El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
87. Playtime is OVER !


__ADS_3

Para prajurit elit masih mengejar ketiga ilusi Inuya dan yang lain. Merasa ide penyerangan ini tidak ada serunya lagi dan merasa sangat membosankan, Meteoralez memutuskan untuk menembak kearah ilusi tersebut dengan rasa frutrasinya


( BUUUUUUUUUUUUUMMM ! )


“ Aaaaaaah ! Bosan ! Kenapa dari tadi mereka lari ! Mereka ini manusia apa kecoak ! “ Gerutu Meteoralez


“ Sabar Meteo ! Aku yakin dia- “


“ HAAAAAAAAAAAAAAAAH !  “ Meteoralez dengan rasa frutrasinya mengaktifkan laser matanya berkekuatan penuh dan bersiap untuk menembak kearah ilusi Inuya dan yang lain


( ZYUUUUUUUUUUUUNG ! )


“ OI !!! “ Galaztis yang melihat aksinya Meteoralez sangat terkejut dan berusaha untuk menghentikannya


( ZYAAAAAASSSH ! BLAAAAAAAAAAAAAAAAAR ! )


“ Hyaaaaaaah ! “


Karena tembakan laser mata dari Meteoralez membuat orang yang disekitar ilusi tersebut berlari ketakutan untuk menghindari seranga tersebut. Beruntungnya tidak ada yang tewas dalam serangan itu namun beberapa orang disekitar sana mengalami cidera serius karena terpental dari dentuman serangan laser atau terkena beberapa puing-puing yang berterbangan


“ Dasar ! Bisa sabar tidak sih ! Lihat apa yang kau lakukan sekarang ! “ Tegur Galaztis


“ Hei ! Ini salahmu karena bikin situasi menjadi membosankan ! Bisakah kita langsung serang saja disaat mereka belum menggunakan Battlesuit mereka haaah ?! “ Balas Meteoralez dengan nada kesalnya


Saat Meteoralez dan Galaztis saling berdebat satu sama lain, Energateez melirik situasi yang ada dibawah dan menyadari jika target mereka tiba-tiba menghilang dan berpikir jika Inuya dan yang lain sudah menyadari kedatangan mereka sambil memberikan sebuah pengecoh untuk mereka


“ Aaaah ! Mereka tidak ada ?! Yang aku tahu dari laser “Ocular” milik Meteo-san itu jika targetnya adalah makhluk hidup maka target tersebut akan menjadi tulang belulang dalam sekejap ! Tapi... mereka tidak ada disini ! Apa mereka sudah sadar akan kedatangan kami ? “ Pikir Energateez kepada dirinya sendiri


Disaat yag bersamaan, Inuya dan yang lain sudah sampai dititik lokasi penyerangan tersebut. Ryuga langsung memperluas kemampuan Dowsing-nya untuk mencari lokasi ketiga prajurit elit tersebut dengan melacak Auranya


“ Ah ! Serangan terbesarnya ada disini ! “ Ujar Inuya yang sampai ketitik lokasi penyerangan tersebut


“ Hmmm ! Kalau kulihat dari aura panas serangan ini... mereka bersembunyi digedung sana ! “ Kata Ryuga sambil menunjuk kesuatu gedung yang cukup tinggi yang agak jauh dari mereka


“ Yaaa ! Kau benar Ryuga-san ! “ Kata Ataru yang setujuh dengan apa yang dikatakan Ryuga pasca melihat situasi digedung tersebut dengan Tijdbrekernya


“ Mereka sepertinya memperdebatkan sesuatu ! Ini adalah waktu yang tepat untuk membuat serangan keju- UWAAAAA ! “


“ T-TERUG ! “


( BUUUUUUM !  SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIING ! )


Inuya dan yang lain terkejut saat melihat serangan  Laser Ocular yang diarahkan tepat diatas kepala mereka dan mengenai sebuah jalan trotoar yang ada di belakang mereka. Beruntungnya Ataru berhasil menghindarinya dengan mengulang waktu dimana Ryuga menunjuk sebuah gedung dengan Tijdbreker


“ Hmmm ! Kalau kulihat dari aura panas serangan ini... mereka bersembunyi digedung sana ! “


“ Ryuga-san ! Cepat pasang pelindung yang bisa menyerap serangan disekitar kita dan gedung ini ! “ Perintah Ataru


“ Ke-kena- “


“ Sudah lakukan ! “ Ataru memotong pertanyaan Ryuga dengan memintanya untuk mengeluarkan teknik sihirnya


“ Hmph ! Aporrofis ! “ Ryuga akhirnya menggunakan sihirnya sesuai dengan apa yang dikatakan Ataru


