
"Assalamualaikum" jawab Ardan saat suara diseberang menyapa.
"...."
"Kebiasaan deh. Katanya ada yang mau makan eskrim, kok aku ga diajak sih"
"...."
"Mau dong, apalagi makannya sama yayang ga bakalan nolak "
"..."
"Abis ini aku jemput, siap-siap ya."
"..."
"Assalamualaikum"
Ardan tersenyum, menutup panggilan teleponnya. Setelah tadi sempat kembali ke restoran, adiknya Dina memberi tahukan kalau Miko, Rei dan dua sahabatnya akan makan eskrim malam ini. Meskipun badannya lelah karena perjalanan dari luar kota, tapi tahu pujaan hatinya akan makan eskrim bersama, Ardan akhirnya memilih menemani Rei.
Sebenarnya hari ini Ardan akan mengadakan perjalanan keluar kota, tapi sebelum tiba ditempat yang dituju ternyata temannya sedang mengalami kecelakaan jadi terpaksa dia putar balik. Mengunjungi kerumah sakitpun percuma karena operasinya masih belum selesai. Ardan berencana akan kembali lagi akhir pekan nanti bersama Renita, sekalian mengajaknya liburan.
Mobilnya sudah berhenti didepan rumah Renita, tapi si empunya rumah belum keluar. Mungkin masih belum selesai bersolek pikirnya, tahulah wanita kalau dandan pasti lama. Akhirnya Ardan keluar dan menjemput Renita. Terlihat sepi, tak berapa lama bibi membukakan pintu, mempersilahkannya duduk. Menanyakan calon mertuanya dan juga kekasihnya.
Renita turun dari kamarnya dilantai dua, belum menyadari seseorang sedang memperhatikannya. Penampilan yang sederhana seperti biasa, hanya kaos oblong dan celana jeans dipadukan dengan sepatu kets dan tas selempang. Dan makeup tipis yang membuat wajahnya lebih segar. Senyum tipis terlihat dibibir Ardan, dia selalu suka melihat penampilan seperti ini.
"Sudah siap?" Ardan mendekati Rei yang mencari bibi di dapur.
Rei tampak terkejut karena tiba-tiba Ardan ada disampingnya.
"Mas, bikin kaget aja" Rei meletakkan tangannya di dada, tapi kemudian tersenyum. Ardan yang gemas, mencium pipinya tiba-tiba. Semburat merah menyembur pipinya. Belum juga hilang gugupnya, Ardan kembali menciumnya kali ini dibibir mungilnya. Rei hanya bisa membulatkan matanya.
"Mas, ih...malu ada bibi tahu" ucap Rei, gugup dirasakan saat melihat bibi di depan pintu dapur sambil tertawa.
__ADS_1
"Bibi ga lihat kok non, gapapa dilanjutkan" goda bibi.
"Bibi apaan sih, udah ah" Rei
"Tuh kan yang, bibi aja gapapa kok. Mumpung ga ada papa dan mama" Ardan menggodanya lagi.
"Emang kenapa kalo ada papa dan mama?" Rei
"Takut dipaksa nikah...hahaha" Ardan
"Itu mah maunya kamu mas. Udah yuk berangkat biar ga kelamaan dijalan." Rei menggandeng tangan Ardan. Setelah berpamitan dan mengambil kunci rumah cadangan miliknya.
Perjalanan menuju tempat mereka janjian memang tidak terlalu jauh tapi di jam-jam seperti ini biasanya banyak sekali anak muda yang nongkrong di sekitar jalan menuju mall karena disana dekat dengan alun-alun kota dan juga pusat jajanan kaki lima.
Selama diperjalanan Ardan menggenggam tangan Rei, sesekali mengelus dan menciumnya. Rei merasa sangat dicintai, meski kadang rasa tak percaya diri saat bersama Ardan sering membayanginya. Apalagi kalau bukan karena statusnya sebagai janda. Meskipun Ardan tak pernah mempermasalahkannya, tapi sebagi seorang wanita dia memiliki perasaan yang sensitif karenanya.
€€€€
Memarkirkan mobilnya di base area, Ardan lalu mendekati Rei menggandeng tangannya lagi seakan tidak mau lepas. Mereka berjalan menuju gerai eskrim. Samar terdengar alunan lagu dari speaker di mall tersebut.
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what i've broken
Oh, 'couse i need you to see
That you are the reason
Mereka menyanyikannya bersama, lagu milik Calum Scott ini memang mewakili perasaan siapapun yang lagi mendengarnya. Entah itu rasa cinta pada pasangan, keluarga atau sahabat.
