El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
100. Nekad II


__ADS_3

Tazuya dan V-FIGHTER lain berada disebuah gang belakang gedung yang agak jauh dari Museum Grand-Knowledge untuk menggantikan Battlesuit mereka dengan seragam sekolah mereka semula. Sambil melihat situasi dari kejauhan, Tazuya masih tidak senang akan apa yang dilakukan Karin karena jika saja prajurit elit tersebut masih berada ditempat mereka semua akan mendapat masalah serius


“ Fyuuh~ selesai juga akhirnya ! “ Ujar Jubei yang lega sambil menggantikan seragamnya


“ Diluar sana masih sangat ramai “ Gumam Inuya sambil memperhatikan situasi di luar Museum dari kejauhan


“ Sepertinya dia benar- benar tidak belajar dari pengalaman ! “ Gerutu Tazuya


“ Ada masalah ? “ Tanya Ryuga


“ Tidak ada ! Aku hanya... “


“ Masih kesal dengan si Karin itu ?! Itu adalah respon alaminya dan bukti walau dia sangat menjengkelkan bahwa ia masih peduli denganmu ! Setidaknya Sandy masih tidak tahu soal identitasmu “ Ujar Inuya dengan nada tegasnya


“ Harusnya dia itu sadar diri kalau situasi sedang tidak aman ! Kalau saja pihak polisi tersebut datang saat robot dan kedua prajurit itu masih ada ditempat... mereka sudah musnah ditempat ! “ Jelas Tazuya dengan tergesa- gesa karena kecemasannya


Tiba-tiba, Smartphone milik Tazuya mulai bergetar. Saat diperiksa ternyata itu adalah panggilan dari Karin. Tazuya yang masih kesal dengan aksinya Karin berniat untuk menolak panggilan tersebut. Namun ia memutuskan untuk mendengar semua penjelasannya


“ Karin ? “ Gumam Tazuya yang ragu untuk menolak panggilannya


“ Silahkan “ Ujar Inuya dengan nada datarnya yang meminta Tazuya untuk tidak menolak panggilannya Karin


( Klik )


“ Hei ! Apa ka- “


“ DARI MANA SAJA KAMU HAAAH ?! “ teriak Karin dengan nada tingginya dari smartphone yang membuat Tazuya sedikit menyesal karena telah mengangkat panggilan dari mantan teman kecilnya


“ OI ! OI ! Apa- apaan ini ?! Kok kamu menelponku serasa ingin menagih hutang saja ! Dasar kau ini !!! “ Jawab Tazuya dengan nada ketusnya


“ KEMANA SAJA KAMU ! AKU MELIHAT AKSI NEKATMU UNTUK MELAWAN BALIK DENGAN ALIEN ITU !!! BISA- BISANYA KAMU MEMBUATKU CEMAS ! SADAR DIRI JIKA BADANMU ITU HANYA SETENGAH- “


“ OH YAAAA~ OH YAAAA~ Jadi kamu disini menelpon untuk mengoceh aksiku untuk  membela diri dari Alien itu ?! Jika aku tidak melawan maka aku bisa habis dihajar habis- habisan oleh mereka !  Hadeeeh~ Pasif sekali dirimu ! Dasar ! Ternyata apa yang dikatakan Inuya itu benar Memang kebanyakan cewek- cewek ini bisanya besar mulu tapi aslinya mereka sangat pasif ! “ Celoteh Tazuya disaat yang bersamaan Inuya dan V-FIGHTER lainnya hanya bisa terdiam dengan ekspresi jengkel mereka karena melihat keberisakan Tazuya dan Karin dari panggilan mereka


“ OOOOOOOOOOOOOOOH~ JADI KAMU TIDAK BERSYUKUR ATAS USAHAKU UNTUK MEMBANTUMU DISANA ? “ Tanya Karin dengan nada jengkelnya


“ USAHAMU UNTUK MEMBANTUKU ? MA- MANAAAAA ?! Heeeeeeeei para polisi itu datang terlambat dan aku bisa selamat karena bantuan dari El-Fighter ! Jadi jangan ngesok dirimu selalu benar deh ! “ Balas Tazuya


“ KAU INIIIIIII “ Geram Karin


Tazuya tiba-tiba terdiam sesaat dan berusaha untuk kembali tetap tenang. Sambil menghela nafas panjang, Tazuya berterima kasih kepada Karin atas kepeduliannya terhadap dirinya dan ia langsung minta maaf kepada wanita tersebut karena telah memarahinya


