
“ Hah ! Ryuga ! Jubei ! “ Gumam Tazuya yang merasakan kontak spiritual mereka berdua yang menandakan kekalahan mereka
( TRAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! TRAAAAAAAANG! )
“ Celaka ! “ Keluh Ataru
“ Ada apa ?! “ Tanya Dullart kepada mereka berdua
“ HEI KALIAN ! FOKUS ! “ Panggil Morsdantaque dengan cepat langsung menyerang kearah Dullart saat mereka bertiga lengah sesaat
“ AWAS ! “ Panggil Tazuya kepada Dullart untuk menghindar
( TRAAAAAAAAAAAAAAANG ! )
“ Hmph ! Masih bisa konsentrasi juga rupanya ! “ Ujar Morsdantaque yang memuji akan kecekatan Dullartg
“ Terima ini ! Kaze No Shizuku ! “ Tazuya mengambil kesempatan untuk menyerang Morsdantaque
( WUUUUUUUUUUUUSSSSSH ! )
“ Celak ! Celaka ! Jubei ! Ryuga ! Tunggulah kami ! “ Gumam Tazuya dari dalam hati sambil meneruskan pertarungan mereka
“ Tazuya-kun ! Ayo berfokus ! Kita harus berhasil mengalahkan orang ini ! “ Sahut Ataru yang meminta Tazuya untuk tidak terlalu mencemaskan Ryuga dan Jubei
“ Kkkh ! Yaaa ! “ Gumam Tazuya yang setujuh dengan Ataru untuk tetap fokus dalam pertarungan
Di sisi lain, Rigel bersama dengan Argus masih bertarung dengan Gretue diruangannya. Rigel terlihat juga merasakan kekalahannya Ryuga dan Jubei yang membuat ia lengah sesaat dari serangannya Gretue
“ Oh tidak ! Ryuga ! Jubei ! Me- mereka- “
( SYAAAAT ! )
“ Egh ! “ Rintih Rigel yang terkena serangannya Gretue
“ Tuan Prisman ! Ada apa ?! “ Tanya Argus
“ Dua dari kelima muridku ada yang berhasil ditangkap ! HYAAAH ! “ Jawab Rigel yang kembali berfokus menyerang Gretue
( TRAAAAAAAAAANG ! )
“ Ditangkap ?! Oh ! Tidak ! “ Ujar Inuya dari dalam hati yang mulai mencemaskan Ryuga dan Jubei
Setelah berpikir sesaat untuk memikirkan apa yang ia harus lakukan, Inuya memutuskan untuk meninggalkan Rigel dan Argus untuk pergi mencari Ryuga dan Jubei. Gretue yang menyadari keberadaan Inuya yang tidak sempat menggunakan program kamuflasenya langsung mengambil tindakan dengan menembak kearahnya dengan tembakan laser untuk menghentikan
“ Ah ! Siapa dia ?! “ Gretue yang menyadari keberadaan Inuya yang berlari meninggalkan ruangan langsung menembaknya
“ Celaka ! “ Rigel dengan sigap menghentikan aksinya Gretue dengan melepaskan pistol lasernya dengan Anthemusa
( ZYUUNG! ZYUUUNG! TRAAAAAAAK ! )
“ Ah ! “
“ HYAAAAAAAAH ! “ Rigel langsung menebas Gretue dengan Anthemusa
( SYAAAAAAT! )
“ Kkkh ! Apa anak tadi juga bagian dari kelompokmu ?! Kelihatannya ia sedang mencari seseorang diluar sana ! Aku harap yang lain baik-baik saja ! “ Tanya Gretue yang berusaha untuk bangkit kepada Rigel dan Argus
“ Aku senang ada musuh yang masih bisa bersimpati dengan lawannya “ Ujar Rigel kepada Gretue
Saat Inuya berlari untuk mencari keberadaan Ryuga dan Jubei, ia tidak sengaja menabrak Pak Louss yang bergegas pergi keruangan Gretue untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting yang ia temukan diruangan kerja Rough Polly
( BRUUK ! )
“ Auh ! Eh ! Kaaau ! Bu- bukannya kau sedang diruang Pangeran Gretue dengan gurumu itu ? “ Tanya Pak Louss
“ Yaa ! Mereka masih ada disana ! Maaf aku permisi dulu ! Ini genting ! “ Ujar Inuya yang langsung meninggalkan Pak Louss yang masih kebingungan
“ Hei ! Aaaaah serah deh ! “
