
Sidang putusan perceraian berlangsung hari ini, Rei sengaja meminta ijin untuk cuti. Dia tidak ingin melewatkan hasil putusan hakim yang sangat ditunggunya.
Reza juga tampak hadir disana, selama ini mereka memang satu rumah dan masih bersama. Tapi sejak putusan sidang hari ini maka mereka berdua resmi bercerai.
Hakim mengabulkan permohonan gugatan cerai Rei, dan Reza menerimanya. Sekarang mereka resmi bercerai. Untuk masalah harta gono-gini Rei tidak banyak menuntut, karena pada dasarnya dia tidak butuh itu.
Baginya ketenangan batin jauh lebih berharga. Reza awalnya memaksa Rei untuk menerima rumah yang mereka tempati sekarang karena memang itu hadiah pernikahannya dari Reza.
Rei menolak dan lebih memilih keluar dari sana, akhirnya sesuai kesepakatan rumah beserta isinya itu akan dijual dan hasilnya dibagi rata. Tapi diluar dugaan rumah itu sudah ada peminatnya, karena memang sesuai janji Reza rumah itu adalah milik Rei, dan uang hasil penjualan rumah sepenuhnya milik Rei.
Mereka masih menempati rumah itu sampai mereka membawa barang milik pribadi mereka keluar. Kedua orang tua Reza sangat menyayangkan keputusan ini, tapi di sisi lain mereka tidak ingin melihat Rei menderita lagi.
Berbeda dengan orang tua Reza, kedua orang tua Rei justru tahu mereka bercerai satu jam sebelum sidang di mulai. Bayangkan bagaimana sedihnya mama Rei dan papanya tentu saja. Karena perjodohan ini adalah usulnya.
Menyesal kenapa mereka tidak tahu lebih awal bahkan tidak tahu bagaimana sakitnya Rei menahan semua beban emosi yang ditanggungnya sendiri.
Mama Rei menangisi nasib putri bungsunya, mereka datang ke pengadilan guna mengikuti sidang terakhir. Begitu juga dengan kedua orang tua Reza. Papa Reza berkali-kali minta maaf atas kelakuan anaknya. Dan berharap hubungan antara kedua orang tua tetap terjalin meski anak-anak mereka telah berpisah.
Semua orang terutama keluarga Rei dan pengacaranya senang hakim memutuskan perceraian ini. Mereka saling berpelukan, mereka juga bersalaman dengan hakim dan semua yang ada di ruang sidang.
Reza menatap Rei dari jauh, dia melihat jelas raut bahagia di wajah istrinya itu, bukan. Rei bukan lagi berstatus sebagai istrinya karena beberapa menit lalu hakim sudah mengetuk palunya pertanda hubungan mereka sudah usai mulai saat ini.
Reza berdiri, berjalan ke arah Rei. Langkahnya tak bersemangat, tapi dia juga tak ingin membuat Rei terbelenggu dengan rumah tangga yang tidak sehat ini.
"Rei" Reza menyapa, Rei menoleh dan tersenyum padanya. Entah terbuat dari apa hatinya, berkali-kali disakiti tapi masih bisa tersenyum. Senyum yang sebentar lagi hilang dari hidupnya.
"Mas, maafin Rei ya jika selama ini punya salah" Rei mendekat, dia memeluk Reza untuk terakhir kalinya. Semua orang yang melihat jadi heran, bagaimana Rei bisa memiliki hati yang besar menerima pengkhiatan suaminya, bahkan sekarang Rei lah yang meminta maaf duluan.
"Maafin aku Rei, aku memang tak pantas jadi pendampingmu. Kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dari ku" Reza membalas pelukan mantan istrinya.
__ADS_1
Mereka berpelukan cukup lama, bahkan Rei dan Reza menitikkan air mata. Reza dengan air mata sedih karena harus berpisah dengan Rei, sebaliknya Rei dengan air mata bahagia karena akhirnya mendapatkan kebebasannya kembali.
"Kita bertemu baik-baik, dan berpisah pun baik-baik. Aku harap setelah ini mas Reza jadi lebih baik, karena sudah ada calon bayi yang akan segera hadir." Rei mengurai pelukannya.
"Oiya, setelah surat putusan cerai keluar dan kita sudah sama-sama bebas segera nikahi maduku, karena dia tidak ingin anaknya punya status tidak jelas karena kalian masih siri."
