh ! Apa itu sebuah pujian ?! “ Kata Hassan sambil mengeluarkan pistolnya untuk menembak Oxtoroo


(Dor ! )


“ Uagh ! “ Rintih Oxtoroo saat ditembak Hassan


“ Haaaaahhh ! “


( Duagh ! )


“ Agh ! “ Rintih Hassan saat Oxtoroomenendang perutnya


“ Masih tidak mengerti tentang alasan kenapa kami tidak melanjutkan kerjasama kita hah ?! Kita kalah karena


kelemahan dan ketidak becusan kalian untuk menghadapi anak-anak itu ! “ Jelas Oxtoroo yang kembali bangkit dengan nada tegas kepada Hassan


“ Karena kalian tidak sadar atas


kelemahan kalian, maka aku tidak punya pilihan lain selain memberi kalian semua


pelajaran berharga ! “ Lanjut Oxtoroo yang bersiap untuk menyerang Hassan


*****


Sementara itu, Rocco dan Chuckles masih mencari Swift Polly dengan mobil mereka. Karena Rocco mengemudikan mobil tersebut cukup cepat dijalan yang cukup ramai membuat arus lalu lintas menjadi terganggu karena kebutan dari mobil milik pihak Atraco


“ Wanita sialan itu cepat juga rupanya ! “


“ Hei Rocco ! Uwaaah ! Bisa pelankan laju mobilnya ! Egh ! Nekat sekali kau mengendarai mobil dalam keadaan-“


“ Wanita itu adalah target kita !


Jadi mana bisa aku melambatkan mobilnya ! “


“ AWAS ! “


“ Ah ! “


Karena terus-terusan berseteru didalam mobil, mereka berdua hampir menabrak mobil milik Kabuto Kurokame dan  kedua asistennya yang baru saja pulang dari gedung Sunny Field Company. Sang asisten yang mengemudi mobil tersebut terkejut saat melihat mobil milik Atraco yang hampir menabrak mobil mereka, dan terpaksa mengerem mendadak untuk menghindari tabrakan tersebut. Beruntungnya, berkat diperingatkan oleh Chuckles, Rocco akhirnya bisa menghindari mobil milik Kurokame


“ Uwaaa ! “


“ Aduh ! “ Rintih Kabuto saat terjatuh karena rem dadakan dari asistennya


“ Pak Kurokame, anda baik-baik saja ? “ Tanya anak buahnya yang berkacamata yang berada disampingnya


“ HEI, YOROI ! MITSURUGI! APA-APAAN INI ?! YANG BENAR DONG NGENDARAINYA ! “ Bentak Kabuto dengan kesalnya sambil memanggil kedua asistennya


“ Maaf, Pak Kurokame. Soalnya tiba-tiba saja ada mobil yang melesat cepat datang dari arah sebelah kanan dan


itupun hampir saja menabrak kita “ Jelas asisten yang mengemudi yang bernama Mitsurugi


“ Aaaaah ada ada saja anak zaman


sekarang ! Naik mobil tanpa menggunakan mata mereka! Ayo cepat, lanjutkan


perjalanan kita ! “ Perintah Pak Kurokame yang kembali duduk diposisi semula


“ Siap, Pak ! “


Setelah kejadian tersebut, rombongan Kurokame kembali melanjutkan perjalanan pulang kerumahnya. Sementara


itu, Swift Polly berhenti sejenak disuatu jalan untuk mengambil nafasnya. Ia kemudian melihat mobil milik Atraco dan kembali melanjutkan pelariannya


“ Cih ! Masih mengejar juga rupanya ! “ Gerutu Swift Polly yang berlari sambil melihat kearah belakangnya


“ Sepertinya. . .aku sudah tidak punya pilihan lagi ! “ Lanjutnya sambil menekankan tombol di gelangnya yang kemudian menciptakan Cyber-Glove


Swift Polly kemudian menembak kearah mobil pihak Atraco dengan Cyber-Glove miliknya. Rocco yang melihat serangan tersebut langsung menghindarinya dan memerintahkan Chuckles untuk segera menembak kearah wanita alien berambut perak tersebut


