Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 120 HTA


__ADS_3

"Shanum! Apa maksud semua ini? Kenapa kamu harus ...!" Moza pun bertanya kepada anak gadisnya yang sedang memakai kebaya yang sama dengan dirinya. Iya ... Shanum memakai kebaya yang seharusnya dipakai oleh sang Kakak. Kemudian Ia pun menghampiri sang Mama dan berkata, "Shanum udah tahu semuanya, Ma! Siapa sebenarnya yang disukai oleh Mas Al. Bukan Shanum tapi Kakak. Jadi, Shanum memutuskan posisi Shanum biar Kakak yang menggantikan, karena sebenarnya mereka berdua sama-sama saling suka. Mereka berdua telah menyembunyikan perasaan masing-masing demi tidak menyakiti hati Shanum, akan sangat egois sekali jika Shanum membiarkan mereka berpisah. Dan Shanum akan lebih bahagia jika Kakak dan Mas Al bisa menikah. Shanum ikhlas."


Mendengar ucapan dari Shanum, Moza segera memeluk Shanum penuh bangga, ternyata putrinya memiliki hati yang seluas samudera, mengikhlaskan ego demi saudara nya agar bahagia.


"Mama bangga padamu, Nak! Mama bangga pada kalian berdua, tetaplah saling menyayangi satu sama lain, Mama pasti berdoa untuk kebahagiaan kalian, dan kamu Sharen, sekarang kamu bisa tersenyum, kamu sangat beruntung memiliki adik yang sangat menyayangi mu, sungguh Mama benar-benar sangat bahagia." Moza memeluk kedua putrinya dengan penuh haru.


Ketiga wanita itu saling menumpahkan perasaan bahagia mereka.


"Baiklah! Ini akan menjadi kejutan untuk Al, ayo kita ke depan, calon suamimu sudah menunggu. Mama akan bilang sama Papa dan Om Gerald jika calon pengantin wanita mereka telah ditukar, mereka pasti mengerti." ucap Moza.


"Iya, Ma! Tapi Aku mohon jangan sampai Mas Al tahu jika Kak Sharen lah yang akan menjadi istrinya, ini akan menjadi surprise yang terindah untuk Mas Al." balas Shanum sembari tersenyum.


"Iya tentu saja, Mama juga sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana ekspresi Al saat tahu, jika Sharen yang menjadi istrinya."


*


*


*


Akhirnya, Moza keluar bersama kedua putrinya, mendampingi Sharen yang berjalan menuju ke ruangan Ijab Kabul, di dampingi sang Adik yang saat itu tengah memakai masker agar Al tidak mengenali dirinya sebagai Shanum, sementara Sharen tampak mengenakan kain penutup kepala pengantin yang terbuat dari kain tile yang lembut, sehingga wajah cantiknya terlihat samar-samar di balik kerudung putih itu.


"Al, lihatlah! Calon istrimu sudah datang, ya ampun! Dia cantik sekali." seru Nayla yang melihat kedatangan mempelai wanita.


Al menoleh sekilas, Ia melihat Shanum dalam balutan kebaya yang sama dengan yang dipakai oleh Moza, dan Al menyangka jika Shanum adalah Sharen, Ia tidak memperhatikan Sharen sama sekali. Karena pastinya Ia menyangka jika itu adalah Shanum. Al hanya sekilas melihat wajah Shanum karena Shanum memakai masker dan tidak menatap Al sama sekali.


Kemudian Sharen duduk di samping Al, tanpa Al ketahui jika itu adalah Sharen bukan Shanum.


"Ya Tuhan! Semoga semuanya bisa terima dengan keputusan ku." batin Al yang sudah memantapkan hatinya untuk menikahi salah satu putri Moza dan Jordan.


Kini suasana pun mulai hikmat, Moza pun langsung memberi tahukan kepada suaminya siapa sebenarnya yang duduk di samping Al, bukan Shanum melainkan Sharen. Tentu saja Jordan sangat terkejut dan Ia pun segera memberi tahukan kepada Gerald dan Nayla siapa calon menantu mereka yang sebenarnya.