Melihat ia tidak bisa menanyakan apa-apa kepada Inuya yang tiba-tiba berlari meninggalkannya, Pak Louss memutuskan untuk kembali mencari Gretue. Di ruang mesin belakang, terlihat ketiga prajurit elit tersebut masih menunggu bantuan dari tentara militer untuk membebaskan mereka dari ruangan tersebut selama kurang lebih 1 jam
“ Hmmmm ! “
“ Jadi itu beneran si Kapten kita sudah bebas ? “ Tanya Meteoralez yang duduk bosan diruangan tersebut
“ Mungkin “ Jawab Rough Polly dengan singkat
Tidak lama kemudian, pintu ruangan tersebut mulai terbuka secara perlahan. Ternyata yang membukakan pintu ialah tentara suruhannya Glabe yang sedang memeriksa keberadaan mereka dan V-FIGHTER lainnya diarea sekitar sana
“ Ah ! Prajurit elit ! “ Ujar si tentara yang terkejut melihat keberadaan mereka bertiga
“ Ke- kenapa mereka ada disini ? “ Tanya si tentara satunya yang kebingungan
“ Hei ! Harusnya kami yang bertanya kepada kalian apakah kalian adalah Fighter sialan yang menyamar itu ! “ Gumam Meteoralez dengan nada kekesalannya kepada kedua tentara itu
“ Hiiiy ! “
“ Hei hei ! Tenang Meteo-san ! Mereka bukanlah bocah Fihter itu ! Lihat baik-baik dengan matamu ! “ Galaztis berusaha untuk menangkan Meteoralez yang hampir ingin menghajar kedua tentara tersebut
“ Hmph ! Untung kau ingatkan ! “ Ujar Meteoralez yang sedikit malu karena telah salah paham dengan kedua tentara yang telah menolong mereka
“ Mana Glabe ? “ Tanya Rough Polly kepada mereka berdua
“ Sedang mengurus kedua penyusup yang menggunakan battlesuit berwarna pink dan hijau ! Sekarang mereka akan dibawa keruang tahanan “ Jelas si tentara pertama
“ Hooo ! Si Spezialist dengan teman rambut birunya itu rupanya “ Gumam Galaztis yang masih mengenal Ryuga dan Jubei
__ADS_1
“ Ayo berpencar ! Siapa tahu nanti kita bisa menemukan mereka secepatnya ! “ Ajak Meteoralez untuk kembali menlanjutkan pencarian mereka
“ Yaaa ! “
Disaat yang bersamaan, Pak Louss akhirnya sampai keruangan pribadinya Gretue dimana ia bisa melihat pertarungan antara sang pangeran kedua melawan Rigel dan Argus. Ditengah keseruan pertarungan mereka, Pak Louss menghentikan mereka bertiga dengan bola asap yang selalu ia bawa untuk menghindar dari orang asing yang mendekatinya
( BUFFFF )
“ Uhuk ! Uhuk ! A- apa-apaan ini ?! “ Tanya Rigel
( ZAAAAAAAAASH )
“ Agh ! “ Gretue tiba-tiba diserang oleh Pak Louss dari belakang dengan kejutan listriknya
“ Ah ! Pangeran Gretue ? “ Argus sedikit terkejut saat melihat ada seseorang yang menyerang Gretue dari belakang
“ HEEEEEI ! Hentikan ! Semua dengarkan aku ! Jika kalian adalah sosok yang bisa menghargai seseorang... berikan aku waktu untuk bicara sesuatu yang sangat penting ! “ Ujar Pak Louss dengan nada tidak sabarannya
“ Pak Louss ! Ada apa ?! “ Tanya Argus
“ Lebih baik anda cepat-cepat membawa Pangeran Gretue keruanganku sekarang ! Sebelum Pangeran Morsdantaque menjalankan rencana lainnya ! “ Jawab Pak Louss dengan nada paniknya
“ Apa ?! “ mereka bertiga terkejut dengan perkataannya
“ Karena... Rough Polly sudah memasukan Nanobot kedalam tubuh para petinggi dan sebagian besar tentara yang ada dikapal induk ini ! Termasuk Pangeran Gretue ! “ Jelas Pak Louss dengan nada paniknya yang membuat Rigel dan Argus terkejut mendengar penjelasannya
“ Na- nanobot ?! “
“ Ditubuh Pangeran Gretue ?! “ Ujar Argus sambil memperhatikan Gretue yang berusaha untuk kembali bangkit
