
Disaat yang bersamaan dimana V-FIGHTER melakukan aktifitas mereka disekolah, Rigel dan Dullart terlihat sedang pergi menuju sebuah minimarket untuk membeli beberapa alat kebutuhannya Rigel. Sembari berjalan, mereka bercerita kehidupan mereka masing-masing terutama bagaimana cara mereka membaur dengan masyarakat. Agar tidak diketahui oleh musuh, Rigel meminta Dullart untuk memakai pakaian yang tidak begitu mencolok tetapi tidak dicurigai orang sekitar
“ Kelihatannya orang-orang disini cukup ramah ya “ Puji Dullart sambil melihat penduduk disekitarnya
“ Hmmm ! Tidak juga ! Mereka bisa saja lebih buruk dari kita “ Jawab Rigel dengan nada dan ekspresi datarnya seperti biasa
“ Aaaah~ yaaa...itu karena dunia tidak sepenuhnya hitam-putih ! Tapi ada diantara mereka yang masih memegang pandangan moralitas itu ! “ Jelas Dullart
“ Dan ketahuilah...bagiku menghadap orang yang bermoralitas hitam-putih jauh lebih menyebalkan ketimbang mereka yang abu-abu. Tapi itu bukan berarti sisi abu-abu itu tidak pernah salah “ Ujar Rigel
“ Lalu...bagaimana tanggapanmu dengan orang-orang dikota ini ? “
“ Tidak ada yang spesial “ Jawab Rigel dengan nada datar yang masih sama
“ Hm ? “
“ Aku...jujur saja...pertama kali aku mencobanya...aku kurang paham cara bersosialisasi dengan orang disekitar diluar pertempuran ! Nigulas-san dan Hide pernah mengatakan kepadaku untuk mencoba menjadi ramah sedikit...aku selalu mencobanya...dan hasilnya...aku tidak tahu apa aku harus jijik atau malu kepada diriku sendiri karena menjadi “terlalu ramah” itu sulit “ Jelas Rigel dengan nada keraguannya karena ingin menyembunyikan kelemahannya yang sulit membaur dengan yang lain
“ Tapi kamu terlihat ramah bersama dengan Tazuya dan yang lain “
“ Serius ? “
“ Yaaa~ aku bisa melihat bahwa sisi ramahmu tidaklah palsu “ Ujar Dullart
“Baguslah jika ada yang sadar jika aku bisa ramah dengan orang disekitar ” Kata Rigel dengan senyuman netralnya
“Tapi...itu benar ya rumor bila golongan Prisman Beta adalah sosok yang sulit untuk bersosialisasi karena mereka seumur hidup hanya-“
“ Itu benar ! Sejak lahir...aku dan keenam saudara tertuaku dilatih untuk menjadi instrumen pertempuran nomor satu di Galaksi Prism. Setiap Prisman Beta dikontrol oleh petinggi militer yang juga merupan Prisman Beta yang berpengalaman yang juga diberi penghargaan untuk diperbolehkan hidup sebagai orang dewasa “ Jelas Rigel
“ Ah ! Itu artinya...kebanyakan mereka mati diusia muda ? “ Dullart benar-benar terkejut saat mendengar penjelasan Rigel tentang Prisman Beta
“ Tepat sekali ! Entah itu mati dipertempuran atau disingkirkan karena “sudah tidak layak” untuk digunakan dimedan pertempuran...bagi kami...satu-satunya cara agar kami bisa memiliki umur yang panjang yaitu selalu patuh dengan petinggi kami dan jangan mengecewakan mereka...sejujurnya sangat sulit untuk melepaskan itu semua...itu menjadi luka permanen dalam diriku “ Jawab Rigel dengan nada netralnya
“ Aku...tidak percaya...kehidupanmu sebelum menjadi El-Fighter bisa sekejam itu “ Ujar Dullart
