
Setelah mendaftarkan diri untuk menjadi anggota dari perpustakaan di Museum Grand-Knowledge, V-FIGHTER akhirnya menemukan tempat yang pas untuk mengerjakan tugas Sejarah mereka
“ Kurasa tidak ada salahnya kita selalu berada ditempat ini ! Sudah luas~ dingin lagi “ Puji Tazuya sambil membukakan laptopnya
“ Kesini untuk belajar atau cuma numpang ngadem ? “ Tanya Inuya sambil meledeknya
“ Oh lalaaaa~ Inuyaaa~ jangan bicara gitu deh jika kamu akan melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu katakan ! “ Celetuk Tazuya dengan meniru nada bicara Inuya yang sarkastis
“ Oke oke ! Ayo cepat bukakan file persentasimu Hideyuki ! Kita harus segera mengerjakannya dan memeriksa semua topiknya “ Ujar Ryuga kepada Tazuya untuk tidak lengah dalam mengerjakan tugas kelompok mereka
“ Jangan cemaas~ aku sudah merancang persentasi kita seunik mungkin~ lihat kan ? “ Sahut Tazuya sambil menunjukan hasil rancangan persentasinya kepada yang lain
“ Woaaaaaah ! “
“ Kereeen Tazuya ! Ini bakal bagus kalau kita mengubah layar projektornya menjadi mode layar 3D ! “ Puji Inuya
“ Jadi bagaimana Inuya ? Apa ada beberapa yang sudah kamu kerjakan untuk tugas kelompok kita ? “ Tanya Tazuya
“ Eeeeh~ jadi itu belum cukup ? “ Inuya balik bertanya kepada Tazuya
“ Tentu~ lagian itulah alasan kenapa kita datang kemari~ mencari info tambahan untuk tugas kita “ Ujar Ataru
“ Lalu kenapa kita mengajak Jubei ? Dia ‘kan bukan anggota kelompok kita ? “ Tanya Inuya
“ Tidak ada salahnya ‘kan ? Tapi aku masih satu tim dan circle dengan kalian~ “ Jawab Jubei dengan anda santainya
“ Naaah~ kalau begitu bisa nitip sebentar laptopku disini bersama dengan Ryuga disini ? Kami bertiga akan mencari-cari informasi tentang Perang Dunia ke-II sebentar ! Dan tidak masalah sih jika kamu ingin menggunakan laptopku untuk Browsing yang lain “ Ujar Tazuya kepada Jubei dan Ryuga
“ Tenang saja~ semua bisa diserahkan sama kami “ Gumam Jubei
“ Asal tidak dia rusak sih tidak masalah “ Celetuk Inuya
“ HEI ! JANGAN PIKIR YANG ANEH-ANEH YAAAA ! “ Teriak Jubei yang tidak terima akan apa yang dikatakan Inuya
“ Ssssst ! Jangan keras-keras di perpus ! “ Tegur Ryuga yang ada disamping Jubei
“ Kamu siiiih~ “ Tazuya dan Ataru ikut menegur Inuya dengan mencubit kedua pipinya sambil pergi meninggalkan Ryuga dan Jubei yang menjaga buku dan laptop mereka
“ Okeeee~ Ryuga-kun~ apa kamu punya lagu yang keren untuk bisa didengar dari sini ? “ Tanya Jubei kepada Ryuga
“ Kata Hideyuki tidak masalah untuk mencari Website lain dilaptopnya selama kamu tidak merusak persentasi kami... bagaimana kalau kita menonton sesuatu saja dari sini ? “ Ryuga memberi usulan kepada Jubei
“ Eeeeeh~ Eeeeehhh~ Eeeeeeeh~ Bagaimana kita nonton Narita-san Supper ?! Akhir-akhir ini dia sering melakukan review masakan yang keren~ “ Sahut Jubei
“ Boleh “
“ Yaaaay~ untungnya aku bawa ini dari sekolah ! Ayo dimakan sambil nonton ! Ini salah satu kesukaanmu ‘kan ? “ Sahut Jubei sambil mengeluarkan Protein Bar yang ia beli di kantin sekolah
