Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
100. Menjenguk baby utun


__ADS_3

Hari ini adalah empat puluh hari meninggalnya papa Rei, kandungan Rei juga semakin besar. Memasuki usia dua puluh empat minggu kehamilannya, Rei makin kesulitan bergerak karena perutnya semakin besar.


Aktivitas Rei sekarang lebih banyak didalam rumahnya, hanya sesekali menemani suaminya ke restoran atau kafe jika sedang bosan dirumah.


Rei juga sesekali bertemu dengan teman teman yang mengajaknya usaha sampingan sekedar untuk menyalurkan hobinya yang juga baru dia geluti sejak bergabung dengan mereka.


Tak banyak yang Rei lakukan, paling tidak dia tak merasa bosan. Rei juga melanjutkan hobinya membaca.


Sudah banyak buku yang dia baca, mulai dari buku seputar kehamilan, masakan dan juga tentang merawat bayi.


Rei berniat merawat bayi mereka sendiri tanpa bantuan baby sitter. Rei juga sudah mengutarakan niatnya pada sang suami, dan Ardan hanya mendukung apapun keputusan istrinya.


Tapi Ardan juga tidak memaksakan jika istrinya kesulitan dan tak sanggup, dia akan mencarikan baby sitter untuk bayinya.


###


Ardan sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu siaga jika istrinya membutuhkan. Karena bagaimanapun keberadaan calon bayi yang ada dalam perut istrinya adalah kontribusi nya.


Ardan dengan setia menemani istrinya untuk memeriksakan kehamilan nya setiap bulan ke dokter kandungan.


Bahkan tanpa malu Ardan yang bertanya pada dokter tentang bayinya, tentang makanan yang wajib dikonsumsi dan yang harus Rei hindari selama kehamilan.


Ardan juga tidak malu menanyakan tentang hubungan suami istri yang baik selama hamil. Rei sebenarnya malu tapi suaminya tampak cuek setelah menanyakannya.


Karena selama ini mereka berdua memang belum pernah berhubungan intim sejak Rei mengalami mual dan muntah.


Ardan tidak tega melihat istrinya kesakitan, jadi dia lebih memilih bermain solo dikamar mandi. Juga Ardan menunggu penjelasan dari dokter agar tidak membahayakan janinnya.


Dokter tersenyum mendengar pertanyaan dari pasiennya, karena dia sudah biasa mendapatkan pertanyaan semacam itu dari suami pasiennya.


Dokter lalu menjelaskan tentang hubungan intim antara suami istri selama kehamilan. Dan juga dokter mengatakan jika saat berhubungan intim ****** tidak boleh dikeluarkan didalam karena akan membahayakan janin.


Pasangan suami istri itu tercengang dengan penjelasan dokter, tapi kemudian dokter mengatakan asalkan mereka tidak bermain kasar, maka mereka aman melakukannya.


Selesai sesi tanya jawab seputar hubungan suami istri, dilanjutkan dengan memeriksakan kehamilan dengan USG.

__ADS_1


Mereka tampak bahagia melihat calon bayi mereka, air mata Rei menetes melihat calon bayinya. Ardan menggenggam tangan istrinya dan sesekali menciumi puncak kepala nya.


"Terima kasih istriku" ucap Ardan sambil mengelus tangan istrinya. Rei menanggapinya dengan senyuman, air matanya masih menggenang di pelupuk matanya.


Setelah Rei dibantu perawat membersihkan perutnya dari sisa gel bekas pemeriksaan tadi, dokter lalu menuliskan resep bagi ibu hamil itu.


Resep kali ini berupa vitamin karena kondisi janin sudah lebih baik dari sebelumnya. Dan tidak perlu lagi obat penguat kandungan.


Tapi dokter menyarankan agar ibu hamil tetap berhati-hati dan menghindari pekerjaan berat serta goncangan agar janin dalam kandungan tetap aman.


Setelah puas berkonsultasi dengan dokter, mereka lalu pulang. Rei harus banyak beristirahat agar kondisi mereka berdua sehat.


###


Malam ini Ardan ingin sekali mengunjungi calon bayi nya, apalagi dia sudah lama tidak melakukannya.


Setelah mendengar penjelasan dokter tadi Ardan semakin ingin melakukan penyatuan dengan istrinya.


Tapi tetap dia harus bisa menahan gairah agar tidak merusak janin mereka. Ardan lalu mendekati istrinya yang sudah selesai membersihkan dirinya.


