Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 128 HTA


__ADS_3

Hingga akhirnya rencana Al untuk mengajak keluarganya liburan ke villa pun mulai terealisasi, hari ini setelah dua hari kepulangan mereka dari Paris, Al memboyong keluarga besar mereka, termasuk keluarga Jordan, dan tentunya si bungsu, Shanum.


Hari itu Shanum sangat bahagia, akhirnya Ia bisa bertemu lagi dengan sang kakak setelah beberapa Minggu mereka tidak bertemu. Perjalanan menuju ke Villa sekitar dua jam, Jordan, Moza dan Shanum berangkat sendiri dari rumah mereka, sementara itu Gerald dan keluarganya sudah sampai di lokasi, dimana tempat itu adalah kawasan puncak yang begitu sejuk dan dingin.


Akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, kini Jordan dan keluarga kecilnya sudah tiba di lokasi, dan tentunya Gerald sudah menunggu kedatangan sahabat sekaligus besannya itu.


Jordan turun dari mobil disertai istri dan putrinya, Shanum. Mereka disambut hangat oleh Al dan keluarga. Dan tentunya Sharen yang sangat bahagia dengan kedatangan keluarga mereka.


Sharen langsung berlari menuju ke arah dimana Mama, Papa dan Adiknya sudah datang.


"Mama ...!"


"Sharen ... bagaimana kabarmu, Nak!"


Pelukan kerinduan yang begitu dinantikan oleh Sharen, Al melihat istrinya begitu bahagia dengan kedatangan keluarganya.


"Sharen baik, Ma! Sharen kangen banget sama Mama."


"Mama juga kangen banget sama kamu, kita semua merindukan mu, sayang!"


Setelah memeluk Sang Mama, Sharen pun memeluk sang Papa. Jordan memeluk putrinya penuh kehangatan, seorang Ayah bagaimana pun juga sangat mengharapkan putrinya berbahagia dengan suaminya, dan Jordan melihat aura wajah Sharen yang begitu bahagia, rupanya Al dan keluarga benar-benar membuat sang putri terlihat semakin cantik dan semakin berisi.


"Papa apa kabar? Sharen kangen Papa."


"Sharen putri Papa, bagaimana Papa tidak merindukan kamu, kamu putri Papa yang manja, yang ceria, kemana-mana Papa selalu mengantar kalian pergi, semenjak kepergian mu rumah menjadi sedikit sepi, tidak ada lagi canda tawa Sharen. Tapi, Papa sangat bersyukur, kamu memiliki suami yang sangat penyayang dan baik kepadamu, kamu terlihat lebih segar dan berisi sekarang, coba lihat pipimu semakin gembul." ucap Jordan sembari mencubit pipi Sharen.


"Iya Pa! Bagaimana Sharen nggak berisi, orang setiap hari dipompa mulu sama suami." batin Sharen sembari tersenyum.


Setelah puas melepaskan rindu dengan Sang papa, kini tiba saatnya Ia melepaskan rindu dengan sang Adik tercinta, Shanum.


"Hai Adikku, kemari lah! apa kamu tidak rindu dengan kakakmu ini!" ucap Sharen kepada Shanum yang sedari tadi sudah menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Kakak!"

__ADS_1


Dengan cepat Shanum memeluk Sharen penuh kerinduan, si kembar saling melepaskan rindu, sungguh pertemuan yang sangat mengharukan, kakak beradik yang biasanya selalu bersama dalam suka dan duka, kini mereka harus berpisah, kewajiban Sharen yang kini berstatus sebagai seorang istri, Shanum harus merelakan hari-hari nya tanpa sang Kakak, dan dia harus terbiasa dengan perubahan itu.


"Aku kangen banget sama Kakak! Sekarang Shanum kesepian, kak! Nggak ada lagi yang nemenin Shanum bermain, nge-game, belajar masak, belanja. Pokoknya bete banget di rumah, sepi. Nggak ada yang ngajakin hangout bareng, nggak enak lah sekarang." mendengar keluhan dari sang Adik, Sharen pun tersenyum dan mengatakan sesuatu yang membuat Shanum membelalakkan matanya.


"Kamu mau selalu bersama Kakak? Itu gampang banget kok, pasti kita sering ketemu bahkan setiap hari, seperti dulu lagi kita bisa belajar masak bareng, belanja bareng, hangout bareng, kamu mau?" tawar Sharen yang seketika membuat Shanum bahagia.


"Mau dong kak! Mau banget. Katakan apa yang harus Shanum lakukan agar bisa selalu sama Kakak lagi, eh tapi apa Mas Al tidak masalah, dia nggak marah, kan?" Shanum tentunya sangat penasaran apa yang akan Ia lakukan untuk bisa selalu bersama sang Kakak.


"Ya enggak lah, suamiku pasti sangat setuju, begitu juga dengan Mama Nayla dan juga Papa Gerald, mereka pun pasti menyetujuinya, apalagi Papa dan Mama." seketika Shanum mulai berpikir apa yang akan Ia lakukan nanti.