“ Terima kasih “


“ He ? Apa yang- “


“ Terima kasih... karena sudah menunjukan rasa kepedulianmu kepadaku ! “ Lanjut Tazuya dengan nada netralnya


“ Hm ? “


“ Ahaha~ maaf karena telah memarahimu ! Dan aku juga sadar jika kamu memarahiku karena terbawa suasana kepanikan barusan~ karena itu... aku sebenarnya tidak mempermasalahkan hal itu ! Aku hanya... tidak ingin seseorang mati konyol didepanku... karena itu akan terus mengingatkan aku betapa lemah dan tidak bergunanya diriku “ Jelas Tazuya yang semula dengan nada ceria dan perlahan berusaha untuk menahan air mata


“ Tazu-chii... ternyata kamu memang berubah ya ! Kamu bukanlah... sosok bocah cengeng yang pemalu lagi... aku bisa melihat pasca kematian orang tuamu... semuanya berubah... kamu menjadi sosok yang mudah cemas akan orang disekitarmu “ Ujar Karin dengan nada rendah dan santainya


“... “


“ Soal yang tadi... harusnya aku yang minta maaf karena aku tidak tahu tentang dirimu yang sekarang... jadi... jangan terlalu mencemaskan orang lain “ Lanjut Karin


“ Nah ! Bagus deh jika kamu mengerti ! Baiklah kalau begitu... aku permisi dulu yaaa~ aku sedang ada urusan dengan teman- temanku... semoga harimu menyenangkan ! “ Gumam Tazuya sebelum mengakhiri panggilannya


“ Yaaa ! “


( Klik )


“ Ryuga ! Gunakan sihirmu untuk mengambil semua barang kita yang tertinggal disana “ Perintah Tazuya kepada Ryuga


“ Okeee~ “


Setelah mengakhiri panggilannya dengan Karin, Tazuya meminta Ryuga untuk menggunakan sihirnya untuk memindahkan semua tas mereka yang berada di Museum ketempat mereka sekarang. Tidak lama berselang mereka berlima langsung meninggalkan tempat untuk kembali keasrama mereka


“ Fyuuuh ! Syukurlah semua filenya aman~ akhirnya tugas sekolah kita selesai jugaa~ “ Gumam Tazuya yang lega karena tugas mereka sudah selesai


“ Itu karena sebenarnya kita sudah selesai siih~ yaaa tujuan kita kesana juga sebenarnya untuk mencari informasi tambahan untuk persentasi kita nanti “ Sahut Inuya


“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH~ Kalian disini ternyataaaaaaaaaa~ “ DECA-I tiba-tiba datang menghampiri mereka berlima dengan penuh kesenangan karena ia akhirnya berhasil menemukan mereka berlima


“ DE- DECA !! “ Panggil Tazuya kepada si robot kecil tersebut


“ DECA-I ! Aaah~ kamu darimana saja saat pertarungannya sudah usai ? “ Tanya Ataru


“ Hei ! Akulah yang harus bertanya seperti itu ! Kalian kenapa tiba- tiba meninggalkan kami disana ! “ Keluh DECA-I yang tidak terima ditinggal begitu saja oleh V-FIGHTER


“ Yaaa maaf yaaa maaf ! Itu karena aku panik dan langsung refleks untuk meninggalkan tempat karena ingin menghindar dari Karin dan Sandy “ jelas Tazuya dengan nada cepatnya


“ Sandy tadi tidak ada~ mungkin saja dia sedang menderita patah tulang gara- gara kepanikanmu sebelumnya “ Celetuk Ataru

__ADS_1


“ Kuharap cideranya permanen “ Gumam Tazuya


“ Jadi bagaimana dengan Tuan Rigel ? “ Tanya Inuya


“ Semua sudah terkendali ! Jadi kalian tidak perlu cemas masalah identitas rahasia kalian ! “ Ujar DECA-I dengan nada cerianya


“ Baguslah jika begitu “ Gumam Ryuga


Tidak lama, Vladimir Golomanov sang ketua kelas mereka datang menghampiri mereka berlima dengan menaiki sebuah bus. Ia mengatakan bahwa kejadian barusan masuk diberita TV sekilas info. Hal ini membuatnya menjadi cemas tentang keberadaan mereka dan memutuskan untuk mencari mereka berlima ke Museum


