
Inuya dan yang lain terlihat bersembunyi disebuah jalan buntu yang tidak jauh dari lokasi kediaman keluarga Iga. Melihat situasi cukup aman, Inuya langsung memerintahkan mereka semua untuk menggantikan pakaian mereka dengan battlesuit dan membantu Hideo untuk bertarung melawan Anodyne
“ Oke ! Mereka sepertinya tidak mengejar kita “ Kata Jubei sambil kelelahan dan melihat situasi disekitar
“ Menurut penglihatan masa depanku kelihatannya wanita tua itu sedang berhadapan dengan pamannya Tazuya disana “ Jelas Ataru
“ Ayo cepat ! Ini kesempatan untuk memakai battlesuit dan langsung saja kita bantu hadapi wanita itu ! “ Perintah Inuya
“ Yaaa ! “
Dirumah kediaman keluarga Iga, Tazuya terlihat sedang mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membantu V-FIGHTER dan Hideo dalam menghadapi Anodyne. DECA-I yang awalnya berada dikamar Shinore pergi menghampirinya dan bertanya apa yang ingin dilakukan Tazuya sekarang
“ Tazuya ! Tazuya ! Kenapa kau tidak memanggil Tuan Rigel untuk menghentikan kekacauan ini ?! Jika tidak kita akan- “
“ Aku tahu ! Tapi karena ini adalah permintaanku untuk mendapatkan izin mencari wanita itu maka aku tidak ingin merepotkan Tuan Rigel dan Dullart dalam menangani ini ! “ Jelas Tazuya
( Tazuya kemudian melihat sebuah Shinai )
“ Ah ! Ketemu ! “
“ Hei ! Kau yakin dengan ini tidak ada yang akan tahu identitasmu sebagai calon El-Fighter ?” Tanya DECA-I
“ Aku harap begitu “ Pikir Tazuya beberapa saat dan akhirnya ia langsung pergi keluar rumahnya
Spidaro milik Swift Polly terlihat sedang bersembunyi dibalik vas bunga diruang tamu.Melihat keputusan Tazuya yang akan bertarung menghentikan Anodyne, Swift Polly kemudian mengerahkan robot tersebut menuju area luar rumah
“ Hmmm ! Permasalah keluarga ya~ baiklah kelihatannya menarik ! Ayo Spidaro ! “ Perintah Swift Polly kepada robot tersebut
Disaat yang bersamaan dimana Delveen mencari keberadaan V-FIGHTER, Inuya yang melihat kedatangannya langsung menyerang kearah Kazenoid muda tersebut bersama dengan Ataru. Inuya juga meminta Ryuga dan Jubei untuk segera pergi ke kediaman keluarga Iga sembari ia dan Ataru berusaha mencegat Delveen
“ Kemana anak-anak itu ? Hmmmmmm ! Tapi aku yakin tadi mereka lari kearah sini ! “ Kata Delveen sambil melihat-lihat situasi disekitar
“ Oke ! Dia disini ! Ataru...Jubei...saat aku dan Ryuga menahan dia...kalian langsung pergi dari sini dan kembali kerumahnya Tazuya! “ Jelas Inuya
“ Dimengerti ! “
“ Jubei ! Sekarang tembakan anak panah itu kearahnya ! “
“ Okeeee ! “
( Syaaaaaat ! )
“ Ah ! “ Delveen yang menyadari serangan Jubei langsung menangkap anak panah tersebut dengan mudahnya
( GREEP ! )
“ Sekarang ! “
“ MEREKA DISINI ! “
( DUAAAAGH ! )
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ! “
(Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug!)
Ryuga dan Inuya langsung menyerang kearah Delveen. Disaat yang bersamaan, Ataru dan Jubei langsung pergi meninggalkan mereka sesuai arahan dari Inuya. Delveen yang melihat itu berusaha untuk mengejar mereka berdua. Tapi untungnya Ryuga dengan cepat mencegat Delveen agar ia tidak bisa menyusul Ataru dan Jubei
“ Ah ! Mereka- “
“ Jangan lengah ! “ Peringat Inuya kepada Delveen
“ Uwaaaaaaaaa ! “ Delveen berhasil menghindarinya yang membuat tinjuan dari Inuya mengenai jalan
( DUAAAAAAAGH )
“ Woah ! Bahaya juga orang ini ! Jadi apa benar kalian ini El-Fighter ? “ Komentar Delveen sambil memperhatikan jalan yang rusak karena tinjuan Inuya yg menggunakan Labeja
“ Kalau iya kamu mau apa ? “ Tanya Ryuga
“ Aku hanya ingin bilang kelihatannya kalian berbeda dengan El-Fighter yang pernah kami temui 17 tahun yang lalu “ Jawab Delveen
“ Begitu ! Jadi kau dan Anodyne Trueax pernah berhadapan dengan El-Fighter sebelumnya ?! “ Tanya Inuya sambil mempersiapkan diri untuk menyerang Delveen
“ Tepat sekali ! “
Dirumah kediaman keluarga Iga, terlihat Hideo mengalami banyak kesulitan untuk mengalahkan ibu mertuanya. Walau memiliki pengetahuan Kenjutsu dan Ninjutsu yang lebih hebat dari Tazuya dan juga anaknya sendiri, Hideo mengalami kesulitan untuk mendekati Anodyne karena ia terus mengaktifkan kekuatannya yang membuat ia hampir tidak tersentuh oleh segala serangan
( Syaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaaat! Syaaat! )
“ Haaaaaaah ! “
( TRAAAAAANG ! )