Setelah Jordan memberi tahukan kepada Gerald dan Nayla, akhirnya mereka bisa lega, akhirnya keinginan sang Anak bisa terkabul, Gerald pun ikut bahagia, ternyata Al akan mendapatkan cintanya.


Kemudian penghulu mulai mendampingi Jordan untuk menikahkan putrinya dengan Aleric. Al tampak sudah siap untuk mengucapkan ijab Kabul, Al berencana untuk mengucapkan ijab Kabul dengan menyebut nama Sharen bukan nama Shanum, meskipun nantinya Jordan akan mengucapkan nama Shanum.

__ADS_1


"Aku akan tetap menikahi Sharen, dan akan tetap menyebut nama Sharen, Aku tidak perduli jika Om Jordan menyebut nama Shanum, karena itu sudah keputusan ku, maafkan aku Pa, Ma!" batin Al yang sudah sangat yakin untuk menyebut nama Sharen saat ijab Kabul nanti. Dan tak berselang lama, Jordan menjabat tangan Al dengan mengucapkan, "Saya nikahkan dan kawinkan Engkau Aleric Adams bin Gerald Adams dengan putriku Sharen binti Jordan dengan mas kawin uang senilai sepuluh juta dan emas seberat seratus gram dibayar tunai."


Tanpa pikir panjang Al pun langsung menjawab, "Saya terima nikah dan kawinnya Sharen binti Jordan dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." dengan satu tarikan nafas Al pun mengucapkan ijab Kabul dengan menyebut nama Sharen bukan nama Shanum, Ia masih belum sadar jika Ayah mertuanya mengatakan Sharen bukan Shanum, sehingga Al masih mengira jika gadis yang disebelahnya adalah Shanum.


"Bagaimana para saksi?"


"Saaaahhhh!"


Seketika Al membelalakkan matanya saat mendengar semua orang mengatakan jika pernikahannya sah, padahal dirinya menyebutkan nama Sharen bukan Shanum.


"Sah? Itu artinya Aku menikahi Sharen? Tapi, yang berada di sampingku ini adalah Shanum, astaga! Bagaimana Aku menjelaskan kepada mereka, jika Aku menyebut nama Sharen?" batin Al yang tidak percaya jika dirinya telah menikahi Sharen bukan Shanum. Lantas Ia masih bingung harus mengatakan apa kepada keluarganya.


Sementara itu Gerald pun sudah menduga jika sang putra pasti menyebut nama Sharen dalam akad nikah nya, dan bukan Shanum.


"Kamu dengar, Nay! Al ternyata sudah menyebut nama Sharen tanpa diminta, itu artinya sedari awal Al sudah niat untuk menikahi Sharen, mereka memang sudah berjodoh." ucap Gerald kepada sang istri.


"Abang benar! Mereka berdua memang sudah ditakdirkan untuk hidup bersama."


Setelah itu, mereka melanjutkan untuk tukar cincin, Al pun dengan wajah datar memasangkan cincin ke jari manis Sharen yang masih dihiasi oleh hena, sehingga Al tidak bisa mengenali jika itu adalah jari-jemari Sharen. Kemudian berganti Sharen yang memasukkan cincin pada jari manis Al. Setelah itu Sharen mencium tangan sang suami dengan terus menundukkan wajahnya agar Al tidak bisa melihat bola matanya, jika Al melihat bola mata Sharen, bisa dipastikan Al pasti mengenali jika itu adalah Sharen.


"Al! ayo cium kening Istrimu!" titah Nayla kepada sang anak. Al pun mengikuti perintah sang Mama, dengan sangat terpaksa Al mencium kening Sharen, mendapatkan ciuman dari sang Suami, Sharen begitu bahagia, meskipun sebenarnya Ia belum memberi tahukan jika dirinya adalah Sharen.