“ Ah ! Disana ternyata kalian ! “ Ujar Vladimir yang baru saja turun dari bus


“ Vladimir ! “ Sambut Tazuya sambil melambaikan tangan kepada Vladimir


“ Ada masalah ? “ Tanya Ryuga


“ Aaaaah yaaaa~  tentu ! Itu karena aku dan yang lain baru saja melihatnya di sekilas info tentang penyerangan itu ! Dan salah satunya menunjukan di CCTV jika kalian berlima sedang ada disana dan Iga-san hampir diserang oleh Alien itu ! “ Jelas Vladimir


“ Jangan cemaaas~ kami tidak apa- apa kok ! “ Ujar Tazuya dengan nada cerianya


“ Tidak ada patah tulang atau mengalami cidera serius ? “ Tanya Vladimir dengan nada tegasnya


“ Kamu punya mata yang sempurna... jadi kamu bisa lihat dengan jelas jika kami baik- baik saja bukan “ Ujar Ryuga


“ Okeeee~ jika kalian berkata begitu... baguslah~ Jadi kalian sudah selesai dengan urusan kalian di Museum ? “ Tanya Vladimir kepada mereka tentang urusan mereka berlima barusan


“ Semua sudah selesai ! Dan kami siap untuk persentasi ! “ Ujar Inuya dengan penuh percaya diri


“ Bagus ! Kalau begitu majulah digiliran yang pertama untuk Persentasi nanti ! Ayoo... saatnya kita pulang ! Kalian tidak ada urusan lain lagi kah ? “ Kata Vladimir sambil mengajak mereka berlima untuk kembali ke asrama dengan menunggu Bus selanjutnya


“ Untuk belanja makan malam nanti... siapa yang dapat giliran untuk belanja ? “ Tanya Ataru tentang jadwal memasak mereka


“ Komarih dan Glenn... semua bahannya Shan Lee yang belanja “ Jawab Vladimir


“ Yaaay~ kelihatannya kalian akan makan enak hari ini ! Apalagi Shan Lee memang sangat jago dalam masak ! “ Puji Jubei


“ Selagi tidak ada yang mengganggu mereka kurasa tidak akan ada masalah yang serius “ Celetuk Inuya


Disaat yang bersamaan dimana Tazuya mengakhiri panggilannya dengan Karin, di Museum, Pamannya Karin menghampiri keponakannya sambil menanyakan tentang Tazuya Hideyuki Iga dan mengatakan apakah Karin tidak tahu kejadian yang menimpa Tazuya dan saudaranya


“ Hmmmm~ “


“ Ah ! Jadi inikah si mantan sahabat kecilmu yang pernah kamu ceritakan sebelumnya ? “ Tanya Paman Karin saat ia menghampiri keponakannya


“ Kau yakin ingin membicarakann soal dia disini ? “ Tanya Lindsey


“ Ayolaaah ! Dia sedang cidera ringan gara- gara ledakan di perpustakaan bukan ? Aku tidak yakin dia akan datang kemari untuk mendengar semua pembicaraan kita ! “ Gerutu Karin


“ Soal temanmu itu... apa kamu sudah tahu tentang kematian orang tuanya dan juga kasus kematian seorang perundung kelas 3 SMP di SMP Shinjitsu ? “ Tanya si Paman sambil teringat akan sesuatu kejadian yang pernah ia selidiki


“ Hm ? “


“ Kelihatannya kamu belum tahu ! Yaaa itu karena pada waktu itu kamu dan keluargamu tinggal di New York dan karena itulah kamu tidak tahu soal itu ! Jika kalian ingin tahu... sini kuceritakan pada kalian seperti apa kejadiannya “ Ujar si Paman sambil menawarkan diri untuk menceritakan kejadian tersebut


“ Kedengarannya menarik ! “ Gumam Lindsey


“ Jika itu ada hubungannya dengan Tazu-chii... tolong ceritakan Paman ! “ Sahut Karin dengan rasa penasarannya


*****


Dikapal induk, setelah mendengarkan semua laporan dari Rough Polly dan Glabe sambil melihat semua rekaman tentang pertarungan V-FIGHTER melawan Daddy Long Legs barusan, Morsdantaque memuji semua usaha mereka dan mengatakan bahwa ia sangat puas dengan hasil kinerja mereka untuk melihat seperti apa kemampuan dari V-FIGHTER


“ Kerja yang bagus ! Aku suka dengan kinerja kalian ! Sepertinya anak- anak Fighter itu benar- benar sangat menikmati bertarung melawan Daddy Long Legs ! Aku benar- benar takjub melihat potensi dari kekuatan dari si bocah setengah Kazenoid ini ! “ Ujar Morsdantaque sambil melihat semua rekaman pertarungan dari program Daddy Long Legs


