
Sembari menunggu bell tanda jam masuk berbunyi, Tazuya memutuskan untuk pergi keperpustakaan untuk mengecek buku keperluan untuk tugas pelajaran sejarah dunia. Di perpustakaan, Tazuya bertemu dengan Haku Akashinya yang sedang duduk seorang diri sambil membaca buku untuk keperluan tugas sejarah mereka
“ Aaah Haku ! “
“ Oh ! Tazuya ! “
“ Sedang apa sendirian disini ? Tidak mengajak yang lain ? “ Tazuya bertanya Haku sambil menghampirinya
“ Mereka sibuk “
“ Sibuk ? Yaaa walau begitu tidak ada salahnya jika kamu berkumpul bersama dengan yang lain...eh jika kamu mau berkumpul dengan aku dan Inuya juga tidak masalah kok “ Kata Tazuya sambil setengah malu-malu
“ Ya. Itu akan sangat menyenangkan “ Kata Haku sambil tersenyum kepadanya
“ Oooh...kamu sedang...bikin tugas sejarah dunia ? “
“ Yaaa “
“ Aaaah kebetulan sekali. Aku kesini juga karena mencari buku untuk tugas kita. Karena itu...uummm...boleh’kah aku juga ikut belajar denganmu...Haku ? “ Tanya Tazuya dengan malu-malu
“ Tentu “
“ Be-benarkah ? Aaaah syukurlah kalau begitu ! Aaah oke oke ! Terima kasih karena telah menerimaku untuk belajar bersamamu~ “
“ Tidak masalah~ “
Mendengar permintaan Tazuya yang ingin belajar bersamanya, Haku dengan senang hati langsung mengajak Tazuya untuk duduk disampingnya. Tidak lama kemudian, Inuya baru saja datang keperpustakaan untuk mencari Tazuya. Saat ia tidak sengaja melihat Tazuya sedang berbicara dengan Haku, Inuya memutuskan untuk membiarkan Tazuya menghabiskan sisa waktu istirahatnya bersama Haku untuk mengerjakan tugas mereka
“ Tazuya ! Apa kamu-“
( Inuya tidak sengaja melihat Tazuya dan Haku sedang berbicara)
“ Aaah...kurasa aku akan menemuimu nanti pas jam masuk “ Kata Inuya kepada dirinya sendiri sambil tersenyum melihat Tazuya dan Haku
Inuya langsung pergi ke sisi lain area perpustakaan dan kemudian ia tidak sengaja menabrak siswa kelas 2-LA-A bernama Yukiharu Yagyu, yang membuat ia terjatuh. Inuya yang langsung mengenalnya sebagai sekretaris OSIS SMA Internasional Shinjitsu langsung membantunya dan meminta maaf akan kecerobohannya
( BRUK )
“ Auh ! “
“ Aaaah...Ah ! Kak Yagyu ! “
“ Kamuu...”
“ Ma-maafkan aku ! Aku benar-benar tidak sengaja ! Aku terburu-buru karena ingin mencari buku untuk tugasku! Nah...ini dia Kak “
“ Te-terima kasih “
“ Anda tidak marah denganku ? “
“ Tidak. Tidak masalah. Baiklah...aku permisi dulu “ Kata Yukiharu yang terburu-buru langsung meninggalkan Inuya
Saat meninggalkan Inuya, Yukiharu secara sekilas melirik kearah Inuya dan kemudian ia melirik kearah Tazuya sebelum ia pergi keluar dari perpustakaan dengan tatapan curiganya. Disisi lain kota Shinjitsu, Rigel dan Dullart terlihat sedang pergi menuju kesebuah tempat relaksasi mewah yang dikelola oleh seorang Fighter
“ Kita mau kemana ? “
“ Kesini ! Tempat dimana biasanya aku dan teman-temanku pergi sehabis misi “ Jawab Rigel
“ VIVA Laspa ? Jadi ini tempat favoritmu ? “
“ Bisa dibilang begitu. Tapi kami tidak begitu sering ketempat ini karena misi kami “ Jelas Rigel
“ Tempatnya sangat menarik. Tidak kusangka walau kalian begitu kontroversial dimata banyak orang tapi ada juga beberapa yang memahami kalian “ Kata Dullart
“ Yaaaa...tidak semua orang bisa paham tentang satu sama lain “
Saat Rigel dan Dullart masuk ketempat tersebut, dari kejauhan, terlihat sosok pemuda misterius berkacamata hitam dan memakai jaket coklat sedang memperhatikan mereka dari kejauhan dan kemudian ia mendekati VIVA Laspa untuk memperhatikan mereka dari dekat. Saat masuk kedalam VIVA Laspa, mereka berdua langsung disambut dengan sang pemilik yang bernama Ojimi Rikiteki
“ Aaaaaah sang Delta El-Fighter~ sudah lama anda tidak kelihatan~ apa anda sehat-sehat saja ? Aaaaah~ apa dia ini temanmu ? “
“ Yaaa~ aku sehat-sehat saja, dan yaaaa...ini temanku namanya Dullart “ Jelas Rigel sambil memperkenalkan Dullart kepada Ojimi
“ Hei heeei~ Salam kenal Bro~ namaku Ojimi Rikiteki...dan aku adalah Fighter juga sekaligus pemilik dari tempat ini “
“ Ahahaha yaaa salam kenal juga~ “ Kata Dullart sambil tersenyum dan berjabat tangan kepada Ojimi
“ Sssst tapi ini rahasia~ untuk Fighter aku biasanya memberikan mereka diskon sebesar 50% sedangkan untuk El-Fighter aku selalu menggratiskan mereka...dan dikarenakan kamu adalah temannya El-Fighter aku akan menggratiskanmu disemua perawatan~ “
“ Benarkah ? “
“ Jangan berlagak kamu tidak mau menerimanya~ aku yakin kamu sebenarnya senang kan digratiskan~ “ Goda Rigel dengan nada datarnya
“ Tapiii...”
