
Beberapa hari Rei tidak menunjukkan sikap tak suka pada suaminya, dia juga heran kenapa sekarang Reza lebih sering pulang kerumahnya.
Setiap selesai makan malam, meski terkadang hampir larut Reza selalu pulang. Mungkin bagi Reza dengan adanya dia setiap hari di sisinya saat tidur bisa membuat Rei mengurungkan niatnya untuk bercerai, bahkan Rei akan mencabut gugatannya di pengadilan.
Tapi satu yang Reza tidak tahu bahwa Rei bukanlah orang yang gampang berubah pikiran. Keras kepala mungkin cocok jika itu menjadi julukannya.
Rei memang diam, bahkan terkesan cuek tapi baginya apa yang pilih, tidak akan berubah sedikitpun meski siapapun memintanya. Baginya merah tidak akan berubah jadi putih, dan itu tidak bisa ditawar lagi.
It's over now...
###
Semua berjalan biasa, bahkan Rei masih melayani semua kebutuhan Reza selama dirumah. Karena sudah memiliki dua istri dan istri mudanya sedang hamil muda. Dan butuh perhatian darinya.
Pulang kantor tentu saja Reza akan menemani istri mudanya itu meski sudah seharian bersamanya. Sedangkan Rei hanya kebagian jam diatas sepuluh malam dan Rei sudah terlelap dalam tidurnya.
Apa ini yang dinamakan adil? adil menurut versi Reza mungkin, tapi bagi Rei itu sangat pilih kasih. Apa karena Rei belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan, jadi Reza lebih memilih memanjakan istri mudanya.
Ya seperti yang Rei pernah bilang, Reza memilih janda dan membuat istrinya sendiri menjadi janda. Konyol.
Sementara itu proses pengajuan gugatan cerai Rei tetap berlangsung, dan semua Rei serahkan pada pengacaranya karena dia lebih mengerti semua urusan perceraian.
Reza sudah tidak memikirkan lagi tentang gugatan cerai dari istrinya, karena melihat sikap Rei padanya yang tidak pernah menolak sedikitpun.
Dia merasa Rei sudah melupakannya, tapi betapa terkejutnya dia saat lagi-lagi surat panggilan dari pengadilan agama ada di meja kerjanya.
Wajahnya tampak pias, apakah segitu pengennya berpisah darinya. Apa tidak ada harapan bagi mereka untuk bersama. Reza mengusap wajahnya, melonggarkan dasinya.
__ADS_1
Buatnya mempertahankan Rei adalah suatu kebanggaan karena istrinya itu sangat perhatian dan penurut, berbeda dengan madunya yang selalu manja.
Tapi Reza seperti kerbau yang dicucuk hidungnya saat bersama Lia. Dia akan menuruti semua kemauannya mengatas namakan kehamilannya.
Sebenarnya Lia juga merasakan perhatian Reza jauh dibandingkan mantan suaminya yang ringan tangan. Awal menikah mereka memang tampak seperti pasangan pengantin pada umumnya, tapi pada tahun kedua mantan suaminya mulai melakukan hal-hal yang selalu membuatnya marah.
Tak segan memukul, menampar dan melakukan kekerasan lainnya. Hingga akhirnya mereka berpisah karena Lia sudah tidak tahan lagi.
Bahkan hasil visum dari rumah sakit sudah membuktikan kelakukan kasar suaminya. Belum juga putusan cerai didapat, Reza datang tanpa sengaja dan akhirnya sekarang mereka bersama.
Lia bukan tidak tahu akan status Reza, dia sudah memiliki istri yang sangat mandiri. Lumayan cantik karena pembawaan Rei yang sederhana, dan tahu membawa diri. Ya jika dibandingkan dengannya masih kalah jauh, karena Rei bukanlah tipe wanita idaman Reza.
Lia sangat tahu itu, tapi apa yang membuat Reza betah dengan istri pertamanya itu yang Lia tidak tahu. Dan Rei menang karena dia adalah istri sahnya, beda dengannya yang hanya istri siri. Tapi Lia berjanji akan segera menjadi istri sahnya sebelum anak mereka lahir.
