
Setelah puas akan pertarungan mereka dan menyadari Ia tidak bisa memaksa kehendak cucu-cucunya, Anodyne memutuskan untuk pergi dari bumi bersama dengan Delveen untuk melanjutkan petualangan mereka. Menyadari Delveen masih terlumpuhkan oleh tekniknya Inuya, Anodyne meminta salah satu dari V-FIGHTER untuk menyembuhkannya sebelum mereka pergi
“ Baiklah~ jika tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan sudah saat aku akan melanjutkan petualanganku keangkasa “
“ Anuuuu, Anodyne-san ? “
“ Hah ? “
“ Sebelum kita pergi...bisakah anda menolongku sedikit ? Maafkan aku karena saat ini aku menjadi bebanmu...ehehe~ “ Jelas Delveen sambil tertawa kecil kepadanya
“ Hei kalian! Diantara kalian berempat apa ada yang tahu cara menyembuhkannya ?! ” Tanya Anodyne kepada keempat V-FIGHTER
“ Ummm...soal itu aku yang bisa melakukannya karena ia terkena teknik dari Possessionku “ Jelas Inuya
“ Kalau begitu...lakukanlah ! “
“ Baiklah~ Tidak masalah nyonya~ ini tidak akan sakit “ Kata Inuya kepada Delveen
“ Ji-jika kamu bicara begitu...silahkan “
“ Expulsar ! “
Inuya mendekati Delveen dan meletakan tangannya kepundak wanita tersebut. Disaat yang bersamaan, Yoshino datang menemui mereka saat ia tidak mendengar suara kekacauan yang ada disekitar rumah mereka. Penasaran untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi, Yoshino memberanikan dirinya untuk keluar rumah dan merasa lega saat mengetahui bahwa Tazuya dan Hideo baik-baik saja
“ Woah ! Begitu saja ? Aku benar-benar tidak menduganya...terima kasih tuan El-Fighter” Kata Delveen
“ Paman ? Aniki ? Aaaah syukurlah kalian berdua tidak apa-apa ! “ Kata Yoshino yang langsung memeluk mereka berdua
“ Paman tidak apa-apa...tapi aku punya luka kecil karena pertarungan tadi “ Jelas Tazuya
“ Dan aku masih kurang paham apa yang membuat wanita itu tiba-tiba mengubah pikirannya setelah hampir membunuh keempat El-Fighter ini “ Jelas Hideo
“ Gamma! Gunakan sihirmu untuk mengembalikan suasana menjadi seperti semula “ Perintah Inuya kepada Ryug a
“ Hmm ! EPISTROFI ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Hmmmm ! Apa itu kekuatan dari El-Fighter ? “ Tanya Anodyne
“ Kelihatannya anda belum tahu soal Spezialist ya ? “ Kata Ryuga
“ Hmmm aku belum pernah menemukan spesies lain selain manusia juga tipe-tipe hewan dan tumbuhan yang aku tahu...disamping itu juga...aku penasaran kenapa hanya ada empat El-Fighter yang datang kemari. Dilihat dari cara bertarung saja...aku yakin kalian tidak ditemani oleh Alpha kalian “ Jelas Anodyne yang membuat para V-FIGHTER terutama Tazuya terkejut
“ Oh! Maafkan kami nyonya ! Kami mendapatkan panggilan dari Master kami untuk melaporkan misi...baiklah semuanya kami permisi undur dulu “ Kata Inuya yang berusaha untuk menghindari Anodyne penasaran dengan identitas mereka
“ Yaaa ! “
“ Pak Iga dan Tazuya-san...semoga kalian sehat selalu ya~ “ Kata Jubei sebelum pergi kepada Tazuya dan Hideo
Melihat keempat V-FIGHTER meninggalkan mereka, Andonyne dan Delveen memutuskan untuk segera pergi melanjutkan petualangan mereka. Yoshino yang melihat ini agak kaget serta bertanya kenapa dia harus buru-buru meninggalkan bumi, Anodyne hanya menjawab bahwa masih banyak sesuatu yang menyenangkan diangkasa yang ingin mereka nikmati dan berjanji jika ia punya waktu akan menemui mereka kembali
“ Naaaah~ Kalau begitu kami juga akan pergi ! “
“ Pergi ? Sekarang ? “ Tanya Tazuya
“ Anda bisa ikut makan malam bersama dengan kami karena hari ini juga hari ulang tahunnya ibu “ Jelas Yoshino
“ Memberikan bunga saja itu sudah cukup bagiku karena ini bukti kami masih ingat kapan hari ulang tahunnya, lagipula...masih banyak hal-hal yang menyenangkan yang ingin aku nikmati diangkasa ! “ Jelas Anodyne sambil menatap langit yang mulai mendung
“ Jadi...kau cukup bahagia dengan semua kehidupanmu disana ?! “ Tanya Hideo dengan nada seriusnya
“ Bisa dikatakan begitu ! “ Jawab Anodyne sambil melirik kearah Hideo
“ Aaah~ syukurlah jika Nenek dan Delveen-san masih bisa menikmatinya “ Kata Tazuya sambil tersenyum kearahnya
“ Selamat tinggal anak-anak ! Jaga diri kalian baik-baik disini “
“ Yaa Nenek ! Anda juga jaga dirimu baik-baik disana “Kata Tazuya
“ Oh hampir lupa...aku akan tinggalkan ini untuk kalian berlima...gunakan ini jika kalian dalam masalah serius “ Jelas Anodyne sambil mengeluarkan sebuah Pager dari saku jaketnya
“ Pager ? Aku tidak menyangka anda masih menggunakan ini walau hidup dizaman yang sangat modern “ Kata Yoshino sambil memperhatikan Pager pemberian Anodyne
