Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
97. Rei, papa minta maaf


__ADS_3

Usia kandungan Rei sudah memasuki bulan keempat, dan sesuai adat mereka mengadakan acara pengajian menyambut calon bayi mereka.


Tidak banyak yang diundang hanya tetangga sekitar, dan juga teman-teman dekat keduanya. Rei juga mengundang anak yatim seperti permintaannya pada suaminya dulu.


Jika Rei dinyatakan positif hamil, saat usia kandungannya memasuki empat bulan dia ingin mengadakan pengajian menyambut calon bayi mereka dan mengundang anak yatim piatu.


Rei sengaja meminta itu karena dari pengajian yang dia ikuti secara online mengatakan saat usia kandungan empat bulan saat itu lah roh nya ditiupkan. Dan Rei percaya itu.


Rei terlihat lebih sehat sekarang, dia sudah tidak mengalami mual dan muntah lagi. Berat badannya juga mulai naik, pipinya lebih chubby dan perut nya juga mulai terlihat.


Perutnya membulat dan Rei suka sekali melihat penampilan nya sekarang, dia bahkan sering mengaca sambil mengelus perutnya.


Seperti saat ini, Rei sudah sejak tadi bersiap untuk acara pengajiannya siang ini. Rei tak henti melihat bayangan dirinya dikaca.


Saking gemesnya dengan penampilan nya sekarang Rei sering membuat foto selfie dirinya, sampai galery hand phone nya penuh dengan foto dirinya yang sedang berbadan dua ini.


Ardan melihat istrinya mondar mandir didepan kaca sambil tersenyum dan memotret dirinya sendiri.


Rei juga memasukkan salah satu fotonya ke status sosial media nya, dan dengan caption yang menggemaskan.


Ardan diam-diam memotret istrinya dan memasukkan ke sosial medianya, tak mau kalah dengan sang istri.


Dan ternyata banyak yang mengomentari postingannya itu, mulai dari saudara, teman dekat, relasi bisnis sampai para karyawan nya pun ikutan mengucapkan selamat padanya.


Belum lagi dia yang jadi bahan obrolan di grup alumninya, terutama teman-teman yang tahu bagaimana kisah cinta Ardan.


Ardan dibuat mati kutu karena ulah salah satu temannya yang mengomentari foto istrinya, dan tentu saja itu mengundang tawa teman-teman lainnya.


"Dan, jangan dibikin mentang anak orang sampe ga bisa jalan gitu, tega lu ya. Tapi mant1ap bro, langsung tokcer.😁"


Komentar terus berdatangan sampai Ardan sakit perut karena membacanya. Bahkan ada yang membalas seperti ini.


"Dan, gapapa aku ga dapat ibunya, tapi ingat kalau anakmu perempuan jangan kasih orang, aku siap jadi calon mantu mu"


Celoteh salah satu teman Ardan yang masih setia menjomblo sampai saat ini. Kontan saja membuat semua anggota grup mengolok-olok nya.


Ardan tahu jika dia meladeni mereka pasti akan semakin panjang, dan dia pasti akan mendapatkan hukuman dari sang nyonya yang makin hari makin garang.


Ya Rei sekarang berubah seperti seekor singa betina yang siap menyerang siapa saja yang berani mengganggu privasinya.


Entah karena bawaan bayinya atau memang ada salah satu sifat Rei yang tersembunyi. Dan Ardan tidak mau itu terjadi, karena bukan hanya istrinya yang akan marah tapi juga mama dan juga adiknya.


Mereka bertiga seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, jika ada sesuatu yang menyangkut Rei maka mama dan adiknya Dina akan menjadi garda terdepan untuk mendukung Rei.


Ardan lalu turun menemani istrinya yang sedang menerima tamu di acara pengajiannya. Setelah semua undangan hadir dan pak ustadz yang diundang juga telah tiba, pengajian pun dimulai.

__ADS_1


Semua tampak khusuk membaca ayat Al-Qur'an dan mengikuti ceramah singkat pak ustadz tentang cikal bakal adanya seorang anak dalam rahim ibunya.


Mereka menyimak dan sesekali tertawa mendengarkan penjelasan pak ustadz yang cukup menarik dengan gaya khasnya.


Setelah itu diadakan doa bersama demi kesehatan dan keselamatan calon ibu dan jabang bayinya, serta doa untuk calon bapak dan seluruh keluarga besarnya.


Acara di tutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Rei ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka.


Rangkaian acara sudah selesai dan tamu undangan juga sudah meninggalkan tempat acara.


Rei dan Ardan senang acara mereka sukses terlaksana, terutama nadzar si ibu hamil. Kedua orang tua mereka juga ikut bahagia melihat kebahagiaan si ibu hamil.


###


Seminggu sudah Rei tidak bisa menemui papanya karena badannya kurang sehat akibat flu.


