El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
126. Countdown To Second Invasion I


__ADS_3

Disisi lain, Inuya dan Energateez terlihat masih menghadapi Meteoralez dan Galaztis. Walau ini adalah pertarungan 2 lawan 2, baik Inuya dan Energateez kesulitan untuk menghadapi lawan mereka dikarenakan Galaztis tidak konsisten untuk menyerang lawannya yang terus-terusan mengincar antara Inuya atau Energateez bukan memilih salah satu dari mereka


( DUAAAAGH ! DUAAAAGH ! DUAAAAAGH ! DUAAAAGH ! )


“ Kkkh ! Bisakah kau konsisten memilih lawan ! “ Kata Inuya yang mulai jengkel dengan Meteoralez yang sering mengubah targetnya


( BUG! BUG! BUG! DUAGH !!! )


“ Heh ! Aku sebenarnya ingin sekali menghajar Ene ! Tapi aku masih ingin bertarung denganmu ! FYBER SMASH ! “ Ujar Meteoralez sambil mengeluarkan tekniknya yang lain dengan membuat dentuman dari lantai Kapal Induk


( DUUUUUUM ! DUUUUUUM! DUUUUUM! )


“ FYBER STAND ! “ Energateez berusaha menahan keseimbangan mereka dengan menghentikan serangan dari Meteoralez


( DRAAAAAAAAAGH !!! )


“ Heh ! Cepat juga kau bertindak Ene-san ! “ Puji Galaztiz yang mengeluarkan FYBER WHIP untuk menyerang kearah Inuya


( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! )


“ FYBER WHIP DANCE ! “


“ Hiyaaa ! “ Inuya berusaha menghentikan serangan Galaztis dengan menyerang kearah ujung dari FYBER WHIP dengan beberapa gaya akrobatiknya


( TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Menangkisnya dengan tanganmu ?! Bisa juga kau menyesuaikan kecepatanku dalam menari ! “ Puji Galaztis yang terus menyerang kearah Inuya


“ Menari memanglah keahlianku ! Semua berkat si Tazuya ! Hiyaaaah ! “


( TRAAAAAAAANG ! )


“ Oooh ! Sayangkan aku tidak suka menari ! “ Kata Energateez yang langsung menyerang kearah Meteoralez


( DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! DUAGH ! )


“ Karena kau memang sangat payah ! “ Balas Meteoralez yang membalas serangannya Energateez


( DUAAAAGH ! )


Inuya sekilas melihat kearah jendela yang ada disampingnya dan ia sangat terkejut saat mengetahui jika mereka sudah berada di negara Neo-Jepang


“ Oh tidak ! Ini- “


“ Hei ! Jangan Lengah kau ! “ Meteoralez berusaha untuk mengambil kesempatan akan kelengahan Inuya untuk menyerangnya


( TRAAAAAAAANG !!! )


“ Ish ! Ish ! Kau ini peka ya ! Jangan ambil lawan ! Sana lawan si Ene-san ! “ tegur Galaztis sambil menangkis serangan Meteoralez


“ Cih ! Merepotkan saja ! “ Gerutu Meteoralez yang tidak terima dengan permintaannya Galaztis


“ Nah begini baru adil ! “ Ujar Energateez yang langsung menyerang Meteoralez


( BUG ! BUG ! BUG ! BUG ! BUG ! )


“ FYBER SUPER SMASH ! “ Meteoralez dan Energateez menggunakan teknik yang sama secara bersama-sama


( DUAAAAGH ! BUUUUUM ! )


“ Wouh ! “ Inuya kaget saat merasakan getaran dari kemampuanya Energateez dan Meteoralez sambil terus menyerang kearah Galaztis


( TRAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAAANG! )


“ Duuuh ! Mereka ini sama-sama menyebalkan ya~ “ Gerutu Galaztis saat memperhatikan serangan dari Meteoralez dan Energateez


( TRAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAANG! )


“ Haaaa... haaah... haaah... haaaah... “ Keringat dari kepala Inuya mulai bercucuran karena kelelahan dalam pertarungan yang membuatnya membuka helmnya untuk sesaat agar bisa mengambil nafas


“ Kau Mau tahu sesuatu ?  Sepertinya... aku jadi lebih menyukaimu ketimbang dengan si pirang itu ! Sama seperti diriku... kau bisa menari dan sangat bertanggung jawab dalam memimpin suatu tim ketika sang ketua asli menjauh dari timnya ! Aku bisa melihatnya dari pertarungan dan gerak-gerikmu “ Jelas Galaztis yang mengungkapkan sisi takjubnya terhadap Inuya