“ Hei ! Ini Pager khusus yang tidak sama seperti teknologi dibumi ! Ini adalah teknologi milik Kazetopia...dengan ini kalian bisa menggunakannya walau jarak kita bermil-mil jauh dengan menghubungi Pager milik Delveen...jadi jangan digunakan untuk panggilan iseng “ Jelas Anodyne sambil menunjukan Pager milik Delveen dari saku jaketnya
“ Tenang saja Nenek ! Kami paham ! “
“ Bagus ! Hati-hati ya~ aku berjanji akan kembali menemui kalian dilain hari ! Ayo Delveen ! “
“ Ya Anodyne-san ! “
( Wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssh)
Dengan menggabungkan kekuatan mereka, Anodyne dan Delveen akhirnya melesat pergi dari bumi untuk melanjutkan petualangan mereka. Saat melihat Anodyne sudah pergi meninggalkan mereka, Tazuya beserta Yoshino dan Hideo kembali kerumah kediaman keluarga Iga dan langsung ditanya oleh Katsuki dan yang lain tentang Anodyne
“ Aaaah Aniki ! Kak Yoshi ! Paman ! “ Sambut Katsuki
“ Aaaaaah~ syukurlah kalian bertiga baik-baik saja~ kami benar-benar mencemaskan kaliaaaaan~ “ Rengek Shinore sambil memeluk Tazuya dan Yoshino
“ Mana nenek ? “ Tanya Katsuya
“ Ummm...ia bilang ada sesuatu yang menarik yang ingin ia temui diangkasa. Kami juga tidak tahu apa itu...tapi yang jelas beliau benar-benar bersemangat untuk mencarinya “ Jelas Tazuya
“ Ooooh...jadi begitu “
“ Tapi nenek berkata kepada kami bahwa ia berjanji akan kembali menemui kita jika ia punya waktu luang...dan beliau memberikan kami ini “ Lanjut Tazuya sambil menunjukan Pager pemberian Anodyne
“ Ah Ah Ah ! Apa itu...boleh aku lihat ?! “ Tanya Shinore dengan penuh semangat keingin tahuan yang sangat tinggi
“ Tidak boleh~ Nenek bilang ini tidak bisa digunakan untuk telepon iseng~ hanya digunakan jika kita dalam situasi yang sangat serius “ Kata Yoshino
“ Kakak ! Paman ! Bagaimana kalau kita bersantai sambil memakan jamuan kita~ kami sudah memperisapkan semua ! “ Tawar Katsuya
“ Sudah kalian siapkan ? Ohoho~ Apa tidak terlalu cepat untuk menikmati makan malam pada jam seperti ini ? “ Tanya Hideo sambil melirik jam yang masih menunjukan jam 3 sore
“ Eeerrr ini jamuan untuk menyambut ulang tahun ibu~ untuk makan malam nanti kami akan memasak Takoyaki dan Ikayaki~ “ Jelas Shinore
“ Baiklaaah~ aku tidak sabar ingin mencoba masakan kalian...ayo kita makan “ Ajak Hideo kepad para Iga bersaudara
“ Horeeeeeeeeeeeeeee “
Dari lantai atas, terlihat DECA-I memperhatikan aktifitas para Iga bersaudara dan Hideo dan secara diam-diam ia juga terhubung dengan Rigel agar ia bisa tahu apakah Tazuya bisa menghadapi situasi seorang diri. Rigel menjadi lega saat mengetahui Tazuya dan V-FIGHTER lain mampu mengatasinya
“ Apa ?! Tazuya dan yang lain tidak apa-apa dalam menghadapi Anodyne Trueax ?! Sungguh tidak bisa dipercaya ! “ Kata Dullart yang kaget saat mendengar laporan dari DECA-I
“ Jadi Tazuya bisa mengatasinya ? Syukurlah ! Aku tidak menyangka Tazuya dan yang lainnya bisa menghadapi wanita itu tanpa mengalami luka yang serius ! Baiklah kalau begitu kita hubungi Inuya dan yang lain “ jelas Rigel yang langsung menghubungi dari komunikasi battlesuit Inuya
(Rigel menghubungi Inuya)
Rigel langsung menghubungi Inuya dan yang lain yang sedang menggantikan battlesuit mereka disuatu tempat. Disaat yang bersamaan, Rigel mengaktifkan sistem komunikasi dalam jam battlesuit milik Inuya
(Biip! Biip! Biip! Biip! Biip!)
“ Tuan Rigel !
(Klik)
“ Anak-anak ! Bagaimana keadaan kalian ? Termasuk dengan si Tazuya “ Tanya Rigel
“ Tidak ada masalah...juga...sebenarnya bukan kamilah yang mengalahkan Anodyne Trueax...dan bukan Tazuya juga...dia sendiri yang menghentikan pertarungan karena melihat Tazuya memilih untuk melindungi Ataru dari pedangnya “ Jelas Inuya
“ Benarkah ? Bagaimana dengan lukanya “ Rigel kembali bertanya
“ Tidak begitu parah...dan kelihatannya wanita itu bersama pasangannya yang tidak berguna sudah meninggalkan planet ini dengan damai “ Jawab Inuya
“ Menurut penglihatan masa depanku...ya ! mereka sudah pergi sambil memberikan hadiah kepada Tazuya dan adik-adiknya “ Jelas Ataru tentang apa yang ia lihat dari kekuatannya
“ Hadiah ? “
“ Yaaa...aku tidak tahu itu sesuatu yang penting atau tidak “ Kata Ataru dengan nada keraguannya
“ Tapi jujur ya~ aku benar-benar tidak paham apa yang ada dikepala wanita gila itu ! “ Gerutu Jubei
“ Yaa ! Dia wanita ! Wajar jika dia sulit untuk dipahami “ Celetuk Inuya
“ Heeeei~ aku cewek tapi aku tidak segila wanita tua itu ! Hmph ! “ Gerutu Jubei
“ Yaaa~ Yaaa~ “
“ Hehe...yaaa tadi itu benar-benar tidak terduga...tapi aku senang kalian semua tidak mengalami cidera serius “ Kata Rigel dengan nada kebanggannya
“ Jadi keluarganya Tazuya...belum tahu apa-apa soal identitas Tazuya sebagai El-Fighter...baik itu dari Anodyne dan juga saudara beserta pamannya ? “ Lanjut Rigel sambil bertanya dengan nada seriusnya
