El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Invasi Thetoid I : Superbia-07


__ADS_3

Serangan yang disebabkan oleh Claw Drone dari lantai atas Mall Cassa and Nova menyebabkan beberapa orang terluka parah, bahkan salah satu korban tersebut tewas karena tertimpa reruntuhan puing atap ruangan tersebut. Pak Louss kemudian mengarahkan Claw Drone tepat diluar kaca arena Bowling. Disaat Claw Drone tidak sengaja


menangkap wajah dari Tazuya, Inuya, Ryuga dan Jubei dari sistem pemantau senjata tersebut, Pak Louss meminta Sampson untuk menembaki mereka dengan senjata laser tersebut


“ Hei , Pak Louss. . . apakah anak-anak ini-“


“ Ya ! Itulah target kita ! Tembak mereka ! “


“ Tapi pak. . . rasa tidak adil jika- “


“ Tembak mereka sebelum mereka bersiap untuk melawan kita. Sekarang ! “


“ Uh. . .oke “


Saat Tazuya dan siswa-siswi kelas 1-LA-A bergegas keluar dari Arena Bowling, disaat yang bersamaan, Tazuya menghadap kebelakang dan melihat Claw Drone bersiap untuk menembak ruangan tersebut


“ Itu. . . HATI-HATI ! “ Teriak Tazuya kepada yang lain


( Zyuuuuuuuuunngg ! BUUUUUUUUMMM ! )


“ Uwaaaaaaaaa “


“ Aaaahhh ! “


Disaat yang bersamaan Pak Louss melancarkan tembakan keduanya, Rigel, melalui kontak spiritualnya, merasakan Tazuya dan yang lain sedang dalam bahaya besar. Disaat DECA-I menuju kekamarnya, Rigel bergegas pergi keruang pemantau untuk melacak keberadaan Tazuya dan yang lain


“ Ah, Tuan Rigel. Aku dengar-“


“ Ya DECA-I ! Aku merasakannya ! Perasaan ini. . . Tazuya dan yang lain dalam bahaya ! “ Kata Rigel


“ Saat FAIS melacak sesuatu dari kota Shinjitsu, ia memberitahuku bahwa ia melacak pesawat ini dari atas Mall Cassa and Nova “ Jelas DECA-I sambil menunjukan gambar Superbia-07 dari monitor


“ Pesawat ! Astaga ! Kita harus cepat sebelum mereka menangkap anak-anak ! Panggil Dullart untuk segera memakai Battlesuit yang telah ku-upgrade agar identitasnya dilindungi dari kejaran mereka “ Perintah Rigel kepada robot kecil tersebut


“ Ya Tuan ! “


“ Tunggu kami, anak-anak ! “ Kata Rigel dalam hati dengan nada kecemasan


Diarena bowling yang sudah hancur berantakan karena serangan tersebut, terlihat beberapa pengunjung yang terkena seranga mengalami luka yang cukup serius. Salah satu korban terkena serangan Claw Drone yang ada disana ialah Elma Shizuka, Shan Lee, dan Kenneth Bartholomew Glenn


“ Shizuka . . . Lee. . .Glenn. . . salah satu dari kalian cepat tolong mereka !  “ Vladimir meminta salah satu dari siswa kelas 1-LA-A untuk mengecek keberadaan teman mereka


“ Golomanov. . . aku dan Namidashi ikut denganmu ! “ Ryuga menawarkan bantuan kepadanya


“ Tazuya. . .Jubei. . .cari tempat untuk menggantikan battlesuit kalian. Dan segera hubungi si Ataru “ Bisik Inuya


Inuya dan Ryuga mengajukan diri mereka untuk membantu Vladimir untuk mencari ketiga teman mereka didalam arena. Sementara Tazuya dan Jubei secara diam-diam menghindar dari kerumunan teman sekelas mereka, mencari tempat untuk menggantikan Battlesuit mereka


“ Hei. . . mana Ataru ? “ Tanya Jubei


“ Entahlah. Tapi katanya dia sedang kelantai bawah untuk mencari minuman. Aku yakin ia akan segera menuju kemari “ Jelas Tazuya


Sementara itu, didalam lift, karena efek dari serangan tersebut, lift yang dinaiki oleh Ataru tiba-tiba bergetar dan akhirnya mati secara mendadak. Ataru yang merasakan ini menjadi kaget dan benar-benar panik


( Bruk ! )


