Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
60. Tentang rasa


__ADS_3

Kejadian saat dipengajian itu sampai ditelinga orang tua Rei, Keluarga Miko dan keluarga pak Hadi. Bahkan Arini juga mendengarnya, dia tak habis pikir dengan istri sahabatnya Miko.


Sebenarnya saat itu dia juga diundang tapi sayangnya dia tidak bisa hadir karena kondisinya yang sempat drop. Apalagi saat ini Arini sedang hamil muda.


Usia kandungannya baru 6 minggu, lemas dan sering lesu membuatnya harus istirahat total. Bahkan harus menggunakan bantuan cairan infus.


Jika Dina meski hamil muda masih bisa menelan makanannya walau tetap mengalami morning sick, Arini justru sebaliknya. Tidak ada makanan yang masuk, karena setiap kali dia makan pasti langsung dimuntahkan.


Tidak mau makan, tidak suka mencium bau yang menyengat, dan lebih parah lagi tidak mau terkena cahaya matahari.


Kondisi Arini benar-benar menyedihkan, dia bahkan sempat dilarikan kerumah sakit. Kondisi tubuh yang ngedrop dan kandungan lemah, membuat keluarga besar nya harus melakukan pengawasan ekstra.


Rio sang suami sampai tak tega jika harus meninggalkannya, tapi dia harus tetap bekerja. Akhirnya dengan bantuan mama dan ibu mertuanya Rio bisa sedikit tenang saat harus bekerja.


Rei dan Dina sempat menengoknya bahkan tak lupa memberikan semangat, karena tahu bagaimana Arini begitu menginginkan kehamilan ini.


###


Jika ditanya Rei ingin seperti Dina atau Arini yang sedang berjuang demi janinnya, Rei juga ingin. Merasakan hamil dan ngidam, apalagi dua orang terdekatnya itu kini sedang menikmati prosesnya.


Rei kenapa belum ada tanda-tanda hamil? Bahkan dirinya sampai bosan menjawabnya. Lalu bagaimana perasaannya saat ini? Kalut sudah pasti. Tapi Rei harus kembali bersabar.


Ardan tahu Rei memikirkannya, dan Ardan dia tidak suka itu. Dia ingin Rei kembali ceria, tak masalah baginya Rei hamil atau tidak yang penting istrinya bahagia.


Meski jauh dalam lubuk hatinya ada sedikit harapan bahwa dia akan memiliki anak dengan Rei.


Tapi usia pernikahan mereka masih baru, jadi nikmati saja saat-saat berdua seperti ini. Karena jika sudah memiliki anak pasti akan menyita waktu istrinya.


Mama dan papa juga tidak menuntut Rei segera hamil. Mereka bahkan meminta Rei dan Ardan menikmati masa bulan madunya.


###


Mama dan papa kembali menanyakan pada Ardan dan Rei tentang resepsi pernikahannya. Mumpung kehamilan Dina belum masuk trisemester ketiga jadi mama menyarankan untuk segera menggelar acara.

__ADS_1


Lagipula mereka masih baru berapa bulan menikah, masih ada wangi pengantinnya begitu kata mama. Dan juga sebelum Rei hamil tentu saja.


Ardan dan Rei menurut saja, apa yang mamanya ucapkan adalah perintah mutlak bagi anak-anaknya.


Dan setelah dirembukkan, mereka setuju bulan depan sesuai rencana awal resepsi akan digelar. Meski sempat tertunda karena papa Rei masuk rumah sakit. Daftar tamu undangan sudah lengkap dan kartu undangan pun sudah siap cetak.


WO sudah mengatur semuanya, karena saat dulu akad nikah sudah pernah diutarakan. Semua bergerak cepat agar perhelatan akbar ini bisa berlangsung baik.


Baik Rei maupun Ardan sebenarnya tidak masalah jika tidak mengadakan resepsi. Yang penting sudah sah secara agama.


Jika ditanya tentang perasaan keduanya, mereka sudah bisa menerima satu sama lain. Bahkan jika bisa melukiskannya tidak akan cukup hanya dengan kata cinta.


