
Kondisi Rei sudah pulih karena Ardan menjaganya dengan sangat ketat. Meskipun sedang bekerja diluar dia akan selalu mengontrol kondisi Rei.
ART nya benar-benar harus mengawasi jadwal makan, minum obat dan istirahat Rei dengan ketat sesuai perintah majikannya.
Rei sebenarnya risih dan bosan karena tiap saat harus melaporkan kegiatannya. Sudah minum obat ini kah, vitaminnya jangan lupa bahan laporan kalau mau tidur.
Dan tiap kali ART nya melapor atau bahkan Rei sendiri yang menelpon, Ardan tertawa melihat raut wajah Rei yang suka konyol.
Baginya menggoda Rei adalah hiburan dan Ardan gemas dibuatnya. Sebenarnya hari ini Rei ingin menginap dirumah mamanya, sejak papanya pulang dari rumah sakit dia belum menemuinya.
Tapi Ardan tidak bisa memenuhi karena harus ke luar kota dan baru kembali tengah malam. Meski kesal tapi Rei tidak mau egois, dia harus memaklumi pekerjaan suaminya.
Miko memang menggantikan Ardan di supermarket, tapi Ardan tidak lepas tangan karena tahu ada beberapa hal yang juga harus dia tangani langsung.
Miko pun tak keberatan malah senang karena kakak iparnya banyak membantunya belajar mengelola bisnis ayah mertuanya itu.
Seandainya Dina tidak hamil dia pasti menemani Miko di kantor, kondisi kehamilan Dina cukup baik, meski kadang gejala morning sick masih sering dia alami.
Badannya yang dulu langsing dan proporsional saat belum menikah sekarang harus berubah 180 derajat. Berat badannya naik 2x lipat, dan membuatnya kelihatan chubby.
Jika sedang berada dikamar dan didepan kaca, dia suka gemas sendiri dengan body nya yang sekarang. Miko tahu itu, bahkan tak jarang dia abadikan dalam kamera hapenya.
Yang membuatnya tersenyum bahkan tertawa sendiri jika sedang berada dikantor dan merasa jenuh dengan pekerjaannya.
###
"Mas, kamu suka aku yang bagaimana." tanya Rei suatu waktu saat berdua dengan suaminya. Mereka sedang melakukan kebiasaan rutin sebelum tidur.
Rei bermanja pada suaminya, meski capek Ardan senang melihat Rei manja padanya. Membuatnya merasa dibutuhkan, karena Rei tipe wanita mandiri.
Tangannya terulur mengelus kepala Rei, mencium kepala nya dan menikmati aroma wangi dari shampoo yang istrinya pakai.
"Tumben tanya begitu, kenapa hmm" Ardan
"Gapapa pengen tahu aja" Rei.
"Kenapa sih? apa ada yang mengganggumu." Ardan menarik dagunya melihat mata indah yang membuatnya jatuh cinta.
__ADS_1
"Aku suka kamu yang manja, bawel dan berisi seperti ini." ucapnya asal
"Oh jadi dulu aku kurus ceking gitu ya?" Rei sewot.
Waduh jadi salah paham kan, bisa panjang urusan kalo gini, yang ada jatahku dipotong lagi. Baru juga mau buka, masak harus puasa lagi. Ardan membatin, diliriknya sang istri yang mulai pasang tampang jutek.
"Ga gitu yang, maksudku tuh dari dulu badan kamu bagus, cuma sejak nikah badan kamu lebih montok, jadi enak dipeluk, empuk."
Ardan memasang tampang innosence sambil mengedipkan dua matanya. Rei yang awalnya merajuk mulai tersenyum lagi.
"Makin seksi, cup" Ardan mendaratkan bibirnya di bibir Rei.
"Oh jadi lebih suka yang seksi ya. Sekarang aku seksi ga?" tanya Rei lagi.
"Seksi kok, seksi konsumsi dan kebersihan umum sekaligus" selorohnya, Rei mengerucutkan bibirnya.
"Mas jahat, masak jadi seksi yang itu, emang aku anggota partai apa" Rei bersendekap. Mulai deh ngambeknya, aduh...sabar
"Enggak kok yang, kamu tuh seksi. Beneran deh, apalagi kalo lagi polos ga pake baju, beh makin seksi, kan abang makin cinta" Ardan merayu.
"Dasar modus" Rei menyembikkan bibirnya.
"Yang boleh ya..., abang buka puasa dulu kan sudah lama ga main petak umpet"
Rei tahu banget maksudnya, kasihan juga sih kalau kelamaan puasa tar bisa karatan 😜. Lagian biar sabun di kamar mandi ga cepat habis, belum jatahnya belanja bulanan.
