
Flashback off
Kembali kemeriahan pesta resepsi yang makin malam makin banyak tamu berdatangan. Rei melihat kearah pasangan suami istri yang sedang mengajak kedua orang tuanya bersalaman. Papa dan mamanya terlihat enggan, apalagi sedari awal mama sudah mencoba menghindar.
Mengingat hari ini hari bahagia anaknya, mama memilih melupakan egonya. Malu pada besannya yang sudah menyiapkan semuanya, dan juga pada menantunya yang susah payah menyusun acara bahagia nan mewah agar Rei melupakan masa lalunya.
Awalnya mama Rei bersuka cita melihat pesta yang begitu meriah, dengan banyak tamu undangan yang hampir semuanya adalah pebisnis muda, dan orang-orang yang mumpuni dibidangnya masing-masing, serta melihat kebahagian dimata pengantin yang sudah tidak baru lagi tersebut.
Tapi saat melihat ada tamu undangan yang tak pernah disangkanya ada disana bahkan naik ke singasana mengikuti antrean orang-orang yang ingin bersalaman dengan kedua mempelai, membuat mama jadi sedikit aneh.
Bagaimana anak dan menantunya itu mengundang orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Rei, dan sudah menorehkan luka dalam. Apa yang ada dalam pikiran mereka, kenapa harus berhubungan dengan orang-orang dari masa lalu itu lagi.
Entah permainan apa yang sedang mereka jalani, tapi sebagai orang tua mama Rei berharap setelah ini tidak akan ada lagi pengganggu di kehidupan rumah tangga anaknya.
Reza mencoba menyapa mantan mertuanya, dari awal naik ke tempat ini, kedua orang tua Rei tampak enggan melihatnya. Tapi Reza sadar diri mungkin mereka masih marah atas sikapnya dulu saat masih berstatus suami Rei.
Reza mencoba mengambil tangan papa Rei dan menciumnya seperti yang biasa dia lakukan dulu, bahkan saat terakhir bertemu di ruang sidang pun Reza menyalami mertuanya.
Papa Rei terkejut karena Reza hadir disitu dengan istri yang dulu menjadi madu anaknya, serta seorang bayi yang umurnya kurang lebih satu tahunan. Meski enggan, papa Rei tetap menyalaminya. Saat bersalaman dengan istrinya, Reza sedikit terintimidasi dengan pandangan sinis mama Rei itu.
Papa Rei berbisik pada istrinya dan akhirnya mau menyalami pasangan itu. Kini mereka sudah berada di depan kedua pengantin, Reza dan Lia menyalami Rei bergantian. Reza tertegun melihat penampilan Rei yang begitu cantik malam ini.
"Kamu tidak berubah Rei, tetap cantik bahkan lebih cantik dari sebelumnya." batin Reza. Matanya tak berhenti menatap Rei, membuat Rei sedikit risih. Lia menyikut suaminya agar segera menyudahi salamannya, karena di belakang mereka masih banyak yang ingin mengucapkan selamat pada pengantin.
__ADS_1
"Rei, selamat ya. Semoga kamu bahagia dan segera diberikan momongan." ucap Reza
"Terima kasih, silahkan nikmati pestanya." jawab Rei biasa saja, kemudian dia menerima uluran tangan mantan madunya yang penampilannya sekarang lebih tertutup mungkin Reza yang memintanya untuk berpenampilan seperti itu atau kesadaran dirinya sendiri, Rei tak perduli.
Raut muka Rei tak sedikitpun lepas dari pandangan Ardan. Dia sangat tahu isi hati istrinya, meski sudah tak ada lagi rasa pada mantan suaminya, tapi Rei memang selalu menghindar jika bertemu dengannya seperti yang dikatakan oleh adik iparnya Miko.
Reza menyalami Ardan dan disambut baik, saat bersalaman Reza kembali dikejutkan oleh pernyataan Ardan.
"Selamat ya, semoga kalian bahagia dan segera memiliki momongan." Reza
"Terima kasih, secepatnya kami akan menyusul memiliki bayi lucu seperti ini juga." jawab Ardan sambil mengelus pipi gembul bayi yang berada dalam gendongan Reza.
"Dan terima kasih sudah membuatnya menjadi milikku." sontak pernyataan Ardan itu memancing Reza untuk berpikir, apakah sebelum berpisah dengannya Rei sudah mengenal Ardan dan menjalin hubungan, atau dia hanya ingin memancing emosinya saja.
Ada apakah gerangan, kenapa raut muka suaminya sedikit gusar. Lia menggelengkan kepala, dia membuang jauh pikiran-pikiran negatifnya. Baginya Reza sekarang sudah sepenuhnya jadi miliknya, dan Rei tidak akan mau kembali padanya, apalagi suami Rei sekarang adalah pengusaha muda yang cukup sukses dikota ini.