“ Ternyata apa yang dikatakan Kak Hideyoshi ada benarnya ! Aku tidak menyangka ia bisa memiliki ibu mertua yang mengerikan seperti dirimu ! “ Jelas Hideo yang berusaha untuk menahan pedangnya
“ Kuakui kamu cukup kuat ! Aku cukup menikmati pertarungan ini ! Tapi itu bukan berarti kau akan menghentikanku untuk membawa cucuku ! Haaaaaaaaaaah ! “
( DUAGH ! )
“ Agh ! “
Disaat Anodyne menggunakan psikokinesisnya dan berniat ingin menghancurkan Hideo dengan meremuk tubuhnya, Tazuya berhasil menyelamatkan pamannya dengan menyerang kearah Anodyne dan kemudian menggunakan psikokinesisnya untuk menyingkirkan Hideo
“ Sudah saatnya aku akan menghukummu layaknya ibu yang menghukum anaknya yang nakal ! “
“ Uggggghhh Aaaaaaaaaaggh ! “
“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaah ! “
( TRAAAAAAAAAANG ! )
“ Tazuya ! Apa yang kau- “ Anodyne kaget saat melihat Tazuya tiba-tiba menyerangnya
“ Menyingkir kau dari pamanku ! “ Teriak Tazuya sambil menggunakan psikokinesis untuk melepaskan pamannya
“ Ah! “
“ Kaaau ! Kau sadar apa yang kau lakukan adalah kesalahan ! “ Bentak Anodyne
“ Kesalahan katamu ?! Beliau adalah pamanku ! “
“ Cih ! Baik ! Jika kau memilih untuk melawan nenekmu kurasa aku tidak punya pilihan lain selain menghukummu dengan setimpal ! “
“ Lihat saja nanti ! Haaaaaaaaah ! “
“ Tazuya ! Tunggu ! “ Panggil Hideo yang berusaha untuk menghentikan keponakan tertuanya
( Traaaaaang! Traaaaaaaaang! Traaaaaaaang! Traaaaaang! )
“ Tidak Mem-mempan ?! “ Kata Tazuya kepada dirinya sendiri dengan ekspresi terkejutnya
“ Segini saja ?! Kau terlalu naif manisku ! “
( DUAAAAAAAGH )
“ Uuggh ! “
“ Hentikan nak ! Mustahil untuk mengalahkan wanita itu seorang diri !” kata Hideo sambil menghampiri Tazuya
Tidak lama kemudian, Ataru dan Jubei berhasil datang tepat pada waktunya dan langsung mengarahkan tembakan dari Estrella dan Spirit Pistolnya kearah Anodyne. Melihat kedatangan mereka berdua, walau ia tidak tahu identitas dari mereka karena Ataru dan Jubei menggunakan Battlesuit, Anodyne langsung menyadari bahwa mereka adalah El-Fighter
( Syaaaat! Buuuum! )
“ Ah ! “
“ Kalian ? “
“ Ya paman ! Mereka El-Fighter ! “ Kata Tazuya sambil memperhatikan Ataru dan Jubei
“ Hmmmm ! Kalau tidak salah kalian ini adalah El-Fighter yang baru ya~ kalian terlihat berbeda dari yang aku lihat 17 tahun yang lalu ! Siapa kalian ?! “ jelas Anodyne sambil bertanya identitas dari Ataru dan Jubei
“ Itu bukan hakmu untuk tahu siapa kami ! “ Kata Ataru
“ Hmph ! Baiklah jika aku tidak ada hak untuk tahu siapa kalian maka tidak ada salahnya aku akan menikmati pertarungan sebentar dengan kalian untuk tahu seberapa kuatnya kalian sebagai El-Fighter ! “ Tantang Anodyne
“ Kkkh ! “
“ Ataru ! Bagaimana ini ?! “ Bisik Jubei dengan penuh kecemasan
“ Melihatnya saja sudah punya perasaan buruk jika wanita ini berbahaya dari yang kita duga ! Karena itu Jubei-chan...jangan sampai kau bisa mendekatinya karena dia bisa meremuk kita jika dia sudah bosan bertarung ! “ Bisik Ataru sambil memberi peringatan kepada Jubei
“ Baiklah! Kelihatannya aku akan menjadi pendukungmu dari belakang dan akan menyerangnya jika kamu dalam bahaya “
“ Tidak masalah...asal jangan kamu yang menyerangnya ! “
Tanpa ragu, Anodyne langsung melesat berlari kearah Ataru dan Jubei. Melihat kedatangan wanita itu, Ataru mengubah Spirit Pistol menjadi tongkat sabitnya dan menahan serangan dari Anodyne sekaligus melindungi Jubei dari serangan tersebut. Ataru berhasil mendorongnya dengan sabit tersebut dan ia kemudian langsung balas menyerangnya
“ Datang ! “
( Syaaaaaaat ! Traaaaaaaaang ! )
“ Hmph ! “
“ Kkkkkh ! Dia tidak terlihat sedang mendorongku ! Aku tidak bisa menahannya ! “ keluh Ataru
( Syaaaaaaaaaaaat ! )
“ Haaaaaah ! “
( Traaaang! Traaaaaaang! Traaaaaaang! Traaaaaaaang! )
“ Dia...cepat sekali ! Aku tidak bisa mengikuti semua gerakannya ! “ Pikir Jubei dengan penuh kecemasan
“ Ataru...Jubei...aku yakin kau bisa melakukan ini ! “ Kata Tazuya sambil memperhatikan Ataru dan Jubei
“ Lambat ! “
( Wuuuuuuuusssshh)
“ Kkkkkh ! “
“ Hyaaaaaaah “
( Duaaaagh ! )
“ Segini saja kemampuanmu sebagai El-Fighter ! “ Ejek Anodyne sambil bersiap menebasnya dengan pedang khususnya
“ Eerst : TERUG ! “ Ataru menggunakan Tijdbreker untuk mengulang waktu agar terhindar dari serangan Anodyne
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Lambat ! “
“ Jubei ! “ Panggil Ataru dengan kontak telepatinya
( SYAAAAAAAAT! Taaaaaak!)