“ Kamu membawa ini kedalam perpus ! Nanti bagaimana kalau ketahuan ? Kita nanti bisa ditendang keluar dari sini ! “ Gumam Ryuga yang sedikit panik melihat makanan yang dibawa Jubei
“ Jangan cemaaaaaas~ aku adalah tipe orang pemakan yang rapi~ jadi tidak akan ketahuan kok “ Jelas Jubei sambil memakan Protein Bar tersebut
“ Okeeee~ jika kamu bilang begitu~ Boleh aku minta ini ? “ Kata Ryuga sambil mengambil salah satu dari Protein Bar tersebut
“ Tentuuuuu~ “
Tazuya bersama dengan Inuya memutuskan untuk berpencar mencari area yang berbeda. Disaat Tazuya merasa mendapatkan buku yang pas untuk dijadikan sumber informasi tambahan dalam tugas mereka, ia tidak sengaja melihat Inuya yang sedang kearea buku tentang filosofi
“ Aha ! Kelihatannya ini bagus ! Hmmmm~ tapi Pak Kanzaki bilang topik kami hanya menjelaskan peristiwa penting dalam Perang Dunia Ke-II... apa ini tidak terlalu kompleks ya untuk bahan ajaran kelas 1 SMA ? “ Pikir Tazuya sambil melihat buku-buku yang berkaitan dengan Perang Dunia Ke-II
“ Hmmmm~ Ummmmm~ Ah ! Inuya ?! Kok ! Kok ! Dia kearea yang itu ya ? “ Gumam Tazuya saat ia tidak sengaja melihat Inuya diarea buku filosofi
“ Oi ! Kamu kok pergi kearea buku yang ini ? “ Tanya Tazuya yang langsung menghampiri Inuya
“ Tidak ada siiih~ hanya penasaran saja “ Jawab Inuya
“ Hmmmm~ Jadi kamu sudah dapat buku yang menjadi potensi sebagai sumber materi terbaru kita ? ” Tazuya kembali bertanya
“ Jangan cemaaaaaas~ sudah dapat kok ! “ Ujar Inuya sambil menunjukan buku yang ia dapatkan barusan
“ Oke deeeeeh~ Jadiiiii~ apa yang membuatmu kearea yang ini Bro ? Tumben sekali kamu datang untuk mencari buku Filosofi “
“ ‘kan sudah kubilang Cuma penasaran dengan hal berbau filosofi “
“ Tidak biasanya sih kamu mau tahu soal filosofi “
__ADS_1
“ Okeeee~ jadi tentang apa yang sebenarnya kamu sedikit penasaran ? “ Tanya Tazuya yang kemudian langsung duduk disamping Inuya
Inuya terdiam sesaat dan sedikit ragu untuk menjelaskan apa yang ia temukan diarea tersebut. Sambil menghela nafas, Inuya menjawabnya dengan mengawali sambil bertanya tentang tujuan lain dari Tazuya untuk menjadi El-Fighter
“ Hmmm~ boleh aku tahu apa tujuan lainmu untuk menjadi El-Fighter ? “
“ Sudah pasti ingin mencari sikeparat yang membunuh ayah dan ibuku... juga pelaku yang telah membunuh mantan guru SD-ku yang sempat mengincar kita pada waktu itu ! Aku merasa... pelakunya adalah orang yang sama ! “ Gumam Tazuya
“ Kamu yakin itu ? “
“ Yaaaa ! Karena sebelum menghadapi kita... si keparat itu mengatakan “ Disini ternyata ! Aku senang bisa kembali melihatmu ! “... dan pistol yang ia gunakan sama persis dengan pistol yang digunakan saat menyerangku dan ibu “ Jelas Tazuya sambil mengingat dari pelaku pembunuh orang tuanya
“ Dan karena itulah... sejak menjadi calon El-Fighter dan menjelaskan tentang apa yang dikatakan Tuan Rigel tentang alasan lain kenapa kita terpilih selain mengubah masa depan umat kita... ini membuatku sadar jika aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mencarinya dan membalas akan semua apa yang ia perbuat terhadap keluargaku ! “ Lanjut Tazuya sambil mengatakan alasan lainnya untuk menjadi El-Fighter