“ Ah. . .Astaga. . .Liftnya ! Sialaaaan ! Sialaaaan ! “


Disaat yang bersamaan saat ia berusaha keluar dengan membukakan lift tersebut, Ataru kemudian mendapat panggilan dari Rigel. Saat mengangkat panggilan, Ataru langsung menjelaskan bahwa tempat mereka berada sedang diserang oleh pihak Thetoid, sementara dirinya terjebak didalam lift saat sedang kembali ketempat dimana Tazuya dan yang lainnya berada


( Smartphone milik Ataru berbunyi)


“ Ataru Kurenai !  Dimana kamu ? “ Tanya Rigel


“ Di Mall Cassa and Nova. Menurut penglihatan masa depanku, kelompok alien tersebut menyerang mall ini dengan


senjata satelit mereka dari pesawat mereka “ Jelas Ataru sambil menjelaskan apa yang ia lihat dari kemampuan khususnya


“ Sepertinya dugaanmu itu benar, Nak Ataru. Karena penyebab ledakan hebat di Mall tersebut itu berasal dari serangan Thetoid. Mana Tazuya dan yang lain ? Apa kamu bersama mereka ? “


“ Ya. Mereka masih didalam Mall. . . di arena Bowling. . . dan mereka selamat. Tapi aku malah terjebak didalam lift ! Aku tidak bisa keluar karena Tidjbreker bisa digunakan 30 menit lagi karena efek dari menggunakan teknik teleportasi “ Jelas Ataru sambil melihat kearah Tidjbreker-nya


“ Hmmm. . .Apa kamu membawa Fighter-Bracemu ? “


“ Fighter-Brace ? “


“ Ya itu. Gelang yang kuberikan kepada kalian “


“ Oh ya. . . ada “


Ataru mengeluarkan Fighter-Brace yang ia simpan disaku celananya. Ataru kemudian menggunakan gelang tersebut, dan mengaktifkan tombolnya. Yang menyebabkan pakaiannya berubah menjadi Battlesuit miliknya


“ Woah ! Keren ! Lalu ? “


“ Untuk teleportasi, tekan tombol berwarna hijau untuk mencari navigasi kemana kamu akan menemui Tazuya. Disaat kamu berhasil menemukan mereka, letakan navigasi tersebut dan tekan tombol merah untuk memindahkan dirimu ketempat tersebut “


“ Ahaaa. . .hmm. . .yak. . .ketemu ! “


“ Bagus. . . sekarang berpindahlah untuk selamatkan yang lain ! “


“ Baik Tuan ! “


( Klik ! )


( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )


“ Fyuh ! Sampai juga akhirnya !


Saat mencoba sistem teleportasi di battlesuit miliknya, Ataru akhirnya berhasil berpindah di toilet pria yang lokasinya cukup dekat dari Arena Bowling. Ataru mengintip dari luar untuk melihat situasi dari luar Arena, dan ia bisa melihat Ryuga dan Inuya untuk membantu Vladimir mengevakuasi ketiga teman sekelas mereka yang terluka karena puing bangunan tersebut


“ Ryuga-san. . .Inuya-kun . . . “


“ Ah. . .Ataru ! “


“ HUWAAAA ! Eh. . .Tazuya. . .apa yang kamu-“


“ Sudah pasti menggantikan battlesuitku. Jadi kamu dari tadi berada disini juga ? “


“ Ah. . .tidak. Aku bisa kesini dengan cepat berkat sistem telepotasi yang ada di battlesuit ini “ Jelas Ataru


“ Begitu. Bagus deh. . . oh. . .ini dari Jubei “ Kata Tazuya saat ia melihat panggilan dari Jubei melalui sistem


komunikasi di battlesuit mereka


“ Heeeeeeeeeei. . . Kalian udah siap belum ! Aku sudah menunggu agak lama didalam toilet. Ayo cepaaaaat ! “ Teriak Jubei dari alat komunikasi milik Tazuya


“ Iya iya. Kamu juga jangan teriak seperti itu. Bisa gawat jika orang tahu identitas kita sebagai El-Fighter ! Ayo, Ataru ! “


