El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Suatu Saat Mereka Akan Tahu


__ADS_3


Inuya yang sedang menunggu Bus dihalte sambil menelpon Tazuya sangat terkejut saat ia melihat serta mendengar suara ledakan yang cukup jauh dari halte tersebut. Saking kuatnya, Tazuya juga bisa mendengarkannya dibalik telepon mereka, dan bertanya apa yang sedang terjadi disana


“ Inuya. . . Inuya. . .INUYA ! “


“ Ah. . . maaf “


“ Inuya ! Dimana kamu ?! Tadi itu suara apa ?! “


“ Soal suara itu. . . naaah, aku juga tidak tahu itu berasal dari mana. Suaranya cukup kuat bahkan kepulan


asapnya bisa terlihat dari sini, Jangan khawatir, aku tidak berada didekat asal ledakan tesebut ! “ Jelas Inuya sambil menghindari kerumunan yang oanik karena ledakan tersebut


“ Hooh. . . syukurlah “


“ Ngomong-ngomong, aku agak terganggu untuk menelpon dikeramaian seperti ini. Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja ! “ Kata Inuya


“ Ah. . .baiklah ! Hati-hati disana ! “


“ Ya “


Saat mengakhiri telepon mereka, Inuya kemudian berlari dari kerumunan tersebut dan pergi ketempat asal suara ledakan tersebut. Sementara itu, saat kepulan asap tersebut mulai menipis, Swift Polly menyadari bahwa Rocco dan Chuckles berhasil melarikan diri dari mereka. Mengetahui hal tersebut, Swift Polly menjadi kesal dan melampiaskan kemarahannya dengan menembak gedung yang tak jauh dari tempatnya dengan laser Cyber-Glove miliknya


“ Apa ?! Mereka kabur ! Aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh ! “


( Blaaaar ! BUUUUUUUMMMMM ! )


Karena tembakan dari Swift Polly, Inuya dan orang yang berada disekitar tempatnya kaget saat mendengarkan suara ledakan tersebut. Inuya yang mendengar ini bertekat untuk melihat apa yang terjadi disana


“ Ah ! Lagi ! “


Inuya bisa melihat banyak pihak kepolisian segera bergegas mencari asal suara ledakan tersebut. Ia bergegas untuk mencari tahu sebelum mereka menuju ketempat itu. Ditempat Swift Polly, ada beberapa orang yang disekitarnya terluka karena pertarungan mereka dna ulahnya yang menembaki gedung tersebut. Tidak lama


kemudian, Argus, Oxtoroo dan GIGANTE datang menghampirinya, bertanya apa yang baru saja terjadi


“ Ah ! Disini rupanya kamu, Swift Polly ! “ Kata Argus


“ Maaf Jenderal. Aku gagal menghabisi mereka “ Kata Swift Polly dengan nada pelan dan duduk tertunduk dijalan. Ia sama sekali tidak menoleh kearah sang Jenderal tersebut


“ Sudahlah, Polly-chan. Kami juga kehilangan dia. Tapi itu bukanlah masalah karena jika mereka ingin menyerang kita, mereka tidak akan bisa menjatuhkan kita dengan mudah. Iya’kan Jenderal ? “


“ Tidak ada yang perlu kita takuti atau kita cemaskan. Kita, Thetoid, jauh lebih unggul dari mereka. Yang terpenting ialah misi kita mencari Tuan Muda Dullart “ Jelas Argus sambil meletakan tangannya dipundak Swift Polly


Mendengar hal itu, Swift Polly melihat kebelakangnya, dan tersenyum saat mengetahui Argus tidak mempermasalahkan kegagalannya. Tidak lama kemudian, mereka mendengar beberapa sirine mobil polisi berdatangan kelokasi mereka. Argus yang mendengar suara sirine tersebut langsung mengajak anak buahnya untuk lari dari tempat tersebut dengan medali teleportasi yang ia bawa dari kapal induk


“ Bunyi itu. . . “


“ Sirine ? Celaka. . . kita harus pergi dari tempat ini ! “ Perintah Argus


“ Ya, Jenderal ! “


( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )


Argus kemudian mengaktifkan medali tersebut, dan seketika membuat mereka berlima akhirnya meninggalkan tempat itu, dan kembali kepesawat TSP-03. Para polisi yang baru saja sampai ketempat kejadian perkara terkejut akan kekacauan yang mereka lihat. Saat menemukan tidak ada seseorang yang mencurigakan ditempat itu,


akhirnya mereka langsung melakukan olah TKP dan memeriksa orang yang ada disekitar sana


“ Astaga, Kapten ! Lihatlah ini ! “


“ Hmmm. . .  Kurasa ini disebabkan oleh orang yang sama saat ada pertarungan para Fighter misterius tersebut “ Jelas sang Kapten kepolisian


“ Jadi bagaimana, Kapten ? “


“ Lakukan investigasi ! Sisanya evakuasi warga yang ada disini ! “


“ Siap, Kapten ! “


Dibalik gang yang agak jauh dari tempat tersebut, Inuya mengintip situasi terkini dari sana. Disaat ia sedang berpikir tentang pertarungan antara pihak Thethoid dan Atraco, ia dikejutkan oleh kedatangan Ataru dari belakangannya secara tiba-tiba


“ Benda apa yang mereka pakai tadi ? “ Kata Inuya sambil berpikir tentang medali teleportasi milik Argus


“ Kupikir bukan Cuma aku saja yang penasaran soal itu, yaaa~ “ Kata Ataru yang tiba-tiba muncul dari belakang


Inuya


“ HUAAAAAAAH ! Ah. . .ATARU ! SIALAN KAU ! JANGAN BIKIN ORANG JANTUNGAN ! “ Teriak Inuya dengan penuh kepanikan


“ Heeee habisnya kenapa kamu malah disini, bersembunyi tanpa ngasih tahu yang lain soal penyerangan itu ? Kamu mau lihat kota ini hancur ?! “


“ Aaaah .  . . bukan-bukan ! Aku baru saja pulang dari latihan nge-dance ! Dan saat aku melihat ada ledakan besar disini makanya aku bergegas untuk melihatnya. Saat kuperiksa, pihak alien itu tahu-tahunya langsung kabur ! “ Jelas Inuya


“ Hooo. . . begitu ya. Baiklah, kelihatannya aku tidak ada pilihan lain selain mempercayainya ! “


“ Terserah ! Lagipula ngapain juga kamu ada disini ? Apa selama mereka bertarung kau tidak menghentikannya ?! “


Tanya Inuya


“ Heh ! Untuk apa menghentikan mereka ?! Selama itu urusan mereka yaaa biarkan saja mereka bertarung. Toh


tidak ada yang mati disana ‘kan “ Kata Ataru


“ Sialan kau, Ataru ! Ada-ada aja perkataanmu itu ! “ Gerutu Inuya sambil menggeleng dan meletakan telapak tangannya di wajahnya saat mendengar perkataan Ataru


Inuya dan Ataru kembali melihat situasi ditempat itu. Melihat tidak ada penyerangan lain dari pihak Theta maupun Atraco, mereka berdua memutuskan untuk tidak ikut campur dalam inversitgasi para pihak polisi


“ Jadi bagaimana sekarang ? “ Tanya Inuya


“ Kurasa tidak ada yang bisa kita lakukan disini “


“ Kau yakin ?! “


“ Percayalah padaku. Menurut penglihatan masa depanmu, untuk sementara tidak ada yang harus kita cemaskan “


“ Haah. . . baiklah kalau begitu. Ayo, kita pulang ! “


“ Duluanlah, aku masih ingin berpatroli dengan Dewa Kematian lainnya “


“ Baiklah. Bye-byeee~ “


Saat Inuya memutuskan untuk kembali keasrama seorang diri dengan Bus, Ataru kembali melanjutkan patrolinya bersama dengan rekan-rekan Dewa Kematian lainnya. Dirumah milik Rigel, ia mendengarkan berita terkini dari televisi di ruang tamunya tentang pertarungan antara Thetoid dan Atraco. Saat melihat bahwa beritanya telah usai, ia menggantikan acara tersebut dengan acara Sitkom