“ Tazuya... aku bukan bermaksud untuk menghentikan keinginanmu untuk balas dendam... tapi... apa jadinya jika kita tidak bisa mencari orang itu ? “ Tanya Inuya dengan penuh keraguan
“ Akan kucari dia... aku tidak akan menyerah... akan kupakai cara apapun untuk memancingnya keluar... walau itu berpotensi akan merusak citraku ! Orang itu... harus menerima hukuman yang setimpal ! “ Jawab Tazuya dengan nada kegeramannya
Mendengar perkataan Inuya membuat dirinya khawatir jika akan apa yang dilakukan Tazuya berpotensi akan merusak dirinya sendiri. Tidak lama, Inuya mengatakan jika bahwa ia ingin Tazuya tidak terlarut hidup dalam kesedihan dan amarahnya terhadap orang yang sudah menyakitinya karena balas dendam bisa mengakibatkan sesuatu yang buruk
“ Kamu tahu apa yang baru saja kutemukan, Aku membaca buku tentang sesuatu yang buruk tentang balas dendam... yang aku takutkan kepada dirimu jika kalau kamu terus-terusan membiarkan hidupmu dipenuhi amarah dan kebencian... itu akan perlahan akan mengotori hatimu dan menjadikan dirimu tidak ada bedanya dengan mereka... sesuai dengan apa yang kudapatkan dari film lama... rasa ketakutan bisa menumbuhkan rasa amarah... amarah akan berubah menjadi kebencian... dan kebencian itulah yang akan membuat kita menderita... karena itu kita harus-“
“ Menerima begitu saja kematian orang tuaku ?! Apa menurutmu yang menjadi alasan kedua orang tuaku mati ditangan mereka ? Jangan bersikap naif ! Tidak ada didunia ini dengan ajaibnya bisa mengetahui kesalahan mereka dan secara otomatis bisa menjadi orang baik ! “ Gumam Tazuya dengan nada tegas dan ekspresi melototnya sebagai tanda jika Tazuya sangat tidak suka akan seseorang untuk menghentikan niat balas dendamnya
“ T- tidak ! Bukan itu ! Aku... aku hanya cemas jika jika kamu terlarut dalam kesedihan dan amarahmu ! Kamu adalah orang yang tidak peduli dengan dirimu sendiri dan selalu cemas akan suatu kegagalan ! Aku bisa melihat dirimu sebenarnya sangat takut jika kau tidak bisa menemukan pelaku pembunuh orang tuamu ! “ Ujar Inuya dengan nada kecemasannya
“ Jadi... “
“ Jika kamu masih tetap ingin mencarinya... izinkan aku dan yang lain untuk membantumu... saling mempercayai... dan berbagi perasaan denganmu... karena itu jangan menyiksa dirimu dengan melakukannya seorang diri ! “ Lanjut Inuya sambil memegang kedua pundak Tazuya
“ Inuya... “
“ Tazuya... jika kita berhasil membunuh pelaku pembunuh orang tuamu... berjanjilah kepadaku... untuk melepaskan rasa dendammu mati bersamanya “ Ujar Inuya
Tazuya terdiam sesaat dan terharu dengan kepedulian Inuya. Menyadari akan kepedulian Inuya terhadap dirinya, Tazuya memegang janjinya kepada Inuya untuk tidak selalu menjadi orang yang penuh dendam dan berusaha untuk mencari hidup yang lebih baik
“ Yaaaa ! Aku berjanji ! “ Sahut Tazuya dengan nada rendah dan datarnya
