Haruskah Aku Menjanda (Lagi)

Haruskah Aku Menjanda (Lagi)
21. Mencintai dalam sepi


__ADS_3

Sementara ditempat lain, Arini harus meluapkan kekesalannya karena Rio tak bisa dihubungi. Mencoba menghindarinya malah membuat Arini makin tersiksa.


"Aku ingin membantumu tapi aku tak bisa, aku takut tak bisa menahan getaran ini. Aku mencintaimu, Rio" Arini memandangi foto Rio dalam ponselnya, yang diambil tanpa sepengetahuannya. Mencintai dalam sepi, tanpa tahu apakah cintanya akan terbalas.


Menangis menjadi salah satu cara meluapkan emosi, sudah lama Arini menyukai Rio tapi karena tahu Rio sudah bertunangan jadi dia memilih melupakan rasanya.


Dan kini setelah tahu Rio ada masalah, dia ingin membantu tapi dia tak mau semakin memperkeruh suasana. Karena melihat Rio tersenyum sudah membuatnya bahagia. Akhirnya Arini tertidur karena lelah menangis.


Seandainya dia ada dirumah mungkin akan ada Ibu dan adik-adik yang menghiburnya, tapi sayang dia hanya sendiri di kamar kos yang tak seberapa besar.


€€€€


Rio, laki-laki yang Arini sukai sedang dirundung masalah. Kekasih yang dia cintai sejak SMA itu terbukti telah berselingkuh dengan sepupunya sendiri. Bahkan tanpa sengaja dia memergoki mereka sedang berhubungan intim di sebuah kamar hotel disaat sedang mengikuti pelatihan disana.


Rasanya marah dan kecewa, teganya mereka melakukan hal itu padanya. Bahkan Rio tak pernah sedikitpun menyentuhnya. Jika pasangan lain sudah sering berciuman atau berhubungan intim, tapi tidak dengannya. Dia menjaga wanitanya dengan sangat baik, tapi ternyata dikhianati dan diselingkuhi.


Bagaimana bisa? Sepupunya sendiri ada main dengan tunangannya dibelakang dia.


Aaakhhhh....


Prang.. suara kaca pecah bersamaan dengan darah yang mengalir dari tangan kanannya. Sakit, tapi tak sesakit hatinya saat ini.


Menangis dan menyesali, betapa bodohnya dia terlalu percaya dengan hubungan jarak jauh yang selama ini dijalani.

__ADS_1


"Rio..." mama Rio berlari ketiga mendengar suara berisik dari kamarnya. Dan ketika pintu terbuka, Rio sedang menangis memeluk kedua lututnya dan darah yang mengalir dari tangannya.


"Rio, sabarlah nak. Jangan kamu hukum dirimu seperti ini. Lupakan dia, berdoa semoga akan datang perempuan yang baik jadi jodohmu." mama Rio menangis melihat putranya terpuruk seperti ini.


"Ma, kenapa ma? kenapa harus Rio yang mengalami ini. Sakit ma" tangis Rio pun tak terbendung. Rio selalu bisa menutupi perasaannya dibalik senyuman. Tak ada yang tahu perasaan yang sebenarnya. Tapi kini dia luapkan amarahnya dengan memukuli kaca dikamar. Nafasnya masih memburu, meluapkan emosi nya dengan menangis didepan wanita yang melahirkannya.


"Menangislah nak, keluarkan semua marahmu, agar lega hatimu." ucap sang mama, mengusap kepala dan mencium anaknya.


Ibu mana yang tega melihat anaknya terpuruk, meskipun sudah tahu sejak lama aroma perselingkuhan mantan menantunya itu dengan keponakannya sendiri. Tapi dia tak punya bukti untuk membuka hati Rio. Dia tak setega itu.


"Kita obati dulu lukamu, biar tidak infeksi." Rio mengangguk menyetujuinya. Rasa sakitnya akan terus terasa jika tidak segera diobati.


"Ma, tolong jangan cerita sama papa masalah Rio. Biarkan Rio selesaikan sendiri masalah ini, kasihan papa." ucapnya, entah apa yang akan terjadi jika papanya tahu tentang hal ini.


Setelah tenang dan Rio tertidur, mamanya keluar. Air matanya terus mengalir membayangkan nasib percintaan anaknya yang tidak pernah mulus. Rio adalah pribadi yang tertutup, dia selalu menjaga perasaan pasangannya. Jangankan untuk menyakiti, menyentuhnya saja dia tak pernah. Berbeda dengan keponakannya yang terkenal pemain wanita itu.


