
“ Jubei ! “ Dullart berniat untuk mendekati Jubei namun ditahan oleh Rigel karena ia takut Energateez akan mengambil kesempatan untuk menangkapnya selama dalam pertarungan
“ Kau ! “ Geram Jubei yang berusaha untuk bangkit
“ Fighter ! Larilah dari sini ! Jangan cemaskan kami ! “ Ujar Oxtoroo kepada Jubei yang memintanya untuk lari dari Energateez
“ Disaat seperti ini kau masih peduli dengan kami ? Kau lupa kami adalah musuhmu ?! “ Ujar Sampson yang mempertanyakan kebaikan Jubei
“ Kau sudah dengar ‘kan apa yang dikatakan mereka ?! Sia-sia saja kamu menolong mereka dan juga Tuan Muda ! Kebaikanmu tidak ada artinya untuk mereka ! “ Ejek Energateez
“ Ah ! Aku...” Jubei yang gugup berjalan mundur saat Energateez perlahan mendekatinya sambil mengarahkan Cyber-Glove kearahnya
“ Hmmmm...“
Walau sudah diperingatkan oleh Oxtoroo, Jubei tetap ingin menolong Oxtoroo dan Sampson yang masih terperangkap. Energateez kembali menyerang Jubei dengan Cyber-Glove, dan Jubei langsung menghindarinya dengan cepat. Saat Energateez mencoba untuk kembali menyerang dan menantangnya, Jubei akhirnya melakukan perlawanan dan menerima tantangan dari Energateez untuk bertarung
( ZYUUUNG ! )
“ AH !!! “ Jubei berhasil menghindari dari serangan lasernya Energateez yang membuat laser tersebut terkena perangkap listrik disekiar Oxtoroo dan Sampson
( BUUUUM !!! )
“ HYAAAAAAAAAAAAH ! “ Energateez berlari kearah Jubei dan bersiap menembaknya kembali dengan laser Cyber-Glove
“ HAAAAAAH ! “ Jubei berusaha menyerang Energateez dengan pistol kaliber khususnya
( DOOOR ! DOOOR ! )
“ Agh ! Awa kaaauuu !!! “ Rintih Energateez yang terkena serangan di bahu kanannya dan ia pun langsung mengeluarkan tombak listrik untuk melawan Jubei
( SYAAAT! SYAAT! SYAAAT! )
“ TERIMA INI !!! “ Jubei berlari kearah dan langsung meninjunya
“ KEPA-“
( DUAAAAAAGGGH ! )
“ Uwaaaaagh ! “ Jubei meninju Energateez dengan sangat kuat yang menyebabkan ia terpental dan mengenai sofa yang ada diruang pertemuan dan terpisah dari tombak listriknya
( BRUUUK ! )
“ Dullart-san ! Ambil ! “ Jubei langsung melemparkan tombak listrik kepada Dullart
( GREP ! )
“ Ayo Rigel ! “ Ajak Dullart untuk menyelamatkan Oxtoroo dan Sampson
Rigel dan Dullart mengambil kesempatan untuk menyelamatkan Oxtoroo dan Sampson dengan menghancurkan perangkap tersebut dengan tombak listrik milik Energateez. Melihat Energateez berusaha untuk kembali melakukan perlawanan dengan laser dari Boo-Boo, mereka berlima bergegas untuk lari meninggalkan gedung tersebut dari kejaran para prajurit elit
( ZAASSH ! )
“ Terima kasih ! “ Ujar Oxtoroo kepada mereka bertiga
“ Ayo ! Ikut aku ! “ Ajak Rigel kepada mereka semua untuk meninggalkan gedunga MIRA
(BLAAAR ! )
“ Aaaah ! “
“ Heh ! Kau pikir aku akan membiarkanmu lari ! Tembak Boo-Boo ! “ Perintah Energateez kepada Boo-Boo untuk menembak mereka dengan lasenrya
“ Oke Tuan~ “
“ Ayoo ! “ Rigel mengajak Jubei dan yang lainnya untuk lari meninggalkan gedung MIRA dan ini membuat Energateez memutuskan untuk mengikuti mereka
“ Ah ! Energateez ! “ Rough Polly kaget dan berpikir jika Energateez gagal menangkap Dullart dan yang lainnya
( TRAAANG! TRAAANG! )
“ Jangan cemas ! Biarkan dia menangkap mereka ! Lagipula dia juga sangat tidak berguna jika berada dipertarungan kita dan hanya bisa mengganggu ! “ Ujar Galaztis yang tetap menyerang Ataru
( Zyuuung! Zyuuung! Zyuuung! Zyuuuung! Zyuuung!)