“ Tidak ! Syukurlah tidak ada dari mereka yang tahu soal itu “ Jawab Inuya
“ Bukannya wanita tua itu hampir bertanya siapa Alphanya ?” Tany Jubei kepada Inuya
“ Errrr ...I-iya ! Karena itulah kenapa aku buru-buru membawa kalian kemari untuk menghindari mulutnya cerewetnya yang hampir kepo soal identitas kita ! “ Keluh Inuya
“ Oh ya karena dia bilang ia pernah bertemu dengan “El-Fighter sebelumnya” aku pikir yang ia maksud ialah anda dan teman-teman anda...apa itu benar ? “ Tanya Ataru
“ Berarti sebenarnya anda juga tahu soal dia ? Tidak hanya Nyonya Xiella ? Kenapa Tuan Rigel bilang tidak mengenal Anodyne ? “ Tanya Inuya
“ Hanya Nigulas...Rikka dan Roy saja yang waktu itu bertemu dengannya ! Aku dan Dennias tidak mengenalnya karena Anodyne sepertinya lebih tertarik bertemu dengan yang kuat ketimbang yg biasa saja...dan jika ia tahu soal aku dan Dennias...aku yakin dia pasti tahu dari Xiella “ Jelas Rigel dengan nada santai
“ Hmmmm...jika anda dan Xiella Trueax pernah saling bertemu...apa artinya anda pernah punya rasa dengan dia ? “ Tanya Jubei dengan polosnya kepada Rigel
“ TIDAK ! Uh...ti-tidak ada ! Aku hanya mengenalnya saja ! Soal kami pernah bertarung bersama...itu-itu benar...tapi menyukainya ? Itu salah besar ! Walau teman seperjuangan dan dia adalah seorang wanita...bukan berarti aku harus naksir dengannya ! “ Jelas Rigel dengan nada keraguannya
“ Ummm...oke~ maaf sudah bertanya seperti itu Tuan Rigel “ Kata Jubei yang langsung minta maaf dengannya
“ Naaah aku bukanlah orang yang terlalu peduli soal percintaan...tapi baiklah aku memaafkanmu nak Jubei...kamu hanya penasaran “ Jawab Rigel dengan merendahkan nada bicaranya
Ryuga kemudian teringat akan perkataan Tazuya yang tidak menyesal akan pilihannya. Merasa bahwa ia juga sudah siap menerima posisinya sebagai El-Fighter, Ryuga akhirnya mengatakan kepada Rigel bahwa ia akhirnya siap menerima takdirnya sebagai El-Fighter
“ Umm...Tuan Rigel “
“ Ada apa nak Ryuga ? “ Tanya Rigel
“ Ummm...melihat pertarungan tadi dan perkataan Hideyuki tentang pilihan dan konsenkuensi...kurasa ada yang ingin kukatakan kepada anda dan juga kalian ! “
“... “
“ Aku...selama ini...masih ragu menerima posisiku sebagai calon El-Fighter ! Namun kejadian barusan yang kita alami...itu membuatku ingin membuat sebuah keputusan yang sama dengan Hideyuki ! “ Jelas Ryuga
“Apa itu ?! “
“Aku...siap menjadi...El-Fighter bersama dengan kalian semua ! “ Kata Ryuga
“...”
__ADS_1
“Aku memang ragu dan tidak tahu apa tujuanku ditakdirkan menjadi El-Fighter...tapi setelah mendengarkan perkataan Namidashi dan Hideyuki tentang mereka yang tidak akan menyesal akan pilihan mereka dan siap menerima konsenkuensi apapun...kurasa sekarang saatnya aku juga akan menerima diriku...seorang Spezialist pertama didunia...yang menjadi El-Fighter “ Lanjut Ryuga
“ Hu’uh “
“ Aku juga siap menerima konsenkuensi yang akan menimpaku ! Karena aku yakin...aku bisa menemukan alasan kenapa aku terpilih “ Kata Ryuga
“ Kamu tahu Ryuga-san...bukan aku saja dari golongan “makhluk X pertama yang menjadi El-Fighter” looh~ kami para roh...terlebih para Dewa Kematian adalah golongan yang dilarang untuk ikut campur masalah dunia kehidupan...aku juga tidak tahu apa takdirku yang membuat aku jadi El-Fighter...tapi mungkin saja ini ada hubungannya dengan masa laluku sebagai manusia ! “ Jelas Ataru
“ Jadi Ataru...tidak tahu masa lalumu sendiri ? “ tanya Jubei
“ Iyaaa...karena setiap orang yang meninggal...jika mereka menjadi roh...mereka tidak akan ingat masa lalu mereka...kecuali jika mereka terkena sesuatu yang bisa memicu ingatan masa lalu mereka kembali “ Jawab Ataru dengan nada keraguannya
“ Intinya kita belum tahu apa tujuan kita ! Tapi kita tidak bisa terburu-buru...masih banyak pelatihan yang harus kita lalui agar kita bisa diakui sebagai El-Fighter yang sesungguhnya! Karena untuk itulah...untuk sementara ini kita belum bisa memberitahu identitas kita kepada keluarga kita “ Jelas Inuya
“ Tepat sekali ! Jadi untuk itu bersabarlah...ini demi melindungi diri kalian dan juga teman-teman serta keluarga kalian dari ancaman para musuh “ Kata Rigel kepada yang lain
“ Yaaa “
*****
Disaat yang bersamaan dimana Rigel menghubungi Inuya dan yang lain, Tazuya terlihat berada diruang kerja Hideyoshi untuk mengembalikan Shinai tersebut. Sambil menyimpan pedang kayu tersebut, Tazuya teringat masa lalu tentang Shinai yang digunakannya adalah hadiah pemberian dari Hideyoshi karena saat kelas 4 SD, yang pada saat itu Tazuya berhasil mengalahkan teman sebayanya dalam turnamen Kendo di Akademi Olahraga Shinjitsu. Hideyoshi pernah bilang kepada Tazuya bahwa Shinai tersebut terbuat dari kayu Oak Putih. Sejak Tazuya memutuskan tidak melanjutkan SMP-nya di Akademi dan bersekolah di SMP Shinitsu, Shinai beserta gear Kendo dan lima penghargaan turnamen milik Tazuya tersimpan diruang kerja Hideyoshi
