El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)

El-Fighter : Fighter Baru Yang Berani (Book I)
Hukuman


__ADS_3

Disaat Tazuya dan yang lain terpaksa diajak pergi keruang kepala sekolah oleh Pak Fukushima, DECA-I terlihat sedang bersembunyi dibalik pohon sambil memberitahu kabar terkini kepada Rigel dan Dullart tentang apa yang baru saja ia lihat


“ DECA ! Apa yang terjadi disana ? “ Tanya Rigel


“ Ah. . . uuumm. . . Tazuya dan yang lainnya tadi diserang oleh Alien yang serupa dengan Dullart-san. Dan disaat mereka berusaha menyerangnya, Alien tersebut tiba-tiba menghilang tanpa jejak ! “ Lapor DECA-I


“ Kemungkinan besar ia menggunakan medali teleportasi untuk menghindar dari serangan tersebut “ Kata Dullart kepada mereka berdua


“ Medali teleportasi ? “


“ Ya, Rigel-san. Itu adalah sebuah teknologi baru yang diciptakan oleh Pak Tom Louss untuk mempermudah kami dalam menjalankan misi kami. Medali tersebut ada dua jenis, yang pertama berwarna perak dengan tombol merah yang kedua dengan tombol biru. Tombol merah berfungsi untuk berpindah kembali kekapal induk, tombol bitu berfungsi untuk berpindah ketempat yang sama dalam jarak yang berbeda “ Dullart menjelaskan mekanisme dari medali tersebut


“ Hmmm. . . .menarik juga! DECA, apa kamu lihat tadi orang itu menggunakan medali dengan tombol warna apa ? “ Tanya Rigel kepada si robot tersebut


“ Sebentar ! Akan kuulangi lagi rekaman apa yang kulihat barusan. Hmmmm. . . .hmmmm. . . ah . . . dia menggunakan. . . medali dengan tombol merah “ Kata DECA-I saat ia melihat kembali rekaman kejadian yang baru saja lihat


“ Siaaal. . . dia pasti sudah kembali kekapal induk ! Kita tidak bisa mengejarnya untuk saat ini ! “ Gerutu Rigel


“ Dia itu. . . ah. . .Energateez ! “ Kata Dullart saat melihat sosok dari layar tentang siapa yang menyerang Tazuya dan yang lain


“ Kamu kenal dia ? “


“ Ya. Salah satu empat prajurit elit dari Morsdantaque. Tidak begitu kuat sih, tapi dia cepat dan dikenal cukup licik. Morsdantaque merekrutnya karena ia cukup ahli dalam melacak “ Jawab Dullart


“ Hmmm. . . kalau dilihat ia datang kesini bukan karena diutus dari si Jenderal itu. Kemungkinan besar, ia diutus oleh Morsdantaque untuk datang kemari “


Mendengar penjelasan Rigel, Dullart menjadi kaget dan khawatir dengan pekataannya Rigel. Ia khawatir jika Morsdantaque berniat untuk menguasai planet Bumi dan berusaha untuk menghancurkan dirinya dan juga V-FIGHTER


“ Celaka ! Sepertinya Morsdantaque sudah tahu tentang ini ! “ Kata Dullart dengan penuh kecemasan


“ Ini akan menjadi cukup sulit ! “ Ujar Rigel


“ Ah DECA . . . dimana Tazuya dan yang lain ? “ Tanya Rigel


“ Anuu . . . soal itu . . . mereka berlima dipanggil oleh guru sekolah mereka “ Jawab DECA-I dengan nada keraguan


“ Haaa ? Guru sekolah ?! “ Kata Dullart dan Rigel yang kaget secara serentak


Tazuya dan yang lain terlihat sedang berada diruang kepala sekolah. Disana, kepala sekolah Mikage Tsuyoshi dan kepala kesiswaan Ami Miyuki sudah ada diruangan tersebut, dan mereka berserta Pak Fukushima ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat mereka menghadapi Energateez. Terlihat juga kelima Fighter Possession mereka diletakan dimeja kepala sekolah sebagai “barang bukti” keterlibatan kalian dalam pertarungan tersebut


