Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
78. Welcome home


__ADS_3

Bayi berkulit putih dan berjenis kelamin perempuan itu menangis kencang setelah keluar dari tempat ternyamannya selama sembilan bulan dalam kandungan.


Dina dan Miko menangis haru melihat bayi yang masih merah tersebut. Pipi gembulnya begitu menggemaskan. Miko mencium kening istrinya, dan mengatakan terima kasih. Dina mengangguk dan memeluk suaminya.


Tak lama perawat membawa baby utun untuk membersihkannya. Dan perawat yang lain membersihkan sang ibu. Setelah itu suster kembali membawa bayi cantik yang sudah wangi aroma minyak telon khas bayi.


Mulut mungilnya tampak bergerak mencari sumber makanan. Suster langsung menyerahkan bayi itu pada sang ayah untuk di adzani, baru kemudian meletakkan di samping sang bunda yang sudah tak sabar ingin menggendongnya.


Dina dibantu oleh suster mencoba memberikan makanan alami yang terbukti paling baik untuk bayi. Banyak penelitian membuktikan bahwa kolustrum yang terdapat pada asi sangat bagus untuk sistem imun anak.


Saat melihat bayi mungil itu mendekat mencari sumber makanannya, dia tampak menggemaskan dengan matanya yang tak berhenti bergerak. Begitu menggemaskan.


Dina merasakan sedikit nyeri ketika bayinya mulai menghisap ****** susunya, tapi dia tidak menyerah. Dia ingin memberikan yang terbaik bagi bayinya.


Bahkan sejak awal dirinya dinyatakan hamil, dia sudah berniat untuk melahirkan normal dan akan menyusui bayinya sampai usia dua tahun.


Baby utun menyusu dengan sangat cepat, sepertinya dia sangat kelaparan. Dina teringat pesan mamanya, bahwa ikatan batin seorang ibu dan anak bukan hanya terbentuk sejak dalam kandungan, tapi saat menyusui hubungan mereka akan semakin erat.


Setiap momen mulai dari Dina yang merasakan sakit sebelum melahirkan, saat dia mengejan, sampai bayinya selesai dibersihkan dan di azani, serta menyusu pertama kali tak lepas dari sorot kamera.


Semuanya terekam dalam video singkat yang Miko buat untuk kenangan mereka kelak. Tapi karena dia harus menemani istrinya yang sedang melahirkan, jadi minta tolong pada salah satu perawat yang sedang beristirahat.


###


Sementara di dalam sedang menikmati momen bahagia bagi keluarga baru. Di luar ruangan seluruh anggota keluarga menyambut kabar bahagia tersebut dengan sujud syukur dan juga tangis haru.

__ADS_1


Hingga Miko keluar dan membawa putri kecilnya yang sudah terlelap karena kenyang. Para nenek, kakek dan om tantenya mendekat dan berebut mencium pipi gembulnya.


Tapi tetap sang nenek lah yang berhasil mendapat giliran pertama menggendongnya. Mama dan ibu Miko bergantian menggendong cucu pertama mereka.


Mama beberapa kali menyeka air mata bahagia nya, beliau senang akhirnya putrinya berhasil melewati persalinan dengan normal. Seperti keinginannya dulu. Beruntung Dina begitu menurut, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sama ibu hamil.


Baik mama maupun ibunda Miko benar-benar menjaga pola makan Dina agar tidak berlebih terutama menjelang persalinan.


Para calon nenek itu melarang ibu hamil itu makan dan minum es karena air es yang bercampur gula pasti akan membuat bayi dalam kandungan membesar, dan akan membuat proses persalinan sedikit sulit.


Dan benar saja, bayi yang dilahirkannya memiliki bobot tiga setengah kilogram cukup besar bukan. Bagaimana seandainya lebih besar lagi, tentu akan semakin menyulitkannya saat persalinan.


Setelah para nenek bergantian menggendong baby utun, kini giliran para kakek. Mereka tak kalah antusias nya, bahkan papa sudah mengingatkannya tentang hukuman yang akan berikan karena karena mereka lah pemenangnya.