“ Dia ! “ Anodyne langsung memperhatikan Jubei
“ Bagus Jubei ! “ Puji Ataru kepada Jubei yang berhasil memanah kearah Anodyne untuk mengalihkan perhatian
“Alternate ! Arrow Trick : Rain ! “
( Zyaaaaaaaaaaaassssshhh)
Jubei menggunakan teknik Convergence untuk mengacaukan perisai mental milik Anodyne. Melihat ada kesempatan untuk menyerang wanita tersebut, Ataru langsung menyerangnya dengan tongkat sabitnya. Menyadari ada serangan dari Ataru, Anodyne langsung mengambil lengan Ataru dan membantingnya
“ Cela-“
“ HAAAAAAH ! “
( BRAAAK ! )
“ Kau selanjutnya ! “ Kata Anodyne sambil memperhatikan Jubei
“ Sialan ! “ Keluh Tazuya
Di tempat pertarungan Delveen beserta Inuya dan Ryuga, berbeda dengan Anodyne yang memiliki ratusan pengalaman dalam bertarung, Delveen tidak begitu lihai dalam bertarung karena ia lebih memilih untuk memantau situasi disekitarnya. Alhasil, Delveen mengalami kesulitan untuk melawan Inuya dan Ryuga yang baru berstatus calon El-Fighter
__ADS_1
“ Haaaaaaaaaah “
(Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Haaaaaaah “
( DUAAAAGH ! )
“ Uwaaaaa ! “
“ Apa itu tidak terlalu kasar untuk menghadapi lawan seperti dia ? “ Tanya Ryuga
“ Aku yakin dia hanya berpura-pura bodoh hanya untuk mengetahui seperti apa keahlian kita “ Jawab Inuya dengan nada curiganya
“ Uuuuggh ! “ Rintih Delveen
“ Sekarang ! “ Perintah Inuya kepada Ryuga
“ Third Act : Troubled Vision !”
Ryuga menggunakan Troubled Vision untuk mengganggu penglihatan Delveen. Saat Delveen mulai terpengaruh dengan ilusi ciptaan Ryuga, Inuya langsung mengambil kesempatan untuk melumpuhkan Delveen dengan teknik Venom-nya
“ Bagus ! Dia mulai lengah ! “ Kata Ryuga
“ Sekarang saatnya kita selesaikan ! Alternate ! Gelsemium : Venom ! “
“ Dat-“
( Syaaaaaaat )
“ Selesai sudah ! “ Kata Inuya yang berhasil melumpuhkan Delveen
“ Aouuuuh...tubuhkuuu...” Keluh Delveen yang sudah tergeletak dijalan
“ Sekarang kau ikut kami ! Ayo Gamma ! “ Kaya Inuya yang langsung mengendong tubuh kecil Delveen dan mengajak Ryuga untuk kembali kekediaman keluarga Iga
*****
Didaerah kediaman keluarga Iga, Anodyne terlihat mulai mendekati Jubei saat ia sudah bosan dengan pertarungannya dengan Hideo dan Ataru. Melihat Jubei dalam masalah serius, Tazuya memanggil Anodyne dan memintanya untuk berhenti
“ Celaka ! Tidak ! Aku tidak boleh mundur dan lari dari dia ! “ Pikir Jubei dari dalam hati sambil memperhatikan Anodyne yang berjalan kearahnya
“ Ayo ! Lawan aku jika kau-“
“ HENTIKAN ! “ Teriak Tazuya
“ Ada masalah, Tazuya ? “ Tanya Anodyne
“ Tazuya ?! Jangan bertindak seenaknya untuk menghadapi wanita itu ! “ Hideo memberi peringatan kepada Tazuya
“ Aku tahu...karena itu aku ingin kembali berbicara dengannya...Paman “
“ Apa ?! “
“ Jika kau masih menganggapku sebagai bagian dari darahmu...aku ingin kau dengarkan aku, Anodyne Trueax !!! “ Teriak Tazuya dengan nada lantangnnya
“ Huh ? “
“ Aku...dan saudara-saudaraku tidak akan mau ikut denganmu ! Aku juga...tidak ingin meninggalkan mereka disini ! Aku tidak mau dipaksa untuk menyetujui permintaanmu dengan cara apapun ! “ Kata Tazuya dengan nada tegasnya
“ Cih ! Kau masih tidak paham ! Kau itu Kazenoid ! Kau saja belum bisa mengendalikan kekuatanmu dengan baik ! Kau sama naifnya dengan Xiella yang hanya mementingkan keinginan dirinya sendiri ketimbang menguasai psikokinesisnya ! “
