
Sharen pulang ke rumah, hari itu badai telah berhenti, jalanan nampaknya rusak berat, sepertinya angin menerpa sangat kencang, beruntung dirinya berada di tempat aman, meskipun ia harus bertemu dengan orang aneh, tapi mujur Sharen tidak di apa-apain oleh pria itu. Mengingat Sharen mempunyai penyakit yang selalu menggigil ketika ada hujan atau udara yang dingin, Ia pasti langsung menggigil. Tapi, Sharen berharap Ia tidak akan bertemu pria itu lagi, mengingat dirinya sangat malu. Bagaimana tidak malu, pria itu sudah melihat seluruh isi dan bentuk tubuh nya.
"Ah ya ampun, entah hari ini hari sial atau hari keberuntungan ku, pria itu sudah melihat seluruh tubuh ku, sedangkan dia sendiri sudah menyelamatkan ku, semoga saja Aku tidak bisa bertemu lagi dengannya, baik di dunia nyata ataupun di dunia goib, malu banget. Dia pasti nya udah lihat semuanya, dia pasti tahu dong kalo rumput punya ku Aku bentuk love. Oh ya ampun malu banget." batin Sharen sambil berjalan menuju ke kamarnya.
"Sharen! Kamu sudah pulang, Nak! Syukurlah kamu baik-baik saja, tadi hujan gede banget, kamu nggak apa-apa, kan? Apa kamu tidak menggigil? Mama takut jika kamu tiba-tiba menggigil di luar, kamu kan nggak bisa tahan dengan udara dingin, Mama khawatir sekali." ucap sang Mama, wanita yang kini telah memiliki dua orang putri yang cantik, buah cinta dari pernikahannya dengan Jordan. Moza! Saudari angkat Nayla yang juga Putri kandung dari Almarhum Arthur.
"Mama! Iya, Ma. Tadi Sharen berteduh di suatu tempat, jadi Sharen tidak merasa begitu dingin." ucap Sharen berbohong.
"Oh ya sudah. Oh ya Sharen, besok ada acara di rumah Tante Nayla."
__ADS_1
"Acara? Acara apa, Ma?"
"Itu loh Aleric kan pulang ke Indonesia, mereka membuat acara untuk menyambut kedatangan Al dan juga untuk merayakan hari pernikahan Tante Nayla dan Om Gerald."
"Ohh ... si kunyuk itu sudah pulang, penasaran sekarang dia kayak gimana, ya! Udah lama kita nggak komunikasi. Udah berapa tahun ya, hmm sekitar sepuluh tahunan deh." ucap Sharen yang mengingat-ingat kapan terakhir mereka berkomunikasi.
"Iya ... pasti nya Al tambah keren dong kayak Papanya." sambung Moza.
"Huss! Jangan gitu. Dulu Papa nya juga kayak Al gitu, Om Gerald tuh kurus kerempeng, Mama benar-benar nggak nyangka, saat ketemu dia lagi, Om Gerald badannya udah gede dan bagus. Jadi, jangan menganggap Al kurus terus, siapa tahu dia sudah berubah, dan kamu sendiri, dulu juga bertubuh gempal, pipinya kayak bakpao, Mama masih ingat banget Al manggil kamu dengan Bakpao. Eh sekarang anak Mama udah gede aja!" seru Moza sembari mencubit pipi Sharen.
__ADS_1
Tiba-tiba saja terdengar suara seorang gadis memanggil mereka berdua.
"Mama, Kak Sharen! Beneran nih Mas Al mau pulang ke Indonesia? Waahhhh asyik dong, pasti Mas Al sekarang bertambah tampan, Shanum udah nggak sabar lagi pingin ketemu dengan nya." ucap gadis yang bernama Shanum itu.
Shanum adalah adik kandung Sharen, mereka berdua adalah saudara kembar, wajah mereka bak pinang dibelah dua, Moza memiliki putri kembar yang lahir hanya berselang lima menit.
"Dihh lebay, Al tuh nggak bakalan bisa keren, dan Kakak yakin, Al itu tetap kerempeng. Dengar Kakak ya! dia nggak akan bisa menjadi tampan, percaya deh!" sahut Sharen yang tidak percaya jika teman semasa kecilnya itu akan berubah.
"Wahh kakak nantangin nih, oke kita lihat nanti saat di acara Tante Nayla. Jika dugaan Kakak benar, maka Kakak akan Shanum beri hadiah sepasang sepatu favorit Kakak. Tapi, jika dugaan kakak salah, maka Kakak tidak boleh naksir sama Mas Al, karena Mas Al akan menjadi milik Shanum, oke deal!" seru Shanum sembari mengulurkan tangannya kepada sang saudara kembar.
__ADS_1
"Oke, siapa takut!" Sharen pun tetap yakin jika Al pasti sama seperti dulu, kelihatan kurus dan lembek.
...BERSAMBUNG...