“ Apa itu artinya aku juga ?! “ Tanya Argus yang sedikit panik sambil memperhatikan terlapak tangannya
“ Tidak ! Sebenarnya hanya kau petinggi militer yang tidak memiliki itu ! Begitu juga dengan Pak Louss ! Dia juga tidak memiliki itu karena ia ikut denganmu ! Karena itulah aku bertarung denganmu agar kamu terbebas dari kendalinya Morsdan... atau dari sesuatu yang buruk yang akan ia perbuat kepadamu ! “ Ujar Gretue yang kembali menyerang kearah Argus
“ Ah ! “
( SYAAAAAAT! TRAAAAAAAAANG! )
“ Prisman-san ! “ Rigel dengan sigap langsung menahan serangannya Gretue dan melindungi Sang Jenderal tersebut
“ Jadi itu alasan kenapa kau tidak mau membantunya ? Kurasa Si Morsdantaque itu sudah mempersiapkan segalanya sejak lama ! “ Ujar Rigel yang masih menahan pedangnya Gretue
“ Yaaa ! Karena itulah aku benar minta maaf soal ini ! “ Sahut Gretue yang kembali menyerang kearah Rigel dan Argus
( TRAAAAANG! TRAAAAANG! TRAAAAAAANG! )
“ HIYAAAARRGH ! “
( TRAAAAAAAANG ! TRAAAAAAAANG ! )
“ ARGH ! “ Rintih Gretue yang terkena serang Argus
“ Bagus ! First Step : ICE COLUMN ! “
“ Ah ! Cela- “
Melihat Rigel berniat untuk melakukan penyerangan terhadap Gretue, Argus langsung menghindarinya untuk memberikan celah Rigel untuk menyerang kearah sang pangeran kedua tersebut. Rigel mengarahkan Anthemusanya dan langsung membekukan tubuhnya Gretue
( BUUUUUUUUM !!! )
“ Luar biasa ! Jadi ini adalah kekuatanya para Prisman Beta ?! Dua dia benar-benar keren ! “ Ujar Pak Louss yang berdecak kagum dengan kemampuannya Rigel
*****
Disisi lain, Morsdantaque terlihat berhasil mengalahkan Tim Dullart dimana Tazuya akhirnya menjadi yang terakhir dikalahkan olehnya. Tim Dullart dan Morsdantaque terlihat sudah mulai kelelahan dengan pertarungan mereka. Walau demikian, mereka masih tetap ingin melanjutkan pertarungan apapun kondisinya
“ Haaaah! Haaaah! Haaaaah! Haaaaaah! “
“ Masih bisa berdiri ?! Kuakui kalian benar-benar tidak hanya kuat... tetapi juga keras kepala ! “ Gumam Morsdantaque
“ Kau juga tidak ada bedanya sama kami ! Sama-sama keras kepala karena alasan bertarung kita ! “ Sahut Tazuya yang kembali untuk berdiri
“ Hmph ! Kuakui kau yang menang di rounde pertama ! Tapi ini bukan berarti kau bisa berbangga hati terlebih dahulu ! “ Ujar Dullart yang kembali
“ Jadi masih ingin bertarung ?! Hmph ! Boleh ! Aku sudah menduga jika kalian mau melakukan rounde kedua ! Akan kuberikan pertarungan yang lebih menarik untuk kalian bertiga dalam pertarungan kita ! “
Morsdantaque menangkat tangan dan menjentikkan jarinya. Tiba-tiba, lima tentara militer Theta masuk keruangan tersebut dan langsung bersiap untuk menghadapi mereka. Tim Dullart bisa merasakan ada yang tidak beres dari kelima tentara tersebut
“ Waduh ! Ini akan menjadi semakin rumit ! “ Ujar Ataru yang mulai resah dengan situasi disekitar mereka
“ Dullart-san ! “ Panggil Tazuya saat merasakan ada yang salah dari tentara tersebut
“ Aaah ! Apa kalian merasakan ada yang salah dari mereka ?! “ Tanya Dullart kepada Tazuya dan Ataru
“ Se- sepertinya... begitu ! “ Ujar Tazuya dan Ataru sambil memperhatikan lawan mereka