Tazuya, Ataru dan Jubei pergi ke Arena tersebut untuk membantu Inuya, Ryuga dan Vladimir yang sedang mengevakuasi teman-teman mereka. Terlihat, beberapa pelanggan yang selamat berusaha untuk membantu mengevakuasi pelanggan yang terluka. Tazuya teringat akan kemampuan teleportasi yang ada dibattlesuit mereka. Karena itu, ia meminta kepada Ataru dan Jubei untuk mengaktifkan sistem telepotasi tersebut untuk mempermudah proses evakuasi para korban yang terluka


“ Ah kalian. . . cepat bantu kami ! “ Kata Inuya kepada Tazuya dan yang lain saat sedang menolong Kenneth


“ Kalian Fighter misterius itu kan ? Apa kalian tahu jalan tercepat untuk membawa mereka kelantai bawah ? “ Tanya Vladimir sambil menggendong Elma


“ Ya. Dilantai atas masih banyak korban yang terluka. Mereka harus segera ditolong pihak medis ! “ Kata salah satu pelanggan kepada mereka


“ Ah. . . itu dia ! Delta. . .Epsilon. . . aktifkan sistem teleportasi kalian dan letakan portal tujuannya kelantai dasar. Aku akan mengevakuasi yang lain yang berada dilantai atas ! “ Perintah Tazuya kepada Jubei dan Ataru sambil memanggil pangkat mereka


“ Oke ! “


Jubei dan Ataru mengaktifkan sistem teleportasi mereka dan membuka portal kelantai dasar Mall. Saat portal telah dibuka, Inuya, Ryuga, Vladimir, beserta dengan para pelanggan yang selamat langsung pergi menuju portal tersebut sambil membawa beberapa pelanggan yang terluka. Sementara itu, Tazuya mengaktifkan sistem


teleportasinya untuk pergi menuju lantai atas Arena Bowling. Disaat yang bersamaan, Rigel melaju kencang mobilnya, bergegas untuk pergi ketempat dimana Tazuya yang lainnya berada


*****

__ADS_1


Saat Inuya dan Ryuga berhasil membawa teman sekelas mereka pergi kelantai dasar, mereka langsung pergi


ketempat yang aman untuk bisa mengubah pakaian mereka menjadi Fighter Battlesuit. Terlihat dilantai dasar, beberapa tenaga medis dan pemadam kebakaran mulai berdatangan untuk membantu proses evakuasi. Sementara itu, Tazuya, yang masih dilantai atas Mall tanpa ragu langsung mengaktifkan sistem teleportasinya kelantai dasar untuk mengevakuasi beberapa korban yang mengalami luka yang serius


“ Cepat ! Jangan ragu ! Cepat keluar dari sini ! “ Perintah Tazuya kepada para pelanggan


“ Ayo cepat cepat cepat ! “


Di Superbia-07, Pak Kepala Louss melihat situasi dari layar dan belum menemukan tanda-tanda keberadaan Tazuya dan yang lain. Kesal karena serangannya tidak membuahkan hasil, Pak Kepala Louss meminta izin kepada Argus untuk mengizinkannya menembakan Claw Drone ketempat lain untuk memancing mereka


“ Apaaaa ! Mereka masih belum keluaaar


! Sialaaaan ! Jenderal, bisakah aku menembakkan keempat Claw Drone lainnya


untuk membuat mereka semua keluar dari persembunyian mereka ?! “


“ Asal anda tidak menempatkannya ditempat yang agak ramai dari penduduk “ Kata Argus sambil memberikan izin


“ Baiklah ! Sampson. . . kerahkan keempat Claw Drone lainnya dari tempat yang tidak ramai dari banyak orang ! Lalu tembak ! “ Perintah Pak Kepala Louss


“ Dimengerti, Pak ! “


“ Wah wah. . .Pak Kepala Louss benar-benar bersemangat ya, Polly-chan “ Bisik Oxtoroo


“ Yaaa. . . begitulah “


Sampson kemudian mengarahkan keempat Claw Drone ketempat yang tidak begitu ramai dari para


penduduk. Yaitu didermaga, di perlintasan kereta api, di taman kota, dan juga di area pelatihan angakatan udara militer Neo-Asia


“ Oke. . . Claw Drone mulai diaktifkan ! “


( Zyuuuuuuuuunngg ! BUUUUUUUUMMM ! )


Dalam perjalanan, mobil milik Rigel melacak empat titik serangan yang berbeda yang dilancarkan oleh pihak Theta melalui laporan dari Go4, program A.I dari mobilnya


