El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
61. Can’t Have Same Feeling With You


__ADS_3

Karin mengajak Tazuya kearena ice skating yang tidak jauh dari kafe Meat N’Cheese. Disana,mereka bisa melihat suasana disana cukup ramai walau hari itu bukan saat akhir pekan. Sambil memperhatikan beberapa orang yang main ice skating bersama-sama dari berbagai usia, Karin kemudian membicarakan masa lalu mereka saat masih tetangga sebelah rumah


“ Kita mau main Ice skating sebelum melakukan wawancara lain ? “ Tanya Tazuya


“ Tidaaak~ tapi...aku kemari untuk mencari tempat yang bagus untuk berbicara denganmu “ Jelas Karin


“ Tumben disini agak ramai yaaaa ! Padahal hari ini ialah hari selasa “ ujar Tazuya sambil memperhatikan situasi didaerah tersebut


“ Benar juga ya~ Ayo kita duduk disini “ Ajak Karin sambil menunjuk kerah bangku yang sesuai untuk mereka berdua


“ Okeee~ “


“ Lihat ! Banyak juga ya anak-anak yang main kesini “ Kata Karin saat ia melihat dua anak kecil sekitar 10 tahunan belajar main ice skating


“ Kau benar ! “


“ Dan itu...mengingatkan aku saat kita masih tetangga sebelah rumah dulu “ Jelas Karin


“ Yaaaa “


Sambil melihat beberapa anak bermain ice skating, Karin mengingat beberapa kenangan dimana mereka dulunya sempat bermain bersama termasuk dengan salah satu mantan terdekat Tazuya yang bernama Kiyomaru Hye-ja yang sering Tazuya panggil Kiyowo dan bertanya bagaimana kondisinya saat ini


“ Kita memang jaraknya kurang lebih 3-4 tahun...tapi itu bukan berarti dulu kita sangat dekat satu sama lain...aku...kamu...sepupumu bernama Kazuya...dan Kiyomaru~ “ Gumam Karin sambil mengingat masa kecil mereka bermain petak umpet dan makan Hanami dango bersama-sama


“ Hu’uh...walau paling tua tapi kamulah yang paling cengeng diantara kami ! “ Ledek Tazuya


“ Iiiiisssh ! Ternyata kamu masih ingat soal yang itu yaaa~ dasar ! “ Kata Karin dengan nada jengkelnya


“ Yaaa kenyataannya memang begitu kan ?! “ Balas Tazuya dengan nada jengkel dan sarkastisnya


“ Oh ya...Apa kabar Kiyomaru ? “ Tanya Karin


“ Kiyowo kembali ke Neo-Korea Selatan 5 tahun yang lalu...tepatnya sebulan sebelum orang tuaku meninggal...Kiyowo bilang dia berjanji akan kembali ke Neo-Jepang dan melanjutkan SMAnya di Shinjitsu...tapi...dia meninggal karena penyakit AIDS saat ia kelas 3 SMP “ Cerita Tazuya tentang apa yang terjadi dengan teman mereka yang bernama Kiyowo


“ Begitu...aku tidak menyangka dia akan pergi begitu cepat ! Jika dilihat dengan temanmu yang bermata kuning itu...dia sedikit...mengingatkan aku dengan Kiyomaru...dia tenang dan sarkastis...tapi tidak sesarkastis teman barumu itu “ Gumam Karin


“ Kau benar ! Aku pernah bicara soal itu dengan Inuya saat pertama kali kami berdekatan satu sama lain saat kami duduk dibangku kelas 1 SMP ! Sayangnya dia bukan orang yang suka disamakan atau dibandingkan “ Jelas Tazuya


“ Bagaimana dengan Kazuya-kun ? “ Tanya Karin


“ Naaah~ dia memutuskan untuk mencari kehidupan baru yang menyenangkan...sejak SMP kami sudah tidak lagi dekat satu sama  lain walau aku sempat diasuh oleh Paman Hideo “ Jelas Tazuya tentang Kazuya


“ Kenapa ? “


“ Entahlah...tapi aku bangga dengannya karena ia juga bisa masuk ke SMA Internasional Shinjitsu...aku juga berharap diantara keempat adik-adikku juga bisa mengikuti jejak kami untuk masuk ke SMA yang sama “ Jelas Tazuya dengan nada kebanggaanya


“ Hmmmm...si Jubei itu...apa kamu punya hubungan spesial dengannya ? “ Tanya Karin dengan nada penasarannya