“ Aaaah baiklah Rikiteki-san...aku ingin melakukan perawatan yang biasa kami ambil dulu “
“ Silahkan. Ini dia kuncinya~ dan selamat bersenang-senang “
“ Ayo ! “
Sambil pergi keruangan yang biasa ia tempati, pemuda misterius tersebut masih memperhatikan dari luar gedung. Saat ia membuka kacamata hitamnya, pemuda tersebut tidak lain ialah Meteoralez, salah satu prajurti elitnya Morsdantaque
“ Pangeranku, aku berhasil melacak Tuan Muda ditempat ini “ Lapor Meteoralez
“ Begitu ! Jadi mereka ditempat ini ? Okeee...cukup mudah untuk menghadapi mereka dengan damai. Gree...tolong jaga yang lain dikapal induk selagi aku pergi “ Kata Morsdantaque
“ Jika kamu tidak mengatakannya aku sudah pasti akan menjaga mereka “ Jelas Gretue
“ Hmph ! Baiklah aku pergi dulu ! “
Dari Superbia-07, Argus mendapatkan pesan digital yang tertulis dari Gretue. Saat dibaca, pesan tersebut bertuliskan :“Morsdan akan pergi kebumi, dia memang belum memakai cara lamanya...tapi tolong awasi dia ! Aku merasakan dia sebenarnya merencanakan sesuatu ! “. Melihat pesan tersebut, Argus langsung memahaminya. Ia pun langsung memerintahkan Swift Polly, Oxtoroo dan Sampson untuk kembali ke kota Shinjitsu untuk kembali melanjutkan misi mereka bersama dengan Mag-Ni5, Melee-Function dan Eva-Q8
“ Dia akhirnya bergerak juga ? Okee...jika anda berkata begitu “ Gumam Argus
“ Ada apa...Jenderal ? “ Tanya Oxtoroo
“ Kurasa sudah saatnya kita kembali melanjutkan misi kita dikota itu. Aku ingin kamu beserta Swift Polly, Sampson dan para robot untuk melanjutkan misi kita mencari Tuan Muda bersama dengan Pangeran Morsdantaque “
“ Ah ?! Bersama...Pangeran Morsdantaque ? “
“ Ya ! Ini adalah pesan dari Pangeran Gretue untuk mengawasinya agar dia tidak menggunakan cara lama untuk mencari Tuan Muda karena beliau merasakan dia ada motif lain dibalik pengejaran ini. Karena kalian cukup mudah untuk membuat Tuan Muda terbujuk dengan ajakan kalian...aku ingin kalian berhasil membujuk Tuan Muda sebelum Pangeran Morsdantaque yang melakukannya “ Jelas Argus
“ Ummm...baiklah ! Apa...anda tahu maksud yang dibicarakan Pangeran Gretue ? “
“ Begitulah...tapi aku tidak ingin berburuk sangka dengan beliau...karena itu bersikaplah propesional dan koorporatif bersama beliau jika kalian tidak ingin ia berbuat seenaknya “
“ Dimengerti...Jenderal ! “
“ Pak Louss ! Bagaimana dengan kondisi para robot ?! “
“ Semua sudah diperbaiki dan aku sudah meng-upgrade beberapa sistem mereka...oh ya juga pesawat TSP-03 sudah kuperbaiki ! Semuanya sudah beres “ Jelas Pak Louss
“ Bagus ! Sekarang laksanakan misinya ! “
“ Baik ! “
Oxtoroo langsung pergi mencari Swift Polly dan Sampson untuk melanjutkan misi mereka diruangan mereka masing-masing. Sambil melihat kearah pemuda tersebut, dari dalam hati Argus hanya bisa mengucapkan “semoga berhasil” kepada mereka semua dengan ekspresi datarnya
“ Jadiiiiii...Pangeran Morsdantaque akan ikut bersama mereka ? Woaaaah ini pasti akan seru ! Aku yakin dengan ini si Prisman Beta beserta antek-anteknya akan bertekuk lutut dengan mudahnya dihadapan beliau...he he he “ Ujar Pak Louss dengan penuh semangat
“ Yaaa...doa’kan saja semoga berhasil “
Di SMA Internasional Shinjitsu, terlihat semua anak-anak kelas 1-LA-A sedang mengikuti mata pelajaran Bahasa Mandarin, dimana mereka sedang mendengarkan Ibu Mei Xia Ping tentang teknik penulisan kaligrafi cina. Disaat sedang memperhatikan cara Ibu Xia Ping membuat kaligrafi cina, Tazuya tiba-tiba mengeluhkan sakit didadanya dan nafasnya terasa sesak
“ Tazuya ? Kau kenapa ?! “
“ Ada masalah, nak Namidashi ? “ Tanya Ibu Xia Ping
“ Anuuu...Tazuya tiba-tiba tidak enak dan berkeringat dingin, bu “ Jelas Inuya
“ Astaga! Namidashi dan Golomanov tolong antarkan Iga ke UKS segera ! “
“ Baik bu “
