
Rigel masihterus diserang oleh monster kucing dan kedua robot petarung Thetoid tersebut, dan ia benar-benar kewalahan untuk menghadapinya seorang diri. Terlebih ia sedang mencari keberadaan Dullart yang dilarikan oleh Oxtoroo. Saat Rigel mulai lengah , Mag-Ni5 tiba-tiba datang dihadapannya dan berusaha untuk menebasnya. Rigel yang menyadari ini terkejut, dan terkena serangan tersebut
“ Dullart ! Kemana dia membawanya !“
“ Hei ! Riposte Blast ! “
“ Ah- “
( Zraaaaaaaaaaasss)
“ Agh ! “
Kemudian, monster kucing tersebut berusaha untuk menyerang Rigel. Rigel berhasil menghindarinya dengan mudah, tetapi ia masih kesulitan bertarung karena luka yang ia alami. Rigel kemudian mulai terpojok diantara monster tersebut bersama dengan para robot petarung dari Theta
“ Merepotkan sekali ! “ Gerutu Rigel
“ Jangan hanya menghindar ! Ayo lawan kami ! “ Bentak Melee-Function sambil menyerangnnya dengan beberapa tembakan laser
“ Alternate ! Mirror shield : Reversal ! “
“ Cih ! “
Mag-Ni5 yang melihat hal itu langsung bertindak cepat dengan menebas semua serangan laser tersebut untuk melindungi Melee-Function dan monster kucing tersebut. Ia kemudian melesat pergi kearah menebas Rigel yang kembali membuat Anthemusanya terbelah menjadi dua
“ Sialan ! “
“ Hyaaaaaah ! “
( Zraaaaaaaaaassss )
“ Ugh ! “
Monster kucing tersebut langsung memegang Rigel dan bersiap untuk memukulnya. Disaat ia ingin menyerangnya, ia dihentikan oleh serangan laser dari jarak jauh. Dan kemudian, ia diserang oleh kekuatan sihir beraura merah muda. Monster tersebut bersama kedua robot petarung menjadi panik. Disaat Melee-Function mencari sumber serangan tersebut, Tazuya Hideyuki Iga, dengan battlesuit berwarna hitam-birunya langsung menebas wajahnya
“ Ahahahaha. . . lemaaaah~ “ Ejek Melee-Function
“ Baiklah, kucing ! Hajar dia ! “ Perintah Mag-Ni5
“ Cih ! “
( Zyuuuuuung ! Blaaaaaaaar ! )
“ Apa ?! “
( Syat! Syat! Syat! Syat! )
“ Siapa disana ?! “ Melee-Function bertanya
“ Haaaaaaaaaaaaahhh HYAH ! “
( ZYAT )
“Uaaaaaaagggh ! “
“ Terima ini, kucing besar ! “
( Blaaaaaaar ! )
Ataru dengan battlesuit berwarna hitam-merahnya menembak kearah pergelangan tangan monster kucing Hassan, yang membuat Rigel terlepas dari genggaman monster tersebut
“ Kalian ? “
“ Maaf, Tuan Rigel. Jika ini terlalu awal untuk kami. Kami tidak punya pilihan “ Jelas Inuya yang menggunakan Battlesuit berwarna hitam-kuning
“ Ya. Tidak masalah. Aku sangat senang karena kalian menyadari bahwa aku dalam masalah ! “ Kata Rigel
“ Tuan Rigel ! Dimana Dullart-san ? “ Tanya Tazuya
“ Dia dibawa oleh pemuda berambut oranye yang sempat kalian hadapi beberapa hari yang lalu ! Dua orang dari
kalian harus mencarinya bersama dengan DECA-I. Aku yakin dia tidak jauh dari sini ! “ Perintah Rigel
“ Raaaaaaaaaah. . . sebal sebal sebaaaaaaal ! “ Teriak Melee-Function dengan kesal
“ Siapa kalian ?! “ Tanya Mag-Ni5
“ Kami adalah. . .uuuuh. . . V-FIGHTER ! “ Jawab Tazuya
“ V-FIGHTER ? atau El-Fighter ? “
“ Aaaah. . .kau sendiri tidak lihat kami muncul berlima! V itu merepresentasikan jumlah kami ! “ Kata Tazuya sambil
menunjuk kearah teman-temannya yang baru saja datang