“ Ada apa Go4 ?! “


“ Kami baru saja mendapat kabar bahwa ada empat serangan ditempat yang berbeda yang dilancarkan dalam waktu yang bersamaan, Tuan Rigel Orionis ! “ Jelas sistem A.I mobil tersebut


“ Lagi ? Cih ! “ Geram Rigel saat mendengar laporan dari Go4


“ Menurutku mereka menggunakan Claw Drone untuk menembak ketempat tersebut secara bersamaan. Sebenarnya itu adalah senjata yang diperuntunkan untuk melawan robot petarung raksasa sebagai alat pengecoh musuh saat sedang terdesak “


“ Begitu ! Sialan ! DECA-I, beri sinyal kepada Tazuya dan yang lain untuk menemuiku di lantai dasar Mall ! “


“ Ya, Tuan ! “


Tazuya dan yang lainnya terlihat masih sedang mengevakuasi beberapa pelanggan dan para pegawai Mall tersebut. Tiba-tiba, mereka berlima mendapatkan sinyal dari Rigel untuk berkumpul dilantai dasar Mall karena ia sudah sampai disana


“ Ah. . .Tuan Rigel ! Semuanya. . . ayo kesana ! “


“ Ya ! “


“ Fighter ! Te. . .Terima kasih karena sudah menolong teman kami “ Kata Vladimir kepada mereka berlima


“ Aaah. . . yeaaahhh. . . kamu juga, terima kasih karena telah membantu kami untuk menolong orang disekitar sini.


Kami pergi untuk mencari musuh yang menyebabkan kekacauan ini ! “ Kata Tazuya kepada Vladimir dan mereka berlima langsung pergi meninggalkan teman sekelas mereka


“ Woah. Baru kali ini aku melihat Golomanov sediki melunak “ Kata Ryuga


“ Yaaa. . . tumben sekali ya. Aku sendiri juga tidak percaya “ Balas Inuya


V-FIGHTER akhirnya berhasil menemui Rigel dan yang lain. Disana, Rigel dan Dullart menjelaskan tentang serangan tersebut, serta mendiskusikan tentang taktik penyerangan mereka untuk menghentikan serangan dari Superbia-07


“ Tuan Rigel ! “


“ Anak-anak ! Syukurlah kalian datang tepat waktu ! Selain seranga yang tadi, kelihatannya Thetoid juga mengarahkan serangan yang sama diempat titik yang berbeda secara bersamaan. Aku yakin, ini disebabkan oleh Thetoid yang sama saat kalian menghadapinya beberapa hari yang lalu “ Jelas Rigel


( Buuuuuuuuuuuuuummmmmm )


“ Lagi ! Ada Serangan lain ! “ Kata Jubei dengan kepanikan


“ Celaka ! Sepertinya makhluk itu kembali mengarahkan serangan yang lain yang tidak jauh dari sini ! “ Kata Ryuga


“ Lihat ! Mereka mengarahkan robot besar kemari ! “ Kata Inuya saat melihat GIGANTE mulai diterjunkan dari Superbia-07


Situasi menjadi sangat rumit saat mereka melihat GIGANTE mulai diluncurkan dikota tersebut, dan kemudian mencari keberadaan mereka. Kedatangan robot besar tersebut membuat penduduk yang disekitar sana menjadi semakin panik


“ Pencarian. Dimulai. “ Kata GIGANTE sambil melihat-lihat daerah disekitarnya yang membuat semua orang yang ada disana berlari ketakutan untuk menghindarinya


“ Anak-anak. . .Dullart. . . disaat situasi seperti ini, kita tidak bisa hanya berfokus kepada robot besar itu. Pertama, Drone pesawat tersebut. Ya. . . para keparat tersebut meluncurkan lima Drone untuk menyerang ketempat yang berbeda agar bisa memancing kita. Salah satu diantara kita harus bisa menghancurkan Drone tersebut dengan cepat sebelum senjata tersebut akan menyerang ketempat lain “ Jelas Rigel


“  Caranya ? “ Tanya Jubei


“ Salah satu dari kita akan masuk kedalam pesawat itu bersama Dullart “ Jawab Rigel


“ Ah. . .apa ? “ Kata para V-FIGHTER yang kaget akan idenya Rigel


“ Ya. Karena Drone tersebut berjumlah sepuluh secara keseluruhan. Jika kita hanya mengandalkan untuk mengalahkan Drone yang ada dikota ini saja, maka mereka akan menerjunkan Drone yang lain dari pesawat. Dan itu akan hanya menambah masalah dikota ini. Maka untuk itu, kita harus mematikan sistem yang ada didalam pesawat tersebut terlebih dalam sistem persenjataan satelitnya “ Jelas Dullart


“ Benar. Terlebih Dullart akan menuntun kalian untuk masuk kedalam pesawat tersebut. Dua dari kalian akan ikut dengannya, sementara sisanya ikut aku untuk mengalahkan robot besar itu “ Rigel menambahkan


“ Kenapa tidak dihancurkan saja pesawatnya ketimbang harus menghancurkan sistem senjata pesawat tersebut ?