“ Naaah...aku bicara seperti apa masa laluku karena kau sudah memberitahu seperti apa masa lalumu ‘kan ? “ Kata Rigel saat mereka sampai ke minimarket yang mereka tujuh
“ Eeerr~ yaaaa “
“ Ayo ! Carilah bahan makanan mana yang ingin kamu beli “
Rigel dan Dullart memasuki minimarket untuk membeli keperluan mereka. Saat memasuki tempat tersebut, Dullart langsung takjub dengan tempat tersebut karena seumur hidup ia tidak tahu tentang minimarket
“ Woaaaaaaaaah~ Jadi tempat ini kamu bisa membeli perlengkapan memasak ? Jadi kita tidak perlu ke Mall untuk membeli sesuatu ? “ Tanya Dullart dengan nada kagumnya
“ Naaah~ jika ada sesuatu yang tidak ada disini, kita bisa mencarinya di Mall~ ayo kita mulai belanja ! “
“ Okeeeeeeeee ! Waktunya belanjaaa~“
Rigel mengeluarkan secarik kertas dengan panjang 45cm. Melihat kertas daftar berlanja tersebut membuat Dullart berpikir jika Rigel akan membeli banyak bahan makanan dan kebutuhan lainnya. Tidak lama kemudian, Karin berserta temannya yang bernama Lindsey juga datang ke minimarket yang sama sebelum pergi ke kampus mereka. Mereka berdua berdiskusi tentang tugas wawancara yang diberikan kepada Dosen mereka
“ Ayo mampir sebentar disini ! Aku tadi telat bangun dan lupa sarapan “ Keluh Lindsey sambil masuk ke minimarket tersebut
“ Okeee~ mau beli apa disini ? “
“ Aku penasaran dengan Fruit Sando. Sepertinya aku beli itu saja dengan Yogurt Yunani. Kamu mau juga ? “ Tanya Lindsey sambil menawarkan Karin akan apa yang ia mau beli di Minimarket
“ Boleh~ tapi minumnya Ocha saja deh “
“ Baiklah aku yang bayar ya~ “ Sahut Lindsey
“ Hei ! Bagaimana dengan tugas pemberian Pak Masami ? Sudah dapat siapa yang ingin kamu wawancarai nanti ? “ Tanya Karin dengan nada penasarannya
“ Belum sih~ Haduuuuuuuh...kenapa kita harus dapat tugas mewawancarai siswa sekolan pula ?! Repot banget ! Coba waktu itu kita bisa duluan ngambil topik wawancara mahasiswa di kampus ! “ Gerutu Lindsey
“ Hmmm bagaimana kalau kita minta Tazu-chii saja untuk melakukan wawancara ? “ Tanya Karin sambil memberi usulan kepada Lindsey
“ Ummm~ boleh ! Kamu yakin dia orang yang bisa diajak kompromi soal tugas kita ? “
“ Bisa~ dia memang orang yang sangat dipercaya kok “
“ Okeee~ kalau bisa tolong ajak salah satu temannya juga yaaa~ sekalian untuk bagianku juga “ Kata Lindsey yang setujuh dengan usulannya Karin
“ Siiip ! “
“ Kalau bisa waktu dimana Sandy tidak menghampirimu terus ! Aku sebel sama cowok sialan itu karena tiap kali bertemu kita selalu dia nyamperin kamu dan mengikuti kamu seperti penguntit ! “ Usul Lindsey yang jengkel dengan ulah Sandy
“ Iya iyaaa~ Hmmm~ mungkin besok dan Kamis adalah waktu yang bagus...terlebih ia bilang hanya hari selasa dimana dia punya jadwal yang padat “ Pikir Karin sambil berjalan menuju kasir untuk membayar makanan yang mereka beli
“ Oke ! Sore nanti tolong hubungi dia ya “
“ Yaaaa “
“ Ini dia~ terima kasih sudah belanja ditempat kami “ Kata si penjaga kasir dengan nada sopannya
