Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
53. I want you to be my wife


__ADS_3

Beberapa hari berlalu sejak pembicaraan itu, pihak WO pun sudah berhasil menemui Rei dan mendiskusikannya.


Rei bukan tipe orang yang ribet tapi karena ini adalah pernikahan ketiganya Rei ingin semuanya sederhana, dan berdoa semoga ini yang terakhir.


Tapi sejak pertemuan terakhir mereka Rei bahkan tidak bertemu Ardan, bahkan melihat story nya pun tak pernah ada di notifikasinya.


Kemana dia, Rei ingin sekali menghubunginya meski beberapa kali panggilannya ditolak. Orang aneh, batin Rei. Yang ngebet nikah siapa, yang ga ada kabar siapa.


Tapi mengingat kesibukan Rei dan juga Ardan, maka anggap saja sekarang mereka dipingit ga bisa ketemu satu sama lain.


###


Menjelang akhir bulan seperti biasa Rei akan disibukkan oleh pekerjaannya, dan mau tidak mau harus pulang telat.


Orangtuanya memaklumi, tapi karena sebentar lagi Rei akan menikah otomatis itu jadi pikiran. Bagaimana bisa yang mau nikah malah sibuk kerja.


Dilain pihak Ardan yang sudah merasa rindu pada sang pujaan hati, bolak-balik persis seperti setrikaan.


Mondar mandir seperti orang bingung, mau pergi ketempat calon, dimarahi bahkan kena SP dari mamanya.


Katanya ga boleh ketemu sampe hari H, biar manglingi kata bu de. Aturan dari mana itu, Ardan ga tahu yang pasti sudah dari sononya begitu.


Ketemu ga boleh, videocall ga boleh, yang boleh hanya telpon dan chatting aja. Mana ada begitu itu...huh, Ardan membuang napasnya.


Meski berat tapi demi kelancaran acara dan menghindari mamanya yang akan terus berkicau.


Malam ini Ardan berniat menemui Rei sembunyi-sembunyi, rencananya dia akan berangkat dari apartemen menuju kantor Rei.


Tapi sebelum niatnya kesampaian, mama dan juga adeknya yang sudah berbadan dua itu datang. Gagal maning...gagal maning...


Seperti tahu rencananya, mereka memasang wajah sangar. Plis jangan lagi deh, bisa panjang urusannya kalo begini, pikir Ardan.


Dan benar saja, setiap gerakan yang Ardan lakukan tak luput dari pandangan mereka berdua.


Kacau...kacau...


Ardan lalu mendudukkan dirinya diantara kedua wanita cantik ini, lelah rasanya mau ngapain aja serba salah.


Jam makan siang sudah lewat bahkan tak ada niatan satupun dari keduanya untuk pulang. Sepertinya memang disengaja mereka berlama-lama disini.


Buktinya sudah beberapa kali bel pintu berbunyi, mulai dari kurir yang datang membawa pesanan aneka makanan dari aplikasi sampai pizza delivery pun ada.


Kali ini apa lagi, Ardan mulai jenuh menanti mereka pulang. Akhirnya dia menuju kamarnya, Merebahkan dirinya di kasur berukuran king itu dan membuka media sosialnya.


"Capek...ga bisa ngapain, diawasi dua singa betina, 😒" caption nya di aplikasi hijau. Tak lama banyak yang mereviewnya.


Chat room nya pun mulai rame, mulai dari teman-teman kuliahnya, rekan kerjanya bahkan mama dan juga adeknya.


Mereka seakan kompak mengejeknya, dari banyak komen yang masuk semuanya mengatakan "nikmati aja Dan 😂", "emang enak 😜" dan yang paling parah "syukurin 😝"


jaharaaaa....


ting, ada pesan masuk. Ardan tampak tersenyum, kekasih hatinya ikut komentar.

__ADS_1


"Sabar sayang, siapa suruh ngajakin nikah😂"


what...ternyata dia malah ikutan soplak seperti yang lain.


"Kok gitu sih yang, tega banget sama abang 😒" Ardan membalas.


"Ye...situ yang ngajakin kawin, situ juga yang ilang" Rei


"Nikah yang, kalo kawin mah gampang ga usah ke KUA dah jadi 😁"


"Lagian abang ga ngilang kok, ini aja tadi udah siap mau ketemu ayang tapi dua singa betina datang ga mau pulang tuh" Ardan.