( Zyung ! Zyung! Zyung! Zyung! )


“ Akh ! Sialan ! CHUCKLES ! TEMBAK DIA ! “


“ Sialan ! Si gendut itu ! “


( Zyuuuuung ! Zyuuuuung ! Zyuuuuung! )


“ Kalian yang memintanya ! Haaaaaaaaaaaaaaaaah ! HYAH ! “ Swift Polly mengumpulkan energi laser tersebut dan menciptakan serangan energi yang cukup besar untuk menembak Rocco dan Chuckles


“ Uwaaaaa ! “


( Buuuuuuuuuuuuum ! )


Rocco berhasil menghindari serangan energi tersebut. Alhasil, serangan tersebut mengenai sebuah toko yang berada dibelakang mereka, dan menciptakan suara ledakan yang cukup kuat. Yang membuat orang yang disekitar sana dan yang mendengarkannya menjadi panik, termasuk Oxtoroo dan Hassan yang sedang bertarung


“ Ah ! “


“ Ledakan ?! Dari mana i- “


“ Hyaaaaaaaah ! “


“ Uwooo ! “


( Duagh ! )


Hassan mencoba mengambil kesempatan untuk menyerang Oxtoroo yang bertanya tentang asal suara ledakan tersebut. Beruntungnya, Oxtoroo langsung mencegahnya dengan sigap, dan kemudian ia melemparkan senjata api milik Hassan dari tangannya dengan tongkat tiangnya


“ Sialan kau ! “


( Duagh ! )


“ Kau masih tidak mengerti, Manusia ? Atas kesalahan dan kelemahan kalian yang menyebabkan misi kita gagal ?!” Teriak Oxtoroo sambil menyerang Hassan


(Bug ! Bug! Duagh ! )


“ Cih ! “


Hassan kemudian melihat seekor anjing liar yang sedang beristirahat disuatu halte. Melihat anjing tersebut, Hassan langsung mengeluarkan Biofuse-linknya dan berubah menjadi monster anjing raksasa untuk melawan Oxtoroo


“ Baiklah ! Jika kau yang meminta. . . akan kuturuti permintaan kalian ! “ Kata Hassan sebelum menjadi monster anjing raksasa


( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )


“ Ah ! Biofuse ?! “


Saat menjadi monster anjing, Hassan langsung menyerang sang penasehat kaisar tersebut. Oxtoroo menghindari serangannya, dan mengeluarkan gelangnya untuk menciptakan Cyber-Glove berwarna hitam sama seperti milik Swift Polly


“ HAH ! “


( Zyung ! Zyung ! Zyung ! Zyung ! )


“ Uwaaah ! “


( Braaaaaaaaaaak ! )


“ Cih ! Makhluk sialan ! “


( Zyuuuuuuuuuuuung ! )


“ TERIMA INI ! “


( BLAAAAARRR ! )


Sama seperti Swift Polly, Oxtoroo berusaha menyerang Hassan dengan mengumpulkan serangan bola energi yang cukup besar dari Cyber-Glovenya. Serangan tersebut berhasil mengenai Hassan, dan membuatnya terjatuh. Oxtoroo kemudian mengambil tiang besinya dan bersiap untuk menusuk Hassan dengan tiang tersebut


“ Haaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “


( DUAGH ! )


“ Uagh ! “


( BRAK ! )

__ADS_1


Hassan yang menyadari Oxtoroo berusaha untuk menyerangnya langsung bangun dan melemparkan Oxtoroo kegedung sebelah mereka


“ Adududududuh “ Rintih Oxtoroo


“ Pak, anda baik-baik saja ? “ Tanya sang penjaga kasir toko tersebut


“ Menyingkir ! Dia akan- “


“ Hyaaaaa ! “ Teriak sang penjaga saat melihat Hassan sang monster anjing memasuki toko tersebut


“ Sialan. . . kakiku ! “


Disaat Hassan mencoba untuk menangkap Oxtoroo, tiba-tiba, Hassan ditembak dari belakang oleh sesuatu yang cukup kuat. Ternyata, itu adalah serangan dari GIGANTE. Robot besar berwarna putih dengan tinggi 2,5 Meter. Kemudian, Argus datang dari belakang robot tersebut, mengatakan kepada Hassan bahwa mereka sudah tidak membutuhkan segala bantuan dari Atraco


