
Hari jum'at ini sesuai undangan keluarga besar Prasetya mengadakan tasyakuran dan aqiqahan cucu mereka Namira Anjani.
Semua keluarga besar dari papa, dan mama Ardan sudah berdatangan meski tidak semua bisa datang karena pekerjaan mereka.
Tapi papa dan mama tetap senang karena mereka bisa bertemu lagi dengan keluarganya. Termasuk duo resek ibu dan anak, bude Neno dan Enno anaknya.
Sebenarnya baik Dina maupun Ardan tidak suka mereka datang. Tapi demi menghormati orang tuanya mereka akhirnya mengalah dan mencoba berdamai, karena tidak enak dengan keluarga yang lain.
Bagaimana dengan Rei, istri dari pemilik restoran terkenal ini malah cuek. Baginya ada atau tidak ada mereka di acara ini tidaklah penting.
Demi menjaga perasaan mama mertuanya serta sang suami yang makin hari makin posesif itu, Rei mengambil inisiatif untuk tidak terlalu memikirkan hal itu.
Selama mereka masih bisa menjaga sikap dan tidak mencari gara-gara, Rei akan diam. Karena Ardan suaminya sudah berulang kali mengatakan jangan pernah terlihat lemah pada siapapun meski itu saudaramu sendiri. Karena kita tidak pernah tahu isi hati orang.
Meski didepan kita dia terlihat baik, tapi dibelakang dia malah menusuk kita. Belajarlah dari pengalaman. Dan mengangguk setuju, dia ingin suaminya bangga padanya.
Bukan bangga karena bisa mengalahkan orang yang dianggap musuh, tapi mengalahkan ego mereka. Rei paham, meski suaminya terlihat sedikit marah mengingat kejadian waktu itu, tapi maksudnya baik.
Mama mertuanya juga menasehatinya, Ardan adalah tipe laki-laki keras meski sikapnya ramah pada semua orang tapi jika dia tidak menyukai sesuatu dia akan terus mengingatnya.
###
Sore hari selepas ashar acara aqiqah pun digelar, mama tetap mengundang teman pengajian, tetangga, dan beberapa rekanan papa, tapi kali ini mama mengundang salah satu ustadz kondang.
Bukan pengen pamer sih, tapi memang sebelumnya sudah menghubungi jauh hari bahkan sebelum acara tujuh bulanan Dina. Tapi mungkin baru kali ini bisa berkesempatan hadir.
Semua orang yang hadir mengikuti ceramah ustadz kondang itu bahkan mereka beberapa tertawa karena penyampaian materi ceramahnya yang sederhana dan kocak.
Meski begitu tidak mengurangi maksud dari isi ceramah. Setelah itu mereka menikmati hidangan yang disajikan. Dan acara aqiqah ditutup dengan doa penutup majelis dari ustadz.
__ADS_1
Selepas acara, bayi mungil yang sejak tadi terlelap dalam dekapan mamanya mulai bergerak mencari sumber makanannya. Makin lama suaranya makin kencang.
Tangisannya membuat orang-orang menoleh, ternyata dia sangat lapar dan sudah tidak sabar menikmati makanan utamanya. Dina yang sedikit panik karena bayinya menangis kencang akhirnya memberikan asi yang sudah ada dalam botol.
Ketika menangis kencang seperti ini baby Nami tidak mau menunggu lama untuk menghisap langsung dari sumbernya. Jadi lebih baik meredakan tangisnya dengan memberikan asi dalam botol.
Benar saja, seketika tangisnya langsung berhenti. Dina merasa lega karena bayi nya sudah tenang menyusu, bahkan botol susu itu sudah hampir separuh isinya tandas.
Bayi cantik ini mendapat banyak kado dari tamu dan juga saudara yang hadir. Kamar yang tadinya penuh kado, sekarang akan penuh lagi. Bayi ini mendapatkan banyak rezeki sejak kelahirannya.
Beberapa saudara sudah pulang hanya tinggal kerabat dekat saja yang masih tinggal, termasuk bude Neno dan anaknya.
Rei yang sejak tadi tak bersuara dan tampak tenang memilih duduk di sofa ruang tengah. Ruangan yang tadi digunakan untuk acara aqiqahan juga sudah terlihat rapi seperti semula.
Karena sejak pagi Rei sudah menyibukkan dirinya di dapur membantu mama menyiapkan hidangan yang akan disuguhkan, sekarang dia lelah dan rasanya sedikit mengantuk.
