
Disaat yang bersamaan dimana Tazuya berhasil menciptakan kekacauan di kafetaria, Rigel terlihat masih berada diruangan Gretue dimana sang Pangeran tersebut masih melanjutkan penjelasannya tentang Morsdantaque termasuk dengan bagaimana cara ia mengontrol semuanya dibalik layar
“ Morsdan juga memberitahu kepadaku jika ialah yang membuat Ayah kami percaya bila Dullart memberi informasi kepada pihak musuh hanya karena ia tidak sengaja melihat Dullart melakukan pembicaraan online dengan Fighter yang berasal dari planet pihak musuh “ Ujar Gretue sambil membuka bukti pecakapan Dullart dan si Fighter yang ia maksud
“ Hm ? “
“ Dan menurut dari percakapan terakhirnya... si Fighter misterius ini meminta Dullart untuk pergi ke Dimensi 13... tempat dimana Organisasi Fighter terbesar dialam semesta berada dikarenakan mereka sudah berpengalaman dalam menghadapi musuh berbahaya seperti umat yang bernama Spezialist ! Melihat semua percakapan itu... Morsdantaque dibantu Rough Polly memanipulasi semua isi percakapan itu dan membuat seolah dia mengkhianati kita ! Dan sejak ia melihat bahwa rencana pertamanya sukses... ia pun langsung menyusun rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap ayah kami “ Lanjut Gretue sambil mengingat rencana pertama yang telah dilakukan oleh Morsdantaque
“ Jadi karena itulah kenapa semua orang percaya Tuan Muda berkhianat ?! Apa ada seseorang yang tahu soal ini ?! “ Tanya Argus
“ Kalau pun ada yang tahu... tidak ada yang berani untuk mengatakannya kepada satu sama lain ! “ Jawab Gretue dengan nada datarnya
Tim Dullart kembali pergi keruangan pribadi milik Morsdantaque. Ataru bisa merasakan sepertinya pintu tersebut terkunci dari luar dan telah terpasang kode pengaman dan sistem khusus yang hanya Morsdantaque beserta para prajurit elit yang bisa memasuki ruangan tersebut
“ Hm ? Apa dia sedang tidak berada diruangan itu ?! “ Tanya Tazuya
“ Sepertinya ini terkunci dari dalam ! Dan sudah pasti dia berada didalam sana ! “ Ujar Ataru sambil menyentuh pintu tersebut
“ Hanya dia dan para prajurit elit saja yang bisa masuk kesana karena ada keamanan khusus dari pintu ini ! Karena itu... setiap orang yang ingin masuk... yang bisa membukakan pintu hanyalah mereka ! “ Jelas Dullart
“ Hmmm ? Prajurit elit ya “ Ujar Tazuya yang teringat akan sesuatu
Tazuya langsung menghubungi Energateez melalui komunikator battlesuitnya untuk menanyakan kepada si mantan prajurit elit itu cara memasuki ruangan tersebut
( Biip! Biip! Biip! )
“ Ah ! Itu Tazuya~ Tazuyaaa~ “ Ujar DECA-I saat sinyal pemanggilnya berbunyi
“ Hideyuki ? Apa ada masalah ? “ Ryuga bertanya-tanya
( klik )
“ Anuu Energateez ! Apa kamu tahu cara untuk masuk keruangan si Pangeran ini ? “ Tanya Tazuya sambil menunjukan pintu ruangannya Morsdantaque
“ Hooo... kalian bisa lihat bagian lingkaran diatas pintu itu ? Itu adalah alat scanning identitas ! Aku bisa saja membuat kalian masuk melalui scanning itu... tapi karena aku sudah berstatus sebagai pengkhianat aku ragu jika itu akan berhasil ! “ Jelas Energateez tentang sistem pengaman tersebut