“ Kau salah ! Aku bukan Kazenoid ! Aku dan saudaraku adalah manusia ! Aku berbeda denganmu ! “
“ Tapi jika kau bersama dengan kami...kau masih bisa bersenang-senang sama seperti kau nikmati didunia ini ! Kau boleh berdansa...berpetualangan...bahkan jatuh cinta dengan seseorang ! Kau bisa mendapatkan itu di angkasa...jauh lebih menyenangkan ketimbang berada disini tanpa harus menderita “ Bujuk Anodyne
“ Jadi kau masih tidak paham juga rupanya ?! Kau tahu...aku melihat caramu memperlakukan putrimu dan Tazuya sangatlah berbeda. Kau membiarkan putrimu bertindak sesuka hatinya dan memaksa Tazuya untuk hanya karena dia-“
( DUAGH ! )
“ Agh ! “
“ Paman ! “ Teriak Tazuya
“ Paman anda tidak apa-apa ?! “ Panggil Yoshino sambil menghampiri Hideo yang kesakitan
“ Cih ! Diam kau junior ! Kau tidak paham pembicaraan antar Kazenoid ! “ Bentak Anodyne
“ Tidak ! Kaulah yang Kazenoid...aku hanyalah manusia ! Kita tidak sama ! “
Anodyne kemudian melirik kearah Tazuya. Ia merasa bahwa Tazuya memiliki rahasia lain yang menjadi alasan kenapa ia menolak permintaannya
“ Hmmm...kau tahu...kurasa aku bisa memahami alasan kenapa kau menolaknya ! Dan ini membuatku berpikir bahwa kau memiliki alasan lain yang lebih besar yang menjadi alasan kenapa kau tidak mau ikut “ Jelas Anodyne
“ Maksudmu ? “
“ Aku bisa merasakan sepertinya kau memiliki rahasia besar yang tidak ingin kau ungkapkan kepada kami ! Tidak hanya kepadaku...tapi juga ke saudaramu dan juga pamanmu !” Jelas Anodyne yang membuat Tazuya terkejut
“ Apa ? “ Jubei terkejut mendengar perkataan Anodyne
“ Apa itu artinya dia tahu aku...calon El-Fighter ?! “ Kata Tazuya kepada dirinya sendiri dari dalam hati
“ Apa itu benar...Tazuya ? “ Tanya Anodyne
“ Itu...itu...sebenarnya...”
“ Kami tidak kenal dia ! Ta-tapi...Ka-Kami...hanya...membantunya karena itu sudah tanggung jawab kami sebagai El-Fighter ! “ Teriak Jubei yang berusaha untuk berbohong untuk membuat Anodyne tidak mencurigai identitas mereka
“ Hmmmm...”
“ Jubei...kau...” Kata Tazuya dari dalam hati
“ Perkataanmu membuatku semakin curiga akan siapa dirimu ! Aku pernah melihat El-Fighter sebelumnya...dan aku yakin kau sangat berbeda dari mereka karena dulunya mereka tidak pernah melindungi identitas mereka “ Jelas Anodyne sambil pergi mendekati Jubei
“ Uh...itu...”
“ Biarkan aku tahu seperti apa wajahmu ! “
“ Tidak ! Jangan ! Celaka ! Kalau begini terus bisa gawat ! Kusanagi ! Tidak ! Aku...harus pakai itu...demi Jubei...”
Mendengar perkataannya, Tazuya dan Jubei menjadi semakin cemas jika Anodyne tahu rahasianya. Beruntungnya, sebelum Anodyne meraih Jubei dan Tazuya memutuskan menggunakan Kusanagi untuk menghentikannya, Ataru berhasil kembali ketempat mereka dan menembak lengannya dengan Spirit Pistol untuk menghentikan aksinya
“ Kau ! Ternyata masih bisa berdiri juga rupanya ! “ Kata Anodyne yang terkejut melihat kedatangan Ataru
“ Identitas kami...bukan urusan anda untuk mengetahuinya! “
“ Cih ! Ada-ada saja ! “
(Zyuuuung! Zyuuuung! Zyuuuung! )
“ Hmph ! “
( Syaaaat! )
“ Ah ! “ Ataru yang panik langsung mengubah pistolnya menjadi tongkat sabit
(Traaaaang! )
“ Baguuus ! Cepat juga tindakanmu anak muda ! “
( Syaaat! Syaaat! Syaaat! Syaaat! )
“ First Target : Pointer ! “
( Syaaaat! Taaak! )
“ Masih mau menyerang juga kau ! “ Bentak Anodyne kepada Jubei
( DUAAAGH !)