“ Aku tidak menyangka teori tentang “Kazenoid Jantan Pertama” itu menjadi kenyataan ! “ Gumam Rough Polly dengan nada ketidak percayaannya


“ Aku juga tidak percaya soal teori itu ! Tapi sejak melihat semua kemampuannya... dan ini benar- benar membuatku tertarik untuk menjadikannya target kedua kita ! “ Sahut Morsdantaque


“ Dua ? Energateez ? “ Tanya Galaztis


“ Heh ! Soal dia itu urusan kalian ! Kalian yang menentukan apa dia mau dibiarkan mati di planet itu atau mau kalian bawa kembali untuk dihukum disini ! “ Gumam Morsdantaque


“ Okeee~ aku bisa merasakan jika Meteo-san akan sangat bersemangat untuk mencari dan menghajar Energateez yang malang itu “ Gumam Galaztis


“ Jadi sibesar itu masih belum bisa diajak berbicara dengan kita ? “ Tanya Glabe


“ Belum ! Karena kerusakannya bisa dibilang cukup parah “ Jawab Rough Polly sambil memperhatikan tabletnya untuk melihat perkembangan kondisi dari Meteoralez


“ Baiklah ! Karena kalian sudah bekerja dengan baik... maka aku akan mengizinkan kalian untuk beristirahat sejenak selama Meteoralez selesai di perbaiki dan bisa kembali pulih dengan semula ! Aku ingin dalam performa selanjutnya kalian semua bisa  bertarung dengan baik ! “ Jelas Morsdantaque


“ SIAP PANGERANKU ! “


Tidak lama, Morsdantaque mendengar suara ketukan pintu dari luar. Saat diperiksa dari sistem keamanan pintu kamarnya, ternyata itu adalah Gretue. Melihat yang datang tidak lain adalah saudaranya membuatnya memutuskan untuk mengakhiri pembicaraannya dengan para prajurit elitnya


“ Nah ! Kurasa sampai disini dulu pembicaraan kita hari ini~ Karnea saudaraku baru saja datang kemari ! Selamat berisitirahat ! “

__ADS_1


“ Yaaa Pangeranku ! “


( Klik )


“ Masuk ! “ Panggil Morsdantaque kepada Gretue untuk memasuki ruangannya


“ Hei ! “ Sapa Gretue


“ Gree adikku ! Ada perlu sesuatu denganku ? “ Tanya Morsdantaque sambil menyambut kedatangan adiknya


“ Apa yang sedang kamu lakukan barusan ? Apa itu misi untuk mencari Dullart ? “ Tanya Gretue sambil memasuki ruangannya Morsdantaque


“ Awalnya begitu ! Tapi kali ini... aku sedang sibuk untuk kembali mempelajari seperti apa cara mereka bertarung saat Rough Polly menemukan sesuatu yang menarik dari kelima bocah El-Fighter didikan si Prisman Beta ! Hasilnya cukup memuaskan ! Itu karena aku menemukan info tambahan seperti apa kemampuan Fighter mereka... dan juga tentang kekuatan dari si Alpha bertubuh pendek tersebut “ Jelas Morsdantaque sambil memperhatikan layar monitornya


“ Hu’uh “ Gumam Gretue dengan singkat


“ Aku yakin kamu sudah pernah mendengar Teori “Kazenoid Jantan” yang sangat populer itu... dan aku bisa menemukan jika Teori tersebut bukanlah teori bodoh yang diremehkan ! “ Lanjut Morsdantaque sambil menunjukan rekaman dimana Tazuya menggunakan Psikokinesisnya


“ Hmmm ! Kelihatannya... memang benar ya ! Kelihatannya Psikokinesis miliknya cukup kuat ketimbang milik Anodyne Trueax “ Ujar Gretue yang cukup kagum dengan kekuatannya Tazuya


“ Yaaa ! Dan ini membuatku agak bersemangat untuk menghadapinya  ! “ Sahut Morsdantaque


Gretue terdiam sesaat dan kemudian ia memutuskan untuk menanyakan tentang apa yang membuat dia sangat bersemangat untuk menangkap Dullart dan menjadikan dirinya sebagai penerus barunya Zozo


“ Aku melihat kamu sangat bersemangat pasca kematian ayah kita ! Terlebih dalam misi untuk menjemput paksa Dullart... “ Ujar Gretue


“ Semangat ? Heh kata siapa ?! Aku justru berusaha untuk tidak menunjukan kemarahanku terhadap apa yang telah dilakukan Dullart kepada kita dan ayah ! “ Gumam Morsdantaque dengan nada tegasnya