“ Ada masalah ?! Kalian tidak usah cemas dengan mereka ! Seperti yang kalian tahu... mereka semua sudah berpengalaman untuk bertarung ! Jadi mau sekecil atau sebesar apapun serangan yang dikeluarkan... itu bukanlah masalah ! “ Jelas Morsdantaque dengan nada santainya disaat yang bersamaan kelima tentara itu mulai mengeluarkan senjata mereka
“ Cih ! “
“ Maju ! “ perintah Morsdantaque kepada mereka berlima
Kelima tentara tersebut mulai menyerang kearah mereka bertiga dan dengan sigap Tim Dullart langsung menahan serangan mereka. Saat mereka sibuk untuk menangkis semua serangan para tentara tersebut, Morsdantaque langsung mengambil kesempatan besar untuk menyingkirkan Dullart dari Tazuya dan Ataru
( SYAAAT! SYAAAT! TRAAANG! TRAAAANG! TRAAANG! )
“ Cih ! Mereka sangat tangguh ! HAAAAH ! “ Keluh Ataru yang mengalami
__ADS_1
“ AH ! DU- DULLART-SAN ! “ Panggil Tazuya yang melihat Morsdantaque berlari kearahnya
“ Apa ?! “ Dullart terkejut saat melihat Morsdantaque tiba-tiba sudah berada didepannya
( SYAAAAT! BRAAAAAK! )
“ AGH ! “
“ Tunggu ! “ Ataru yang melihat kejadian itu berusaha untuk mengejar mereka
( SYAAAT ! )
“ Ayo Adikku ! Kita cari tempat yang sesuai untuk bertarung ! “ Ajak Morsdantaque sebelum ia lari meninggalkannya
“ Hmph ! “ Dullart akhirnya mengejarnya
Morsdantaque menyerang Dullart dan mendorongnya dengan kuat keluar dari ruangan uji coba. Dengan cepat ia langsung mengunci pintu ruangan tersebut agar Tazuya dan Ataru tidak bisa mengejarnya
“ Ah ! Pintunya ! “ Tazuya panik saat melihat mereka berdua terkunci bersama kelima tentara tersebut
“ HAAAAAAAAAH ! “
( TRAAAAAAAANG! )
“ Jadi ini yang namanya kekuatan Kazenoid ?! Hmph ! Hebat ! “ Puji sang tentara yang kagum dengan Perisai Mentalnya Tazuya disaat yang bersamaan dimana sang tentara lain berusaha untuk menyerang Tazuya dari belakang
“ Ah ! “ Tazuya terkejut saat ada yang menyerangnya dari belakang
( DUAAAGH ! DUAAAGH ! )
“ Kkkh ! Ah ! “ Tazuya mulai kewalahan menggunakan Perisai Mental
“ HYAAAAAAAAAAAAAAH ! “ Tazuya kemudian menggunakan Psikokinesisnya untuk menyingkar lawannya yang secara tidak sengaja membuat Ataru ikut terpental karena kemampuannya tersebut
( BUUUUUUUUUM ! )
“ UWAAAAAAAAA !! “
“ Ah ! Agh ! Uuuggh ! HEI TAZUYA-KUN ! “ Panggil Ataru pasca terpental oleh kekuatannya Tazuya
“ Maaf jika aku sedikit ceroboh ! Tapi ini karena mereka yang memintaku untuk serius dan menikmati pertarungan... aku tidak punya pilihan selain menggunakannya dalam skala yang cukup besar ! “ Ujar Tazuya dimana matanya bersinar menjadi putih dan dikelilingi aura berwarna biru muda yang menandakan keseriusannya dalam bertarung
“ Hiiiiy ! “ Salah satu tentara menjadi ngeri melihat Tazuya
“ Ba- bagaimana ini ?! “ Tanya si tentara yang bertubuh tinggi kepada rekan-rekannya dengan rasa ketakutannya yang jelas dirawut wajah
“ Cih ! Kita harus tetap bertarung ! Jika tidak kita akan mendapat hukuman dari beliau karena ketakutan kita atau dipaksa bertarung sampai kita kehilangan rasa untuk hidup bebas ! “ Ujar sang tentara yang berpangkat bintara
“ Apa kata mereka ?! Hilang rasa untuk hidup bebas ?! Apa-apaan ini ?! “ Ataru berpikir akan perkataan mereka berlima
“ Hmmm ! Menarik ! Apa kamu siap Ataru ?! “ Tanya Tazuya kepada Ataru
“ Yaaa ! Tapi kita harus berhati-hati Tazuya-kun ! Karena mendengar dari perkataan mereka saja membuatku semakin penasaran akan apa yang dilakukan Morsdantaque ! “ Ataru memberi peringatan kepada Tazuya