“ Okeee ! Mari kita doakan semoga dia berhasil ! “ Kata Rough Polly sambil bersiap untuk menyerang Ryuga
“ Ah ! “
(TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! )
“ Hot Blade !!! “ Rough Polly meningkatkan panas pisau tersebut untuk menyerang Ryuga
( TRAAAAAAAAAAAAAAANG ! )
“ Celaka ! Fifth Act : Surprise ! “ Ryuga terkejut melihat pisau plasma perlahan meretakan Perisau Anthos Delfini langsung mengeluarkan teknik perisai peledak di perisai tersebut
“A-“
( BLAAAAAAAAAAAAAARR ! )
“ Licik juga kau ! Kelihatannya kau benar-benar sudah sembuh total yaaa~ Hyaaaaaaaaah!!! “ Ujar Rough Polly yang menghindari dari ledakan tersebut dan ia kembali menyerang Ryuga
“ Haaaaaah ! “
(DRAAK! DRAAK! DRAAK! DRAAK! )
“ First Act : Turbo ! “
“ Cela-“
( DUAAAAGH )
“ Fyuuh ! Syukurlah ! Terima kasih ! “ Sahut Rough Polly yang lega akan pertolongan dari Galaztis
( Zyuuung! Zyuuung! Zyuuuung)
“ Terima ini ! “ Galaztis menyerang Ataru dan Ryuga dengan laser khusus yang bisa berbeleok
( Zyuuuuuung )
“ Cih ! HAAAAH ! “ Ryuga menggunakan sihirnya untuk melindungi dirinya dari laser tersebut dan seketika laser tersebut berbelok dan mengenai sisi lain di ruang pertemuan
( BLAAR! BLAAR! )
“ Itu tidak akan mempan ! “ Ujar Galaztis yang kembali menembaki mereka dan Rough Polly mempersiapkan pisau plasmanya untuk menghancurkan perisai tersebut
“ Kita tidak boleh terlalu bersemangat untuk bertarung disini ! Atau gedung ini akan hancur karena kekuatan kita ! “ Ryuga memberi peringatan kepada Ataru sambil menggunakan tekniknya untuk melindungi diri dari lasernya Galaztis
“ Nah ! Apa kau tahu bagaimana untuk mengakhiri ini tanpa harus menghancurkan gedung tua ini ?! “ Tanya Ataru
“ Hmmm ! Aku tahu ! “ Ujar Ryuga yang mulai dapat ide tentang teknik yang akan ia gunakan
( ZYUUNG! ZYUUUNG! ZYUUUNG! )
“ Rough ! Serang ! “ Perintah Galaztis kepada Rough Polly untuk menyerang Ataru dan Ryuga
__ADS_1
“ Okeee ! Hyaaaaaaaaaaah ! “
“ Slapp ! “ Ryuga melepaskan perisainya dan langsung menggunakan Troubled Vision untuk mengelabui Rough Polly
“ TERIMA-“
“ Troubled Vision ! “
( SRIIIIIIIIIIIINNNG )
“ Hyaaaa ! “ Teriak Rough Polly yang tersilau oleh serangan dari Ryuga
“ ROUGH-“ Galaztis berusaha untuk mendekati Rough Polly malah ikut terkena seranga tersebut
“ Uh! Ah ?! Di-dimana ini ? “ Tanya Rough Polly yang kebingungan karena efek ilusi dari teknik Anthos Delfini
Sinar yang dipancarkan Anthos Delfini karena efek dari teknik tersebut membuat seisi ruangan memancarkan sinar merah muda yang sangat terang sehingga Galaztis juga ikut terkena serangan tersebut. Sinar tersebut juga terlihat dari luar yang membuat Tazuya dan Inuya bertanya apa yang yang sedang terjadi ditengah pertarungan mereka
( TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! )
“ Hah ? Apa itu ?! “ Tanya Glabe yang tidak sengaja melirik gedung MIRA
“ Cahaya itu ? “
“ Ryuga ?! Apa dia-“
“ LENGAH ! “ Meteoralez berusaha mengambil kesempatan untuk menyerang Inuya yang lengah karena melihat cahaya dari ruang pertemuan
( BRAAAAAAK ! )
“ UWOGH ! “ Kata Inuya yang terkejut akan serangan dari Meteoralez dan berhasil ia hindari
“ Hyaaaaaaaaaaah ! “
“ TATSUMAKI ! “ Tazuya berdiri dihadapan Inuya dan menciptakan angin topan disekelilingnya untuk melindungi Inuya dari Meteoralez
( WUUUUUUUUUUUUUUSSSH )
“ UWAAAAAAAA ! “ Meteroralez kembali terhempas oleh serangan Tazuya
“ Dasar bodoh ! Badan saja yang besar tapi otaknya kecil ! “Ejek Glabe yang bersiap mengeluarkan sengatan listrik dari pedang khususnya
“ Datang ! “ Peringat Inuya akan kedatangan Glabe
“ Ah ! “ Tazuya reflek langsung mengarahkan Kusanagi dan mulai menyerang Glabe