“ Hmmm~ apa DECA-I masih bersama kalian ? “ Tanya Tazuya yang teringat dengan DECA-I yang ikut bersama Tim Energateez
“ Si robot TV jelek ini ? Dia masih bersama kami untuk meretas sistem pengawas disini~” Ujar Energateez dengan nada sarkastisnya
“ Hei ! Hei ! Beraninya kau panggil aku jelek ! “ Geram DECA-I yang tidak terima diejek Energateez
“ Sssst ! Jangan kuat-kuaaaaaaaat ! “ Tegur Jubei kepada DECA-I
“ Bagus ! DECA... karena kamu masih terhubung dari sistem komputer di Kapal Induk ini... hubungkan dirimu dengan sistem keamanan pintu ini dan retas keamanannya agar kami bisa masuk kedalam tanpa menciptakan kehebohan disini ! “ Jelas Tazuya sambil memberi perintah kepada DECA-I untuk meretas sistem keamanan pintu ruangan pribadinya Morsdantaque
“ Ma- mana Tuan Rigel ? “ Tanya DECA-I dengan penuh keraguan
“ Beliau masih bersama dengan Inuya dan si Jenderal itu ! Ayo cepat kerjakan saja ! Kita tidak punya banyak waktu ! “ Jelas Tazuya yang meminta DECA-I untuk melakukannya dengan cepat
“ Okee ! Tunggu sebentar ! “ DECA-I akhirnya mau melakukan apa yang dikatakan Tazuya
DECA-I berkonsentrasi untuk menyambungkan dirinya dengan sistem keamanan dari pintu ruangannya Morsdantaque. Setelah menunggu selama kurang lebih 7 menit, DECA-I akhirnya berhasil meretas sistem pengaman tersebut yang membuat Tazuya dan yang lainnya bisa memasuki ruangan tersebut
“ Berhasil ! “
“ Bagu- ah ! “
( Meteoralez tiba-tiba keluar dari ruangannya yang sontak bikin Tim Dullart terdiam )
“ Aaaaah~ kenapa berisik sekali disana ?! Hmmmm~ Aku harap itu bukan Glabe lagi ! “ Gerutu Meteoralez yang mendengar suara keributan di Kafetaria yang membuatnya langsung pergi kearah sana
“ Heh ! Si besar itu kelihatannya bakal ikut-ikutan juga yaa~ “ Ejek Ataru
“ Menurutmu dia sudah ada disana ?! “ Tanya Tazuya
“ Yaaa ! Menurut penglihatan masa depanku... ia memasuki Kafetaria dan kegaduhan disana akan semakin menjadi-jadi ! “ Jelas Ataru
“ Bagus ! Ayo ! Kita masuk ! “ Ujar Dullart kepada mereka berdua yang bersiap untuk memasuki ruangannya Morsdantaque
Dullart akhirnya membukakan pintu tersebut dengan cukup berhati-hati. Morsdantaque yang sedang bersantai diruangan sambil memantau file yang dimiliki Zozo tentang Planet bumi benar-benar tidak sadar akan kedatangan mereka sedikit terkejut dengan usaha mereka yang bisa masuk tanpa menciptakan kehebohan
“ Kau... datang kemari ?! “ Tanya Morsdantaque yang sedikit terkejut dengan kedatangan Dullart
“ Lama tidak bertemu... kakak ! “ Ujar Dullart dengan nada datarnya yang tegas
“ Kau hanya datang sendirian kemari ?! Heh ! Nekat juga kau ! “
“ Aku sudah menyangka akan sangat berbahaya jika Dullart-san sendirian datang menghadapimu... itulah kenapa aku dan Ataru yang menemaninya ! “ Ujar Tazuya yang diikuti dengan Ataru sambil membukakan penyamaran mereka
“ Aaaaah~ sang Alpha berdarah Kazenoid legendaris Anodyne Trueax ! Aku senang kamu datang kemari tanpa harus membawa wanita tua sialan itu ! “ Sambut Morsdantaque yang senang melihat kedatangan Tazuya dan yang lainnya
