
Acara resepsi yang berlangsung meriah itupun usai sudah, menyisakan beberapa kenangan yang akan diingat baik Rei maupun Ardan.
Jika kemarin mungkin Rei tidak tahu siapa saja tamu yang akan diundang suaminya, termasuk mantan suaminya juga mantan kepala kantornya.
Buat Rei masa lalu sudah usai bukan untuk dikenang apalagi diulang, jadi Rei menganggap nya biasa. Entah apa tujuan suaminya mengundang mereka, yang pasti Rei menghargainya.
Dan bagi Rei itu adalah suatu keuntungan, dengan begitu mereka tidak akan lagi mengganggu kehidupannya. Terutama bagi Reza yang sudah memiliki anak.
Rei sebenarnya ingin bertanya pada suaminya kenapa mengundang mereka, tapi suaminya masih bergelung mimpi, setelah pergulatan panas mereka semalam.
Rei membersihkan dirinya, dia masih berada di hotel yang kemarin ditempatinya menjelang resepsi. Beberapa family nya juga masih ada disana, dan tampaknya hotel itu memang sengaja di booking bagi keluarga besar dan tamu-tamu pemilik acara semalam.
Rei memilih berendam di bathup, dengan air hangat dan sedikit essencial oil aroma melati yang menenangkan. Rei merasakan lelah yang amat sangat, setelah berdiri berjam-jam dipelaminan, menyalami tamu-tamu undangan dan digempur habis-habisan oleh suaminya.
Untung saja suaminya masih tidur, jadi Rei ada kesempatan untuk melakukan me time nya sebelum kembali dikerjai sama suaminya yang tak pernah puas untuk urusan enak-enak.
"Dasar...giliran enak aja duluan, giliran sakit gini ditinggal." Rei menggerutu, tapi memang tenaga Ardan sangat kuat, dia harus bisa mengimbanginya.
Rei mencoba memejamkan mata menikmati aroma terapi di kamar mandi itu. Sesekali Rei memainkan busa sabun yang ada di bathup, menyenangkan diri. Rei berendam dan menikmati air hangat sambil terpejam, hingga tangan kekar menyentuh punggungnya dan bermain diarea favoritnya.
"Gagal sudah..." Rei mendesah, suaminya kembali melakukan rangsangan pada tubuh polosnya. Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
Jangan tanya Rei sekarang karena dia harus menghadapi serangan mendadak dari suaminya yang tidak akan pernah cukup sekali meminta haknya itu.
******* dan erangan pun keluar dari bibir kedua sejoli itu, cukup lama mereka melakukannya di dalam kamar mandi. Di bathup, dibawah shower dan setelahnya mereka membersihkan diri bersama-sama.
Tenaga Rei kembali terkuras, untung saja perutnya memberikan tanda, karena kalau tidak Ardan akan kembali menghajarnya diranjang.
__ADS_1
Ardan memberikan jeda bagi mereka berdua untuk mengisi tenaga, karena seperti janjinya kemarin dia akan benar-benar membuat istrinya kelelahan.
Ardan menelpon layanan room service, dan tak lama makanan pun datang. Untung saja mereka berdua sudah berpakaian. Mereka pun makan pagi di waktu yang sudah menjelang siang.
###
Karena masih suasana cuti dan masih ada beberapa saudara yang tinggal di hotel, Rei dan Ardan memilih menyapa mereka sebelum mereka kembali ke kota masing-masing.
Suasana lobi hotel yang sedikit ramai karena sudah ada beberapa tamu yang sudah dan sedang melakukan check out. Rei, Ardan, mama, papa dan juga pasangan ibu hamil sudah berpamitan dengan family mereka.
Hari ini hari terakhir Rei dan Ardan menikmati layanan hotel yang ternyata diberikan salah satu kolega papa Ardan sebagai kado pernikahan mereka. Jadi Ardan tidak mau menyia-nyiakannya.
Papa dan mama yang mengerti maksud kode dari Ardan hanya tersenyum. Mereka lalu kembali kerumah dan memilih beristirahat disana.
###
Berbeda dengan pasangan pengantin baru yang masih gencar-gencarnya melakukan program pemersatu bangsa. Pasangan bumil yang sudah mulai membesar juga tampak menikmati masa berdua mereka sebelum baby utun launching.