Saat Karin dan Lindsey berjalan keluar minimarket, mereka tidak sadar jika semua pembicaraan mereka didengar oleh Rigel yang sedang mencari bahan yang ingin ia beli. Rigel sebenarnya tidak mempermasalahkan tujuan Karin untuk menemui Tazuya. Namun pemuda berambut perak tersebut sebenarnya curiga dengan nama Sandy karena teringat akan cerita Tazuya tentang nama pemuda tersebut
“ Sandy ? Nak Inuya pernah cerita denganku tentang pemuda itu ! Pemuda yang sudah dua kali menyakiti Tazuya karena cemburu buta ! Apa dia sudah tahu soal apa yang dilakukan temannya ? “ Pikir Rigel sambil memperhatikan mobil Karin yang meninggalkan minimarket
“ Kelihatannya wanita itu pantas untuk dicurigai ! “ Kata Rigel dengan tatapan curiganya
SISTER yang masih menyamar sebagai manusia tidak sengaja melihat mobilnya Karin yang melintas disampingnya.Melihat Karin adalah sasaran mereka dalam misi selanjutnya, SISTER langsung memberitahu ini kepada Rough Polly
“ Itu dia ! “
Di ruang gimnasium SMA Internasional Shinjitsu, Pak Victor memulai untuk melakukan sesi pengambilan nilai bulanan mereka dengan melakukan teknik senam lantai. Sebelum memulai, Inuya dan Hikari sama-sama meminta mereka berdua dipanggil dalam giliran terakhir secara bersamaan sambil menjelaskan kompetensi mereka
“ Haaaah~ jadi begitu alasan kalian mau dipanggil yang terakhir...kurasa aku tidak punya pilihan ! Tapi...usahakan kalian berdua berikan yang terbaik untuk nilai kalian ! “ Jelas Pak Victor dengan nada tegasnya
“ Baik Pak ! “
__ADS_1
“ Oke ! Kita Mulai ! Alessander Hartoless dan Ataru Kurenai ! “ Panggil Pak Victor
“ Yaaa ! “
“ Bersedia...siap...Lakukan ! “
Pak Victor memanggil 2 nama siswa-siswi menurut urutan absen kelas. Banyak diantara mereka bisa melakukannya dengan baik, kecuali Kiko, Kenneth, Rattana dan Elma yang pada dasarnya tidak begitu ahli dalam pelajaran Penjaskes yang membuat mereka mendapat nilai 80
“ 80 ?!“ Kurniawan Komarih alias Kiko terkejut saat Pak Victor memberitahu berapa nilainya
“ Itu sudah cukup tinggi loh~ syukurin aja~ “ Sahut Tazuya dari kejauhan
“ Lagian bukan kamu sendiri yang dapat nilai 80 ! “ Keluh Kenneth
“ Jika anda tidak setujuh maka kelihatannya nilai 70 adalah angka yang sesuai untukmu Nak Komarih ! “ Tegur Pak Victor
“ Baiklah ! Sekarang giliran kalian Inuyari Namidashi dan Hikari Ichinose ! “ Panggil Pak Victor
“ Bagus ! Ayo ! “ Ajak Inuya kepada Hikari
“ Okeeee ! “
Inuya dan Hikari berdiri saling menghadap satu sama lain didepan matras panjang.Sebelum mereka memulainya, semua siswa-siswi kelas 1-LA-A saling berbincang akan siapa yang berhasil mendapat nilai paling tinggi di kelas mereka
“ Wow ! Ini bakal seru ! “ Ujar Ataru
“ Menurutmu siapa yang bakal mendapat nilai 95 disini ? “ Tanya Jubei
“ Kalau mereka berdua serius yaaa bisa saja dua-duanya dapat” Jawab Shan-Lee
*****
Pak Victor membunyikan peluitnya yang membuat Inuya dan Hikari segera memulai menunjukan teknik senam lantai. Teknik utama yang mereka lakukan yaitu teknik guling depan, guling belakang, guling lenting dan gerakan meroda. Karena sama-sama jago didalam gimnastik membuat mereka masih berakhir imbang untuk sementara waktu