“ Jadi. . . aku dengar dari salah satu petugas OSIS dan siswa yang berada disana, kalian terlihat sedang berkelahi dengan seseorang dibelakang area kolam renang ! Apa itu benar ?! Dan beritahu kami siapa yang baru saja kalian hadapi ! “ Ibu Tsuyoshi bertanya kepada mereka berlima dengan nada tegasnya


“ Fujieda-san ! Aku tidak menyangka kau bisa ikut terlibat dalam ini juga ! Kau sendiri sadar’kan wanita harusnya tidak usah ikut campur dalam urusan i-“


“ Ibu Miyuki, harap tenang ! Kita berikan kesempatan kepada mereka untuk bicara ! “ Ibu Tsuyoshi memperingatkan kepada Ibu Miyuki untuk tenang


“ Baik anak-anak ! Bicaralah ! “ Kata Pak Fukushima


“ Psst. . . Siapa yang mau mulai ? “ Tanya Tazuya sambil berbisik kepada mereka berlima


“ Aku saja “ Jawab Inuya


“ Uuumm. . . begini. . . disaat kami berlima sedang berkumpul didekat pagar sekolah, kami diserang oleh seseorang yang memiliki penampilan yang cukup aneh sambil menodongkan sebuah tombak kearah kami berlima. Maka untuk itu. . .kami tidak punya pilihan selain berkelahi untuk mengusir mereka “ Jelas Inuya


“ Hu’uh. . . “


“ Dan jika dilihat seksama, dia bukan berasal dari bumi “ Lanjut Tazuya


“ Hohohoooo jangan bercanda ! Bukan dari bumi ?! apa kau yakin ?! menurut laporan orang yang menyerang kalian memiliki tinggi yang sama kecilnya  dengan Iga-san. Jadi bisa saja dia adalah anak berandalan dari sekolah lain ! “ Kata Ibu Miyuki yang tidak percaya dengan perkataan Tazuya dan Inuya


“ Ah. . . anda datang juga akhirnya, Pak Torigake “ Sambut Ibu Tsuyoshi


“ Pak Torikage, dikarenakan anda juga melihat anak-anak ini berkelahi dengan seseorang yang dirumorkan sebagai Alien, apa yang dikatakan mereka ini benar ? “ Tanya Pak Fukushima


“ Err. . . ya ! Yang dikatakan oleh mereka ada benarnya. Karena waktu aku berusaha untuk menghentikan mereka, bocah pendek berkulit abu-abu tersebut langsung menyerangku dengan tombak dan si Nak Namidashi melarikanku ketempat yang aman “ Jelas Pak Torikage


“ Lalu. . . kemana perginya si anak aneh itu ?! “ Tanya Ibu Miyuki


“ Kami tidak tahu. Karena saat kami berusaha menghentikannya dia akhirnya lari dari kejaran kami dengan cepat “ Jawab Ryuga


“ Hah ! Jadi begitu ?! “ Kata Ibu Miyuki dengan nada ketus


Ibu Miyuki kemudian memperhatikan Fighter Possession yang ada dimeja tamu ruangan tersebut, dan ia kemudian bertanya kepada mereka dari mana mereka mendapatkan semua senjata ini


“ Walau demikian . . . itu bukan berarti kalian semua terbebas dari potensi hukuman dari sekolah ini ! “ Lanjut Ibu Miyuki


“ Hah ?! Tapi- “


“ Ya. . . .kalian bisa saja terbebas dari hukuman jika kalian semua tidak bertarung menggunakan ini ! “ Kata Ibu Miyuki dengan nada tegasnya


“ Tapi itu. . . bukan sekedar senja- “


“ Yaaa yaaaa. . . aku bisa percaya dengan semua cerita kalian jika kalian memberitahu kami siapa orang yang menyerang kalian ! Jika tidak- “


Disaat Ibu Miyuki ingin mengambil Kusanagi, tiba-tiba, wanita tersebut mengalami kesulitan untuk mengambil pedang tersebut. Ibu Miyuki kemudian ingin mengambil perisai Anthos Delfini, ia mengalami masalah yang sama saat ia mengambil Kusanagi


