
“ Sialan kau ! “ Ryuga yang melihat Rough Polly tanpa ragu pergi kearahnya untuk membebaskan Jubei dari kendalinya
“ Tu- Tunggu Fighter ! “ Sampson yang sedang membantu Swift Polly berusaha untuk memberitahu Ryuga untuk tidak semberono
“ HAAAAA ! “
( DRAAAAAAK !!! )
“ Jubei ! Sialaaan ! Beraninya kau ! “ Ryuga menjadi sangat kesal saat mengetahui Rough masih menggunakan Jubei untuk melindunginya
( SYAAAAT! SYAAAT! SYAAAAT! SYAAAAAT! SYAAAAT! )
“ Heh ! Ternyata si cewek ini punya banyak potensi juga yaaaa~ agak disayangkan karena dia belum tahu kalau dia bisa menghadapi lawan dari jarak dekat seperti ini karena dia lebih suka menembak ! “ Gumam Rough Polly sambil memperhatikan Ryuga yang terus diserang oleh Jubei
“ JUBEI ! HENTI- “
( DUAAAAGH ! )
“ AAGH !! “ Rintih Ryuga saat dia ditinju perutnya oleh Jubei yang membuat ia langsung tersungkur
Dengan senyuman liciknya, Rough Polly langsung melepaskan Jubei dari kendalinya. Jubei yang kembali sadar pasca dikendalikan oleh Rough sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia lakukan terhadap Swift Polly dan Ryuga
“ Ah ! Apa ?! Kenapa ?! Swift-San ! Ryuga-kun ! “ Jubei yang panik melihat Ryuga yang cidera langsung menghampiri
“ TIDAK !!! JANGAN MENDEKATINYA !!! “ Teriak Sampson kepada Jubei untuk tidak mendekati Ryuga
“ Ryuga-kun... apa ka- “
( DUAAAAGH ! )
“ AGH ! R- Ryuga-kun ! Ada apa- “ Rough Polly mengendalikan tubuh Ryuga dan membuatnya untuk terus menyerang Jubei
( DUAAAGH ! )
“ Oh tidak ! “ Jubei yang panik langsung melindungi dirinya dengan menangkis pukulan tersebut dengan lengannya
( BUG ! BUG ! BUG ! )
“ Aaah ! Apa yang baru... Agh ! Apa yang baru saja terjadi ?! Agh ! “ Tanya Jubei yang berkali-kali diserang oleh Ryuga
“ Wa- wanita sialan itu ternya- “
( BUAGH ! )
“ AGH !! “ Jubei menjadi sedikit lengah saat ia melirik kearah Rough Polly
“ Eeergh... tubuhku... “ Jubei merasakan seluruh tubuhnya sakit karena serangan dari Ryuga yang menyebabkan ia sulit untuk melindungi dirinya sendiri
( DUAAAAGH ! BRUUUK !!! )
Sampson dengan cepat berhasil melindungi Jubei dari serangannya Ryuga dengan menendangnya sampai mengenai peti kemas kayu yang ada dibelakangnya. Walau lega karena Sampson melindunginya, Jubei tidak senang dengan cara Sampson yang dianggap terlalu kasar untuk Ryuga
“ Hei ! Jangan keras-keras dong dengan diaaa~ “ Keluh Jubei kepada Sampson
“ Maaf yaaa~ aku tahu kamu tidak tega~ tapi aku tidak punya pilihan “ Celetuk Sampson
“ Uuum~ okeee~ terima kasih banyak “ Gumam Jubei yang langsung berterima kasih kepada Sampson
“ Cih ! Bisa-bisanya kau ! “ Geram Rough terhadap Sampson
Saat Rough berniat untuk menyerang Sampson dengan mengendalikan Jubei, tiba-tiba ia diserang oleh seseorang dari belakang dengan menggunakan tombak listriknya, yang membuat Rough tersungkur karena serangan tersebut
( ZAAAAAAASH ! )
“ AAAAH !!! “ Rintih Rough karena sengatan tersebut
“ Oxtoroo ! “ Sampson memanggil sang penyelamat tersebut yang tidak lain ialah Oxtoroo dengan FYBER miliknya yang bernama FYBER II : Model Albatros
