Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
107. I love you..too


__ADS_3

Ardan terbangun dari tidurnya, alarm di hape nya tak berhenti berbunyi. Dengan sedikit malas Ardan bangun dan segera membersihkan diri.


Masih ada lima belas menit untuk bersiap, dan sepertinya restorannya sudah mulai ramai oleh tamu undangan.


Alunan lagu dari speaker di restoran menggema, Ardan tahu itu meski hanya sayup sayup terdengar dari ruangannya.


Masih mengenakan handuk yang dipakai untuk menutupi tubuh bagian bawahnya, dan dengan rambut yang sedikit basah, Ardan mendekati lemari pakaiannya dan mengambil setelan jas yang akan digunakan malam ini.


Tubuh atletis nya tercetak jelas, dengan perut kotak kotak meski tidak seperti model minuman suplemen, tapi tubuh Ardan masih bisa menarik perhatian wanita diluar sana.


Setelan jas dan kemeja dipadu dengan dasi kupu kupu, membuat penampilan Ardan mempesona.


Kancing terakhir di pergelangan tangan kirinya selesai terpasang, Ardan lalu memakai jam tangannya.


Alexander Christie, salah satu merk jam tangan yang dia suka. Meski tidak memiliki koleksi jam tangan limited edition sebanyak teman temannya, tapi Ardan cukup senang paling tidak dia membelinya dari hasil jerih payah sendiri.


Ardan keluar dari ruangan pribadinya, berjalan menyusuri koridor sebelum akhirnya, kaki nya menapakkan diri di ruangan belakang menuju taman dimana perhelatan berlangsung.


Sudah banyak tamu berdatangan, tuan rumah pun sedang asyik menyalami tamu undangan. Sebagian tamu undangan itu nampak Ardan kenali, karena mereka adalah rekan bisnis papanya.


Hampir semua tamu undangan datang bersama pasangan nya, tak terkecuali beberapa anak muda yang umurnya tidak jauh beda dengan Dina Adiknya.


Mereka semua tampak mesra, berbincang akrab, sambil menunggu giliran untuk mengucapkan selamat pada pemilik acara.


Pesta ulang tahun Tuan Aryanto Sanjaya, pemilik usaha mebel di kota ini berlangsung meriah. Pesta ulang tahun yang juga bersamaan dengan anniversary pernikahan pemilik toko mebel yang sudah merambah pasar internasional ini semakin semarak dengan kejutan yang diberikan oleh calon menantu mereka.


Putri satu satunya tuan Aryanto atau yang biasa Ardan sapa Om Anto itu benar benar menjadi kado istimewa di malam bahagia ini.


Pasalnya lelaki yang dekat dengan Fani, putri om Anto yang tak lain adalah sahabatnya sendiri memberanikan diri untuk melamar Fani di depan orang tuanya sekaligus tamu undangan.


Meski banyak rumor yang mengatakan jika mereka sebenarnya sudah menjalin hubungan kasih bahkan sudah pernah melakukan hubungan intim, dan acara lamaran ini hanya salah satu bentuk menaikkan viewers nya, tapi baik Fani dan Tama, tidak ambil pusing.


Baik Fani maupun Tama, keduanya adalah selebgram yang tengah naik daun tentu sangat mudah mendapatkan viewers apalagi netizen sangat ingin tahu kehidupan mereka.


Om Anto dan istri tak terlalu ambil pusing dengan selentingan itu, bagi mereka putrinya dilamar saja sudah jadi suatu kebahagian tersendiri, karena selama ini Fani dikenal dengan dengan banyak pria tapi semuanya berujung kandas.


Hanya Tama yang berani datang melamar meski dengan cara ekstrem, bahkan kedua orang tua Tama yang tak lain adalah sahabat dekat Om Anto juga tidak menyangka jika putranya nekat melamar gadis pujaannya seperti ini.

__ADS_1


Yang pasti pesta malam ini sangat berkesan bagi keluarga Om Anto, benar benar kejutan yang membahagiakan.


###


"Selamat ya om, sebentar lagi mantu nih" ucap Ardan sambil menjabat tangan dan memeluk Om Anto.


"Makasih Dan, oiya kamu sendirian aja. Istrimu tidak ikut?" tanya Om Anto sambil mencari keberadaan Rei.


Mendengar pertanyaan itu sontak membuat Ardan terdiam, istri Om Anto menyikut lengan suaminya karena merasa menyinggung Ardan.


Om Anto merasa bersalah karena pertanyaan spontan nya tadi membuat Ardan seperti tak bersemangat lagi.


"Maafkan Om,Dan. Om tidak bermaksud.." Om Anto berhenti mengucapkan kata katanya karena Ardan langsung menanggapi.