Mereka mengikuti irama lagu dan sesekali menyanyikan liriknya sambil tetap bergandengan tangan dan tersenyum. Dan mereka pun sampai di outlet eskrim, Dina dan Miko serta Arini dan Rio sudah sampai duluan, mereka kemudian memesan eskrim favorit mereka masing-masing.
__ADS_1
Menikmati malam dengan semangkuk eskrim coklat dengan topping chocochip dan taburan kacang kenari memang disukai oleh Rei. Bahkan dia bisa menghabiskan dua mangkuk sekaligus jika suasana hatinya sedang tidak bersahabat.
Ardan hanya memesan satu cup kecil eskrim rasa stroberi, itu pun tidak sampai habis dia makan, karena memang dia kurang suka makanan manis. Berbanding terbalik dengan Rei, para lelaki hanya mencicipi sedikit eskrim pesanannya, beda dengan wanita yang sangat doyan manis apalagi eskrim salah satu makanan favorit semua wanita di dunia.
Sebuah penelitian menyebutkan makan eskrim terbukti memberikan rasa rileks dan meningkatkan moods. Makanya eskrim jadi makanan yang banyak dipilih saat sedih atau galau, apalagi jika itu adalah wanita.
Dan triple date ini berlanjut, setelah makan eskrim mereka berenam juga makan malam bersama. Tapi kali ini pilihannya bukan di restoran mahal yang ada di mall itu, tapi sedikit menjauh tepatnya di sea food kaki lima di alun-alun.
Banyak menu ditawarkan mulai dari udang, kepiting, kerang dan ikan laut. Pilihan saus mulai dari saus padang, asam manis, dan saus Thailand. Bikin ngiler dengan aneka sambal yang berlevel, seperti yang banyak jual belakangan ini.
Mereka memesan beberapa menu, udang dan kepiting tetap jadi favorit. Tapi berbeda dengan kedua pasangan lainnya, Rei dan Ardan memilih sambal yang tidak terlalu pedas, karena Ardan tidak suka pedas. Diselingi canda tawa, keakraban mereka mengundang rasa iri.
Malam pun semakin larut, meskipun masih ingin berkumpul tapi mereka tetap harus mengutamakan kesehatan. Apalagi sekarang masih weekday, jam kerja menanti mereka. Setelah puas makan dan berbincang - bincang, mereka berpisah, kembali ke rumah masing-masing.
Ardan mengantarkan Rei pulang, jam ditangan Rei menunjukkan pukul 23.00 sudah terlalu larut. Untung saja Rei membawa kunci rumah sendiri jadi tidak perlu membangunkan bibi. Ardan mencium kening, pipi dan melu*** bibir Rei, rasanya masih kurang tapi mereka harus berpisah. Mencicipi bibir tipis yang ranum, tapi harus ditahan karena mereka berada di jalan raya, sudah pasti akan ada teguran dari pihak keamanan. Emang kalau didalam rumah bebas ya, wah bahaya tuh. Bukankah jika ada laki-laki dan perempuan berdua, pasti yang ketiga adalah setan.
Ardan harus mengakhirinya, sebelum pihak keamanan memberikan kartu merah, 😂. Rei yang tahu alasannya hanya bisa tertawa, bahkan sengaja mengerjai Ardan.
"Yakin ga mau lanjut?" Rei mengedipkan mata kanannya, menggoda kekasihnya.
"Yang plis deh, ga usah nantangin tar juniorku bangun mencari sarangnya malah repot." Ardan mengusap wajahnya, menahan sesak dibagian bawahnya.
"Sial, aku harus main solo lagi abis ini" batin Ardan.
Rei hanya tertawa melihat Ardan yang makin kesal menahan nafsunya.
"Sabar ya yang, bentar lagi juga unboxing tapi halalin dulu" Rei meninggalkan Ardan setelah memberikan kecupan di pipi kirinya.
"Awas ya, sudah berani ngerjain aku sekarang."
"Bye honey, i love you. Assalammualaikum" Rei melenggang pergi.
Ardan hanya bisa tersenyum melihat kenakalan kekasihnya, sudah mulai berani menunjukkan rasa cintanya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, aku pasti akan menghalalkanmu Rei, secepatnya." ucap Ardan. Kemudian berlalu setelah Rei masuk ke dalam rumah. Senyum bahagia terukir diwajah Ardan seketika.
Kita lihat apa kejutan yang akan Ardan berikan pada Renita, kita lihat saja nanti. Lanjut yuk!