( TRAAANG! SZAAAAAAASSSHH )
“ UWAAAAGHH ! “ Rintih Tazuya yang terkena sengatan listrik
“ KAAAAAU ! “ Inuya langsung menghajar Glabe saat melihat Tazuya tumbang karena serangan dari Glabe
( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! SYAAAT! )
“ HYAAAH ! “
( GREP )
“ UWAAGH ! “ Tazuya menendang kaki Inuya untuk membuatnya tidak terkena serangan kejutan listrinya Glabe
( BRUUK ! )
“ Selesai sudah ! “ Glabe bersiap untuk menusuk Inuya dengan pedangnya
( SYAAAAAAT! TAAAAAAAK! )
“ Ju-Jubei! “ Panggil Tazuya dan Inuya yang lega akhirnya Jubei tepat waktu berhasil menghentikan Glabe
Serangan anak panah tersebut ternyata berasal dari Jubei yang berhasil memanah tangan Glabe dengan Estrellanya. Jubei bersama dengan Rigel, Dullart dan DECA-I berhasil keluar dari gedung MIRA dan datang untuk menolong Tazuya dan Inuya tepat pada waktunya
*****
“ Sial ! Dasar Galaztis dan yang lainnya sama-sama ceroboh ! Bisa-bisanya mereka membiarkan Tuan Muda lepas dari tangkapan mereka ! “ Gerutu Glabe yang berpikir jika Galaztis dan yang lainnya gagal membawa Dullart kembali ke Kapal Induk Theta dan besiap untuk menyerang kearah Jubei
“ Tidak Glabe ! Ini adalah bagian dari keputusanku ! Akulah yang memutuskan untuk ikut bersama mereka ! “ Ujar Dullart dengan nada tegasnya sambil menghentikan niat Glabe untuk menyerang Jubei
“ Jadi begitu ! Kau memutuskan untuk menjadi pengkhianat bersama mereka dan melepaskan tanggung jawabmu ! Sepertinya kau tidak banyak belajar dari apa yang kau lakukan ya ?! “ Ujar Glabe yang kecewa dengan keputusan Dullart
“ Salah ! Aku belajar banyak HAL selama aku berada disini ! Aku sadar jika aku terus bersembunyi maka itu akan membuatku menjadi terlihat seperti penakut ! Sejak aku berada bersama pihak Fighter dan mengikuti latihan dengan mereka...sekarang aku sadar jika memang tidak ada yang harus kutakutkan sekarang ! “ Jelas Dullart
“ Hmmm... “
“ Karena itu sudah kuputuskan...aku akan bertarung melawan kalian dan Morsdantaque! Untuk merebut kembai tahta kekaisaranku demi masa depat umat Thetoid ! “ Ujar Dullart sambil mengarahkan tombak listrik kearah Glabe
Mendengar pernyataan Dullart tentang keputusannya, Glabe menertawainya dan berpikir jika Dullart bercanda tentang apa yang ia katakan barusan. Namun Dullart tetap percaya diri dengan mengatakan bahwa itu sudah keputusan bulatnya dan tidak akan menyesal dengan apa yang ia putuskan
“ Ahahaha ! Woah Tuan Muda ! Apa kau serius dengan apa yang kau katakan ? Bertarung melawan umatmu dan saudaramu sendiri demi mengambil kembali tahtamu sebagai putra mahkota ?! “ Tanya Glabe dengan nada ejekannya
“ Ya ! Tentu ! Aku tidak akan menyesal ! Aku tidak takut dengan Morsdantaque ! Tapi aku takut jika masa depan umat kita menderita karena Morsdantaque yang memimpin umat kita dengan intimidasi dan ketakutan ! “ Jelas Dullart dengan nada tegas dan seriusnya
“ Tuan Muda Dullart ?! “ Oxtoroo terkejut dengan apa yang dikatakan Dullart tentang keputusannya yang masih peduli dengan masa depan umat Thetoid
“ Berani sekali kau berbicara itu kepada saudaramu ! Kau yang tidak tahu apa yang ia lakukan jangan berani untuk berbicara hal yang buruk soal dia !!! “ Sahut Glabe yang tidak terima Dullart
“ Ya ! Aku tahu segalanya tentang dia karena kami bersaudara ! Semuanya...termasuk rencananya untuk membunuh ayah kami...dan menjebakku sebagai pengkhianat ! Aku yakin kalian juga tahu soal itu ! “ Sahut Dullart dengan nada santainya sambil menatap Glabe dengan tatapan tajamnya
“ HYAAAAAAAH ! “ Glabe yang sadar Dullart tahu rencana busuknya Morsdantaque langsung menyerang kearah sang putera mahkota tersebut dengan pedangnya
