
Keesokan paginya, para siswa-siswi kelas 1-LA-A sedang mengikuti pelajaran Matematika bersama dengan Ibu Morgana. Dikelas Ibu Morgana memberitahu bahwa ia menemukan ada beberapa siswa-siswi yang masih belum paham tentang materinya yang membuat ia memutuskan untuk mengadakan kelas tambahan bagi yang mendapatkan nilai dibawah C
“ Aku menemukan masih banyak diantara yang belum bisa mendapatkan A+ dan bahkan ada 2 diantara kalian mendapatkan C- dan 2 mendapatkan D ! Sisanya mendapatkan A- sampai C ! Maka untuk ituuuuu~ aku memutuskan untuk mengadakan... KELAAAAAAAAAAS TAMBAHAAAAN... untuk kalian yang mendapatkan nilai dibawah C sehabis pulang sekolah dan dihari sabtu ! “ Jelas Ibu Morgana dengan nada tegasnya yang membuat para siswa-siswi menjadi gugup
“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH ! “
“ Baiklah ! Karena kalian semua penasaran siapakah yang mendapatkan kelas tambahan nanti maka aku akan memberitahu beberapa nilai ulangan mingguan kalian selama 3 minggu ! Mulai dari Vladimir Golomanov yang mendapatkan total nilai A+ ! Haku Akashinya dan Ryuga mangetsu mendapatkan A- ! Inuyari Namidashi... Ataru Kurenai... Vlada Himekaze dan Alessander Hartoless mendapatkan B- ! Tazuya Hideyuki Iga dan Jubei Fujieda mendapatkan nilai C- ! “
“ Oooooh Tidaaaak ! “ Keluh Tazuya dan Jubei secara bersamaan
“ Kurniawan Komarih dan Hikari Ichinose... KALIAN D ! “ Lanjut Ibu Morgana
“ APAAA ?! “ Teriak Hikari dan Kiko dengan nada tidak percaya mereka
“ Dan sisanya kalian mendapatkan C ! Tapi itu bukan berarti kalian bisa bernafas lega ! Karena jika nilai kalian turun maka kalian juga akan masuk dalam kelas tambahan matematikaku ! “ Ujar Ibu Morgana sambil memberi peringatan kepada siswa lainnya
“ B-baik Ibu Morgana ! “
“ Bagus ! Iga... Fujieda... Komarih... dan Ichinose... kalian akan memulai kelas tambahan matematika mulai hari ini di hari Kamis dengan hari Sabtu jam 4 ! “ Ujar Ibu Morgana
“ Tapi tapi ! Sore nanti ada latihan Cheerleader~ “ Kata Hikari dengan nada cemasnya
“ Heeeei latihan Cheerleader itu juga 3 hari kan ?! Bahkan itu bisa kamu izinkan hanya sehari ! Apalagi itu diizin oleh saya ! Bahkan jika kamu dan Komarih berani mengadu dengan orang tua kalian itu juga tidak akan mempan ! Bagaimana Ichinose ?! “
“ B-baik Bu ! Aku mengerti “ Gumam Hikari dengan nada lesunya
“ Oke anak-anak ! Ayo kita melanjutkan pelajaran kita di Aljabar ! “
“ Aaaaah~ mati akuuuu~ “ Keluh Tazuya saat tahu ia dipaksa mengikuti kelas tambahan pelajaran Matematika
Saat jam istirahat, di kafeteria, Tazuya bersama dengan anggota V-FIGHTER lainnya sedang makan siang bersama. Kali ini Jubei ikut makan siang dengan mereka karena ingin berdiskusi tentang jam tambahan Matematika yang takutnya mengurangi waktu mereka dalam pelatihan mereka sebagai El-Fighter
“ Aaaaaaaaah~ menyebalkaaaaaan~ “ Keluh Tazuya
“ Tenaaang~ aku dengar dari para senior yang pernah ikut kelasnya jika nilai kamu bisa menjadi B maka kamu akan terbebas dari kelas tambahan beliau “ Ujar Ataru