“ Hooo~ jadi begitu ya ?! Aku suka dengan musuh yang bisa melihat kesamaan dari lawannya ! “ Ujar Inuya yang kembali memasang helm-nya


“ Mau lanjutkan pertarungan  ? “ Tanya Galaztis


“ Yaaa ! Ayo kita selesaikan agar kita bisa membantu kapten tim kita yang ada diluar Kapal Induk ! “ Ujar Inuya yang kembali menyerang kearah Galaztis


( SYAAAAAAAAT ! )


“ Itu baru namanya semangat !!! “


( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAANG! )


Di suatu ruang penyimpanan, Ryuga terlihat perlahan bangun setelah pingsan karena serangan dari Sampson yang berusaha untuk menghentikan kendali dari Rough Polly. Ryuga bisa merasakan jika auranya Jubei tidak ada bersama mereka dan kini ia sedang bersama dengan Sampson yang sedang menjaganya


“ Hah ! Ini ? Hei ! Mana yang lain ?! “ Tanya Ryuga yang baru saja kembali sadar


“ Sudah bangun ?! Syukurlah~ tapi pacarmu tadi barusan pergi meninggalkan kita sambil merebut suntikan KRITSA SERUM dari tanganku ! Dia memang menyebalkan ! “ Gerutu Sampson kepada Ryuga sambil teringat momen dimana ia dan Jubei saling ribut dan merebut KRISTA SERUM dari tangannya


“ Pacarku ?! Jubei dan Aku hanyalah sahabat biasa ! Tunggu ! Kemana dia pergi ?! “ Tanya Ryuga kepada Sampson


“ Eeeeeh~ entahlah~ dia larinya cepat sekali “


Ryuga kemudian merasakan gravitasi yang kuat disekitarnya yang menandakan jika mereka sudah tidak berada diluar angkasa


“ Gravitasi ?! Kita dimana sekarang ?! Ryuga kembali bertanya kepada Sampson tentang keberadaan mereka saat ini


“ Ini diplanet asal kalian “ jawab Sampson dengan singkat


“ Apa ?! “


“ Eeerrr~ Pangeran Morsdantaque mempercepat waktu invasi...dikarenakan ada seseorang yang datang dengan menabrakan TSP-03 di Kapal Induk “ Lanjut Sampson


Mendengar hal itu, Ryuga langsung bangkit dan memutuskan untuk keluar dari ruang penyimpanan untuk mencari yang lain. Namun karena Ryuga masih memiliki Nanobot membuat Sampson langsung mengcegatnya keluar dari ruangan tersebut


“ Berhenti ! “


“ Sampson-san ! Kita tidak bisa berdiam diri disini ! Kita harus mencari yang lain ! “ Ujar Ryuga dengan nada tegasnya yang bersih keras ingin mencari rekan-rekannya


“ Oi ! Oi! Kau sendiri sudah merasakan betapa bahayanya diri kalian karena Nanobot itu bukan ?! Jika ada prajurit elit yang menemukanmu sambil menggunakan FYBER khusus mereka... kau sudah pasti akan dapat masalah ! “ Jelas Sampson dengan nada tegasnya yang meminta kepada Ryuga untuk tidak bertindak semberono

__ADS_1


“ Tapi kita sudah berada di bumi ! Kalau kita tidak membantu yang lain... kita tidak akan bisa menghentikan pihak Morsdantaque untuk menginvasi Bumi ! Kau sendiri bilang tidak setujuh dengan cara dia memimpin bukan ! “ Balas Ryuga dengan nada tingginya


“ Masih ada yang lain ! Lagipula temanmu yang berambut pirang itu juga tidak memiliki Nano- “


( BUUUUUUUUUUUUUM !!! )


“ UWAAAAA !!! “


Ditengah perdebatan antara Sampson dan Ryuga, tiba-tiba ada seseorang yang meledakan sebuah pintu ruang penyimpanan tersebut. Sosok tersebut ternyata adalah SISTER, robot pribadinya Rough Polly yang diutus untuk mencari keberadaan Tim Swift Polly


“ Se- serangan ini ! Apa berasal dari robot ?! “ Tanya Ryuga


“ Ya ! Ini dari serangannya SISTER ! “ Ujar Sampson


“ SISTER ! Apa itu robot dari Rough polly ?! “ Ryuga kembali bertanya


“ Apa ?! Hanya 2 orang saja ?! Katakan kepadaku kemana Kapten Swift Polly ! “ Tanya SISTER dengan nada ancamannya sambil mengarahkan merian lengannya kepada mereka berdua