“ Okeee~ sudah saatnya kuletakan kamu disini~ Fyuuh~ Syukurlah tidak lecet dan juga rusak “ Kata Tazuya sambil membersihkan Shinai itu
Flashback on
6 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Desember 2109, terlihat Tazuya dan semua keluarga kecilnya sedang menunggu Hideyoshi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-9 tahun. Mendengar Hideyoshi akhirnya pulang dari tempat kerjanya, Tazuya langsung menyambutnya dan memberikan kabar kepada ayahnya bahwa ia kembali menang dalam turnamen yang diadakan setiap tahun di akademi
“ Aku pulang ! “
“ Ayaaaaaaah~ “ Sambut Tazuya
“ Aaaah Tazuya~ Bagaimana kabarmu hari ini ? “ Tanya Hideyoshi
“ Hideyoshi-kun~ lihat ini~ Tazuya-kun mendapatkan penghargaan dari kompetensinya disekolah~ hebat bukan ! “ Kata Sayuri/Xiella dengan nada penuh keceriaan
“ Tazuya menang lagi ? tepat dihari ulang tahunnya ? Mantaaaaap~ Ayah punya sesuatu untukmu~“ Kata Hideyoshi sambil mengajak Tazuya duduk diruang tamu dan menunjukan kotak panjang yang ukurannya sedikit tipis dari kotak lain
“ Hmmm apa itu ? “
“ Buka saja apa isinya “ Kata Hideyoshi sambil tersenyum hangat kepada anak sulungnya
Tazuya membuka bingkisan kotak panjang tersebut. Saat dibuka, ternyata isinya sebuah Shinai berwarna putih. Kagum melihat hadiah yang diberikan Hideyoshi, Tazuya langsung memeluk ayahnya dan berkata bahwa ia akan menggunakannya saat pertandingan selanjutnya
“ Woaaah ! Shinai putih ! Aku belum pernah melihat Shinai yang ini ! “ Kata Tazuya dengan penuh kegirangan
“ Aku dan Hideo bersama-sama menempanya ditempat langganan Klan kita...Karena Kazuya-kun juga berulang tahun sama sepertimu jadi kami juga membuatkannya untuk dia juga...dan ini terbuat dari oak putih” Jelas Hideyoshi kepada Tazuya yang tidak bisa berhenti memperhatikan Shinai tersebut
“ Mungkin kamu juga perlu membuatkannya untuk Yoshino-kun saat tanggal 9 Juli nanti sayang~ “ Kata Sayuri sambil pergi melanjutkan aktivitas dapurnya
“ Yoshino sudah bilang apa yang ia mau...yang jelas bukan ini “ Kata Hideyoshi
“ Okee~ Nanti segera kumpul diruang makan ya sayaaang~ “
“ Yaaa ! “
“ Yah Ayah ! Ini pasti akan keren jika aku gunakan ini untuk turnamen selanjutnya ! Aku tidak sabar melihat ini bersinar oleh lampu-lampu di arena~ jika ayah melihat ini pasti ayah akan takjub dengan Shinai yang ayah berikan ini hehehe “ Kata Tazuya dengan penuh semangat
“ Bintang kecil ayah sepertinya tidak sabar ya untuk menunjukan ini dipertandingan selanjutnya~ ayah bangga padamu bintang kecil~ selamat ulang tahun yaa...semoga kamu bisa menjadi orang besar sama seperti ayah “ Kata Hideyoshi sambil mengusap kepala Tazuya
“ Hehehe...ummm ayaaah~ “
“ Yaaaa ? “
“ Nanti’kan pas tes naik kelas dikelas 5 SD serta saat kelulusan nanti...kita akan dites menggunakan pedang sungguhan~ ummmm...boleh gak nanti ayah izinkan aku makai pedang milik ayah ? “ Tanya Tazuya
“ Boleh ! Tapi itu bukan berarti kamu boleh mengambilnya secara seutuhnya...nanti ayah akan bikinkan untukmu dan Kazuya-kun saat kalian ulang tahun ke-15 atau 17 tahun...ya ? “
“ Okee ! “ Kata Tazuya sambil memberikan jempol kepada Hideyoshi
“ Siiip! Nanti besok uji coba dulu sama Kazuya dirumah Paman Hideo...dia pasti juga sangat senang dengan Shinai barunya...ayo kita segera makan bersama “ Kata Hideyoshi sambil mengajak Tazuya untuk pergi keruang makan mereka
Flashback Off
Tazuya tersadarkan dari lamunannya saat melihat shinai tersebut mulai bercahaya, yang membuat Tazuya terkejut saat melihat shinai tersebut. Tidak lama kemudian, pedang kayu tersebut mulai meredup dan kini berubah bentuk menjadi sebuah Chokuto yang mirip dengan milik Hideyoshi yang kini menjadi Fighter Possessionnya yang bernama Kusanagi, dengan perbedaannya bahwa pedang tersebut berwarna putih dan abu-abu. Tazuya menjadi semakin terkejut
“ Ah ! “
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ I-ini ?! Kenapa ?! Kenapa ini berubah ?! “ Tanya Tazuya kepada dirinya sendiri
“ Apa ini juga termasuk Fighter Possession ? Bentuknya sama dengan Kusanagi ! Aku...bisa merasakannya ! Sensasi ini...sama dengan Kusanagi ! Apa ini Possession ? “ Tazuya kembai bertanya sambil meraba pedang tersebut dan merasakan kekuatan yang ada didalamnya
“ Hmmmm~ kelihatannya aku harus beritahu ini dengan-“