“ Apa ?! “ Swift terkejut saat melihat Oxtoroo datang kemari dengan FYBER miliknya
“ Hanya mengandalkan orang lain untuk menghadapi lawanmu ?! Kau ini memang sosok yang penakut ! Tidak berubah dengan dirimu yang dulu semasa sekolah ! “ Kata Oxtoroo yang bisa melihat Rough tidak pernah merubah sifat buruknya sejak masih menjadi siswa sekolah
“ Kau sendiri juga sama ! Berlagak sok pahlawan untuk menyelamatkan yang sedang tertindas ! Padahal kau sendiri saja lemah karena hanya menggunakan FYBER tipe ke-2 ! “ Sahut Rough yang mengejek tindakan Oxtoroo yang dianggapnya sok pahlawan
“ Jangan salah ! Aku kesini karena aku ingin menghadapimu ! Aku datang kemari untuk menyingkirkan semua masa laluku saat menjadi kekasihmu... dengan menyingkirkanmu dari hadapanku... secara permanen ! “ Tantang Oxtoroo kepada Rough Polly untuk bertarung dengannya
“ Ahohoho~ menyingkirkanku secara permanen ?! Jangan membuatku tertawa ! Kau sendiri saja tidak bisa menyingkirkanku saat masih sekolah demi melindungi yang lain ! Dan kau pikir kau masih bisa melakukan itu untuk dirimu sendiri ! “ Kata Rough yang masih meremehkan Oxtoroo tanpa ia sadari jika Tim Swift berusaha untuk menghindarinya dan keluar melalui pintu rahasia dibawah lantai hanggar
“ Ayo cepat ! “ Bisik Swift Polly kepada yang lain untuk segera lari
“ Kamu yakin meninggalkan Oxtoroo-san adalah ide yang bagus ?! “ Tanya Jubei kepada Swift yang menutup pintu rahasia lantai hanggar
“ Soal itu... kalian lebih penting yang harus diprioritaskan ! Setelah itu aku akan membantunya ! “ Jelas Swift Polly yang berusaha untuk tidak menunjukan kecemasannya terhadap Oxtoroo kepada yang lain
“... “ Jubei hanya terdiam dan bisa melihat Swift sebenarnya mengkhawatirkan Oxtoroo
“ Hooo~ tumben sekali kau sedang tidak biasanya mau menerima tantangan dari seseorang ! Apa kau takut ?! Atau ada sesuatu yang mengganggumu ?! “
Saat mendengar perkataan Oxtoroo yang menanyakan penolakannya untuk bertarung menghadapinya, Rough Polly sadar jika Swift Polly dan yang lainnya sudah pergi meninggalkan hanggar dan berpikir jika Oxtoroo sengaja mengejeknya untuk membuat dirinya tidak mengejear Swift dan yang lain
“ Celaka ! Kau sengaja memanasiku untuk- “
__ADS_1
( BUUUUM ! )
“ Ah ! “ Oxtoroo menembakan laser kearah Rough untuk menghentikan langkahnya mencari Swift
“ Sudah aku bilang ! Aku disini untuk menuntaskan urusan kita ! Mereka tidak ada hubungannya dengan itu ! “ Kata Oxtoroo dengan nada tegasnya
“ Kaaauu ! Jangan coba-coba ikut campur urusanku saat ini ! “ Kata Rough Polly dengan nada geramnya sambil terus memperhatikan pintu rahasia dilantai Hanggar
“ Rough Polly ! Kau tidak seperti biasanya ya~ yang dikenal selalu percaya diri dan merasa kuat karena kau bisa mengintimidasi dan mengendalikan orang lain disekitarmu ! Sungguh disayangkan... dibalik itu semua... kau hanyalah anak manja yang tidak bisa apa-apa... yang selalu bergantung dengan orang yang kamu kendalikan ! Aku bisa melihat rasa ketakutanmu yang tidak berani melawanku 1 lawan 1 ! “