“ Uuuggh ! Uuuggh ! “


“ Ada apa ? Ibu Miyuki ?! “ Tanya Ibu Tsuyoshi


“ Aaaahh. . .kurasa aku. . . ada sedikit masalah dengan ini ! “


“. . . . “


“ Hei, Pak Fukushima ! Coba angkat yang lain ! “ Perintah Ibu Miyuki sambil menunjukan Estrella kepada Pak Fukushima


Pak Fukushima mencoba untuk mengangkat semua Possession milik Tazuya dan yang lain. Namun, tidak ada kelima Possession tersebut yang bisa diangkat oleh kedua guru tersebut


“ Hei, anak-anak ! Kenapa ini semuanya tidak bisa dibawa oleh kami ? “


“ Aaahh . . . uuumm. . .entah ? “


“ Eeeh. . . yaaa. . . kami juga tidak tahu kenapa “ Kata Inuya dengan senyuman menyeringainya


“ Haaah baik ! Sudah cukup ! Iga-san dan yang lain, hukuman kalian adalah membersihkan koridor kelas lantai 1 saat pulang sekolah. Sebelum kalian pergi dari ruangan ini, bawa semua senjata ini kedalam asrama kalian. Aku tidak tahu kalian dapat ini darimana tapi yang jelas bawa ini semuanya menjauh dari lingkungan sekolah ! “ Jelas Ibu Tsuyoshi


“ Ba. . .baiklah. . .Bu Tsuyoshi “


“ Bagus. Sekarang kembalilah ! “


Tazuya dan yang lainnya akhirnya keluar dari ruang kepala sekolah. Saat keluar dan berjalan kekelas 1-LA-A, mereka akhirnya bernafas lega karena tidak ada satupun dari mereka yang mencurigai bahwa mereka adalah calon El-Fighter

__ADS_1


“ Fyuh ! Selamat ! “


“ Kau tahu, Hideyuki. Jika ini terjadi lagi disekolah kita, aku tidak mau ikut-ikutan ! “ Gerutu Ryuga


“ Yaaa. . .tadi jangan salah aku dong!  ‘Kan alien itu datang tiba-tiba kemari tanpa sepengetahuan kita “ Balas Tazuya


“ Sudah sudah ! Ayo kita buruan sembunyikan ini sebelum ada siswa atau guru lain yang tahu soa ini ! “ Kata Ataru kepada yang lain


“ Baiklah ! Renuncia ! “


(Semua Fighter Possession mereka berlima pergi kemode segel mereka dan kemudian menghilang dari genggaman mereka )


“ Nah ! Beres ! “


“ Oke ! Kalau begitu ayo cepat masuk kekelas ! Apalagi ini saatnya pelajaran Ibu Dubois ! “ Jubei memperingatkan mereka semua tentang jam masuk mereka


“ Ah, benar juga ! Ayo cepat ! “


Saat Tazuya dan yang bergegas pergi kekelas mereka, tanpa sepengetahuan mereka, Yukiharu Yagyu memperhatikan mereka dari belakang, dengan pandangan curiganya kepada mereka berlima


*****


Saat memperhatikan Tazuya dan yang lainnya pergi kekelas melalui kameranya DECA-I, Rigel juga ikut merasa lega saat mengetahui bahwa tidak ada satupun guru yang ada diruangan tadi mencurigai Possession milik mereka berlima


“ Jadi. . . mereka tidak dihukum ? Aaaah. . . bagus deh. Aku benar-benar lega mendengarnya, DECA “ kata Rigel kepada DECA


“ Yaaa. . . tapi mereka tetap saja dihukum untuk membersihkan koridor kelas mereka “ keluh DECA-I


“ Walau demikian, tidak ada yang mencurigakan mereka sebagai calon El-Fighter “ Lanjut Rigel


“ Jadi Rigel. . . kapan menurutmu mereka bisa tahu bahwa Tazuya dan yang lain adalah calon El-Fighter ? “ Tanya Dullart


“ Mungkin disaat mereka sudah cukup umur, ya sekitar usia 17-18 tahun. Mereka terlalu muda, naif dan tidak ada pengalaman soal bertarung atau menghadapi musuh yang berbahaya. Bisa celaka kalau identitas mereka diketahui oleh semua orang “ Jelas Rigel


“ Bukan’kah nak Tazuya dan Inuya bilang mereka pengalaman dalam mengalahkan rombongan anak-anak berandalan sekolah lain ? “ Tanya Dullart