Tiba-tiba, sebuah perisai berwarna magenta tua akhirnya berhasil mengenai kepalanya. Ternyata itu adalah Fighter Possession milik Ryuga, yang terlihat ia juga sampai bersama dengan Inuya yang menggendong Delveen yang masih terlumpuhkan oleh teknik Venom
“ Fyuh ! Timing yang tepat ! “Kata Ataru yang lega atas kedatangan Inuya dan Ryuga
“ Inuya...Ryuga...” Kata Tazuya dari dalam hati
“ Kalian berhasil mengalahkan Delveen ? Hmph...aku sudah menduga dia akan gagal dalam mencari teman-temannya Tazuya...tapi sekarang itu tidaklah penting...sebelum aku ingin mengambil cucuku...aku ingin sekali menikmati pertarunganku dengan kalian berempat...tapi dengan syarat...jika kalian kalah maka tunjukan identitas kalian ! “ Tantang Anodyne
“ Khhh! Baiklah...aku terima ! “ Kata Inuya
“ Apa ?! Kau gila apa ?! Kau sendiri tahu dia itu-“
“ Aku tahu...Epsilon ! Tapi jika dilihat dari kelemahannya kelihatannya dia masih agak kesulitan untuk menangani serangan dari segala arah ! “ Jelas Inuya dengan kontak telepatinya
“ Dan jika kita lihat...aku yakin dia tidak berpura-pura lengah saat aku melemparkan Anthos Delfini “ Ryuga menambahkan
“ Bagus ! Ayo kita mulai ! “
“ Psst Tazuya ! Tetaplah disini bersamaku ! “ Bisik Jubei
“ Hmph ! “ Jawab Tazuya yang disertai dengan anggukannya
“ Nah Nyonya...aku akan menyembuhkanmu disaat semua sudah beres...jadi maafkan aku “ Kata Inuya yang meletakan Delveen ketepi jalan
“ Anodyne-san ! Apa dia serius mau bertarung melawan mereka ? “ Pikir Delveen
“ Maju ! “
Tanpa berpikir panjang, Inuya langsung berlari menuju arah Anodyne dan berusaha untuk meninjunya dengan Labeja. Melihat aksinya Inuya, Ataru langsung mengeluarkan teknik Naar Voren untuk mempercepat langkah Inuya agar bisa terhindar dari serangan Anodyne
“ Zesde : Naar Voren ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Haaaaaaaaaaah ! “
(DUAAAAAAAAAGH ! )
“ Hmph ! “
( Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! Bug! )
“ Hyaaaaaaaaaah ! “ Inuya berusaha untuk menyerang Anodyne tetapi ia dengan cepat bisa menangkap tinjuan dari Inuya
“ Mereka bisa mengikuti kecepatanku ?! Menarik ! “ Pikir Anodyne
( DUAAAAAAAGH ! )
“ Sekarang Gamma ! “
“ Hyaaah ! “
( Wuuuuuusssh )
“ Bukan masalah besar ! “ Pikir Anodyne sambil memperhatikan dan meremehkan aksi Ryuga
Ryuga melempar Anthos delfini kearah Anodyne, tetapi berhasil dihindarinya dengan mudah. Mengetahui ia berhasil menghindari perisainya, dengan senyumannya menyeringainya ia langsung mengeluarkan teknik pertamanya untuk menghancurkan perisai mental Anodyne
“ First Act : Turbo ! “
( Wuuuuuuuuuuusssh )
“ Ah ! “
( Draaaaaak! Praaaaaaak! )
“ Mereka melakukannya ! “ Pikir Anodyne dengan ekspresi panik diwajahnya
“ Gelsemium : Venom ! “
( GREEEP ! )
“ Sial ! “
“ Tidak begitu buruk ! Hyaaaaaah ! “ Anodyne langsung menangkap lengan Inuya dan membantingnya kearah Ryuga
( BRUUUKKK )
Ataru dan Jubei kemudian menyerang Anodyne dari jarak jauh di arah yang berbeda untuk mengacau konsentrasinya. Saat melihat ia mulai kesulitan untuk menyerang mereka, Ataru dan Jubei memutuskan untuk menggunakan Convergence untuk melumpuhkan gerakannya secara penuh
__ADS_1
( Syaaat! Syaaat! Syaaat! Syaaaat! Syaaat! Syaaaat! )
“ Kkkkh ! Dasar anak-anak sia-“
( Taaaaaaaaaaak ! )
“ Akh ! “
“ Sekarang Epsilon ! “
“ Oke ! Third Target : Arrow Trick !”
“Zesde : Naar Voren ! “
“ Convergence ! Arrow of Pain ! “
( Zyaaaaaaaaaaassshhh )
“ Uuuuuuuuugggh “ Anodyne langsung menggunakan perisai mentalnya untuk melindungi dirinya dari ratusan anak panah Estrella
Jubei dan Ataru menggabungkan teknik mereka dan menciptakan serangan ribuan panah untuk menyerang Anodyne kesegala arah. Melihat perisai mentalnya perlahan hancur karena anak panah Estrella, merasa melihat ada kesempatan kedua untuk melumpuhkan Anodyne, Inuya kemudian bangkit dan mencoba untuk menyerangnya sekali lagi dengan Venom
“ Bagus ! Sekarang kesempatan ! “
( Syaaaat ! )
“ Ini dia ! Alternate ! Gelsemium : Venom ! “
“ Ah ! “
( Syaaaaat ! )
Merasakan kedatangan Inuya yang tidak terduga, Anodyne langsung menghindari serangan tersebut dengan ekspresi kaget yang terpampang diwajahnya. Tanpa berpikir panjang, melihat teknik Inuya masih aktif, Anodyne kembali membantingnya dan melempar remaja tersebut kearah Jubei. Yang mengakibatnya Venom tidak sengaja mengenai Jubei dan membuat ia terlumpuhkan oleh serangan tersebut
“ Uwaaa ! “
( TAAAAAK ! )
“ Aaaah ! “
( Bruuuk ! )
“ Jubei ! “ Teriak Tazuya yang berada disambpingnya
“ Jubei ! Ma-maafkan aku “ Kata Inuya
“ Uuuuugggh...tubuhkuuuu...”