*****
Tazuya dan Inuya pergi ketempatnya Ataru yang sedang melihat-lihat pajangan buku diarea buku sejarah dunia. Mereka berdua menghampiri sipemuda berambut pirang tersebut sambil bertanya tentang buku yang ia lihat
“ Ouuuh~ hei hei ! Jadi kalian sudah selesai saling mencurahkan hati kalian disini ? “ Tanya Ataru
“ D- darimana kau... aaaah~ pasti itu karena mata masa depanmu atau tidak kamu menguntit pembicaraan kami dengan Kontak Telepati “ Gumam Inuya sambil menebak darimana Ataru tahu mereka berdua sedang curhat
“ Eeeeh~ aku hanya memastikan agar tidak ada orang lain tahu pembicaraan kalian ! Lagian bisa berbahaya jika ada orang yang tidak sengaja mendengar dan mencurigai identitas kita loooh~ “ Gumam Ataru
“ Ayolaaah~ tidak ada didunia ini orang lain sibuk untuk kepoin curahan hati para cowok remaja ! Yang ada mereka bilang “Lebay amat sih jadi cowok~ main curhat dan pakai nangis segalaaa~ “ gitu “ Ujar Tazuya sambil menirukan suara cewek yang ia tahu
“ Heee~ gini amat berpikir tentang orang disekitar kalian “ Celetuk Ataru
“ Oh ya ! Jadi kamu sudah menemukan sesuatu untuk tugas kita ? “ Tanya Inuya
“ Iyaaap~ dan aku juga disini sedang mencari-cari buku tentang sejarah sebelum Perang Dunia Ke-I dan Ke-II karena aku... ummmm... sebenarnya aku sedikit penasaran tentang kehidupan tersebut karena aku penasaran apa itu bisa membuatku teringat akan kehidupanku sebelum aku mati dan menjadi Dewa Kematian “ Jelas Ataru sambil menunjukan buku yang ia temukan kepada Tazuya dan Inuya
“ Buku apa saja itu ? “
“ Tentang kehidupan di abad ke-19 di Eropa ! Membaca ini sampai-sampai membuatku kepikiran seperti apa kehidupanku pada waktu itu ! Haaaaaa~ pasti keren “ Gumam Ataru sambil memikirkan suasana di kehidupan pada abad ke-19 dalam buku yang ia baca
“ Errrr~ aku tidak yakin itu bagus~ apalagi itu adalah tahun yang banyak wabah penyakit seperti yaaaa~ kau tahu pandemi flu Rusia... pandemi pes... flu Spanyol ? “ Ujar Inuya
“ Tapi di tahun 2000-an juga ada... kaya flu babi... HIV/AIDS... Covid ? Okeee~ kurasa tidak semua tahun itu bisa dibilang aman ! Nah bagaimana ditahun 2100 dimana banyak terjadi ada kompetensi senjata militer besar-besaran ?! “ Celetuk Tazuya
“Yeeeeeee~ jika kalian berpikir yang begitu yaaaa mana bisa kalian mencoba untuk berpikir aestetiknya~ tapi jika kalian tidak memikirkan sesuatu yang jelek kaya pandemi dimasa lalu... sebenarnya memikirkan seperti apa kehidupan manusia dimasa lampau itu... benar-benar terbawa suasana “ Sahut Ataru
Saat berjalan menuju kebangku mereka, sambil teringat dengan Possessionnya Ataru, Tazuya berpikir apakah Tijdbreker bisa digunakan untuk pergi kemasa lalu. Namun Ataru mengakui bahwa ia belum tahu apakah Tijdbreker bisa melakukan itu
“ Hmmm~ jika Tijdbreker digunakan untuk mengendalikan waktu... mungkin saja potensi terbesar dari kemampuan Possession ini adalah membuka portal kemasa lalu... atau mengulang waktu dalam skala yang besar seperti film superhero yang pernah kutonton “ Ujar Inuya sambil mengingat suatu film superhero pengendali waktu