Merasa tidak tahan dengan semua hinaannya Oxtoroo, Rough Polly yang kesal dengan semua perkataannya memutuskan untuk bertarung melawan mantan pacarnya tersebut ketimbang mencari Swift Polly dan yang lainnya
( SYAAAAT ! TRAAAAAAAAAAANG !!! )
“ Aku tidak mempermasalah akan semua perkataanmu itu... tapi karena kau memanggilku anak manja yang tidak bisa apa-apa... itu membuat telingaku mendidih ! “ Kata Rough Polly dengan nada amarahnya
( SYAAAAAT ! )
“ HAAAAARRGHH ! “ Rough menyerang kearah Oxtoroo dengan pedang FYBER dari lengan kananannya
( TRAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAANG! )
“ Jadi kau mau membuktikan dirimu itu aset yang berguna untuk Morsdantaque ?! “ Tanya Oxtoroo yang masih memanasi Rough
“ Jangan bodoh ! Aku sudah masuk bagian dari mereka saja itu sudah cukup buktinya jika aku ini berguna untuk beliau ! “ Balas Rough sambil terus menyerang kearah Oxtoroo
( SYAAAAT! SYAAAAAT! TRAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAANG ! )
“ Berbeda dengan dirimu... yang jadi Penasehat Kekaisaran karena posisi itu diturunkan dari keluargamu... bukan karena usahamu ! Semua orang yang terlahir dari keluargamu bisa saja dapat posisi itu dengan mudah tanpa harus berusaha ! “ Lanjut Rough Polly yang tidak terima dirinya dianggap tidak pernah berusaha dengan menyinggung posisinya Oxtoroo
( TRAAAAANG! TRAAAAANG! )
“ Yaaa ! Kuakui kau memang punya usaha ! Kau banyak berusaha sampai-sampai kau korbankan yang lain termasuk orang yang dketa denganmu demi usahamu ! “ Balas Oxtoroo dengan nada teasnya yang teringat akan pertemuan pertamanya dengan Rough Polly semasa zaman sekolahan dan melihat aksi nakalnya Rough dari belakang
“ Karena ada waktunya kita harus mengorbankan seseorang ! “
“ Tapi... pernah’kah kau merasakan sesuatu yang pahit akan orang yang kau korbankan demi usahamu ?! Seperti potensi pengkhianatan dan ekspose dari orang lain ?! “ Oxtoroo kembali bertanya tentang konsenkuensi yang diterima Rough atas semua aksinya
( TRAAAAANG! TRAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! )
“ Karena itulah... aku akan menyingkirkanmu... karena aku sudah sangat muak melihatmu! Tidak akan ada orang yang mampu melakukannya... kecuali aku ! “ Kata Oxtoroo sambil meninggikan nada suara
“ Pria lemah yang mengandalkan status keluarga seperti dirimu... berhentilah berbicara sok bijak didepanku ! Kau tidak ada apa-apanya selain pecundang !!! “ Balas Rough dengan nada tingginya
“ HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH “
( TRAAAAAAAAAAAANNG !!! )
Sementara itu, Morsdantaque dan Glabe terlihat sedang memasuki ruang kendali Kapal Induk. Kolonel Denzell terkejut akan melihat Morsdantaque yang kelelahan karena pertarungan sebelumnya. Tanpa basa-basi Morsdantaque langsung memberikan perintah yang mengejutkan seisi ruangan kendali Kapal Induk
“ Apa semua awak disini lengkap ?! “ Morsdantaque membalas pertanyaan Denzell dengan bertanya tentang awak kendali Kapal Induk
“ Tentu ! Kita juga- “
“ Kolonel Denzell ! Mari kita pergi... ke Planet Bumi... sekarang ! “ Morsdantaque memotong perkataan Denzell dengan langsung memberikan perintah untuk bergegas pergi ke Planet Bumi yang membuat seisi awak terkejut mendengar perintahnya