“ Tanya Tazuya


“ Hei. . . kau gila apa ! Nanti kalau kita kalahkan pesawatnya disini, itu akan melukai banyak orang karena ledakan pesawat itu ! “ Jawab Inuya


“ Oke. Jika kalian sudah paham ayo kita lakukan ! Untuk yang ikut bersama Dullart, aku ingin DECA-I, Tazuya dan


Jubei untuk pergi bersamanya. Dan sisanya, kalian ikut denganku untuk mengalahkan robot itu. Ada pertanyaan ? “


“ . . . . “


“ Baiklah. . . aku anggap kalian semua sudah paham. Ayo . . . kita mulai ! “


“ YA ! “


V-FIGHTER bersama dengan Rigel, Dullart dan DECA-I akhirnya berbagi tugas untuk menghentikan pergerakan komplotan Argus dan Louss. Rigel, Inuya, Ryuga dan Ataru pergi mendatangi GIGANTE yang sedang mencari keberadaan Dullart. Sementara itu, Dullart bersama dengan DECA-I, Tazuya dan Jubei berusaha mencari celah untuk bisa memasuki Superbia-07 dari atas gedung pertokoan


“ Hei robot ! Sini kau ! “ Tantang Rigel


“ Target. Ditemukan. Serang ! “


( Zyuuuuuuuuuunng! Buuuuuuuummm! )


Rigel dan yang lainnya berhasil menghindari serangan dari GIGANTE. Dari Superbia-07, Louss meminta untuk memindahkan semua Claw Drone ketempat mereka dan mengaktifkan sistem kamuflase di drone tersebut


“ Sampson ! Mereka disini ! Kerahkan kelima Drone itu kearah mereka ! “


“ Baik, Pak ! “


Kelima Drone tersebut mulai berdatangan kearah mereka berempat dan langsung menembak keerah mereka berempat dengan bertubi-tubi


( Zyuuuung ! Buuuuummmmm ! )


“ Ah. . . aaaaaaaahhh !!! “


“ Sialan ! Mereka mengarahkan Dronenya kemari ! “ Kata Rigel


“ Drone ? Dimana Dronenya ?! “ Tanya Inuya dengan panik


Dari atas atap gedung pertokoan, Dullart bisa melihat kedatangan Drone tersebut walau itu sudah dilapisi dengan sistem kamuflase. Saat melihat ada Drone yang letaknya tidak begitu jauh dari Superbia-07, ia kemudian meminta kepada Tazuya dan Jubei untuk mengarahkan tali khusus yang disediakan Rigel untuk melompat keatas pesawat tersebut

__ADS_1


“ Uwooo. . . Tembakan dari mana itu ?! “ Tanya DECA-I


“ Disana ! Mereka mengarahkan kelima Drone kekota ini ! “ Kata Dullart


“ Drone ? Tapi dimana ?! “ Tanya Jubei


“ Ikuti apa yang kuperintahkan. Karena aku punya kemampuan khusus untuk melihat segala jenis kamuflase, maka


untuk itulah aku tahu dimana Drone itu berada. Tazuya. . .Jubei. . . lempar ini kearah sana “ Jelas Dullart sambil memberikan tali khusus kepada Tazuya dan Jubei


“ Aaah. . . kesana ? “ Tanya Tazuya


“ Ya ! Sekarang ! “


( Syaaaaaattt! Tak! Tak! )


“ Anda yakin talinya agak kuat untuk membawa kita kesana ? “ Tazuya kembali bertanya kepada Dullart


“ Sepertinya iya. Nak Jubei, berikan pegangan tali itu. Dan pegang aku erat-erat agar tidak terjatuh “