"Seperti keinginannya selama ini, dan sampaikan salamku padanya. Dia tidak perlu lagi memakai air mata palsu untuk mendapatkan perhatian darimu. Tidak perlu lagi berpura-pura baik dihadapanku hanya demi mendapatkan status sebagai istri resmi."
Ucapan Rei tadi sontak membuat Reza dan semua yang ada disitu terperangah. Ternyata selama ini Rei juga mendapat tekanan dari istri sirinya, Lia.
Reza menyayangkan sikap Lia yang seolah tak mengindahkan ucapannya untuk bersabar. Bahkan Rei mengatakan jika Lia juga menemuinya setelah sidang yang kedua selesai.
Mama dan Papa Rei lagi-lagi menyesal karena tidak bisa mendampingi anaknya, meski mereka yakin Rei tidak akan mudah terintimidasi. Rei tahu bagaimana caranya membela diri, mempertahankan miliknya tanpa harus melukai hati orang lain.
Dan akhirnya mereka pun berpisah, Rei memilih pulang kerumah orang tuanya. Karena sebagian besar pakaian dan barang pribadinya sudah Rei angkut di rumah pribadi Rei.
###
Sebulan berlalu ternyata surat dari pengadilan sudah ditangan Rei. Rei tersenyum miris, hari ini sudah resmi menyandang status janda, untuk kedua kalinya.
Tapi Rei tidak sedih, dia juga tidak peduli dengan penilaian orang tentang dirinya yang kembali menjanda.
Selama tidak mengganggu orang lain, Rei masa bodo dengan semua omong kosong yang dia dengar. Hidupnya adalah miliknya, tak ada yang berhak mengaturnya siapa pun itu.
Beberapa hari kemudian ada notifikasi mobile banking masuk di hapenya, ada sejumlah uang yang membuatnya terbelalak. Dia tidak menyangka akan sebanyak ini uang hasil penjualan rumahnya.
Tak lama telepon berdering, Rei membaca nama penelponnya. Reza mantan suaminyalah yang menelpon. Rei pun mengangkat teleponnya.
"Assalammualaikum, siang mas" Rei menyapa.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, apa kabar Rei?" Reza terlihat sedikit canggung.
"Mas, itu ga salah ya. Kenapa banyak sekali uang yang mas kirim, apa itu tidak berlebihan." Rei langsung to the point, dia tak ingin berlama-lama berurusan lagi dengan mantan suaminya.
Karena baginya yang sudah selesai, tidak perlu dibaca lagi. Agar tidak menimbulkan fitnah di kemudian hari.
"Tidak Rei, itu hakmu. Rumah itu rumahmu, aku sudah berjanji memberikan semua hasil penjualannya kepadamu."
"Maaf kalau baru bisa aku kirimkan sekarang uangnya, menunggu surat perjanjian jual beli dari notaris selesai serta balik nama tanah dan bangunan dari developer."
Reza mencoba menjelaskan, meski dia tahu Rei tak ingin berlama-lama bicara dengannya. Reza mencoba mengulur waktu, baginya ini adalah kesempatan langka sebelum Rei benar-benar menutup akses untuknya.
Reza tahu Rei sudah tidak ingin berhubungan dengannya, bahkan mencoba memblokir nomor teleponnya. Tapi Reza meminta waktu untuknya bisa menghubungi Rei karena masalah penjualan rumah yang masih belum selesai.
Sekarang semuanya sudah selesai, penjualan rumah sudah selesai, uangnya juga sudah ditransfer ke rekening Rei. Kini apalagi yang akan Reza jadikan alasan untuk mendekati Rei.
Hanya bisa berdoa semoga Rei tidak menjauhinya, meski itu tidak mungkin. Rei adalah wanita keras kepala, yang tidak akan dengan mudah diakali dengan alasan yang tidak masuk akal.
"Ya sudah, terima kasih banyak mas. Maaf aku masih ada nasabah, jadi aku tutup teleponnya. Assalammualikum" Rei menutup teleponnya, dan melanjutkan pekerjaannya melayani nasabah.
tut..tut..tut..
"Waalaikumsalam" Reza memandangi hapenya.
Sudah selesai pikirnya, dan hubungan mereka benar-benar selesai.
###
hup...sudah tahu kan ya gimana jalan cerita rumah tangga Rei dan Reza. Rei sudah tutup buku lamanya.
__ADS_1
like, komen, dan vote nya ya, ditunggu.☺