"Eh, siapa? jangan bilang itu mama dan Dina" Rei.


"Ya siapa lagi kalo bukan mereka, mana mukanya nyeremin. Masak orang jalan dikit aja dicurigain. Ngeselin ga tuh" Ardan.


"Mas sih, belum apa-apa udah ngajakin ke penghulu." Rei


"Ya, akan aku ga pengen keduluan sama yang lain yang. Aku udah cinta mati sama kamu" Ardan.


"Preeet 😛" Rei


" Yah kok gitu sih tanggapannya, bukannya senang diajakin halal malah nyindir 😢" Ardan.


"Iya percaya, gitu aja marah" Rei


"Aku ga marah sayang, cuma sedih aja kamu ga percaya sama aku." Ardan


"Aku serius sama kamu, dua rius malah. Aku ga mau kamu sampe direbut orang lain. Makanya aku ngajakin nikah"


" Biar kamu tahu kalau aku benar-benar cinta sama kamu, aku sayang kamu."


"I want you to be my wife"


"Be mother from my childs and i want to be with you all of time"


"Sampe memutih rambutku, menggendong cucu-cucu ku."


Panjang lebar Ardan menjelaskan kayaknya ga bakalan habis jika dibahas semua.


"Oh...so sweet 😘" Rei membalas


Yah, kan lagi-lagi Ardan kehabisan kata. Sudah capek-capek ngetik, jelasin panjang kali lebar eh balasan nya begitu.


Huh...sabar Dan, bentar lagi dia resmi jadi istrimu, dan kamu bisa membalasnya nanti.


Ardan tergelak dengan pikiran nya sendiri.


"Lagi dimana" tanya Ardan lagi


"Dirumah, tadi pulang kerja dijemput kak Heru. Katanya biar ga kelayapan kemana-mana" Rei.


"Waduh, ternyata sama aja. Aku ditungguin disini, kamu disana juga sama."

__ADS_1


"Kapan ini berarkhir Tuhan...." Ardan


" 😄😄😄 "


"Baru sekali udah kisruh, aku loh 3x ga papa tuh" Rei


"Yah kan beda yang, aku mana bisa ga ketemu kamu sedetikpun." Ardan


" Ih...sabar napa, abis ini bakalan ketemu tiap hari, tidur juga dikelonin." Rei


Jawaban absurb Rei mulai membuat Ardan tergelak, wajahnya senyam-senyum.


Mereka terus saling membalas pesan sampai malam menjelang. Diluar dua wanita cantik itu terkikik, mereka berhasil mengerjai Ardan.


"Siapa suruh bilang kita berdua singa betina, ya ga ma?" ucap Dina


"Iya, belum tahu kalo singa betina ngamuk ya." mama


"Loh....hahaha" keduanya kembali tertawa.


###


"Dan, mama pulang dulu ya. Awas kalo kamu coba-coba keluar, mama kasih perhitungan." mama melirik Ardan yang tampak lesu.


"Ga usah pasang wajah melas, ga bakalan mempan."


"Enggak ma..." jawabnya tak semangat


"Pokoknya sampe ketahuan ketemu Rei, mama sembunyikan Rei ke tempat yang jauh, biar kapok" mama


"Enggak ma, janji deh. Beneran" Ardan


"Awas" mama meletakkan dua jarinya ke depan matanya dan kearah Ardan. Pertanda tidak main-main.


"Mama ngeri deh" Ardan menggelengkan kepalanya.


Setelah tadi Dina dijemput suaminya, kini tinggal mama yang menunggu jemputan.


Papa datang tak lama kemudian, batin Ardan bersorak. Akhirnya i'm free....


Eit...belum, ibu negara kembali pasang kuda-kuda, mengancam Ardan.


Papa yang melihatnya tak mampu menahan tawa, anak dan mamanya ini sama-sama menjengkelkan jika berseteru.


Tapi itulah mereka, kelakuannya seperti anak kecil, persis tom and jerry.


Akhirnya dengan penuh perjuangan papa berhasil membujuk mama untuk pulang setelah perdebatan sengit yang memusingkan.


Kata papa gencatan senjata dulu, besok lanjut lagi perangnya. 😆😆😆


###


Lanjut ga? jangan lupa like, komen dan vote ya.

__ADS_1


__ADS_2