“ DULLART-SAN ! “ Panggil Tazuya yang panik kepada Dullart untuk menghindarinya
( TRAAAAAAAAAAAANG ! )
“ Bagus ! “ Puji Rigel yang bangga akan refleks dari Dullart yang langsung menahan serangan Glabe dengan tombaknya
“ HAAAAAAAAH ! “ Dullart kemudian menyerang kearah Glabe dengan menaikan tegangan listrik pada tombaknya
( TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! )
“ Rigel-san ! Percayakan padaku dengan dia ! Cepat tolongi Tazuya dan Inuya ! “ Sahut Dullart kepada Rigel
“ Oke ! Ayo Jubei...DECA-I ! “
Jubei bersama dengan Rigel dan DECA-I menghampiri Tazuya dan Inuya untuk memeriksa kondisi mereka. Saat Tazuya dan Inuya mengatakan bahwa mereka baik-baik saja sambil menanyakan keberadaan Ryuga dan Ataru, Energateez dan Meteoralez secara bersamaan datang menghampiri mereka dan menantang mereka untuk bertarung
“ Tazuya ! Inuya ! “ Panggil Jubei
“ Kalian tidak apa-apa ?! “ Tanya Rigel
“ Yaa ! Kami tidak apa-apa ! Apa anda yakin membiarkan Dullart-san bertarung itu ide yang bagus ?! “ Tanya Inuya kepada Rigel sambil memperhatika Dullart bertarung dengan Glabe
“ Kita percayakan saja dia...namun jika situasi mulai berubah...kita akan membantunya “ Ujar Rigel
“ Ryuga...Ataru...apa yang terjadi dengan mereka ? “ Tanya Tazuya yang masih teringat akan cahaya dari tekniknya Ryuga
“ Hahaaaa ! Ketemu kalian ! “ Teriak Energateez dengan semangat sambil mengarahkan pistol laser kearah mereka berlima
__ADS_1
“ Oh’ho ! Dia datang ! “ Kata Tazuya yang terkejut melihat kedatangan Energateez
“ Jangan lupa Fighter...pertarungan kita belum selesai ! “ Ujar Meteoralez yang kembali bangkit pasca terhempas oleh serangan Tazuya
“ Oh ya ! Aku hampir lupa dengan sibesar ini ! Bodohnya aku ! “Kata Inuya dengan nada sarkastisnya
“4 lawan 2 bukanlah hal yang buruk ya ! Ayo kita lanjutkan pertarungan kita ! “ Sahut Energateez
“4 lawan 2 ? Apa itu artinya aku tidak dianggap ? “ Tanya DECA-I
“ Kepala TV ! Menghindarlah dari sini
“ Aku dan Inuya akan melawan si gendut ini ! Tuan Rigel tolong bantu Jubei yang akan menghadapi si cebol gila super-berisik ini “ Kata Tazuya kepada mereka semua yang bersiap untuk berbagi tugas untuk bertarung melawan kedua prajurit elit tersebut
“ Yaaa ! “
“ Apaaaaaaaaaaa ?! Berani sekali kau menghina kami ! “ Teriak Energateez dengan nada murkanya
“ Dan kalian akan segera menyesalinya karena telah menghina kami ! HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH ! “ Ujar Meteoralez yang langsung menyerang kearah mereka berempat
“ Menghindar !!! “ Perintah Rigel untuk menghindar daris serangan Meteoralez
( BRAAAAAAAAAAKKKK !!! )
“ Ayo Tazuya ! “ Ajak Inuya kepada Tazuya untuk menyerang Meteoralez secara bersamaan
“ Okeee ! Haaaaaah ! “
( DUAAAGH )
Tazuya dan Inuya mulai mengkoordinasi gerakan mereka untuk bertarung melawan Meteoralez yang dipersenjatai cyber-gauntlet khusus yang jauh lebih kuat dari cyber-glove. Kedua remaja tersebut berhasil menghindari semua serangan Meteoralez dengan mudah. Saat sang prajurit elit berniat menyerang mereka, Tazuya dan Inuya menggunakan teknik Convergence untuk membalas serangannya
“ Cih ! “
( Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! Syat! )
“ Haha ! Hyaaaaaaah ! “
( SAAAAT ! )
“ Hyaaaaaaaaah ! “
( SYAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! )
“ TERIMA INI ! “ Teriak Tazuya sambil menebas kearah Meteoralez dengan Kusanagi
( ZYAAAAAAAAASSSH )
“ PERCUMA !!! “ Teriak Meteoralez sambil berusaha untuk meninju Tazuya
( TRAAAAAAAAAANG ! )
“ Gelse-“
( DUAAAGH ! )
“ GAH ! “ Yang menerima pukulan dari Meteoralez
“ Kazami ! “
( WUUUUUUUUUUUSSSSH !)