“ Hah ! Sudah kuduga, kerjasama mereka tidak akan berjalan lama “ Kata Rigel sambil menggantikan acara tersebut


“ Aku penasaran siapa yang memerintahkan mereka untuk kerjasama dengan manusia rendahan itu “ Ujar Dullart yang duduk disamping Rigel


Disaat para pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan ditempat tersebut, tiba-tiba, muncul sosok pria misterius yang menggunakan mantel hitam dan topi debry berwarna abu-abu. Sambil melihat situasi disana, Ia terlihat memegang medali yang sama dengan milik para Thetoid


“ Hmph ! Baiklah . . . aku akan kembali ! “ Kata Pria tersebut sambil menghubungi seseorang yang memintanya untuk kembali


*****


Keesokan paginya


Tazuya dan Inuya terlihat baru saja sampai kesekolah mereka. Saat memasuki gedung bahasa sambil meletakan tas mereka kedalam loker, mereka mendengarkan salah satu dari siswa senior dari kelas 2-LA-A yang bercerita tentang aksi V-FIGHTER dan pertarungan antara pihak Theta dan Atraco


“ Sejak sekolah kita hampir diserang oleh robot misterius itu, kota ini sering terjadi penyerang dari


makhluk-makhluk aneh ya. Mulai dari monster hewan raksasa dan robot-robot pembunuh “ Jelas siswa bernama Takumi Goda


“ Sebenarnya sih, ini dimulai karena ada monster tikus yang menyerang kota saat hari pertama masuk sekolah “ Siswa bernama Peggy Moore menambahkan perkataannya

__ADS_1


“ Apa kalian sudah tahu berita tentang kelima Fighter misterius yang mengalahkan robot-robot itu ? “ Tanya


siswa bernama Billy dari kelas 2-LA-B yang merupakan pacar dari Peggy


“ Mungkin’kah. . . mereka adalah El-Fighter yang baru ? “


“ El-Fighter ? “ Kata Yukiharu yang baru saja datang didekat loker mereka


“ Haaaa . . . bukan’kah setiap El-Fighter tidak mempermasalahkan untuk menunjukan identitas mereka ? Aku penasaran seperti apa rupa mereka~ “ Kata Peggy sambil berkhayal wajah dari V-FIGHTER tersebut


Mendengar pembicaraan mereka, Tazuya dan Inuya langsung pergi menuju kekelas mereka untuk menemui Ryuga dan Ataru yang berdiskusi tentang tugas kelompok mereka dari Ibu Xia Ping. Saat Tazuya bertanya dimana Jubei, Ryuga mengatakan bahwa Jubei sedang ada keperluan bersama dengan wakil klub memasak dikelas 3-LA-B


“ Hei ! Mana Jubei ? “ Tanya Tazuya


“ Aaah. . .dia mendapat panggilan dari wakil klub memasak dikelas 3-LA-B barusan “ Jawab Ryuga


“ Kalian sudah tahu kalau pertarunga kita dengan alien tersebut menjadi viral didunia maya ? “


“ Oh ya. Lalu ? “ Ataru balik bertanya


“ Apa mereka tahu soal identitas kita sebagai calon El-Fighter ? “ Tanya Tazuya dengan nada kecemasan


“ Sepertinya tidak. Karena jika mereka tahu. . .satu kelas, tidak. . .tapi satu sekolah akan heboh tentang itu.