“ Mau V-FIGHTER. . .El-Fighter. . .kalian semua menyebalkan karena telah menggangguku ! “ Gerutu Melee-Function
“ Mau mulai sekarang ! Oke ! Ayo maju ! “ Tantang Tazuya
“ Jubei ! Inuya ! pergilah bersama DECA-I untuk mencari Dullart-san ! “ Perintah Rigel
“ Oke ! “
“ Hei ! Jangan lari kalian ! “
Melee-Function berusaha untuk mengejar Inuya dan Jubei yang diutus untuk mencari Dullart dan Oxtoroo. Ataru yang melihat itu langsung menembaknya dari belakang untuk menghentikannya. Mag-Ni5 memperingatkan Melee-Function untuk tidak terburu-buru menghadapi mereka. Dan percaya Inuya dan Jubei tidak akan bisa mengalahkan Oxtoroo dengan mudah
( Blaaar ! Blaar ! )
“ Hei robot kodok ! Jangan seenaknya mau ninggalin lawanmu disini “ Tantang Ataru
“ Melee-Function ! Jangan gegabah untuk menghadapi mereka. Serahkan semuanya dengan penasehat istana Oxtoroo yang menghadapi mereka. Mereka bukanlah masalah ! “ Mag-Ni5 memperingatkan Melee-Function
“ Cih ! Oke oke~ Jika kalian ingin bertarung dengan kami. . .ayo kita lakukan! Mari bersenang-senang dengan
anak-anak ini ! “
“ Anak-anak ! Jangan sampai lengah ! Robot ini, sama berbahayanya dengan robot yang kalian kalahkan beberapa hari yang lalu “ Rigel memberi peringatan kepada Tazuya, Ryuga dan Ataru
“ Baik ! “
“ Hei kucing, ambil apa yang disuruh oleh bossmu sekarang ! “ Perintah Mag-i5
Rigel yang melihat hal itu terkejut dan langsung mengejar monster kucing Hassan kemuseum incarannya. Rigel menyerang kearah kedua robot tersebut untuk mengganggu perhatian mereka kepadanya, dan membuat mereka tidak mengejarnya. Saat berhasil melakukan itu, Ataru menembak mereka dengan spirit pistol miliknya, dan kemudian berlari kearah mereka dengan sabit listrik yang ia bawa dari rumah Rigel
“ Prismannya ! “
“ Jangan lengah ! “ teriak Ataru
( Trang ! Trang ! )
“ Hyaaaaaaaaaahhh ! Haaaaah ! “
( Traaaaaanng ! )
“ Woah. . . tangguh juga robot ini ! “ Kata Tazuya sambil menahan pedangnya dari serangan Mag-Ni5
“ Kau juga, agak tangguh untuk para pemula ! “ Puji Mag-Ni5
( Syat ! Syat ! Syat ! )
“ Sialan ! Riposte Blast ! “
Mag-Ni5 mengayunkan pedangnya kearah Ryuga. Beruntungnya, Ryuga berhasil melindungi dirinya dengan perisai sihirnya dan langsung melemparkan buckler tersebut kearah Mag-Ni5. Robot tersebut melihatnya, dan langsung menangkap buckler tersebut dan melemparkannya kembali ke arah Ryuga dengan sekuat tenaga yang
membuat ia berhasil memecahkan perisai sihir tersebut
“ Hah ! “
“ Uwaaa ! “
( PRAAAK )
“ Agh ! “
“ Kena kau ! “ Melee-Function berusaha menyerang Ryuga dengan Super-punch miliknya
( Zyat ! )
“ Cih ! Hyaaaaaaaaaah ! “
__ADS_1
( DUAGH )
“ Tazuya-kun ! Ryuga-san ! “ Panggil Ataru
“ Tinggal kau ! “ Melee-Function kemudian menembak kearah Ataru dengan Arm-Cannon miliknya
( Zyuuuuuuuuuunngg )
“ Cela- “
( Blaaaaaaaarrrr )
Di gang persembunyiannya Oxtoroo, Dullart terlihat perlahan mulai kembali mendapatkan kesadarannya. Ia terkejut saat mengetahui bahwa Oxtoroo, Swift Polly beserta EVA-Q8 ada bersamanya. Oxtoroo memintanya dengan pelan untuk tidak panik, mengatakan bahwa mereka tidak ada niat untuk menyakitinya
“ Aaaaah. . . ah . . .AAAAH ! “
“ Hei tenang ! Tenang ! Kami tidak ada untuk menyakiti anda, Tuan Muda ! Jadi kumohon jangan panik “ Kata Oxtoroo