“ Tidak buruk ! Kamu masih jago sama seperti dulu ! “ Puji Inuya
“ Heh ! Bukan hanya kau saja looh yang masih ingat dalam teknik yang mereka kuasai “ Balas Hikari
“ Ayo ! Kita mulai lagi ! “ Ajak Inuya
Teknik selanjutnya yang akang mereka lakukan yaitu teknik kayang, handstand dan headstand. Mengetahui salah satu ketiga teknik tersebut ada diantaranya sulit untuk dilakukan, baik Inuya dan Hikari berusaha untuk tidak menunjukan raut wajah keraguan mereka untuk melakukan headstand dan saling percaya diri satu sama lain
“ Aku masih kesulitan untuk melakukan Headstand ! “ Gumam Inuya dan Hikari secara bersamaan kepada diri mereka sendiri dalam hati
“ Bersedia...siap...MULAI ! “
Peluit akhirnya dibunyikan dan Inuya beserta Hikari pertama-tama langsung melakukan kayang dan menahannya selama 1 menit. Saat 1 menit usai mereka akhirnya melakukan handstand yang sama-sama dilakukan selama 1 menit 15 detik. Inuya dan Hikari kemudian berdiri diam sebentar sambil mengambil nafas pendek dan memutarkan kedua telapak tangan mereka sebelum melakukan headstand
“ Laaah~ kok tidak langsung headstand ? Ada masalah ? “ Tanya Alessander
“ Apa jangan-jangan kalian berdua-“
“ Kalau bisa Headstand-nya 2 menit saja biar seru~ “ Teriak Tazuya dari bangku samping
“ HOI ! Diam lu cebol ! “ Teriak Inuya dengan nada jengkelnya sambil menunjukan tangannya kearah Tazuya
“ Mulai ! “
“ Hyaaaaaaaaaaaah HAAAAAAH ! “ Inuya dan Hikari perlahan mencoba untuk melakukan headstand selama 1 menit
“ Ayo ! Ayo ! Ayo ! Ayo ! Ayo ! “ Siswa-siswi kelas 1-LA-A lainnya bersorak kepada Inuya dan Hikari
Baik Inuya dan Hikari berusaha untuk mencoba menahan headstand selama lebih dari 1 menit sama saat mereka melakukan handstand. Namun mereka berdua sadar bahwa headstand cukup sulit untuk dilakukan lebih dari itu ditambah mereka kurang konsentrasi karena sorak-sorai teman sekelas mereka
“ Kkkkkh ! Eh apa it- UWAAAAAAAAAAAAAAAAA “ Hikari tiba-tiba melihat kecoak didepan matras yang membuat ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh
“ EH ?! AP- EH EH UWAAAAAAAAAAA “ Inuya tiba-tiba kehilangan konsentrasi dan malah ikut teriak saat melihat kecoak tersebut tiba-tiba terbang yang membuatnya juga ikut terjatuh
( BRUK !)
“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHH KECOAK TERBAAAAANG “ Vlada yang panik juga teriak yang membuat suasana menjadi ricuh
“ Hyaaaaaaaaaaaa~ “
( BUG ! )
Pak Victor langsung meredam situasi dengan menangkapnya dengan tangan kosong dan langsung meremasnya yang sontak membuat para siswa-siswi terkejut karena aksinya Pak Rigel
“ Haduuuuuuh~ kalian ini ! Masa dengan kecoak saja kalian bisa jadi rusuh ! Sudah sudaaah~ lain kalian sendiri sudah 15 tahunan jadi berhentilah bersikap seperti anak kecil “ Tegur Pak Victor dengan santainya ia membuang kecoak mati tersebut kekotak sampah
“ Ma-maafkan kami Pak Victor ! “ Kata semua siswa-siswi kelas 1-LA-A secara bersamaan