Jadi tidak ada yang perlu kalian cemaskan selama mereka tidak tahu identitas kita~ “ Jelas Ataru


“ Yaaa. . . aku lebih mencemaskan dirimu yang terkena epilepsi jika terlalu overthinking soal identitas kita “ Tambah Ryuga sambil mendengarkan arahan dari Ibu Xia Ping dari earpod-nya


“ Hah. . . yaaa. . .terima kasih sudah mencemaskan’ku, Ryuga “ Kata Tazuya


“ Apa menurutmu. . . teman sekelas kita adalah orang yang bisa dipercaya ? “ Tanya Inuya


“ Dipercaya untuk memberitahu identitas kita ? “  Tazuya balik bertanya kepada Inuya


“ Ya. Kalian sendiri tahu terus-terusan memendam rahasia itu tidak bagus. Aku takutnya itu bisa jadi beban pikiran kita “ Jelas Inuya


Tazuya, Ryuga dan Ataru berpikir sesaat sambil memperhatikan suasana dikelas mereka dan Jubei yang kembali kekelas mereka. Walau mereka berlima tahu tidak ada sesuatu yang agak mencurigakan dari teman sekelas mereka, Tazuya memutuskan untuk mencari waktu terbaik untuk memberitahu identitas mereka sebagai calon El-Fighter


“ Kalian tahu. . .seburuk apapun sifatnya Golomanov-san, aku yakin dia bukanlah orang yang jahat. Benarkan ? “ Kata Tazuya sambil memperhatikan Vladimir yang belajar sendirian


“ Ya, kamu benar “


“ Mungkin benar bagi kalian. Tapi tidak bagiku “ Gerutu Ataru


“ Kalian sedang bicara apa ? “ Tanya Jubei kepada mereka berempat


“ Ah itu. Kami bicara soal berita tentang viralnya aksi kita dua tiga hari yang lalu. Apa kamu tahu ? “ Tanya Ryuga


“ Tentu~ Ada masalah ? “


“ Jubei, apa siswi lainnya tahu identitas rahasiamu ? “ Tanya Inuya


“ Eeeerr. . .sebenarnya sih tidak ada. Tapi. . . aku memang punya rasa ingin memberitahunya kepada salah satu dari mereka. Itu kare- “


“ Nanti saja ! Ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahu mereka tentang identitas rahasia kita. Walau kamu percaya bahwa tidak ada yang mencurigakan dari teman-temanmu, tapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberitahu siapa kita “ Bisik Tazuya sambil menggenggam lengan Jubei


“ Eeeeh. . . apa kalian yakin dengan- “


“ Lebih baik ikuti saja akan apa yang dikatakan Tuan Rigel. Jika beliau mengatakan belum saatnya yaaa turuti


saja. Pintar-pintar cari alasan kepada teman-temanmu jika ditanya kenapa akhir-akhir ini kamu selalu menghilang dari mereka “ Ataru memberikan saran kepada Jubei


“ Baiklah. . . jika kalian berkata begitu “ Kata Jubei dengan nada setengah keluhannya


Walau memutuskan untuk tidak memberitahu identitas rahasia mereka kepada teman sekelas mereka, Tazuya


mengakui bahwa ini membuat dia agak bersemangat untuk berlatih dan menjalankan misi mereka sebagai calon El-Fighter. Merasa tidak sabar untuk memberitahu kepada yang lain tentang identitas rahasia mereka, agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik


“ Eh ? “


“ Yaa. . . kalian tahu ? Jika orang-orang tahu kalau kita adalah El-Fighter, mungkin. . . .aku tidak akan


lagi dipandang sebagai si kecil yang menakutkan. Dan tentunya. . .orang-orang yang sempat membenciku tanpa alasan yang jelas secara instant akan menyukaiku “ Jelas Tazuya sambil menggaruk kepalanya


“ Ah ya. . . jika semua orang tahu siapa aku, mungkin orang lain juga tidak akan memandangku sebagai cewek bodoh yang kikuk ! “ Kata Jubei yang menyetujui perkataan Tazuya


“ Yaaa. . .aku berkata seperti itu karena aku percaya bahwa menjadi El-Fighter, hidup kita akan menjadi semakin baik “


“ Jadi bagaimana ? kalian siap menghadapi misi selanjutnya ? “ Inuya bertanya dengan mereka berempat


“ Ya ! Tentu ! “


“ Okeeee ! “


“ Aku. . .sebenarnya masih ragu. . . tapi kalau hanya sekedar menolong kalian, aku ikut ! “ Kata Ryuga