“ UWAAAAAAAAA “
“ Inuya ! Saatnya menggunakan Convergence ! “
“ Oke ! Kita mulai ! Third Sting : Dandelion ! “
“ Third Dance : Ippen Kaze ! “
“ ITU TIDAK AKAN MEMPAAAAAN ! METEOR PUNCH ! “
“ CONVERGENCE ! KAFUNSHI ! “
Tazuya dan Inuya menggabungkan teknik mereka dan menciptakan hembusan serbuk sari tebal yang menutupi Meteoralez yang membuat penglihatannya mulai terganggu
“ Cih ! Apa-apaan ini ?! “ Geram Meteoralez
“ Terima ini ! “ Tazuya dalam sekejap menebas Meteoralez dengan kedua Kusanaginya
( ZAAAAAAAAASSSH )
Rigel dan Jubei terlihat masih menghadapi Energateez yang terus menyerang mereka dari kejauhan dengan terus menembaki mereka dengan pistol laser. Melihat jika Energateez tidak sehebat prajurit elit lainnya membuat Rigel meminta kepada Jubei untuk mencoba menghadapinya dengan pertarunga jarak dekat denga memberikannya tombak khusus yang ia bawa dari rumah
( ZYUUUNG! ZYUUUNG! ZYUUUUNG! ZYUUUUNG! )
“ Hei ! Bisakah kalian tunjukan kekuatan Fighter kalian ! Ini menyebalkan sekali jika kalian dari tadi hanya menghindar laser ini ! “ Gerutu Energateez
“ Apa ?! Kau sendiri dari tadi tidak maju dan mengandalkan pistolmu ! Jadi siapa yang pengecut ?! “ Gerutu Jubei
“ Jubei ! Hadapi dia dengan pertarunga jarak dekat ! Dan ambil ini ! “ Perintah Rigel sambil memberikan Jubei tombak khusus kepada gadis berambut biru tersebut
“ Ah ? Tapi...”
“ Coba saja ! Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan ! Karena dia sendiri tidak sehebat dengan yang lain “ Bujuk Rigel
“ Apa katamu ?! Akan kubuat kau menarik kata-katamu ! Hyaaaaaaaahh ! “ Geram Energateez yang kesal dan langsung menyerang Jubei dengan pedangnya
“ Sekarang ! “
“ Okeeeeee ! “ Jubei langsung mencoba menyerang Energateez dengan tombaknya
( TRAAAAAAAAANG ! )
“ Kkkkkh ! “
( TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! TRAAANG! )
“ Heyaaaaaaaaaaaah ! “
( TRAAAAAAANG ! )
“ Hah ! Melihat caramu bertarung saja aku sudah bisa lihat kau terlalu menggantungkan bertarung jarak jauh ketimbang jarak dekat ! “ Ejek Energateez kepada Jubei yang menahan pedangnya
“ Kau sendiri bagaiamana ? Selalu bersembunyi dibalik punggung teman-temanmu dan menolak mengetahui kelemahannya ! “ Ujar Jubei yang berhasil mendorong Energateez dengan tombaknya
“ Uwooo ! “
“ Aku memang penakut ! Tapi aku berusaha untuk tidak menjadi beban !!! “ Lanjut Jubei yang bersiap untuk menyerang Energateez
( TRAAAAAAAAAAANG )
Sambil memperhatikan situasi, Oxtoroo dan Sampson belum mengambil tindakan untuk membantu prajurit elit atau pihak Fighter. Sampson melirik kearah Oxtoroo dan bertanya apa yang harus mereka lakukan
" Oxto...Bagaimana ?"
__ADS_1
*****