Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 11 Hasrat Terlarang Abangku


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Rio mendapati laporan jika anak buahnya gagal untuk menculik Nayla, laki-laki itu sangat marah besar, bagaimana bisa anak buahnya gagal, padahal itu adalah kesempatan emas karena Nayla sudah berada di luar rumah.


"Gobloookkkk kalian! Begitu saja tidak becus, percuma Aku bayar mahal-mahal, kalau pekerjaan kalian setolol ini, menyesal Aku sudah bayar kalian untuk ini!" umpat Rio kepada kedua pria yang sudah dihajar oleh Gerald itu.


"Maafkan kami Bos! Kami juga tidak tahu jika ada yang menyelamatkannya, pria itu menghajar kami habis-habisan, kami tidak bisa berbuat apa-apa." ujar salah seorang diantaranya.


"Hei kalian itu berdua, sedangkan dia cuma satu orang, melawan satu orang saja kalian tidak becus, benar-benar bodoh!" Rio pun semakin marah, gagal sudah rencananya untuk mendapatkan Nayla malam ini.


"Pria itu sangat kuat Bos! Dia tiba-tiba saja menghadang mobil kami dan setelah itu dia menyeret kami berdua dan menghajar kami tiada ampun, Aku rasa pria itu adalah Kakak gadis itu bos, karena gadis itu berteriak memanggil Abang padanya." seketika Rio terkejut mendengar pengakuan dari anak buahnya, lagi-lagi Gerald menggagalkan rencana nya, ternyata sangat susah untuk menaklukkan Gerald, bukan hanya lawan bisnis Papanya, Gerald juga lawannya untuk mendapatkan Nayla.


"Pria itu selalu melindungi Nayla, bagaimana bisa terjadi!" umpat Rio sembari mengepalkan tangannya.


*


*


*


Keesokan harinya, di pagi hari yang terasa berbeda kali itu,Nayla tidak bicara sedikitpun kepada Gerald, bahkan untuk memandang nya pun Nayla tidak sudi, Nayla tetap pergi ke sekolah meskipun apa yang sudah terjadi pada nya dengan sang Kakak semalam membuat nya kian benci kepada Gerald.


"Non Nayla! Ini Bi Jum udah masakin makanan kesukaan Non! Rica-rica bebek. Ayo Non dimakan, kemarin Bi Jum lihat ada tukang jualan bebek, jadi keinget sama Non Nayla yang suka sekali masakan rica-rica, jadi Bi Jum masakin aja sekalian, Non Nayla pasti suka." seru Bi Jum sembari memberikan semangkuk rica-rica bebek yang Ia letakkan di atas meja.


"Terima kasih, Bi!" jawabnya lemas. Sementara Gerald terus memperhatikan sang Adik, ada perasaan senang sekaligus sedih juga, Ia bahagia karena Nayla telah sekarang menjadi istrinya meskipun sebatas pernikahan tersembunyi, setidaknya Nayla dan Gerald sudah menyatukan raga, tidak berdosa memang, hanya saja pernikahan yang Gerald sembunyikan dari sang Adik, membuat Nayla merasa Gerald sudah berbuat tidak senonoh kepadanya. Apalagi Nayla yang masih mengira jika Gerald adalah kakak kandungnya.


"Non Nayla kenapa? Hari ini kayak nggak enak badan gitu, Non sakit?" Bi Jum memperhatikan Nayla yang terlihat lebih pendiam, padahal setiap pagi Nayla pasti terlihat ceria dan selalu tersenyum bahagia.


"Tidak apa-apa Bi! Hanya saja Nay tidak selera makan." jawabnya sembari meletakkan sendok garpu nya kembali di atas meja, kemudian setelah itu Ia beranjak berdiri dan berangkat ke sekolah. Namun, Gerald tak akan membiarkan Nay pergi begitu saja, Ia menyuruh Nay duduk kembali untuk sarapan.


"Mau kemana kamu?" tangan Gerald menahan tangan Nay, seketika Nay menepis tangan sang Kakak.

__ADS_1


"Berangkat sekolah." jawab Nay dingin.


"Kamu duduk! Kita sarapan dulu, setelah itu Abang akan mengantar mu ke sekolah!"


"Tidak perlu! Nay bisa berangkat sendiri." jawab Nay acuh.


"Tapi kamu belum sarapan, Nay! Abang nggak mau melihat mu sakit." mendengar ucapan dari Gerald, Nayla seketika berkata, "Kalau Abang tidak ingin melihat Nay sakit, kenapa Abang melakukan hal itu sama Nay? Abang sudah menyakiti Nay lahir dan batin, sakit tahu nggak Bang!" setelah mengatakan hal itu Nayla segera pergi ke luar, sementara Gerald tak bisa tinggal diam, Ia pun segera mengikuti Nay yang sedang berjalan menuju luar rumah.


"Nay tunggu!" Gerald beranjak berdiri dan langsung mengikuti Nayla, sementara itu Bi Jum yang melihat keduanya merasa ada yang aneh, ternyata kakak beradik itu sedang bertengkar, tapi apa yang membuat mereka bertengkar hingga Nayla bersikap seperti itu, mereka memang sering bertengkar tapi tidak sampai sikap Nayla berubah seperti itu.