Ternyata nasib Rei jauh lebih beruntung darinya, meski sama-sama berstatus janda tapi Rei bahkan terlihat seperti gadis yang baru menikah. Suami pertama Rei adalah seorang prajurit yang tewas dalam tugas dan masih bisa memberi Rei uang tunjangan meski sudah tiada. Sedangkan Lia, suami pertamanya seorang staf di salah satu kantor pajak tapi meski gajinya cukup besar tapi karena gengsi dan gaya hidupnya selalu tidak cukup.
Lia bahkan beberapa kali mendapatkan kekerasan jika bertanya kemana sisa gajinya, dan setahun sebelum berceraipun gaji suaminya tidak pernah sampai padanya.
Sekarang setelah bercerai dari Reza pun Rei masih memiliki banyak tabungan dari hasil penjualan rumah mereka, dan Lia meski sudah sah jadi istri Reza dan tinggal dirumah yang jauh lebih besar dari rumah Rei dulu, masih saja merasa ada yang kurang.
Jika semua diukur dengan uang maka tidak akan ada habisnya, apalagi jika tahu harta peninggalan almarhum suami Rei, pasti Lia akan semakin iri. Lia tahu hampir semua tentang Rei dari cerita Reza, tapi mereka tidak akan pernah tahu berapa banyak uang yang Rei miliki dari peninggalan suaminya. Karena Rei tidak suka siapapun mengusik miliknya.
__ADS_1
###
Baru bisa istirahat sebentar duduk dipelaminan kedua pengantin kembali berdiri untuk bersalaman dengan tamu undangan. Meski pegal tapi Rei dan Ardan tetap tersenyum. Gosip yang beredar kalau yang dinikahi Ardan bukanlah seorang gadis sudah menyebar. Bahkan seisi ballroom pun membicarakannya.
Tapi the show must go on, masa bodo mereka mau bilang apa, ini hidupku kata Ardan. Tak akan ada siapapun yang bisa mengaturnya. Mau nikah sama gadis atau janda tak ada masalah selama orang tua merestui, dan mereka bahagia kenapa tidak.
Makanya hari ini disaat pesta resepsi ini Ardan seakan mengumumkan kepemilikannya terhadap Rei istrinya, sebaliknya dia juga tidak akan memberi kesempatan pada orang lain untuk menjadi pelakor atau pebinor yang sedang viral saat ini.
Jika melihat status Rei sebelumnya seorang janda, dan sekarang berhasil menikah dengan seorang pemuda kaya dan tampan pasti dipikiran mereka Rei hanya ingin mendapatkan hartanya saja. Padahal tanpa mereka tahu harta pribadi Rei tidak akan pernah habis dimakan.
Rei orang yang jeli melihat peluang, dulu saat mertua dan abangnya mengajaknya untuk membicarakan masalah harta peninggalan almarhum, Rei sempat menolak tapi karena itu hak Rei mereka tetap menyerahkannya. Rei meminta papa mama Hadi untuk tetap mengelola perkebunan milik suaminya, dan dia hanya menempati rumah dan mobil yang diberikan.
Dan uang yang ada di bank dalam bentuk deposito Rei biarkan menjadi tabungannya kelak, belum lagi uang hasil jerih payahnya selama bekerja sudah dia jadikan salah satu usaha sampingannya dan sekarang sudah mulai berjalan. Rei memang tidak banyak bicara, dia lebih baik bergerak dan melihat hasilnya.
Rei bersama beberapa temannya yang juga memilih resign setelah menikah, membuka usaha bersama yaitu sebuah toko asesoris yang menjual pernak-pernik berbahan baku barang bekas yang setelah diolah justru menjadi barang aestetik dengan harga jual yang lumayan tinggi.
Ini tahun pertama mereka, dan ternyata responnya lumayan. Dari hanya beberapa pieces meningkat jadi belasan produk, sekarang sudah ada dua puluhan produk yang dijual baik online maupun offline.
Hasilnya lumayan buat menambah uang jajan para istri dan ibu muda ini. Modal patungan, bekerja bersama, mulai dari mencari bahan membuat konsep produk, dan merangkainya menjadi sebuah produk cantik.
Rei masih merahasiakannya dari Ardan dan orang tuanya, sama seperti mereka yang tidak tahu harta peninggalan almarhum. Mungkin nanti jika sudah siap dia akan menceritakan semuanya.
###
__ADS_1
Aku up lagi...disela istirahat yang tidak boleh ditawar. Semangat sehat buat semuanya, musim pancaroba banyak yang sudah tumbang termasuk otor yang sok strong ini 😁.