Vladimir dan Inuya membawa Tazuya ke ruang UKS. Sesampainya disana, sang suster langsung mengecek kondisi Tazuya dan memintanya untuk beristirahat di UKS serta meminum obat yang ia bawa dari rumah untuk menangani epilepsinya
“ Aaaah, jadi begitu. Nak Iga punya riwayat sakit epilepsi ? Apa kamu punya obat yang diberikan dari dokter ? “ Tanya sang suster kepada Tazuya pasca mendengar penjelasan dari Inuya
“ Dia selalu membawa obatnya. Mungkin ada di saku celananya ? “ Jawab Inuya
“ Aaaaah ! Ini dia ! Terima kasih atas infonya Inuyari Namidashi “
“ Sejak kapan Tazuya punya riwayat epilepsi ? “ Tanya Vladimir yang duduk disampingnya
“ Ummm...Tazuya pernah bilang bahwa epilepsinya datang tidak lama saat ia mengalami cidera kepala saat ia diserang oleh penjahat yang membunuh orang tuanya 5 tahun yang lalu “ Jelas Inuya
“ Hah ? Benarkah itu ? Kau tidak bercanda ‘kan ! “ Tanya Vladimir yang terkejut mendengar penjelasan Inuya
“ Ya. Tidak hanya itu...ia bilang bahwa si penjahat itu menembak tepat dikepalanya. Sejak saat itu Tazuya terkadang mengalami epilepsi “
“ Mungkin karena pengaruh dari trauma di kepala itu ? “
“ Bisa jadi “
“ Baiklah anak-anak manis...kalian bisa pergi kekelas sekarang. Teman kecil kalian akan beristirahat disini sampai dia benar-benar pulih “ Kata sang suster
“ Baik bu “
“ Naaah Tazuya...mantep-mantep disini ya~ kalau ada apa-apa bilang saja pada suster atau dengan aku “ Pesan Inuya sebelum keluar UKS
“ Yaaa~ “
“ Kau dengar itu...jadilah anak yang baik ya “ Goda Vladimir yang hanya dijawab Tazuya dengan senyumannya
Saat Inuya dan Vladimir meninggalkan UKS, Tazuya langsung memejamkan untuk beristirahat. Tiba-tiba, ia kembali teringat akan apa yang ia rasakan beberapa hari ini. Saat yang ia lihat terakhir kalinya, ia sekilas melihat Devleen dan pasangannya saat ia sedang istirahat bersama dengan Inuya dan yang lain sebelum dengan cepat ia meninggalkan Tazuya
“ Inuya dan yang lain tidak merasakan apa-apa akan apa yang aku rasakan tentang kehadiran mereka.Dan kedua wanita itu...kenapa hanya aku yang bisa merasakan kehadirannya. Dan sensasinya...sangat serupa dengan ibu. Si-siapa mereka ?! “ Pikir Tazuya sambil perlahan menutup matanya
Di dalam VIVA Laspa, saat Rigel dan Dullart ingin memasuki ruang relaksasi, mereka dikejutkan dengan sebuah portal yang muncul disamping Rigel. Mereka sangat terkejut saat melihat dari portal tersebut, ternyata yang datang adalah Pangeran Morsdantaque dan Meteoralez
( Zyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssh )
“ Aaaah ! Itu...”
“ Morsdan...taque...” Kata Dullart dengan ekspresi terkejutnya
“ Hei adikku...lama tidak bertemu...aku senang disini kau akhirnya memiliki teman baru yang luar biasa “ Sapa Morsdantaque
“ Hooo...jadi kamu adalah kakaknya ? “
“ Yaaa ! Aku tidak menyangka kamu bisa berteman dengan Prisman Beta...dan itu membuat aku tertarik ingin bicara denganmu tentang sesuatu yang penting “ Jelas Mordantaque
“ Sesuatu...apa maksudmu ?! “
“ Jika kamu tidak ingin ada pertikaian disini...mungkin tidak ada salahnya jika kita bicara didalam sana secara tenang “ Tawar Morsdantaque sambil melirik kearah ruang tunggu yang ada didepan mereka
“ Jika itu yang kau mau...baiklah ! Ceritakan apa yang kalian mau ! “ Kata Rigel dengan nada tegasnya
“ Ayo...Meteoralez “
“ Ayo Dullart “ Ajak Rigel
“ Menyetujui permintaannya untuk berbicara ? Kamu memang nekat sekali Rigel !“ Puji Dullart sambil berbisik dengan nada setengah cemasnya
“ Selama itu tidak mengganggu yang lain atau melibatkan orang lain tidak ada salahnya jika ia memang mau diajak bicara...walau demikian...aku tidak percaya dengannya “ Jelas Rigel sambil menyembunyikan pisau plasma dari balik lengan bajunya
*****
Saat memasuki jam olahraga, Inuya mendapatkan pesan dari Tazuya bahwa ia dianjurkan untuk beristirahat ke asrama. Saat ia mengantarkan tasnya Tazuya ke UKS, Inuya menawarkan diri untuk mengantarkannya ke asrama. Namun Tazuya menolaknya dengan mengatakan bahwa ia bisa pergi seorang diri karena jarak asrama tidak begitu jauh dari sekolah mereka