Tentang gugatan perceraian Rei juga sudah di dengar, bahkan Lia juga yang menerima surat panggilan tersebut dan meletakkan di meja kerja Rei. Senyum terukir diwajahnya, biarlah dia egois kali ini. Dia ingin menguasai Reza seutuhnya, meski waktu Reza lebih banyak bersamanya dibanding dengan Rei.
###
Sampai di pengadilan dan pembacaan tuntutan berlangsung Reza tetap tidak datang, karena jelas-jelas menolak perceraian itu. Akhirnya mediasi kedua belah pihak diputuskan hakim.
Sidang akan dilanjutkan lagi dua minggu kemudian. Rei dan pengacaranya bersalaman dengan hakim dan pengacara dari pihak Reza yang diwakili oleh rekannya. Rei tahu dia, karena pernah beberapa kali bertemu.
Dua minggu kemudian sidang kedua dimulai, tapi Reza tidak datang sama seperti sidang pertama. Meski akan sulit bagi Rei karena kehadiran Reza akan memudahkan keputusan hakim untuk segera ketok palu.
Dirumah Rei bersikap biasa, karena baginya selama belum ada keputusan hakim akan statusnya, dia masih menjadi istrinya dan harus melayani suaminya dengan baik.
Hingga suatu hari, Reza pulang kerumah dengan keadaan tidak baik. Dia seperti orang frustasi, satu sisi istri sahnya minta cerai bahkan sudah masuk sidang kedua. Dan sisi lain istri sirinya merajuk memintanya untuk segera berpisah dari Rei.
__ADS_1
Reza sedikit mabuk saat masuk ke dalam kamarnya, dan Rei tahu itu karena dia tidak sepenuhnya tidur. Saat Reza memutar knop pintu Rei berpura-pura tidur dan memejamkan matanya agar Reza tidak mengganggunya.
Keesokan harinya persis seperti yang Rei duga, Reza mengajaknya bicara empat mata. Kali ini dalam keadaan sadar. Kebetulan Rei juga sedang tidak bekerja karena libur tanggal merah. Long weekend sebenarnya, dan mereka pun duduk berhadapan.
"Rei, apa kamu benar-benar ingin berpisah denganku? Apa tidak ada kesempatan lagi bagiku untuk memperbaiki hubungan kita?" Reza mengambil kedua tangan Rei dan menggenggamnya.
Sebenarnya Rei sedikit risih karena ini tidak seperti yang dia bayangkan. Bayangannya jika Reza pulang dalam keadaan mabuk dan melakukan kekerasan padanya maka akan bertambah bukti untuk memberatkannya.
Reza mengangkat dagu Rei dan memaksanya untuk melihat kedua matanya, tatapan mata mereka bertemu. Tidak ada nada kemarahan disana, Rei tahu itu. Hanya penyesalan mungkin yang bisa Rei tangkap.
Sekali lagi Reza bertanya dan Rei menjawab dengan anggukan, baginya tanpa perlu penjelasan Reza bisa memahami maksudnya.
Setelah panjang lebar dan saling mengeluarkan isi hati, dengan terpaksa Reza menyetujui keinginan istrinya untuk bercerai, tentu saja dengan berat hati. Dan Rei lega akhirnya Reza menyetujuinya.
Sebagai gantinya selama weekend ini Reza memilih menemani Rei, sebelum mereka benar-benar berpisah. Tinggal satu kali lagi sidang putusan, dan apapun hasilnya tidak akan mengubah keinginan Rei yang keukeuh ingin bercerai.
Reza tahu sudah banyak bukti yang Rei kumpulkan, dan bahkan hakim pun sudah melihat semuanya. Meski Reza seorang pengacara kondang yang berhasil memenangkan banyak kasus pidana dan perdata, tapi untuk kasusnya sendiri Reza kalah.
Kalah oleh kelakuannya sendiri, keegoisannya dan ketamakannya. Dia lebih mementingkan kesenangannya sendiri dari pada orang lain, dan orang lain itu istrinya. Istri yang dinikahinya secara sah dan dengan cara baik-baik. Tapi nasib berkata lain.
Tidak semua yang dia inginkan bisa dia dapatkan, dan dia harus menerima dengan ikhlas.
###
Terima kasih sudah mendukung otor, masih banyak kekurangan tapi tetap berusaha yang terbaik.
Maaf, mungkin agak telat up nya. Badannya sudah nunjukin alarm, harus rehat total.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote nya.