“ Hah ? “


( BUUUUUUUUUUUUM !!! )


“ Apa itu artinya orang itu sudah menyadari keberadaan kita dan kamu mengulang waktu untuk menghindari serangan itu ?! “ Tanya Inuya kepada Ataru


“ Mungkin ! Kita harus cepat pergi ke- “


( BUUUUUUUUUUUUUM !!! )


Menyadari Galaztis yang lainnya mulai berpindah ketempat lain dan melancarkan serangan di titik yang berbeda membuat Inuya berserta Ryuga dan Ataru harus berpencar untuk mencari mereka. Dengan cara berpencar dan mencari titik persembunyian mereka digedung-gedung yang cukup tinggi


“ Mereka berpindah lagi ! “ Kata Ataru yang menyadari jika posisi tembakan lasernya sudah berpindah dari tempat yang ditunjuk oleh Ryuga


“ Cih ! Kurasa kita harus mencari mereka dengan mengecek diatas gedung-gedung yang cukup tinggi diarah sana ! Kita berpencar ! “ Ujar Inuya


“ Berpencar ? “ Tanya Ryuga


“ Yaaa ! Kalau menurutku ini tidak efektif jika kita mencarinya bersama-sama ditempat yang sama ! Karena mereka menggunakan benda teleportasi untuk berpindah dari gedung satu kegedung lain... jadi tidak ada cara lain selain berpencar dan mencari mereka digedung yang cukup tinggi seperti gedung yang ditunjukan kamu barusan ! “ Jelas Inuya tentang ide pencarian mereka


“ Oke ! Ayo kita lakukan ! “ Kata Ataru


“ AYOOO !!! “


( SYAAAT !!! )


Sementara itu, Tazuya terlihat berada di UKS karena epilepsinya kambuh saat sedang mengikuti pelajaran tambahan Matematika. Epilepsinya kambuh karena tertekan saat merasakan penyerangan yang ada di Shinjitsu karena ulahnya Metoralez melalui kontak spiritualnya yang membuat Tazuya kejang-kejang dan hilang kesadaran. Di ruangan tersebut Jubei terlihat duduk disamping ranjangnya Tazuya karena ia cemas dengan kondisinya saat ini


“ Hah ! J-Jubei ! Aku... jangan bilang jika epilepsiku kembali kambuh lagi ! “ Ujar Tazuya yang baru sadar dengan nada setengah paniknya


“ Yaaaa ! Aku bisa merasakan dari kontak spiritualku jika epilepsimu kambuh karena memikirkan serangan itu “ Jelas Jubei


“ Dan Ibu Morgana ? “


“ Jangan cemas~ beliau tidak marah kok ! Malah beliau sangat mencemaskan kondisimu dan menyuruhku untuk menunggumu disini karena hanya aku yang dikelas itu yang paling dekat denganmu “ Jelas Jubei sambil memegang pundaknya Tazuya yang masih sedikit panik


“ Begitu ya ! “


“ Aaaah~ syukurlah kamu sudah sadar juga ! Bagaimana perasaanmu sekarang ? Apa kamu mau pulang keasrama agar bisa beristirahat ?! “ Tanya sang perawat penjaga UKS yang datang untuk mengecek kondisi Tazuya


“ Mungkin Tazu-“


“ Aku akan pulang bersama dengan Jubei ! “ Jawab Tazuya sambil memotong perkataan  Jubei

__ADS_1


“ Eh ? Jadi mau pulang dan minta aku yang mengantarmu ? “ Jubei balik bertanya kepada Tazuya


“ Yaaa ! Lagipula sebentar lagi jam tambahan juga akan selesai ! Bagaimana ? “ Ujar Tazuya sambil melirik kearah Jubei sambil memberikan tanda jika ia ada “niat lain” kepadanya


“ Uuuuh~ baiklah ! Aku akan mengantar Tazuya kembai keasrama “ Ujar Jubei yang setujuh dengan permintaan remaja bertubuh pendek tersebut


“ Baiklah~ semoga kondisimu makin membaik Nak Iga~ “


“ Yaaaa ! Terima kasih ! Ayo Jubei ! “


“ Okeee~ “


Diruang loker, Tazuya menjelaskan jika ia tidak berbohong soal epilepsinya dan ia bisa saja kembali kekelas karena kondisinya sudah sedikit membaik dan bisa dikontrol. Namun karena terus-terusan kepikiran soal penyerangan tersebut membuat Tazuya merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk “bolos secara halus” agar ia dan Jubei bisa diizinkan tanpa harus menunjukan identitas rahasia mereka