“ Hei ! Jangan samakan berandalan yang mereka maksud ialah musuh-musuh berbahaya yang akan menghancurkan dunia dan umat planet ini. Yang mereka hadapi sehari-hari sebelum menjadi Fighter itu tidak sebanding dengan potensi musuh yang akan mereka hadapi ! “ Jawab Rigel


“ Aaaahh. . . begitu ya “


Sore harinya, terlihat Tazuya dan yang lain sedang membersihkan koridor dan kelas mereka sebagai hukuman karena bertarung diarea sekolahan. Sambil bersih-bersih, setelah menolong membangunkan Tazuya yang terpeleset saat ingin mengejar Kiko yang meledeknya, mereka berlima akhirnya bercerita tentang kondisi Elma, Shan-Lee dan Kenneth, serta tentang musuh yang akan mereka hadapi dimasa depan


“ Seandainya tadi kita bergerak cepat untuk menggunakan Battlesuit, mungkin ini tidak akan terjadi ! “ Gerutu Ryuga


“ Lah bagaimana coba ?! Kalau kita mengaktifkan itu nanti semua orang bisa tahu siapa kita nanti ! Lagipula kedatangan makhluk itu juga benar-benar tak terduga loh“ Jawab Tazuya


“ Haaaahhh. . . Semoga saja ayah tidak tahu soal ini ! “ Ryuga terus menggerutu sambil mengepel lantai yang berada didepan meja pengajar


“ Heh . . . dilihat dari perkataanmu sepertinya kamu tidak pernah melakukan ini ya, Ryuga Mangetsu “ Kata Inuya dengan nada sarkastisnya


“ Apa yang kamu harapkan dengan orang yang tidak bisa melihat seperti diriku. Bisa-bisa nanti masih ada kuman yang tertempel dilantai ini. Aku, sebenarnya tidak bisa diandalkan disini ! “ Ryuga membalasnya dengan nada sarkastis


“ Yaaaa yaaaaa “ Kata Tazuya dengan nada jengkelnya yang membersihkan kaca jendela kelas


“ Ayo cepaaaat~ kok kalian malah ngoceh sih ! Heheheheheheeee “ Ledek Kiko yang tiba-tiba datang teriak dari kejauhan sambil langsung lari meninggalkan mereka berlima


“ CIIIIIH KEPARAT KAU-“


“ Aduuuuh ! “ Rintih Tazuya yang terpeleset dan jauh terduduk di koridor saat ia ingin mengejar Kiko


“ Woi, Tazuya ! Aduuuuh. . . padahal ini belum kering loh ! Gerutu Jubei sambil membantu Tazuya untuk bangkit


“ Auuugh ! Makasih banyak, Jubei “


“ Uuumm. . . Kurenai, bisakah kamu menggunakan kekuatannmu untuk melihat kondisi Shizuka, Lee dan Glenn-san ? “ Tanya Ryuga kepada Ataru yang sedang membersihkan meja dan kursi kelas mereka


“ Menurut penglihatan masa depanku, mereka bertiga sedang menuju keasarama. Kondisi mereka, syukurlah mereka semua baik-baik saja “ Jelas Ataru


“ Sehat secara fisik dan mental, kan ? “ Tazuya bertanya kepada Ataru


“ Sepertinya begitu “


(Hening sesaat)


“ Hei. . . soal musuh kita tadi. . . .kelihatannya dia cukup berbeda dari alien-alien yang kita hadapi sebelumnya ya “ Kata Tazuya kepada yang lain


“ Sepertinya begitu “ Kata Inuya


“ Dan ia juga mengatakan bahwa ia adalah salah satu dari prajurit elit Pangeran Morsdantaque. Dilihat dari gaya bertarungannya saja, dia memang sangat cepat dan cukup berbahaya jika dilawan seorang diri “ Lanjut Tazuya sambil mengingat pertarungannya dengan Energateez


“ Sudah pasti ‘kan ! Dia itu Prajurit elit, loh. Jadi mustahil untuk sekarang kita mengalahkan orang itu tanpa ada persiapan ! “ Jawab Jubei