“ Tentu saja tidak ! Kami memang satu lingkaran pertemanan sejak SMP...tapi Jubei sama sekalu tidak ada rasa denganku ! “ Jelas Tazuya dengan nada tegas dan sedikit jengkelnya karena ditanya tentang hubungan romantis


“ Oooh~ okeee jika kau bicara begitu “


“ Oh ya ! Jika kamu ingat dengan cowok berambut ungu plum dan berkacamata waktu itu...namanya Ryuga Mangetsu...yaaa...mereka saling akrab satu sama lain dan Jubei adalah sahabat pertamanya sejak mulai masuk SMP...kalau dilihat dari interaksi mereka sepertinya mereka saling suka satu sama lain “ Tazuya lanjut menjelaskan alasan kenapa Jubei sudah pasti tidak naksir dengannya sambil memperhatikan pasangan yang menari sambil Ice Skating


“ Aaaah yaaa yaaa~ semoga saja mereka bisa akrab sampai ketahap yang lebih serius “ Gumam Karin sambil tersenyum


“ Hu’uh “


Karin teringat akan perkataan Tazuya akan kematian Hideo dan Sayuri. Saat mendengar penjelasannya Tazuya yang tragis, Karin meminta maaf karena ia tidak tahu soal itu dan lambat menerima berita kematian orang tuanya karena mereka sudah sangat jauh dan jarang berkomunikasi satu sama lain


“ Jadi, apa yang membuat Tuan dan Nyonya Iga meninggal ? “ Tanya Karin dengan nada suara yang rendah


“ Mereka dibunuh “ Jawab Tazuya dengan singkat


“ Eh ? “


“ Yaaa...mereka dibunuh oleh perampok ! Aku tidak tahu siapa mereka...tapi jika diliihat dari aksinya...sepertinya ia kenal keluarga kami ! Karena sebelum membunuh ayah...orang itu mengincar kami dan ibu tewas saat berusaha untuk menghentikannya...aku tidak tahu bagaimana kejadian penyerangan dirumah karena aku tertembak dikepala yang membuat aku koma selama seminggu...dan semua adik-adikku tidak bisa berkata apa-apa karena benar-benar trauma akan apa yang mereka lihat “ Jelas Tazuya


“ M-maafkan aku...karena aku baru tahu soal itu “ Jawab Karin yang merasa bersalah karena ia tidak tahu apa-apa akan kejadian yang menimpa keluarga Iga


“ Eh ? Tenang~ ja-jangan khawatir i-itu bukan salahmu kok ! Tapi...aku senang karena kamu bertanya...itu adalah bukti jika kamu masih peduli dengan mantan teman kecilmu...kita hanya kurang komunikasi saja karena terlalu jauh satu sama lain “ Jelas Tazuya dengan nada tenangnya


Mendengar jawabnnya Tazuya membuat Karin hanya bisa diam sambil memperhatikan Tazuya dengan ekspresi ibanya. Mereka berdua tiba-tiba terdiam sesaat. Karin berpikir sebentar dan teringat akan perkataan Tazuya tentang Jubei dan Ryuga, Karin kemudian mengalihkan topik dengan memberanikan dirinya untuk bertanya tentang orang yang ditaksirnya atau jika Tazuya memiliki seseorang yang ia taksir


“ Ummm...Tazu-chii ! “


“ Hm ? “


“ Soal temanmu yang bernama Ryuga dan Jubei itu...apa itu membuktikan bahwa teman masa kecil juga bisa menjadi pasangan dimasa depan ? “ Tanya Karin


“ A-eh ?! Ke-kenapa kau tiba-tiba menggantikan topik soal ini ?! “ Tazuya membalasnya dengan bertanya sambil terheran-heran


“ Yaaaa hanya ingin tahu saja kok~ lagi pula ada disini istilah “takdir benang merah” yang bisa menentukan pasangan sejati dimasa depan...aku penasaran apa mereka berdua juga memiliki itu~ “ Jelas Karin sambil menghadap langit-langit Mall


“ Hoooo jadi kau percaya soal itu ? “


“ Tidaaaaaaaaaak ! Aku hanya penasaran saja !!! “


“ Naaaah~ soal Ryuga dan Jubei...mereka tidak bisa disebut “sahabat kecil” karena mereka sudah bertemu sejak kelas 1 SMP loh~ “ Balas Tazuya


“ Tetap saja sama ! Mereka’kan waktu itu berusian sekitar 12-13 tahun...jadi masih minor”