“ Oxtoroo ! Swift Polly ! EVA ! Aaaah. . . kepalaku. . . apa yang membuat kalian- “
“ Sebenarnya ini adalah idenya Jenderal, dan kami tidak punya pilihan untuk mengikutinya demi mencarimu tanpa
harus menyakiti anda “ Jelas Swift Polly
“ Ide Jenderal ?Aaaah. . .jadi- “
“ Hentikan ! Jangan bergerak ! Jangan sampai kami harus bertarung melawan kalian bertiga ! “ Kata Inuya yang
baru saja sampai ke gang tersebut sambil mengarahkan Blasterate kearah Oxtoroo dan yang lain
*****
Monster kucing Hassan berhasil mengalahkan beberapa penjaga yang ada disana memasuki musem tersebut untuk mengambil sebuah prasasti kuno yang konon memiliki informasti vital tentang artefak kuno dimana artefak tersebut bisa mengabulkan keinginan seseorang dengan melakukan suatu ritual tertentu. Rigel memasuki museum tersebut, dan langsung menghalangi jalan monster tersebut dengan memblokade pintu keluar museum tersebut
“ Berhenti ! Ayo mulai ! “ Tantang Rigel
“ Akhirnya datang juga kau, Prisman Beta “
“ Kau ! Seragam itu ! “
“ Salam kenal, Prisman. Aku adalah Jenderal Argus. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda di Planet ini “ Sambut Argus
“ Ya. Salam kenal, wahai Jenderal! Aku benar-benar tidak menyangka kamu dan anak buahmu akan bersekongkol dengan penjahat rendahan ini demi mencari pangeran tercinta kalian ! “
Rigel langsung menyerang Argus, dan Argus langsung mengeluarkan kapak listriknya untuk melindungi diri dari Anthemusanya Rigel. Melihat kedua alien tersebut saling menyerang satu sama lain, Monster Kucing Hassan melihat ada kesempatan untuk kabur dari museum tersebut dengan mencari jalan lain dari lantai atas
“ Kau ! Awas kau ! “
Rigel melesat dengan cepat mengejar Monster tersebut. Argus yang melihat hal ini langsung ikut mengejarnya. Rigel berhasil pergi keatas punggung monster tersebut, dan langsung menghancurkan Biofuse-link yang ada diwajahnya, yang menyebabkan ia kembali menjadi Hassan
“ Ah ! “
“ Seventh Step ! Ice Prison ! “
( KRAK! KRAK ! )
“ Kau, tunggu disini jika kau tidak ingin kehilangan kedua kakimu ! “ Perintah Rigel
“ Cih ! “
Argus kemudian melesat pergi kearahnya, dan Rigel berusaha menyerangnya dengan peluru es dari Anthemusa tersebut. Argus mengarahkan kapaknya, dan berhasil menangkis semua peluru es dengan mudah
( TRAK! TRAK! TRAK! )
“ Hebat ! Aku sangat takjub denganmu, Tuan Jenderal! “
“ Terima kasih atas pujianmu, Prisman-san. Kau juga sangat kuat. . .cekatan. . . tapi sayangnya kekuatanmu digunakan untuk melindungi planet orang lain ! “
Sementara itu, Inuya, Jubei dan DECA-I masih berada di gang persembunyiannya Oxtoroo dan yang lain. Swift Polly kemudian angkat bicara, dengan mengatakan bahwa tidak ada gunanya untuk menyelamatkan Dullart, terlebih dia bukan berasal dari bumi
“ Kalian. . . mau menyelamatkan Tuan
Muda ? Kalian pasti bercanda bukan ?” Tanya Oxtoroo
“ Aku tidak menyangka kalian anak-anak manusia akan pergi mencari keberadaan kami. Aku pikir urusan kalian
hanya menghadapi kelompok manusia itu. Pergilah ! Tidak ada gunanya kalian mau menyelamatkan Tuan Muda karena dia bukanlah bagian dari planet ini ! “ Kata Swift Polly sambil mengarahkan pistol laser kearah mereka bertiga