“ Kau yakin tidak ingin kuantarkan ke asrama ? “
__ADS_1
“ Tidak usah. Sekarang memasuki jam pelajaran Pak Victor. Takutnya nanti dikira kamu mencari kesempatan untuk bolos jam pelajaran beliau “ Jelas Tazuya
“ Baiklah kalau begitu. Kalau ada apa-apa kasih tahu saja kepada kami ya. Oke aku pergi ke ruang gimnasium dulu “
“ Yaaaaa “
“ Baiklah Iga-san...sebelum pulang tolong beritahu aku data-data fisikmu untuk keperluan dokumentasi. Sebutkan berapa usiamu ...tinggimu...beratmu...dan golongan darahmu “ Kata si suster
“ Usiaku akan memasuki 15 saat desember nanti”
“ Berarti sekarang kamu masih 14 ? “
“ Hehe...Begitulah. Tinggi 147cm...berat 47kg...golongan darah...ummmm aku tidak tahu apa jenisnya “ Jelas Tazuya
“ Kamu tidak pernah cek golongan darah ? “ Tanya si suster dengan nada penasarannya
“ Tidak pernah “
“ Kau tahu nak...kau terlalu pendek untuk remaja usia 14-15 tahun “
“ Yaaa~ itu karena setiap anak punya siklus usia pubertas yang berbeda “ Jelas Tazuya sambil menyeringai
“ Okeeee...ini kartunya...jangan lupa bawa ini saat kamu kembali ke UKS. Jika kamu masih kurang baik tidak ada salahnya jika kamu istirahat dirumahmu “ Jelas si suster sambil memberikan rekomendasi ke Tazuya
“ Ya bu...terima kasih banyak “
Tazuya akhirnya diizinkan pulang keasrama oleh si suster. Disaat Tazuya keluar dari gerbang sekolah, dari kejauhan, terlihat Sandy dan ketiga anak buahnya melihatnya dari mobil mereka. Saat mereka melihat kesempatan untuk menculik Tazuya karena kondisi disana sedang sepi, Sandy meminta anak buahnya mulai bergerak
“ Itu dia ! Kalian sudah siap sapu tangan dan obat biusnya “
“ Ya ! “
“ Bagus ! Ayo cepat ! “
( Sandy dan yang lain mendekati Tazuya )
“ AGH ! “
“ Dapat kau ! “
“ Jika berani melawan kau akan-“
“ Aagggh ! “ Tazuya melakukan perlawanan dengan menendang selangkang dari salah satu anak buah tersebut
( DUAGH )
“ Ouggggh “
“ Jangan lari kau ! “ Teriak Sandy sambil berlari karah Tazuya dan memukul kepalanya dengan batu
( DUAGH )
“ Ah ! “
“ Sini kau ! “
“ Hmmmmpph...nggggghhh...uuuuumm...”
“ Bagus ! Oi cepat bawa mobilnya ! “ Perintah Sandy kepada anak buahnya
Disaat yang bersamaan saat Tazuya dibawa oleh Sandy, Inuya langsung merasakan Tazuya dalam bahaya melalui kontak spiritualnya. Menyadari hal itu, saat Vladimir memanggil namanya untuk di absen, Inuya langsung lari meninggalkan yang lain diruang gimnasium, yang sontak membuat yang laik kaget
“ Ah ! Ta...Tazuya ! “
“ Inuyari Namidashi ? Inuyari Namidashi ? Oi Inuyari ! “ Panggil Vladimir yang memanggil namanya untuk di absen sembari menunggu Pak Victor
“ Oi Namidashi...kau tidak-“
( Inuya langsung lari meninggalkan yang lain tanpa berkata apapun)
“ OI INUYARI NAMIDASHI ! “ Panggil Vladimir dengan nada yang kuat
“ Ah ! Maaf ! Aku ingin toilet ! Aku sudah tidak tahan ! “ Jerit Inuya dari kejauhan saat mendengar panggilan dari Vladimir
“ Apa ?! Aaaah baiklah jika dia berkata begitu aku tidak punya pilihan lain selain mempercayainya “ Gerutu Vladimir
“ Aaaaaah ada-ada saja Inuyari-kun bilang ingin ke toilet dengan suara nyaring lagi ! Apa dia ga malu didengar para ceweek~ “ Hikari ikut-ikutan menggerutu sambil memperhatikan Inuya
Inuya kemudian melihat ada Pak Torikage menjaga gerbang sekolah. Melihat gerbang depan adalah jalan tercepat untuk mencari keberadaan Tazuya dan gerbang tersebut dijaga oleh Pak Torikage, Inuya kemudian memutuskan untuk keluar dari sekolah dengan memanjat gerbang sekolah. Saat melihat Pak Torikage lengah dalam pengawasan dan tidak ada guru yang berkeliaran, Inuya langsung memanjat gerbang dan menggunakan kontak spiritualnya untuk mencari Tazuya
“ Pak Torikage ! Bagus ! Dia tidak melihat ! HUUUP !”
( TAP !)