"Gapapa Om, tidak masalah. Mari Om saya permisi dulu, kasihan yang lain dibelakang saya sampe pegel kakinya nungguin giliran." seloroh Ardan, Om Anto dan Istri hanya tersenyum menanggapinya.


Ardan melangkah menjauhi kerumunan tadi, tiba tiba tenggorokannya terasa tercekat mengingat pertanyaan om Anto tadi.


Bagaimana pun juga Ardan merasa bersalah pada istrinya karena tidak bisa membuatnya melupakan kejadian itu.


###


Ardan melihat kedua orang tua dan juga adiknya berada di satu meja, Ardan kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat mereka berada.


Saat Ardan mendekat, wajah mama dan papa seperti sudah tahu arti raut wajah putranya itu. Ardan lalu mendudukkan dirinya disamping papanya.


Sementara itu di ujung sana senyum terukir di wajah seorang gadis yang mengawasi Ardan dari jauh. Matanya sejak tadi tak lepas dari Ardan.


Tepat disaat sebagian tamu menikmati suguhan dan juga alunan lagu dari pengisi acara, di pintu masuk Rei sudah berdiri memukau banyak pasang mata.


Rei memberikan undangan nya agar bisa masuk kedalam dan bertemu suaminya. Rei sudah tidak sabar memberikannya kejutan.


Dengan gaun berwarna hitam, bagian atas yang sedikit terbuka dibagian pundaknya tapi masih tetap memberikan kesan sopan, karena Rei memang tak terlalu suka mengeskpose tubuhnya lewat pakaian yang dia kenakan.


Rei tampak memindai seluruh ruangan, mencari keberadaan suaminya. Dan pandangannya tertuju pada meja di tengah ruangan.


Rei berjalan mendekat, semakin lama semakin banyak mata menatap kagum padanya.

__ADS_1


Kecantikan alami yang dimiliki Rei tak perlu diragukan lagi, dengan make up flawless Rei dapat membuat orang yang memandangnya tak berkedip.


Termasuk Ardan suaminya, yang tanpa sengaja melihat istrinya berjalan mendekat. Bahkan papa yang berada di sampingnya harus menyenggolnya agar sadar dari lamunan.


Ardan menatap takjub perempuan cantik yang berjalan mendekat kearahnya, Ardan masih belum percaya sepenuhnya.


Benarkah ini Renita istrinya, atau hanya halusinasinya saja karena sejak pertanyaan dari om Anto, pikiran Ardan melayang ke ruangan dimana istrinya selalu mengurung diri.


Ardan berdiri perlahan kakinya melangkah mendekati wanita cantik yang membuatnya terpana malam ini.


Berjalan mendekat mengikuti kata hati hingga keduanya sama sama berhenti ditengah tengah ruangan yang disulap menjadi lantai dansa.


"Apakah aku melewatkan sesuatu, suamiku?" kata kata Rei membuyarkan Ardan yang masih terpekur dalam ketidak yakinan bahwa yang berdiri dihadapannya saat ini adalah betul Renita Malik istrinya.


Ardan tertawa, dia tak percaya jika istrinya secantik ini, dan sekarang mereka berdua berpelukan seakan melepas kerinduan setelah sekian lama.


Alunan lagu yang dibawakan oleh seorang penyanyi terkenal yang menjadi pengisi acara malam ini menambah kesan romantis.


Ardan memberikan tangan kanan nya untuk digenggam dan Rei menyambutnya, mereka pun berdansa bersama dengan pemilik acara malam ini.


Tampaknya kebahagian yang mereka rasakan menular pada banyak pasangan disana, termasuk papa dan mama Ardan, serta Dina dan suaminya Miko.


Mereka ikut berdansa mengikuti irama, senyum bahagia tersungging di bibir Rei dan Ardan.


Raut bahagia keduanya tak lepas dari tatapan banyak pasang mata yang juga tak percaya jika Renita bisa jadi bintang pesta malam ini mengalahkan tuan rumah.


"I love you..." ucap Ardan yang dilanjutkan dengan memberikan kecupan singkat dibibir istrinya.


Rei tersenyum, membalas kecupan yang mendarat mulus dibibir mungilnya sambil membalas ucapan suaminya.


"I love you too,hubby"


Keduanya kembali berpelukan hangat, mengikis jarak antara kedua.


Tapi tidak dengan seseorang yang masih berada di pojok ruangan, sambil mengepalkan tangan tanda tidak suka melihat pemandangan itu.


"Kenapa?" batinnya berkata.

__ADS_1


###


Terima kasih buat yang masih setia menemani otor, masih banyak typo. Dukung otor terus ya, melalui like , vote, komen, dan jadikan favorite jika anda menyukainya.


__ADS_2