“ Aku juga ! Aku sudah pasti akan ikut ! “ Ataru juga mengikutinya


Tazuya kemudian memberikan jari isyarat-V kepada mereka berlima, dan diikuti oleh Inuya, Jubei, Ataru dan Ryuga, membentuk sebuah bintang. Itu adalah salam rahasia mereka sebagai tanda solidaritas persahabatan mereka jika mereka semua menyetujui suatu hal dan bertekat untuk mendapatkannya


“ V-FIGHTER ! Ready for action ? “  Tanya Tazuya kepada mereka berempat


“ READY ! “


“ Wah wah waaaah~ Kelihatannya kalian berlima bersemangat sekali ya~ “ Kata Danmari yang menghampiri mereka berlima


“ Ahh. . . yaaa. . . kami ada rencana besar untuk malam nanti. Makanya kami agak bersemangat “ Jelas Inuya


“ Begitu ya. Ah Kurenai. . . ayo bantu aku untuk bawa keranjang bola dodgeball, Golomanov kesulitan untuk membawanya seorang diri “ Kata Danmari kepada Ataru


“ Apa ?! Si sialan itu masih butuh aku walau dia membenciku ? Cih. . .apa boleh buat ! Cengeng sekali dia “ Gerutu Ataru


Saat Ataru dan Danmari meninggalkan kelas untuk membantu Vladimir di ruang Gimnasium, bell jam pertama mereka akhirnya berbunyi. Shan Lee, sang wakil ketua kelas 1-LA-A mengajak siswa dikelas untuk menggantikan pakaian mereka dengan seragam olahraga


*****


Sore harinya, dikota Shinjitsu, terlihat ada sekelompok perampok yang berusaha untuk merampok sebuah bank


tersebesar di Asia. Perampok tersebut menembakki dua satpam bank sampai terluka parah, dan mengancam akan membunuh semua pengunjung bank jika ada salah satu dari mereka berusaha melawan


“ DIAM ! Jika ada yang berani bergerak, akan kutembak kalian sampai mati !”


“ Hei ! Apa Tamaro dan Gaku sudah selesai ?! “ Tanya sang boss yang bertanya keberadaan anak buahnya yang berada diruang penyimpanan uang


Diruangan tersebut, terlihat para anak buah sedang memasukan uang tersebut sembari sedang minum bir didalamnya. Salah satu anak buah yang menggunakan helm pembalap  berwarna merah meminta mereka untuk bergegas mengambil semua uang tersebut


“ HEI KALIAN ! Berani sekali kalian enak-enakkan bersantai disini ! Cepat masukan semua uangnya ! “


“ Berisik ! Kau tidak lihat kami sedang melakukannya ! “


“ Dasar bodoh ! Kau pikir aku tidak lihat apa yang kalian lakukan, hah ?! Ayo cepat, dasar pemalas ! “


Di tangga menuju ruang penyimpanan uang, terlihat area tersebut dijaga oleh satu orang penjahat menggunakan topeng dan baju pelindung. Tiba-tiba, sosok misterius muncul dari toilet yang tidak jauh dari tangga tersebut. Sosok tersebut langsung menembakkan pemuda tersebut dari belakang, tepat dikaki kanannya. Yang membuat pemuda tersebut langsung terjatuh


( DORR ! )


“ Ah ! Ugggh ! “


“ Hei ! Katakan padaku apa yang kalian lakukan disini ! “ Kata sosok tersebut yang tidak lain ialah Ataru Kurenai


“ Aku hanya disuruh untuk menjaga ! “

__ADS_1


“ Jika tidak “ Tazuya kemudian datang dari belakang dan mengarahkan pedang kearah leher pemuda tersebut


“ Hiiih ! Mereka ada dilantai atas untuk mengambil uangnya sedangkan boss berada dibawah bersama yang lain untuk menahan para pengunjung ! “ Jelas pemuda tersebut dengan nada ketakutannya


“ Begitu. . .terima kasih atas kejujuranmu ! “ Kata Tazuya yang langsung keatas bersama Ataru


“ Hei . . . bisakah bantu aku untuk menghentikan pendarahan ini ? “ Panggil pemuda tersebut kepada mereka berdua