“ Benar juga ! Kebanyakan para pengendali waktu bisa melakukan itu ! Mungkin Possessionmu terlihat sepele dimatamu... tapi kalau menurutku sih kamu punya Possession yang paling keren~ “ Tazuya melanjutkan perkataan Inuya
“ Aku belum begitu tahu sih... tapi sebenarnya apa yang kalian katakan itu ada benarnya juga ! Mungkin jika aku tidak meremehkan Tijdbreker... aku pasti bisa membuka’kan kemampuan lain darinya “ Pikir Ataru
Tazuya tiba-tiba tidak sengaja melihat Sandy yang sedang mengikuti Karin dan Lindsey yang sedang mencari sebuah buku. Karena tidak ingin kembali mencari masalah dengan pemuda tersebut membuat Tazuya berusaha keras untuk tidak menatapnya dan tetap bersikap tenang
__ADS_1
“ S- S- San... “
“ Ada apa ? “ Tanya Inuya
“ Aaaah~ ummm~ tidak ada ! Ayo cepat kita harus kembali ketempat ! Jubei dan Ryuga pasti sudah menunggu lama disana ! Ayoooo “ Ajak Tazuya dengan nada sedikit gelisahnya
“ Oh hey ! Sudah ketemu buku yang kita cari ? “ Sambut Ryuga yang melihat kedatangan mereka bertiga
“ Yaaaa~ Aaaaah~ Jubei... bisa aku minta Protein Bar itu ? “ Tanya Tazuya dengan nada sedikit kegelisahannya sambil menunjukan Protein Bar yang ada dimeja
“ Tentu~ aku membawa ini untuk kita semua~ ambilah ! “ Ujar Jubei
“ Ah yeeeeeees~ terima kasih ! “ Gumam Tazuya sambil langsung memakan Protein Bar yang ia lihat dimeja mereka
“ Okeeee~ ayo kita selesaikan ini agar kita bisa keluar dari tempat ini~ “ Lanjut Tazuya
“ Apa yang membuat kamu jadi gelisah seperti ini ? Perasaan kamu tadi baik-baik saja ? Apa ada yang mengganggumu ? “ Tanya Inuya
“ Tidak adaaa~ bukan’kah nanti sore kita harus kembali kerumah Tuan Rigel untuk latihan bukan ? “ Gumam Tazuya sambil matanya masih melirik kearah Sandy yang masih tidak sadar akan keberadaanya
“ Benar juga ! Dan kita juga harus segera menyelesaikan ini ! “ Sahut Ryuga
“ Pergiiii ! Cepat Pergiiiiii ! Dasar keparat brengseeeeeek~ “ Gumam Tazuya dari dalam hati kepada Sandy yang membuatnya semaking gelisah
Tazuya kembali untuk berusaha tenang sambil membukakan file persentasi yang ada di laptopnya. Namun pikirannya kembali terganggu karena ia tidak sengaja melihat Karin yang bersih tegang dengan Sandy karena tidak terima dibuntuti sepanjang jalan. Yang membuat Tazuya jadi semakin gelisah dan langsung menundukan kepalanya karena takut dirinya menjadi sumber permasalahan baru mereka
“ Duuuh ! Apaan sih ribut-ribut di perpustakaan ?! “ Tanya Ryuga yang tidak suka mendengar suara keributan di perpustakaan
“ Hei ! Itu’kan si temannya Tazuya bukan ? “ Tanya Jubei sambil melirik kearah Sandy yang bersih tegang dengan Lindsey dan Karin
“ Tazu... “
“ Cepaaaaaat ! Pergi dari siniiiiiiiiiiiii ! “ Gumam Tazuya sambil menundukan kepalanya dengan nada kegelisahan dan keringat dinginnya
“ Kurasa kita harus cari tempat lain yang lebih aman ! Kasihan dia ! “ Inuya memberikan saran untuk pindah tempat agar Tazuya tidak kembali mendapat masalah dengan Sandy
