Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 101 HTA


__ADS_3

Tiba-tiba saja Gerald merasa perutnya mulas-mulas, entah kenapa Ia merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya.


"Aduh aduh, perutku." Gerald tampak memegangi perutnya yang terasa melilit, belum pernah Ia merasakan perut yang sesakit itu seumur hidupnya.


"Kamu kenapa, Bang?" tanya Nayla yang panik melihat suaminya meringis kesakitan.


"Nggak tahu nih, tiba-tiba saja perut Abang sakit banget."


"Aduh Abang makan apa tadi?"


"Nggak makan apa-apa, cuma makan pisang doang."


"Ke dokter yuk! Nay takut terjadi sesuatu sama Abang, sekalian kita periksa kandungan yuk, Bang! Akhir-akhir ini kok perut Nay udah nggak nyaman lagi, sering banget kontraksi, apa karena menjelang kelahiran ya?"


"Ya udah deh! Kita ke dokter."


Akhirnya hari itu juga, Gerald dan Nayla pergi ke dokter untuk memeriksa keadaan Gerald yang tiba-tiba merasakan sakit perut, Ia khawatir jika dibiarkan akan menjadi fatal, mengingat sekarang banyak sekali penyakit maag lambung yang bisa terjadi bukan hanya yang berusia tua, namun yang muda pun juga bisa kena, apalagi Gerald yang jarang sekali makan tepat waktu. Kesibukan nya di kantor membuat waktu Gerald tersita.

__ADS_1


Sesampainya mereka di rumah sakit, Gerald menemui dokter langganan nya, Gerald mengatakan keluhannya kepada sang dokter, dan setelah mendiagnosis apa yang terjadi pada Gerald. Sang dokter menyimpulkan bahwa Gerald tidak mengalami penyakit yang aneh, atau maag lambung.


"Bagaimana dokter?" tanya Gerald setelah sang dokter melihat hasil diagnosa kesehatan Gerald.


"Pak Gerald, Saya tidak menemukan penyakit yang serius pada tubuh bapak, semuanya baik-baik saja dan Bapak dalam kondisi sehat." jelas sang dokter.


"Tapi, bagaimana itu bisa terjadi Dok? Beneran loh Dokter, Saya merasakan perut saya mulas-mulas dan rasanya itu beneran sakit." Gerald tampak serius memberi tahukan keluhan nya kepada dokter.


"Saya mengerti maksud bapak, tapi dalam diagnosis ini Bapak dinyatakan sehat tidak ada gejala apapun. Hmm atau mungkin ada sesuatu yang lain yang tentunya berhubungan dengan kehamilan istri Bapak." ungkap Dokter sembari melihat perut Nayla yang kian membesar.


"Berhubungan dengan istri Saya? Apa maksud Dokter?"


Dokter itu tersenyum dan berkata kepada pasangan muda itu. "Untuk mengetahuinya lebih dalam, sebaiknya Bapak bertanya kepada dokter ahli kandungan, mengingat istri Bapak usia kehamilan nya sudah waktunya melahirkan."


"Hehehe iya dokter, sebentar lagi istri saya akan melahirkan, tapi apa hubungannya dengan sakit perut yang Saya alami?" Gerald masih penasaran, sementara dokter itu mempersilahkan Gerald dan istrinya untuk datang ke dokter kandungan agar lebih faham.


Setelah Gerald dan Nayla keluar dari ruangan sang dokter, kini mereka berdua mulai menemui dokter kandungan langganan Nayla. Dokter Inggrid namanya.

__ADS_1


"Selamat malam dokter!" sapa Andra dan Nayla kepada dokter spesialis kandungan itu.


"Selamat malam Pak Gerald, Bu Nayla, mari silahkan duduk!"


Akhirnya Gerald maupun Nayla duduk di depan sang dokter, kemudian Gerald mulai menceritakan tentang apa yang Ia alami. Pun sama Nayla jumkat yang menceritakan tentang keluhan nya saat usia kandungan nya mendekati persalinan. Sang dokter pun tersenyum setelah mendengarkan keluhan dari keduanya.


"Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, Saya mengerti kecemasan kalian berdua, kalian baru memiliki anak pertama dan wajar saja jika ada kekhawatiran menjelang proses persalinan." ungkap dokter itu dengan ramah, kemudian sang dokter memeriksa kandungan Nayla dengan melakukan USG. Gerald pun maupun Nayla melihat bayi mereka dalam layar monitor, terlihat wajah lucu itu tampak sedang mengulum ibu jarinya, tentu saja itu membuat Gerald tidak sabar ingin segera menggendong bayi mereka.


"Ya ampun, lucu banget kamu, Sayang! Papa udah nggak sabar lihat kamu lahir." Gerald berkata sembari berkaca-kaca.


Kemudian sang dokter mengarahkan kamera pada alat kelaamin sang jabang bayi, terlihat sangat jelas bayi mereka bergender laki-laki, karena terdapat buah pisang yang mengacung tegak diantara kedua paha si jabang bayi.


"Selamat Bapak, Ibu. Bayi kalian laki-laki, jika Tuhan berkehendak, bayi kalian lahir berjenis kelamin laki-laki."


Tentu saja apa yang dikatakan oleh sang dokter membuat keduanya sangat bahagia, Gerald mencium kening istrinya dan memeluknya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2