Baginya selama itu membahagiakan istrinya, tidak masalah toh nanti setelah istrinya melahirkan dia bisa kembali menjaga bentuk tubuhnya. Miko sangat menjaga perasaan ibu hamil itu, yang mood nya suka naik turun seperti bianglala di taman hiburan.
Sebenarnya itu termasuk dalam daftar keinginan calon ibu muda itu. Dia tidak ingin terlihat besar sendirian jadi Dina meminta suaminya untuk menggendutkankan badannya dengan alasan permintaan dari baby utun alias ngidam.
###
Kembali ke hotel tempat dua sejoli memadu kasih, Ardan dan Rei sedang duduk di balkon kamar mereka. Ardan berada dalam posisi memeluk Rei dari belakang.
Hari ini Ardan ingin menceritakan alasan kenapa dia mengundang mantan suami Rei dan juga mantan tunangannya, termasuk mantan cewek-cewek yang pernah singgah didalam hidupnya.
__ADS_1
Rei mencoba memahami dan menghargai suaminya. Sama halnya dengan dirinya, Ardan tidak ingin masa lalunya berimbas pada kehidupan barunya, sekarang atau nanti. Karena bagaimanapun, dia sudah memiliki istri yang harus dijaga perasaannya.
Ardan menceritakan satu persatu, wanita yang pernah ada dihatinya bahkan yang terakhir dan membuatnya terluka, hingga dia bisa melupakan seluruh lukanya saat bertemu dengan Rei.
Beberapa wanita itu tampak hadir disana, dengan pasangannya masing-masing karena memang hubungan Ardan dengan mereka baik-baik saja meski sudah berpisah, dan memiliki kehidupan masing-masing.
Berbeda dengan Maya, wanita ini seperti masih menyimpan harapan untuk bisa bersama dengan Ardan. Dan sikapnya itu terlihat jelas saat acara resepsi, Rei ingat saat itu ada seorang wanita cantik dan anggun yang mengajaknya bersalaman.
Tapi ketika mendekati Ardan, sikapnya terlihat sedikit mengganggu. Untung saja Ardan menolak ajakannya untuk cium pipi, karena tahu Rei tidak akan suka.
Rei tampak berkaca-kaca saat Ardan mengatakan itu, dia tidak menyangka kalau suaminya sangat menjaga perasaannya. Bahkan tidak memberikan celah sedikitpun pada orang-orang yang berniat mengganggu rumah tangganya.
Satu persatu Ardan menceritakan alasannya, ternyata selama ini banyak yang belum Rei ketahui tentang suaminya. Makin lama bercerita makin banyak rahasia yang terungkap.
Ardan terlihat sedikit lega setelah menceritakannya, dan dia siap menyongsong kehidupan barunya dengan sang istri tercinta. Ardan lebih suka Rei tahu siapa dirinya, betapa brengseknya dia dan semua yang menjadi rahasianya pada sang istri.
Baginya lebih baik Rei mendengar langsung bagaimana buruknya dia dari mulutnya sendiri dari pada dari orang lain, meskipun itu mama atau adiknya.
Tidak ada satupun yang dia tutupi, Rei sempat bingung karena ternyata Ardan bisa seterbuka itu menceritakan masa lalunya. Berbeda dengan nya yang lebih memilih menyimpan masalah yang berhubungan dengan masa lalunya.
Ardan membalikkan badan istrinya, dan mengangkat wajah Rei. Menatap kedalam dua matanya, Rei melihat ketulusan di mata tajam itu. Tak ada keraguan disana, dan Rei mengangguk saat Ardan menanyakan cintanya.
Rei merasa menemukan kembali dirinya, setelah sempat terpuruk oleh masa lalu dan bayang-bayang gelap yang selalu menghantuinya. Yang selalu dia ragukan karena statusnya yang sudah menjadi janda.
Ardan meyakinkannya untuk meraih bahagia bersama, dan itu sudah cukup bagi Rei. Ardan mencium pucak kepala istrinya dalam. Rasanya sangat menenangkan.
###
__ADS_1
Cukup dulu ya, nanti kita lanjut lagi....semoga lulus review karena saya bingung membuat adegan hot yang bisa lolos dengan mudah.
Tetap dukung otor, jangan pelit jempolnya😊