Tiba-tiba, Goldie-chan menggong-gong dari luar ruangan dan terlihat Shinore juga ada disana sambil memanggil Tazuya untuk keluar dari ruang kerja tersebut .Mendengar panggilan dari adik bungsunya, Tazuya menunda niatnya untuk menhubungi Rigel, Inuya dan yang lain sambil mengatakan bahwa ia akan kebawa sambil membungkus pedang tersebut dengan wadah bungkusan berwarna biru tua
“ Arff! Arff! Arff ! “
“ Uwaaaa ! G-goldie-chan ! “ Kata Tazuya yang kaget mendengar suara anjing keluarga mereka dari luar ruangan
“ Kakaaaaaaaak~ ayo buruan pergi keruang makan~ ngapain ngadem disana ? apa ga sumpek duduk disana sambil pintu dan jendelanya terkunci ?! “
“ Iya-iya ! Kakak segera kesana ! Ini sedang ada telpon dari teman kakak ! Sebentar lagi akan turun kok ! “ Jawab Tazuya
“ Okeee~ Ayo Goldei-chan kita turun~ Bagus deh kita tidak perlu mendobrak pintu ini untuk melihat ka-“
“ HEI ! Kamu tadi bilang apa ?! Kamu mau merusak properti rumah kita hah ?! “ Panggil Tazuya dengan nada tinggi saat mengetahui Shinore ingin mendobrak pintu ruang kerja ayah mereka
“ Mencakar pintu ? Dia itu anjing tahu ! Hadeeeeeh ! Lucu sekali lawakanmu Shino ! “ Gerutu Tazuya sambil keluar dari ruang kerja ayah
“ Ah ummm anuuu, maaf yaaa kak~ Ayo ayo ayo kita kebawa sekarang ! Semua sudah berkumpul~ Ayo Goldie-chan “ Ajak Shinore dengan penuh kegirangan
“ Arrf ! “
Tazuya bersama dengan Shinore dan Goldie-chan pergi keruang makan dimana terlihat disana Yoshino dan yang lain bahkan Harukatto sudah ada disana. Dimeja makan terlihat makanan yang disajikan berupa Stew daging sapi dengan buah plum, bistik hamburger, salad kentang dengan daun bawang dan wijen dengan minuman pendampingnya berupa jus jeruk. Semua makanan yang disediakan adalah masakan kesukaan dari Sayuri
“ Selamat makan ! “
“ Katsuya yang masih 11 tahun sudah tahu memasak Stew ? Kamu memang keren nak “ Puji Hideo
“ Yaaa~ sekarang ia cukup ahli dalam mengolah daging sapi dan ayam “ Jelas Katsuki dengan nada kebanggan tentang saudari kembarnya
“ Jadi soal memasak hanya Katsuya yang melakukannya ? “ Tanya Hideo
“ Ummm...I-iyaaa~ Ta-tapi Kak Yoshi juga kadang-kadang sering bantu kok ! “ Jawab Katsuki dengan nada malu-malu
“ Dengar nak...memasak dan bersih-bersih rumah itu bukan hanya tugas untuk anak perempuan...itu adalah kemampuan yang harus kalian penting untuk dikuasai dalam bertahan hidup jika suatu saat kalian semua berpisah dan tinggal dirumah dan keluarga kalin masing-masing...mengerti ? “ Hideo memberikan nasehat kepada kelima Iga bersaudara
“ Yaaa Paman “ Jawab Tazuya dan keempat saudaranya
“ Tapi kan aku masih 9 tahun Paman~ aku belum lihai soal itu dibandingkan dengan mereka~ “ Keluh Shinore yang sebenarnya tidak suka bersih-bersih
“ Hei tidak lama lagi kamu sudah 10 tahun loooh~ Katsuya sudah tahu memasak dan membersihkan rumah saat usia 9 tahun loh~ masa kamu kalah dengan mereka “ Yoshino memberikan komentar kepada Shinore
“ Errrr tapi...kak Katsuki juga tidak bisa memasak ! “ Kata Shinore
“ Walau demikian tidak seperti dirimu yang cuma bisa malas-malasan sambil main game online dan makan junkfood ! “ Gerutu Katsuki dengan nada geram yang membuat Shinore sedikit malu dengan perkataan kakak ketiganya
“ Husssh Katsuki! Jangan merendahkan adikmu seperti itu ! Kalau bisa kalian ajarkan Shinore cara masak dan membersihkan rumah secara bertahap...paham ? “ Hideo kembali menasehati Tazuya dan keempat saudaranya
“ Yaaa Paman “ Jawab Katsuki
Tidak lama kemudian, mereka berlima bersama dengan Hideo akhirnya selesai menyantap hidangan tersebut dan pergi ke taman pemakaman untuk berziarah kemakam orang tua mereka untuk memberikan doa dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sayuri. Saat selesai berdoa dikuil, Tazuya melihat pesan dari Inuya yang bertanya tentang kondisinya
“ Hei...kamu baik-baik saja ?” –Inuya
“ Ya~ syukurlah...bisakah kalian datang kerumahku ? Yaaa tidak hanya makan-makan saja...tapi ada sesuatu yang ingin kutunjukan dengan kalian ! Sesuatu yang benar-benar tidak bisa aku percaya ! “- Tazuya
Inuya menunjukan pesan itu kepada yang lain. Penasaran akan apa yang ingin Tazuya tunjukan kepada mereka, keempat V-FIGHTER akhirnya menyetujui ajakan Tazuya untuk datang kerumahnya saat menjelang jam 6 sore
*****
Jam 6 sore, Inuya dan yang lain akhirnya sampai kerumah kediaman keluarga Iga. Tazuya langsung membukakan pintu dan mengajak Inuya dan yang lain untuk pergi keruang kerja milik Hideyoshi sembari menunggu Katsuya dan yang lain menyiapkan Ikayaki dan Takoyaki. Hideo terlihat sudah tidak ada dirumah karena saat mengantar Iga bersaudara kerumah mereka, Hideo langsung pamit pulang
“ Aaaaah~ akhirnya kalian datang juga~ “ Sambut Tazuya
“ Jadi kalian semua baik-baik saja ? “ Tanya Inuya