"Sayang, aku ingin menjenguk baby utun. Daddy kangen, boleh ya?"


Rei tidak ingin lagi melihat suaminya tersiksa karena terlalu lama menahan hasratnya. Rei bukan tidak tahu jika selama ini suaminya bermain sendiri, karena tidak ingin melihat Rei tambah tersiksa.


Rei mengangguk, memberikan persetujuan. Dan tentu saja Ardan tidak melewati kesempatan itu.


Rei juga mengingatkan suaminya untuk tidak melepaskan spermanya di dalam, dan Ardan menyetujuinya.


Dan terjadilah yang seharusnya terjadi, adegan pemersatu bangsa. Mereka berdua sama sama merindukan sentuhan dari pasangannya.


Saling memberikan kehangatan, saling mencumbu dan menyalurkan hasrat nya. Silahkan traveling sendiri tapi khusus yang punya pasangan aja ya, yang belum skip aja deh 😁.


Kegiatan panas mereka berlangsung lama karena Ardan melakukannya dengan pelan agar tidak menyakiti calon bayi mereka.


Setelah mendapatkan puncak kenikmatannya mereka berdua sama sama melakukan pelepasan.

__ADS_1


Ardan menepati janjinya tadi, dan itu cukup melegakan bagi Rei. Mereka saling berpelukan setelah adegan panas nya tadi. Ardan juga mengelus dan menciumi perut istrinya.


Tak berapa lama keduanya pun membersihkan diri dari sisa percintaan mereka. Dan akhirnya mereka pun tidur setelah lelah dengan kegiatan mereka.


Ardan sesekali mengusap perut istrinya yang mulai membuncit itu. Rasa lelah mereka terbayar sudah dengan saling memberikan kehangatan.


###


Sebelum subuh Ardan terbangun lebih dulu, dia kemudian mandi dan bersiap untuk melakukan ibadah sholat subuh.


Rei, istrinya masih belum menunjukkan tanda tanda sudah bangun. Rei masih tenggelam dalam mimpi indah nya, bibirnya tersenyum. Entah apa yang ada dalam mimpi nya.


Jam dinding di tembok kamarnya sudah menunjukkan angka lima, Ardan akhirnya membangunkan istrinya untuk melaksanakan ibadah sholat subuhnya.


Tak perlu drama untuk membangunkan wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu ini, karena istirahat yang cukup dan juga tidurnya nyenyak dia langsung bangun begitu suaminya memanggil namanya.


Rei langsung menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan mengambil air wudhu, dia langsung menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Setelah itu Rei juga menyempatkan untuk membaca ayat Al-Qur'an. Rei merasakan ketenangan saat membacanya.


Matahari mulai naik, dan sinarnya menembus masuk melalui cela gorden yang sedikit terbuka, Rei melangkah menuju jendela kamar nya dan membuka tirai.


Hangatnya sinar matahari dikulitnya makin terasa saat jendela kamar itu terbuka, Rei menikmati sejenak. Sambil memejamkan matanya, tangannya meraba perutnya, mengelus pelan mengajak calon bayi nya untuk berjemur pagi ini.


Ardan sudah bersiap untuk pergi ke kantornya, hari ini akan ada pertemuan dengan beberapa klien yang ingin menyewa Restoran untuk acara pertunangan dan juga pernikahan.


Asistennya sudah mencatat semua agendanya untuk hari ini, agar cepat selesai dan pulangnya juga tidak terlalu malam jadi Ardan memajukan agendanya.


Rei dan Ardan sudah berada di meja makan, bibi sudah menyiapkan sarapan pagi ini. Rei ingin sekali makan bubur ayam, dan bibi sudah membuatkannya.


Ardan dan Rei sarapan sambil sesekali bercanda. Mereka juga merencanakan acara tujuh bulanan yang sudah mereka diskusikan beberapa waktu lalu dengan kedua orang tuanya.


Rei sudah tidak sabar menantikan acara itu digelar. Karena pasti akan bertemu dengan papa dan mama Hadi, mertuanya. Rei sudah kangen dengan mereka berdua.


###

__ADS_1


**Selamat malam, sebelum tidur sempatkan untuk up satu bab dan semoga lulus review ya.


Dukung otor dengan berikan like, komen dan vote kalian, terimakasih**.


__ADS_2