“ Hi-hideyuki ! Lepaskan aku ! Kamu bisa dengar semua sudah tenang ?! “ Gerutu Ryuga kepada Tazuya yang memeluk eratnya karena takut dan panik akan kecoak terbang
“ Ah! Ma-maafkan aku ! “ Kata Tazuya dengan malu-malu
“ Jadi Pak~ bagaimana dengan nilai kami ? “ Tanya Inuya yang masih berbaring diatas matras bersama dengan Hikari
“ Ya Paaak~ siapa yang dapat nilai paling tinggi sekarang ? Aku ? Namidashi ?“ Tanya Hikari dengan nada penuh semangatnya
“ Hmmmmm~ Kalian masih ingin melakukan teknik gimnastik bebas untuk penentuannya ? “ Semua pertanyaan Inuya dan Hikari malah dibalas pertanyaan baru oleh Pak Victor
“ Aaaah~ Ummmm~ Lompat tinggi melewati tiang itu ? “ Inuya memberi usulan
“ Baik ! Aku terima ! “ Jawab Hikari
“ Yosh ! Kami ingin melakukan lompat tinggi ! “
“ Bagus ! Ayo mulaikan ! “ Kata Pak Victor
Semua siswa-siswi bersama dengan Pak Victor pergi ke area lapangan tracking dan lompat jauh di belakang Gimnasium. Inuya dan Hikari bersama-sama berdiri didepan track khusus untuk latihan lompat tinggi. Hikari memulainya duluan, ia mulai berlari dan berhasil melompati ketinggian 1.50 meter sedangkan Inuya berhasil melompati ketinggian 1.55 meter tanpa ada kesulitan apapun saat melakukanya
__ADS_1
( PRIIIIT ! )
“ Bagus ! Aku putuskan kalian berdua mendapatkan nilai 93 ! Kerja yang bagus ! Aku harap kalian bisa menuangkan keahlian kalian dipertandingan olahraga yang sesungguhnya jika kalian ada minat untuk maju kesana “ Jelas Pak Victor dengan nada kebanggannya kepada Inuya dan Hikari
“ Kami ? 93 ? “ Tanya Hikari dengan nada herannya
“ Yaaa~ mungkin jika bukan karena kecoak tadi aku sudah memberi kalian nilai 95 karena bisa Headstand selama lebih dari 1 menit “ Jelas Pak Victor
“ Eeeeeeehhh~ “
“ Jika menurutmu nilai 93 bukanlah angka yang bagus untukmu...kurasa 83 adalah nilai yang sesuai untukmu “ Kata Pak Victor dengan nada tegasnya kepada Hikari yang masih belum setujuh akan keputusan Pak Victor
“ UWAAAAA~ JA-JANGAN PAK VICTOR !!! “ Teriak Hikari yang mulai panik
“ Hei makanya bersyukur kek sudah dikasih nilai 93 ! Dasar kau ini benar-benar tidak tahu rasa bersyukur ! “ Gerutu Inuya
“ Sudah ! Kalian berdua berjabat tangan satu sama lain ! Kerja yang bagus untuk kaian berdua dan juga untuk yang lain ! “
“ Naah ! Ayo salaman ! “ Kata Inuya sambil menawarkan jabatan tangan kepada Hikari
“ Hnggg~ okeee~ aku senang karena kau mau menerima tantanganku ! “ Ujar Hikari dengan nada setengah jengkelnya dan berjabat tangan dengan Inuya
“ Tazuya Hideyuki Iga ! Aku akan mengambil nilai bulananmu minggu depan ! Aku harap kaki lekas pulih dengan cepat “
“ Ba-baik Pak ! “
“ Bagus ! Kalian semua sudah berusaha yang terbaik untuk mendapatkan nilai yang memuaskan ! Aku harap nilai kalian bisa dipertahankan dan tidak pernah turun ! “ Puji Pak Victor sebelum mengakhiri kelas mereka
“ Yaaa Pak ! “
Semua siswa-siswi akhirnya membubarkan barisan dan pergi keruang shower sekolah untuk mandi dan menggantikan seragam mereka. Diruang shower dan ganti siswa jurusan Bahasa, smartphone Tazuya tiba-tiba berdering saat ia sedang selesai mandi dan ingin kembali memakai seragam sekolahnya
