
Gerald terlihat salah tingkah saat melihat wajah putra mereka, dirinya tidak menyangka jika Al akan memberikan kejutan untuknya. Gerald pun langsung memeluk putranya penuh kerinduan.
"Al ... apa kabar kamu, Nak! Kenapa kamu tidak mengabari Papa dulu kalau mau pulang, nanti Papa bisa jemput kamu di bandara."
"Al sengaja memberikan surprise untuk kalian berdua, buktinya berhasil kan, Papa ngga ngenalin anak sendiri." jawab Al sembari tersenyum kepada Sang Papa.
"Ya ... Papa nggak bisa ngenalin wajah kamu dari belakang, coba kamu ngadep ke depan, pasti papa kenal."
Mereka terlihat saling tertawa, Al berhasil membuat sang Ayah pangling, padahal setiap hari mereka selalu komunikasi meskipun hanya dengan video call.
Hari itu pasangan Nayla dan Gerald sangat bahagia dengan kedatangan putra mereka. Akhirnya mereka bisa berkumpul kembali setelah bertahun-tahun mereka berpisah. Kini Al membantu sang Papa untuk mengurus bisnis mereka, mengingat Gerald juga sudah tidak muda lagi.
Gerald dan Nayla merencanakan sesuatu untuk menjodohkan putra mereka dengan salah satu putri Moza, dalam acara yang akan mereka gelar besok, Sharen dan Shanum akan hadir. Nayla dan Gerald berharap Al bisa tertarik dengan salah satu putri Moza, antara Sharen atau Shalum.
__ADS_1
"Al anakku, usiamu sudah bukan remaja lagi, kami berharap kamu bisa menemukan pendamping hidup untuk menemani mu kelak. Mama dan Papa sudah merencanakan sesuatu untuk mu, kami ingin menjodohkan mu dengan salah satu putri Tante Moza dan Om Jordan." ungkap Gerald kepada putranya itu.
"Apa, Pa? Di jodohkan dengan salah satu putri Tante Moza? Sharen atau Shanum? Ayolah Pa, mereka itu teman semasa kecil Al. Nggak mungkinlah Al bisa cinta sama mereka, pasti mereka sekarang bertambah gendut. Ogah ah! Nggak ada yang lain aja. Yang cantik kek, yang seksi. Paling enggak seperti gadis yang pernah ku temui tadi! Aku suka rumputnya yang dibentuk love, imut dan menggemaskan." ucapnya lirih sembari mengingat pertemuan nya dengan Sharen.
"Apa Al? Siapa maksudmu?" Gerald terlihat begitu penasaran dengan ucapan sang Anak. Siapa gadis yang pernah Ia temui.
"Bukan siapa-siapa, Pa! Saat dalam perjalanan pulang, Al nggak sengaja bertemu dengan seorang gadis, saat itu ...!" Al menceritakan semuanya kepada Gerald tentang gadis yang pernah Ia temui yang tak lain adalah Sharen.
Gerald terlihat geleng-geleng kepala mendengar pengakuan dari putranya, ternyata sang anak memiliki bakat yang menurun darinya, yaitu menahan si Jojon gundul untuk keluar dari sarangnya, sebelum ada hubungan resmi diantara mereka.
"Hei kok kamu tahu kalau gadis itu punya tahi lalat di sana?"
"Ya tahu lah, Pa! Bukan hanya tahi lalat saja, bahkan lembah indah miliknya pun Aku sudah melihat semuanya." ungkap Al yang membuat Gerald garuk-garuk kepala.
__ADS_1
"Haaa ... pantesan kamu nggak bisa lupa, tapi Papa salut sama kamu, kamu bisa sabar menahan hasrat itu, itu adalah perjuangan yang berat, Papa sudah pernah mengalaminya." sahut Gerald yang juga pernah merasakan dimana posisi putranya, menahan hasrat bertahun-tahun untuk menyentuh Nayla yang notabene nya setiap hari Nayla selalu bermanja-manja dengan Abang nya.
"Hehehe ... sebenarnya itu sakit banget, Pa! Tapi, Al sadar jika dia bukanlah istri Al. Dia anak orang, nggak mungkinlah Al merusak anak orang lain, Al cuma membantu dia saja untuk menghangatkan tubuhnya."
"Ya ya Papa mengerti, Papa bangga padamu, ternyata kamu bisa mengendalikan diri dari sesuatu yang menggoda iman para laki-laki," seru Gerald sembari menepuk pundak sang anak.
"Tapi, untuk saat ini. Aku dan Mama mu sudah memutuskan untuk menjodohkan mu dengan salah satu anak Tante Moza, mau tidak mau kamu harus mau."
"Aduh Pa! Nggak bisa diundur ya!"
"Nggak bisa, ini sudah keputusan Papa, kamu jangan khawatir, kamu pasti akan suka, Sharen atau Shanum yang akan kamu pilih, harus salah satunya, karena dua-duanya sama-sama cantik." ungkap Gerald yang membuat Al tertawa.
"Apa, Pa? Cantik? Mereka berdua tuh kembar-kembar bulat, mana mungkin bisa cantik, ada-ada saja nih Papa."
__ADS_1
...BERSAMBUNG...