“ Cih ! Selalu saja kalian bawa-bawa nama wanita tua itu ! “ Gerutu Tazuya
“ Aku sejujurnya tidak menyangka kau akan membawa Kazenoid langkah ini kemari adikku~ apa ini sebagai kompensasi agar aku bisa memaafkan perbuatan bejatmu ?! Kelihatannya kamu sudah tahu jika aku tertarik untuk membawanya kemari ! “ tanya Morsdantaque dengan nada menghinanya kepada Dullart
“ Kaaauuu ! “ Geram Tazuya yang bersiap untuk menyerangnya dengan psikokinesis
“ Tenang ! “ Ataru dengan sigap langsung memegang pundak Tazuya dan memintanya untuk tidak menyerang karena ini belum saatnya untuk menyerang
“ Jadi kau datang kemari untuk merebut tahtamu kembali setelah mendadak peduli dengan tanggung jawabmu ? Huh ! Kelihatannya selama pelarianmu di Bumi... kau belajar banyak disana... sampai akhirnya ini membuat kau berubah pikiran untuk kembali menjadi pahlawan Theta agar semua bisa menerimamu ! Aku hargai semua pengalamanmu selama pelarianmu... wahai adikku ! “ Jelas Morsdantaque dengan santai
“... “
__ADS_1
“ Ketahuilah wahai adikku ! Setiap kali jika ada para Pangeran yang juga menginginkan tahta kekaisaran... sudah pasti cara yang pas untuk membuktikan siapa yang paling pantas mendapatkannya yaitu dengan cara bertarung satu sama lain ! Kau tahu~ sudah lama hal ini tidak dilakukan pasca apa yang dilakukan kakek buyut kita 140 tahun yang lalu ! Pertumpahan darah itu tentu saja hanya menyisakan 1 orang saja dalam pertarungan yang sangat sengit diantara kedua Pangeran ! Dan sekarang... ini akan kembali terjadi lagi ! “ Lanjut Morsdantaque sambil menjelaskan tentang pertarungan antar kedua pangeran yang dialami oleh Kakek buyut mereka
“ Ah ! “ Dullart terkejut mendengar apa yang dikatakan Morsdantaque termasuk cara ia menantangnya untuk bertarung
“ Bagaimana ? Kau mau ?! “ Tanya Morsdantaque sekali lagi
“ Ya ! Aku terima tantanganmu ! “ Ujar Dullart dengan nada tegasnya
“ Dan begitu juga dengan kami ! “ Gumam Tazuya
“ Tiga lawan satu ?! Boleh ! Aku dari dulu ingin sekali kembali menghadapi Kazenoid ! Jadi aku izinkan dirimu dan teman anehmu ini untuk bertarung ! “ Ujar Morsdantaque sambil mempersiapkan pedang listriknya
“ Okee ! Kita juga harus bersiap Ataru ! “ Ujar Tazuya kepada Ataru untuk ikut bersiap
“ Hmph! Gree~ terlihat masih aman disana ! “ Gumam Morsdantaque sambil melirik kearah monitor mejanya
Dullart langsung mengeluarkan pedang khusus yang diberikan oleh Rigel atas rasa terima kasihnya kepadanya karena telah membantunya dalam menciptakan teknologinya yang baru. Pedang tersebut juga bisa difungsikan sebagai tombak. Tazuya dan Ataru juga ikut mengeluarkan senjata mereka saat melihat kedua Pangeran tersebut mulai mengeluarkan senjata andalan mereka ditambah Morsdantaque terlihat mulai menggunakan topeng khusus untuk bertarung
“ Topeng ? “ Pikir Ataru dalam hati
“ Aku sangat minta maaf jika aku harus melakukan ini~ adikku ! “ Ujar Morsdantaque
“ Anda tidak perlu minta maaf kepadaku... kakak ! “ Jawab Dullart dengan nada datarnya dan menatapnya dengan tatapan tajam