“ Oke ! “


“ Pak Robot. Ikut aku “ Kata Tazuya sambil langsung memeluk DECA-I


“ Siiip ! “


“ Ayo . . . kita kesana ! “


Dullart dan Tazuya menekankan tombol yang ada di pegangan tali tersebut. Saat ditekan, tali tersebut langsung membawa mereka pergi kearah pesawat dengan melompati Drone tersebut dan kemudian mengarahkan tali itu keatas atap Superbia-07


“ Fyuh. . .akhirnya. . . kita sampai ! Anak-anak. . . kita akan masuk lewat sini ! “


*****


Di kota Shinjitsu


Terlihat Rigel dan yang lain memutuskan untuk berpencar untuk mengecoh pergerakan Drone tersebut. Disaat yang bersamaan, Ataru bisa melihat beberapa robot raksasa dan pesawat tempur milik militer Neo-Asia mulai berdatangan untuk membantu mereka dalam menghentikan GIGANTE dan Superbia-07. Inuya juga menyadari beberapa pihak kepolisian kota juga berdatangan untuk mengevakuasi penduduk yang ada disekitar sana


( Zyuuuuung ! Zyuuuuuuung ! Zyuuuuuuung!)


“ Sial ! Serangan Drone ini bikin kita susah mendekati robot itu ! “ Gerutu Rigel


“ Bunyi apa itu ? “ Tanya Ryuga sambil mendengar bunyi berisik sembari melindungi Rigel dan yang lain dari serangan Drone tersebut


“ Lihat ! Itu robot petarung dan pesawat tempur milik militer Neo-Asia, bukan ? “ Ataru bertanya kepada mereka semua saat melihat kedatangan kelima robot petarung berwarna perak-putih


“ Dan pihak kepolisian setempat juga ikut membantu untuk mengevakuasi warga disekitar “ Kata Inuya sambil melihat polisi yang berdatangan


“Syukurlah jika kita dapat sedikit bantuan dari mereka. Ayo. . .tetap fokus ! “ Kata Rigel


“ Bala bantuan musuh. Bala bantuan musuh. Tidak kumaafkan. Awas kalian ! “ Kata GIGANTE saat melihat kearah kelima robot dan pesawat petarung milik Neo-Asia


“ Hyaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh ! “


Inuya dan Rigel datang menghampirinya, bersiap untuk menyerangnya. GIGANTE yang menyadari hal ini langsung mengubah tangan kanannya menjadi pedang laser untuk bertarung melawan Fighter tersebut


( Zyaaaat ! Zyaaaat ! Zyaaaat ! Zyaaaat ! )


Inuya dan Rigel berhasil menghindari serangan dari GIGANTE. Kemudian, Rigel menyuruh Ataru untuk menembaki robot tersebut untuk mengecoh fokusnya


( Zyuuuung ! Zyuuuung ! Zyuuuuung ! )


“ Terima ini ! “ Teriak Inuya sambil meninju robot tersebut dengan Labeja-nya


( DUAGH ! )


“ Aaaaaah ! “ Rintih GIGANTE


“ Bagus, Inuya ! “ Puji Rigel


Di Superbia-07, Sampson mendeteksi kedatangan robot dan pesawat petarung milik Neo-Asia. Saat melaporkannya kepada Louss dan Argus, sambil takjub akan kekuatan militer milik Neo-Asia, Louss meminta anak buah kesayangannya tersebut untuk menghancurkan mereka sebelum mereka menghancurkan Drone dan GIGANTE


“ Jenderal. Pak Kepala. Lihat ! Lima robot petarung dan tiga pesawat petarung milik penduduk bumi mulai berdatangan kearah kita “ Lapor Sampson


“ Wah Waaaah.  . . Aku tidak menyangka bahwa planet ini juga punya kekuatan militer ya~ “ Kata Pak Louss


“ Tentu saja. Aku juga tidak menyangka planet ini juga memiliki robot petarung sebagai senjata militer mereka. Apa mereka pernah menghadapi makhluk asing dari luar bumi sebelumnya ? “ Argus menganggapi perkataan Pak Louss sambil memperhatikan layar


“ Menarik. Sangat menarik ! Ayo Sampson . . . kerahkan kelima Drone kearah mereka ! Soal Fighter itu serahkan kepada GIGANTE ! “ Perintah Pak Louss