“ Kelihatannya. . .benar-benar tidak ada cara lain selain menghadapi mereka !” Respon Inuya
“ Jadi bagaimana ? “ Tanya DECA-I
Inuya terdiam sesaat. Ia kemudian menggantikan blasteratenya dengan sebuah golok yang sempat ia pakai saat latihan dan langsung berlari kearah Swift Polly
“ Ah ! “
( Zyuung ! Zyuung ! Zyuuung ! )
( DUAGH ! )
“ Polly-chan ! Sialan kau ! Awas ya ! “ Oxtoroo yang kaget melihat Swift Polly ditendang Inuya langsung mengeluarkan senjatanya dan pergi menyerangnya
“ JUBEI ! AMBIL INI ! “ Inuya melemparkan pistol laser milik Swift Polly ke Jubei
“ Yak ! Sialan kau Inuya, kasar juga kau dengan cewek ! “ Kata Jubei
“ Kalian ? Apa kalian anak muridnya Rigel-san ? “ Tanya Dullart kepada mereka berdua
“ Errr. . .Dullart-san. Jika mereka bersama aku, anda tidak perlu cemas “ Kata DECA-I yang menghampirinya
“ Robot kecil ? Apa kau bagian dari anak nakal itu ?! “ Tanya EVA-Q8 sambil mengarahkan salah satu Buds-Drone kearah monitornya
“ Hyaaaaaaaaa~ “
( Zyaaaaaaaaaaaat )
“ Buds-Droneku ! Hebat juga kau walau untuk seukuran robot-buddy seperti dirimu ! “
“ Kejar aku, robot jelek ! “
EVA-Q8 yang kesal langsung mengejar DECA-I. Inuya dan Jubei menghadapi Oxtoroo yang akhirnya Swift Polly langsung mengincar Jubei sebagai lawannya
“ HAH ! “
“ Ah ! “
“ Tidak adil rasanya jika Oxto menghadapi kalian 2 lawan 1. Aku benar-benar tidak punya pilihan ! “ Kata Swift Polly sambil menangkap tubuh Jubei
“ Pak Dullart ! Lari ! Dan cari Pak Rigel ! Dan ambil ini ! “ Kata Jubei sambil memberikan pistol laser kepadanya
Dullart yang mendengar perkataan Jubei langsung berlari dan mengambil pistol tersebut. Dengan berat hati, Dullart mempercayai mereka untuk mengalahkan mantan anak buahnya tersebut dan mengatakan bahwa ia merasa tidak pantas menjadi penerus dari Zozo
“ Anak-anak. . . aku mempercayai kalian untuk menghadapi mereka. Oxtoroo. . . Swift Polly. . .maaf ! Menjadi penerus ayah. . . bukanlah keinginanku. Aku merasa. . . tidak pantas mendapatkannya “ Kata Dullart dalam hati
Ditempat pertarungan Tazuya dan yang lain, terlihat mereka bertiga kewalahan untuk menghadapi kedua robot petarung tersebut. Ataru mengajak Tazuya dan Ryuga untuk bersembunyi dari mereka dan memikirkan cara untuk menghancurkan robot tersebut
“ Aku tidak menyangka ini akan menjadi lebih merepotkan dari yang aku kira “ Gerutu Tazuya sambil memperhatikan situasi diluar
“ Mumpung robot-robot tersebut belum menemukan kita, ayo pikirkan bagaimana cara untuk menghentikan mereka“ Kata Ryuga
“ Robot hijau itu. . . dia jauh lebih gila dari robot hitam temannya. Menurutmu jika kita pancing salah satu
dari mereka. . . siapa yang bagus untuk dipancing terlebih dahulu ? Si hijau atau si hitam ? “ Tanya Tazuya
“ Kalau aku lihat, si hijau hanya mementingkan program yang ia miliki dan tidak punya skill khusus yang mencolok
seperti si hitam itu. Dan pertahanan Ryuga-san kelihatannya cukup kuat untuk menghadapi serangan si hijau tersebut. . .aku yakin kamu bisa memancing robot itu seorang diri “ Jelas Ataru
“ Hei ! Jadi kalian mau aku mengalahkan robot hijau gila itu seorang diri hanya karena pertahananku kuat ?!