“ Yang benar ? Kalian tahu... jika saja materi semester ini bukan desimal dan aljabar aku sudah pasti tidak akan masuk kekelas tambahan sialan itu ! “ Gerutu Tazuya sambil memakan kentang mozarella-nya
“ Heeeeei tampaaan~ kalau kamu merasa pinter Matematika sejak dulu kenapa kamu harus selalu mencontek semua jawaban PR-ku ? “ Tanya Inuya dengan nada sarkastis
“ Ituuuu... aaaah... aku terlalu lelah untuk berpikir ! “ Gerutu Tazuya saat Inuya memberikan pertanya yang menusuk kepadanya
“ Jangan cemas ! Jubei juga ada disana dan kamu tidak perlu kesepian ! Aaaah ! Jubei ! “ Kata Ryuga yang secara bersamaan Jubei datang sambil membawa bentonya
“ Tumben ikutan makan bersama kami~ “ Kata Tazuya
“ Aaaaaaaaaaah~ aku masih tidak percaya kalau aku akan masuk dalam kelas tambahan hanya karena nilai kami berdua C- ! “ Keluh Jubei
“ Hideyuki bersamamu ! Dan juga ada Ichinose disana ‘kan ? Jadi kamu tidak kesepian “ Kata Ryuga
“ Heeeeeeeeeee~ itu karena kami tidak sesempurna kalian bertiga di akademik ! Tidak heran jika kalian bisa santai seperti itu “ Gumam Tazuya
“ Tidak juga ! “ Kata Ryuga dengan nada datarnya pasca ia mendengar perkataan Tazuya barusan
“ Hmmmm “
Mereka berlima terdiam sesaat sambil memakan makan siang mereka dan memikirkan tentang posisi mereka saat ini. Tazuya kembali teringat dengan perkataan Ibu Morgana tentang tidak ada sesuatu aktivitas yang mustahil jika kita bisa mencoba untuk melakukan dan menikmatinya. Walau sebenarnya beliau mengatakan soal para siswa-siswi tidak ada salahnya untuk mencoba pelajaran yang sulit seperti Matematika, mereka berlima tahu jika itu bisa diaplikasikan dengan aktivitas lain termasuk dari posisi mereka sebagai El-Fighter
“ Mungkin apa yang dikatakan Ibu Morgana itu benar ya~ Kuakui aku bisa mendapatkan kelas tambahan bukan karena aku itu bodoh ! Yaaaa~ kalau seandainya aku benar-benar orang bodoh sih harusnya aku tidak bisa bersekolah disini ! Dan aku pikir ini bisa diaplikasikan dalam posisi kita sebagai calon El-Fighter ! “ Ujar Tazuya
“ Tidak ada yang bilang kamu bodoh kok ! “ Kata Inuya
“ Adaaaa~ yaaa segerombolan orang dewasa menyebalkan dengan mulut mereka yang tidak bisa dijaga ! Termasuk tetangga kami ! Pak Masaya adalah orang temperamental yang membenci anaknya yang mengalami terbelakangan mental ! Aku pernah ingat ibu pernah marah dengannya karena dia kelewatan berisik dan karena Pak Masaya memanggil kami “orang bodoh yang sering mengurus kehidupan orang ”... Ibu mendorongnya dengan Psikokinesis sampai orang itu lumpuh permanen “ Cerita Tazuya yang membuat Inuya dan yang lain terkejut mendengar
“ Waduh Tazuya ! Ibumu gila juga ! “ Kata Jubei yang tidak percaya dengan apa yang diceritakannya
“ Jadi... gara-gara itu apa Nyonya Sayuri... dapat masalah dengan pihak kepolisian ?! “ Tanya Inuya dengan rasa penasarannya
