Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
37. Pernikahan singkat


__ADS_3

Hari ini Dina dan Rei menginap di sebuah kamar hotel yang akan dijadikan tempat akad nikah sekaligus resepsi pernikahan Rio dan Arini. Memilih hotel yang berada dikawasan strategis dan tentu saja tidak jauh dari rumah sakit tempat papa Rio dirawat sebelumnya dan juga tempat beliau kontrol kesehatan.


Keluarga Arini dari luar kota sudah terlihat berdatangan, keluarga inti datang bersama orang tua Arini, mereka lebih dulu tiba. Jika sebelumnya mereka menginap dirumah Rio, sejak hari ini mereka berada di hotel ini. Beberapa kamar memang sengaja dibooking untuk keluarga yang punya hajatan.


Weding Organizer sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat rapi, meskipun Rio adalah anak dari pengusaha yang cukup terkenal tapi tidak mau terlihat berlebihan, apalagi dengan kondisi kesehatan papanya yang semakin menurun akhir-akhir ini. Mungkin lebih baik uangnya dipakai untuk biaya pengobatan papanya.


Sebagai anak tunggal Rio bisa saja mendapatkan lebih, bahkan banyak kolega papanya yang menyumbang untuk acara nikahannya mulai dari suvenir, sampai dokumentasi. Itu tak lepas dari peran papanya yang juga sering membantu koleganya. Sebagai pengusaha yang cukup berpengalaman papa Rio sering memberikan saran dan kritik bahkan mengajari pengusaha muda yang baru merintis usaha.


Akad nikah akan segera dilangsungkan, beberapa tamu dan keluarga mulai berdatangan di hall tempat berlangsungnya akad nikah. Rio tampak gagah dengan baju pengantin berwarna putih gading beserta songkoknya, warna senada yang juga dipilih oleh pengantin wanita. Kacamata bertengger di hidungnya, menambah kesan dewasa sesuai usianya.


Akad nikah berlangsung sakral, dan hanya dengan satu kali tarikan napas Rio berhasil mengucapkan ijab kabul dengan lantang dan akhirnya semua orang diruangan itu mengucapkan alhamdulillah SAH. Wajah bahagia kedua orang tua mempelai tampak disana, terutama orangtua Rio. Karena sejak kejadian perselingkuhan mantannya dengan sepupunya, Rio sempat menutup diri tapi Arini berhasil mengembalikan lagi keceriaannya.


Mempelai wanita ditemani oleh saudara tertua ibunya datang bersama pengiring pengantin yaitu Renita dan Dina. Tangis bahagia pecah seketika ketika mempelai wanita menyalami suaminya, dan kecupan hangat dikeningnya. Momen bahagia ini tak luput dari pengamatan Ardan, dari jauh dilihat Rei mengusap bulir airmata dengan tisu.


Ardan mendekatinya, menggenggam tangan Rei dan dibalas pelukan hangat. Bahagia itulah yang Rei rasakan untuk kedua sahabatnya.


"Besok kalau kita nikah singkat aja ya?" celetuk Ardan.


Rei tertegun mendengarnya, maksudnya apa ya emang ada akad nikah yang lebih singkat dari ini pikirnya.

__ADS_1


"Maksudnya apa coba? Mana ada akad nikah yang lebih singkat lagi. Konyol deh" Rei


"Ada dong yang, setelah ijab kabul ga usah resepsi ga usah foto bersama kita langsung ke kamar terus tancap gas" Ardan mengerakkan alisnya naik turun. Keduanya lalu tertawa lepas.


"Itu memang maumu, dasar omes" Rei mencubit perut kekasihnya. Keduanya kembali berpelukan, seakan ga mau kalah sama pengantin disana.


Acara berlanjut dengan resepsi, tamu-tamu berdatangan dan mulai menyalami mempelai beserta kedua orang tuanya. Sebagian sudah mulai mencicipi hidangan yang disediakan. Hiburan lagu - lagu romantis pun dikumandangkan oleh wedding singer.


Hingga semua mata menatap sepasang tamu yang datang dan menuju pelaminan. Ada rasa cemas menyelimuti hati mama Rio dan Arini. Rio yang awalnya sedikit geram akhirnya meredam emosi berkat dukungan istrinya. Bisikan kata lembut membuat emosinya kembali stabil. Keduanya terlihat menggenggam tangan.


"Selamat ya, semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warohmah" ucap si pria yang tak lain adalah sepupu Rio, dan disampingnya mantan Rio yang menjadi selingkuhannya.