“ Mari sini kau ! “ Kata Anodyne sambil menarik tubuh Ataru dengan Psikokinesis dan bersiap untuk menusuknya dengan pedang khususnya
“ Permainan kita sudah selesai ! “ Ejek Anodyne kepada Ataru
“ TIDAK ! “
( Zraaaaaaaaaaaaaashh )
*****
Ataru dan Anodyne terkejut saat melihat Tazuya menghentikan aksi neneknya dengan membuat dirinya tertusuk oleh pedang miliknya untuk melindungi Ataru. Dalam keadaan terluka sedang tepat didadanya, dengan senyumannya, Tazuya mengarahkan tangannya kearah Anodyne dan menggunakan Psikokinesis untuk mendorong wanita besar tersebut
“ Ah ! “
“ Oi nak ! Apa yang kau lakukan ?! “ Tanya Ataru yang berpura-pura tidak mengenal Tazuya
“ He he ! Kena kau...nenek ! “
( DUAAAGHH )
“ A-Anodyne...san “ Kata Delveen dengan nada pelan sambil melihat Tazuya berhasil menghentikan Anodyne
Tazuya berhasil berkonsentrasi dan memusatkan psikokinesisnya menjadi cukup kuat sehingga ia dapat mendorong Anodyne dari Ataru. Walau mereka tidak sepenuhnya berhasil mengalahkannya, Tazuya merasa yang terpenting mereka sudah berusaha keras untuk menghentikan aksi Anodyne
“ Aduuuuh ! “ Rintih Tazuya yang menahan sakit didadanya sambil berusaha mencabut pedang milik Anodyne
“ Kamu tidak apa-apa ? “ Tanya Ataru yang menghampiri Tazuya
“ Yeah~ aku tidak apa-apa “ Kata Tazuya yang berhasil mencabut pedang tersebut dari dada kanannya
( Zaaaaassh)
“ Uuuuuugggh ! “
“ Aku tidak percaya kau bisa melakukan hal segila ini ! “ Keluh Inuya yang menggendong Jubei yang masih terlumpuhkan oleh Venom
“ Ryuga-kun~ Inuya~ bisakah gunakan kekuatan kalian untuk menyembuhkan kami ?” Jubei bertanya dengan nada mengeluhnya
“ Oh! Okee! Tunggu sebentar ya~ Expulsar ! “
“ Percayalah denganku, ini tidak akan sakit “ Jelas Ryuga
Inuya menggunakan teknik khusus dari Labeja untuk menghilangkan efek dari Venom, sementara Ryuga menggunakan teknik sihirnya untuk mengobati luka Tazuya. Tidak lama kemudian, Hideo pergi menghampiri mereka untuk mengecek kondisi Tazuya. Awalnya ia terkejut saat melihat kondisi Tazuya, namun langsung tenang saat Ryuga mengatakan bahwa Tazuya baik-baik saja
“ Tazuya ! Ah ! Apa Tazuya-“
“ Jangan cemas, Pak Iga ! Keponakan anda baik-baik saja “ Jelas Ataru
“ Ah...be-begitu ya...baguslah kalau begitu “ Kata Hideo
“ Kenapa mereka bisa tahu aku adalah Paman dari Tazuya ? “ Pikir Hideo yang sedikit curiga dengan perkataan Ataru
“ Paman...bagaimana dengan Yoshino dan yang lain ? “ Tanya Tazuya
“ Jangan khawatir...mereka semua baik-baik saja...dan syukurlah tidak ada yang melihat kamu mengalami ini “ Jelas Hideo sambil melirik kearah rumah mereka
“ Aaaah~ syukurlah kalau begitu “ Kata Tazuya dengan senyumannya
“ Tazuya...apa yang kamu lakukan tadi sangatlah berbahaya ! Aku tidak peduli seberapa banyak teknik yang telah diajarkan Hideyoshi kepadamu...kamu tidak boleh bertindak seperti itu saat menghadapi musuhmu “ Komentar Hideo dengan nada kecemasannya
“ Aku mengerti...Paman “
“ Tapi...walau aku tidak suka akan aksimu...kuakui bahwa aku bangga denganmu ...kamu berani mengambil resiko akan pilihanmu demi keluarga kita “ Lanjut Hideo
“ Maafkan aku Paman...atas semua tindakanku...dan terima kasih karena telah berusaha untuk menolongku dari nenek...aku aku tidak menyesal atau takut untuk nenolak permintaan nenek...dan itu adalah pilihan dari hatiku “
Hideo kemudian teringat dimana Hideyoshi membicarakan tentang keputusannya untuk memberikan tahta pemimpin Klan Iga diberikan kepada Hideo dan membicarakan masa depannya untuk menjadi seorang arstiek dan pelukis. Saat itu, Hideo dan Hideyoshi memasuki usia 18 tahun dan tidak lama lagi mereka akan lulus SMA
Flashback On
“ Kakak ! Bisakah aku bicara denganmu ? “
“ Tentu Hideo-kun...Ada apa ? “ Tanya Hideyoshi yang sedang membuat kaligrafi kanji dikamarnya
“ Aku masih belum paham apa yang membuat kamu meninggalkan semua pelatihan dan tanggung jawabmu sebagai calon pewaris tahta pemimpin Klan kita ! Apa ada sesuatu yang membuatmu terganggu soal itu ? “ Tanya Hideo dengan nada tegasnya
“ Tidak ada “
“ Apa ? “
“ Yaaaa~ sejujurnya aku sangat menikmati pelatihan kita bersama ayah. Tapi sejak aku diizinkan bersekolah di Shinjitsu...aku akhirnya menemukan banyak hal yang aku tertarik untuk dikembangkan dan menjadi potensiku dimasa depan “ Jelas Hideyoshi dengan nada santainya
Mendengar penjelasan kakaknya, Hideo jadi semakin penasaran akan masa depan yang ia idam-idamkan
“ Kalau begitu...apa sebenarnya cita-cita yang kamu inginkan ?”
