Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
88. Bertemu adek bayi


__ADS_3

Hari ini Rei dan Ardan akan menjenguk Arini dan bayinya, Rei sudah menghubungi Arini yang sangat senang mendengar kedatangannya.


Arini sedikit kecewa karena Rei menginap dirumah teman Ardan bukan dirumahnya, tapi setelah Rei menjelaskan dia pun mengerti.


Arini paham kenapa Rei memilih tinggal dirumah Bayu selama berada dikotanya, karena kondisi Arini yang masih belum boleh mengerjakan pekerjaan berat.


Sedangkan jika Rei dan Arini bertemu, selalu ada saja yang mereka kerjakan. Tapi lebih seringnya memasak bersama, Arini sangat suka itu.


Rei yang bagian memasak, dan Arini kebagian tukang motong dan mencuci bahan makanan seperti ikan, udang, sayuran dan lain-lain. Arini juga senang sekali kesana kemari mengambil piring, panci atau apa saja yang mereka butuhkan.


Pokoknya seksi persibukan kata Rei, karena Rei lebih suka menyiapkan semuanya lebih dulu sebelum memulai acara memasaknya, sedangkan Arini lebih suka mengambilnya saat diperlukan. Dua hal yang saling bertolak belakang.


###


Rei dan Ardan sudah siap sejak pagi tadi, mereka kini sedang menunggu Ratna bersama si kembar bergabung. Bayu sudah lebih dulu duduk dimeja makan karena menikmati kopi buatan istrinya.


Ardan dan Bayu berbincang mengenai situasi terkini yang dampaknya mereka rasakan di usahanya.


Bayu memang bekerja dibawah naungan kantor pengembang properti, tapi dia juga seorang arsitektur freelance, bahkan dia juga memiliki website hasil karyanya yang sudah banyak dipakai oleh banyak kalangan.


Baik Ardan maupun Bayu sama-sama suka menggambar denah, dan itu sering mereka jual secara langsung di websitenya.


Tak jarang mereka juga menerima konsultasi bagi pasangan yang ingin membangun rumah, ataupun merenovasi ulang.


Darah seni mengalir dalam tubuh mereka, bahkan interior rumah mereka desain sendiri seapik mungkin.


Si kembar sudah duduk dikursi mereka masing-masing, Rei dan Ratna melayani suami mereka mengambilkan nasi, lauk dan sayuran.


Rei suka suasana makan seperti ini, meski ramai tapi tetap bersahaja. Sudah dua hari sejak kedatangannya dikota ini Rei tidak menunjukkan tanda-tanda mual saat mencium bau-bauan yang menyengat.


Aneh memang, bahkan Ardan memakai parfum yang biasa dia pakai tidak ada masalah. Mungkin kali ini moodnya lagi baik.

__ADS_1


Tapi yang sedikit heran, nafsu makan Rei sedikit banyak dari biasanya. Ardan masih biasa saja menanggapinya.


Pagi ini Ardan sedikit tercengang, istrinya makan dua kali lebih banyak. Bukan itu saja, Rei bahkan berulang kali mengambil bakwan yang ada dipiring untuk camilan.


Seperti belum kenyang saja, Ardan hanya tersenyum. Ratna dan Bayu ikut tersenyum melihat tingkah Rei. Karena jujur saja, melihat Rei makan lahap seperti itu membuat kedua anak kembar mereka ikutan lahap.


Bahkan mereka tidak lagi rewel ketika makan sayur seperti yang biasa mereka lakukan. Menurut si kembar apa yang tante Rei makan, mereka juga harus makan.


Si kembar juga selalu ikut kemana Rei pergi, sampai mama dan papanya merasa tersaingi. Ardan tertawa menanggapi keluhan mereka, karena setiap kali Rei bersama anak kecil dia seolah larut dalam dunia mereka.


Ardan berharap semoga istrinya segera mengandung buah hati mereka, agar Rei tidak merasa kesepian lagi.


###


Rei kembali ke kamar tamu mengambil bungkusan kado yang sudah dia siapkan kemarin bersama Ratna dan si kembar.