“ Pangeran Morsdantaque. . . apa dia ada hubungannya dengan Dullart-san ? “ Tanya Ryuga


“ Hmmm bisa jadi sih . . .iya ! Dullart-san sendiri bilang bahwa dia adalah putra mahkota kekaisaran planet Theta, bukan ? Dan beliau juga mengatakan bahwa ia memiliki dua orang saudara laki-laki yang berstatus sebagai Pangeran dan orang ternama dimiliter. Salah satunya yaaa sih Morsdantaque ini “ Jelas Tazuya sambil teringat akan cerita Dullart saat mereka sedang istirahat dalam sesi latihan mereka dirumah Rigel


“ Dan ia berlari karena diserang oleh sang kaisar dan pangeran tersebut “ Tambah Jubei


“ Kemungkinan besar pangeran yang dimaksud olehnya ialah Morsdantaque ? atau pangeran yang lain ? “ Inuya bertanya


“ Hmmmmm “ Pikir Tazuya


“ Hei ! Buruan selesaikan ini dan kita bisa melapor ke Pak Fukushima, sekarang ! “ Ataru memberi peringatan kepada mereka berempat untuk tidak lengah dalam tugas mereka


“ Ah ! Umm ! Ayo ayo ! “


Sambil melanjutkan tugas yang diberikan Ibu Tsuyoshi, Tazuya kembali teringat akan perkataan Energateez tentang kekuatan Psikokinesisnya yang menurutnya itu bukanlah kekuatan manusia


“ Kekuatan manusia ? “ Tanya Tazuya dari dalam hati sambil memperhatikan telapak tangannya


Setelah selesai membersihkan koridor dan ruang kelas mereka, Tazuya dan yang lainnya langsung menghadap Ibu Tsuyoshi untuk melaporkan hasil kerja mereka. Diruangan, Ibu Tsuyoshi kembali mengingatkan mereka berlima untuk tidak kembali berkelahi dengan siswa lain menggunakan senjata tajam


“ Baik ! Kerja yang bagus ! Sekali lagi anak-anak. . . tidak semua masalah sekolah diselesaikan dengan perkelahian dan senjata, tidak peduli seberapa jagonya kalian dalam hal itu. Semua masih ada cara yang lebih baik. Paham ! “


“ Ya, Ibu Tsuyoshi ! “


“ Bagus ! Sekarang kalian boleh pulang ! “


“ Terima kasih banyak, Ibu Tsuyoshi ! “


Akhirnya, mereka diizinkan kembali ke asrama pada jam 4.30 sore. Dalam perjalanan, mereka berlima kembali berpapasan dengan Karin Umida bersama dengan kedua teman-temannya yang baru saja pulang dari perkuliahan mereka

__ADS_1


“ Ah, Tazu-chiii~ “


“ Karin ! Heeeei kau baru pulang juga dari kuliahmu ? “ Tanya Tazuya


“ Tentu~ Apa mereka semua adalah teman-temanmu ? “ Karin balik bertanya kepada Tazuya


“ Ya ! Aku yakin kamu sudah melihat si Inuya waktu itu. Dan ini. . . Ryuga Mangetsu, Ataru Kurenai dan Jubei Fujieda “ Kata Tazuya sambil menunjukan semua teman-temannya


“ Mangetsu ?! Woah Tazu-chii ! Aku tidak menyangka kamu bisa berteman dengan anak dari keluarga ternama di Shinjitsu “


“ Jadi. . . apa tidak boleh aku jadi temannya ? “ Ryuga bertanya kepada Karin


“ Ohohoooo~ tentu saja boleh~ Oh ya. . . kalau ini Yuzu Kazumari dan ini Lindsey Larciel “ Kata Karin sambil memperkenalkan kedua teman-temannya


“ Hmmmmm . . . sepertinya aku sedikit tertarik dengan si mata kuning ini . Hei beritahu aku nomor handphonemu ! “ Goda Lindsey kepada Inuya


“ Tidak ! “


“ Ahahaaaaa aku hanya bercanda~ Tapi aku akui kamu memang cukup menawan diantara yang lain “ Kata Lindsey kepada Tazuya dan yang lain