“ Hmmmm...itu-itu se-sebenarnya ada banyak sih~ Aku tertarik dalam merancang...dan juga melukis ! Apa kamu masih ingat dengan lukisan UV-ku untuk tugas akhir dari Pak Monroe beberapa minggu yang lalu ? “
“ Aaaah iya...aku ingat ! “
“ Dan saat aku belajar merancang dan melukis itu membuatku tertarik untuk mengembangkannya di kuliah jurusan arsitektur “
“ Jadi kamu sudah memantapkannya ? “
“ Sudah pasti ! Aku tahu kamu sulit untuk menerima ini karena ini tidak sesuai dengan tradisi kita. Tapi aku percaya...suatu saat kamu dan Ayah akan menerimanya...dan aku tidak akan menyesal “ Jelas Hideyoshi sambil kembali melanjutkan kaligrafinya
“ Kelihatannya kamu terinspirasi dengan Yukito Yagyu ya~ Ia mengatakan bahwa ia tidak tertarik dengan tradisi Klan dan memilih menjadi petugas kepolisian “ Kata Hideo sambil teringat senior dan rival mereka saat mereka masih SD
“ Ahahaha~ tidak juga...itu semua karena keinginanku sendiri “ Jawab Hideyoshi dan Hideo perlahan hanya bisa menunjukan senyuman kepada kakak kembarnya
“ Tapi...aku penasaran apa aku bisa menjadi Fighter agar aku bisa mengkontribusi kemampuanku dalam Kenjutsu dan Ninjutsuku. Sepertinya akan sangat menarik jika aku menjadi bagian dari mereka “ Pikir Hideyoshi
Hideo terdiam saat mendengar keinginan Hideyoshi yang ingin menjadi Fighter. Walau demikian, Hideo senang karena Hideyoshi masih peduli akan semua teknik yang ia pelajari semasa masih muda dan berharap bisa menggunakannya sembari ia juga ingin menjadi seorang arsitek
“ Aaaaah~ Kakak memang baik hati...dan tidak kusangka ia bisa keras kepala juga rupanya...tapi aku senang karena dia memutuskan untuk mengambil pilihan terbaik untuk masa depannya “ Pikir Hideo sambil memperhatikan Hideyoshi
Flashback Off
“ Kamu benar Tazuya ! Kamu sebenarnya tidak sama dengan Anodyne dan juga ibumu...kamu lebih mengingatkan aku dengan kakak...hanya saja kamu jauh lebih berani dan lebih nekat darinya “ Kata Hideo dari dalam hati
Tidak lama kemudian, Anodyne kembali bangkit. Merasa bahwa ia masih belum menyerah untuk membawa keponakannya, Hideo berdiri didepan para V-FIGHTER dan mengatakan bahwa ia tidak akan membiarkan Anodyne membawa Tazuya walau itu dia harus bertaruh nyawa dengannya
“ Hehehe~ kerja yang bagus kalian semua~ ! “
“ Celaka ! Dia masih-“
“ Jika kau masih ingin bertarung dan membawa Tazuya, langkahi dulu mayatku ! Dan aku sama sekali tidak menyesal jika aku harus mati demi melindungi keluargaku ! “ Kata Hideo dengan nada lantang
“ Paman ! “ Kata Tazuya dengan penuh kepanikan
“ Pak Iga ! “
“ Hmmmmm...baiklaaah~ jika anda berkata seperti itu dan kalian masih belum menyerah untuk menghajarku...maka sudah aku putuskan bahwa aku akan menerima keputusan kalian ! Kerja yang bagus...Tazuya ! “ Kata Anodyne yang membuat semua orang disekitar terkejut mendengar perkataan Anodyne
Anodyne menjelaskan bahwa ia cukup puas dengan pertarungannya dan akhirnya bisa memahami kenapa Tazuya bersih keras untuk tidak mengikuti kehendaknya yang membuat ia teringat akan keputusan Xiella untuk tinggal dibumi bersama manusia. Melihat usaha Tazuya dan Hideo yang berpegang teguh dengan kehendak mereka membuat Anodyne merasa tidak ada gunanya jika ia terus memaksa kehendaknya kepada mereka
“ A-apa maksudnya semua ini ?! “ Tanya Tazuya
“ Jadi aksimu yang hampir membunuh kami hanya karena kau ingin mengetes kami ?” Tanya Inuya