Terutama Ardan yang tampak sumringah ketika mengetahui jenis kelamin keponakannya itu. Bibirnya tak berhenti menggoda istrinya, membuat Rei beberapa kali menunduk malu karenanya.


Rei tidak habis pikir suaminya itu benar-benar suka memberinya hukuman seperti itu, dan dia sama sekali tidak merasakan capek meski melakukannya beberapa kali dalam semalam.


Sementara itu kabar gembira dari keluarga kecil Miko dan Dina sudah sampai ke seluruh keluarga besar. Termasuk pada duo biang kerok, Enno dan mamanya Neno.


Mereka juga senang Dina lahiran dengan selamat, tapi yang lebih membuat mereka senang adalah mereka akan kembali kerumah itu, tentu saja saat seluruh keluarga besar mereka hadir disana.


Karena yakin tidak akan ada yang mengusir mereka, meski mereka melakukan pernah kesalahan. Tujuan mereka cuma satu ingin membuat Rei menantu kesayangan mama Ardan itu malu.


Entah apa penyebab mereka berbuat itu, seperti ada yang mereka sembunyikan. Mereka bahkan sudah membuat rencana untuk mempermalukan Rei.

__ADS_1


###


Dina dan bayinya menginap sehari di rumah sakit karena mama ingin Dina benar- benar sehat sebelum pulang kerumah.


Setelah proses persalinan yang cukup melelahkan Dina sempat tidak sadarkan diri. Tensi darahnya tiba-tiba turun, setelah dicek dokter mengatakan tidak ada hal serius, jadi tidak ada yang perlu dicemaskan.


Penyebabnya mungkin karena kelelahan setelah persalinan jadi terpaksa sementara waktu dirawat inap. Mama yang sempat kuatir menjadi sedikit lega.


Bergantian dengan Ardan dan Rei, mama dan papa menjaga Dina. Sedangkan Miko dan kedua orang tuanya kembali ke rumah, saat kondisi Dina sudah stabil.


Dan siang ini Dina dan bayi nya sudah bisa pulang, setelah mengurus segala administrasi dan juga surat keterangan untuk pembuatan akta baby utun selesai mama dan papa menjemput Dina.


Miko dan orang tuanya juga sudah ada disana, mereka lebih dulu melihat cucunya. Setelah semua siap mereka juga sudah selesai membereskan barang di kamar yang ditempati Dina semalam, mereka kembali kerumah.


Wajah bahagia terpancar dari keluarga itu, sesampainya dirumah Ardan, Rei dan beberapa teman mereka ikut menyambut kedatangan bayi mungil yang kini jadi perhatian banyak orang.


"Welcome home..."


Semua menyambut kedatangan bayi itu dengan meriah, meski tanpa pesta mewah. Bahkan Rei dan Ardan sengaja mendekorasi ruangan bagian depan rumah orang tuanya khusus untuk baby utun.


Dina yang melihatnya jadi terharu, bersama Miko suaminya mereka lalu menuju ruang tamu yang sementara ini menjadi kamar bagi ibu dan bayi itu sekarang.


Beberapa barang dikamar Dina sudah dipindahkan agar memudahkannya jika membutuhkan. Ardan tidak mau adiknya kecapekan naik turun tangga dengan kondisinya sekarang.


Dan karena Dina dan Miko sudah ada disini sampai bayinya cukup untuk dibawa pulang, Ardan dan Rei memilih pulang kerumah mereka sendiri, tapi akhir pekan mereka akan bergantian menginap dirumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


Kata Ardan mereka juga butuh privasi agar hubungan mereka makin harmonis, padahal itu hanyalah modus agar dia bisa sering meminta jatahnya pada sang istri.


Ardan memang selalu punya alasan untuk yang satu itu. Tapi bagi Rei itu hanya akal-akalan suaminya saja untuk menghajarnya. Dan Rei harus siap menerima hukuman dari sang suami.


__ADS_2