
Hubungan antara Ardan dan Rei semakin membaik, seiring dengan seringnya mereka pergi bersama.
Ardan sekarang selalu mengajak Rei kemanapun dia pergi, entah itu ke restoran atau keluar kota mengunjungi cabang restorannya.
Ardan tak mau meninggalkan istrinya, dia ingin menebus rasa bersalah pada Rei karena tidak mengindahkan kata kata mamanya untuk selalu mendampingi Rei disaat dia down.
Pasangan suami istri ini seolah mengulang masa awal pernikahan mereka, karena baik Rei maupun Ardan sudah berjanji untuk tidak mengingat kembali masalah mereka kemarin.
Kedua orang tua Ardan dan juga keluarga besar mereka turut senang karena akhirnya mereka bisa melewati cobaan dalam rumah tangga mereka dengan baik, meski itu baru awal.
Mereka berdua berjanji apapun yang terjadi kedepannya nanti, seberapa berat cobaan yang akan diberikan sang pencipta mereka akan saling menguatkan satu sama lain.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang tidak senang dengan kedekatan pasangan suami istri itu.
Beberapa kali dia memergoki mereka berdua yang tampak lebih mesra, dan itu membuatnya sakit.
Entah bagaimana ceritanya hingga Anggita menjadi penguntit seluruh kegiatan Ardan. Dia bukan tidak memiliki pekerjaan, tapi sesibuk apapun dia pasti memilih untuk makan di restoran atau kafe milik Ardan hanya demi melihat pujaannya dari dekat.
Meskipun menyakitkan setelah melihat kemesraan Ardan terhadap istrinya, dia cemburu. Harusnya dia lah yang merasakan itu, bukan Rei.
Obsesi yang mengatas namakan cinta membuat dia menulikan telinganya bahkan mungkin sudah tak peduli dengan yang lainnya.
"Harusnya aku, bukan dia." gumam Anggi sesaat setelah melihat kedua sejoli itu keluar dari restoran.
Sakit hati karena cintanya yang tak kesampaian, atau karena egonya lah yang membuatnya harus melepaskan Ardan. Hingga kini tak ada yang tahu bagaimana perasaannya pada Ardan.
Lelaki yang selama ini selalu mendiami ruang dalam hatinya, yang bahkan tak pernah terjamah. Anggita merasa lelah, tapi bukan berarti menyerah.
Masih belum tertutup kemungkinan mereka akan berpisah, karena tidak pernah ada yang tahu nasib seseorang.
"Ini tak tidak boleh dibiarkan, Ardan tidak boleh bersama wanita itu. Ardan harus jadi milikku, hanya milikku."
Anggita menggeram melihat kemesraan antara Ardan dan Rei. Hatinya kembali terbakar emosi saat tanpa sengaja melihat Ardan dan Rei keluar dari mobil sambil berpegangan tangan, bahkan Ardan mencium pipi istrinya gemas.
Anggita tidak terima dengan perlakuan mesra Ardan pada istrinya, pasalnya selama Anggita mengenal Ardan tidak pernah dia melihat perlakuan Ardan semanis itu pada perempuan, termasuk pada mantan tunangannya.
Anggita memang mengenal hampir semua teman Ardan karena memang sebelumnya Anggita sudah mencari tahu tentang Ardan.
Bagaimana dia, keluarga dan pergaulannya karenanya saat dia berhasil mendekati Ardan dia pun tidak menyia nyiakan kesempatan itu.
Anggita menyukai Ardan sejak mereka masih berseragam putih abu abu, Anggita terpesona pada seorang Ardan yang merupakan ketua tim basket sekolah, pengurus osis dan segala nilai plusnya termasuk wajah tampan dan berasal dari keluarga kaya.
__ADS_1
Meski tak sempat berkenalan secara langsung, tapi sosok Ardan yang selalu mendominasi circle pergaulan mereka benar benar membuat Anggita jatuh cinta.
Hampir semua kegiatan Ardan, tak ada yang luput dari pantauannya. Bahkan pertemuan pertama mereka yang tanpa sengajapun masih teringat jelas didalam memorinya. Meskipun Ardan tak pernah mengingatnya.
Hingga saat mereka dipertemukan lagi setelah sekian lama, benih cinta yang sempat tumbuh kembali bersemi. Apalagi setelah tahu jika Ardan sudah berpisah dengan tunangannya.
###
Malam ini di cafe ada acara reuni dadakan alumni putih abu abu Ardan, salah satu temannya yang bekerja dan menetap di Amerika datang dan mengumpulkan teman - teman lainnya.
Meskipun tidak ada persiapan sebelumnya apalagi tanpa direncanakan, reuni dadakan ini sukses mendatangkan hampir seperempat alumni angkatan Ardan.
Acaranya pun hanya berisi obrolan seputar pekerjaan dan keluarga, mungkin juga sebagai ajang promosi dan pencari jodoh. Karena beberapa diantaranya masih ada yang jomblo, baik yang murni jomblo ataupun yang sudah pernah menikah.
