Gita Senja Geetruida

Gita Senja Geetruida
Pria Masa Lalu


__ADS_3

"Akhirnya mantan gadis ianjo itu keluar juga dari persembunyianya, haha ... Takeshi bodoh, terlalu percaya sama Arrabella, tidak tahu kalau pelacur itu malah bepergian sambil bergandengan tangan dengan asisten pribadinya sendiri, haha ... Arrabella, gara-gara kamu aku jadi pengangguran semenjak aku dikeluarkan dari kesatuan angkatan laut, kamu harus bertanggung jawab," gumam seseorang yang mengintai kebersamaan Aya dan Agastya dari jauh.


***


"Aya, kita sudah 1 tahun menikah. Apa kami bahagia?" tanya Agastya pada istrinya sambil mereka berjalan menyusuri jalan menuju kampus tertua di Indonesia.


"Menurut mas? Mas sekedar ingin tahu atau ingin meng-evaluasi?"


"Hm, sekedar ingin mendengar pendapatmu. Aku tidak berhak memgevaluasi karena sebagai suami, aku masih banyak kekurangan.


"Sama, sebagai istri juga aku masih banyak kekurangan dan harus banyak belajar menjadi pendampingmu, mas."


Agastya menggenggam erat jemari Aya.


"Meski rumah tangga yang kita jalani sedikit tidak lazim, tapi aku suka dengan takdir yang digariskan Allah untuk kita, sayang."


Aya menoleh dan tersenyum pada suaminya, "Aku juga. Apapun yang kita alami sejauh ini, wajib disyukuri bukan, mas?"


"Tentu. Aku janji, pelan-pelan kita akan lepas dari tuan Takeshi agar kita bisa berumahtangga sebagaimana mestinya. Kamu, tidak lagi harus berpura-pura jadi kekasih tuan."


Sepasang suami istri itu tidak sadar keberadaan mereka sedang diincar 2 pria berbeda yang memiliki dendam terhadap Aya itu pun bergantian mendatangi gedung fakultas pilihan masing-masing untuk mengisi formulir pendaftaran mahasiswa baru. Menjadi orang-nya tuan Takeshi yang memiliki nama ternyata membuat mereka lancar dalam berurusan.


"Mas, aku hanya ingin tahu seandainya aku terjebak jadi jugun ianfu lagi apakah mas a-"


"Hei, kamu sedang berencana mencari uang dengan cara kotor seperti itu?" potong Agastya.


"Tidak. Sama sekali tidak. Meskipun bekerja disitu gampang cari uang, aku tidak akan memilih jadi budak disitu, aku hanya berandai-andai saja," sahut Aya sambil menoleh pada bangunan ianjo yang baru saja dilewati mobil mereka.


"Percuma saja usaha tuan Takeshi selama ini jika kamu sampai kembali ke tempat terkutuk itu. Kupikir, selama masih ada tuan Takeshi, itu tidak akan terjadi. Dan aku janji, aku akan menarikmu keluar dari lumpur dosa itu, sayang.


"Ya, ya .. aku tahu aku hanya teringat perkataan tuan Isao padaku saat pertama kali aku diajak ke acara kenegaraan sama tuan Takeshi. Tuan Isao tidak percaya kalau aku adalah kekasih tuan Takeshi, bahkan tian isao bilang, sekali pelacur tetap pelacur."


Agastya yang tahu betul kisah mengenai tuan Isao mendadak geram mendengar penuturan istrinya. "Jangan pernah mendengarkan komentar negatif dari orang yang tidak berguna seperti itu, Aya. Dia janya ingin mengintimidasi pikiranmu agar kepercayaandirimu runtuh.


Pssssssttt, pssssttt. Agastya dan Aya merasa mobil yang mereka tumpangi sedikit oleng.


"Mas Aga, ada apa ini, hati-hati," seru Aya panik.


"Sial, ban kita bocor, sayang. Sebentar aku ganti dulu," sahut Agastya sambil keluar dari mobil.

__ADS_1


Prok, prok, prok.


"Hahaha, kena kau Arrabella. Apa kabar cantik? Kira-kira apa reaksi laksamana Takeshi saat tahu kekasihnya berduaan dengan pria lain?" ujar Isao yang tiba-tiba berdiri di sisi mobil yang dikendarai Aga.


"Tu-tuan isao," ucap Aya dengan bibir gemetar.


"Iya sayang, memang aku begitu tak terlupakan bagimu, kan? Kamu tidak rindu kehangatanku, hm? 1 tahun jadi kekasih Takeshi, tentu tidak mampu mengimbangi keliaranmu di tempat tidur, bukan?" kata Takwshi dengan tatapan genitnya.