“ Hah ?! Apa maksudmu ? “ Tanya Tazuya yang penasaran dengan apa yang dikatakan Ataru
“ AYOOOOOOOOOOOO ! SUDAH CUKUP CELINGAK-CELINGUKNYA DAN HADAPI KAMIIIIIIIIII ! “ Kelima tentara tersebut langsung berlari kearah mereka berdua dan bersiap untuk kembali bertarung
“ Oh’ho ! “
“ A- Ayo kita mulai lagi ! “ Ujar Tazuya yang bersiap untuk kembali bertarung
“ Oke Alphaku ! “ Ataru menyetujui ajakannya Tazuya
“ HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH “
( Syaaaat! Syaaaat! Syaaaaat! Syaaaaaat! )
Sambil bertarung Tazuya juga memikirkan akan apa yang Ataru pikirkan tentang kelima tentara tersebut dengan kontak spiritualnya. Tazuya sebenarnya juga sependapat dengan si Dewa Kematian tersebut karena ia juga merasakan ada sesuatu yang lain yang telah direncanakan oleh Morsdantaque
“ Begitu ya ! Sebenarnya aku merasakan hal sama denganmu Ataru ! Terutama mendengar apa yang mereka katakan sebelumnya ! “ Pikir Tazuya
Inuya sedang mencari keberadaan Ryuga dan Jubei dengan mendeteksi kontak spiritual mereka dan mengaktifkan program kamuflase untuk membuatnya tidak terlihat oleh siapapun. Saat dilacak , ternyata mereka berdua dibawa Glabe kesebuah ruang tahanan khusus yang tidak sama dengan ruang tahanan yang sempat ditempati oleh Swift Polly
“ Aaaah ! Rough Polly ! Akhirnya kalian bertiga bisa bebas juga rupanya ! “ Sambut Glabe sambil memperhatikan Ryuga dan Jubei diletakan dikursi pengikat
“ Lihat tanganmu ! Aku tidak menyangka jika kau melakukan hal nekat seperti itu untuk keluar dari jebakan mereka ! “ Gerutu Rough Polly sambil memperhatikan telapak tangannya yang dibaluti dengan perban
“ Jika aku tidak melakukan itu... maka mereka berdua akan lari dari kita ! Dimana si mantan kapten dan sibesar itu ?! Dan kenapa kau tidak bersama mereka ?! “ Jelas Glabe sambil bertanya keberadaan Galaztis dan Meteoralez
“ Saat mendengar penjelasan dari bawahan jika kamu sudah menangkap dua El-Fighter itu membuatku penasaran dengan apa yang ingin kau lakukan kepada mereka ! Dan aku yakin kau tidak hanya ingin mengurung mereka dipenjara bukan ? “ Jelas Rough Polly sambil menebak apa yang akan dilakukan Glabe kepada Ryuga dan Jubei
“ Hmph ! Tahu juga kau ! “ Ujar Glabe dengan nada sedikit jengkel
Inuya memperhatikan perkataan mereka dan Glabe yang langsung mengaktifkan sebuah lemari otomatis khusus yang ada diruangan tersebut. Mereka kelihatannya belum menyadari akan keberadaan Inuya didalam sana dikarenakan ia menggunakan program kamuflase
“ Ah ! Apa itu ?! “ Pikir Inuya
“ Tentu saja aku tahu ! Ini adalah bagian dari ideku ! Dan aku sangat menginginkan untuk melakukan ini sudah sejak lama ! “ Sahut Rough Polly sambil menyiapkan jarum suntik yang berisi cairan khusus berwarna hijau
“ Yaaa~ Yaaaa~ itu karena Nanobot adalah kreasimu ! “ Ujar Glabe
“ Nanobot ?! “ Pikir Inuya yang kaget dengan apa yang dikatakan Glabe
“ Tentu ! Dengan ini... kita akan menggunakannya untuk mengalihkan perhatian El-Fighter lain untuk tidak mengacaukan pertarungan Pangeran Morsdantaque dan Tuan Muda Dullart ! “ Jelas Rough Polly
“ Hu’uh ? “
__ADS_1
“ Dan jika mereka tetap ingin mengacaukannya... konsenkuensinya ialah aku dan ini ! “ Lanjut Rough Polly yang membuat Inuya terkejut dengan apa yang ia bicarakan tentang rencana jahat mereka
*****