“ Syukurlah tidak Ibu perawat tidak curiga soal ini ! “


“ Tazuya ! Kamu masih baru pulih dari  epilepsimu loh~ apa kamu tidak khawatir nanti itu akan kambuh lagi saat kita ingin mencari Inuya dan yang lain ? “ Tanya Jubei yang mencemaskan kondisi Tazuya


“ Aku senang karena kamu sudah sadar alasan aku membawamu Jubei ! Aku sebenarnya bisa mengontrol kondisiku ! Tapi karena kontak spiritual itu membuat perasaanku sedikit tidak nyaman yang membuat epilepsiku kambuh ! Karena itulah aku memutuskan untuk bolos secara halus dari jam tambahan bersamamu demi mencari Inuya dan yang lain ! Ini lebih baik daripada kita harus memberitahu identitas kita kepada beliau ! Jadi bagaimana Jubei ? “ Jelas Tazuya kepada Jubei


“ Tidak masalah~ yaaaa selama kamu bilang begitu...  kurasa tidak ada salahnya jika aku mempercayaimu... ehehehe “ Ujar Jubei dengan tawa menyeringainya


“ Jangan cemas ! Aku selalu baik-baik saja ! Tapi... terima kasih karena sudah mencemaskan aku “ Kata Tazuya yang langsung berterima kasih dengan Jubei


“ Yaaa ! “


Tazuya dan Jubei dengan santai keluar dari gedung Bahasa dan gerbang sekolah agar tidak ada yang mencurigai mereka. Saat mereka berdua sudah jauh dari sekolah dan asrama, Tazuya dan Jubei langsung pergi ketempat yang aman untuk menggantikan battlesuit mereka dan langsung pergi mencari keberadaan Inuya dan yang lain


*****


Saat mencari keberadaan Inuya dan yang lain, Tazuya memberikan sinyal darurat kepada Rigel dan Dullart dengan memberitahu mereka akan penyerangan yang dilakukan para prajurit elit. Disaat yang bersamaan ternyata Ataru juga memberikn pesan yang sama kepada Rigel dan Dullart. Melihat kedua pesan yang berisikan jika mereka dalam masalah serius dan kesulitan untuk mencari prajurit elit tersebut membuat Rigel dan Dullart untuk turun tangan membantu mereka


( Biip! Biip! Biip! )


“ Rigel-san ! “ Panggil Dullart saat melihat pesan darurat masuk


“ Ah ! Tazuya ! Begitu ! Jadi mereka sedang mencari Inuya dan yang lain dikota itu ?! Hmmm Apa mereka tahu siapa yang melakukan penyerangan itu ?! “ Ujar Rigel sambil membaca pesan dari Tazuya dari monitornya


( Biip! Biip! Biip! )


“ Ataru ! Hmmm ! Jadi pelakunya adalah si prajurit gila itu ! Aku sudah menduga jika memang mereka yang melakukannya ! Aaaah ?! Mereka begitu cepat dan kemungkinan besar mereka menggunakan teleportasi ! “ Kata Rigel sambil membaca pesan dari Ataru yang baru saja masuk


“ Hmmmmm~ medali teleportasi ! Sudah pasti ! Tidak seperti Possessionnya Ataru yang memiliki jeda waktu yang sangat panjang jika menggunakan teknik teleportasinya... medali teleportasi tidak memiliki jeda waktu jika sering memakainya dalam melakukan penyerangan atau berpindah ketempat lain yang sangat jauh ! “ Jelas Dullart yang teringat dengan salah satu teknik teleportasi Ataru dan membandingkannya dengan medali teleportasi Thetoid


“ Celaka ! Aku tidak menyangka mereka akan melakukan hal gila ini ! Ayooo Dullart ! Kita harus segera mencari anak-anak ! “ Sahut Rigel kepada Dullart yang bergegas untuk mencari keberadaan Tazuya dan yang lain


“ Perlukah kita beritahu Swift Polly dan Oxtoroo soal ini ? “ Tanya Dullart


“ Hmmmm ! Untuk sementara belum ! Karena yang ada disini hanya 3 orang ! Jadi untuk sementara kita belum perlu meminta bantuan dari mereka “ Jawab Rigel


“ Uh’hu ! Baiklah ! “


Dikota Shinjitsu, saat masih melakukan pencarian terhadap ketiga prajurit elit tersebut, Inuya kembali memperhatikan serangan laser Ocular lain yang dilancarkan oleh Meteoralez kesebuah jalan yang cukup ramai dalam jarak yang agak cukup dekat. Melihat itu Inuya bergegas pergi kesumber tembakan tersebut sambil memberikan kontak telepati kepada Ryuga dan Ataru


