
Setelah mendengar cerita Ardan suaminya, Rei kembali tertohok. Kenyataan bahwa lepas dari bayang bayang sang mantan belum juga sirna.
Kenapa semua yang bersinggungan dengannya selalu berhubungan dengan satu nama.
Merasakan kembali apa yang pernah dia alami, mungkinkah akan terulang lagi mimpi buruk itu.
Tidak..tidak, Rei tak mau menyerah begitu saja. Biar saja circle pertemanannya masih seputar itu itu saja.
Yang penting sekarang dia harus bila lepas dari bayangan mantan suaminya yang ternyata tak sebaik yang dia kira dahulu.
Meski belum yakin sepenuhnya tapi dia berniat untuk menyelesaikan episode kali ini dalam serial drama kehidupannya.
Cukup sudah, meski tahu harus ada harga yang dia bayar untuk mendapatkan cerita terbaik dan tentu saja happy ending seperti permintaan semua.
Rei hanya berharap dan berdoa semoga sang pemilik semesta alam mendukungnya, membuat cerita indah meski lika liku perjalanannya tidaklah mudah.
Setelah pembicaraan empat mata, dari hati ke hati itu terjadi seolah semuanya melebur jadi satu dalam pelukan hangat.
Benar kata orang, ketika suami istri ribut jangan pernah biarkan ada orang ketiga didalamnya.
Dan pertengkaran itu akan berakhir jika keduanya sudah bertukar peluh dan saliva. Biarkan semua masalahmu larut dalam keintiman bersama pasanganmu.
Mungkin jika menuruti ego, tidak akan pernah selesai. Tapi rumah tangga itu bukan hanya ada suami atau istri saja, keduanya harus saling mengerti dan memahami satu sama lain.
Jika salah satu dari pasangan suami istri dalam keadaan marah dan emosi tinggi, maka salah satunya harus diam dan mengalah agar keutuhan rumah tangganya tetap terjamin.
Dan biasanya setelah pertengkaran itu pasti ada sesi bercinta, melebur menjadi satu dalam buaian asmara.
###
__ADS_1
Hari ini Ardan bertekad menyelesaikan masalahnya dengan Anggita.
Tak mau berlarut larut, seperti kemarin hingga istrinya jadi salah paham lagi.
Ardan sengaja menghubungi Anggi agar bisa bertemu dan membicarakan masalah ini baik baik.
Berhasil membuat janji dan seperti yang sudah disepakati Anggi akan menemuinya di restorannya, tepatnya disalah satu ruang privat restoran itu.
Ternyata Anggi sudah duduk menunggunya di dalam ruangan itu. Ardan melangkah pasti, meski rasa canggung itu ada tapi dia berusaha menepisnya.
"Hai, sudah lama?" Ardan menyapa.
Anggita yang tahu kedatangan lelaki pujaannya pun berdiri dan mencoba mendekat memberikan salam hangat meski hanya cipika cipiki, tapi ternyata niatnya terbaca dan Ardan lebih dulu menghindar.
"Aku senang kamu mengajakku bertemu. Aku kira kamu tidak akan pernah mau bertemu lagi denganku."
Anggita mencoba menghilangkan kegugupannya, rasa senangnya membuncah dan senyumannya tak luntur dari wajahnya.
"Cukup, aku tak ingin berlama lama karena aku ingin kita berdua selesai." Ardan
"Apa maksudmu, bahkan kita belum memulainya" Anggi
"Justru itu, jadi sebaiknya hilangkan semua rasa penasaranmu tentang aku, jangan pernah lagi mengusik kehidupan pribadiku.
Aku tahu yang kamu rasakan itu bukan cinta tapi obsesi. Jika kamu anggap rasamu padaku adalah cinta maka tanyakan hatimu, apakah dulu rasa itu pernah ada?
Lalu kemana rasa cinta itu, kenapa kembali muncul setelah sekian lama. Aku tahu kepergianmu waktu itu bukan hanya ingin mengejar karir tapi juga cinta masa lalumu.
Jangan kamu kira aku bisa melupakan begitu saja. Meski kita hanya sekedar bertemu muka, tanpa ada rasa saat pertama kali bertemu tapi untukku itu sudah cukup.
__ADS_1
Aku tahu semua tentangmu, dan juga cinta mu yang akhirnya kandas itu.
Dan ternyata, laki laki itu ada dalam circle pertemananku dan juga istriku."
Ardan melihat Anggita mulai gusar, kenyataan itu kembali harus dia telan. Anggita seperti tak punya pilihan selain mengakui kekalahannya.
Dia kalah untuk bisa merebut hati Ardan. Tangannya mengepal dibawah meja.
Ardan kembali melanjutkan misinya, menuntaskan rasa penasaran Anggita.
"Laki laki itu juga yang telah membuat wanitaku, istriku terluka dan menjadikannya janda untuk kedua kalinya.
Kamu tahu jelas siapa dia, tapi kamu tidak pernah tahu bagaimana cerita lengkapnya kan?
Reza adalah laki laki yang selama ini menjadi cintamu, dan kalian berdua pernah hidup bersama selayaknya pasangan suami istri, karena memang kalian sudah menikah sirih setelah setahun menjalin kasih.
Dan Reza jua lah mantan suami dari Renita, yang kembali menjalin kasih dengan salah satu mantannya hingga memiliki anak dari hasil hubungan gelap mereka dibelakang Rei.
Entah bagaimana ceritanya bisa berakhir denganmu, tapi aku harap setelah ini kamu tidak lagi mengganggu kami, dan jalani hidupmu sebaik mungkin.
Lupakan tentang obsesi, hiduplah dengan damai dan cintai dirimu maka kamu akan mencintai orang lain dengan lebih baik.
Aku tahu kamu orang baik, jadi berhentilah menjadi perusak rumah tangga orang. Masih banyak orang yang mencintaimu, dan pasti akan ada laki laki lain yang lebih baik dari ku yang juga mencintaimu.
Maafkan aku, mari kita sudahi semua ini. Tata hidupmu sebaik mungkin."
Seiring berakhirnya kata terakhir dari Ardan, makin deraslah air mata turun di pipi Anggita.
"Maafkan aku, aku sudah menjadi perusak rumah tanggamu. Kamu benar, ternyata yang aku rasakan bukan cinta tapi obsesi."
__ADS_1
Keduanya pun sepakat untuk tidak lagi melanjutkan pembicaraan ini, karena ada hati yang harus Ardan jaga.