Aaagghh. . .kalian pasti sudah gila ! Mereka menendang dan melempar kita seperti boneka Ragdoll ! Kurasa berpencar dan memancingnya bukanlah ide yang bagus ! “ Gerutu Ryuga
( BUUUUUUMMMMM )
“ Bagus, Ryuga ! Karena volume suaramu mereka akhirnya tahu persembunyian kita ! “ Gerutu Tazuya saat menyadari kedatangan robot tersebut
“ Kita tidak punya pilihan untuk- HEI TAZUYA ! JANGAN KELEWATAN NEKAT KAU ! “
“ Sialan kau, Hideyuki ! “
__ADS_1
Ataru yang melihat Tazuya langsung pergi mencari robot tersebut jadi panik dan langsung menyusulnya yang diikuti oleh Ryuga. Dugaan Tazuya terbukti benar karena suara ledakan tersebut berasal dari Melee-Function yang menembak kesegala arah untuk mencari keberadaan mereka bertiga. Serangan Melee-Function membuat masyarakat disekitar sana panik, dan tidak sedikitnya ada diantara mereka yang terluka
“ Sudah cukup, Melee ! Salah satu diantara mereka akan ada yang datang kemari ! “ Kata Mag-Ni5 sambil menghentikan Melee-Function
“ Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
“ Heh ! Keluar juga ka- HEI ! BERANI
SEKALI KAU MENCURI LAWAN ORANG LAIN ! “
Saat mereka melihat Tazuya berlari kearah mereka, Mag-Ni5 langsung melesat pergi menyerang Tazuya dengan pedangnya. Tazuya dengan cepat mengeluarkan pedangnya untuk menyerang dan melindungi diri dari serangan Mag-Ni5
( Trang ! Trang ! Trang ! )
“ Hebat juga kau bocah ! “
“ Terima ini ! “
( TRAAAANG ! )
“ Segini saja kemampuanmu ! “
“ Ah ! “
( Traaang ! Traaang ! Traaaang ! )
“ MELEE-FUNCTION ! SEKARANG ! “
“ Heheheheeee ! Super Punch ! “
“ Cela- “
( DUAGH )
“ Uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa “
“ Oh tidak ! TAZUYA ! “
“ HIDEYUKI !”
Karena pukulan keras dari Melee-Function membuat Tazuya terlempar jauh dari mereka dan ia mendarat tepat didepan mobil milik Karin Umida yang sedang terparkir disebuah kafe yang agak jauh dari tempat pertarungan mereka. Beruntungnya, Tazuya tidak mengalami cidera serius berkat battlesuit yang ia kenakan. Saat ia berusaha bangun, ia kaget saat ia melihat Karin tepat berada didepannya. Karena helm pelindung yang ia pakai yang juga memiliki program pengubah nada suara, Karin tidak menyadari bahwa orang yang dihadapannya adalah Tazuya
( BRAK ! )
“ Adudududududuuuuhhh “
“ Kamu tidak apa-apa ?”
“ Ah. . . Ka. . . Ah. . .ya. . .aku tidak apa-apa. Terima kasih. . . karena mau membangunkan aku “ Kata Tazuya yang mengambil tangan Karin
“ Sepertinya ia tidak tahu siapa aku “ Kata Tazuya dalam hati
*****
Tidak lama setelah itu, sebuah mobil berwarna hitam muncul dihadapan mereka. Ternyata itu mobil milik Sandy,
temannya Karin. Disaat Karin kesal akan kedatangannya sambil mengucapkan namanya, Tazuya kaget dan kembali teringat akan perkataan dari pria bertato yang menyerang mereka dua hari yang lalu. Ia akhirnya sadar bahwa orang yang berada di depannya adalah orang yang memberikan perintah kepada pria bertato tersebut
“ Umida ! Umida ! “
“ Aaaaghh. . . kau masih disini Sandy ! Kamu benar-benar ga ada kerjaan yang selalu mengikutiku setiap saat ! “
“ Sandy ? Ah. . . jangan-jangan. . .apakah dia ini yang menyuruh orang bertato itu untuk menyerang kami ?! “ Tazuya bertanya dalam hati
“ Ayo ikut aku ! Disini berbahaya dan kamu nanti bisa celaka ! “ Kata Sandy sambil menarik tangannya Karin
“ Aku bisa mengurus diriku sendiri, Sandy ! “
“ Jadi kau. . . namamu Sandy ? “ Tazuya bertanya kepada Sandy
“ Ah. . . iyaaaa. Aku teman sekampusnya. Terima kasih karena telah melindunginya dari bahaya, Fighter “