Ratna juga membawa kado buat anak sahabat Rei itu. Karena dia juga akan ikut kesana bersama kedua anak kembarnya.


Rey dan Reyna makan dengan lahap seperti tante Rei, mereka malah sudah selesai lebih dulu.


Jika biasanya Reyna akan sangat manja dan minta disuapi saat makan sekarang sudah tidak lagi.


Anak-anak seusia mereka yang baru menginjak enam tahun memang suka tergantung mood. Mau makan dengan lauk seperti ikan, tahu, tempe dan daging aja sudah bagus, karena mereka termasuk rewel maunya hanya makan ayam goreng krispi seperti dijual di resto fast food terkenal atau mentok cuma telur mata sapi dengan kecap.


Tapi sejak ada Rei, kedua anak kembar Bayu dan Ratna mulai ikut makan sayur. Mulai sayur bayam, sayur asam dan sop.


Karena mereka hanya menyukai ayam goreng dan telur mata sapi, Rei mengakalinya dengan tempe yang dibalur tepung, udang krispi dan daging ikan yang di fillet dan juga dibaluri tepung.


Selain itu Rei juga membuatkan mereka nugget ayam, nugget ayam wortel dan ayam jamur. Rei sengaja mencampur daging ayam yang sudah dicincang dengan wortel dan jamur agar mereka mau makan sayur tanpa drama.


Selesai makan mereka semua pergi dengan satu mobil karena weekend Bayu tidak bekerja. Hanya sesekali ke tempat kliennya jika ada keluhan ataupun kendala.

__ADS_1


Jarak dari rumah Bayu ke rumah Arini tidak terlalu jauh hanya setengah jam saja, tapi karena jalurnya searah dan memutar sehingga mereka harus terjebak macet dan lampu merah.


Rei sudah mulai mengenali kota ini, baru dua hari Rei disini dan mereka sudah berjalan-jalan ke beberapa pusat keramaian dikota itu.


Meskipun tidak sepadat kota tempat tinggalnya tapi suasana di kota ini cukup ramai. Sudah ada pusat perbelanjaan dan wisata kuliner bertebaran.


Rei sangat suka suasana di malam hari, jika siang sangat panas, tapi menjelang malam hawa dingin menyapa. Apalagi jika turun hujan, dinginnya sangat terasa.


Si kembar tak berhenti mengoceh, mereka tertawa, berdebat bahkan marahan tapi setelah itu akur lagi, seperti anak-anak pada umumnya.


Membuat suasana didalam perjalanan menjadi ramai karenanya, belum lagi ketika mereka melihat ramainya lalu lintas, para pedagang kaki lima dan apapun yang melintas pasti akan ditanyakan.


Mobil sudah berbelok menuju kawasan perumahan yang dikanan dan kirinya masih tampak asri karena banyaknya pepohonan.


Sesuai alamat yang diberikan, Bayu menghentikan mobilya disebuah bangunan minimalis.


Bayu tersenyum, rumah dikompleks ini hampir sebagian memakai rancangannya. Meski beda pengembang tapi tak masalah.


Bayu ingat rumah ini dulu adalah salah satu desain rancangannya, milik seorang karyawati bank di kota kelahiran Ardan.


Dan ketika mereka melihat pemilik rumah menyambutnya, Bayu langsung mengenalinya. Ternyata dunia memang selebar daun kelor, kita berhubungan dengan orang yang masih satu circle pertemanan.


Pantas saja Bayu seolah tidak asing lagi saat mendengar nama dan alamat rumahnya. Benar benar suatu kebetulan yang indah.


Rei dan Arini saling berpelukan, mereka melepas rindu satu sama lain. Rei memperkenalkan Ratna dan Bayu pada Arini.


Disitulah Arini baru mengenali Bayu, Arini mempersilahkan tamu-tamunya untuk masuk.


Ardan memperhatikan detail rumah minimalis ini, Ardan tahu persis siapa dibalik karya seni yang dituang dalam sebuah rancang bangun.


Si kembar sudah tidak sabar bertemu adik bayi nya, mereka terus menanyakannya sejak datang.

__ADS_1


__ADS_2