"Hei, jaga bicaramu, tuan!" Hardik Agastya.


"Haha, yang perlu menjaga bicara itu kamu, dasae jongos. Aku bisa memberimu banyak uang kalau kamu mau bekerjasama denganku," tawar licik Isao.


"Bekerja sama dengan manusia rubah sepertimu? Cih, tidak sudi!"


"Hei, hei ... berani kamu, ya. Apa tidak sadar kalau kamu hanya pemuda Indonesia yang tidak berarti? Sekarang bagaimana kalau kamu yang berlaku mesra pada kekasih Takeshi ini kulaporkan? Hah, tidak takut nyawamu melayang?"


"Coba saja laporkan, tuan Takeshi tidak akan percaya padamu," sahut Agastya sambil terus melakukan pekerjaannya mengganti ban mobil.


"Percaya diri sekali kamu, jongos! Jangan lupa aku ini perwira yang memiliki keahlian sebagai negosiator, bicara manipulatif dengan tuanmu bukan hal yang sulit bagiku."


"Bicara manipulatif? Bilang saja tuan mau mengarang cerita pada tuan Takeshi."


"Sudah selesai, mas?" tanya Aya sambil memberikan sapu tangan untuk Agastya.


"Iya sayang, ayo kita pulang."


"Hei, kalian mau ke mana? Mencari tempat yang nyaman untuk bercinta?" ujar Isao.


"Tidak perlu mengurusi kami," jawab Agastya dengan nada gusar.


"Haha, sekali saja kutarik pelatuk maka aku bisa membuatmu segera berpindah alam," ancam Isao.


"Tuan, kenapa berkata begitu?" tanya Agastya.


"Tinggalkan Arrabella."


"Tidak bisa. Aku bertanggungjawab penuh atas dia."


"Tanggung jawab apa? Kalian pikir mataku buta? Aku tahu kalau ada sesuatu yang spesial diantara kalian, kalian itu pengkhianat, berani bermain dibelakang tuan Takeshi, aku akan adukan pada beliau."

__ADS_1


"Ya sudah, lakukan saja."


"Hah, sebaiknya kamu takut akan akibatnya kecuali ..."


"Kecuali apa?"


"Kamu tinggalkan Arrabella atau paling tidak izinkan aku bersamanya barang 1 jam untuk mengenang sedikit indahnya percintaan kami dulu."


"Kurang ajar!"


cegah


"Mas sudah jangan ladeni tuan itu," Aya pada Agastya yang hendak menghajar Isao.


"Lihat, Arrabella saja menahanmu. Tentu karena dia juga mau berduaan denganku. Pelacur memang gitu, walauoun dia punya kekasih, tapi dengan santai bersikap mesra dengan jongos kekasihnya dan sekarang tentu saja dia juga mau melayaniku. Ayo sayang, kita lakukan di mobil saja," kata Isao sambil meraih tangan Aya.


"Tidak bisa!"


"Heisss, kamu ini kenapa? Pilihanmu hanya 2, kamu kuadukan ke Laksamana Takeshi atau ... biarkan aku mencicipi nikmatnya tubuh pelacur ini. Atau kamu juga ingin merasakan kehangatannya? Boleh, tapi setelah aku selesai dulu," tawar Isao lagi.


"Saya pilih yang pertama, tuan."


"Haha, baiklah. Sekarang ayo menemui laksamana Takeshi. Biar Arrabella juga tahu betapa bengis kekasihnya itu." Ujar Isao sambil menuju mobilnya.


"Apa dia akan menuju rumah dinas?" tanya Aya pada suaminya yang sedang mengemudi mobil, mengekori mobil Isao.


"Sepertinya begitu."


"Kita harus mencegahnya."


"Kenapa? Tuan Takeshi tidak akan mempermasalahkan, malah tuan Isao yang malu."


"Jangan sampai tuan Isao ke rumah dinas."


"Mencegahnya menemui tuan Takeshi? Apa kamu mau melayani keinginan pria masa lalumu itu?" jawab Agastya kesal.


"Mas! Apa yang mas pikirkan? Aku hanya memikirkan jangan sampai tuan Isao tahu kalau nyonya Monic ada di situ."


"Astaga ... itu tuan Isao yang merupakan lelaki-nya nyonya Monic, ya? Aish, kenapa baru bilang, sih?" Lihat mobilnya sudah melesat jauh di depan kita tidak bisa menghentikannya."

__ADS_1


"Yah, semoga tidak terjadi apa-apa," harap Aya.


__ADS_2