“ Tidak ! Itu berbeda ! “ Jawab Tazuya dengan nada ketus


“ Hmmmmmm...kalau kamu sudah merasa puber...apa kamu punya seseorang yang kamu taksir ?! “ Tanya Karin


“ HAAAAA ?! “


“ Hei aku hanya penasaran jika kamu punya seseorang yang kamu taksir ! Apa itu-“


“ Tidak ada ! “ Potong Tazuya dengan memberi jawaban yang sangat singkat


“ Kamu tidak bercanda ‘kan ? “


“ Yaa ! Aku serius ! Untuk sementara aku belum bisa naksir atau memikirkan soal percintaan ! Eeeeeennngg~ tapi itu bukan berarti aku sebenarnya menyukai cowok jadi yaaa jangan salah sangkah loooh ! Jugaaa...aku belum siap untuk memiliki pacar saat ini...aku ingin berfokus agar aku bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi universitas yang ternama “ Jelas Tazuya

__ADS_1


Karin menjadi lega saat mendengar penjelasan Tazuya tentang alasannya belum memikirkan percintaan. Sebelum mereka kembali ketempat Jubei dan Lindsey, Karin berharap semoga Tazuya akan memiliki pasangan yang tepat dimasa depan yang bisa memahaminya


“ Aaaaah~ begitu yaa “ Jawab Karin dengan senyumannya


“ Um ? “


“ Jika itu belum saatnya kamu memiliki seorang pacar, aku hanya bisa berharap suatu saat kamu mendapatkan pasangan yang terbaik untukmu...seseorang yang bisa memahami satu sama lain ! Aku harap kamu tidak salah target ! “ Ujar Karin yang perlahan datang mendekatinya dan berbisik di telinga Tazuya sebelum ia mencium pipi kanannya yang tentu saja membuat Tazuya sangat kaget


“ Ah ! Karin...kau...” Tanya Tazuya sambil memegang pipi kanannya


“ Oh tidak ! Aku lupa kita masih ada waktu untuk wawancara tugas kuliahku ! Ayo Tazu-chii...kita harus kembali atau tidak Lindsey akan meninggalkanku ! “ Kata Karin dengan panik sambil menarik lengan Tazuya untuk membawanya kembali ke kafe Meat N’Cheese


“Uwaaaaaaaa ! Pelan-pelan ! “


Karin dan Tazuya kembali ke Meat N’Cheese dan langsung disambut Lindsey yang bertanya kemana saja mereka pergi. Namun Karin mengatakan itu  bukan urusannya dan mengalihkan rasa penasaran Lindsey dengan bertanya tentang wawancaranya dengan Jubei


“ Hei ! Kalian berdua kemana sa- “


“ Kalian sudah selesai ?! Jadi kalian bersiap untuk pulan ?! “ Tanya Karin dengan nada setengah paniknya


“ Ummm tentu saja tidak ! Aku belum selesai kok dan kalaupun itu sudah yaaah aku tidak akan meninggalkanmu karena itu sesuai dengan janjimu “ Jelas Lindsey


“ Oh ! Oke ! Baguslah~ Ayo Tazu-chii...kita langsung saja ya “


“ Yaaa “


“ Tazuya ? Tadi kamu kemana saja ? “ Bisik Jubei


“ Nanti aku jelasin pas pulang “ Jawab Tazuya


Karin melanjutkan tugas wawancaranya dengan Tazuya. Sambil merekam hasil wawancara tersebut, Karin perlahan memperhatikan Tazuya sambil berpikir siapa wanita yang Tazuya taksir dan juga ia memikirkan apakah Tazuya sebenarnya juga naksir dengan dia atau tidak


*****


Jam sudah menunjukan pukul 7.30 malam. Setelah asyik wawancara dan bercerita di Meat N’Cheese, Karin dan Lindsey akhirnya selesai menyelesaikan wawancara untuk tugas kuliah mereka. Sebelum pulang, Karin menawarkan Tazuya dan Jubei untuk diantar dengan mobilnya. Namun Tazuya menolaknya karena mereka ingin pergi ke Amai Bakery yang lokasinya tidak jauh dari Mall sebelum mereka pulang ke asrama


“ Baiklah~ terima kasih atas kesediaan kalian karena mau diwawancara oleh kami~ apa kalian mau kuantarkan ke asrama ? “ Tawar Karin


“ Umm...tidak usah. Jubei ingin mengajakku ke Amai Bakery yang tidak jauh dari sini...kalian pulang saja duluan “ Tazuya menolak dengan nada halus dan santai