“ Ada-ada saja kau ini ! “ Balas Morsdantaque yang kemudian dengan melesat langsung menyerang kearah Dullart
( SYAAAAT! TRAAAAAAANG! )
“ Kkkkhh ! HAAAAAH ! “ Dullart berhasil menahan serangannya Morsdantaque dan berusaha untuk melakukan serangan balasan
“ Saatnya Tazuya-kun ! “ Perintah Ataru kepada Tazuya
“ Terima INIIIIIII ! “ Tazuya menggabungan Psikokinesisnya dengan kemampuan berpedangnya dari Kuro Kusanagi
( SYUUUUUUUUUUUUUUT ! TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAAAAANG! )
“ Hebat sekali ! SUNGGUH HEBAT !!! Berikanlah pertarungan yang terbaik ! “ Puji Morsdantaque sambil kembali menyerang kearah mereka bertiga
*****
Beberapa menit sebelum pertarungan antara Tim Dullart dan Morsdantaque dimulai, Meteoralez masuk ke kafetaria dan terkejut melihat kekacauan yang ada disana yang ia pikir itu berasal dari Glabe
“ Hah ?! Apa ada yang aku lewatkan disini ?! “ Tanya Meteroalez dengan nada kebingungannya sambil melihat situasi kekacauan di kafetaria
“ Oh yaaa~ si ketua baru itu~ dia berkelahi dengan kadetnya seperti anak kecil ! “ Goda Galaztis sambil membantu Kamille untuk bangkit
“ Hei hei ! Itu semua salah dia karena kecerobohannya hampir membunuhku ! Dan berhentilah bersikap sok baik didepannya ! “ Jelas Glabe dengan nada kekesalannya
( BUUUUUM !!! )
Saat keempat prajurit elit tersebut berniat untuk kembali keruangan pertemuan mereka, Rough Polly bisa merasakan getaran yang cukup kuat bersumber dari ruang pribadinya Morsdantaque. Merasakan ada sesuatu yang aneh yang berasal dari ruangan si Pangeran sulung tersebut membuat Rough meminta kepada prajurit elit lainnya untuk memeriksanya
“ Ini... berasal dari ruang Pangeran Morsdantaque ! “ Ujar Rough Polly
“ Kelihatannya ada pertarungan dari ruangannya ! Tapi dengan siapa ? “ Gumam Galaztis
“ Ayo kita kesana ! “
Saat keempat prajurit elit tersebut keluar dari kafetaria, mereka langsung didatangi kedua tentara militer misterius sambil mengatakan jika mereka diperintahkan Gretue untuk pergi kesuatu ruangan atas apa yang baru saja mereka lakukan di kafetaria
“ Kalian para prajurit elit ikut kami ! “ Ujar sikadet pertama
“ Apa ?! “
“ Pangeran Gretue meminta kalian semua untuk menghadapinya selama Pangeran Morsdantaque menghadapi mata-mata bumi yang menyusup kekapal kita ! “ Lanjut si kadet pertama sambil menjelaskan alasan mereka menemui mereka berempat
“ Penyusup bumi ?! Apa itu si bocah El-Fighter sialan itu ?! “ Tanya Glabe
“ Itu benar ! “Jawab si kadet
“ Dan karena itu Pangeran Gretue berpesan kepada kami untuk memanggil kalian atas perbuatan yang kalian lakukan di kafetaria ! Beliau ingin kalian segera menemuinya sekarang ! “ Jelas si kadet kedua
Walau agak sedikit meragukan apa yang mereka katakan, keempat prajurit elit tersebut akhirnya mengikuti apa yang mereka katakan
“ Baik ! Kami ikut ! “ Ujar Galaztis
“ Ayo ! Ikut kami ! “ Ajak si kadet tersebut dan diikuti oleh keempat prajurit elit tersebut