"Aduh ... maafkan aku Shanum, sepertinya Aku tidak bisa melakukan hal yang lebih untukmu, hatiku hanya untuk Sharen." batin Al dengan ekspresi nya yang datar.


*


*


*


Setelah prosesi akad nikah berjalan lancar, kini Sharen langsung diboyong ke kediaman keluarga besar Adams, saat itu juga Sharen ikut dengan suaminya, dengan gaun pengantin yang masih menutupi wajahnya, Sharen tetap menyembunyikan identitasnya jika dirinya adalah Sharen. Sementara Al tampak biasa dan cuek, seolah-olah dirinya tidak menghiraukan jika gadis yang saat ini sedang berada di sampingnya sudah berstatus sebagai istrinya. Sharen sengaja tidak bersuara sama sekali agar Al tidak mengenalnya.


Sesampainya di rumah, Nayla menunjukkan dimana kamar mereka, Nayla yang sejatinya sudah tahu jika menantunya adalah Sharen, Ia pun masih bersandiwara dengan memanggil Sharen dengan Shanum agar Al tidak curiga.


"Shanum Sayang! Ini adalah kamar kalian, semoga kamu betah tinggal di sini, Mama sangat bahagia, akhirnya Mama ada yang menemani di rumah. Mama selalu kesepian nggak ada yang menemani belanja atau masak, anak-anak Mama cowok semuanya, jadi di sini Mama yang paling cantik. Tapi, sekarang ada kamu, setidaknya ada dua bidadari yang akan meramaikan rumah ini. benar kan, Al?"

__ADS_1


Seketika Al terkesiap dengan ucapan Nayla. "Oh iya ... iya ... begitulah!" Al pun gugup dan tampak tersenyum paksa.


"Ya sudah! Sekarang sudah malam. Kalian istirahatlah! Mama akan menyuruh pelayan untuk merapikan barang-barang Shanum."


"Iya, Ma!" balas Al sembari tersenyum.


Setelah itu Nayla pun segera keluar dari kamar mereka, sementara itu Sharen terlihat gugup dan Ia pun duduk di atas ranjang tidur pengantin mereka. Sementara Al tampak cuek dan tidak menoleh sama sekali kepada istrinya, Al sibuk dengan dirinya sendiri. Tanpa tahu jika yang sedang bersamanya adalah Sharen.


"Ini handukmu, kalau kamu mau mandi, silahkan duluan! Aku mau keluar sebentar." ucap Al sembari memberikan handuk itu kepada Sharen. Dan Ia pun mulai beranjak membuka pintu kamar nya untuk segera keluar.


Setelah Sharen menerima handuk dari suaminya, Ia pun mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Al menyadari suara siapa itu.


"Terima kasih."


"Sharen?"


Seketika Al menoleh ke arah Sharen yang masih menutupi wajahnya dengan kerudung pengantin.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


...Sambil menunggu author update bab berikutnya mampir dulu yuk ke karya kak Chika Ssi yang berjudul PEMANDU HATI PENGGANTI...


Pemandu Hati Pengganti


Author: Chika Ssi


Pradha Ratnamaya seorang model ternama terpaksa menggantikan adik kembarnya untuk menikah, karena sang adik meninggal dunia. Sebelum pernikahan berlangsung, Pradha menemui Abipraya (calon suaminya) untuk membuat sebuah kesepakatan.


Keduanya menjalin hubungan tanpa cinta. Satu bulan setelah pernikahan, Abirama (kakak kandung Abipraya) pulang dari luar negeri. Rama adalah cinta pertama Pradha. Seiring berjalannya waktu, cinta yang lama terpendam pun kembali mencuat ke permukaan. Akhirnya, keduanya menjalin hubungan terlarang di belakang Abi.

__ADS_1


Akankah cinta terlarang Pradha dan Rama dapat bersatu? Atau Pradha berubah pikiran dan memilih mempertahankan rumahtangga demi karir?



__ADS_2