“ Fyuuuh ! Sensasinya ada disini ! “
( Inuya konsentrasi untuk menggunakan kontak spiritualnya)
“ Ketemu ! “ Inuya langsung berlari saat ia tahu dimana keberadaan Tazuya dan Sandy
Sementara itu di VIVA Laspa, terlihat Rigel dan Dullart kini duduk saling menghadap Morsdantaque dan Galaztis diruang tunggu. Morsdantaque memulai pembicaraan mereka dengan memuji tentang Fighter dan para Prisman Beta, serta mengakui bahwa ia sangat ingin bertemu prajurit terkuat dari planet incaran mereka
“ Aku sangat tidak menyangka aku bisa bertemu dengan Prisman Beta diplanet ini, apa mastermu menyuruhmu datang kemari ? “ Tanya Morsdantaque sambil duduk santai dan meminum minuman kalengnya
“ Aku sudah tidak dimiliki oleh siapapun sejak 19 tahun yang lalu ! Tapi aku bahagia karena tidak dimiliki oleh orang lain “ Jelas Rigel dengan nada setengah kesalnya
“ Begitu ? Aaaah aku tidak menyangka ada Prisman Beta yang mengaku tidak dimiliki oleh siapapun, apa sulit untukmu menyadari bahwa-“
“ Sudah cukup basa-basi yang tidak penting ! Beritahu aku apa yang membuatmu datang keplanet ini ! “ Potong Rigel yang mulai kesal akan perkataan Morsdantaque soal Prisman
“ Okeee jika kau tidak ingin basa-basi. Pertama aku kesini karena Dullart...adikku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dewasa ! Berani sekali dia berteman dengan orang-orang yang tidak ia kenal! Karena itu ayah kami menginginkannya untuk kembali bersama kami. Jugaaa... saat ayah kami melihat info tentang planet ini...ia jadinya tidak hanya ingin menjemput paksa Dullart tetapi juga menguasai planet ini sebagai koleksi kami “ Jelas Morsdantaque sambil meremuk kaleng minumanya
“...”
“ Karena kegagalan dari Argus dan yang lain...Ayah mengizinkan untuk menjemput Dullart kembali bersama kami ! Kau tahu betapa ayah sangat menginginkan kamu kembali adikku ? Beliau sangat merindukanmu “ Lanjut Morsdantaque
“ Apa-apaan perkataanmu itu ?! Apa kau berusaha- “ Tanya Rigel dan kemudian dipotong oleh Morsdantaque
“ Apa itu benar ? Apa itu benar ayah menginginkan aku kembali...lalu-“
“ Kalian boleh saja mengambil pangeran muda kalian...tapi merasa itu bukan berarti tidak akan melepas planet ini sebagai target kalian ! Maka untuk itu...aku tidak akan membiarkan kalian merebut Dullart ! “ Jelas Rigel dengan tegas
“ Ahahaha ! Kau ingin melindunginya ? Untuk apa ? Itu sama sekali tidak berguna...sama seperti usahamu ingin melindungi tempat yang bukan habitatmu ! Jangan membuatku tertawa Prisman “ Ejek Morsdantaque
“ Kkkh “
“ Bagaimana ? Apa kamu mau ikut ? “ Tanya Morsdantaque sambil mendekati adiknya
“...”
“Baiklah...jika kau masih ragu...akan kuberi waktu berpikir “Kata Morsdantaque sambil beranjak pergi dari sofa dan mengajak Meteoralez untuk pergi dari VIVA Laspa
Dullart dan Rigel terdiam dengan ekspresi serius mereka. Merasakan ada sesuatu yang ganjal dari perkataan Morsdantaque, Dullart bertanya tentang keberadaan Zozo
“ Hei ! Akhir-akhir ini Kau tidak bertingkah seperti biasanya ya ? Bisakah aku bertanya sesuatu padamu ? “ Tanya Dullart
“...”
“ Kau tahu...ayahlah yang membuat perintah untuk melakukan misi pencarian ini !Dan saat itu...kau belum ada dikapal induk. Jadi...apa kabar dengan keberadaan orang tua kita ? “ Tanya Dullart
“ Semua salahmu ! Karena keegoisanmu dan juga kebodohannya yang terlalu menggantungkan harapan untuk kembali...beliau mendapat hukuman yang membuat ia tidak kembali lagi bersama kita...itu semua...karena...”