“ Ummm... kelihatannya tidak... dan berakhir dengan... agak damai... aku juga ingat Ibu mengatakan untuk jangan takut menggunakan Psikokinesis untuk melawan orang-orang jahat dan jangan berani menunjukan belas kasihan kepada mereka saat mereka mulai menderita ! “ Jawab Tazuya yang menjawabnya dengan nada keraguan
“ Kuakui Ibumu tidak hanya berbahaya... tapi juga... ada yang tidak beres dari pemikirannya
“ Naaah ! Karena itulah kenapa aku berpikir sangat mustahil untuk bisa mengontrol Psikokinesisku ! Terkadang itu bisa keluar dengan sendirinya dengan brutal ! Atau keluar karena aku tidak sengaja menjadi kelewatan jauh yang membuat emosiku susah terkontrol ! “ Ujar Tazuya
“ Apa tidak ada cara lain untuk mengendalikannya dengan mudah ? “ Tanya Ryuga
“ Ummmm~ entah ?! Yang kutahu itu terikat dengan emosiku “ Kata Tazuya sambil meminum susu stroberi kotaknya
“ Hmmmm!~ mungkin memang benar kamu harus mengontrol emosimu... atau cobalah untuk berpikir cara untuk... menikmatinya... dalam keadaan emosi stabilmu ?! “ Ujar Jubei sambi memberikan usulan kepada Tazuya
“ Menikmati... menggunakan Psikokinesis? “
“ Yaaa tidak ada salahnya ‘kan ?! At least kamu sudah berusaha ! Tidak ada yang sempurna didunia ini ! Dan kesalahan itu adalah sesuatu yang wajar yang kita lakukan ! Semua orang punya kelemahan dan batasan masing-masing ! “ Kata Ataru
“ Aku sangat ahli hampir disemua bidang olahraga karena aku menikmatinya ! Sayangnya aku masih belum bisa berenang walau aku sudah berusaha untuk memaksa diriku untuk menikmatinya ! Yang penting yaaa aku sudah mencobanya ! “ Cerita Inuya tentang keahlian dan kekurangannya dalam olahraga
__ADS_1
“ Naaah~ soal keahlian mata pelajaran sejujurnya aku masih keliru dengan Bahasa Jerman dengan Bahasa Belanda karena kemiripan dari kosa katanya “ Gumam Ataru
“ Kalau kupikir kelihatan... semasa hidupmu kamu ada kaitannya dengan orang Belanda atau orang Jerman bagian barat ya “ Kata Ryuga yang menebak kebangsaannya Ataru dimasa lalu
“ Eh ? Aaaaah entahlah~ kalau kuingat-ingatkan lagi... sepertinya dulu aku adalah orang Belanda
“ Baiklah Jubei ! Kelihatannya kita berdua tidak punya pilihan lain selain mengambil kelasnya ! Oh ya bagaimana dengan latihan kita ?! “
“ Itu soal mudah~ Tuan Rigel juga tahu kalau kalian berdua izin karena berhubungan disekolah~ beliau sendiri tidak memaksakan kita untuk selalu latihan bukan ? Karena sekolah itu adalah yang terpenting untuk kita “ Ujar Inuya sambil memakan roti isi ayamnya
“ Ikuti saja ! Demi nilai rapot “ Bujuk Ryuga
Tazuya dan Jubei saling menatap satu sama lain. Mereka berdua mengangguk satu sama lain sebagai tanda jika mereka setujuh untuk mengikuti kelas tambahan demi nilai mereka
“ Oke ! Kami ikut ! “
“ Ya ya ! “
“ Walaupun menjadi El-Fighter memiliki potensi kita akan mendapat kehidupan yang lebih baik... aku masih memikirkan jika pendidikan masih menjadi yang utama yang harus kita dapatkan ! Bahkan sebelum menjadi Fighter... kita punya cita-cita bukan ? “ Kata Tazuya kepada yang lain