Tazuya kemudian mengaktifkan sinyal kepada Inuya, Ryuga dan Jubei yang berjaga diluar. Saat menerima sinyal dari Tazuya dan Ataru, Inuya langsung mengajak Jubei dan Ryuga untuk menyerang boss penjahat dengan memasuki bagian luar dari Bank


“ Ayo ! “


( BRAAAAK ! )


Inuya memasuki Bank tersebut dengan menendang pintu kaca tersebut, yang membuat sang Boss dan juga orang yang ada didalam Bank tersebut terkejut atas kehadirannya


“Ah ! Siapa kalian ?! “


“ Kami. . .V-FIGHTER ! “ Kata Inuya kepada sang boss penjahat tersebut


“ Cih ! Mengganggu saja kalian ! Lihatlah ini ! “


Saat Boss penjahat berusaha untuk menembak para korban, Ryuga dengan cepat mengambil pistol tersebut dengan kekuatan sihirnya. Anak buah yang berjaga disana langsung menyerang mereka bertiga. Inuya dan Ryuga kemudian bertarung melawan para anak buah dan boss tersebut, sedangkan Jubei berusaha untuk mengevakuasi para korban untuk keluar dari Bank


“ Ayo cepat ! Keluar dari sini ! “ Perintah Jubei kepada para korban


“ Cih ! Wanita sialan ! “


( Dor ! )


“ HAH ! “


( TAAAAK ! )


Jubei menangkis tembakan sang Boss dengan Estrella-nya. Sang Boss yang terkejut melihat itu kembali menembaki Jubei, namun berhasil ditangkis dengan cepat oleh Jubei dan membuat ia untuk menembakknya agar ia tidak menembaki para korban


( Syaaaat ! Duagh ! )


“ Menyerang wanita, hah ?! Kenapa kau tidak mau menyerang kami ? “ Tantang Ryuga pasca ia menyerang kepala sang Boss dengan perisai Anthos-nya


“ Kau sendiri jangan macam-macam denganku ! “


Saat Boss tersebut menembak kearah Ryuga, tembaknya berhasil ditangkis olehnya dengan perisai Delfini-nya, yang membuat tembakan tersebut berbalik kearahnya dan mengenainya


“ Agh ! “


“ Bagus, Gamma-san ! Hyah ! Hyah ! “ Puji Inuya sambil memanggil Ryuga dengan pangkat El-Fighternya


“ HOI ! YANG DIATAS ! CEPAT BANTU A- “


Disaat sang Boss memanggil anak buahnya yang ada dilantai atas, ia dikejutkan atas tubuh sang anak buah yang dilempar Ataru dari lantai atas dalam keadaan luka parah dan patah tulang leher. Disaat Tazuya menyambutnya, Ataru langsung menembak keempat anak buah yang berjaga tepat dibagian kepala mereka


“ Adududududuuh ! “


“ Maaf ya, kami agak kurang sopan dengan mereka. Tapi mereka duluan yang melakukannya jadi aku tidak punya pilihan ! “ Kata Tazuya dari atas


( Door ! Door ! Door ! Door ! )


“ Celaka ! “


“ Menyerahlah ! Jika kau tidak ingin kehilangan kepalamu ! “ Ancam Ataru


Tidak lama kemudian, polisi mulai berdatangan berkat panggilan dari Rigel Orionis. Saat polisi memasuki tempat tersebut, V-FIGHTER langsung menyerahkan sang Boss beserta anak buahnya yang masih hidup kepada mereka. Mereka tidak hanya mendapat pujian


“ Bagus, Fighter ! Terima kasih atas kerjasama anda untuk menangkap orang-orang ini “ Puji sang kapten


“ Ya. . . ini sudah tanggung jawab kami untuk mengalahkan orang-orang i-“


“ Fighter ! Fighter ! Apa benar anda adalah penerus dari sang El-Fighter tahap ke-3 ? “ Tanya sang wartawan yang


memotong pembicaraan Tazuya


“ Apa kalian tahu siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan dikota ini ? “