( ZYUUUUUUUUUUUUUUUUNG ! )


“ AH !! “ Inuya terkejut saat melihat serangan laser Ocular yang melewatinya


( BUUUUUMMM ! )


“ Hyaaaaaa~ tolooooooong~ selamatkan diri kaliaaaann~ para alien kemungkinan besar masih ada disini !!! “ Para penduduk yang ada dibawah mulai panik dan ketakutan karena serangan yang dilancarkan oleh Meteoralez


“ Mereka ?! DISANA ! “ Inuya akhirnya menemukan titik lokasi dimana mereka bersembunyi dan bergegas menuju gedung tersebut


“ Namidashi ! “ Ryuga mendapatkan kontak spiritualnya Inuya yang memberitahu lokasi persembunyian ketiga prajurit elit tersebut


“ Ayo Ryuga-san ! Kita harus cepat ! “ Ujar Ataru dengan kontak telepatinya untuk bergegas menuju tempat yang dimaksud Inuya


Dengan bantuan jet-booster dari sepatu di battlesuitnya, Inuya melesat pergi kearah gedung tersebut dengan kecepatan maksimal


“ Ketemu ! “ Kata Inuya sambil bersiap untuk menyerang Galaztis dari belakang dengan Labejanya


Meteoralez yang menyadari kedatangan Inuya dari belakang langsung berbalik dan membalasnya dengan tembakan laser Ocular. Inuya berhasil menghindarinya dan mendarat tepat diantara mereka bertiga yang membuat para prajurit elit tersebut terkejut dengan kedatangannya


“ Ah ! HAAAAAAAH “ Meteoralez terkejut dan langsung menembakkan laser Ocular kearah Inuya


( ZYUUUUUNG ! )


“ UWAAAA ! “ Inuya yang terkejut dengan refleks langsung menghindari serangan tersebut dan mendarat tepat diantara mereka bertiga


( TAAAAAP ! )


“ Kau !!! “


“ Hyaaaaaaah ! “ Inuya yang mendarat langsung melayangkan tendangannya kearah Meteoralez


( BUUUGGG ! )


“ Heh ! Tangguh juga kau yaaaa ! “ Ujar Meteoralez sambil menahan kakinya Inuya


“ Kkkh ! “


Tanpa keraguan mereka bedua langsung melayangkan serangan tangan kosong satu sama lain. Melihat Inuya memiliki kesulitan untuk bertarung melawan Meteoralez seorang diri membuat Galaztis memutuskan untuk mengambil kesempatan untuk menyerangnya sebelum ada yang membantunya


( SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT! SYAAAAT! SYAAAAT! )


“ HAAAAAAH ! “

__ADS_1


( BUAAAAGH ! )


“ Agh !!! “ Rintih Inuya karena tendangannya Meteoralez


“ Tangguh juga kau ya ! Tidak terjatuh walau sudah kutendang dengan kuat ! “ Ujar Meteoralez yang takjub dengan ketahanan tubuhnya Inuya


“ Tapi sayangnya tidak cekatan ! “ Ejek Galaztis yang bersiap untuk menebas Inuya


( ZYAAAAAASSH ! )


“ Kkkh ! Kalian ! “ Rintih Inuya dan bersiap untuk membalas serangan Galaztis


( SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! )


“ Haha ! Kereeen ! “ Tawa Galaztis yang senang akan serangan dari Inuya


(Syaaaa! TRAAAAAAAAAAAANG ! )


Ryuga dan Ataru baru saja sampai kegedung tersebut dengan Ryuga melancarkan serangannya kearah Galaztis dengan melemparkan Perisai Delfini kearahnya. Galaztis yang menyadari kedatangan mereka langsung refleks menghindari perisai tersebut tanpa ada kepanikan dirawut wajahnya


“ Aku yakin kalian pasti akan datang ! Karena aku tahu tidak mungkin kalian mau membiarkan si mata kuning ini menikmati pertarungannya seorang diri ! “ Ujar Galaztis yang menyambut kedatangan mereka berdua


“ Aku anggap itu bukti kalau kamu merindukan aku ! “ Balas Ataru


“ Oi ! Masih saja kamu bercanda sama mereka ! “ Tegur Inuya sambil berusaha untuk bangkit


“ Tiga lawan Tiga ? Bukan masalah yang besar ! “ Ujar Energateez yang bersiap untuk membantu rekan-rekannya untuk bertarung melawan V-FIGHTER