“ Kau benar ! Ayooo ! Kita pergi dari sini ! “ Ujar Ataru yang setujuh dengan ajakan Inuya
Semua anggota V-FIGHTER langsung membereskan barang-barang mereka untuk berpindah ketempat yang jauh dari Sandy dan Karin. Namun disaat mereka siap untuk berpindah dari meja lama mereka, saat berusaha untuk membela Karin karena Sandy memarahinya karena tidak mau menerima cintanya, Lindsey tidak sengaja melihat Tazuya yang sontak bikin Sandy terkejut dan langsung melihat kearahnya
“ Aku tahu selama ini kau punya hubungan spesial dengan dia bukan ?! Karena itu kenapa kau sering menghindariku ! Aku peringatkan padamu teman sialanmu itu adalah orang yang berbahaya ! “ Sahut Sandy dengan nada kekesalannya
“ Berbahaya ? Apa mengikuti seseorang terutama wanita itu bukanlah sifat yang berbahaya ! Cukup Sandy ! Aku muak dengan tingkah lakumu ! Jika kau tidak mau berhenti untuk menguntit kami... maka aku- “
“ I- Itu... Ta- Tazuya ? “ Ujar Lindsey dengan nada pelannya
“ Haaa ? “
“ AKH ! EEEH ! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH ! “
( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUMM )
“ HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH ! “
Tazuya yang terkejut melihat mereka bertiga langsung melepaskan ledakan psikokinesisnya yang membuat rak buku yang ada disekitarnya porak-poranda karena ledakan tersebut dan semua orang yang ada disekitarya terpental termasuk dengan para V-FIGHTER, Sandy dan juga Karin dan Lindsey. Ledakan psikokinesisnya dipicu karena Tazuya terus menahanan kekesalan dan rasa kecemasannya yang membuat semua emosi tersebut ia luapkan dari ledakan psikokinesisnya
“ Aduuuuuhhh ! Itu tadi apa ? Apa ada yang terluka ? “ Tanya para pengunjung yang terkena ledakan tersebut
“ Karin ! Kamu tidak apa-apa ? “ Lindsey langsung membangunkan Karin yang tertimpa beberapa buku
Tazuya kembali membukakan matanya dan terlihat ia masih belum tenang dengan mata birunya tiba-tiba menjadi lebih terang dengan ekspresi ketakutannya. Saat ia kembali melihat Karin dan Sandy, Tazuya langsung berlari meninggalkan mereka dalam kondisi kekuatan psikokinesisnya masih aktif yang membuat Inuya dan yang lain langsung mengejarnya
“ Ha ?! “ Tazuya yang terkejut atas apa yang ia lakukan langsung lari meninggalkan perpustakaan
“ Oh tidak ! Tazuya ! Tunggu ! “ Panggil Inuya yang langsung mengejarnya
“ Ini terjadi lagiiiiiiiiiiiii “ Ujar Jubei dengan nada paniknya sambil iktu mengejar Tazuya yang diikuti oleh Ataru dan Ryuga
“ Karin ?! “ Tanya Lindsey
“ Terjadi lagi katanya ? “ Gumam Karin saat ia tidak sengaja mendengar apa yang dikatakan Jubei
Disaat yang bersamaan, ternyata Rough Polly berada diluar Museum tersebut dan seketika ia kaget melihat apa yang barusan terjadi didalam perpustakaan
“ Wah Waaaaaaaaah~ berantakan sekali ! “ Gerutunya
__ADS_1
“ Aku tidak menyangka kemampuan Kazenoid pria pertama didunia bisa lebih hebat dari Kazenoid pada umumnya ! Dia memang sangat menarik ! “ Gumam Rough Polly sambil memperhatikan Tazuya yang lari ke Toilet umum pria dengan alat sensornya
*****