Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 127 HTA


__ADS_3

Akhirnya, sampai juga mereka di rumah, kedatangan Al dan Sharen rupanya sudah disambut oleh Nayla dan Gerald, dan tak lupa sang Adik, Kris yang selalu menantikan kedatangan sang kakak dan calon keponakan yang dinanti-nantikan.


"Al, Sharen! Selamat datang kembali ke rumah." sapa Gerald kepada keduanya, sementara itu Nayla tampak memeluk keduanya penuh kerinduan.


"Mama kangen banget sama kalian, Mama sangat kesepian nggak ada Sharen di rumah." ucap Nayla sembari memeluk sang menantu tercinta.


"Sharen juga kangen sama Mama." balasnya sembari tersenyum.


Tiba-tiba saja Kris berkata, "Ya Mama! Kan ada Kris di rumah, Kris udah gantiin Kak Sharen nemenin Mama masak, belanja, bikin kue, kurang apa coba!" protes Kris yang tentunya menjadi pengganti Sharen saat pasangan pengantin baru itu berbulan madu.


"Iya sih kamu udah nemenin Mama, bukannya bantuin kamu malah ngerecokin, masa disuruh nunggu goreng ikan aja, eh malah ditinggal mainan mobile legends, ya gosong lah masakan Mama."


"Ya Mama, lagi seru-serunya Ma! Kalau ditinggal balik ikan, entar kalah, noob deh."


Seketika semuanya tertawa mendengar alasan Kris.


"Halah alasan aja." sahut Nayla dengan bibir yang mengerucut. Tahu jika sang Mama sedang merajuk, Kris pun merayu Nayla dengan lembut.


"Jangan marah dong, Ma! Nanti cantiknya ilang loh, senyum dong, Ma!" mendengar rayuan gombal dari Kris, seketika Ia meluruskan niatnya bersama Gerald untuk menjodohkan Kris dan Shanum.


"Baiklah! Mama akan memaafkan mu, tapi ada syaratnya."


"Syarat? Syarat apa, Ma? Jangan berat-berat, Ma! Yang ringan-ringan aja, biar Kris nggak cepat tua." celetuk Kris yang selalu membuat Nayla menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Syaratnya, kamu harus memberikan Mama menantu baru di rumah ini." ucap Nayla yang seketika membuat Kris melototkan matanya.


"Syaratnya berat kayak ngangkat beban satu ton. Kan udah ada Kak Sharen, Mama! Masa Mama masih kurang aja sih, rakus banget sih Mama!" sahut Kris sambil garuk-garuk kepalanya.


"Apa kamu bilang? Mama rakus? Eh kamu tuh udah berumur, tuh teman-teman kamu udah pada nikah, cuma kamu doang yang masih ngebujang, Mama tuh selalu ditanya sama teman-teman Mama, kapan Kris nikah, kapan Mama punya cucu, padahal teman-teman kamu tuh udah pada punya anak semua. Mama juga pingin gendong bayi lagi, udah puluhan tahun Mama nggak gendong bayi, Mama kangen saat-saat itu." seru Nayla.


Mendengar ucapan dari sang Mama, Kris pun berkata, "Ya udah, Mama bikin aja lagi Dede bayi sendiri, entar Kris yang bantuin momong, tuh Papa masih sanggup kayaknya, iya nggak, Pa?"


Gerald pun melongo saat Kris berkata seperti itu, sementara Sharen dan Al tampak saling tersenyum..


"Eh dengar! Papa dan Mama ini udah tidak muda lagi, harusnya kamu ngertiin dong! Kalian tuh yang harusnya memberikan cucu buat kami, bukan malah Mama sama Papa yang bikin adik lagi, bisa-bisa Papa kena stroke mendadak, seneng kalian!" ucap Gerald sembari menjewer telinga putranya.


"Aduh aduh aduh ampun, Pa! Sakit sakit sakit! Ampun-ampun."


Seketika semuanya tertawa dan Kris pun tampak ampun-ampun dengan mengikuti arah telinganya yang terkena jeweran sang Papa.


"Ah Papa! Gitu aja marah, bercanda kali, Pa! Kris tahu kok sekarang Mama dan Papa udah nggak muda lagi. Palingan Papa juga udah impoten."


"Eh ... apa katamu! Papa impoten? Tuh tanya sendiri sama Mamamu, Papa masih bisa bertahan semalam, hanya saja Papa sering encok sekarang."


Rupanya kedatangan Sharen dan Al disambut dengan canda tawa keluarga mereka, hingga akhirnya sebuah kata terucap dari bibir Al yang membuat semuanya mendoakan pasangan pengantin baru itu.


"Mama dan Papa nggak usah khawatir, kami berdua segera mungkin akan memberikan cucu, kita berdua tidak akan menunda-nunda untuk punya momongan. Benar kan, Sayang?" ucap Al sembari tersenyum kepada istrinya.

__ADS_1


"Emm iya itu benar." Sharen pun menganggukkan kepalanya sembari tersenyum malu.


Seketika ucapan sang Abang, membuat Kris langsung mengaminkan keduanya untuk segera mendapatkan momongan.


"Amiiiinnn ... Kris doakan semoga Abang dan Kak Sharen segera dihadirkan bayi dalam perut Kak Sharen, biar Papa dan Mama nggak nanya mulu soal cucu, dan juga biar Mama nggak nyuruh Kris nikah dulu, ah bosen lah ditanya nikah mulu. Nggak ada cewek yang mampu membuat hati Kris luluh sampai sekarang."


Mendengar ucapan dari sang adik, Al pun memberikan solusi terbaik untuk adiknya. "Kris! Sebaiknya turuti saja permintaan Papa dan Mama, menikah lah dengan Shanum, adik kandung Sharen, enak kan nggak perlu capek-capek cari jodoh, Shanum cantik loh, apalagi dia mempunyai bentuk yang unik, ngerti nggak?" ucap Al sembari berbisik pada telinga Kris.


Seketika Kris terkejut dan penasaran dengan ucapan Al.


"Maksud Abang apa?"


"Eh dengerin Abang! Kamu nggak bakalan nyesel menikah dengan Shanum, ternyata menurut pengakuan kakak iparmu, Shanum memiliki bentuk yang unik, kamu pasti suka, percaya deh!" bisik Al yang mencoba mempengaruhi Kris untuk bersedia menikah dengan Shanum.


"Ha! Masa sih, Bang?"


"Hmm ... !"


"Bentuknya seperti apa, Bang?"


"Mana ku tahu, Aku nggak pernah lihat, tanya aja sendiri."


"Oh gitu, oke! Wahh ini kejutan rupanya."

__ADS_1


Kris pun mulai berpikir untuk menerima perjodohannya dengan Shanum.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2