“ Ya ! Tapi lebih tepatnya untuk Tazuya dan menantu manusiaku ! Aku sudah bisa menebak Tazuya akan menolak tawaran ini...maka untuk melihat keseriusannya dalam penolakan tersebut...aku memutuskan untuk mengujinya dengan cara yang keras ! Dan hasilnya sangat memuaskan...dan melihat usaha terakhir dari Tazuya dan menantu manusiaku membuat aku berpikir mereka berhak untuk tinggal dengan pilihan mereka “ Jelas Anodyne
“ Dengan hampir membunuh sahabatnya Inuya ? Yaaa...kau terlalu serius untuk menguji betapa seriusnya seorang remaja 15 tahun yang menolak pergi bersama kau karena kepeduliannya dengan keluarga dan sahabat terdekatnya ! “ Gerutu Hideo
“ Heh ! Jangan pikir semua manusia diplanet ini adalah makhluk lemah dan yang mudah dihancurkan ! Melihat kemampuan El-Fighter saja aku sudah bisa tahu tidak semua manusia di planet ini lemah ! Aku yakin suatu saat para manusia-manusia kuat baik itu Fighter dan non-Fighter mereka bisa setara dengan Fighter lain yang ada didunia lain ! “ Jelas Anodyne dengan nada kebanggaannya
“...”
“ Dan ini membuatku mengerti kenapa Xiellaku tersayang memilih untuk tinggal bersama para manusia “ Lanjut Anodyne sambil teringat masa lalunya saat ia membiarkan Xiella tinggal bersama Hideyoshi
Flashback On
17 tahun yang lalu, tepatnya setahun sebelum Hideyoshi dan Xiella menikah, Anodyne pernah datang kebumi untuk melihat kondisi putri tunggalnya. Mendengar keputusannya untuk menikahi Hideyoshi membuat Anodyne kebingungan. Karena situasi pada saat itu sedang sangat kacau karena ulah LA-SOMBRA, Anodyne tidak menyetujui keputusan Xiella
“ Oi Anak muda! Apa kau yakin dengan keputusanmu ini ?! “ Tanya Anodyne kepada Xiella saat ia masih agak muda
“ Tentu saja, Mam ! Aku sudah melihat semuanya tentang Hideyoshi-kun ! Dia benar-benar baik, juga ia tidak bisa dikendalikan oleh siapapun yang berusaha mempengaruhinya “ jelas Xiella dengan penuh bangga
“ Tetap saja tidak bisa ! Kau sudah lihat apa yang dilakukan para manusia sialan itu terhadap sesama mereka ?! Karena mereka juga yang membuat El-Fighter hampir berhasil menghancurkan planet ini ! Kamu bisa mati sia-sia disini ! Masih ada planet lain yang jauh lebih menyenangkan dari tempat ini “ Bujuk Anodyne dengan nada tegasnya
Xiella terdiam dan kemudian perlahan tersenyum. Ia bisa memahami perkataan Anodyne, walau demikian, Xiella tahu tidak semua manusia itu buruk dan lemah dimata para umat angkasa
“ Yaaa Mam ! Aku paham ! Tapi Hideyoshi-kun dan para El-Fighter berbeda ! Mereka kuat dan bisa melindungi satu sama lain ! Hideyoshi-kun itu kuat dari dalam dan luar ! Karena itu Mam...aku sudah menetapkan keinginanku untuk tinggal bersamanya...disini ! “
“ Uh ! Haaaaaah...baiklaaah~ kurasa aku tidak punya pilihan...selain menerima keputusanmu “ Jelas Anodyne
“ Benarkah ? Te-terima kasih Mam ! Terima kasih karena anda bisa memahamiku dan menerima keputusanku “
“ Yaaa~ seperti itulah kita sebagai Kazenoid beserta ibu dan anak “
Flashback Off
“ Jadi ? “ Tanya Tazuya
“ Jika kamu merasa bahagia tinggal disini...aku tidak punya pilihan lain selain menerimamu...tapi tenang saja ! aku juga tidak akan membawa Yoshino dan juga ketiga adik perempuan kalian...karena seharusnya...kalian berlima memang selalu berada diplanet ini sampai akhir hayat kalian “
Mendengar perkataan Anodyne yang menerima keputusannya, Tazuya melihat kearah Hideo. Sambil tersenyum dengan ekspresi seriusnya, ia hanya mengangguk kepada Tazuya. Akhirnya Tazuya berterima kasih kepada neneknya karena telah menerima keputusannya
“ Terima kasih karena sudah memahami keputusan kami ! “
“ Yaaa ! Sekali lagi aku bangga padamu atas keseriusanmu dalam memilih keputusanmu...aku berharap kamu tidak menyesalinya “
__ADS_1
*****