“ Yeaah~ syukurlah~ Nenek beserta pasangannya sudah lama pergi, bagaimana dengan kalian ? “ Jelas Tazuya sambil bertanya kepada Inuya dan yang lain
“ Sama sepertimu, kami baik-baik saja “ Kata Ryuga
“ Uwaah~ Kak Inuya ! Syukurlah kalian baik-baik saja~ aku juga mengkhawatirkan kalian saat kalian diserang nenek tadi siang “ Sambut Yoshino
“ Tidak masalah~ kami baik-baik saja “
“ Ayo ! Kita ke-“
“ Kakaaak~ mending kakak ngajak kumpul di ruang tamu saja~ ketahuilah kalau cewek sendirian dikamar cowok dengan keempat teman cowoknya bisa jadi masalah besar loh~ “ Kata Shinore
“ Hadeeeeh kamu ini kecil-kecil sudah bisa bilang begitu ! Tenaaang~ kami akan keruang kerja ayah karena kami ingin bicara soal kerja kelompok kami~ jadi jangan iseng kepo yaaaa “ Peringat Tazuya kepada Shinore dan yang lain
“ Hei Shino-chan ! Ayo kedapur bantu aku “ ajak Katsuya
“ Okeeey~ Ayo Goldie-chan “ Shinore mengajak Goldie-chan untuk pergi kedapur
“ Arrf! Arrf! “
“ Nah ayo! Shinore aku bawa DECA-I yaaa~ “
“ Baik Aniki~ aku mau keatas untuk bikin PR dulu “ Kata Yoshino sambil menggendong Harukatto dan pergi kekamarnya
Didapur, terlihat Katsuki juga ada disana sambil duduk dimeja makan dan memakan yogurt stroberi. Sambil mempersiapkan segala keperluan untuk memasak, Tazuya datang untuk mengambil jus jeruk untuk Inuya dan yang lain. Sebelum kembali keruang kerja, Tazuya meminta Katsuya untuk menyediakan makanan kepada Ataru dengan porsi yang sedikit karena Ataru agak sulit untuk makan karena suatu alasan yang tidak ia ketahui walau alasan yang sebenarnya karena Ataru adalah Dewa Kematian dan ia tidak bisa memakan makanan manusia. Tazuya hanya menyediakan porsi sedikit karena demi kehormatan menjamu tamu
“ Aaaah Shinore ! Akhirnya mau juga kamu diajak masak dengan Katsuya “ Kata Katsuki
“ Kak Tsuki sendiri ngapain disini kalau tidak bisa masak ?! “ Tanya Shinore dengan nada keluhannya
“ Aku mau bantu ini kebetulan saja aku tidak ada PR dari sekolah “ Jawab Katsuki
“ Sudah sudaaah...ayo buruan kita masak ! Ga enak nanti teman-temannya Kak Tazuya lama menunggu ! “ Peringat Katsuya
“ Oke ayooo~ “
“ Teman-temannya Kak Tazuya tumbuh jadi keren semua yaa~” Puji Katsuya
“ Kalian bertiga mau masak sekarang ? “ Tanya Tazuya sambil mengambil jus jeruk dan Senbei dikulkas
“ Sudah pasti~ “
__ADS_1
“ Oh ya aku hampir lupa ! Ataru bukanlah tipe orang yang suka makan atau memakan dalam porsi yang banyak, karena itu dia tidak masalah jika ia diberi porsi yang sedikit...dia bisa sakit perut kalau dipaksa makan banyak “ Jelas Tazuya
“ Kak Ataru tidak masalah soal itu ? “ Tanya Katsuya dengan nada keraguannya
“ Itu pesannya kok “
“ Oke kalau begitu Kak...aku mengerti “
“ Bagus ! Oke nanti beri pesan dari Smartphone saja kalau sudah siap yaa~ “
Melihat Tazuya meninggalkan dapur, Shinore akhirnya mengajak bicara dengan kedua kakak kembarnya tentang semua teman-temannya Tazuya. Mereka mulai bicara soal Ataru, Shinore berpikir bahwa Ataru adalah teman teranehnya Tazuya karena penampilannya
“ Hmmm...diantara temannya Kakak...menurutku Kak Ataru yang sedikit aneh dari mereka berempat “ Kata Shinore
“ Maksudmu ? “ Tanya Katsuki
“ Yaaa kakak bisa lihat sendiri kan Kak Ataru itu seperti apa ? Badan tinggi...wajah lonjong...kulitnya sangat pucat dan agak kelabu~ terus terus...porsi makannya juga selalu ambil sedikit~ “ Jelas Shinore
“ Mungkin sedang diet ketat ? seperti yaaa diet OCD ? “ Pikir Katsuya
“ Apa kamu yakin diet bisa buat orang jadi kulitnya pucat kaya hantu ? “ Celetuk Shinore
“ Hei hei! Kalian mengghibah soal siapa ?! “ Tanya Tazuya yang tidak mereka sadari mendengar perkataan mereka dari balik pintu dapur
“ Aaaahhh...Shino hanya cemburu liat Kak Ataru yang punya kulit putih yang kinclong dimatanya “ Kata Katsuki
“ Eeee...uuuuhh...iya ya ! Apalagi rumor bilang kalau Kak Ataru ada diet ketat makanya dia sering makan porsi yang sedikit~ jadi kami semua penasaran rahasia kegantengan dari Kak Ataru “ Jelas Shinore sambil menyeringai lebar
“ Mana ada diet OCD bisa bikin orang kulitnya jadi seputih hantu~ jangan bilang yang aneh-aneh deh ! Nanti kalau didatengi hantu beneran bagaimana ? Mereka bisa muncul dari TV loooh~ “ Gerutu Tazuya yang diakhiri ia menakut-nakuti Shinore
“ I-i-iya kak ! “
Tazuya keluar dari dapur. Shinore, Katsuki dan Katsuya akhirnya menggantikan topik pembicaraan dengan bicara soal Inuya dan yang lain sambil berpikir kenapa Tazuya tidak naksir dengan Jubei Fujieda. Itu karena mereka pikir Jubeilah teman perempuan Tazuya yang cukup dekat dengannya dan Tazuya seharusnya bisa naksir dengan Jubei
“ Kak Inuya itu cakep ya~ kayaknya dia banyak penggemar disana “ Pikir Katsuya