*****
Ditempatnya Rigel, terlihat sang mantan Delta El-Fighter tersebut berhasil menyuntikan Ataru dengan KRISTA SERUM tersebut dan seketika Nanobot yang ada didalam tubuhnya melebur tanpa sisa. Rigel sangat lega karena pencarian mereka tidaklah sia-sia
“ Ah ! Tuan Rigel ?! Di- dimana ini ?! “ Tanya Ataru yang baru saja sadar dan heran akan ruangan yang ada disekelilingnya
“ Nak Ataru ! Bagaimana ? Apa kau merasakan sesuatu yang aneh lagi dari tubuhmu setelah aku menyuntikanmu KRISTA SERUM ini ?! “ Tanya Rigel tentang kondisi yang dirasakan Ataru pada saat ini
“ Hmmm ? “
“ Kalau menurut dari pelacakku ini... iiiyap ! Suntikan itu sukses ! “ Jelas Pak Louss yang memeriksa tubuh Ataru dengan pena khususnya yang bisa melacak Nanobot
“ Eeeeh ? Ummm~ sepertinya apa yang dikatakan Pak Tua ini ada benarnya “ Sahut Ataru sambil merasakan sesuatu yang ada didalam tubuhnya
“ Benarkah ?! Baguslaah... tapi... apa yang terjadi dengan Nanobot itu ? Apa itu sudah benar-benar hancur ?! “ Rigel yang lega kembali bertanya dengan Pak Louss akan apa yang terjadi dengan Nanobot tersebut
“ Tentu saja ! Robot itu seketika hancur berkeping-keping karena efek dari suntikan tersebut ! Dan itupun jika mereka berusaha untuk memasukan itu lagi kedalam tubuhmu...Nanobot itu akan musnah karena efek suntikan tersebut ! Jadi sekaraaang~ tidak ada yang perlu kalian cemaskan ! “ Jelas Pak Louss tentang reaksi dari KRISTA SERUM tersebut
“ Okee~ mendengarnya saja aku bisa sedikit lega “ gumam Ataru
Tiba-tiba, speaker dari ruangan tersebut berbunyi dan terdengar jika Morsdantaque memberi sebuah pengumuman yang mengejutkan jika rombongan yang ada didalam Kapal Induk segera
“ Untuk semua yang ada didalam Kapal Induk... pertama-tama... aku ingin mengucapkan permintaan maaf yang sebesarnya kepada kalian... karena aku disini ingin melakukan invasi ke Planet Bumi segera ! “ Ujar Morsdantaque dari pemberitahuan tersebut
“ APA ?! “ Rigel dan Ataru terkejut saat mendengar pemberitahuan ini
“ Hah ! Mereka akan segera kebumi ?! “ Ujar Inuya dengan nada terkejutnya yang baru saja kembali memasuki Kapal Induk bersama dengan Energateez
“ Kita sudah banyak menerima beberapa tamu yang tak diundang berasal dari bumi ke Kapal Induk ! Sepertinya mereka benar-benar tidak sabar akan kedatangan kita ! Karena itu...sudah kuputuskan jika kita akan mempercepat kunjungan kita ke Planet itu dalam waktu 5 menit ! Aku yakin kalian semua sudah mempersiapkan segalanya untuk kunjungan kita kesana ! Aku harap kalian juga telah mempersiapkan Astraser dan beberapa robot kita untuk kesana ! Sekian pesan dariku ! “ Saat Morsdantaque mengakhiri pengumumannya dengan langsung mengaktifkan timer hitungan mundur dari 5 menit
“ Pangeran Morsdantaque akan melakukan invasi segera ?! Tolong percepat lelehkan es ini sekarang ! “ Perintah Galaztis kepada tentara bawahannya untuk mempercepat proses pelelehan es di tubuhnya
“ Siap pak ! “ kata semua tentara tersebut