Rasa yang diawali dengan ingin tahu, kemudian ingin mengenal lebih lalu menjadi sayang. Cinta datang dari mata turun ke hati.


###


Dua minggu berjalan persiapan pesta resepsi sudah tujuh puluh lima persen, undangan sudah mulai disebar, Perias dan gaun pengantin juga sudah siap, dekorasi dan tempat juga sudah fix.


Mereka senang Rei masih mengingatnya, bahkan menyediakan penginapan bagi mereka semua. Jika satu asrama ikut, bisa penuh hotelnya.


Rei sudah menganggap mereka sebagai keluarga, walaupun begitu mereka tetap menyesuaikan dengan kesibukan mereka, serta tugas negara tentunya.


###


Bumil apa kabar? Apa dia juga ikut andil di pesta kakaknya kali ini. Tentu saja, dia justru jauh lebih sibuk dari pengantinnya.


Dan dari sekian banyak pekerjaan yang ada, hanya bagian konsumsi favoritnya. Menu suguhan pada resepsi nanti semua adalah pilihannya.


Nasi goreng, nasi kebuli, capcay, fuyunghai, bakwan udang, ayam bumbu rujak, siomay, sop buah, es dawet, dan masih banyak lagi.


Memang bumil selalu tahu apa yang dia mau, yang lain ikut aja dari pada baby utun ngambek.


Sekarang tinggal mempersiapkan mental menyambut bude nya yang super cerewet dan sok tahu. Masih ingat saat acaranya digelar, bagaimana dengan santainya bude tercinta nya itu mempermalukan kakak iparnya.

__ADS_1


Tapi jika kali ini dia melakukannya lagi, Dina tidak akan tinggal diam. Sikap semena-menanya dan suka merendahkan orang lain sudah keterlaluan.


Tak peduli siapa, selama dia melihat kelemahan orang lain, maka selama itu pula dia akan mencelanya. Entah sifatnya itu menurun dari siapa karena diantara saudara papa yang lain, hanya bude nya satu ini yang songong.


Rei yang tahu akan kembali bertemu dengan bude dari suaminya itu pun tak kalah sama, meladeninya sama seperti mencari musuh dalam keluarga Ardan.


Tapi membuat budenya merendahkannya lagi tidak akan Rei biarkan. Bagaimana pun dia saudara tertua papa mertuanya. Terlepas suka atau tidak, Rei harus bisa bermain cantik mengatasi sikap budenya.


Oke baiklah, kali ini merasa lega karena adik iparnya mendukungnya. Karena sejujurnya Rei tidak tahu kenapa bude nya itu begitu membencinya.


Entah apa yang merasukinya, seperti melihat musuh bebuyutan kalau kata Dina sih. Ya sudahlah, biarkan saja.


Selama tidak mengganggu privasinya tak masalah, bukankah Rei sudah biasa diperlakukan seperti itu dulu. Bahkan perlakuan kurang mengenakkan selalu Rei terima, dan jadi makanan sehari-hari.


###


Apa kali ini Rei akan mengundang mantan-mantannya? Rei menolak usulan suaminya untuk mengundang mantannya, karena baginya semua hanya masa lalu untuk apa diungkit lagi.


Tapi Ardan justru sebaliknya, karena dia juga akan mengundang mantan-mantannya. Bukan berniat membuat Rei cemburu, tapi karena dia punya tujuan lain.


Rei tak tahu pasti, suaminya hanya mengatakan dia akan membuat orang-orang yang membuatnya patah hati harus merasakan yang sama.


Dibilang dendam juga bisa tapi lebih ditekankan pada memberi pelajaran saja. Rei tidak mau ikutan rencana gila suaminya.


Karena tidak akan ada untungnya, malah mungkin akan membuat luka baru. Dan Rei tidak suka itu. Baginya cukup sekali saja merasakan sakit hati karena perlakuan buruk orang-orang itu padanya, Rei tak ingin membalasnya.


####


Double Up


Semangat gantiin yang kemarin alpa, selamat menikmati. Jangan lupa mampir di karyaku yang lainnya.


Like, komen dan vote, ditunggu ya.

__ADS_1


__ADS_2