“ Okeee~ kalau begitu kami pergi duluan ya~ “


“ Yaaa~ semoga kalian mendapat nilai yang sempurna ! “


Saat Karin dan Lindsey pergi area parkiran mobil, Tazuya dan Jubei langsung berjalan keluar dari Mall sambil bercerita apa yang ia dan Karin bicarakan di Mall


“ Kamu dan Karin-chan kelihatannya dekat satu sama lain ya ? “ Kata Jubei saat berjalan menuju Amai Bakery


“ Dulu...tapi sekarang aku ragu apa kami bisa sedekat waktu itu “ jelas Tazuya dengan nada netralnya


“ Hoooo...Hmmmm...jadi tadi Karin-chan ngapain sampai ngajak kamu pergi ketempat yang agak jauh dari kafe itu ? “ Tanya Jubei dengan nada penasarannya


“ Naaaah...kami hanya bercerita tentang topik biasa karena ia sangat merindukanku dan ingin mengenang masa kecil kami “ Jelas Tazuya dengan nada yang sama dengan sebelumnya


“ Ummmm...Jubei ! Bisa aku bertanya sesuatu “


“ Yaaa~ soal apa ? “


“ Menurutmu...apa itu suatu hal yang mustahil...jika ada seorang teman masa kecil yang akhirnya menjadi pasangan hidup kita ? “ Tanya Tazuya dengan nada santainya


“ Teman masa kecil yang jadi pasangan hidup kita ? Hmmmm...kalau menurutku sih tergantung dari mereka dan diri kita~ tapi jika kita tidak merasakan apapun dari mereka dari sisi romantis...tidak usah dipaksakan~ karena soal jodoh itu sangat misterius dan itu tidak bisa diprediksi “ Jelas Jubei


“ Sebelum bertemu dengan kami...Ryuga dan Vlada...apa kamu juga punya teman masa kecil ? “ Tanya Tazuya


“ Tentu saja~ Waktu kecil semua teman-temanku cowok dan aku tidak pernah berteman dengan teman-teman cewek sebelum bertemu Vlada-chan~ Kami selalu berburu dan bermain bersama dihutan~ tapi tidak ada diantara mereka yang aku taksir sampai saat ini “ Jelas Jubei sambil mengingat teman masa kecilnya dan beberapa momen terindahnya dihutan


“ Kamu yakin ? “ Tanya Tazuya dengan senyuman menyeringainya


“ Yaaaaaaa~ sama seperti aku dengan kamu...Inuya dan Ataru-kun...tapi anehnya...aku merasa hanya...Ryuga yang menurut memiliki sensasi yang cukup berbeda diantara para cowok lain~ “ Jelas Jubei yang masih ragu dan kurang paham dengan dirinya yang naksir dengan Ryuga Mangetsu


“ Itu tandanya kamu sudah mulai puber~ “


“ Masa sih ?! “


“ Mungkin ? “


“ Ummmmmmm...sebenarnya apa yang membuatmu bertanya soal itu ? Apa itu ada hubungannya dengan apa yang dikatakan Karin-chan barusan ? “ Jubei bertanya dengan rasa penasarannya


“ Ah ! Anuuuu...yaaa...” Jawab Tazuya dengan nada keraguannya


Tazuya menjelaskan bahwa didengar dari perkataan Karin, Ia menduga jika Karin selama ini menyukainya. Jubei terkejut mendengar hal itu dan Tazuya dengan cepat ia berpikir seperti itu bukan karena gede rasa namun lebih tepatnya ia tidak tahu apa harus menerima atau menolak cinta Karin


“ Haaaaah ? Pantesaaaaaaan kenapa terlihat mencurigakan sekali~ ternyata Karin-chan sebenarnya menyukaimu~ “ Gurau Jubei yang kaget dengan perkataan Tazuya


“ J-j-j-jangan salah ! Aku berkata seperti itu bukan gede rasa sama dia ya ! Itu karena...jika beneran dia memang suka denganku...apa aku harus menolaknya ? atau menerimanya ? Aku ragu karena aku tidak ingin menyakiti hatinya “ Jelas Tazuya dengan nada keraguannya yang bercampur dengan kecemasan


“ Hmmm...kamu sendiri bagaimana perasaanmu Tazuya ? “


“ Jujur...aku tidak punya rasa apapun dengannya yang lebih dari teman...aku berusaha untuk menyukai dan memahaminya...walau aku paham perasaannya...tapi aku tetap saja tidak merasakan sesuatu yang romantis darinya “ Jelas Tazuya dengan nada kebimbangannya sambil menggosok kepala belakangnya


“ Yaaa...memang agak sulit ya untuk membicarakannya...apalagi karena dia teman masa kecilmu “ Kata Jubei yang bisa memahami kebimbangan Tazuya


“ Hmmm...”