“ Apa ?! Pangeran Morsdantaque mau mempercepat Invasi ?! Ada apa memang ?! “ Tanya si tentara yang melelehkan es di tubuh Galaztis
__ADS_1
“ Kau ini tuli apa ?! Ini semua karena penyusup Bumi sialan itu yang melakukannya ! Mereka benar-benar orang yang tidak sabaran ! “ Gerutu si tentara berkulit violet
“ Hei ! Sempat-sempatnya kalian bergosip ! Cepat bebaskan aku ! “ Gerutu Galaztis sambil menegur tentara tersebut
“ Ma- maafkan saya Pak ! “ Kata si tentara yang kaget saat Galaztis menegurnya
Saat mendengar pengumuman dari Morsdantaque membuat Jubei yang masih berada diruang rahasia langsung memberikan pesan kepada Tazuya jika Kapal Induk akan segera berangkat kebumi dalam waktu mundur 5 menit
“ Hei ! Apa yang kamu lakukan ?! “ Tanya Sampson yang menggendong Ryuga sambil melihat Jubei mengirimkan pesan ke TSP-03
“ Kapal Induk akan segera berangkat ! Kita harus beritahu Tazuya-kun dan DECA-I atau tidak mereka bisa tertinggal disini ! “ Ujar Jubei yang sedikit panik saat mendengar pemberitahuan tersebut
Di TSP-03, Tazuya dan DECA-I mendapatkan pesan dari Jubei yang mengatakan jika Kapal Induk akan segera berangkat kebumi dalam waktu 5 Menit. Tazuya sangat terkejut terlebih ia tidak punya banyak waktu jika ia dan DECA-I pergi ke Kapal Induk dengan meninggalkan TSP-03
( BIIP! BIIP! BIIP! BIIP! )
“ Siapa itu ? “ Tanya Anodyne kepada Tazuya tentang pesan tersebut
“ Dari Jubei ! Apa ?! Celaka ! Mereka akan pergi kebumi sambil mempercepat waktu persiapan menjadi 5 Menit ?! Kelihatannya mereka sengaja melakukan ini untuk memancingku datang kesana ! “ Ujar Tazuya dengan nada kegeramannya saat membaca pesan dari Jubei
“ Ayo cepat Tazuya ! Kita harus segera kesana ! “ Ujar DECA-I yang meminta Tazuya untuk bergegas pergi ke Kapal Induk
“ Tapi... ini tidak akan keburu jika kita kesana dengan meninggalkan pesawat ini ! Ah tunggu ! Aku ada ide gila yang bisa pergi kesana dalam waktu yang bersamaan mereka membuka portal ke Bumi ! “ Seketika Tazuya mendapatkan ide yang bagus untuk bisa pergi ke Kapal Induk dengan cepat
Disaat yang bersamaan dimana Tazuya mencari cara untuk bisa pergi ke Kapal Induk dengan tepat waktu, Inuya dan Energateez tidak sengaja bertemu dengan Galaztis yang sedang mencari keberadaan Ataru dan yang lain. Situasi menjadi sangat rumit ketika mereka kembali bertemu dengan Meteoralez yang baru saja kembali
“ CELAKA ! “ Inuya dan Energateez terkejut saat mereka tidak sengaja bertemu dengan Galaztis
“ Oh oh oh ! Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kalian lagi disini ! Aku tahu aku bukanlah orang yang kalian cari~ “ Kata Galaztis kepada Inuya dan Energateez
“ Iiiish~ Tentu saja bukan ! Karena itu jangan coba-coba kau berusaha utnuk menyerang kami ! “ Kata Energateez dengan nada tegasnya
“ Ah ! Ooooh~ kau disini juga ya Galaztis ! Apa kau disini datang untuk mencuri mangsaku ?! “ Tanya Meteoralez yang juga datang menghampiri mereka
“ Heh ! Kenapa tidak kau tanyakan saja mereka langsung ?! “ Balas Galaztis yang meminta Meteoralez untuk bertanya kepada Inuya dan Energateez