“ Jika itu adalah pihak Atraco atau La-Sombra, itu artinya pemimpin mereka sebenarnya masih hidup ? “


“ Eh. . .uh. . .apa ? “ Kata mereka berempat dengan kebingungan saat dijejali berbagai macam pertanyaan yang tidak mereka pahami


“ Menurut anda, apakah ini ada kaitannya dengan penyerangan Alien 20 tahun yang lalu ? “


“ Aaaah . . . maaf. . .kami tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan kalian. Kami dapat panggilan lain untuk


misi kami selanjutnya. Hehehe. . .Byeee “ Kata Tazuya saat mengajak keempat V-FIGHTER lain untuk menghindari dari kerumunan wartawan tersebut


Tidak lama, mereka mendapatkan pesan dari Rigel untuk berpencar karena ia mendapat tiga sinyal bahaya yang berbeda. Tazuya dan yang lainnya mengerti akan penjelasan Rigel, dan kemudian berpencar ketitik koordinasi yang dimaksud


“ Kami mengerti. Ayo. . .kita berpencar ! “


Tazuya dan Inuya mengejar sebuah pencopet yang berusaha lari dari kejaran polisi pasca berhasil mencopet dan menyakiti seorang wanita dipinggir jalan. Inuya dengan cepat mengejar penjahat tersebut dan berhasil membuat ia terjatuh dari motornya


“ Adudududuuuuh ! “


“ Serahkan tasnya ! “ Ancam Tazuya dengan Kusanagi-nya


“ Jangan harap ! “ Kata penjahat tersebut dengan pistol miliknya


( DUAGH ! )


Tazuya menendang pistol dan dagu pria tersebut, dan membaringkan pria itu kejalan aspal sambil menancapkan Kusanagi tersebut tepat disebelah leher pria tersebut


“ Hiiiiiiy ! “


“ Aku akan mengecek wanita itu dan jaga dia sebelum pak polisi datang kemari “ Kata Inuya


“ Yaaaa ! “


Kemudian, Ryuga dan Ataru menghadapi kawanan gangster yang sedang memeras beberapa pejalan kaki dikota tersebut. Ataru menembak ban motor mereka yang membuat salah satu gangster yang berusaha lari terjatuh. Sedangkan Ryuga menahan mereka yang tidak sempat melarikan diri dengan kekuatan sihirnya


“ Fyuh. . . masih sempat “ Kata


Ryuga


“ Ampun. . . tolong ampuni aku !


Jangan bunuh aku ! “


“ Okeeee~ Tapi hanya kau saja yang


kuberi ampunan “ Kata Ataru kepada sang gangster tersebut


Dan Jubei terlihat sedang menghadapi kelompok penculikan anak yang sedang menyiksa beberapa anak yang gagal mengambil uang hasil curian mereka. Sang nyonya berusaha melawan dengan pisau, namun Jubei berhasil menghindarinya dengan mudah, dan langsung menahan nyonya tersebut. Para anak-anak dan orang yang


disekitar sana yang melihat aksinya berdecak kagum dan bersorak-sorai kegirangan


“ Terima kasih, Fighter-san~ “


“ Eh. . .umm. . .ya. . .aku senang kalian akhirnya bisa selamat “


“ Wanita ini adalah buronan yang paling dicari-cari seasia. Selanjutnya, kami akan mendata anak-anak ini dan mengembalikan mereka ketempat asal mereka dengan selamat” Kata sang ibu letnan kepolisian


“ Ah ! Terima kasih banyak, bu. Kalau begitu, aku pamit dulu ya~ “

__ADS_1


Disaat Jubei pamit untuk mundur, salah seorang wartawan digital memfotonya dan kemudian memberikan semua hasil pantauan yang ia lihat kepada sang editor berita digital. Alhasil, berita aksi para V-FIGHTER tersebar diseluruh media sosial di Neo-Jepang. Rigel, Dullart, beserta para V-FIGHTER yang melihat berita tersebut menjadi sangat bangga karena akhirnya dunia perlahan akan mengetahui bahwa El-Fighter telah kembali


__ADS_2