Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 125 HTA


__ADS_3

Sementara di kediaman keluarga Jordan, kini si adik kembar Sharen. Shanum, terlihat agak bersedih, biasanya setiap hari Ia selalu bercanda dengan kakak kembarnya, Sharen yang kini telah menjadi istri Al. Ada rasa rindu saat Shanum mengingat setiap kali dirinya melihat kamar mereka, dan sang Ibu, Moza. Terlihat mengerti kesedihan sang anak yang ditinggal oleh sang kakak kembarnya.


"Shanum! Kamu ngapain di situ?" tanya Moza saat melihat sang putri yang sedang duduk melamun sambil memperhatikan foto mereka berdua. Moza pun menghampiri Shanum dan duduk di samping putri keduanya itu.


"Kamu kangen ya sama Kakak mu?"


Shanum menatap wajah sang Ibu dan terlihat mencoba tegar, "Kangen lah, Ma! Tapi sayang, sekarang Shanum udah nggak bisa bebas lagi ketemu sama Kakak, dia pasti sibuk dengan suaminya, Shanum ngerti kok." mendengar ucapan dari Shanum, Moza pun mencoba mengerti dan menghibur perasaan sang anak.


"Iya ... Mama ngerti, tapi sekarang kakakmu sudah menjadi seorang istri, tugas utamanya adalah melayani suaminya, tapi Mama yakin jika kakakmu juga rindu dengan kita, nggak kerasa udah seminggu mereka menikah." balas Moza sembari memeluk putrinya.


"Iya Ma! Pastinya mereka lagi bahagia-bahagianya, Shanum pingin banget nelpon kakak, tapi takut nanti ganggu bulan madu mereka berdua." ungkap Shanum.


*


*


*


Sementara di tempat lain, saat itu Sharen dan Al sedang menikmati bulan madu mereka di luar negeri, Al mengajak Sharen berlibur ke Paris, keduanya menikmati masa-masa indahnya pengantin baru tanpa ada yang mengganggu, bisa dibayangkan bagaimana bucin nya mereka berdua, tak ada kata jauh-jauh sedikitpun, tangan mereka selalu bertaut satu sama lainnya, setiap saat setiap waktu tak ada habisnya mereka menikmati kemesraan, mereka berharap sepulangnya dari Paris, mereka akan segera diberikan hadiah terindah berupa jabang bayi yang akan tumbuh dalam rahim Sharen.


Malam yang indah itu, sehabis keduanya bercinta ria, Sharen tampak berdiri di depan jendela kamar hotel mewah yang khusus diperuntukkan Sharen, Al menyewa kamar yang VIP yang super mewah, agar mereka bisa menikmati bulan madu itu dengan penuh keromantisan.


Dengan cahaya temaram dalam kamar itu, Sharen berdiri hanya dengan menutupi tubuhnya dengan selimut, Ia berdiri menatap bintang yang tengah bersinar di malam itu, sejenak dirinya teringat akan keluarganya, meskipun Sharen masih berkomunikasi lewat VC, tapi kerinduan itu tetap membayangi Sharen, apalagi saat Ia mengingat sang Adik yang selama ini, mereka selalu menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


"Shanum! Kakak kangen sama kamu, sama kalian semua." ucap Sharen lirih. Hingga tak terasa tiba-tiba saja ia merasa jika ada tangan yang sedang melingkar pada pinggangnya dengan mesra, dan ciuman di pipi yang terasa hangat. Sharen menoleh dan ternyata itu adalah sang suami yang ikut terbangun setelah Al kelelahan dengan aktivitas yang baru saja mereka lakukan.


Sharen tersenyum dan mengusap lembut pipi Al, pria itu melihat kesedihan pada wajah sang istri. "Kamu kenapa, Sayang? Apa kamu tidak bahagia?" tanya Al sembari berbisik pada telinga Sharen.


"Tidak! Aku bahagia bahkan sangat bahagia, kamu memberikan banyak kejutan dan kebahagiaan untukku, hanya saja Aku sedang merindukan keluarga ku, Mama, Papa, apalagi Shanum, nggak tahu kenapa tiba-tiba Aku teringat mereka, Shanum adikku, Aku rindu saat-saat bersama, saling bercanda, keseruan kami saat tukar baju, tukar sepatu. Aku rindu semua itu. Hmm ... aku minta maaf, Aku tidak bermaksud mengeluh karena jauh dari mereka, hanya saja Aku ...!" Sharen tidak melanjutkan kata-katanya karena Al tampak memotong pembicaraannya.


"Sssttt! Jangan bicara seperti itu, keluarga mu adalah keluarga ku juga. Nanti, sepulang kita dari bulan madu, kita akan berlibur satu keluarga, kita akan berlibur ke villa. Semuanya akan ikut tanpa terkecuali, Mama Moza, Papa Jordan dan Shanum akan ikut bersama. Mama, Papa dan Kris juga akan ikut, semuanya akan ku ajak, bagaimana? Kamu setuju?"


Mendengar ucapan dari sang suami, Sharen pun membalikkan badannya dan menatap wajah sang suami dengan sendu.


"Benar kah? Kamu akan mengajak mereka?"


"Hmm tentu saja." balas Al sembari tersenyum.


"Hei ... kamu ini ngomong apa sih, kamu adalah istriku, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga, Aku ingin selalu melihat istriku tersenyum, Aku tahu perasaan mu, kamu adalah putri dari seorang Ayah, anak kesayangan dari seorang Ibu, dan Kakak terbaik untuk seorang Adik. Jadi, untuk apa Aku harus marah, membahagiakan seorang istri bukankah itu akan menambah kebahagiaan dalam hidup kita."


Mendengar ucapan dari Al, spontan Sharen memeluk suaminya, Al pun membalasnya dengan mesra sembari mencium kening istrinya. Hingga akhirnya terdengar bisikan yang membuat Sharen membulatkan matanya.


"Aku sangat mencintaimu, Sharen! Kita bobo lagi yuk! Aku belum mempraktekkan gaya baru."


...BERSAMBUNG...


*

__ADS_1


*


*


*


...Guys mampir dulu yuk ke karya punya kak Tika Permata, unch ceritanya dijamin Baper, yuk capcuss kepoin segera 🏃🏃🏃...


Braaakk


Suara pintu kamar dibanting keras oleh Desta, ia adalah suami Vanessa.


"Tutup perlahan, aku tidak tuli !" Maki Vanessa kearah Desta.


Pernikahan Vanessa dan Desta terjadi akibat perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka. Rumah tangga mereka tak cukup harmonis dan hanya berjalan 2 tahun lamanya.


Penyatuan 2 sikap yang sama-sama memiliki watak yang keras dan tidak mau mengalah satu dengan yang lain, membuat keduanya sulit untuk menjalani rumah tangga yang akur dan baik-baik saja.


Akibat sikap egois mereka masing-masing, harus berdampak buruk terhadap kelangsungan biduk rumah tangga mereka berdua.


Simak kelanjutan kisahnya yah❤️❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2