“ Tentu saja ! Kita semua punya cita-cita ! Bahkan orang mati seperti diriku saja juga memiliki cita-cita untuk bisa menikmati perubahan didunia “ Kata Ataru
“ Aku punya ! Yaaa hanya saja aku masih berharap Mama setujuh dengan cita-citaku untuk menjadi seorang Dancer di bagian Acrodance ! Yaaaa~ itu karena beliau sering melarangku untuk mengikuti aktivitas yang ia anggap “membahayakan diriku”... kurasa aku yakin jika beliau mengizinkan aku menjadi Dancer ! “ Kata Inuya sambil menceritakan cita-citanya
“ Naaaah~ aku masih ragu soal cita-citaku ! Tapi yang jelas aku ingin sekali punya pekerjaan dimana aku bisa keluar kota dan menjelajahi negara lain ! Jadi aku bisa punya alasan kepada ayah untuk meninggalkan rumah dan bertemu orang banyak ! “ Ujar Ryuga tentang cita-citanya
“ Hmmm~ aku yakin kita bisa pergi menjelajahi dunia jika kita sudah menjadi El-Fighter yang sebenarnya “ Gumam Jubei
“ Pasti bakal seru ya kalau kita berlima bisa keliling dunia sembari menjalankan tugas sebagai El-Fighter ! “ Tazuya juga ikut-ikutan bergumam dengan Jubei
“ Kalau bisa nanti kita ke Skandinavia dulu~ aku penasaran seperti apa itu aurora borealis “ Ujar Inuya
“ Waaah waaah Inuya ! Dari dulu kamu sering kepadaku kalau kamu ingin sekali melihat itu ! Aku tidak menyangka kamu tidak lupa akan keinginan masa kecilmu “ Puji Tazuya akan Inuya yang masih ingat mimpi kecilnya
“ Yaaa tidak ada salahnya ‘kan ? Akan lebih bagus kalau kita pergi bersama-sama “ Kata Inuya kepada Tazuya dan yang lain
“ Itu rencana yang bagus ! “ Ataru menyetujui dengan apa yang dikatakan Inuya
*****
Sore harinya diruang loker, V-FIGHTER berkumpul sementara sebelum mereka pergi ketujuan mereka masing-masing. Saat Tazuya dan Jubei pergi menuju ruang belajar tambahan di Gedung Bahasa yang letaknya dilantai 3 disebelah kelas 3-LA-A, Vlada menghampiri mereka berdua untuk memberi mereka semangat dalam mengikuti kelas tambahan Matematika sambil mengingatkan Jubei untuk tidak lupa dengan tugas kelompok mereka yang akan dikerjakan diasrama nanti malam
“ Baiklah~ kami duluan yaaa~ “ Kata Ataru
“ Nanti akan kami beritahu semuanya kepada Tuan Rigel “ Ujar Inuya kepada Tazuya dan Jubei
“ Hmmm~ dimana ruangannya ? “ Tanya Jubei
“ Kata beliau siiih... lantai 3 ! Lebih tepatnya di area kelas 3 digedung bahasa sebelah kelas 3-LA-A “ Jawab Tazuya
“ Hei ! “ Panggil Vlada sebelum mereka pergi kelantai 3
“ Aaaah~ Vlada-chan ! “ Sambut Jubei
“ Jadi dimana kelas untuk jam tambahan Ibu Morgana ? “ Tanya Jubei kepada mereka berdua sambil ikut pergi kelantai 3
“ Di sebelah kelas 3-LA-A ! Kelas yang biasa dipakai untuk kelas tambahan bahasa Inggris dan Jepang “ Jelas Tazuya
“ Hmmm~ jadi itu artinya Rabu-Sabtu kelas itu digunakan untuk kelas Matematika ! Sedangkan Senin-Kamis untuk Bahasa Inggris sedangkan Selasa-Jumat untuk kelas Bahasa Jepang “ Jelas Vlada tentang jadwal kelas tambahan di gedung Bahasa
“ Apa ada siswa kelas 1-LA-A lain yang ikut kelas tambahan Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris ? “ Tanya Tazuya kepada mereka berdua