Duo ibu dan anak itu tidak berani mendekati Rei karena tahu pasti mereka akan dibuat malu oleh kelakuan mereka sendiri. Dan bukannya mendapatkan simpati dari saudara justru cacian.
Ardan membiarkan mereka selama tidak mengganggu istrinya. Tapi mereka tetap berada dalam pengawasan Ardan. Meskipun Ardan tidak berada di dekat istrinya tapi banyak mata yang mengawasinya.
Cerita tentang perbuatan bude Neno dan Enno putrinya sudah didengar oleh saudara yang lain, bahkan mama Rei sendiri yang secara tidak sengaja mendengar pembicaraan mama Ardan dan adiknya.
Dan semakin diperjelas dengan cerita yang dia dengar dari bibi yang kebetulan ditanyakan oleh saudara-saudara papa Ardan yang memang tidak suka dengan kelakuan mereka.
Mereka tentu tidak akan lupa kejadian beberapa tahun lalu yang sengaja dilakukan Enno dan ibunya untuk menjebak Ardan dan mantannya sehingga mereka berpisah.
Tapi setidaknya saudara-saudara papa dan mama Ardan yang tahu betul bagaimana kelakuan mantannya yang kurang disukai oleh keluarga besar Ardan.
Itulah mengapa saat Ardan mengatakan ingin membatalkan pernikahannya dan berpisah dengan si mantan, mereka semua senang sekali.
__ADS_1
###
Neno dan Enno memilih meninggalkan rumah kediaman orang tua Ardan setelah semua selesai dan mereka sudah berbasa-basi dengan saudara yang lain.
Ibu dan anak itu kembali ke kos an Enno, karena besok hari papa Enno sendiri yang akan menjemput mamanya. Papa Enno memang bukan tipe orang yang senang berkumpul dengan saudaranya, dia memilih pergi bersama teman-temannya.
Maka ketika masalah korupsi yang dilakukannya tersebar diantara keluarga besarnya, mereka tak ada satupun yang berniat membantu.
Menurut mereka Neno dan suaminya memiliki rasa iri dan dengki, serta tidak punya simpati. Ketika ada saudara yang sakit atau sedang kesusahan mereka justru memilih liburan dan jalan-jalan daripada membantu saudaranya.
Dan mereka tidak pernah suka jika ada salah satu dari saudara mereka yang memiliki pekerjaan atau usaha yang lebih bagus dari mereka.
Termasuk pada Prasetya papanya Ardan, padahal dia memulai usahanya benar-benar dari nol. Mulai dari berjualan sayur keliling saat masih sekolah dan kuliah, sampai akhirnya memiliki kios tempat jualan tetap.
Pras, begitu dia disapa merupakan orang yang ulet dan tekun. Bahkan saat dulu melamar Utami, Neno dan suaminya sempat menertawakannya.
Tapi ayah Utami menerima Pras dengan satu syarat, dia bisa membuktikan bahwa dia bisa membangun usahanya sendiri dan sukses.
Meski dengan susah payah mencoba satu usaha ke usaha lainnya, jatuh bangun, pernah ditipu suplier dan juga pembeli, akhirnya pras bisa membuktikan janjinya pada sang mertua.
Utami yang sejak awal tahu bagaimana usaha dan perjuangan keras pras, bahkan dengan bangga dia menemani suaminya itu membangun usaha.
Meski dari keluarga berada dan mampu dalam hal finansial, Utami tidak mengeluh apalagi menyesal karena memilih Pras sebagai suaminya.
Dan sebelum ayah Utami berpulang, Pras sudah berhasil memiliki sebuah toko yang menjual sayur dan buah segar. Berkat kegigihannya dan juga kesabarannya mencari rekanan yang akhirnya membuahkan hasil.
Dan makin lama usahanya semakin berkembang, jatuh bangun yang dia rasakan dulu diawal bekerja membuahkan hasil. Toko yang dia bangun dengan susah payah berhasil menjadi toko yang memiliki pendapatan tinggi dan banyak pelanggan tetap.
Hingga akhirnya Pras berhasil membuatnya menjadi lebih besar lagi, menjadi supermarket dan juga penyumplai bahan mentah terbaik di kota ini.
__ADS_1
Supermarketnya merupakan satu-satunya di kota ini yang memiliki bahan mentah yang didapat langsung dari petani atau peternak.
Ya, jika awalnya Pras menjadi penjual sayur keliling dengan menggunakan motor bututnya dulu, sekarang dia tetap menjadi penjual sayur tapi dengan versi berbeda. Lebih bagus dan berkelas.