Sejak acara pengajian dirumahnya Rei memang lebih sering berada dirumah orang tuanya karena Ardan sering pulang malam.


Restoran Ardan beberapa kali disewa untuk pesta pertunangan maupun pernikahan, meskipun EO yang menangani berbeda, tapi mereka semua sepakat menggunakan katering dari restoran milik Ardan.


Selain tidak perlu jauh-jauh memesan, hampir semua menu dari restoran ini sudah memiliki pelanggan tetap.


Dan Event Organizer pun menuruti permintaan pelanggannya yang merekomendasikan katering, termasuk restoran milik Ardan.


Karena bersin berkali-kali hingga batuk Ardan akhirnya membawa istrinya ke dokter kandungan dan berkonsultasi.


Dokter sudah memberikan resep khusus ibu hamil agar flu nya mereda, tapi Rei juga harus banyak istirahat.


###


Ardan menerima telepon dari kakak iparnya tepat jam sepuluh malam, kak Dani mengabarkan kondisi papa yang tiba-tiba ngedrop.


Kak Dani dan suaminya lalu membawa papa ke rumah sakit, dan melarang Ardan untuk memberitahukan pada Rei tentang kondisi papa.


Mama juga masih dirumah menjaga kedua putri kak Dani, Ardan menurut. Dani tahu keadaan Rei masih belum begitu fit, jadi Rei lebih baik beristirahat.


Ardan mengerti lebih baik mereka menjenguk papa besok saja. Setelah Dani menutup teleponnya, Ardan kembali kesamping istrinya.


Dia tidak ingin istrinya gelisah saat tidak melihat Ardan disampingnya.


###


Keesokan harinya setelah sarapan dan membantu istrinya minum obat dan vitaminnya, Ardan lalu menceritakan kondisi papa semalam.


Rei terkejut, air matanya langsung merembes tapi Ardan menguatkannya. Jika ingin menjenguk papa, maka Rei harus kuat.

__ADS_1


Ardan tidak ingin kondisi Rei akan mempengaruhi kondisi janin mereka. Meski sedih dengan kondisi papa, Rei harus tetap sehat agar calon bayi mereka tetap sehat.


Siang itu setelah menelpon mamanya, Ardan dan Rei langsung pergi ke rumah sakit. Bersamaan dengan kedatangan mereka dirumah sakit, papa dan mama Ardan serta Dina juga sampai disana.


Diruangan papa dirawat sudah ada mama, kak Dani dan bang Heru sudah menunggu Rei. Papa selalu menanyakan Rei.


Begitu melihat Rei papa langsung berlinang air mata, banyak yang ingin papa katakan pada Rei.


Rei pun mendekat, dia sudah menangis sejak masuk kamar inap papa. Kondisi papa yang semakin lama semakin kurus karena penyakitnya akhirnya tidak dapat lagi disembunyikan.


Papa ingin minta maaf pada Rei, karena dia secara tidak langsung menyebabkan anak bungsunya mengalami trauma.


"Pa, papa kenapa menyembunyikan dari kami?" tanya Rei. Ardan mengatakan papa mengidap hepatitis B dan sudah sangat parah.


Papa sengaja menyembunyikan penyakitnya dari istri dan anak-anaknya.


"Rei, papa minta maaf karena telah egois memaksakan kehendak papa sama kamu. Maafin papa ya nak. "


Papa berbicara terbata - bata, napasnya sedikit terganggu karena selain hepatitis B papa juga diketahui mengidap penyakit paru-paru.


Menurut hasil pemeriksaan dokter, papa sudah lama mengidap kedua penyakit itu tapi tidak separah saat ini.


Dokter meminta keluarga agar bersabar dan berdoa semoga diberikan kesembuhan bagi pasien.


Dengan bantuan selang oksigen napas papa lebih baik dari sebelumnya, dan pihak keluarga memilih mengikuti saran dokter.


Karena sekarang seperti yang dilihat kondisi papa sangat jauh dari kata baik, tapi semangat hidup papa besar dan itu membuat seluruh anggota keluarga bersyukur.


"Pa, papa ngomong apa. Papa ga salah apa-apa sama Rei." jawab Rei dengan sesenggukan.


"Rei, maafin papa." ulang papa suaranya semakin lirih.


"Rei maafin papa, papa cepat sembuh ya biar bisa kumpul lagi." ucap Rei, air matanya tak henti mengalir.


Setelah itu terdengar dua kalimat syahadat dari mulutnya, kemudian papa menghembuskan napas terakhirnya.


Rei, menjerit.


Mama dan kak Dani mendekat dan melihat papa sudah terpejam, Ardan memanggil dokter dari tombol didekat brankar.


Setelah dokter datang memeriksa ternyata papa sudah meninggal, mama mulai tidak kuat akhirnya pingsan.


###


Selamat menunaikan ibadah puasa, tetap dukung otor ya. Jangan lupa like, komen dan votenya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2