“ Suara ini ?! Yaaa ! Aku masih kenal dia ! “ Ryuga ternyata masih mengenal akan robot yang pernah menyerang mereka di Dermaga


“ Nyonya Rough Polly memberikan luka yang cukup dalam dipinggangmu ! Terlebih karena itu adalah serangan dari Cyber-Glove ! Tidak kusangka kau masih bisa aktif setelah apa yang dilakukan oleh Nyonya Rough Polly ! “ Kata SISTER yang masih teringat akan luka yang dialami Ryuga karena Rough Polly


“ Kau ingin tahu bagaimana aku bisa sembuh dari ini... dan itu bukan urusanmu untuk tahu tentang perkembangan teknologi dari umat manusia ! “ Ujar Ryuga yang langsung mengeluarkan serangan Manna-nya kearah SISTER


( SYAAAAAAAAT ! )


“ Kau mau bertarung ?! Heh ! Kau yakin kondisimu sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan itu ?! Jika kau mau... bai- “


( BUUUUUUUM !!! )


“ Ah ?! “ Sampson terkejut saat ada yang menembak kepala SISTER


Disaat Ryuga dan SISTER bersiap untuk bertarung, tiba-tiba, ada seseorang yang menembak kepala SISTER dari kejauhan yang membuat robot tersebut kepalanya hancur seketika. Sang penembak itu tidak lain ialah Ataru Kurenai


“ Tepat waktu ! Hehehe ! “ Kata Ataru yang keluar dari pesembunyiannya


“ Kurenai-kun ! Baguslah ! Ternyata benar aura spritual yang datang ini adalah dirimu “ Ryuga lega saat tahu jika yang datang ialah Ataru


“ Nah Ryuga-san ! Aku bawa ini untukmu ! Mau dipakai sendirian atau perlu bantuan tangan orang lain ?! “ Ataru menawarkan bantuan kepada Ryuga untuk menyuntikan suntikan KRISTA SERUM yang ia bawa


“ Cepat suntikan itu kepadaku ! Kita tidak punya waktu ! “ Ryuga langsung meminta kepada Ataru untuk segera menyuntikannya agar mereka bisa membantu yang lain tanpa harus takut dikendalikan salah satu prajurit elit


“ Okeee ! Serahkan padaku dan juga Sampson-san ! “ Jawab Ataru dengan senyuman menyeringainya


*****


Rough Polly dan Oxtoroo masih melanjutkan pertarungan mereka yang semakin sengit walaupun mereka sudah sadar jika mereka berada di bumi. Dalam pertarungan ini juga mereka berdua sadar jika mereka tidak punya banyak waktu untuk terus-menerus bertarung satu sama lain sebelum misi mereka yang lain memanggil mereka


(Syaaaat! Syaaaaat! Syaaaat! Traaaaaang! Traaaaaang! )


“ FYBER  BLACK  STORM ! “ Rough Polly mengeluarkan ratusan Nanobot kearah Oxtoroo


( ZYUUUUUUUUUUSSSSH )


“ FYBER SHIELD ! “ Oxtoroo langsung melindungi dirinya daro serangannya Rough


( ZYAAAAASSHHH ! ZYAAAAAAAASH ! )


“ FYBER SHIELD : SHOCKWAVE ! “ Oxtoroo menyingkirkan semua Nanobot tersebut dengan membuat dentuman dari pelindungnya


“ Heh ! Pintar juga kau ya ! HAAAAAAAH ! “ Puji Rough sambil terus menyerang Oxtoroo dengan Nanobotnya


“ Kkkkh ! FYBER HEAT ! “ Oxtoroo mengeluarkan gelombang panas dari lengan FYBERnya


( WUUUUUUUUUUUSSSH ! )


“HAAAAAAH ! “ Rough datang tepat dihadapan Oxtoroo sambil bersiap menyerangnya dengan pedang FYBERnya


( TRAAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAANG ! )


“ Heh ! Untuk gadis manja yang menjengkelkan seperti dirimu memang hebat juga yaaaa~ sesekali cobalah untuk sering terlibat dalam pertarungan seperti ini ! “ Ujar Oxtoroo dengan nada tegasnya kepada Rough


( Syaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaaaaat! )


“ Aku sengaja menerimanya agar kau bisa membuka matamu lebar-lebar... jadi kau bisa menarik semua ejekanmu itu kepadaku ! “ Balas Rough dengan nada kesalnya