“ Baik pak ! “


Disaat yang bersamaan saat Sampson mengarahkan kelima Drone untuk menghancurkan robot petarung tersebut, disisi lain dalam Superbia-07, Dullart bersama dengan Tazuya, Jubei dan DECA-I berhasil memasuki pesawat tersebut melalui pintu darurat pesawat yang menembus keruangan penyimpanan barang. Mereka berempat keluar dari ruangan tersebut. Saat melihat situasi sedang aman, Dullart mengajak Tazuya, Jubei dan DECA-I untuk mengikutinya


“ Ayo ! “


“ Jadi. . .seperti ini dalam pesawat milik penduduk luar bumi ? “ Tanya Tazuya sambil melihat-lihat sekitarnya


“ Iya. . . keren ! Ini seperti kaya yang ada di film ! “ Jawab Jubei yang terkesima dengan ruangan pesawat tersebut


“ Ini dia ruangnya ! “ Kata Dullart saat mereka berempat sampai keruangan pengontrol sistem persenjataan


Dullart mencoba memasuki kode pengaman yang ia ketahui untuk memasuki ruangan tersebut. Sayangnya, pintu tersebut tidak bisa dibuka karena kode pengamannya telah digantikan . Dullart kemudian teringat akan kemampuan DECA-I untuk meretas pengaman teknologi dan bertanya apakah ia bisa meretas teknologi yang bukan berasal dari bumi


“ Ah. . .sialan ! Kode pengamannya salah semua ! “ Kata Dullart dengan penuh kepanikan


“ Apa mungkin kita harus merusaknya saja untuk bisa masuk kedalam ? “ Tanya Tazuya


“ Jangan ! Bisa celaka kalau kita merusak tombol ini untuk bisa masuk kedalam. Ah ya. . .DECA-I, apa kamu bisa meretas ini ? “ Tanya Dullart kepada DECA-I


“ AH. .. Aku ? Ennnggg. . .aku tidak yakin apa aku bisa meretas kode pengaman pesawat ini “ Kata DECA-I dengan nada pesimisnya


“ Rigel-san bilang bahwa pemilik aslimu sudah memodifikasimu dengan teknologi dari Dimensi 13. Aku yakin kamu


juga diberi fitur untuk meretas teknologi yang bukan berasal dari bumi. Jadi. . .cobalah “ Jelas Dullart sambil membujuk robot kecil tersebut


“ Okeee okeeee. . .akan kucoba ! “


DECA-I mengeluarkan tangan rahasianya dan memegang tombol pengaman pintu tersebut. Sambil mengubah wajah layarnya, tidak sampai 5 menit, DECA-I berhasil meretas pengaman pintu tersebut. Tazuya dan Jubei yang melihat aksinya DECA-I benar-benar takjub akan kecanggihan fitur yang ada dalam dirinya


“ Berhasil ! “


“ Woah. . . kereeeen ! “ Kata Tazuya dan Jubei secara bersamaan


“ Ayo. . . kita masuk ! “ Ajak Dullart


Dullart dan yang lain berhasil memasuki ruang pengontrol sistem persenjataan. Disamping ruangan tersebut, Tazuya, Jubei dan DECA-I bisa melihat sisa lima Claw Drone beserta senjata satelit Astraser diruangan yang terpisah dibalik kaca jendela


“ Aku belum pernah melihat persenjataan ini sebelumnya “ Kata Jubei


“ Ya. . . dan ini bisa celaka jika mereka menggunakan sisanya untuk menyerang kita dengan ini “ Lanjut Tazuya


“ Pak Dullart. Apa anda yakin ini akan berhasil ? “ Tanya Jubei kepada Dullart yang mengecek sistem yang terpasang di komputer ruangan tersebut


“ Semoga saja. Lagipula ini masih mendingan daripada kalian harus menghancurkan pesawat ini dan- “


“ Ah. . . Tuan Muda. Lama tidak bertemu “ Kata Proto-EVA yang memotong pembicaraan Dullart kepada Tazuya dan Jubei


Dullart dan yang lainnya terkejut saat melihat kedatangan Proto-EVA seorang diri diruangannya. Robot wanita tersebut langsung memasuki ruangan tersebut dan mengunci pintu tersebut untuk menahan mereka


“ Celaka ! “


“ Kau. . . Proto-Eva ! “


“ Aku benar-benar tidak menyangka anda bisa masuk kesini, Tuan Muda ! “ Sambut Proto-EVA sambil menutup pintu tersebut dan perlahan mendekati mereka berempat

__ADS_1


*****


__ADS_2