Diruangan Gretue, mereka bisa mendengar suara getaran dari atas langit-langit ruangan yang menandakan jika pertarungan diruangan Morsdantaque sudah dimulai. Gretue mengatakan kepada mereka jika pertarungan perebutan tahta tidak bisa dihentikan karena ini akan menentukan masa depan umat Thetoid
“ Getaran ini ? “ Argus bertanya-tanya tentang getaran yang ia rasakan
“ Sepertinya baik Morsdan dan Dullart sudah memutuskan keputusan mereka ! Kelihatannya pertumpaha darah memang benar-benar tidak bisa dihindari “ Ujar Gretue
“ Apa hal itu bisa dihentikan ? “ Tanya Rigel
“ Tentu saja kalian tidak bisa menghentikannya ! Karena yang bisa hanyalah mereka yang terlibat dalam pertarungan ! Kita yang tidak terlibat dalam pertarungan mereka tidak ada hak untuk menghentikan mereka ! “ Ujar Gretue
“ Tazuya... Ataru... Dullart... tolong jangan mati ! “ Gumam Rigel dari dalam hati
Disisi lain, Tim Dullart terlihat masih menghadapi Morsdantaque dengan cukup baik dan terlihat sang Pangeran sulung tersebut masih menikmati pertarungan mereka berempat
( SYAAAT! SYAAAT! TRAAAANG! TRAAAANG! TRAAAANG! )
__ADS_1
“ HAAAAAAAAAAAH ! “
( TRAAAAAAAAAAAAANG ! )
“ Woah ! Menyingkirkan sabitku dengan tebasan pedang ?! Keren juga kau ! “ Puji Ataru kepada Morsdantaque
“ Begitu ?! “ Tanya Tazuya yang bersiap dari belakang
( TRAAAAAAAAAAAAAANG ! )
“ Ah ! “ Tazuya terkejut saat sebuah perisai digital langsung terbentuk saat ia berusaha menebasnya dari belakang
“ Ada apa ? Kenapa terkejut ?! Aku pikir kalian sudah banyak belajar dari guru kalian itu huh ? “ Tanya Morsdantaque dengan nada ejekannya
“ Perisai digital ! “ Ujar Dullart
“ Tepat sekali ! “ Jawab Mordantaque yang langsung menebas kearah Tazuya
( SYAAAAT! TRAAAAAAAAAAAAANG! )
“ Kkkkh ! “
( TRAAAAAAAAAANG ! )
“ Ada-ada saja ! “ Ujar Morsdantaque dengan remeh saat melihat usahanya Dullart
( TRAAAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ HAAAAAAAAAAH ! “
( TRAAAAAAAAAAAAAANG !!! )
“ Kelihatannya kau tidak belajar banyak ya Dullart ! “ Ejek Morsdantaque akan aksi Dullart yang melempar pedang yang menjadi tombak kearah perisai digitalnya dan kembali menyerang kearahnya
“ Kau yakin ? “ Tanya Dullart
“ Convergence : Flechette Storm ! “ Tazuya dan Ataru secara diam-diam menciptakan serangan gabungan saat Morsdantaque berfokus kearah Dullart
“ Ah ?! “
( SYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAT ! )
“ Cih ! “ Morsdantaque berusaha untuk memperkuat perisai digitalnya untuk melindungi diri dari serangan gabungan Tazuya dan Ataru
“ HYAAAAAAAARRGH !!! “ Dullart kembali mengarahkan tombaknya sambil mengaktifkan aliran energi panas pada mata pisau tombak tersebut
( SYAAAAAAAAT!!! BRAAAAAAK !!! )
“ GAAAH !!! “ Rintih Morsdantaque dimana perisai digitalnya langsung hancur karena serangan mereka bertiga
Sementara itu, para prajurit elit Morsdantaque telah sampai ketempat yang dimaksud oleh kedua kadet misterius tersebut. Menyadari Gretue tidak ada diruangan, Glabe dan ketiga prajurit langsung bertanya kepada mereka berdua tentang Gretue dan kenapa harus diruangan yang sangat asing untuk mendiskusikan sesuatu
“ Silahkan masuk “ Sahut si Kadet pertama