"Mereka berdua aneh sekali?" batin Bi Jum sembari memperhatikan Gerald yang sedang berlari ke luar rumah menyusul Nayla.


Sedangkan di luar rumah, Gerald menghentikan langkah sang Adik untuk berangkat sendirian, Ia pun memaksa Nayla untuk masuk ke dalam mobil.


"Masuk! Aku akan mengantar mu ke sekolah!" titah Gerald kepada Nayla, Nayla tidak memperdulikan lagi perintah sang Kakak, Ia terlanjur sakit hati kepada Gerald, sedangkan Gerald terus memaksa Nayla untuk masuk ke dalam mobil.


"Nay! Kamu tidak dengar Abang ngomong apa, masuk ke dalam mobil sekarang, masuk!!!" Gerald berkata dengan sedikit sarkas, seketika Nayla langsung mengikuti perintah sang Kakak sembari berkaca-kaca, Ia terpaksa mengikuti perintah Gerald, karena Ia tahu bagaimana Gerald jika sedang marah. Gerald membawa Nayla dan membukakan pintu mobil untuk sang Adik.


"Masuk!!" titahnya sembari menatap wajah Nayla yang kini sudah menjadi istrinya, meskipun tidak ada orang yang mengetahui rahasia pernikahan mereka, karena sejatinya Nayla sendiri juga tidak tahu jika sang Abang sudah menikahinya secara siri.


Gerald segera masuk ke dalam mobil dan saat itu juga Ia mengantarkan Nayla ke sekolah, Nayla terus memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil, Ia tak mau melihat wajah sang Kakak sama sekali, wajah yang semalam mencumbu nya begitu liar. Nayla benar-benar tidak bisa melupakan kejadian semalam, kejadian saat dirinya harus kehilangan sesuatu yang paling berharga, ke-virginan nya telah direnggut oleh Abang nya sendiri.


"Kamu masih marah sama Abang? Abang kan sudah minta maaf, Nay!" seru Gerald tiba-tiba. Nayla hanya diam, dia sudah terlanjur kecewa dengan Gerald, Nayla sudah malas bicara kepada sang Kakak yang durjana yang tega merenggut kehormatan Adik kandung nya sendiri.


Nayla tetap diam, Gerald pun memutuskan untuk tidak bertanya apa-apa lagi, Ia tahu Nayla masih belum bisa menerima kenyataan jika dirinya sudah melakukan hal yang menurut sang Adik adalah sesuatu yang tabu dan tak wajar.


"Aku akan memberi tahukan semuanya padamu, Nay! Tapi tidak sekarang, kamu harus menyelesaikan pendidikan mu dulu yang tinggal beberapa bulan, setelah itu Aku akan mengumumkan kepada semua orang jika Aku sudah menikahimu secara sirri, dan Aku juga akan mengatakan kepada Oma Hera tentang semuanya, Aku tidak mau menikahi Moza, perjodohan ini tidak mungkin terjadi, dia temanku dan Aku hanya menganggap nya sebagai teman saja, tidak lebih." batin Gerald.


*

__ADS_1


*


*


Sementara di tempat lain, di dalam sebuah kamar mewah, seorang pria dewasa dan seorang wanita muda sedang menikmati gairah panas dalam kamar mewah itu.


"Ah ... Moza! Kamu pintar sekali sayang!"


"Daddy suka?"


"Suka sekali Sayang, sedikit lagi!"


Mereka berdua mempercepat ritme gerakan agar segera mencapai pelepasan. Dan tak berselang lama keduanya saling melenguh, tuntas sudah akhirnya keduanya saling terhempas di atas ranjang.


Moza melihat pria yang kini sedang terbaring kelelahan di atasnya. pria dengan segala kesempurnaan yang ada. Setelah Moza memuaskan pria yang biasa disapa Arthur itu, Ia pun segera beranjak dari tempat tidur dan segera mandi.


Setelah Moza membersihkan dirinya, Ia pun segera pamit kepada Arthur sembari mencium kening pria yang seusia dengan Ayahnya.


"Aku pulang dulu, Dad!"


"Hmm ... tunggu Baby!" Arthur terlihat mengambil sebuah cek dan menuliskan beberapa nominal dalam cek tersebut.


"Ini ambillah! Anggap saja ini uang jajan dari Daddy, karena kamu sudah membuat Daddy puas dan bahagia." seru Arthur sembari menciumi pipi Moza, gadis blasteran indo dan Jepang itu.


"Thanks Daddy! Hmm Daddy benar-benar baik, nanti kalau Daddy kangen Moza, telepon saja Moza, pasti Moza akan segera datang. Sekarang Moza mau pergi dulu, Dad! Moza ke kampus dulu, daaahhh Daddy! Muacchh ..." Moza beranjak pergi setelah mencium kening Arthur.


"Tentu saja, Baby! Hmm kamu memang benar-benar seksi!" kata terakhir Arthur sembari merremas-rremas pantat Moza yang terlihat padat itu.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2