Ataru kemudian melirik kesebuah mobil hitam milik Sandy dari kejauhan sambil menatap kearah pemuda asal Amerika tersebut dengan tatapan dingin dan kecurigaannya. Kemudian, ia langsung meletakan tangannya kearah Tazuya, menggunakan kekuatan penglihatan masa depannya untuk menunjukannya bahwa Sandy ada disekitar mereka


“ Ah ! S-S-Sandy ?! “ Kata Tazuya yang kaget saat Ataru meletakan tangannya kepundak kecilnya


“ Sandy ? “ Tanya Karin dengan kebingungan


“ Siapa ? “ Jubei bertanya kepada yang lain


“ Uuuum. . . Sandy tidak ada disini “ Kata Yuzu


“ Ah. . . bu. . .bukan apa-apa ! “ Kata Tazuya saat Ataru melepaskan tangannya dari pundak pemuda pendek tersebut


“ Ehm. . . ayo teman-teman ! Buruan deh kita kembali ke Asrama ! Yang lain sudah pada menunggu ! “ Jubei memperingatkan kepada Tazuya dan yang lain untuk kembali ke asrama mereka


“ Ooooh. . . sepertinya kamu ada janji dengan temanmu yang lain ? Baiklah kalau begitu, selamat bersenang-senang yaaaa~ “ Kata Karin sambil pergi meninggalkan V-FIGHTER


“ Oke, dia sudah pergi ! Ayo kita pulang ! “ Ajak Tazuya


“ Yeaaaaaaahhhh “


Saat mereka melanjutkan perjalanan menuju asrama, Tazuya melirik kearah Ataru, dan Ataru juga membalasnya dengan ikut melirik kearahnya sambil mengangguk kecil kearahnya. Melihat itu, Tazuya jadi langsung tahu bahwa Ataru sebenarnya memberitahu bahwa Sandy ada disekitar dengan kekuatan penglihatan masa depannya. Maka kenapa itulah saat Ataru meletakan tangan kepundaknya, Tazuya seolah melihat Sandy berada disekitarnya


“ Begitu ya ! “


“ Hmph “ Jawab Ataru


“ Cih. . . ada ada saja ! “ Gerutu Tazuya


*****


Dikapal induk Thetoid, terlihat Jenderal Argus telah sampai kedalam kapal bersama dengan Rough Polly. Sementara Oxtoroo dan yang lain menunggu di Superbia-07 untuk melanjutkan misi mereka. Argus kembali kekapal induk karena ia ingin tahu secara detail tentang kematian dari Kaisar Zozo


“ Silahkan, Jenderal. Pangeran Morsdantaque berada diruang tahta kekaisaran “ Jelas Rough Polly yang mengizinkan Argus untuk pergi menemui Morsdantaque


“ Hmph ! “


Argus memasuki ruang tahta kekaisaran di Kapal induk. Pintu ruangan tersebut tidak terkunci ataupun tertutup, Saat memasuki ruangan tersebut, terlihat kedua Pangeran tersebut sedang menatap foto semua Kaisar yang berpengaruh di Theta. Salah satu foto yang terpajang tertsebut ada foto dari Kaisar Zozo


“ Ah, Jenderal Argus ! Akhirnya anda datang juga ! Apa misinya masih berjalan dengan baik ?! “ Sambut Morsdantaque


“ Pangeranku ! Aku tidak menyangka untuk mendengar berita menyedihkan ini ! Apa yang sebenarnya terjadi ?! “ Tanya Argus kepada kedua pangeran tersebut


“ Kami juga tidak menyangka bahwa ayah kami meninggal dengan seperti ini. Dan itupun beliau meninggal saat salah satu prajurit kita berusaha untuk memberitahunya bahwa acara pertemuan kita sudah siap “ Jelas Gretue


“ Jadi. . .”