“ Kenyataannya memang begitu bukan ?! “ Sahut Oxtoroo


( TRAAAAAAAANG ! TRAAAAAANG ! TRAAAAAAANG ! )


“ Cih ! Ini sudah berada di Bumi ! Aku harus menyelesaikan ini segera atau tidak El-Fighter dan Tuan Dullart akan mengalami kesulitan dan kegagalan dalam menghadapi Pangeran Morsdantaque ! Dan jika itu terjadi... aku akan merasa malu dan tidak bisa memaafkan diriku sendiri ! “ Gumam Oxtoroo kepada dirinya sendiri sambil memperhatikan pintu hanggar yang masih terbuka lebar dan kemudian memperhatikan kearah Rough Polly


“ Pangeran Morsdantaque sudah mengarahkan Kapal Induk ini ke Bumi ! Aku harus menyingkirkan si bodoh ini sebelum beliau memulaikan invasi ! Dasar pria bodoh yang menyebalkan ! Kau memang pengganggu yang sombong ! “ Pikir Rough yang menyadari dia harus segera menyelesaikan pertarungannya sebelum Morsdantaque mengarahkan Invasi yang sebenarnya


“ Aku harus membuat diriku tidak terkena robot kecil sialan ini ! Sudah jelas dia ada niat untuk membuatku kembali menjadi bonekanya ketimbang harus membunuhku ! “ Gumam Oxtoroo sambil kembali bersiap untuk menyerang kearah Rough


“ Aku tidak boleh mati ditangannya ! Ya ! Aku harus terus hidup dan melihat tujuan Pangeran Morsdantaque menjadi kenyataan dimataku sendiri ! “ Gumam Rough Polly yang bersiap untuk melanjutkan pertarungannya


“ HIYAAAAH ! “


“ HAAAAAAAAARRGH !


( TRAAAAAAANG! TRAAAAAAANG! TRAAAAAAANG! )


“ FYBER BLACK STORM ! “ Rough Polly kembali menggunakan Nanobotnya untuk menyerang kearah Oxtoroo


“ Itu lagi ?!  FYBER HEAT SLASH ! “ Oxtoroo mengeluarkan pedang FYBER-nya dan mengeluarkan aliran panas pedang tersebut untuk


( ZYAAAAT! ZYAAAAT! ZYAAAAAT! ZYAAAAAAT! ZYAAAAT! )


“ Heh ! Boleh juga kau ! “ Ujar Rough dengan nada sombongnya sambil membentuk ratusan Nanobot menjadi tangan raksasa


“ HIYAAAAH ! “ sambil melihat Nanobot membentuk tangan pedang raksasa membuat Oxtoroo mengeluarkan api dari pedang FYBER-nya untuk menebas Nanobot tersebut


( ZAAAAAAAAAAAAAASSSHHH ! )


“ Aaaah ! “ Rough Polly ikut terkena serangan tersebut


“ Haaaaaaah ! “


( TRAAAAAANG! TRAAAAAAANG! )

__ADS_1


“ Celaka ! Uwaaaa ! “ Oxtoroo tiba-tiba terseret dan ditarik oleh Nanobot dari belakang


“ Aaaghhh ! “ Rintih Oxtoroo saat ia digenggam dengan kuat dengan para Nanobot yang kembali membentuk lengan raksasa


“ Heh ! Dengan ini aku akan- “


Disaat Rough ingin menyelesaikan pertarungan mereka dengan berniat memasukan Nanobot kedalam Oxtoroo, tiba-tiba, sebuah bom berwarna hitam kecil dilempar tepat dihadapan mereka berdua. Bom tersebut tiba-tiba memancarkan ledakan dan cahaya berwarna ungu yang membuat Nanobot tersebut dilumpuhkan


( SRIIIIIIIIIIIIIIIING )


“ AAAAH ! “


( ZYAAAAAAAASH ! )


“ Si- Siapa itu ?! “ Gumam Rough Polly sambil menutup matanya


( SYAAAAAT ! DUAGH ! )


“ Agh ! “ Rintih Rough karena ada seseorang yang menyerangnya dengan pedang


“ Haaaaaaah ! “ Ternyata sosok yang membantu Oxtoroo tersebut ialah Swify Polly


“ Suara itu ?! SWIFT !!! “ Dengan nada kekesalannya saat mengetahui Swift Polly yang datang menyerangnya membuat Rough langsung mengeluarkan pedangnya dan menangkis serangannya Swift


( TRAAAAANG ! )


“ Berani juga kau ya !!! Kau mau cari mati disini ?!  HAAAAH ! “ Tanya Rough dengan nada kesalnya