“ Setahu aku sih Glenn-san mengikuti Bahasa Jepang ! Sedangkan Kiko yaaa~ dia ikut yang Bahasa Inggris juga “ Jawab Jubei
“ Aaaah begitu ! “
“ Okeee~ jangan cemberut selama mengikuti kelas tambahan Matematika yaaaa~ kalian tidak boleh minder ! Sebenarnya itu hal yang wajar jika kita gagal dalam suatu mata pelajaran karena kita tidak bisa menikmatinya. Naaah~ nanti jika nilai kalian sudah bagus... nanti kalian bisa diizinkan tidak ikut lagi dalam kelas tambahan itu “ Ujar Vlada sambil memberikan semangat kepada Tazuya dan Jubei
“ Yaaa ! Terima kasih atas semangatnya ! “
“ Oh Ya Jubei-chan ! Nanti saat pulang tolong mampir sebentar ke toko alat tulis untuk beli perlengkapan tugas kelompok kita yaa~ tidak banyak kok... hanya ini saja “ Pesan Vlada sambil memberikan secarik kertas untuk Jubei tentang alat yang ingin dibeli nanti
“ Okeee~ tidak masalah ! “
“ Tugas kelom- Aaaaaah iya yaa ! Apa Inuya dan yang lain ingat soal ini ?! “ Tazuya panik saat Vlada menyebutkan jika kelas mereka punya tugas kelompok Sejarah dunia yang akan dikumpulkan dihari jumat nanti
“ Astaga ! Mama ! Aaaah baiklah ! Aku duluan yaaa~ Mamaku sudah menunggu di studio foto untuk sesi pemotretan selanjutnya ! Bye-bye~ “ Vlada berpamitan kepada mereka berdua dengan terburu-buru sambil melihat pesan dari Mamanya yang sudah menunggu disebuah studio foto
“ Hati-hati dijalan Vlada-chaaan~ “
Tazuya yang teringat dengan tugas kelompok Sejarah mereka langsung memberi pesan kepada Inuya dan yang lain di grup-chat khusus untuk kelima V-FIGHTER tentang tugas tersebut. Karena ia pikir jika yang lain lupa soal tugas mereka karena sibuk dengan latihan
“ Oh tidak ! Oh tidak ! Oh tidak ! “ Tazuya yang panik langsung membuka smartphone-nya untuk mengetikan pesan di grup-chat mereka
“ Jadi kamu pikir Inuya dan yang lain lupa soal itu ? “ Tanya Jubei
__ADS_1
“ Yaaaa ! Aku hanya takut jika dia dan yang lain benar-benar lupa soal tugas kelompok kita ! Bisa gawat kalau itu benar-benar terjadi ! “ Jawab Tazuya yang masih mengetik pesan tersebut dengan cepat
“ Okeee~ cepat kirimkan nanti mereka bisa lupa dan kalian bisa tamat ! Jangan lupa pesan suara untuk Ryuga-kun juga yaaa~ “ Ujar Jubei
“ Ah ! Oh iya yaaa !“ Gumam Tazuya yang sadar jika Ryuga memiliki kebutaan dan hanya bisa mengetahui pesannya melalui pesan suara
Sementara itu, dalam perjalanan menuju rumah Rigel, Inuya dan yang lainnya melihat pesan yang disampaikan oleh Tazuya dari grup-chat mereka. Sesuai dengan dugaan Tazuya, ternyata Inuya hampir lupa soal tugas kelompok mereka
“ Ah ! Tazuya ? Astaga ! Hampir lupa ! Kita ada tugas kelompok Sejarah ! Mana kita berempat satu kelompok lagi ! “ Inuya mulai panik saat melihat pesan dari Tazuya
“ Tugas bikin persentasi soal Sejarah Perang Dunia II ‘kan ? Mudaah~ lagipula tugasnya dikumpul hari Jumat juga “ Kata Ataru dengan nada santainya
“ Ataru ! Kau terlalu santai banget yaaa ! “ Gerutu Inuya