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH “ Dullart yang mendengar perkataan Morsdantaque langsung murka dan memukulnya dengan keras
( DUAAAAGH ! )
“ Khhhh ! “
(Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Kau ! Apa yang kau-“
“ JANGAN BERCANDA ! JANGAN BERCANDA KAU ! DIA MENINGGAL KARENA AKU ! PADAHAL DIA SENDIRI YANG BILANG BAHWA AKU SUDAH TIDAK DIBUTUHKAN LAGI ! KENAPA ? APA DIA SADAR INI SEMUA KARENA ULAHMU DAN KAU MEMBUAT DIA PERGI ! “ Amuk Dullart sambil menarik kerah bajunya Dullart
“ Kauuuuuuuuuuuu ! Singkirkan tanganmu dari-“
“ Hentikan ! Sekali kau bergerak maka habislah !“ Rigel menghentikan Meteoralez dengan mengarahkan Anthemusa kearahnya
“ Aku tahu itu ! Aku tahu itu ! Kau menjebakku ! Karena kau tidak suka akan keputusan beliau ! Karena itulah kau membuatku seolah aku mengkhianati Thetoid ! Tidak kusangka... sungguh hebat sekali manipulasi itu bisa membuat beliau dan yang lain percaya bahwa aku adalah PENGKHIANAT “
“ Tidak ! Ini adalah salahmu ! Jika kau peduli dengan masa depan Theta harusnya kau tidak terlalu sibuk mementingkan kehidupanmu yang terlalu boros ! “ Kata Morsdantaque yang juga mengenggam kerah bajunya Dullart
“ APAAAA ! HAAAAAAAAA “
( BRAAAAAGGGH )
Karena tersulut dengan amarahnya, Dullart melemparkan Morsdantaque keluar jendela. Melihat aksinya Dullart, Meteoralez mengeluarkan pistol laser untuk menembak kearahnya. Rigel yang melihat hal itu langsung mengambil tindakan dengan menahan tubuhnya dengan Anthemusa
“ DASAAAR ! “
( DUAGH ! )
“ Aaaah ! “
( GREEEB ! )
“ Kau masih lupa dengan apa yang aku katakan ! Atau kau ingin kehilangan kepalamu sekarang juga ?! “ Ancam Rigel
“ Sialan kau ! Prisman Beta ! “
“ Fifth Step : Ice- “
Disaat Rigel ingin mengeluarkan teknik Ice Tree untuk membunuh Meteoralez, tiba-tiba, Morsdataque dengan cepat melompat kembali keruangan tersebut dan mempersiapkan Cyber-Glovenya untuk menembak kearah Rigel. Menyadari bahwa Morsdantaque benar-benar serius ingin menghabisi Rigel dengan Cyber-Glove khususnya, Dullart langsung menarik Rigel dan membuat mereka tiarap dari serangan lasernya Morsdantaque. Dullart dan Rigel berhasil terhindar dari serangan laser tersebut, dan mereka sangat terkejut saat melihat seragan tersebut menyebabkan seisi ruangan di VIVA Laspa porak-poranda dan ada yang habis menjadi abu. Untungnya tidak ada orang lain selain mereka berempat yang ada diruangan tersebut dan tidak menimbulkan korban jiwa
( Zyuuuuuuuuuuuung )
“ Gawat ! RIGEL-SAN ! “
“ Ah ! “
( BLAAAAAAAAAAAAAAAAR )
“ Baiklah ! Jika itu pilihanmu...kurasa aku tidak punya pilihan ! Mulai saat ini...aku juga akan ikut untuk memutuskan seperti apa takdir dan masa depan penduduk planet ini ! Juga bagaimana nasibmu kedepannya...Dullart Moeselly ! “ Kata Morsdantaque yang memutuskan untuk lari meninggalkan mereka dengan medali teleportasi mereka bersama Meteoralez
( Zyaaaaaaaaaaaaaaaassssh )
“ Cih ! Mereka lari ! Keparat itu ! Tidak akan kumaafkan kau ! “ Geram Dullart sambil meninju lantai diruangan tersebut
“ Ramone Grace ! Kau masih tetap jadi incaranku ! Tapi saat ini...aku akan mengsampingkan kau sebagai target utama kami ! Tunggu saja nanti ! “ Kata Rigel dari dalam hati sambil melihat kepergian Morsdantaque
*****
Disisi lain kota Shinjitsu, terlihat Sandy dan anak buahnya sedang bergegas pergi menuju ke kediamannya yang cukup jauh dari SMA Internasional Shinjitsu. Disaat Sandy melirik kearah Tazuya dari kaca dalam mobilnya, tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan Inuya yang dengan cepat berhasil mengejar mereka dan menahan mobilnya dengan genggaman tangannya
“ Hmmmm...ayo cepat lanjukan mobilnya ! “
“ Siap- ah! Miller-san ! Ada seseorang yang data-“
( BRUUUUGH )
“ Apa ?! “
“ BERHENTI KALIAAAAAAAAAAAAAAAAAN “ Teriak Inuya sambil berusaha menahan bagian belakang mobil dengan tangannya
“ Bocah sialan ini ! Dia- “
“ Ah ! Sensasi ini...Inuya ! “ Tazuya yang perlahan bangun langsung merasakan kedatangan Inuya
Melihat tangannya masih terikat, Tazuya berusaha menggunakan psikokinesis untuk membuka pengaman pintu mobil yang ada disampingnya. Saat ia berhasil membukakan pengaman mobil tersebut, pintu mobil tersebut langsung terbuka dan Tazuya keluar dari mobil. Melihat Tazuya berhasil keluar dari mobil Sandy, Inuya langsung melepaskan mobil Sandy dan membuat mobil tersebut menabrak tiang papan jalan
( BRAAAGG )