“ Kak Tazu juga pernah bilang kalau Kak Inuya sudah resmi bergabung dengan tim “Howling Star”...itu loooh~ studio dancer terkenal di Neo-Asia...keren bukan ? “ Kata Katsuki sambil membersihkan jamur enoki
“ Woaaah keren ! Nanti kita bisa minta Kak Tazuya ngasih tahu jadwal tampil Kak Inuya...aku suka melihat acara para dancer dari “Howling Star” ! “ Kata Katsuya dengan penuh semangat
“ Oh ya ! Kak Jubei ‘kan satu-satunya cewek di gengnya Kak Tazuya...tapi kok Kakak ga ada tanda-tanda dia suka sama Kak Jubei ya ? “ Tanya Shinore
“ Kamu sendiri bisa lihat kan alasannya ? “ Tanya Katsuki dengan nada sarkastisnya
“ Karena Kak Jubei terlalu cantik untuk Kak Tazuya ? “
“ Tidak tidaaak~ Kak Jubei jauh lebih tinggi dari Kak Tazuya ! Aku bisa menduga kalau Kak Tazuya pasti minder dengan Kak Jubei “ Jawab Katsuki
“ Emang kamu tahu dari mana ? “ Tanya Katsuya
“ Yaaa biasanya kalau ada cowok yang liat cewek dengan tubuh tinggi mereka bisa minder looh~ yaaa kaya temen-temenku kebanyakan mereka ga begitu tinggi dariku “ Jelas Katsuki dengan penuh percaya
“ Dan Kak Tazuya hanya setinggi pundaknya Kak Jubei “ Keluh Shinore
“ Kebayang gak sih nanti gimana kalau Kak Tazuya dan Kak Jubei pacaran ? Kan ga lucu kalau mereka mau ciuman Kak Tazuya harus menjinjit untuk bisa meraih wajah Kak Jubei~ “ Celetuk Katsuki
“ Ahahaha yaaa~ nanti kalau Kak Tazuya gagal menjinjit untuk cipika-cipiki Kak Jubei yg ada nanti Kak Tazuya ga sengaja mendorong Kak Jubei dan kecium keti- “
“ HEEEEEI ! KALIAN BICARA APAAN HAAAH ?! “ Teriak Tazuya dengan muka memerah yang ternyata masih mendengar pembicaraan mereka bertiga dari luar dapur
“ Uwaaaaaaaaa “
“ Kalian bertiga ini belum masuk 12 tahun sudah berani mengghibah orang lain dasar ! Nanti jika kalian sering ghibah orang nanti mulut kalian bisa dower seumur hidup loh~ jadi jangan seenaknya bicara yang aneh-aneh soal orang lain! Paham ! “ Gerutu Tazuya sambil memberi peringatan kepada ketiga adik perempuannya
“ Ma-maafkan kami...kakak~ “ Kata Katsuki, Katsuya dan Shinore secara bersamaan
“ Hmph ! “ Dengus Tazuya sambil pergi meninggalkan dapur
“ Atau mungkin kakak ini sebenarnya diam-diam suka sama cowok~ seperti Kak Ryuga ? ehehehe ” Celetuk Shinore dengan bisikannya
“ Sssst ! “ Katsuki mendiami Shinore
Melihat ketiga adik perempuannya meminta maaf dan melanjutkan pekerjaan mereka, Tazuya sambil bernafas lega kembali keruang kerja Hideyoshi sambil membawa senbei, jus jeruk dan lima gelas panjang. Saat Tazuya memasuki ruang kerja, Inuya bertanya kenapa ia lama sekali untuk mengambil jus jeruk dan senbei
“ Lama sekali ? Ngapain saja dibawah ? “ Tanya Inuya
“ Ma-maaf ! Tadi aku penasaran apa yang dibicarakan Shino dan yang lain, dan aku menegurnya saat mereka bertiga bicara yang aneh-aneh soal aku “ Gerutu Tazuya
“ Pantas saja kenapa dibawah heboh sekali~ ternyata itu suaramu ? “ Inuya bertanya dengan nada sarkastisnya
“ Yeaaah~ nah ambil ini jus dan senbeinya ! Apa DECA-I sudah ada di-“
“ Hadiiiiiiiiiiir~ aku disini~ “ Kata DECA-I dengan penuh keceriaan
“ Aaaah DECA-I ! Apa Shinore melakukan hal-hal yang aneh karena keisengannya kepadamu ? “ Tanya Tazuya
“ Tentu saja tidak~ Dia memang anak yang baik~ “ Puji DECA-I
“ Nah Hideyuki ! Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan disini ? “ Tanya Ryuga
“ Sebentar ya “ Kata Tazuya sambil mengeluarkan sesuatu dari wadah Shinainya
Tazuya mengambil wadah Shinai tersebut dan mengeluarkan sebuah Chokuto putih yang serupa dengan Kusanaginya. Mereka pikir bahwa itu adalah Kusanagi yang Tazuya ubah warnanya menjadi warna putih. Namun Tazuya mengatakan bahwa ini bukan Kusanagi sambil memanggil Kusanagi yang asli dari tangan kirinya
“ Heeeh ? Apa kau baru saja mengecat Kusanagimu menjadi warna putih ? “ Tanya Inuya
“ Bukaaaan~ ini bukan Kusanagi ! Jika kalian masih ingat dengan Shinai yang kupakai waktu itu Shinai tersebut sudah berubah menjadi pedang ini ! “ Jelas Tazuya sambil mengeluarkan Kusanagi dari tangan kirinya
(Sriiiiiiiiiiiiiiiiing)
“ Lihat ? Mirip bukan ? “
“ Ya Tazuya-kun ! Ini mirip dengan Kusanagi “ Kata Ataru
“ Jadi itu Fighter Possession atau apa ? “ Tanya Jubei
“ Itu yang jadi pertanyaan...apa menurut kalian El-Fighter dan Fighter biasa bisa memiliki dua atau lebih Fighter Possession ? “ Tazuya bertanya kepada yang lain
“ Yaaa mana kami tahu~ kita saja baru yang namanya calon El-Fighter...dan pengetahuan kita masih sangat minim soal itu...jadi kita juga tidak tahu apa Fighter bisa memiliki Possession ganda atau tidak ! “ Kata Inuya
“ Mungkin kita bisa bertanya dengan Tuan Rigel ? “ Usul Ryuga
