Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
74. Maafkan aku


__ADS_3

Duo pengganggu dan perusak pemandangan kata si bibi, sudah pergi. Tak ada yang mau mengantarnya, bahkan supir pun juga tidak mau mengantar, dia lebih memilih makan bakso yang berhenti di depan rumah.


Tentu saja itu membuat mereka kesal setengah mati, bahkan pembantunya saja sikapnya ga jauh beda dengan majikan mereka.


Enno yang sedari keluar rumah sudah memasang mode jutek, semakin kesal saat tidak menjumpai satu pun taksi di jalan perumahan elit itu.


Jelas saja, karena taksi hanya bisa masuk saat mengantar penumpang ke sekitar area perumahan dan tidak boleh masuk kecuali ada yang memanggil lewat aplikasi yang disediakan oleh perusahaannya.


Mereka terpaksa berjalan keluar perumahan, dengan dua buah koper ditangan. Kurang lebih satu kilo meter mereka berjalan, lumayan mengur$as tenaga dan mengeluarkan keringat disaat cuaca terik begini.


Sang ibu, Neno hanya diam sambil sesekali berhenti karena capek. Bodohnya mereka bahkan mengenakan hiheels, dan hasilnya kaki mereka pun lecet. Belum lagi heelsnya sedikit patah.


"Ma, ayo lah telpon taxi. Masak jalan sejauh ini ga ada satupun taxi yang lewat. Mana panas lagi, haus, kaki udah lecet semua." gumam Enno, si gadis manja yang tak pernah mau jalan kaki karena terbiasa naik mobil kemanapun sejak kecil.


Sang ibu juga tak mau kalah, ikut terbawa emosi mendengar putri kesayangannya mengomel tanpa henti. Membuatnya kesal dan mulai bicara panjang lebar.


"Kamu pikir cuma kamu aja yang kepanasan, yang haus, yang kakinya lecet, emang kamu ga lihat mama hah?"


"Coba tadi kamu ga seperti itu, kita ga akan diusir. Makan bungkusnya berserakan dimana-mana, mirip kandang ayam."


Neno kesal karena ulah putrinya mereka jadi terusir dari tempat ternyaman disini. Bisa tinggal gratis, makan gratis, dan yang pasti ga perlu repot dan capek bersihkan rumah.


Karena sejak suaminya kena PHK dua tahun lalu Neno sering mengomel karena harus mengurangi jatah belanjanya. Dia harus berhemat agar uangnya cukup untuk makan.


Suaminya yang awalnya adalah seorang manajer disebuah perusahaan ekspedisi, terkena PHK karena ketahuan menggelapkan dana perusahaan. Meski tidak sampai ditahan, tapi dia harus mengganti semua kerugian yang dialami perusahaan.


Jumlahnya juga lumayan banyak sembilan ratus juta, semua itu tidak lepas dari gaya hidup mereka yang serba mewah. Dengan standar hidup yang tinggi, dan juga gengsi yang tinggi.


Neno yang memiliki sifat sombong karena kedudukan suaminya jadi harus menelan ludah saat mengetahui perbuatan suaminya dilaporkan ke pihak berwajib.


Sejak saat itu rumah mereka yang baru setahun ditempati dengan banyak fasilitas mewah, perabotan yang mahal dan juga perhiasan yang dibeli dari hasil korupsi, terpaksa harus mereka tinggalkan dan kembali menempati rumah lama peninggalan orang tua Neno yang sederhana.


Untung saja, selain rumah Neno juga memiliki usaha turun temurun dari orang tuanya yaitu toko kelontong, jadi meskipun mereka tidak bisa lagi menikmati fasilitas mewah, jalan-jalan keluar negeri, dan juga belanja barang mewah. Mereka masih ada pendapatan untuk makan.

__ADS_1


Dan karena itu pula, Enno memilih melepas pekerjaan lamanya dan mencari pekerjaan baru yang lebih besar gajinya. Sebenarnya dia malu pada teman-temannya karena terlalu sombong, dan ternyata semua yang dia pakai adalah hasil korupsi.


Enno awalnya berniat meminta pekerjaan pada Ardan, sekaligus agar bisa lebih dekat dengannya. Tapi gelagatnya bisa terbaca, jadi Ardan merekomendasikannya pada salah satu temannya. Dan pekerjaannya sekarang tak jauh beda dengan yang dulu, yaitu sebagai staf akunting.


Untung saja pengalaman kerjanya lumayan baik, meski dengan sikapnya yang judes dan sifat sombongnya yang membuat orang tak menyukainya, dia bisa diterima di tempat kerjanya yang baru.


###


Setelah capek berjalan jauh, kaki mereka juga sudah pegal, saat mereka berhenti di perempatan jalan ada taxi kosong yang kebetulan lewat, dan mereka bisa naik.


Mereka memilih ke tempat kos yang beberapa hari lalu Enno dapatkan atas bantuan teman kerjanya. Meski tak sebesar kamarnya yang dulu, tak selengkap fasilitas dirumah Ardan tapi tempat kosnya sekarang lumayan besar.