€€€€


Boy dan Rio menyukai gadis yang sama, hanya Rio lebih beruntung bisa menjalin hubungan dengan pujaan mereka. Boy tidak pernah lama menjalin hubungan, entah sudah berapa banyak mantannya. Dia sering bergonta - ganti pasangan, bahkan sudah terbiasa melakukan hubungan intim diluar nikah. Saat tahu Rio bertunangan dengan gadis yang pernah dia suka ada rasa iri dihatinya, tapi dia memilih pergi bekerja di ibukota demi melupakan gadis pujaannya.


Namun setelah pertunangan berjalan setahun, Maya dan Rio terpaksa menjalani hubungan jarak jauh karena Maya memilih untuk melanjutkan kuliah menjadi dokter spesialis. Pertemuan tak sengaja antara Boy dan Maya akhirnya berlanjut, semakin sering mereka bertemu akhirnya menimbulkan perasaan yang dulu pernah datang.


Rio mengetahui hubungan mereka lewat chat mereka di hape Maya, ketika Rio mengikuti pelatihan di ibukota. Awalnya Rio menyangka hanya sebatas teman, sampai tanpa sengaja Rio mengikuti mereka saat selesai booking di salah satu hotel tempat Rio menginap.

__ADS_1


Rasa penasaran membuat Rio memilih mengikuti mereka sampai ke kamar daripada mengikuti acara penutupan hari itu. Panas karena telinganya harus dengan sukarela mendengar desahan dari kedua orang yang sedang diliputi nafsu.


Entah karena sudah tidak sabar memadu kasih atau lupa, pintu kamar tempat mereka berada tidak dikunci. Rio pun akhirnya masuk ke kamar yang cukup luas itu. Tangannya mengepal kuat, dadanya terasa berat. Tapi tetap melangkahkan kakinya menuju tempat panas mereka.


Mengedarkan pandangan dan menemukan baju-baju berserakan dilantai. Memberanikan diri melihat langsung perbuatan hina yang membuat darahnya mendidih. Dan saat lampu menyala, kedua insan di mabuk cinta itu kaget.


"Rio" keduanya menoleh. Tanpa basa-basi Rio meninju wajah saudaranya itu, darah mengalir dari bibirnya.


"Brengsek, ternyata ini yang kalian lakukan dibelakang ku." kembali Rio mendekati Boy dan langsung meninjunya, amarahnya sudah tak tertahankan.


"Cukup, Rio. Cukup" Tangis Maya terdengar, dia bahkan tak mampu melerai perkelahian dua saudara itu karena tubuhnya hanya ditutupi bad cover.


"Maaf" hanya itu yang bisa diucapkan oleh Maya dan Boy. Mereka tidak menyangka jika Rio akan berada disana dan menemukan perselingkuhan mereka.


Puas memukul Boy yang sudah babak belur, Rio meninggalkan kamar itu. Hatinya sakit, tapi setidaknya dia mengetahui lebih awal perselingkuhan mereka daripada setelah menikah.


Maya menangis sambil memeluk pasangan selingkuhnya, dia merasa bersalah tapi juga tak memungkiri kalau dia juga butuh belaian. Rio tak pernah mau menjamahnya, hanya sekadar ciuman di kening dan pipi, dia mengharapkan lebih dari itu. Dan Boy datang disaat dia membutuhkannya.


Hubungan terlarang yang tak seharusnya terjadi, tapi setan sudah membutakan keduanya. Perasaan cinta yang Rio ungkapkan tak mampu membuat Maya puas. Sejak awal dia tahu bahwa Rio takkan pernah mau menjamahnya,bahkan sekedar ciuman pun Rio tak mau.


Bosan dengan hubungan yang hanya sebatas pegangan tangan dan ciuman dikening, akhirnya ketika bertemu Boy seperti gayung bersambut. Keduanya sering bertemu, dan bodohnya Maya lupa menghapus chat yang pernah dikirimkan Boy untuknya, sampai akhirnya Rio mengetahui ketika mengunjungi di apartemen.


"Bodoh..." Maya merutuki kebodohannya, dan sekarang setelah Rio mengetahui perselingkuhannya, mau tidak mau dia harus mengakui pada seluruh keluarga besar nya. Entah apa yang akan terjadi, biarlah waktu yang menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2