“ Jadi kita mau bikin apa untuk tugas kita ? Mau tambah alat lain peraga selain dari projektor seperti kelompoknya Himekaze-san ? “ Tanya Inuya
“ Hmmm~ mau bikin peraga seperti apa ? Kelompoknya Himekaze tentang sejarah Jerman Barat dan Jerman Timur... jadi mereka mudah untuk bikin alat peraga lainnya ! Laah kita ? Perang Dunia II itu kompleks untuk dibahas “ Jelas Ryuga
“ Perlukah kita tambahkan info soal El-Fighter yang hidup diera sana ? “ Tanya Ataru
“ Ataru ! Sudah tahu sejarah Perang Dunia II itu kompleks untuk dibahas ! Jadi jangan bikin tugas kita semakin kompleks deh ! “ Gerutu Inuya
Di lantai 3 gedung Bahasa, Tazuya dan Jubei sampai keruang Kelas Tambahan. Sesampainya disana, banyak beberapa siswa-siswi bahasa lain sudah menunggu di kelas tersebut. Hikari Ichinose yang awalnya duduk dengan menunggu dan ekspresi bosannya menyambut mereka sambil mengatakan bahwa mereka berdua harusnya tidak berada dikelas ini karena hanya akan memperumitkan siswa lain yang berusaha untuk menaiki nilai mereka dan terbebas dari kelas Tambahan Matematika
“ Oh lalaaaaa~ Iga-san~ Fujieda-chan~ ketahuilah kalian berdua seharusnya tidak berada dikelas ini ! Karena kalian akan hanya mempersulit yang lain untuk keluar dari kelas tambahannya Ibu Morganaaa~ “ Sambut Hikari sambil mengeluh kepada Tazuya dan Jubei
“ Yaaaa mau bagaimana lagi ? Kami berdua mendapatkan total nilai sementara kami itu C- ! Sedangkan nilai dibawah C harus diikutkan dalam kelas tambahan ! Jadi yaaa~ kami ikut deh ! “ Jelas Jubei dengan nada santainya
“ Hueeeeeeeeeee~ tapi diantara siswa-siswi yang ikut dikelas ini... nilai kalian itu tergolong agak tinggi looh~ malah ada yang mendapat nilai E disini ! Dan itu membuat aku- eh maksudku siswa lain jadi minder melihat kalian ! “ Ujar Hikari yang masih menggerutu dengan suara over dramatisnya
“ Sejujurnya siiih aku juga tidak suka Matematika ! Tapi aku akan mencoba untuk mempelajari dan menikmatinya agar bisa keluar dari kelas ini “ Ujar Tazuya
“ Menikmatinya ?! Jadi kita pasti bisa melakukannya jika kita menikmatinya ?! “
“ Itu prinsip kami siiih~ “ Jawab Tazuya
“ Hmmmmm~ sepertinya apa yang kamu katakan itu... ada benarnyaaa~ Hooooo Iga-san kamu memberikanku motivasiiiiiiiiiii~ “ Kata Hikari yang langsung memeluk tubuh kecilnya Tazuya dengan erat
“ Aaaaaaah~ Mo-motivasi apaan ? “ Tanya Tazuya yang penuh keheranan
“ Hei hei hei heeeeeeei~ apa-apaan ini pada ribut-ribuuuuuuuuut ! “ Kata Kiko yang baru saja datang keruang jam tambahan
“ Oh Hai Kiko~ “ Sapa Jubei dengan nada cerianya
“ Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah~ Tazuuuuyyyaaa Hiiiideeeeyuuuukiiiiiii Igaaaaaaaaa~ kenapa sampai kau juga yang harus ikut kelas iniiiiiiiiii~ ? “ Tanya Kiko dengan nada over dramatisnya sambil bertekuk dihadapannya
“ Yaaa tuhan “ keluh Tazuya
“ Hei ! Ibu Morgana mau sudah menuju kemari ! “ Kata salah satu siswa kelas 1-LA-C