Apalagi untuk Enno yang masih lajang, fasilitasnya juga lumayan lengkap dengan kamar mandi didalam, dan tentu saja dia tidak perlu repot mencuci bajunya karena disana fasilitas laundry yang disediakan oleh pemilik rumah kos.


Jadi setiap kamar yang ditempati bisa langsung mengantarkan pakaian kotornya dan setelah selesai mereka tinggal membayar sesuai beratnya.


Tapi bukan Enno namanya jika harus berjalan sendiri ke tempat laundry, dia lebih memilih menyuruh salah satu karyawan laundry mengambil dan mengantarkan cuciannya. Ya sikap bossy masih melekat kuat pada dirinya.


Para penyewa rata-rata adalah karyawan jadi fasilitas laundry, air mineral yang lengkap dengan dispensernya ditiap kamar, memudahkan mereka agar tidak perlu pergi ke tempat lain.


Mereka masuk ke kamar Enno dan beristirahat sejenak, sambil memijat kakinya yang mulai bengkak.


"Sialan, ini semua gara-gara pembantu sialan itu. Awas saja, akan aku balas nanti" gumam Enno yang terus memijat kakinya.


Sedangkan mamanya Neno sudah terlelap, berjalan jauh seperti tadi membuat napasnya tersenggal. Wanita paruh baya itu sudah tidak kuat berjalan jauh, tadi adalah perjalanan terpanjang dan terlamanya selama hidupnya.


###


Sementara itu dirumah orang tua Ardan, bibi yang sudah selesai membersihkan kekacauan yang dibuat oleh duo pengacau, membuatkan teh untuk majikannya.


Secangkir teh hangat beraroma melati, membuat penikmatnya merasakan relaksasi. Dan ditambah dengan sepiring pisang goreng hangat yang memang sengaja dibuat oleh bibi untuk camilan sore ini.


Ardan, mama dan papa sedang duduk diteras belakang rumah. Bibi sudah mengantarkan teh dan pisang goreng ke hadapan majikannya. Tak lama Rei datang setelah melaksanakan ibadahnya.

__ADS_1


Rei duduk disamping suaminya, Ardan mengambil tangan kanan istrinya dan menggenggam erat. Rei menoleh pada suaminya, tersenyum karena perlakuan manisnya.


"Maafkan aku" ucap Ardan sambil mengangkat tangan Rei dan menciumnya.


"Maaf...untuk apa mas?" tanya Rei tidak paham.


"Karena kejadian tadi, kamu jadi bulan-bulanan mereka" Ardan mengucapkan dengan muka merah pertanda dia masih marah.


"Mas, sudah lupakan saja. Aku ga papa kok mas?" ucap Rei, mengelus tangan suaminya bertaut dengannya. Rei tersenyum lagi, dia merasa tidak enak dengan kedua mertuanya, terutama dengan mama.


"Iya Rei, maafkan mama juga karena perbuatan mereka kamu jadi seperti tadi. Mama ga nyangka ternyata mereka bisa setega itu pada kamu."


Mama menunduk sedih, kelakuan kakak dan keponakannya membuatnya malu. Mama pikir kakaknya itu akan berubah karena telah mengalami kejadian memalukan. Ternyata malah melunjak seperti itu.


Mama tahu semua yang terjadi pada kakaknya lewat berita yang dia baca di koran. Dan juga adik bungsunya sudah menceritakan semuanya. Mama memilih menutupi aib saudaranya, dari suami dan juga anak-anaknya.


Meski sudah tahu semua cerita tentang Neno dan suaminya, Ardan dan papanya memilih diam. Karena ingin menjaga perasaan mama yang sedikit terpukul karena kelakuan mereka.


Ardan tahu kejadian yang menimpa suami bude nya lewat beberapa rekan kerjanya. Saat ingin menyampaikan kabar ini pada papanya, justru papa nya lebih dulu tahu. Karena perusahaan itu adalah milik temannya.


"Ma, mama tidak usah terlalu memikirkannya. Rei ga papa kok ma. Justru Rei kuatir dengan keadaan mama. Rei takut mama kenapa-napa."


Rei berdiri dan mendekati mama mertuanya, dia memeluk mama mertuanya dan memberikan ketenangan. Mama membalas pelukan Rei.


Benar kata suaminya, jangan pernah melihat seseorang dari luarnya tapi kenali dia dengan sifatnya. Dan untung saja dia tidak termakan ucapan kakaknya yang justru tidak suka dengan menantunya.


"Mama ga boleh sedih, anggap saja tadi adalah pembelajaran buat Rei." ucap Rei.


Setelah berpelukan mama dan Rei tersenyum, Ardan dan papa nya juga ikut tersenyum melihat pemandangan itu. Mereka lalu berbincang lagi sambil menikmati teh dan pisang goreng buatan bibi.


###


Selamat hari rabu, semoga semua diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusan. Selamat beraktivitas.

__ADS_1


__ADS_2