"Memangnya Shanum harus apa, Kak?"


"Menikah lah dengan Kris!"


"Hah! Menikah dengan Kris? Adiknya Mas Al?"


"Hmmm ... !"


Shanum terdiam dan Ia pun sempat berpikir serius. Membuat Sharen bertanya-tanya.


"Hah ... aduh Kakak, dengerin Shanum ya, kata teman-teman dia tuh termasuk cowok yang pilih-pilih, takut aja jika dia nggak mau sama Shanum, lagipula Shanum nggak terlalu dekat juga sih sama Kris, takut nya dia malah nggak suka, malu kan?" balas Shanum sembari berbisik pada telinga sang Kakak.


"Kakak yakin dia pasti suka, percaya dengan ucapan Kakak, jika kamu menikah dengan Kris, kita bisa setiap hari bisa bertemu." ucap Sharen yang terus mempengaruhi sang Adik agar mau menikah dengan Kris.


Kemudian Al mendekati mereka berdua dan meyakinkan Shanum untuk bersedia menjadi Adik iparnya.


"Kakakmu benar, Shanum! Kami berharap keluarga kita semakin dekat, kami pasti sangat bahagia jika kalian berdua menikah, dengan begitu kamu dan kakakmu bisa sering bertemu, dan tentunya kamu bisa membantu kakakmu untuk mempercantik bentuk love itu." ucap Al sembari tersenyum kepada Shanum.


Shanum tersenyum malu dan tak menyangka jika Al menyukai rumput sang Kakak.


"Waahhh nggak nyangka, eksperimen kita berhasil, Kak! Ternyata suamimu sangat menyukainya." balas Shanum sembari menatap wajah sang Kakak yang merah merona.


Sementara di saat mereka mengobrol, sedangkan Gerald Nayla dan juga Jordan Moza sedang bercengkrama, tiba-tiba Kris datang menghampiri mereka semua, rupanya mata Kris sudah tertuju pada seorang gadis yang begitu mirip dengan sang Kakak ipar, hanya saja yang membedakan adalah bentuk tubuh mereka, Sharen sekarang terlihat lebih berisi sedangkan Shanum masih terlihat begitu langsing dan seksi.

__ADS_1


"Apa itu Shanum? Ajegile makin cantik aja nihh cewek, makannya apa ya? Wahh semakin penasaran aja, kata Abang dia mempunyai bentuk yang unik, apa iya? Kayaknya Aku harus survei dulu." batin Kris sembari berjalan menuju Al dan kedua gadis kembar itu.


"Hai everybody!" sapa Kris sembari tebar-tebar pesona di hadapan Shanum. Shanum pun terkejut dengan kedatangan Kris yang baru saja mereka bicarakan.


"Hai Shanum! Apa kabar? Lama nggak ketemu kamu, makin cantik aja." goda Kris dengan tatapan matanya yang menggoda. Al dan Sharen pun membiarkan mereka untuk berbincang, agar Shanum dan Kris semakin dekat.


"Em baiklah kalau begitu Aku dan istriku pergi dulu." pamit Al kepada keduanya.


"Eh Abang mau kemana?" tanya Kris


"Diluar udaranya dingin banget, Abang mau cari yang anget-anget, apalagi Sharen tidak kuat dengan cuaca dingin, kami akan mencari kehangatan di dalam saja, kalian ngobrol saja." jawab Al santai.


"Dasar pengantin bucin, maunya yang anget-anget, Abang benar juga sih, udaranya dingin banget." celetuk Kris sembari merapatkan tubuhnya sendiri.


"Makanya buruan nikah, biar nggak kedinginan, entar kamu pasti ketagihan, dah lah! Ayo sayang!" Al kemudian mengajak Sharen untuk masuk ke dalam villa. Sementara itu Kris dan Shanum tampak senang melihat kebahagiaan Al dan Sharen.


"Mereka bahagia sekali!" ucap Shanum yang seketika membuat Kris menoleh kepadanya dan mengucapkan sesuatu pada Shanum, "Aku juga bisa kok membahagiakan mu!"


...BERSAMBUNG...


*


*


*


Marriage With(Out) Love


Author: MinNami


Elnara wanita cantik yang begitu pandai hingga dikagumi oleh banyak orang terutama kaum Adam. Sayangnya, kecantikan dan kepintaran Elnara tidak bisa menaklukan hati Zayan. Segala cara Elnara lakukan demi bisa menikah dengan Zayan, termasuk menggunakan kekuasaan keluarganya agar Zayan mau menikah dengannya.


Mampukan Elnara menaklukan hati Zayan? Atau justru Elnara memilih menyerah dan membebaskan Zayan dari belenggu pernikahan tanpa cinta?

__ADS_1



...Yuk kepoin segera 🏃🏃🏃...


__ADS_2