“ Ah ? Siapa sih yang ngirim pesan jam seperti ini ?! “ Tanya Tazuya yang sedikit jengkel dengan pesan dari Smartphonenya
“ Hmm ? “
“ Oooh ! Karin lagi ! Haaaah ada-ada saja ! “Keluh Tazuya
“ Dia lagi ? “ Tanya Inuya
“ Iyaaaaap~ “
(klik)
“ Tazu-chii ! Aku tahu kamu sedang sekolah ! Tapi ada yang ingin kutanyakan sama kamu berhubungan dengan tugas kuliahku saat jam istirahat ! Kira-kira jam berapa disekolahmu jam istirahatnya ? “ Tanya Karin dari pesan tersebut
“ Tugas kuliah ya ? Hmph, jika itu penting bagimu kurasa tidak ada salahnya~ video-call aku jam 12 siang “ Kata Tazuya sambil mengetik pesan balasannya
“ Apa hubungannya tugas kuliahnya dengan kita ? Mau kepo lagi ? “ Tanya Inuya
“ Yaaa~ hanya ingin tahu saja ! “
“ Ayo cepat ! Sebentar lagi Ibu Xia-Ping akan masuk kekelas ! “ Inuya memberi peringatan kepada Tazuya akan jam pelajaran selanjutnya
“ Okeee ! “
Jam 12 tepatnya pada saat jam istirahat akhirnya Karin menelpon Tazuya sesuai dengan perjanjian mereka dan terlihat Tazuya menghubunginya di cafetaria bersama dengan Inuya yang duduk disampingnya
“ Nah ! Apa yang mau kita bicarakan ?! “ Tanya Tazuya
“ Ah ! Ini~ aku sedang ada tugas dari Pak Masami untuk mewawancarai siswa SMA untuk mengetahui bagaimana tanggapan mereka tentang masa sekolah mereka. Tugasnya dikerjakan selama 2 minggu “ Jelas Karin yang duduk bersama Lindsey disebelahnya
“ Jadi ?”
“ Besok kamu bisa datang ke Mall Cassa and Nova ? Aku ingin mewawancaraimu disana sehabis kamu pulang sekolah ! Kalau bisa sih ajak satu temanmu juga untuk bagiannya si Lindsey “ Tanya Karin tentang permintaannya
“ Besok ? Hmmmm~ bisa ! “
“ Kamu nanti mau pergi dengan siapa kesana ? “ Tanya Lindsey
“ Sudah pasti orang yang ada disampingku “ Jawab Tazuya sambil menunjuk Inuya yang duduk disampingnya
“ Apa ? Aku ?! “ Tanya Inuya yang kaget dengan perkataan Tazuya
“ Hmmmm~ bukannya kamu ada teman cewek waktu itu ? Aku mau sama dia saja ! Boleh ?” Tanya Lindsey yang teringat dengan Jubei Fujieda
“ Teman cewek ? Maksudmu yang berambut biru yang bernama Jubei Fujieda ? “
“ Hu’uh ! “
“ Aaaaah oke~ Jubei kelihatannya juga Free besok...tapi nanti aku tanyakan lagi sama dia yaaa~ “ Jelas Tazuya
“ Kalau dia tidak bisa bagaimana ? “Tanya Inuya
“ Ajak Ryuga mungkin “ Kata Tazuya yang sedikit ragu
“ Aku yakin Ryuga bukanlah sosok yang mudah diajak seperti itu dan-“
“ Oke oke okeeee jika Jubei tidak bisa maka aku akan mengajakmu saja ! Bagaimana ?! “ Tanya Tazuya kepada mereka bertiga
“ Baik ! Aku tunggu kepastianmu Tazu-chii~ Daaaah~ “
( Klik )
“ Haaaaaaaaaaaaaaaah merepotkan saja ! “ Gerutu Tazuya
Saat Karin dan Lindsey mengakhiri panggilan mereka, tanpa mereka sadari, dari pintu kelas mereka terlihat SISTER yang menyamar jadi salah satu mahasiswa dikampus mendengar semua pembicaraan mereka dan iapun langsung memberitahu ini kepada Rough Polly
“ Besok sore ?! Okeee ! “ Kata SISTER sambil meninggalkan ruang kelas tersebut
*****
__ADS_1