“ Kenapa harus diruangan ini ?! “ Tanya Meteoralez disaat bersamaan kedua kadet tersebut perlahan meninggalkan mereka
“ Mungkinkan sedang ada pertarungan besar diruang pertemuan ? “ Tanya Rough Polly yang belum mencurigai mereka berdua
“ Hei ! Kalian- “
( BRAAAK !!! )
“ ASTAGA !!! KITA- Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!! “
Menyadari mereka dikecoh oleh kedua kadet tersebut, mereka berempat langsung dikejutkan dengansebuah lubang misterius yang muncul dari bawah mereka. Glabe dengan sigap berhasil menghindar yang membuat hanya ia yang tidak terjatuh. Namun ia masih terkunci dari luar oleh kedua kadet misterius tersebut. Saat kedua kadet berjalan menghindari ruanga tersebut, ternyata mereka berdua tidak lain adalah Sampson dan Ryuga
“ Fyuh ! Aku tidak menyangka ini akhirnya berhasil ! “ Ujar Ryuga yang bernafas lega sambil membukakan helmnya
“ Oi Fighter ! Kemana kamu memindahkan mereka ?! “ Tanya Sampson
“ Ruang mesin paling bawah ! Jubei juga sudah mengunci pintu tersebut... jadi mereka akan berpikir lama cara untuk bisa keluar dari tempat itu “ Jelas Ryuga disaat yang bersamaan dimana Jubei yang menyamar menjadi tentara menjauh dari ruangan yang dimaksud
“ HEI ! BUKA PINTUNYA !!! “ Teriak Glabe yang kesal sambil menendang pintu tersebut
“ Sialan kau ! Kelihatannya kejadian itu... aku yakin Fighter sialan itu ada kaitan dengan ini ! Dan itu... pasti ulah dari bocah Kazenoid itu dengan kekuatan anehnya ! “ Gumam Glabe sambil teringat dengan mesin minuman yang tiba-tiba terjatuh di kafetaria beberapa menit yang lalu yang langsung teringat jika Tazuya pasti yang membuat mesin minuman itu terjatuh dengan Psikokinesisnya
Galaztis beserta Rough Polly dan Meteoralez berada diruang mesin belakang. Lokasinya cukup jauh dari pertarungan antara Tim Dullart dan Morsdantaque. Namun mereka masih bisa merasakan getaran pertarungan mereka berempat dari jarak yang cukup jauh
“ Ough ! “
“ Ini... ruang mesin belakang ! “ Ujar Meteoralez yang menyadari tempat mereka sekarang
“ Sinyal pemanggil kita terganggu ! Kita tidak bisa memberitahu ini kepada Pangeran Morsdantaque jika ada penyusup disini ! “ Gumam Rough Polly yang kesal saat melihat alat komunikasinya terganggu
( BUUUUUUUUUMM !!! )
“ Kelihatannya Pangeran kita dan Fighter sialan sedang bertarung dengan sangat baik ! “ Sahut Galaztis dengan nada geramnya
Dilaboratorium, Pak Tom Louss terlihat secara diam-diam masuk keruang kerjanya Rough Polly untuk memeriksa sesuatu yang mencurigakan disana. Dikarenakan Pak Louss adalah ketua dari ilmuan militer Theta, ia tidak dicurigai oleh siapapun yang masuk keruang kerjanya Rough Polly. Yang membuatnya sangat mudah untuk memakai komputer ruang kerjanya untuk mencari petunjuk tentang aksinya Morsdantaque
“ Hmmmmm ! Jadi ini yang dipakai Rough Polly dan Pangeran Morsdantaque untuk membunuh Yang Mulia ?! Hmmmm... Ah ? Oh ! Ooooh ! Ce- Celaka ! INI BENCANA !!! “ Gumam Pak Louss yang terkejut saat ia menemukan sesuatu yang mengejutkan dari komputernya Rough Polly
*****
__ADS_1