“ Sialan ! Sepertinya tidak ada cara lain selain kita harus menghadapi mereka lagi ! “ Keluh Inuya kepada Energateez yang mau tidak mau bersiap untuk menghadapi kedua prajurit elit tersebut
Tazuya duduk di meja kendali pesawat TSP-03 dan meletakan DECA-I tepat ditengahnya sebagai pemandunya dalam mengendalikan pesawat. Disaat yang bersamaan dimana DECA-I menjelesakan tentang kendali pesawat tersebut, Kolonel Denzell terlihat mulai membukakan program teleportasi Kapal Induk dengan tujuan destinasi ke planet Bumi
“ Hei hei ! Kau tahu cara untuk mengendalikan pesawat ini ?! “ Tanya DECA-I yang heran dengan apa yang dilakukan Tazuya
“ Tidak sih~ karena itulah kenapa aku meletakanmu disini ! Jadi kau bisa menolongku untuk mengendalikan pesawat ini ! Ayo DECA-I... lakukan dibagianmu ! “ Ujar Tazuya yang meminta kepada DECA-I untuk menghubungkan dirinya ke monitor TSP-03
“ Eeeer~ baiklah~ “ Kata DECA-I yang langsung menghubungkan dirinya ke monitor
“ Naaah cucuku~ sekarang lakukanlah ! “ Ujar Anodyne dengan tenang sambil duduk dibelakang Tazuya
( SRIIIIIIIIIIIIIIIIIIING )
“ 1 menit lagi ! Mereka sedang membukana portal ! DECA-I... apa disini ada program untuk mempercepat laju pesawat ?! “ Tanya Tazuya kepada robot tersebut
“ Ya ! Pesawat ini memiliki program Light-Speed ! Ini diaa~ “
“ Eeehh ? Persentase apa ini ?! “ Tazuya semakin bingung dengan persentase penggunaan Light-Speed yang d
“ Itu adalah persentase kapasitas penggunaan Light-Speed ! Semakin banyak kau menggunakan persentase tersebut maka- “
“ Kapasitas 60%... titik koordinasi Kapal Induk itu ! Aktifkan ! “
“ HEI ! JANGAN GUNAKAN DIATAS 50% KARENA- “
“ KITA TIDAK ADA WAKTU YANG BANYAK ! SEKARANG PEGANGAN YANG ERAT E-RAAAAAAAAAT “
( ZYUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG !!!! )
“ UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA “
TSP-03 melesat dengan cepat karena efek dari program Light-Speed yang dipasang Tazuya dengan kapasitas 60%. Disaat yang bersamaan dimana Kapal Induk sedang memproses pembukaan portal telepotasi, tiba-tiba...
“ Mulai perhitungan mundur ! 10... 9... 8... 7... 6... “
( ZAAAAAAAAAASSSH )
“5... 4... 3... “
“ Ah ! Kolonel! Pangeranku ! Hentikan ini ! “ Teriak sang petugas yang panik melihat kedatangan TSP-03 yang melesat kearah Kapal Induk dari monitor
“ Sekarang ada a- “
( BUUUUUUUUUUUUUUUUUUMMMM !!!! )
“ Uwaaaaaaa “ Petugas kendali Kapal Induk banyak yang terjatuh karena dentuman tersebut
“ Ah ! Apa-apaan ini ?! “ Morsdantaque yang hilang keseimbangan sangat terkejut saat merasakan Kapal Induk mulai bergetar karena efek dari hantaman pesawat TSP-03 yang sangat kuat
“ A- apa-apaan ini ?! “ Tim Swift Polly yang masih bersembunyi juga ikut kaget karena merasakan getaran yang sangat kuat
“ Aduuuuh ! Lagi-lagi ini apa ?! “ Gerutu Meteoralez yang pertarungannya terganggu karena geraran tersebut
“ Perasaan ini... Tazuya ! Dia kemari ! “ Inuya bisa merasakan jika getaran tersebut berasal dari Tazuya melalui kontak telepatinya
__ADS_1
“ Tazuya-kun ! Oh tidak ! Dia kesini ! “ Kata Ataru yang terkejut akan kedatangan Tazuya
*****