Akhirnya mereka pun saling mencumbu, saling menyalurkan has*** yang tertunda karena dispensasi dokter.
Menikmati malam syahdu dibawah lampu temaram, mengulang bulan madu yang tertunda.
Meskipun Rei sudah dua kali menikah tapi rasanya seperti baru. Melakukan perawatan luar dan dalam, baik ditempat spa maupun dirumah serta tak lupa ramuan yang diberikan mbak Minah waktu akad nikah dulu.
Benar-benar membuat Ardan ketagihan, dan mereka berulang kali menikmati malam panjang sampai menjelang subuh.
Emang dasar pengantin baru ya, mau nya lagi dan lagi. Kalau kata orang jawa, doyan atau maruk. 😅
###
__ADS_1
Lain lagi cerita bumil yang makin seksi ini, Dina sejak tahu hamil memang ga pernah ada masalah.
Naf** makan nya tinggi, meskipun baru masuk usia kandungan tiga bulan tapi perutnya sudah tampak.
Morning sick tapi masih bisa makan dengan enak itu anugerah, apalagi jika ada gulai kepala ikan kakap. Jangan tanya sisanya karena pasti habis sekali makan.
Mamanya kadang suka aneh melihatnya makan dengan porsi besar, tapi mama senang Dina bisa makan dengan lahap.
Miko sang suami juga tak kalah heran, biasanya dia jarang sekali ngemil sekarang sejak istrinya hamil dia jadi ikutan ngemil.
Awalnya karena merasa sayang melihat makanan yang diminta istrinya ga habis dimakan. Akhirnya dia memilih menghabiskan daripada mubazir, tapi kadang Miko suka kena semprot karena makanan yang Dina mau sudah tak bersisa.
Lama-lama mereka berdua jadi punya hobi baru, ngemil. Dan ngemilnya juga makanan yang mengenyangkan, bakso, mie ayam, gado-gado, bahkan ayam geprek pun jadi.
Benar-benar pasangan yang aneh, apalagi jika orang tua Miko datang berkunjung Dina suka minta dibawain terasi dan ikan kering. Dua makanan yang sangat dihindari sekaligus Miko benci, karena baunya yang bikin pusing.
Tapi sekarang jangan ditanya, sejak istrinya ngidam pengen makan ikan asin dan sambal terasi, Miko mau tidak mau ikut makan. Karena Dina pasti akan menangis jika suaminya menolak.
Orang ngidam mah bebas ya, mau apa aja dituruti daripada anaknya ileran kata orang tua. Dan itu jadi senjata Dina agar Miko menuruti semua ngidamnya.
Sekarang baik Miko atau Dina sudah ga mau lihat timbangan lagi karena pasti akan mengarah ke kanan. Makin seksi makin asyik kata si bumil.
Kalo ditanya ada orang hamil yang ngidam nya aneh banyak ya, kadang ga masuk akal dan nyeleneh. Hal yang sama pun dialami bumil ini.
Pernah suatu ketika Dina minta dibelikan es campur di alun-alun, tapi dia ga mau ada esnya. Penjualnya yang sempat bingung akhirnya tahu maksud Dina, akhirnya es campur yang sudah diracik ga diberikan es serut maupun potongan es batunya.
Tapi dia minta yang dingin, dan ga boleh masuk kulkas. Miko sempat malu saat mendengar permintaan istrinya. Untung saja disana ada penjual es potong yang kebetulan punya sterofoam yang dia isi potongan es batu, karena sudah tidak ada isinya bapak itupun akhirnya meminjamkan pada Miko.
Miko senang ada yang menolongnya keluar dari ribetnya ngidam versi istrinya itu. Dia masukkan es campur yang dibungkus plastik tadi kedalam sterofoam tersebut.
Tak lupa Miko memberikan uang sebagai ganti bapak itu untuk membeli yang baru, agar tetap bisa berjualan. Walaupun bapak penjual tadi ikhlas membantu, tapi Miko tak tega jika membiarkannya harus mengumpulkan duit lagi, sedangkan jualannya saja tidak selalu laris tiap hari.
Akhirnya bapak itu mau menerima pemberian Miko, terharu karena ada orang baik yang menolongnya dan dia bisa segera pulang untuk membelikan anak dan istrinya makanan. Miko senang niat baiknya bisa tersampaikan pada orang yang membutuhkan.
Kembali ke cerita es campur permintaan ibu hamil itu, akhirnya sampai kerumah dengan selamat dan dingin sesuai kemauannya. Dina langsung melahap es campurnya setelah bibi memindahkannya dalam mangkuk.
Bumil gitu loh...😁
__ADS_1
###
Akhirnya double up hari ini. Terimakasih pembaca setia Rei dan Ardan, ditunggu like komen dan vote nya ya.