“ JENDERAL ! “ Panggil Oxtoroo


“ Kami sudah tidak membutuhkanmu, manusia ! Misi kita gagal karena kalian gagal untuk membantu kami. Kami kecewa dengan kalian ! GIGANTE. . .Serang ! “


“ Baik, Jenderal ! “


Hassan sang monster anjing langsung menyerang robot tersebut. GIGANTE yang melihat pergerakannya langsung mengubah lengan kanannya menjadi mode pedang untuk bertarung melawan Hassan. Walau bertubuh lebih besar dan berat daripada robot Thetoid lainnya, GIGANTE terbukti cukup cepat untuk bertarung melawan Hassan


( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )


“ Terima ini ! “


( Syaaaat ! )


“ RAAAAAAAAAAAAAAAAAGGGHHHHH “


Tebasan GIGANTE membuat monste anjing tersebut meraung kesakitan. Kemudian, saat Hassan membukakan matanya, ia terkejut saat melihat Argus muncul dengan sigap dan kembali menebasnya dengan pedang miliknya. Karena tebasan tersebut, Hassan kembali terjatuh dan menyebabkan Biofuse-linknya mengalami kerusakan, yang membuat Hassan kembali kewujud manusianya


“ Uugggh ! “


“ Jika kau masih punya kesempatan untuk bergerak, akan kuberi kau pilihan. Lari atau lawan ! “ Ancam Argus kepada Hassan dengan Bio-Blasternya


*****


Sementara itu, Swift Polly masih harus berhadapan dengan Rocco dan Chuckles, dimana mereka berdua akhinya turun dari mobil mereka pasca berhasil membuat Swift Polly lengah dan terjatuh karena serangan mereka. Merasa tidak ada pilihan lain, akhirnya Swift Polly mau tidak mau harus menghadapi mereka berdua 1 lawan 2 walau terkesan tidak adil baginya


“ Cih ! Manusia keras kepala ! “


“ Kau yang mulai duluan, Nona muda ! “ Kata Rocco sebelum memulai pertarungan mereka


“ Kau akan menyesalinya ! “ Chuckles


ikut-ikutan berkata sambil membawa palu untuk bertarung melawan Swift Polly


“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh “


( Bug! Bug! Bug! Bug! Buagh ! )


Swift Polly memberikan perlawanan yang bagus kepada kedua penjahat tersebut. Yang membuat Rocco dan Chuckles kewalahan untuk menangkap dan melakukan perlawanan karena kelincahannya Swift Polly. Rocco berusaha untuk meninjunya. Beruntungnya, Swift Polly dengan cepat langsung mengambil lengannya dan melemparnya ke halte bus yang tidak jauh dari mereka


“ HYAH ! “


( GREP ! )


“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaa ! “


( BRAAAK ! )


“ O. . .oh ! O. . . oh! Hyaaaaaaaaaaaaah “ Melihat Rocco dikalahkan oleh Swift Polly, Chuckles berusaha untuk menyerang wanita tersebut


( GREP ! )


“ HEYAAAAAAAAAAAAAAH ! “


“ Uwaaaaaaaaaaaa “


( BRAAAAK ! )


“ Adududududududududuuuuhhhh “


Swift Polly melempar Chuckles kearah Rocco, yang membuat ia tertimpah oleh tubuh gemuknya. Swift Polly berjalan kearah mereka, mengancam untuk membunuh mereka dengan Cyber-Glove miliknya. Rocco kemudian melihat seekor cicak yang merayap ditoko didekta mereka. Melihat hewan tersebut, Rocco langsung mengambil Biofuse-Link dari saku rompinya, dan menyatukan dirinya dengan cicak tersebut untuk menjadi monster cicak raksasa. Swift Polly yang melihat ini terkejut