Anggita tampak diantaranya, penampilannya begitu memukau dengan balutan gaun malam berwarna merah yang tampak kontras dengan kulit putihnya.
Banyak laki-laki yang memuja kecantikannya, karena Anggita memiliki darah Asia dan Eropa. Wajahnya benar - benar menghipnotis kaum adam disana, tak terkecuali Ardan selaku tuan rumah acara.
Tapi Ardan menganggapnya biasa saja, baginya Rei adalah wanita tercantik sekaligus pemilik hatinya. Ardan membalas senyuman yang Anggita tujukan padanya.
Hingga acara berlangsung Ardan sama sekali tidak menggubris ajakan temannya untuk mendekat kearah primadona acara.
Merasa diabaikan, bahkan sengaja menghindar Anggita akhirnya mengikuti Ardan ke kantornya di dalam kafe.
Ardan mendudukkan dirinya di sofa dekat pintu dalam ruangannya. Pintu ruangan itu memang tak tertutup sempurna karena Ardan sudah tampak lelah sekali hari ini.
Hingga pandangannya terhenti pada sepasang sepatu dan kaki jenjang yang berada tepat disamping tempatnya duduk.
"Anggi"
Ardan mengenali pemilik sepatu itu, senyum terukir diwajah cantiknya. Ardan tampak kaget dengan kedatangan Anggita.
Anggita berjalan mendekati tempat duduk Ardan, sontak saja Ardan membenarkan posisi duduknya. Ardan merasakan tak nyaman saat Anggi duduk disampingnya.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Ardan menjauh saat Anggita merapatkan duduknya.
"Apa ini sambutan pada seorang yang pernah singgah dihatimu" Anggita tersenyum, bukannya menjawab malah semakin mendekat.
"Cukup, diantara kita tidak ada hubungan." Ardan.
"Justru itu, aku ingin memulai hubungan baru denganmu." Anggita mencoba meraih tangan Ardan, dan menggenggamnya.
__ADS_1
Ardan tersenyum tipis, mencoba mencari maksud dibalik pernyataan Anggita tersebut.
"Hubungan kita sudah berarti sebelum sempat memulainya, Anggi." Ardan
"Tidak, kita bahkan belum memulainya. Aku bisa menerimamu. Meski..." Anggita
"Meski aku sudah menikah, meski aku sudah memiliki istri begitu maksudmu?" Ardan.
"Ya, aku bisa menerimamu meski kau sudah menikah, aku mau menjadi yang kedua." Anggita
"Tapi aku tidak!" Ardan
"Kenapa, Dan?" Anggita
"Karena aku mencintai istriku, dan juga..." Ardan
"Dan juga apa?" Anggita
"Dan juga, kita sudah berpisah sebelum kita sempat memulainya." Ardan
Anggita tercekat, mana mungkin Ardan bisa berkata seperti itu. Anggita menolaknya, cairan bening berhasil lolos dari sudut matanya.
"Apa...apa maksudmu?" Anggita mencoba menampik.
"Ingatkah kamu, saat pertemuan kita terakhir beberapa tahun lalu, siapa yang memilih meninggalkan, siapa yang memilih mengejar karir dan memilih menghindari pertemuan selanjutnya yang bahkan belum pernah terjadi.
Siapa yang lebih mengulur waktu untuk bertemu, bahkan sengaja memblokir kontak."
Ardan mulai terlihat emosi, sejak tadi dia menahan agar tidak mengeluarkan kata kata kasar. Meski tak bisa menampik jika hatinya mulai kesal, sejak tadi tangannya menggepal erat.
Anggita tersentak, dia tidak menyangka jika Ardan kembali mengingatnya. Rasa sesal mulai menyeliputi hatinya, air matanya kembali berhasil lolos.
Dia sudah salah sejak awal, benar yang dikatakan Ardan. Yang mengulur waktu untuk ketemu, yang menghindari pertemuan yang hanya menjadi wacana, bahkan yang memblokir nomor telepon Ardan dari kontaknya. Karena ambisinya menjadi seorang desainer terkenal.
Kini nasi sudah jadi bubur, niat awal hanya ingin menunda cintanya demi cita citanya, tapi ternyata dia sendiri yang tersiksa.
"Maafkan aku..." Anggita memeluk Ardan tiba tiba, Ardan yang kaget bahkan tidak sempat menghindar. Tapi Ardan tak ingin membalasnya, ada hati yang harus dia jaga. Tapi masalah ini harus segera dia atasi, karena dia tak ingin lagi menyakiti hati istrinya.
###
Assalammualaikum
__ADS_1
Maafin ya, baru sempat up. Selama dua bulan terakhir sibuk di sekolah, banyak kegiatan jadi terpaksa menunda. Dan kebetulan juga hape nya mulai sedikit oleng. Terpaksa beberapa aplikasi harus dihapus agar tetap nyala, termasuk aplikasi ini.
Semoga ada rezeki biar bisa ganti hape baru yang lebih baik, jadi tidak mengganggu lanjutin up nya.