Mengetahui sang guru Matematika kelas 1 Bahasa mulai mendekati ruangan, semua siswa-siswi kelas 1 Bahasa mulai duduk ditempat mereka masing-masing. Saat memasuki kelas, Ibu Morgana terlebih dahulu untuk memberikan motivasi dalam caranya tersendiri agar siswa-siswi mereka untuk mencoba menikmati pelajaran Matematika
“ Haaaaaaaaaa~ bagus bagus ! Akhirnya kalian semua datang tepat pada waktunya ! Aku bisa melihat wajah-wajah tekat kuat kalian untuk bisa belajar Matematika ! “ Puji Ibu Morgana
“ Yaaa Ibu Morgana ! “
“ Oke ! Sebelum kalian akan memulai jam tambahan ini... yang perlu kalian ingatkan jika kalian... suka atau tidak suka harus bisa mencoba untuk mengikuti pelajaran Matematika ! Karena... tanpa Matematika... tidak ada yang namanya teknologi... kendaraan... rumah dan bangunan... bahkan segala jenis Video Games ! “ Jelas Ibu Morgana kepada semua siswa-siswi yang ada disana
“ Hmmm~ ternyata Matematika juga banyak pengaruhnya juga ! “ Kata Tazuya yang takjub dengan apa yang dikatakan Ibu Morgana
“ Naaah jika kalian sudah tahu kenapa kalian tidak mencoba untuk mengikutinya ? Sesusah apapun sesuatu yang kalian anggap rumit... suatu saat kalian akan menemukan sisi menyenangkan dalam mengerjakannya ! “ Kata Ibu Morgana yang melanjutkan perkataannya
“... “ Para siswa-siswi terdiam seribu bahasa
“ Baiklah anak-anak ! Mari kuperkenalkan asisten pengajarku ! HAI ANAK-ANAK ! “ Ibu Morgana berusaha untuk membangkitkan semangat belajar mereka dengan menggunakan webcam projektor dan mendekati wajahnya kekamera tersebut yang sontak bikin siswa-siswi lain terkejut
“ HYAAAAAAAAAH ! “
“ Aku adalah si Nyonya Kepala Layar ! Perlu yang kalian ingatkan kalian harus tahu jika Matematika itu adalah fondasi semua aspek dikehidupan kita ! Maka untuk itu... tanpa Matematika makaa tidak ada fondasi untuk menciptakan sesuatu yang baru ! Tidak akan ada teknologi dan hal-hal yang kalian SUKAAAA jika tidak ada Matematika ! Karena itulah... NIKMATI PELAJARAN INIIIIIIII ! “ Jelas Ibu Morgana dengan nada super tegasnya
“ B-BAIK BU !!! “
“ BAGUUUUUUUSSS~ Ayo kita mulai dari pecahaaaan~ “
Disaat yang bersamaan dimana Tazuya dan Jubei memulai kelas tambahan Matematika mereka, Inuya bersama dengan Ryuga dan Ataru ternyata masih berada dipinggir jalan yang tidak jauh dari Asrama mereka. Mereka sedang berpikir tentang tugas persentasi mereka selama kurang lebih 14 menit dipinggir jalan. Saat mereka memutuskan untuk menjalani sesi latihan, mereka dikejutkan dengan sosok misterius yang memanggil mereka dengan nada kerasnya
“ Hei ! Kita dari tadi berada disini selama 14 menit ! Jadi kita mau latihan atau bikin tugas ?! “ Tanya Ryuga yang mulai jengkel
“ Karena si Ataru ingat tugasnya... mending kita latihan dulu sebentar dirumah Rigel ! Beliau sudah menunggu kita ! “ Kata Inuya
“ Hei ! Mentang-mentang aku bisa ingat tugas itu enak sekali kau- “
“ HEI KAU !!! SINI !!! “ Kata si pemuda tersebut
“ Ah ! K-kauuu... “ Gumam Inuya yang terkejut saat mereka bertiga melihat kearah belakang mereka
__ADS_1
*****