“ Kamu lebih baik tetap berjaga ! Aku yakin dua orang sisanya pasti akan segera datang kemari ! Nanti jika benar mereka akan datang kau urus saja mereka ! “ Kata Meteoralez


“ Huff ! Baiklah jika kau bilang begitu ! Dasar sibesar gila bertarung ! “ Gerutu Energateez saat mendengar perkataannya Meteoralez


“ Kau ingin menangani si mata kuning dan wanita ini ? Silahkan ! Tapi jangan terlalu kasar dalam menghadapi wanita itu “ Kata Galaztis sambil memperingatkan Meteoralez untuk tidak terlalu kasar dalam menghadapi Ryuga yang ia sangka sebagai wanita


“ Kau bilang aku wanita ?! Mari kutunjukan apa gaya pertarunganku terlihat seperti wanita ! “ Kata Ryuga yang tersinggung dengan perkataan Galaztis sambil mengeluarkan kedua perisainya


“ Tidak ada pilihan lain untuk memakai ini lagi ! “ Ujar Ataru sambil mengeluarkan tongkat sabitnya


“ Tapi kau harus menerima kenyataan jika kau akan menghadapi lawan yang bergantung dengan bertarung jarak dekat ! “ Kata Galaztis sambil mengeluarkan pedang lasernya


“ Hmph ! Hyaaaaaaaaaaaaaaah ! “


( SYAAAAT! )


Ketiga V-FIGHTER beserta Meteoralez dan Galaztis bersiap untuk bertarung. Meteoralez memulai pertarungan dengan menyerang kearah Inuya dan Ryuga. Namun sepertinya Meteoralez hanya tertarik untuk menyerang Inuya karena menganggapnya lebih tangguh dari Ryuga


(BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! )


“ HAAAAAH ! “


( DUAAAAGH ! )


“ SIALAN KAU ! “ Teriak Meteoralez yang kesal saat Ryuga menyerangnya dengan Perisai Anthos-nya


(BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! )


“ HAAAH ! “ Galaztis melayangkan serangannya kearah Ataru dengan pedangnya


( TRAAAAANG ! )


“ Aku memang takjub denganmu ! Aku yakin kau punya rasa pesimis untuk bertarung melawan dengan orang yang mengandalkan bertarung jarak dekat ! Tapi tidak kusangka kau memang ahli dalam ini ! “ Puji Galaztis sambil menahan tongkat sabitnya Ataru


“ Aku senang ada musuh yang peduli dengan kelemahanku ! “ Balas Ataru


( SYAAAAAAAAT ! )


“ Hyaaaaaaaah ! “ Inuya dengan Labejanya yang sudah aktif kembali melancarkan pukulannya kearah Meteoralez


(BUG! BUG! BUG! BUG! BUG! DRAAAAAAAAAAG ! )


“ Sudah kubilang aku tidak- “


( SYAAAAAAAT ! )


“ Itu... Tazuya ! Jubei ! “ Inuya melihat yang menyerang kearah Meteoralez adalah Tazuya dan Jubei


“ HEI !!! First Dance : Kazami ! “ Tazuya yang baru saja datang langsung mengarahkan serangannya kearah Meteoralez


( WUUUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSH ! )


“ ARROW TRICK ! “ Jubei mengarahkan panahannya kearah Meteoralez dan Energateez dengan menciptakan panah peledak kearahnya


“ CELA- “


( BUUUUUUMMM ! )


Melihat kedatangan Tazuya dan Jubei membuat Galaztis memutuskan untuk menghentikan pertarungannya dengan Ataru untuk sesaat. Tazuya langsung meminta maaf kepada mereka semua karena keterlambatan mereka


“ Heh ! Datang juga kalian ! “ Sambut Galaztis dengan senyumannya


“ Maaf kami terlambat ! Itu karena kami berdua sedang mengikuti kelas tambahan Matematika disekolah kami ! Tapi karena ulah kalian membuat kami terpaksa membolos kelas itu demi menghentikan kalian ! “ Ujar Tazuya kepada Galaztis


“ Tidak masalah~ tapi itu adalah bukti jika kalian semua adalah sosok pelajar teladan yang masih peduli dengan pendidikan kalian “ Jawab Galaztis


“ Woah ! Baru pertama kali ini aku mendengar pujian seperti itu ehehe “ Kata Jubei dengan nada setengah canggungnya


“ Naaah ! Kalian berlima sudah berkumpul disini juga akhirnya ! Kalau begitu... akan kuumukan waktu main-main kita sudah usai ! “ Kata Galaztis disaat yang bersamaan Meteoralez dan Energateez berusaha untuk bangkit dari serangannya Jubei

__ADS_1


*****


__ADS_2