“ Tapi...apa yang kau katakan kepada Karin tentang perasaanmu kepadanya ? Apa kau menolaknya didepan hadapannya ?! “ Tanya Jubei dengan nada sedikit tegasnya


“ Tidak ! Ma-maksudku...bukan ! Dia...langsung bertanya apa aku ada seseorang yang aku taksir dan aku langsung menjawabnya belum ada...dan menjelaskan alasan kenapa aku belum siap untuk berpacaran ! “ Jelas Tazuya yang berusaha mengingat pembicaraannya dengan Karin di Mall beberapa waktu yang lalu


“ Hoooo~ Jadi kamu memotong pertanyaannya dengan langsung menjelaskan kenapa belum kepikiran soal percintaan ? “


“ Kurang lebih seperti itu...tapi syukurlah dia bisa memahaminya...mungkin~ “ ujar Tazuya yang masih ragu akan perkataannya


“ Apa kamu ada alasan lain ? “


“ Aku hanya belum siap saja...dan Haku bukanlah alasan kenapa aku ragu soal Karin...Haku memang cewek yang keren dan sopan...tapi aku juga belum merasakan apapun yang romantis darinya...dan dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan ini ! “ Jelas Tazuya tentang perasaannya dengan Haku Akashinya pada saat ini

__ADS_1


“ Lalu ? “


“ Sandy ! Ya Sandy ! Aku bisa melihat Sandy sudah pasti menyukainya atau mungkin mereka sebetulnya sudah pacaran ! Makanya kenapa si bule bodoh itu tanpa alasan yang jelas jadi benci kesumat denganku ! Hanya orang bodoh yang benci seseorang karena cemburu buta ! “ Jelas Tazuya dengan kesalnya tentang Sandy Miller


“ Uuumm~ okeee aku mengerti dan bisa dipahami ! Aku juga...sama seperti dirimu...aku juga belum siap melakukannya...karena itulah aku tidak akan terburu-buru “ Ujar Jubei


“...”


“ Oh ya...jika kamu suatu saat masih tidak merasakan sesuatu yang romantis dari Karin-chan dan ia kembali bertanya tentang perasaanmu...tolong tolaklah dengan perkataan yang tidak menyakiti hatinya~ oke ? “ Jubei memberi nasehat kepada Tazuya sambil mendekati dan merangkulnya


“ Ummm...I-iya...terima kasih atas nasehatmu Jubei “ Jawab Tazuya yang masih menggunakan nada keraguannya


“ Yaaaaaaaaaaaay~ kalau begitu ayo cepat buruan ke Amai Bakery sebelum terlambaaat~” Ajak Jubei dengan nada semangatnya sambil menarik tangan Tazuya


“Uwaaaaaaaaa Hei pelan-pelan !!! “


Sementara itu, dari dalam mobil terlihat Karin masih memikirkan perkataan Tazuya tentang alasan kenapa ia belum siap berpacaran atau menerima perasaannya sambil bertanya apa Tazuya mau menerimanya atau tidak kepada Lindsey yang duduk disampingnya


“ Hei ! Jangan melamun saat mengendara ! Emang mau kamu menanggung semua biaya pengobatan rumah sakit hah ?! “ Tegur Lindsey sambil menepuk paha Karin


“ Ah ! Maaf ! “


“ Apa kau sedang memikirkan teman kecilmu itu ? “ Tanya Lindsey dengan rasa penasaran yang cukup tinggi


“ Yaaaa~ aku berpikir tentang semua perkataannya tentang ia belum siap untuk memiliki pacar ! Menurutmu apa dia benar-benar tidak siap karena memikirkan masa depannya...atau mungkin dia sebenarnya tidak menyukaiku...atau mungkin dia pikir Sandy itu adalah pacarku ?!” Pikir Karin


“ Bisa jadi yaaa...tiga-tiganya “


“ Heeei ! Itu sama sekali tidak membantu ! Dasar ! “ Gerutu Karin


“ Maaf~ aku bukanlah orang yang bisa membaca pikiran orang lain...tapi kalau menurutku- HATI-HATI !!!! “


“ AAAAH ! “


( CKIIIIIIITT ! BRAAAK ! )