"Terimakasih, selamat juga buat kalian sepertinya hasilnya sudah terlihat." Kalimat sarkas yang diucapkan Rio jelas memukul telak keduanya. Tapi keduanya tak berani mengelak, karena memang seperti itu adanya.


Setelah menyalami pengantin, keduanya lalu pergi meninggalkan pelaminan, bertemu dengan saudara yang lain.


Renita dan Ardan juga ikut memperhatikan perubahan raut wajah mempelai, dan terlihat jelas bedanya. Acara demi acara berlangsung lancar. Rei, Ardan, Dina dan Miko menyalami mempelai. Mereka lalu berfoto bersama sebelum pulang.


€€€

__ADS_1


Berbeda saat sebelum kedatangan tamu spesialnya, Rio nampak menahan kemarahan. Cepat atau lambat mereka pasti akan bertemu, dan saat pernikahan nya mereka bertemu dengan keluarga besarnya. Tak dipungkiri memang kejadian waktu itu salah satu penyebab papa Rio mengalami serangan jantung, bahkan jauh sebelum Rio mengetahui perselingkuhan calon menantunya itu dengan keponakannya sendiri. Papa Rio beberapa kali memergoki mereka sering berjalan bersama selayaknya sepasang kekasih.


Sangat disayangkan sebenarnya karena calon menantunya itu berhasil membuat Rio, pemuda yang terkenal cuek dan terkesan tertutup sama perempuan. Tapi sejak kenal dengan Maya, Rio mulai terbuka dan dekat. Siapa sangka mereka serius, bahkan mau bertunangan meski hanya sebentar karena ternyata belum berjodoh. Papa Rio tak bisa memaksa karena mereka yang akan menjalani. Lebih baik berpisah sekarang daripada harus bercerai, apalagi karena perselingkuhan.


"Mas, kamu gapapa?" suara Arini mengejutkan Rio dari lamunannya. Tidak, dia tidak sedang baik-baik saja. Melihat mantannya datang dengan selingkuhan yang tak lain adalah sepupunya, sangat menyakitkan bagi Rio apalagi dengan kondisi hamil seperti itu. Rasa marah dan kecewa masih dia rasakan, tapi dia sudah bertekad melupakannya. Ya dia harus bisa melupakannya, harus bisa!


"Iya, aku gapapa kok. Terimakasih" Rio mencium kening Arini, dia ga mau istrinya itu salah paham. Biarlah semua kenangan tentang mantan hilang seiring berjalannya waktu. Demi Arini yang sudah berusaha membuatnya bangkit lagi.


Semua keluarga besarnya sudah kembali ke kamar, begitu juga pengantin baru. Suasana kamar pengantin dengan taburan kelopak bunga mawar merah, dan lilin kecil serta wangi yang ditimbulkan membuat bulu kuduk keduanya berdiri. Sebentar lagi mereka akan merasakan manisnya cinta, menghabiskan malam panjang tanpa harus canggung lagi.


Setelah membersihkan diri keduanya lalu larut dalam alunan cinta, Rio mencium kening istrinya beralih ke kedua matanya, pipi dan turun ke leher. Melu***t bibir tipis dan manis milik istrinya, meninggalkan jejak dileher jenjangnya. Tangannya mulai menempati posisi favoritnya. Meremas, memainkan puncaknya, ******* terdengar merdu dari bibir istrinya. Lum***n dan rangsangan yang begitu menggoda membuat keduanya mulai menikmati manisnya.


"Aku boleh melakukannya sekarang?" tanya Rio, matanya memancarkan ***** yang membuncah. Dijawab anggukan dan sentuhan yang meloloskan semua hasrat mereka. Rio melanjutkan kegiatan panasnya tadi, tangannya kembali menempati posisinya, sedangkan dibawah sana bibir dan lidahnya juga tidak tinggal diam. Mencium, menjilat bahkan menggigit area sensitif istrinya, ******* kembali terdengar.


Lambat laun keduanya sudah tak bisa menahan, dan terjadilah yang semestinya terjadi keduanya larut dalam kegiatan panas yang memabukkan itu. Rasa sakit yang awalnya dirasakan Arini kini berganti rasa nikmat. Ya mereka merasakan lagi nikmat duniawi, yang membuat keduanya ketagihan. Entah berapa kali mereka mengulangi nya lagi dan lagi, sampai akhirnya mereka ambruk kelelahan.


€€€


Awas jangan kepengen ya, apalagi yang belum punya pasangan bahaya 😅. Bingung menggambarkan adegan panas mereka, yang pasti setiap pengantin baru pasti mau lagi dan lagi..hehehe

__ADS_1


__ADS_2