“ Ah ! Celaka ! “


“ Ahahahahahaaaaaaaaa~ Matilah kau ! Nona Mudaaaa ! “


Monster cicak tersebut langsung menyerang Swift Polly, yang berusaha menghindar dan menembaki monster tersebut berkali-kali. Walau terkena tembakan tersebut, Rocco tetap menyerang Swift Polly sampai akhirnya ia berhasil membuat wanita tersebut terjatuh kejalan


“ AH ! “


( BRAAK ! )


“ Sialan Kauuuuuuu “


“ SERANG DIA, ROCCO ! “ Teriak Chuckles


Swift Polly berusaha untuk bangkit. Disaat Rocco bersiap untuk menyerangnya dengan lidahnya, ia ditembak oleh serangan laser milik Proto-EVA. Swift Polly yang melihat ini terkejut, namun ia bisa bernafas lega karena Jenderal Argus akhirnya tepat waktu untuk menolong mereka


( BLAAAR ! )


“ Ah. . . Fyuuuuh ! “


“ Aaaaa. . .siapa makhluk itu ? “ Tanya Chuckles sambil melihat kearah Proto-EVA


“ Aku ! Proto-EVA tipe 00 ! Aku datang untuk menolong Kapten Swift Polly ! Dan mengalahkan para penjahat ! “ Jawab Proto-EVA sambil memperkenalkan dirinya


“ Uuuuuuugggghh menganggu saja ! Serang diaaaaaaaaaaaaaaa !  “


Proto-EVA mengaktifkan lengannya menjadi meriam, dan menembakan Ion-Blaster kearah monster cicak tersebut. Rocco berhasil menghindarinya, namun saat ia melihat serangan tersebut, betapa terkejutnya ia saat ia melihat serangan tersebut menyebabkan gedung yang ada dibelakangnya hancur tanpa sisa


( BLAAAAAAAAAAAR )


“ APA ?! “ Teriak Chuckles


“ Jangan Lengah ! “ Kata Proto-EVA yang menggantikan mode Ion-Blasernya ke Ion-Sword miliknya


( Syaaat ! Syaaa! Syaaa! )


“ Haaaaaaaaaaaaaaahhhh “


( DUAGH ! )


“ Owgh ! “ Rintih Chuckles saat terkena serangan dari Proto-EVA


Swift Polly kemudian melihat Biofuse-Link yang terpasang di wajah Rocco. Ia memanggil Proto-EVA untuk merusak benda itu agar ia bisa kembali menjadi wujud manusianya


“ EVA ! SERANG WAJAHNYA ! “


“ Dimengeti ! “


Rocco berusaha melakukan perlawanan dan menangkapnya dengan lidah panjangnya yang lengket. Namun, ia tidak bisa menangkap kecepatan dari robot tersebut. Bahkan saking cepatnya, ia tidak sadar bahwa Proto-EVA sudah menebas Biofuse-Linknya. Saat Rocco berusaha ingin meninjunya, ia terkejut saat ia tiba-tiba kembali ke wujud aslinya


( Zyat! Zyat! Zyat! Zyat! Zyat! Zyat! )


“ Ah ! “


“ HYAH ! “


( ZRAAAAAAAAAAAASSH )


“ Agh ! “


( Bruk ! )


“ Aduuuuuh. . . punggungku. . .AH ! “


“ Jadi bagaimana sekarang ?! Masih berani ?! Mengjengkelkan sekali ! EVA. . . Tembak mereka ! “ Tanya Swift Polly dengan nada tegas bersama dengan Proto-EVA dibelakangnya


“ Baik ! “


Swift Polly menyuruh robot tersebut untuk menembak kedua penjahat tersebut dengan Ion-Blasternya. Tembakan tersebut membuat orang yang berada dikota tersebut terkejut mendengar suara ledakan tersebut. Termasuk Inuya, yang baru saja pulang dari latihan menarinya, terlihat sedang menunggu Bus sambil menjawab telpon dari Tazuya di suatu Halte untuk kembali keasrama siswa SMA Internasional Shinjitsu


( BUUUUUUUUUUUUUMMMMM)

__ADS_1


“ Ah ! Le. . . ledakan apa itu ?! “ Tanya Inuya dengan ekspresi kaget diwajahnya


*****


__ADS_2