Disaat Tazuya ingin bertanya tentang pria bertato tersebut, ia kemudian mendapatkan kontak telepati dari Ataru yang bertanya tentang keberadaannya dan memintanya untuk kembali bersama mereka berdua karena mereka sedang dalam masalah. Hal ini membuat Tazuya mengurungkan niatnya dan meninggalkan Sandy dan Karin ditempat
“ Tazuya-kun ! Kamu tidak apa-apa ! “
“ Ya ! Aku tidak apa-apa ! Tapi aku baru saja menemukan- “
“ Bisakah kamu kemari ! Kami berdua mengalami masalah serius untuk menghadapi robot gila ini ! Cepat kemari ! “
“ Ah. . . baiklah ! “
( Puk ! Puk ! )
“ Hei, tuan Fighter kecil ! Kamu tidak apa-apa ?! “ Tanya Karin sambil menepuk pundak Tazuya
“ Ah ! Tentu ! Aku tidak apa-apa ! Baiklah, Tuan Sandy dan Nona Umida. . .aku permisi dulu ! Kalian lebih baik
larilah dari tempat ini ! “ Kata Tazuya sambil memberikan peringatan kepada mereka berdua
“ Ya ! “
Tazuya langsung berlari mencari keberadaan teman-temannya sambil melirik kearah Sandy. Dengan perasaan kesalnya saat tahu Sandy adalah orang yang membenci mereka tanpa alasan yang kuat, Tazuya bersumpah bahwa jika ia punya kesempatan untuk menemuinya, dia akan membalaskan semua apa yang ia perbuat sebelum tindakan Sandy semakin menjadi-jadi
“ Dilihat dari wajahnya, kelihatannya dia bukan orang yang gampang menyerah begitu saja. Aku yakin dia
pasti kesal karena aku dan yang lain mengalahkan suruhannya dua hari yang lalu. Sandy. . . jika aku menemukan kesempatan bertemu denganmu, aku tidak akan membiarkanmu lari dariku ! “
Tiba-tiba, mata pedang milik Tazuya mulai bercahaya. Melihat hal itu, Tazuya menjadi agak kaget. Tapi ia merasa bahwa ini ada hubungannya dengan Fighter Possession. Disaat ia kembali melihat Mag-Ni5 yang berusaha untuk membantu Melee-Function yangt tertembak oleh Ataru, Tazuya kemudian kembali mencoba untuk menyerangnya dengan pedang tersebut
“ Ah ! Pedangnya ! Jangan-jangan. . . “
( BUUUUUMMMMM )
“ Ataru ! Ryuga ! “
“ Haaaaaaaah “
( Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! Syat ! )
“ EKRIXI ! “
“ ITU TIDAK AKAN MEMBANTU ! “
( TRAK! SRIIIIINNNG! BUUUUUUUUUUUUMMMM )
“ KURENAI, SEKARANG ! “
( ZYUUUNG ! BLAAARR ! )
“ Sialan ! “
“ Awas kalian ! “ Teriak Mag-Ni5 yang berusaha untuk menebas Ataru dengan pedangnya
“ HEI KAU ! TERIMA INI ! HYAAAAAAAAAAAAAAAHHH “
“ Tazu-ah. . .pedangnya ! “
Saat Ataru berusaha untuk memperingatkan untuk tidak terburu-buru, ia kemudian melihat bahwa pedang Tazuya yang bercahaya kemudian berubah warna menjadi warna hitam pekat. Aura berwarna biru masih terlihat disekitar mata pedang tersebut, dan saat Tazuya menyerang Mag-Ni5, pedangnya berhasil mematahkan mata hot sword milik Mag-Ni5
“ TERIMA INI ! “
“ TIDAK A- “
( ZYAAAAAAAAT )
“ APA ?! “
( TRAK ! )
“ Ada apa, Tuan robot ?! “ Tazuya bertanya kepada Mag-Ni5
“ Apa-apaan pedangmu itu, bocah ! Kelihatannya itu bukan pedang biasa ! “
Tazuya kemudian melihat kearah pedangnya tersebut. Ia menyadari bahwa pedang miliknya memiliki perubahan yang cukup drastis karena pedangnya bisa menebas mata pedang milik Mag-Ni5
“ Hideyuki ? Mungkin’kah pedangmu adalah. . . “
“ Fighter Possession ? Sepertinya begitu ! Aku bisa merasakan semuanya ada didalam pedang ini. Kebanggaanku. . . keinginanku. . . dan emosiku. . . semuanya. . .ada disini “ Kata Tazuya sambil melihat refleksi dirinya dipedang hitamnya tersebut
__ADS_1
“ Baiklah ! Jika kau ingin melawan sesama ahli pedang, sini. . . lawan aku satu lawan satu, tuan robot ! “ Tantang Tazuya ke Mag-Ni5 sambil mengarahkan pedangnya kearah robot tersebut
“ Jadi kau sudah mendapatkan semangatmu ? Bagus ! Ayo kita bertarung satu lawan satu ! “ Kata Mag-Ni5 sambil mengeluarkan pedangnya yang lain dari tangan kirinya