__ADS_1
Disisi lain kota Shinjitsu, terlihat Sandy dan anak buahnya sedang bergegas pergi menuju ke kediamannya yang cukup jauh dari SMA Internasional Shinjitsu. Disaat Sandy melirik kearah Tazuya dari kaca dalam mobilnya, tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan Inuya yang dengan cepat berhasil mengejar mereka dan menahan mobilnya dengan genggaman tangannya
“ Hmmmm...ayo cepat lanjukan mobilnya ! “
“ Siap- ah! Miller-san ! Ada seseorang yang data-“
( BRUUUUGH )
“ Apa ?! “
“ BERHENTI KALIAAAAAAAAAAAAAAAAAN “ Teriak Inuya sambil berusaha menahan bagian belakang mobil dengan tangannya
“ Bocah sialan ini ! Dia- “
“ Ah ! Sensasi ini...Inuya ! “ Tazuya yang perlahan bangun langsung merasakan kedatangan Inuya
Melihat tangannya masih terikat, Tazuya berusaha menggunakan psikokinesis untuk membuka pengaman pintu mobil yang ada disampingnya. Saat ia berhasil membukakan pengaman mobil tersebut, pintu mobil tersebut langsung terbuka dan Tazuya keluar dari mobil. Melihat Tazuya berhasil keluar dari mobil Sandy, Inuya langsung melepaskan mobil Sandy dan membuat mobil tersebut menabrak tiang papan jalan
( BRAAAGG )
“ Tazuya ! Kamu tidak apa-apa ?! “
“ Aduuuuh...dimana aku ? “
“ Anak-anak sialan ! Rasakan ini ! “ Teriak salah satu anak buah Sandy sebelum menembak kearah mereka berdua
“ Ah ! “
( DOOOR! TRAAANG! )
“ Perisai mental ?! “
“ Cih ! “
( DOOOR! DOOOR ! DOOOR! DOOOR! )
“ Kenapa tidak mempan ?! Apa-apaan bocah ini ?! “
( DUAAAGH ! )
“ AGH ! “
“ Fyuuuh ! Syukurlah tepat waktu ! “ Kata Ataru yang tiba-tiba datang dan langsung memukul si anak buah tersebut
“ Ataru ? “ Kata Tazuya dan Inuya secara bersamaan yang kaget melihat kedatangan Ataru yang secara tiba-tiba
“ Kalian semua baik-baik saja ? “ Tanya Jubei yang datang bersama dengan Ataru
“ Ju-Jubei ! “
“ Kalian beraninya sama anak sekolahan seperti kami ! Jika kalian merasa lebih jago ayo sini kita berhadapan secara jantan “ Tantang Ataru dengan senyuman kebanggaannya
“ Jangan sombong kau ! HYAAAAAH ! “ Geram Sandy
( DUAAGH )
“ CIH ! “
( Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Hyaaaaaaaaaah ! “
( DUAGH ! )
Ataru menantang Sandy dan ketiga anak buahnya bertarung dengan tangan kosong agar bisa mencari celah waktu untuk Inuya dan Tazuya bisa lari dari kejaran mereka bersama dengan Jubei. Melihat mereka mulai berfokus untuk menyerangnya, Ataru meminta Tazuya dan Inuya untuk pergi meninggalkannya
“ Cepat ! Pergi dari sini ! “ Perintah Ataru dengan kontak telepatinya
“ Baik ! Ayo cepat ! “ Ajak Jubei kepada Tazuya dan Inuya
“ Oke ! “
“ Celaka ! Mereka-“
“ Haaaah! “
( DUAAAGH )
“ Terima Ini ! “
( DUAAAGH )
“ Segini saja kemampuan kalian ? “ Tanya Ataru
( Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Menyedihkan ! “ Ejek Ataru dengan tatapan tajam yang tidak beremosinya
( DUAAAGH )
“ Kalian harusnya bersyukur bahwa aku tidak membuat kalian kehilangan kepala kalian ! Dan itu adalah bukti kebaikanku dengan musuh menyedihkan seperti kalian ! “ Ejek Ataru sambil terus menghajar mereka
( DUAAAAGH ! )
“ Sialan ! “ Sandy yang ditinju oleh Ataru langsung melarikan diri meninggalkan ketiga anak buahnya
Inuya bersama dengan Tazuya dan Jubei berhasil lari menghindari Sandy dan yang lain sambil bertanya kenapa Ryuga tidak ikut bersama mereka kepada Jubei. Saat Jubei menjelaskan kenapa mereka bisa tahu soal Tazuya, Sandy berhasil mengejar mereka dalam keadaan babak belur dan menghentikan langkah mereka bertiga dengan menembak kearah jalan yang mereka tujuh
“ Hei ! Mana Ryuga ? “ Tanya Inuya
“ Aaaaaah~ Ryuga-kun tetap berada disekolah karena ia menggunakan sihir ilusi agar Pak Victor tahu bahwa kita bolos pada jam pelajarannya. Karena jika ilusinya tidak jaga nanti Pak Victor bisa tahu keberadaan kita~ “ Jelas Jubei sambil teringat dimana Ataru membicarakan Inuya yang tiba-tiba lari dari sekolah ke Ryuga dan Jubei
“ Begitu yaaa~ bagus deh dia akhirnya tahu cara terbaik untuk menjaga nama baik kita. Dia memang anak yang baik “ Kata Tazuya yang masih digendong Inuya
“ Sudah jelaskan dia emang baik ! “ Kata Jubei sambil tersenyum
( DOOOR )
“ Ahhh ! “
“ Sial ! Dia kemari ! “ Geram Tazuya saat melihat Sandy berhasil mengejar mereka
“ Jika kalian tidak mau berhenti aku tidak akan menembak perempuan itu sebagai hukuman ! “ Ancam Sandy
“ Cih ! Jubei...bawa Tazuya lari sekarang ! Aku akan hadapi dia ! “ Perintah Inuya kepada Jubei
( DOOOOR! Traaaaang! )
“ Eh ? tidak mempan ? “ Jubei terheran saat melihat peluru tersebut tidak mengenai mereka berdua