( SYAAAT! TRAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Tidak akan kubiarkan semua ciptaanmu mengendalikan yang lain ! “ Ujar Swift dengan nada tegasnya


( TRAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ Tidak akan kubiarkan kau mendukung aksinya Morsdantaque demi kepuasan pribadimu ! “ Lanjut Swift yang terus menyerang Rough


( TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ HAAAAH ! “


“ Aaaah ! “ Rough berhasil menjatuhkan saudarinya dengan pedang FYBER-nya


“ Polly-chan ! “ Panggil Oxtoroo yang masih digenggam oleh ratusan Nanobot


“ Kemenangan sudah didepan mata ! Dan sudah saatnya kalian menerima hukuman atas pembelotan kalian ! Terimalah ini ! “ Ujar Rough yang bersiap untuk meebas Swift yang tidak sadarkan diri


“ Ah ! Hentikan ! “ Teriak Oxtoroo yang berusaha untuk membebaskan dirinya dari cengkraman ratusan Nanobot


( ZYAAAAAAAAAAASSSH ! )


Dullart dan Morsdantaque masih melanjutkan pertarungan mereka yang kini sekarang berada disebuah auditorium Kapal Induk. Walau berkali-kali Morsdantaque membuat ia kewalahan, itu tidak membuat Dullart mudah kalah ataupun terjatuh karena serangannya


( TRAAAAAAAAANG! TRAAAAAAANG! TRAAAAANG! )


“ HAAAAAH “ Dullart mengeluarkan tebasan laser kerarah Morsdantaque


“ Ah ! “ Morsdantaque langsung menghindari serangan tersebut


( BUUUUUUUUUUUUMMMM !!! )


“ Bisa juga kau ! “ Morsdantaque tiba-tiba datang dibelakang Dullart dan bersiap untuk menebasnya


( TRAAAAAANG ! )


“ Yaaa ! Aku berani wahai Kakak ! “ Sambil menahan serangan dari belakang Dullart langsung berputar dan menendang kearah Morsdantaque


( DUAAAGH! DUAAAGH! DUAAAGH! )


“ FYBER POWER ! “ Morsdanatque melayangkan tinjuan kearah Dullart


( DUAGH ! )


“ Heh ! Kau yakin bisa tahan dengan serangan ini terus menerus ! “ Gumam Morsdantaque yang kembali melayangkan pukulan kearah Dullart


( BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! )


“ HAAAAAH ! “ Morsdantaque mengarahkan tinjuannya tepat ke wajahnya Dullart


( DUAGH ! )


“ Aaagh ! “ Rintih Dullart dimana pelindung dari Helm-nya mulai retak karena pukulan dari Morsdantaque


“ Heh ! “ Morsdantaque kembali melayangkan tinjuan kearah Dullart


( DUAAAGH ! )


“ Hmph ?! “ Morsdantaque geram melihat Dullart berhasil menangkis tinjuannya dengan cepat


( BUUUUM! BUUUM! BUUUUM! BUUUUM! )


“ Peluru es ! “ Morsdantaque terkejut saat melihat ada peluru es yang datang kearahnya yang berasal dari Rigel


( TRAAAK ! TRAAAAK! TRAAAK! TRAAAAK! )


“ Sekarang ! “ Teriak Rigel yang meminta Dullart untuk segera menyerang kearah Morsdantaque


“ FYBER DASH ! “ Dullart memanfaatkan momen dimana Morsdantaque menjadi lengah dengan mengarahkan tendangan dari FYBER Suitnya


“ Cela- “


( DUUUUUUUUMMM !!! )


Dullart melayangkan tendangan yang sangat kuat kearah Morsdantaque yang membuatnya terpental kesebuah ruang pelatihan para tentara militer. Sambil pergi menuju Morsdantaque, Dullart mengaktifkan pedang FYBERnya untuk bersiap mengakhiri pertarungannya sebelum mendekati Kota Shinjitsu


“ Bagus ! Sepertinya dia memang sudah kehilangan banyak tenaga ! “ Ujar Dullart yang terlihat sudah mulai kelelahan dan sudah tidak sabar untuk mengakhiri pertarungan mereka secepat mungkin


“ Selesai sudah ! Ini berakhir... wahai Kakakku ! “dengan cepat Dullart menuju kearah Morsdantaque sambil mengaktifkan pedang FYBERnya


( SYAAAAAAAAAAT ! )


“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAAH ! “

__ADS_1


( ZYAAAAAAAAAAAASSSSH ! )


*****


__ADS_2