“ Sayangnya Tuan Rigel tidak bisa ditemui dan beliau memberikanku pesan bahwa ia sedang tidak bisa dihubungi sekarag “ Kata DECA-I sambil menunjukan pesan dari Rigel
“ Oh oh! Coba kamu rasakan sensai pedang itu dan jika kamu berhasil mengoneksi dirimu ke pedang itu berarti itu Possession ! “ Usul Jubei
“ Hmmm...ide yang...cukup bagus ! Kalau begitu akan kucoba sekarang “ Kata Tazuya sambil meminum jus jeruknya
Tazuya meletakan pedang putih tersebut bersebelahan dengan Kusanagi dilantai ruang kerja, dan ia pun langsung meletakan tangannya keatas mata pedang putih itu. Saat berkonsentrasi selama 5 menit, pedang tersebut akhirnya memancarkan sinar putih yang cukup terang
“ Hmmmmmm “
“ Okeee~ apa ini berhasil ? “ Tanya Jubei yang sedikit gugup
( Sriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Aaah ! “ Inuya dan yang lain terkejut melihat pedang tersebut bersinar
(Wuuuuuuuuuuuuuussh)
“ Uwaaaaaa ! “
Saat sinar itu perlahan meredup, mereka berlima dikejutkan dengan sosok wanita berkimono serba putih dan rambut putih pendek dengan aksesoris pita yang cukup panjang berdiri dihadapan Tazuya. Para V-FIGHTER sangat terkejut karena pedang putih tersebut juga adalah sebuah Possession
“ Dia...“
“ Ja-jadi ini...adalah Fighter Possession ? “ Tanya Tazuya
“ Salam kenal Master ! Anda tidak perlu khawatir karena...Itu benar...aku juga adalah Possessionmu “ Sambut wanita tersebut
“ Jadi siapa...namamu ? “ Tazuya kembali bertanya
“ Aku...juga...Kusanagi “
“ Apa ?! “
Tidak lama kemudian, Kusanagi hitam Tazuya juga bersinar dan memunculkan jiwa Possession disamping si wanita misterius itu. Kusanagi merasa jika wanita itu hanya bercanda dihadapan Tazuya, dan wanita tersebut menjelaskan kenapa ia juga dinamai sebagai Kusanagi
( Sriiiiiiiiiiiiiiiing )
“ Oi! Oi! Oi! Apa-apaan kamu seenaknya mengambil nama orang lain untuk dirimu sendiri hah ?! “ Tanya Kusanagi dengan nada jengkelnya
“ Sama seperti dirimu yang bangkit karena keinginan mendalam dari master yang ingin bisa seperti ayahnya...aku terlahir dari keinginan Tazuya yang tidak menyesal akan pilihannya untuk tinggal bersama keluarga dan teman-teman manusianya dan bertekat ingin mengubah masa depan menjadi lebih baik “ Jelas wanita tersebut
“ Jadi itu artinya kamu adalah Possessionnya Hideyuki ? “ Tanya Ryuga
“ Tepat sekali “
“ Begitu ya...baiklah ! Jika kalian berdua adalah Kusanagi...maka aku akan memberi kalian nama lain untuk bisa memudahkan memanggil kalian saat bertarung ! Kamu Kuro Kusanagi...dan kamu Shiro Kusanagi “ Kata Tazuya sambil menunjuk kearah kedua jiwa Possessionnya
“ Oi Master ! Anda tidak bisa mengubah nama Possession sesuka hatimu seperti itu ! Namaku adalah Kusanagi ! “ Gerutu Kuro Kusanagi
“ Kamu adalah Possessionku dan aku adalah pemilik kalian ! Jadi suka-suka aku ingin menamai kalian apa agar aku bisa mengingat kalian ! Pahaaam~ “
“ Haaaah...baiklah kalau begitu~ Senang bertemu denganmu...Kusanagi “ Sambut Kuro Kusanagi
“ Senang bertemu denganmu juga...Kusanagi “ Jawab Shiro Kusanagi dengan nada serius dan sarkastisnya
( Wuuuuuuuuuuuuuuuuuussssh)
Akhirnya kedua jiwa Kusanagi kembali kedalam pedang Chokuto tersebut. Sebelum memasukan kedua Kusanagi tersebut kedalam wadah Shinai, Tazuya memperhatikan refleksi dirinya dibalik Shiro Kusanagi. Ataru menyimpulkan Shiro Kusanagi melambangkan kepercayaan diri Tazuya dalam keputusannya
“ Hmmmmm “
“ Jika si hitam bangkit karena keinginan untuk bisa setara dengan ayahmu...maka si putih yang satu ini...dilihat dari perkataannya kemungkinan besar dia lahir karena kepercayaan dirimu dan kebanggaanmu untuk berpihak kepada manusia “ Jelas Ataru
“ Bangkit ? Lahir ? “ Gumam Inuya dari dalam hati
“ Aaaaaah~ rasanya tidak adil ya jika Cuma Tazuya yang punya dua Possession~ “ Keluh Jubei
“ Aku punya dua Possession ! Kamu tidak ingat ? “ Tanya Ryuga kepada Jubei
“ Sudah pasti beda laah~ Anthos Delfini jadi dua karena pada dasarnya mereka bisa bersatu dan bisa terpisah...Kusanagi...mereka lahir dari motif yang berbeda “ Jelas Inuya
( Smartphone Tazuya kemudian berbunyi)
“ Ah ! Katsuya mengatakan makan malam akan segera siap ! Ayo...kita kebawah ! “ Ajak Tazuya sambil membawa kedua pedang tersebut dari ruang kerja Hideyoshi
“ Okeee~ ayo kita makan besaaar~ “ Kata Jubei dengan penuh semangat
Saat keluar dari ruang kerja Hideyoshi, Tazuya tediam sesaat. Sambil memperhatikan foto kedua orang tuanya dilemari dari pintu luar, Tazuya menutup pintu ruang kerja tersebut dengan ekspresi seriusnya sambil berkata dalam hati bahwa ia tidak akan menyerah untuk menggapai cita-citanya
__ADS_1
“ Ayah...Ibu...aku pasti tidak akan menyerah...untuk mengubah masa depan dan takdirku ! Pasti ! “
*****