“ Haaaaaaaaaaah ! “
( Buuug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Tangguh sekali kau ! “
“ Ah ! “
( Doooor ! )
Sandy menembak kearah perutnya Inuya untuk menyingkirkannya dan berhasil membuat ia terluka. Sandy bergegas untuk pergi kearah Tazuya dan Jubei. Namun disaat ia hampir berhasil meraih kerah bajunya Jubei, tiba-tiba, langkahnya terhenti oleh sosok wanita misterius bersama dengan Delveen yang muncul tepat dihadapannya. Saat Tazuya, Inuya dan Jubei melihat kedatangannya, wanita tersebut menggunakan psikokinesis yangs serupa dengan Tazuya untuk melempar jauh Sandy dari mereka berdua. Tazuya dan yang lain terkejut saat melihat aksinya yang tak terduga
“ Ah ! “
( DUAAAAAAAAAAAAAGH)
“ Uagh ! “
( Bruuugh )
“ Kkkhhh ! Sialaaan ! A-awas kalian ! “ Rintih Sandy sebelum meninggalkan tempat demi menghindari kejaran mereka
“ Kau lihat barusan tadi itu apa’kan ? “ Tanya Tazuya kepada Jubei
“ Si-siapa wanita ini ? “ Tanya Jubei
Kemudian wanita misteris tersebut melihat kearah Jubei dan Tazuya dan mendekati mereka. Mengira bahwa kedua wanita tersebut berniat ingin menyakiti kedua temannya, Inuya berniat ingin menyerang wanita tersebut, namun dengan cepat dihentikan Ataru karena ia punya firasat bahwa ia tidak melihat sesuatu yang mengancam darinya
“ Ah ! Hei apa yang kau-“
“ Hentikan ! “ Cegat Ataru
“ Ah ! Tapi dia- “
“ Penglihatan masa depanku tidak merasakan sesuatu ancaman yang sama dengan musuh-musuh kita. Juga dilihat dari fisiknya,ia sangat berbeda dengan Thetoid dan Prisman” Jelas Ataru
“ Sejak aku memasuki kota ini...aku bisa merasakan sensasi yang familiar dengan Xiella Trueax. Dan saat aku merasakan bahwa sensasinya sangat kental ada didalam dirimu...ini membuat rasa penasaranku semakin besar untuk melihat siapa dirimu “ Jelas wanita besar tersebut
“ Xiella...Trueax ? “ Kata Tazuya yang tiba-tiba teringat akan nama dari surat misterius yang ditemukan Inuya
“ Tunjukan itu lagi ! “
“ Eh ? “
“ Ya ! Tunjukan kekuatanmu itu lagi ! “
“ Dengan senang hati “ Kata Tazuya yang menggunakan psikokinesis kearah wanita tersebut tapi berhasil ditahannya dengan perisai mental miliknya
( Syaaaat! Traaaaak! )
“ Hebat sekali ! “ Puji wanita tersebut
“ Jadi siapa itu Xiella Trueax ?! Aku pernah mendengar nama itu karena aku membaca surat misterius disekolah yang ditunjukan kepada seorang siswa di SMA kami ! Jika kau kenal siapa dia katakan padaku identitasnya ? Dan apa hubunganku dengan dia ? “ Tanya Tazuya
“ Xiella Trueax adalah putri tunggalku. Dan dia dengan keras kepalanya memutuskan untuk tinggal di planet ini bersama dengan pasangan manusianya. Dia meninggal 5 tahun yang lalu karena dibunuh oleh manusia “ Jelas Wanita tersebut
“ Ah ! Apa ? “ Tazuya dan yang lainnya terkejut mendengar penjelasan dari si wanita tersebut
“ Jadi Xiella Trueax itu benar-benar ada ? “ Tanya Inuya
“ Ayahku pernah bilang bahwa semua kekuatanku berasal dari ibu...dan ibu juga pernah menjelaskan bahwa semua keluarganya menurunkan ini. Juga...tidak seperti ayah...ibu tidak pernah bicara soal seperti apa keluarganya “ Jelas Tazuya
“ Perlihatkan aku seperti apa rupa ibumu “
Tazuya mengeluarkan smatphone dari saku celananya dan menunjukan seperti apa wajah ibunya kepada si wanita tersebut. Saat melihat foto dari ibunya Tazuya, Devleen dan wanita misterius tersebut terkejut
“ Jadi...dia adalah ibumu ? “
“ Yaa. Namanya ialah-uaaaaah“
“ Oooooooh Manisku~ ternyata kau adalah keturunanku yang selama ini aku cari~ ! “ Wanita tersebut langsung memeluk Tazuya dengan erat yang sontak membuat yang lain terkejut
“ Apa ?! “
“ Hei ! Kau pasti bercandakan ?! “ Tanya Inuya dengan nada bingungnya
“ Tentu saja tidak ! Aku bisa merasakan sensasinya! Pantas saja aku merasakan sesuatu yang sangat familiar dengan Xiella ! Ternyata selama ini kau adalah anak ! Apa kau punya saudara ? “
“ Yaa...me-mereka ada dirumah “
“ Hmph ! Salam kenal anak-anak bumi ! Aku Anodyne Trueax...dan ini adalah Delveen pasanganku! Senang bertemu dengan kalian...khuhuhuhu...kita akan bertemu kembali dilain hari “ Wanita tersebut memberitahu namanya sebelum ia dengan cepat meninggalkan mereka
( Wuuuuuussssssh )
“ Dia menghilang ! “ Kata Jubei dengan panik
“ Aku tidak menyangka kita ternyata bertemu dengan sanak saudara jauhmu, Tazuya “ Kata Inuya yang kaget saat melihat Anodyne pergi meninggalkan mereka
“ Dia...adalah...nenekku “ Kata Tazuya yang masih terdiam melihat kehadiran nenek dari pihak ibunya
*****
__ADS_1