“ UAAAAH ! “


Lindsey dan Karin tiba-tiba melihat Rough Polly dan SISTER yang menghadang jalan mereka yang membuat Karin dengan panik membelokan mobilnya yang membuat mobil tersebut terkena halte bus yang ada dipinggir jalan. Suara tabrakan mobilnya Karin tiba-tiba terdengar oleh Jubei yang punya indera pendengaran yang cukup kuat yang membuat gadis berambut biru tersebut mengajak Tazuya untuk melihat asal suara tersebut


“ Ah ! “


“ Ada apa ?! “


“ Aku dengar ada suara mobil tabrak ! “ Jelas Jubei dengan nada paniknya


“ Apa ?! Dimana ?! “ Tanya Tazuya yang kaget dengan jawabannya Jubei


“ Tidak jauh dari sini ! Ayo ! “ Ujar Jubei yang langsung pergi kearah sumber suara yang ia dengar


“ AH ! TUNGGU JUBEI ! “ Tazuya akhirnya mengikuti Jubei


Beruntungnya Karin dan Lindsey tidak mengalami luka serius walau mobilnya Karin mengalami kerusakan ringan dibagian depan mobil tersebut. Saat ingin mengecek mobil miliknya dan bertanya siapa yang baru saja mereka lihat, SISTER tiba-tiba datang dari belakang mereka dan langsung menarik rambut Lindsey sambil menyandranya


" Karin...Bagaimana mobilnya ? " Tanya Lindsey kepada Karin yang memeriksa kondisi mobilnya


“ Bagian depannya rusak parah! Addduuuuh ! Siapa sih ta-“


“ Kyaaaaaaaaaaaaaa ! “ Teriak Lindsey yang disandera SISTER


“ Ah ! Lindsey ! “ Karin panik saat melihat SISTER menarik rambut teman sekelasnya dan menyandranya dengan pistol laser


“ Wah waaaah SISTER ! Sudah kukatakan jangan terlalu kasar ! Dasaaar ! “ Gerutu Rough Polly yang datang dari belakang Karin


“ Kau ! Si-siapa kau ?! “ Karin bertanya yang mulai ketakutan saat melihat kedatangan Rough Polly


“ Maaf mengganggumu dan membuat kalian panik ! Tapi kedatangan kami disini karena kami ingin mengetahui sesuatu darimu ! “ Jelas Rough Polly


“ Apa-apaan kau ?! Jika kau tidak sebutkan namamu dan apa tujuanmu...aku akan teriak...dan panggil poli- “ Karin mengancam Rough Polly dengan perasaan ketakutan yang membuat Rough Polly langsung menahan tangannya


( GREB )


“ Ah ! “ rintih Karin


“ Sssssssssssssst ! Jangan keras-keras ! Ehehe...tidak baik sebagai cewek cantik mau teriak ditempat sepi seperti ini ! Jangan takut ! Aku akan menjamin keselamatanmu...dengan syarat kau harus kerjasama dengan kami agar kami...cewek bumi ! “ Ancam Rough Polly yang membuat Karin semakin ketakutan saat ia melirik kearah Lindsey yang masih ditahan SISTER


“Kkkhhh! Kaaauuu ! HAAAH ! “ Karin berusaha melepaskan diri dari Rough Polly dengan menendang perutnya


( DUAGH )


“ ADUH ! “


“ TERIMA INI ! “ Teriak Karin sambil melempar batu kearah SISTER yang membuat Lindsey terbebas dari cengkramannya


( BUGH ! )


“ Kkkkh ! “


“ LINDSEY AYO !!! “ Karin langsung menarik lengan Lindsey dan berusaha lari dari kejaran Rough Polly


“ Kau pikir bisa lari dari kami ! “ Teriak Rough Polly kepada mereka berdua


“ Ah ! “ Karin dan Lindsey terkejut akan kedatangan Swift Polly


“ HYAAAAH ! “


( ZYAAAAAAAASSSH )


“ Uwaaaaaaaaaaa “


Swift Polly tiba-tiba datang dihadapan mereka dan langsung menyerang Karin dan Lindsey dengan tongkat listriknya yang membuat kedua mahasiswi tersebut tidak sadarkan diri karena segatan listrik tersebut


“ Bagus adikku ! Target utama kita berhasil didapatkan ! “ Puji Rough Polly sambil mendekati tubuh Karin dan Lindsey yang terkapar ditepi jalan


*****

__ADS_1


__ADS_2