“ Yaaa ! Kau tahu... tidak seperti dirimu... aku tahu seperti apa Dullart ! Dia menikmati kehidupannya sendiri tapi bukan berarti dia benar- benar lupa akan tugas kekaisarannya ! Dia tidak seperti kita yang sepenuhnya tertarik dengan kemiliteran ! “ Gumam Gretue sambil teringat dimana ia berbicara dengan Dullart saat mereka masih muda


“ Hmmmm “


Gretue secara diam- diam melancarkan serangannya kearah Morsdantaque dari belakang dengan pisau listriknya. Morsdantaque yang menyadari hal itu dengan refleks langsung menangkis serangannya dan membalasnya dengan pisau listrik merah miliknya


( SYAAAAAAAAAAAAAAT ! )


“ AH ! “


( TRAAAAAAAAAAAAAAANG !!! )


“ K- K- KAAAUUU ! “ Geram Morsdantaque yang menahan pisau listriknya Gretue


( DUAAAGH ! )


“ Agh ! “ Morsdantaque menyingkirkan Gretue dengan menendangnya


“ Apa yang sedang kau pikirkan sekarang ?! Apa yang membuatmu langsung menyerangku ! “ Tanya Morsdantaque sambil balas menyerang Gretue


( TRAAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAAAANG! TRAAAAAAAAAANG! )


“ Harusnya aku yang menanyakan sesuatu kepadamu ! “ Jawab Gretue dengan tegas yang masih kembali menyerang kearah Morsdantaque


( TRAAAAAAAAAANG! TRAAAAAAAAAANG! )


“ Jadi selama ini... semua ini adalah rencanamu untuk merebut tahta kekaisaran ! Aku tidak menyangka kau rela membunuh ayah demi keinginanmu ! “ Lanjut Gretue


“ Membunuh katamu ? Heh ! Jangan asal menuduh kau ya ! “ Gumam Morsdantaque yang tetap menyangkal semua pernyataan Gretue


“ Jangan pura- pura bodoh kau ya ! NGAKU SAJA ! “ Kata Gretue yang kembali menyerang Morsdantaque karena kesal akan sang putera sulung yang tetap menyangkal perkataannya


( TRAAAAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAAAAANG! )


“ Pura- pura bodoh katamu ?! Justru ayah meninggal karena kebodohannya ! “ Gumam Morsdantaque dengan nada dinginnya


“ Apa ?! “


“ Tentu ! Itu karena beliau telah dibutakan oleh kebodohannya untuk menaruh semua kepercayaannya kepada Dullart ! Karena itu aku beri dia pelajaran jika menjadi bodoh itu bisa membunuh siapa saja ! “ Lanjut Morsdantaque sambil mengaktifkan Cyber-glove dan mengalirkan listrik ke pisaunya


( ZAAAAAAAAASSSSH )


“ AAH ! AGH ! “ Rintih Gretue yang tidak bisa menangkis serangan dari Morsdantaque


Pasca berhasil mengalahkan sang adik, Morsdantaque mengapresiasi Gretue sudah mengetahui rencananya dan berniat untuk menyingkirkannya dari Kekaisaran. Mengingat Gretue memiliki reputasi yang sangat baik di Theta membuat ia memutuskan untuk membiarkannya hidup dengan syarat tertentu


“ Kamu memang pintar wahai adikku ! Pintar dan juga karismatik ! Karena itulah kamu disangjungi banyak rakyat ! Jika saja Dullart tidak pernah lahir... ada kemungkinan kau akan menjadi penerus tahta kekaisaran ! “ Gumam Morsdantaque sambil mendekati tubuh Gretue yang kesulitan untuk bangkit


“ Kkkhhh ! “


“ Karena itu... jika aku menghabisimu sekarang... ini bisa menjadi masalah besar bagiku dan kekaisaran kita ! Maka untuk itulah akan kuberi kesempatan kedua untuk hidup ! Terlebih kita juga memiliki ibu yang sama bukan ? “ Lanjut Morsdantaque


“ Apa yang kau... kau tidak bercanda soal ini bukan ?! “ Tanya Gretue dengan nada tegasnya


“ Tentu saja tidak ! Aku akan pegang semua kata-kataku ! Namun itu bukan berarti aku bisa membiarkanmu bebas begitu saja... karena ada syarat yang harus kau turuti ! “ Jawab Morsdantaque


*****

__ADS_1


__ADS_2