“ Kita tidak tahu apa penyebab kematian dari ayahanda kami. Namun kemungkinan besar, aku yakin Dullart adalah penyebab dari semua ini ! “ Morsdantaque melanjutkan perkataan Gretue


“ Tuan Muda ? “


“ Hei ! Jaga mulutmu, Morsdan ! “


“ Tapi itu sudah terbukti bukan ?! Ayah menjadi depresi karena kebodohan anak tersebut ! Dan itu bertambah buruk karena dia juga menjadi seorang pengkhianat ! Ayah meninggal karena itu adalah hukuman atas terlalu mempercayai pengkhianat ketimbang harus merelakannya ! “ Jelas Morsdantaque dengan nada tegasnya


Gretue dan Argus terkejut akan mendengar perkataan Morsdantaque yang terdengar sangat apatis akan kematian ayahnya


“ Kau ! Apa-apaan kata-katamu itu, hah ?! Berani sekali kau berkata seperti itu kepada beliau ! “


“ Tapi itu terbukti, kan ?! Ayah berencana untuk membatalkan misi dan mengalihkannya untuk mengambil ahli planet bumi ! Dia tiba-tiba melunak karena laporan yang diberikan Pak Louss yang menyatakan bahwa tidak ada data yang bocor dari komputernya ! Aku yakin . . . sebelum pergi, Dullart sudah menghapus semua bukti-bukti itu ! “ Lanjut Morsdantaque


“ . . . . “


“ Dan kau mau tahu sesuatu, Gree. . . Jenderal . . . untuk sementara ini kalian masih bisa bernafas lega karena aku masih membiarkan si pengkhianat kecil itu untuk dicari dalam keadaan hidup-hidup! Karena itu, Jenderal. . . aku masih mengizinkanmu untuk melakukan misi pencarian ini ! “ Jelas Morsdantaque


“ Baik ! Pangeranku ! “


“ Morsdan ! Kau- “


“ Gree adikku sayang ! Bersyukurlah karena aku masih memberi kesempatan kepada adik kita untuk ditangkap dalam keadaan hidup-hidup ! Mengingat ayah terlihat sangat tertarik dengan planet itu, aku yakin kita bisa bertanya sedikit tentang apa yang ia lihat diplanet tersebut sebelum kita menentukan nasibnya ! “ Jelas Morsdantaque sambil berjalan kekursi tahta


“ Mengingat akan status kita, aku pikir untuk sementara kekuasaan sementara kekaisaran ini akan dipegang olehku. Telebih misi kita untuk mencari Dullart belumlah selesai. Jadi untuk sementara, apapun yang kamu dapatkan disana. . . baik tentang keadaan Dullart, Si Prisman dan komplotannya, dan juga tentang planet itu, semuanya laportkan itu kepadaku. Bagaimana ?! “ Lanjut Morsdantaque yang secara perlahan duduk dikursi tahta kaisar didalam pesawat induk


Morsdantaque kemudian menatap kearah mereka dengan tatapan santai kearah Gretue dan Argus sambil duduk dikursi tahta kaisar. Mengingat disituasi ini agak mustahil untuk berkata “tidak” kepada kakak laki-lakinya, Gretue tidak punya pilihan selain menyetujui perkataan Morsdantaque dan memerintahkan Argus untuk tetap melanjutkan misi pencariannya dengan cara apapun


“ Baiklah ! Jenderal Argus. . . .tetap laksanakan misi pencarian ini ! Aku harap anda bisa melakukannya dengan baik serta gunakan cara apapun agar bisa memudahkan misimu ! “ Perintah Gretue


“ Siap, Pangeranku ! “


“ Aku tidak peduli seperti apa komplotan dari Prisman Beta tersebut. Mau itu mereka masih anak-anak atau sudah lanjut usia, Fighter atau bukan. . . jangan beri mereka ampun ! Terlebih mereka juga membantu Dullart dan melindunginya dengan cara mereka ! “ Morsdantaque memberi peringatan kepada Argus


“ Dimengerti ! “


“ Bagus ! Sekarang kembalilah ke Superbia-07 ! Kirim salam kepada yang lain !” Perintah Morsdantaque


Argus kemudian keluar dari ruangan tersebut, dan terdiam sesaat sebelum ia pergi menuju ruang portal dimensi


“ Pangeran Morsdantaque ! Anda tidak perlu khawatir ! Tuan Muda Dullart. . . pasti akan kubawa dia dalam keadaan hidup-hidup ! Dan dia. . . akan menjadi penerus yang lebih baik ketimbang anda ! “  Kata Argus dengan dirinya sendiri sambil memikirkan semua perkataan Morsdantaque


*****


 

__ADS_1


 


__ADS_2